cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
KAJIAN SEMIOTIKA PADA MUSEUM GEO PARK AREA PACITAN TERHADAP DAYA TARIK PENGGUNJUNG Rizal Fatoni; Fairuz Mutia
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4066

Abstract

Museum memiliki peran penting dalam mengembangkan kebudayaan di setiap daerah atau wilayah, terutama museum yang menampilkan budaya lokal. Salah satu museum yang menampilkan budaya lokal adalah Museum Geopark Gunung Sewu di Pacitan yang terletak di pantai Pancer Door, yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing karena keindahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanda-tanda visual pada museum Geopark Gunung Sewu terhadap minat wisatawan untuk mengunjungi museum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian studi kasus yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini berupa kajian tentang cara meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi museum sebagai sarana edukasi dan pemahaman terkait aset daerah Pacitan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tanda-tanda pada museum Geopark Gunung Sewu yang dapat menarik pengunjung berdasarkan lingkungan sekitar dan ruang dalam bangunan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tanda-tanda berdasarkan semiotika mempengaruhi minat pengunjung. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelola museum dalam meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi museum sebagai sarana edukasi dan pemahaman terkait aset daerah Pacitan
PENERAPAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA TERHADAP PERANCANGAN FASILITAS PEMENTASAN SENI REYOG PONOROGO Fatrik Faza Damara Putra; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4413

Abstract

Fasilitas pementasan seni reyog di ponorogo ini masih sedikit adanya, perlu adanya fasilitas penunjang kegiatan seni budaya agar masyarakat di ponorogo lebih agresif dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal Ponorogo, maka dari itu perlu di buatnya Fasilitas Pementasan Seni Reyog ponorogo sebagai fasilitas penunjang kegiatan seniman ponorogo. Dalam perancangan ini juga akan menerapkan tema Arsitektur Nusantara, Arsitektur Nusantara ini merupakan penerapan unsur budaya lokal pasda bangunan. Dengan cara mengadaptasi ataupun mentrtansformasikan bangunan dari unsur budaya yang ada di dalam nusantara. Penerapan Arsitektur Nusantara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingya menjaga serta memelihara budaya asli Indonesia. Terdapat beberapa isu yang bertebaran tentang pengeklaiman secara bebas reog ponorogo di luar negeri. Tujuan di buatnya perancangan ini juga merupakan suatu upaya agar seni Reyog Ponorogo ini diakui oelh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Dalam rangka ini DISBUDPARPORA Ponorogo mengadakan event festival Reyog Budaya setiap satu bulan sekali sebagai ajang agar Reyog Ponorogo diakui sebagai budaya lokal Indonesia
GAYA FUTURISTIK DALAM STADION YOSONEGORO MAGETAN Gibran Carnelio; Joko Santoso; Darmansjah Tjahja Prakarsa
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4415

Abstract

Magetan adalah kota yang dimana di Jawa Timur dan Magetan adalah sebuah kota yang memiliki perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Magetan ini memiliki sebuah stadion dimana merupakan stadion dengan kebanggan orang Magetan stadion Magetan ini merupakan stadion yang dimana merupakan stadion yang dimana tipenya yaitu Tipe C. Stadion Magetan ini akan dikembangkan dengan pendekatan arsitektur Futuristik yang dimana merupakan pendekatan yang menarik dan desain yang unik serta masih akan adanya bola didalam sebuah bangunan tersebut sehingga pendekatan bangunan tersebut yaitu meiliki arti stadion yang unik dan akan mendatangkan banyak penonton distadion ini nantinya saat pertandingan. Contoh pendekatan futuristic terhadap stadion ini yaitu di stadion anjuk ladang,Nganjuk,Jawa Timur. Diharapkan stadion Yosonegoro ini akan menjadikan salah satu stadion yang akan dikembangkan dan menjadikan harapan bagi masyarakat sekitar serta harapan pemerintah sekitar dapat menyerupai desain futuristic yang ada di Nganjuk.
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN MINIMALIS TERHADAP PENGEMBANGAN TERMINAL REJEKWESI DI KABUPATEN BOJONEGORO Aldo Novianto
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4416

Abstract

Pengembangan Terminal Rejekwesi Tipe A di kabupaten Bojonegoro Sudah di rencanakan oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro yang tertuang pada RPJMD kabupaten Bojonegoro, Terminal rejekwesi Tipe A di Kabupaten Bojonegoro perlu di kembangkan karena terminal tersebut minim falitas pelayanan yang ada di Terminal Tipe A, Maka dari itu Terminal Rejekwesi Tipe A di Kabupaten Bojonegoro perlu adanya pengembangan dari pemerintah kabupaten di Bojonegoro, Untuk mewujudkan Terminal Rejekwesi Tipe A di Kabupaten bojonegoro perlu di lakukan pengembangan agar terminal rejekwesi lebih bagus dan modern agar bias menjadi ikon di kabupaten bojonegoro dalam pengembangan ini mengusung Konsep Modern Minimalis, Karena Konsep Modern Minimalis yang memilki ciri ciri 1.Bentuk yang fungsional 2. Kesederhanaan 3. Bersih 4. Geometris. Dari ciri ciri tersebut akan di terapkan pada Konsep pengembangan Terminal rejekwesi Tipe A di Kabupaten Bojonegoro yang memkai konsep Modern Minimalis.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN SARANA PENDIDIKAN DI KOTA SURABAYA Kefin Setyawan; Joko Santoso
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4418

Abstract

Pada bidang perekonomian industri sangat berperan besar. untuk mengoptimalisasikan daya Tarik investasi dan budi daya industri, dibutuhkan ketersediaan Sumber Daya Manusia yang adaptif terhadap penguasaan teknologi dan inovasi, guna meningkatkan daya saing bidang industri. Ketersediaan kualitas Sumber Daya Manusia yang adaptif terhadap penguasaan teknologi dan inovasi didapatkan melalui pendidikan, yang termasuk salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan mutu manusia, yang juga merupakan komponen variabel dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Arsitektur Industrial merupakan suatu konsep yang mengutamakan segi fungsional dan efisien dengan material yang tidak difinishing tetapi tetap mempertibangkan estetika design sehingga dapat meminimalisis biaya yang dikeluarkan. Arsitektur industrial behubungan dengan penyesuaian dan pemanfaatan kembali barang bekas bangunan menjadi furniture. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memanfaatkan kembali bangunan yang terbengkalai agar menjadi tempat yang bermanfaat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui eksplorasi ide, studi literature tentang prinsip-prinsip arsitektur industrial, dan pengumpulan data dari berita online. Pokok permasalahan yang akan diselesaikan pada penelitian ini yaitu, masalah produktifitas ruang dari design yang diterapkan dengan prinsip fungsional dan efisien arsitektur industrial. Prinsip fungsionalnya diaplikasikan pada site, dan tata letak. Dedangkan prinsip efesien diaplikasikan pada pengolahan tapak, peruangan, material, warna dan struktur bangunan. Padapenelitian ini memberikan kebebasan ruang kepada para siswa untuk mengaplikasikan ke inginannya didalam menunjang kegiatan belajarnya.
PENERAPAN ARSITEKTUR PERMAKULTUR PADA POLA LANSEKAP TAMAN WISATA PERTANIAN HORTIKULTURA INTAN ABATANI DI MOJOKERTO Intan Nuhita Ardia Sutrisno; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4539

Abstract

Di Kabupaten Mojokerto, sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian. Masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani. Namun, hingga saat ini masih banyak ditemukan petani yang mengalami gagal panen. Hal tersebut dikarenakan, kurangya pengetahuan tentang budidaya yang benar serta pengobatan tanaman atas serangan hama, atau cara mengatasi karena cuaca yang tidak menentu. Oleh karenanya, perlu adanya suatu fasilitas untuk mengedukasi masyarakat tentang cara pertanian yang terintegrasi. Sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kabupaten Mojokerto, yang telah ditetapkan suatu prioritas pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang dikemas dalam suatu sektor pariwisata. Hal tersebut dapat diterapkan pada salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto, yaitu “Taman Wisata Intan Abatani”, taman wisata tersebut merupakan tempat wisata yang mengutamakan fungsi edukasi pertanian yang terintegrasi. Perlu tindakan untuk mengembangkannya guna memberikan fasilitas yang memadahi sebagai tempat edukasi pertanian terintegrasi. Lansekap dengan tatanan pola yang tepat dapat membuat suatu produksi pertanian berintegrasi dengan baik, sehingga akan menjadikan suatu pertanian yang berkelanjutan. Penerapan konsep permakultur akan membuat suatu desain untuk lingkungan dengan menerapkan pengembangan arsitektur yang berkelanjutan serta sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam. Metode yang digunakan melalui literatur, survei, pengumpulan data eksisting, dan wawancara. Yang menghasilkan suatu desain tatanan pada pola lansekap wisata pertanian.
PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA TERHADAP PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN YOS SUDARSO DI TUAL MALUKU TENGGARA Yunita Fajar Sari Larundi; Febby Rahmatullah Masruchin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4546

Abstract

Tujuan adanya penelitian ini dilakukan agar bisa menerapkan suatu pendekatan arsitektur metafora dimana dalam pengembangan yang akan diadakan untuk terminal penumpang pelabuhan Yos Sudarso di Tual, tepatnya di daerah Maluku Tenggara dalam terminal penumpang ini merupakan suatu elemen penting bagi bangunan infrastruktur untuk kendaraan transportasi laut yang dimana memiliki peranan krusial terendiri didalam memberikan adanya pengalaman penggunaan secara baik dan efesien. Didalam adanya penerapan menggunakan pendekatan arsitektur metafora ini agar bisa membuat adanya suatu penciptaan lingkungan fisik yang memiliki pemanfaatan didalam konsep metaforisnya agar memiliki peningkatan kualitas dan juga pengalaman bagi para pengguna yang ada di dalam terminal penumoang. Adanya penggunaan dalam pemilihan konsep metafora ini sudah memiliki pertimbangan dalam karakteristiknya yang nanti akan digunakan dan diterapkan kedalam kebutuhan fungsi dan kebutuhan terminal penumpang. Penelitian ini akan menggunaan metodologi penelitian secara deskriptif kualitatif yang akan melibatkan adanya tahapan untuk pengumpulan data dan juga informasi sebagai sumber hasil penelitian. Dimana akan mengumpulkan informasi berupa karakteristik local, menganalisis suatu kebutuhan pengguna, mengidentifikasi metafora yang relevan. Konsepan metafora yang nantinya akan diimplemnetasikan ini akan diterapkan dalam perancangan fisik terminal penumpang, tata letak , penggunaan material dan juga adanya penerapan dalam elemen visualnya. Sehingga nantinya hasil yang akan dikemukakan merupakan pengembangan terminal penumpang yang akan lebih inovatif dan juga akan dapat memebrikan orientasi terhadap pengguna. Dengan menggunakan konsep metafora ini nantinya menghasilkan lingkungan yang dapat memadukan fungsi.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN PERI URBAN (STUDI KASUS DESA RENGAS KAPUAS, KELURAHAN SUNGAI BELIUNG DAN KELURAHAN PAL LIMA) Yudistiro Prayoga; Agustiah Wulandari; Ely Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4777

Abstract

Kawasan peri urban merupakan kawasan yang terletak di pinggiran kota yang didalamnya terdapat peralihan kenampakan dari kota ke desa ataupun sebaliknya. Kelurahan Sungai Beliung, Kelurahan Pal Lima dan Desa Rengas Kapuas merupakan kawasan peri urban yang mengalami tingkat pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dikarenakan menjadi sasaran masyarakat untuk berpindah dan menetap, sehingga menyebabkan kawasan ini mengalami berbagai bentuk perubahan, salah satunya tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif dengan teknik penafsiran peta dan supervised classification. Sumber data yang digunakan adalah data time series Google Earth dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, hasil dokumentasi dan observasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahwa terdapat perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban yang didominasi perkembangan lahan terbangun seperti permukiman yang cenderung padat pada bagian yang mendekati kenampakan kekotaan serta semakin berkurangnya lahan non terbangun seperti hutan, pertanian, dan perkebunan.
BENTUK DAN MAKNA ORNAMEN LAWANG KEMBAR MASJID MENARA KUDUS Heri Hermanto; Usria Masfufah
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.5127

Abstract

Masjid Menara Kudus dibangun tahun 1549 M oleh Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus. Bentuk dan ornamen Masjid Menara Kudus dianggap menjadi simbol akulturasi budaya dan toleransi agama Hindu dan Islam. Selain Menara yang bentuknya unik menyerupai candi Hindu, di Masjid Menara Kudus juga terdapat pintu yang dikenal dengan nama lawang kembar yang bentuknya menyerupai padureksa dalam arsitektur Hindu. Diatas pintu masuk lawang kembar yang terletak di serambi dan di ruang sholat utama terdapat ornamen suluran yang diduga tidak hanya membentuk binatang atau tumbuhan tetapi juga mempunyai makna yang mendalam dan menggambarkan ajaran Sunan Kudus tentang kehidupan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah; 1) menemukan bagaimana bentuk ornamen suluran di lawang kembar Masjid Menara Kudus, 2) apakah makna yang terkandung pada ornamen suluran diatas pintu lawang kembar Masjid Menara Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan cara observasi, perekaman data, dan menggali dari sumber primer historiografi. Hasil penelitian menemukan bahwa makna dan bentuk ornamen di Lawang Kembar Masjid Menara Kudus adalah menggambarkan perjalanan hidup manusia ketika di alam rahim yang merupakan ajaran Sunan Kudus yang terdapat pada tembang Maskumambang
ANALISIS PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG HOTEL PERMAI BANJARNEGARA Nur Khanifah; Nasyiin Faqih; Ashal Abdussalam; Mochammad Qomaruddin
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.5132

Abstract

Suatu pekerjaan konstruksi perlu adanya evaluasi perencanaan dengan tujuan untuk penghematan biaya tanpa mengurangi kualitas mutu bangunan tersebut. Maka perlu dilakukan Rekayasa Nilai dalam suatu proyek konstruksi agar dapat memperoleh penghematan yang sesuai. Dalam rencana kerja (Job Plan) rekayasa nilai ada beberapa tahapan yaitu : tahap informasi, tahap spekulasi/kreatif, tahap analisis dan tahap rekomendasi/penyajian. Informasi yang didapatkan yaitu data proyek antara lain Rencana Anggaran Biaya, lalu dari Rencana Anggaran Biaya dilakukan urutan analisis dengan metode pareto untuk memperoleh pekerjaan yang memiliki biaya tinggi. Setelah memperoleh pekerjaan yang memiliki biaya tinggi lalu dilakukan analisis fungsi untuk mengelompokan fungsi sesuai yang dibutuhkan untuk mendapatkan rasio cost/worth. Apabila usulan alternatif tersebut dapat digunakan maka dilanjutkan dengan biaya daur hidup untuk mendapatkan penghematan biaya kemudian dilakukan estimasi biaya pada tahap analisis lalu disajikan dalam tahap rekomendasi/penyajian. Dari analisis rekayasa nilai pada pekerjaan balok, plat lantai, dan kolom, pada proyek pembangunan Gedung Hotel Permai Banjarnegara menghasilkan biaya total sebelum analisis rekayasa nilai pada pekerjaan balok sebesar Rp. 6.457.876.617, pada perkerjaan plat lantai sebasar Rp. 5.241.070.950, pada pekerjaan kolom sebesar Rp. 2. 649.763.619. Setelah dilakukan analisis rekayasa nilai mendapatkan penghematan biaya pada pekerjaan balok sebesar Rp. 1.168.138.027, pada pekerjaan plat lantai sebesar Rp. 56.150.537 dan pada pekerjaan kolom sebesar Rp. 467.442.190.

Page 7 of 16 | Total Record : 154