cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
TINJAUAN KEKUATAN PERKERASAN LATASTON (HRS) TERHADAP PERUBAHAN SUHU PADA SAAT UJI MARSHALL ., Erwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1124

Abstract

AbstrakKebutuhan aspal untuk pembangunan danperawatan jalan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat ini sangattinggi setiap tahunnya. Salah satu jenis Asbuton olahan yang sekarang digunakanadalah Retona (Refine Buton Asphalt) Blend 55 yang diproduksi oleh PT. Olah Bumi Mandiri Jakarta. RetonaBlend 55 merupakan perpaduan antara aspal keras dengan asbutonsemiekttraksi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui seberapabesar pengaruh perubahan suhu pada saat perendaman benda uji terhadap kekuatan perkerasan Lataston (HRS-WC). Tulisan ini merupakan hasil penelitianlaboratorium yang dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik Marshall akibatperubahan suhu perendaman benda uji pada campuran jenis perkerasan Latastonlapis aus (HRS-WC) melalui pengujian Marshall standar BinaMarga. Bahan ikat yang dipakai adalah Retona Blend 55. Dari hasilpengujian aspal, Aspal Retona Blend 55 ternyata memilikinilai penetrasi yang lebih rendah, sedangkan berat jenis dan titik lembek Retona Blend 55 beradadi atas rata-rata. Dari hasil analisis parameter Marshall terhadap variasisuhu perendaman, diperoleh kadar aspal optimum campuran HRS-WC. Nilai Parameter Marshall campuran Lataston dengan menggunakan Aspal Retona Blend 55 padasuhu perendaman 40C diperoleh nilai KAO (Kadar AspalOptimum) sebesar 7,15% dengan stabilitas 13691,1 kg; flow 3,4 mm; VIM (Void in Mix)4,3%; VFB (Void Filled Bitumen) 103,7%; MQ (Marshall Quotient) 405,7 kg/mm. Padasuhu perendaman 50C nilai KAO sebesar 7,25% denganstabilitas 1213,4 kg, flow 3,1 mm;VIM 5,2%; VFB 98,6%; MQ 389,3 kg/mm. Pada suhu perendaman 60C diperoleh nilai KAO sebesar 77,65% dengan stabilitas 981,1 kg; flow 3,2 mm; VIM 5,9%; VFB 94,3%; MQ 305 kg/mm. Pada suhu perendaman70C diperoleh nilai KAO sebesar 7,10% dengan stabilitas 785,3 kg; flow 3,3 mm; VIM 5,1%; VFB 98,9%; MQ 235,7 kg/mm. Pada suhu perendaman 80C diperoleh nilai KAOsebesar 7,10%dengan stabilitas 788,1 kg; flow 3,0 mm; VIM 4,9%; VFB 99,7%; MQ 267,3 kg/mm. Berdasarkan hasilpenelitian ini maka sebaiknya suhu perendaman yang digunakan untuk perkerasanLataston untuk aspal Retona Blend 55 adalah 60C, karena jika di bawah suhu tersebut nilai stabilitas akan naik dannilai VIM menurun, sedangkan di atas suhu tersebut nilai stabilitas akanmenurun dan nilai VIM naik (kualitas campuran jadi kurang baik).Kata-kata kunci: campuranaspal panas Lataston (HRSWC), Retona Blend 55
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI PADA AIR SUMUR ., Asbahani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v13i1.2019

Abstract

AbstrakKandungan besi (Fe) di dalam air sumur dapatmenimbulkan gangguan kesehatan, bau yang kurang enak, menyebabkan warna kuningpada dinding bak kamar mandi serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Salahsatu cara pengolahan air yaitu dengan teknik adsorbsi dengan menggunakan karbonaktif dari ampas tebu. Pembuatan karbon aktif ampas tebu terdiri atas prosespreparasi sampel, perendaman sampel dengan NaCl 15%, karbonisasi, aktivasidengan HCl 0,1 M, pencucian, dan pengayakan. Karbon aktif ampas tebu dengan lamaperendaman NaCl 15% selama 10 jam, suhu karbonisasi 320C selama 30 menit, aktivasi HCl 0,1 M serta pengayakan dengansaringan 200 mesh telah memenuhistandar mutu kualitas karbon aktif menurut SNI 06-3730-1995 dengan konsentrasiair 15,514%, konsentrasi zat mudah menguap 11,146%, konsentrasi abu 5,954%,karbon aktif murni 67,386%, serta daya serap terhadap larutan I2 21,269%.Karbon aktif yang telah telah memenuhi Standar Kualitas Karbon aktif MenurutSNI 06-3730-1995 dimasukkan ke 100 mL sampel air yang masing-masing konsentrasiFe-nya 3,57 mg/L dengan dosis masing-masing adsorben 0,5 g, 1 g, 1,5 g dan 2 g.Sampel kemudian diaduk selama 30 menit dengan kecepatan 100 rpm menggunakansistem batch. Waktu kontak yangdigunakan setelah pengadukan adalah 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Waktu kontakdan dosis terbaik untuk menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur dengan karbonaktif dari ampas tebu adalah 90 menit dan dosis 2 gram adsorben denganefisiensi adsorbsi mencapai 90,32%.Kata-kata kunci: ampastebu, besi (Fe), karbon aktif, adsorbsi
STUDI KESETIMBANGAN AIR PADA WADUK PENEPAT KABUPATEN KUBU RAYA Fadiah, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.25671

Abstract

Kota Pontianak terletak pada kawasan pesisir memiliki pola hujan tipe equatorial sehingga sumber airnya terpengaruh oleh pasang surut dan terancam interusi air asin.   Ketersediaan air baku dari segi kuantitas cukup berlimpah, namun dari segi kualitas, sumber air baku di Kota Pontianak terancam interusi air laut pada tahun normal dan tahun kering. Penelitian ini membahas mengenai kesetimbangan air pada waduk Penepat untuk dapat dijadikan sumber air baku dalam pengembangan infrastruktur air minum Kota Pontianak. Penelitian ini diawali dengan menginvestigasi kondisi existing waduk Penepat dan menguji keandalan air baku sungai Landak menggunakan perhitungan debit andalan F.J.Mock. Idenya adalah hasil dari perhitungan debit andalan dibandingkan dengan proyeksi kebutuhan air Kota Pontianak pada tahun 2027. Perhitungan untuk kebutuhan air dengan memproyeksikan jumlah penduduk menggunakan metode aritmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan sumber air baku sungai Landak dari segi kuantitas sangat berlimpah dengan debit rata-rata sebesar 356 m3/detik, jauh diatas kebutuhan air baku pada saat jam puncak kota Pontianak di tahun 2027 yaitu sebesar 2,87 m3/detik dengan jumlah penduduk sebanyak 733.856 jiwa. Namun pada periode kering seperti bulan Agustus dan bulan September, debit aliran sungai Landak sangat kecil. Sungai Landak yang hilirnya berada dipesisir laut, sumber airnya terpengaruh pasang surut, sehingga pada saat periode kering bulan Agustus dan bulan September, debit aliran yang kecil tidak mampu menahan rambatan pasang air laut masuk mencapai titik lokasi penelitian sehingga sumber air dari sungai landak terpengaruh air asin dan tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku kota Pontianak. Pada periode ini pola pengoperasian waduk diperlukan antara lain dengan cara menutup pintu air waduk Penepat pada saat pasang air laut terjadi agar air laut tidak masuk ke dalam waduk dan membuka kembali pintu air waduk Penepat pada saat surut air laut terjadi, sehingga sumber air baku dari Sungai Landak dapat masuk kedalam waduk dan mengisi kembali waduk penepat agar dapat digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan sumber air baku Kota Pontianak. Selama pasang air laut, kebutuhan air baku di Kota Pontianak dipenuhi dari sumber air yang berasal dari tampungan waduk. Rencana pengembangan waduk seluas 5 Ha dan kedalaman 4 meter, waduk Penepat mempunyai volume tampungan sebesar 200.000 m3 dan dapat melayani kebutuhan air baku Kota Pontianak sebesar 2,87 m3/detik selama 19 jam.  Kata kunci: air baku, air minum, Kota Pontianak, pasang surut, sungai Landak, waduk Penepat.
STUDI GERAKAN TANAH AKIBAT PEMANCANGAN TIANG FONDASI (SQUARE PILE) STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA SUPADIO PONTIANAK ., Erna Yulianti; ., Indrayani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.4504

Abstract

Pertumbuhan penumpang Bandara Supadio Pontianak saat ini dari tahun ke tahun semakin meningkat yang menjadikan Terminal Penumpang Bandara Supadio sudah tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang semakin meningkat, sehingga diperlukan pengembangan kawasan Bandara Supadio untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan bandara. Dalam pengembangan Terminal Penumpang Bandara Supadio, dilakukan pekerjaan pemancangan fondasi tiang persegi (square pile) dengan menggunakan alat pancang HSPD (Hydraulic Static Pile Driver) tipe 120 T. Pergeseran alat HSPD dan proses pemancangan tiang menimbulkan masalah gerakan tanah yang mempengaruhi bangunan yang ada di sekitar lokasi pembangunan, khususnya gedung VIP bandara yang berjarak 2 m dari titik fondasi dan masih terus digunakan bagi penumpang VIP. Gerakan tanah yang terjadi akibat pergeseran alat dan proses pemancangan dihitung besarannya dengan menggunakan program Plaxis 8, dengan menganalisis data tanah, data berat alat HSPD, data tiang serta data gedung VIP bandara. Hasil yang didapat dari simulasi data yang dilakukan memperlihatkan telah terjadi gerakan tanah yang mengakibatkan penurunan struktur bangunan gedung VIP akibat pemancangan tiang dan akibat mobilisasi alat pancang HSPD 120 T. Pengaruh gerakan tanah tersebut membuat bangunan gedung VIP Bandara Supadio Pontianak mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga harus dilakukan perbaikan pada stuktur kolom, dinding dan lantai bangunan supaya gedung tersebut dapat tetap digunakan untuk melayani penumpang VIP. Kata-kata kunci: gerakan tanah, fondasi square pile, Plaxis 8
EVALUASI DAN ANALISIS DAMPAK PROGRAM PENINGKATAN RUAS JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN BENGKAYANG Lowa, Fresley Readel
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.9314

Abstract

Pelayanan umum transportasi terutama di wilayah kabupaten erat kaitannya dengan infrastruktur ruas jalan kabupaten yang merupakan salah satu faktor atau indikator kamajuan daerah, terutama daerah yang sedang berkembang. Program peningkatan ruas jalan kabupaten sangat dibutuhkan oleh penduduk disetiap kawasan, terutama ruas jalan kabupaten yang terletak di kecamatan "“ kecamatan guna memudahkan mobilitas mereka yang masuk maupun keluar dari kawasan kecamatan-kecamatan tersebut. Kondisi kerusakan jalan dan luasnya wilayah penanganan jalan menuntut kebijakan dari pengambil keputusan untuk mempertimbangkan ruas-ruas jalan mana saja yang harus mendapat prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, oleh karena itu diperlukan berbagai pertimbangan yang bijaksana dalam menetapkan suatu keputusan prioritas dengan pendekatan pertimbangan yang berdasar.   Pendekatan model Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan metode-metode untuk mengembangkan keputusan ke dalam suatu model matematis, yang mencerminkan hubungan yang terjadi diantara beberapa kriteria dan sub kriteria yang berhubungan. Tujuan dari penggunaan metode ini guna mendapatkan urutan prioritas penanganan suatu ruas jalan, khususnya prioritas peningkatan jalan dalam Kota Bengkayang dengan berbagai pertimbangan kriteria dan sub kriteria yang dikembangkan. Analisis dan pembahasannya meliputi beberapa pertimbangan kepentingan   seperti terhadap kriteria volume kerusakan jalan, hirarki jalan, pelayanan jalan, akses dan nilai manfaat terhadap tata guna lahan, dan sub kriteria dari masing-masing kriteria tersebut.   Hasil pengolahan data melalui model AHP adalah urutan prioritas untuk kegiatan peningkatan ruas jalan yaitu pertama Sungai Betung "“ Jirak, kedua Pasukayu "“ Pombay, ketiga Bengkayang "“ Rasau, keempat Baya "“ Nimpa, kelima Teriak "“ Sekaruh, keenam Sanggau Ledo "“ Dawar dan ketujuh Pangkalan Makmur-Capkala.   Kata-kata kunci : Kerusakan Jalan, Luasnya Wilayah Penanganan, Metode AHP, Urutan prioritas.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR HOTEL DI JALAN GAJAHMADA PONTIANAK Judhi, Julius; Widodo, Slamet; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.26788

Abstract

Pertumbuhan hotel di Kota Pontianak yang semakin pesat tidak diikuti dengan adanya penyediaan ruang parkir hotel di Jalan Gajahmada. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi parkir di hotel-hotel di Jalan Gajah Mada, mengidentifikasi dan menghitung jumlah dan fasilitas pelayanan parkir pada hotel-hotel yang ada di Jalan Gajahmada, dan mengetahui karakteristik performance fasilitas pelayanan parkir dan penentuan standar kebutuhan parkir di hotel berbintang yang ada di Jalan Gajahmada. Metode penelitian melalui kegiatan survey ke lapangan untuk mendapatkan data primer dan kemudian dianalisis secara statistik untuk diperoleh hitungan volume parkir, akumulasi parkir, rata-rata lama parkir, tingkat pergantian parkir, kapasitas parkir, kebutuhan penyediaan ruang parkir, dan indeks parkir. Hasil yang didapat melalui perhitungan statistik adalah akumulasi puncak mobil tertinggi di hari Selasa terjadi di Hotel Star (0,26) dan terendah di Hotel Queen (0,04) perhari. Durasi rata-rata lama parkir mobil yang paling tinggi terjadi di Hotel Star pada hari Selasa yaitu dengan jumlah 0,60 jam per-kendaraan dan rata-rata lama parkir terendah pada hari Selasa terjadi di Hotel Queen dengan waktu 0,00 jam per-kendaraan. Indeks parkir mobil tertinggi pada hari Selasa terjadi di Hotel Neo yaitu 2,43 dan pada hari Sabtu di Hotel Transera sebesar 2,07 dan indeks parkir terendah terjadi di Hotel 2000 sebesar 0,20 pada hari Selasa dan hari Sabtu di Hotel 2000 sebesar 0,10. Kapasitas parkir yang dibutuhkan paling tinggi pada Hotel Neo (3,43) di Hari Selasa dan hotel Neo (2,14) di hari Sabtu. Sedangkan kapasitas parkir terendah pada hari Selasa di Hotel Queen sebesar 0,00 dan hari Sabtu di Hotel Queen sebesar 0,00. Dari hasil perhitungan SRP yaitu jumlah petak parkir berbanding jumlah kamar, Hotel Aston (0,97), Hotel Grand Avara (0,20), Hotel Gajahmada (0,30), Hotel Star (0,34), dan Hotel 2000 (0,40) memiliki nilai koefisien paling mendekati dengan nila standar pada Pedoman Ditjen Perhubungan Darat 1998 yaitu 0,2"“1. Kata kunci: Karakteristik parkir, hotel, parkir, satuan ruang parkir hotel
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DESA DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA -, Oliansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v13i1.1980

Abstract

AbstrakTulisan ini menyajikan hasil penelitian yang bertujuan menganalisis nilai manfaat suatu jalan dengan menggunakan metode IRAP (Integrated Rural AccessibilityPlanning). Metode IRAP ini menggunakan kombinasipengumpulan data berbasis wawancara, observasi lapangan, dan pengisiankuisioner IRAP yang terdiri dari nilai indikator dan bobot indikator. Analisisdilakukan untuk mendapatkan nilai manfaat jalan yang pada dasarnya merupakanrata-rata dari perkalian nilai indikator dan bobot indikator. Hal ini sangatpenting mengingat jalan adalah infrastruktur yang sangat vital dalam memberikan aksesibilitas yang baikbagi penduduk desa. Untuk itu, prioritas penanganan jalan harus memastikan yangmemberikan manfaat yang paling besar bagi penduduk desa. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Jalan Perdamaian memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor kesehatansebesar 16,525. Nilai manfaat tertinggi pada Jalan Karya/Parit Haruna adalah untukkesehatan sebesar 18,014 dan juga memiliki manfaat yang paling besar untuksektor pendidikan lanjutan dibandingkan jalan lainnya dengan nilai manfaatsebesar 15,188. Jalan Masjid memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor perdagangan/jasa sebesar 18,048. Jalan Swadayamemiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor kesehatan sebesar 15,391 dan jugamemiliki manfaat yang paling besar untuk sektor pendidikan dasar dibandingkanjalan lainnya dengan nilai manfaat sebesar 15,304. Jalan Perintis memilikinilai manfaat tertinggi untuk sektor pasar sebesar 15,000 dan juga memilikimanfaat paling besar untuk air bersih dibandingkan jalan lainnya dengannilai manfaat sebesar 5,000. Jalan Wagattak memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor pasar sebesar13,967. Jalan Kalimas Hulu memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektorperkebunan sebesar 17,937 dan merupakan manfaat paling tinggi dibandingkanjalan lainnya dan juga memiliki manfaat paling besar untuk sektor pertaniandibandingkan jalan lainnya dengan nilai manfaat sebesar 14,696. Jalan Turimemiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor perdagangan/jasa sebesar 16,953. PadaDusun IV,prioritas pertama perbaikan jalan adalah Jalan Karya/Parit Haruna dengan nilaimanfaat sebesar 12,236. Selanjutnya, secara berurutan tingkat prioritas perbaikanjalan pada Dusun IV yaitu Jalan Perdamaian, Jalan Swadaya, Jalan Masjid danJalan Perintis. Pada Dusun V, tingkat prioritas pertama adalah Jalan KalimasHulu dengan nilai manfaat sebesar 12,905. Prioritas selanjutnya yaitu Jalan Turi dan Jalan Wagattak. Secarakeseluruhan tingkat prioritas pertama untuk dilakukan perbaikan adalah JalanKalimas Hulu dengan nilai manfaat sebesar 12,905. Prioritas kedua dan ketiga masing-masing adalahJalan Karya/Parit Haruna dan Jalan Perdamaian dengan nilaimanfaat sebesar 12,236 dan 11,478. Sementara itu, prioritas terakhir adalahJalan Perintis dengan nilai manfaat sebesar 8,800.Kata-kata kunci: IRAP,nilai indikator, bobot indikator, nilai manfaat
PENGARUH KOEFISIEN TRANSMISI PADA MODEL PEMECAH GELOMBANG TENGGELAM DENGAN ARMOR ARTIFICIAL REEF BRICK-1 Mahardika, Andrew Ghea; Ramady, Givy Devira
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i2.43550

Abstract

Di Indonesia, perencanaan pemecah gelombang laut (break water) belum dilakukan karena mahalnya biaya konstruksi, sedangkan Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia dan terdapat banyak pantai akibat kerusakan akibat gelombang. Masalah ini menjadi perhatian peneliti untuk dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik koefisien transmisi gelombang pada penggunaan armor breakwater sink dengan brick-first artificial reef. Pengujian model laboratorium dan metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk melihat beberapa variabel yang diperkirakan dapat mempengaruhi besarnya koefisien transmisi (Kt). Dari model yang digunakan didapatkan hasil bahwa, gelombang datang (Hi), tinggi (h) dan lebar struktur (b) pemecah gelombang, jarak permukaan air (F) dengan pemecah gelombang dimana semua variabel dibagi dengan gT2, berpengaruh signifikan terhadap koefisien transmisi..
HUBUNGAN SEBARAN TITIK PANAS (HOTSPOT) TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT KOTA PONTIANAK Rozi, Fachrur; Akbar, Aji Ali; Kadaria, Ulli
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i2.43531

Abstract

Kebakaran hutan yang terjadi pada saat musim kemarau terutama di Kota Pontianak yang memicu terjadinya titik panas (hotspot). Titik panas (hotspot) adalah sumber utama terbentuknya asap yang merupakan sumber pencemaran yang mengandung partikulat yang apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi akan menganggu pernapasan. Penelitian ini di lakukan untuk melihat titik panas (hotspot) karena kebakaran hutan atau lahan di kota Pontianak menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis pergerakan perubahan titik panas (hostpot) dari tahun 2019 periode bulan Juli "“ September dan melakukan pemetaan. Metode analisis data menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia NO P.8/ ME NLHK/ SETJEN/ KUM.1 / 3/ 2018 Tentang Prosedur Tetap Pengecekan Lapangan Informasi Titik Panas Dan/Atau Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan. Hasil penelitian menunjukkan selama periode sebaran titik panas (hotspot) pada bulan Juli total 136 titik, bulan Agustus total 1.738 titik, bulan September 5.165 titik dengan total jumlah titik panas (hotspot) sebanyak 7.039 titik. Pengaruh titik panas (hotspot) menunjukan dampak pada kesehatan masyarakat Kota Pontianak yang dimana data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak penderita pasien ISPA pada bulan Juli 2.700 orang, bulan Agustus 4.044 orang, bulan September 5.046 orang dengan total 11.790 pasien ISPA. Sedangkan data dari seluruh Puskesmas Kota Pontianak penderita pasien ISPA pada bulan Juli 4.542 orang, bulan Agustus 5.225 orang, bulan September 6.141 orang dengan total 15.908 pasien ISPA.
ANALISA PENGUJIAN KUAT GESER TANAH DENGAN UJI GESER KIPAS (VANE SHEAR TEST) LAPANGAN DI BAWAH PENGARUH MEDAN LISTRIK MENGGUNAKAN INTERMITTENT CURRENT Putri, Rury Novia; Rustamaji, -; Faisal, Ahmad
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.45793

Abstract

Tanah lempung memilki kadar air yang cukup tinggi, tetapi tanah lempung juga mempunyai kelemahan yaitu kuat geser yang rendah. Hal ini menjadi suatu permasalahan jika sedang merencanakan pondasi diatas tanah lempung. Sehingga perlu diadakannya perbaikan agar dapat mengurangi kadar air yang terkandung serta dapat menaikkan nilai kuat geser tanah lempung. Salah satu cara untuk untuk meningkatkan kuat geser tanah adalah dengan perlakuan elektrokinetik yang menghasilkan proses elektroosmosis. Elektrokinetik yang digunakan diberi arus sebesar 2560 mA dengan perlakuan arus konstan dan arus intermittent current dengan variasi waktu tunggu 15, 21, 28, 35 hari. Proses elektroosmosis diuji dengan skala lapangan yang berlokasi di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Pada saat air telah berpindah dari anoda menuju katoda melalui proses elektroosmosis, kuat geser yang dihasilkan dapat diuji menggunakan vane shear test. Berdasarkan pengujian vane shear test diperoleh kesimpulan bahwa kuat geser tak terdrainase (undrained) memiliki nilai lebih besar pada perlakuan arus konstan dibandingkan pada arus intermittent current. Perlakuan arus sebesar 2560 mA secara konstan (terus-menerus) dengan variasi waktu tunggu menghasilkan kuat geser yang optimal pada tanah yang diuji.  Kata kunci : tanah lempung, elektrokinetik, kuat geser tak terdrainase (undrained), vane shear test (uji geser kipas)

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue