cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
KARAKTERISTIK ELEMEN ARSITEKTUR MASJID DI WONOSOBO Adinda Septi Hendriani; Hermawan Hermawan; Eko Wahyu Kurniawan; Dama Primanda; Annisa Nabila Arrizqi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3409

Abstract

Masjid seringkali dibangun dengan menerapkan gaya arsitektur Islam. Beberapa masjid juga dibangun dengan menggabungkan Arsitektur Islam dan Nusantara. Kajian karakteristik elemen arsitektur pada masjid akan memperlihatkan perkembangan gaya arsitektur. Penelitian bertujuan melakukan kajian elemen bangunan masjid di Wonosobo. Metode penelitian menggunakan metode kulaitatif deskriptif dengan cara menggali dan mendokumentasikan elemen beberapa masjid di Wonosobo. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada masjid yang mencoba untuk total dalam menerapkan arsitektur Islam dan ada masjid yang menggabungkan antara gaya arsitektur Islam dan Nusantara.
WARNA DAN ORNAMEN SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PADA BANGUNAN IBADAH DI KAWASAN WISATA RELIGI MULTI AGAMA Aan Mardian; Mutiawati Mandaka
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3430

Abstract

Indonesia terdiri dari masyarakat yang majemuk dan memiliki keanekaragaman kebudayaan. Dalam banyak hal, perbedaan tidak dapat dipungkiri sehingga perbedaan ini justru memiliki fungsi untuk mempertahankan dasar identitas dan integrasi sosial pada masyarakat. Termasuk juga pada tempat-tempat ibadah yang merupakan tempat yang sakral bagi para pemeluk agama masing-masing. Elemen estetika di masing-masing agama memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam kawasan wisata religi akan menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dikunjungi. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan gambaran elemen-elemen estetika pada bangunan ibadah di kawasan wisata religi multi agama di Indonesia. Terdapat beberapa elemen estetika dalam kajian suatu objek seni bangunan yaitu elemen bentuk, warna, ornamen dan patung. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan melakukan studi komparatif. Studi kasus menganalisa rumah ibadah dari 6 agama di Indonesia yaitu Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Hasil penelitian adalah terdapat beberapa elemen estetika yang hampir sama antara bangunan ibadah umat yang satu dengan yang lain. Jika dianalisa dari elemen warna, warna yang ada pada bangunan vihara dan kelenteng hampir sama, dengan menggunakan warna merah dan kuning keemasan. Berdasarkan ornamen, terdapat ornamen yang sama pada bangunan kelenteng dan vihara, yaitu adanya motif naga, burung, kelelawar dan singa.
TERITORI RUANG KOMUNAL BERBASIS WAKAF DI PERMUKIMAN KOTA (STUDI KASUS KAMPUNG KAUMAN SEMARANG) Agus Rochani; Ardiana Yuli Puspitasari
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3558

Abstract

Urban regions nowadays are constrained by a scarcity of land for the construction of community space. The waqf of land is one of the charitable endeavours that has been long-established in the neighbourhood. Because the waqf serves as the primary gathering place for the community that manages it, the Muslim community's act of prayer directly influences the spatial organisation of the city. Waqf is practised by almost all Muslim communities worldwide. Waqf has a significant role in defining the city's community spaces, including as places of worship, places of learning, places of health, economies, businesses, and environmental infrastructure. Seventy percent of urban villages, like Semarang City, hold waqf land. The goal of this study is to provide a description of the area of community space that develops from land waqf in urban communities. Kampung Kauman Semarang was chosen for the study because it is a crowded community representative of urban centres. To comprehend territorial traits that are specifically generated in the midst of people's lives, the research technique employs a holistic single case study methodology. This research contributes to our understanding of how waqf territoriality develops through communal defence and the long-term creation of benefits in a variety of dimensions, reflecting the qualities of sustainable space. Keywords: Territory, Communal space, Land waqf, Urban settlement, Kauman Village
DESAIN WAYFINDING DALAM KETERBACAAN DAN PELAKSANAAN STUDI KASUS JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM Pawitra Sari; Desta Promesetiyo Bomo
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3585

Abstract

Wayfinding diperlukan perannya dalam peletakkan, pengarah, penuntun, dan titik keputusan sehingga dalam perencanaan dan proses pelaksanaannya harus terintegrasi dengan tepat. Keterbacaan menjadi kunci keberhasilan dalam perencanaan bagaimana orang mampu untuk memahami wayfinding. Oleh sebab pentingnya wayfinding dalam pergerakan manusia, maka penelitian ini mengangkat kasus di Jakarta International Stadium (JIS) yang bersifat sangat kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterbacaan wayfinding, terutama dalam keadaan darurat, bagaimana penonton sepak bola dapat melakukan evakuasi dengan cara mengikuti rute wayfinding. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Pada tahap teknik analisis data dilakukan dengan memfokuskan alur pergerakan penonton sepak bola sampai pada tujuan yang diinginkan. Alur pergerakan ini sebagai strategi pencapaian dengan menggunakan landmarks model. Hasil penelitian ini menunjukan desain wayfinding di JIS dominan pada desain grafis dan struktural. Desain grafis adalah aspek ukuran dan huruf untuk memenuhi keterbacaan, warna untuk membantu klasifikasi zona dan sebagai penuntun serta simbol untuk memudahkan penyandang disabilitas. Ada konsistensi terhadap aspek ukuran, warna, huruf, dan simbol pada keragaman wayfinding di JIS. Desain wayfinding juga memudahkan penonton sepak bola yang mayoritas bergender laki-laki yaitu orientasi dan arah. Proses pelaksanaan wayfinding menjadi krusial keterlibatannya untuk memperoleh hasil akhir. Struktural diterapkan dalam wayfinding menyangkut pada perkuatan dan posisi aman pemasangan mengacu pada peraturan.
ZONING KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Della Meitri Astari; Meta Indah Fitriani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3701

Abstract

Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan julukan “Seribu Sungai” menjadikan transportasi air sebagai jalur utama angkutan antar daerah. Sarana Pelabuhan sangat penting diperhatikan sesuai fungsinya. Kegiatan pada pelabuhan saat ini melayani rute pelayaran dari Jakarta dan Pulau Tambelan yang membawa komoditi berupa bahan pokok, non migas, dan kargo. Meskipun Sungai Singkawang terus mengalami pendangkalan, RTRW Kota Singkawang Tahun 2022–2042 Pelabuhan Kuala menetapkan sebagai pelabuhan pengumpul. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang. Zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang terdiri atas kegiatan yang diperbolehkan (perkantoran dan RTH) kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat dan/ atau terbatas (perdagangan dan jasa, bangunan pengendali banjir, rumah kepadatan sangat rendah, dan pariwisata), kegiatan yang tidak diperbolehkan (yang mengganggu fungsi utama kawasan). Selain itu, rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang disusun dengan hasil penataan kembali melalui penyediaan fasilitas penunjang wilayah daratan seperti kawasan perkantoran, perumahan dinas, ruang terbuka hijau, pariwisata, serta perdagangan dan jasa.
UPAYA PENINGKATAN WISATA BERDASARKAN TRANSFORMASI PERMUKIMAN KUMUH DI KAMPUNG WISATA KAMPUNG BANDAR, KOTA PEKANBARU Rizky Utomo Gunawan Putra; S Sunarti
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.3437

Abstract

Perubahan kawasan kumuh pada lingkup kampung wisata pasca peremajaan menjadi salah satu fokus yang menarik. Salah satu kasus yang terjadi yaitu pada permukiman kumuh di kampung wisata Kampung Bandar, Kota Pekanbaru. Transformasi fisik infrastruktur permukiman kumuh dan elemen wisata memberikan dampak positif terhadap kampung wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi permukiman kumuh di kampung wisata Kampung Bandar. Metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, skoring dan pembobotan dari jawaban kuesioner 72 responden. Hasil penelitian menunjukan transformasi permukiman kumuh masuk ke dalam klasifikasi transformasi mayor dengan bobot 54,09%. Kekurangan amenitas wisata dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kampung wisata perlu di atasi lewat upaya peningkatan wisata dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kelembagaan masyarakat. Pentingnya peran masyarakat lokal karena sumber daya, keunikan tradisi dan budaya yang melekat menjadi nilai jual penggerak kegiatan kepariwisataan yang dapat meningkatkan kualitas kampung wisata dan taraf hidup masyarakat.
TIPOLOGI RUANG PADA GUDANG PENGOLAHAN KOPI KABUPATEN BENER MERIAH Thiyah Amlina; Soraya Masthura Hassan; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.3598

Abstract

Banyaknya penikmat kopi dari berbagai lapisan masyarakat juga meningkatkan produktivitas pengolahan kopi, dan gudang pengolahan kopi merupakan salah satu bangunan yang memudahkan proses produksi kopi, sehingga lebih mudah mempersiapkan kopi menjadi bubuk, ekspor ke luar negeri dan penggunaan bahan mentah untuk produk lain. Lokasi penelitian gudang pengolahan kopi dilakukan di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang merupakan salah satu perkebunan kopi terbesar ketiga dan dengan akses yang mudah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tipe gudang pengolahan kopi berdasarkan pola spasial pada tahapan pengolahan kopi berdasarkan hasil kajian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan data yang diperoleh adalah dari observasi langsung dan observasi subjek. Untuk menentukan sampel penelitian digunakan purposive sampling dalam pemilihan sampelnnya. Parameter penelitian ini mempertimbangkan tipologi ruangan berdasarkan proses pengolahan kopi untuk menentukan ruangan apa saja yang terdapat di setiap gudang. Hasil dari penelitian ini berupa tipe gudang pengolahan kopi berdasarkan hasil penelitian.
NILAI-NILAI ISLAM PADA ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL ETNIS ARAB DI KAMPUNG AL–MUNAWAR 13 ULU PALEMBANG Anjuma Perkasa Jaya; Meivirina Hanum; Dessa Andriyali A
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.3650

Abstract

Kampung Al-Munawar adalah salah satu perkampungan etnis Arab dan merupakan permukiman etnis Arab tertua yang berada di tepian Sungai Musi, tepatnya berada di kawasan 13 Ulu Palembang, didirikan sekitar abad ke 18 M oleh Habib Abdurrahman Al-Munawar. Permukiman ini memiliki keunikkan dan kekhasan dari segi wujud arsitektural maupun budaya masyarakatnya yaitu masyarakat islami yang masih tetap terjaga hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sejauh mana pengaruh nilai-nilai islam pada arsitektur rumah tinggal mereka dan menemukan bagaimana karakteristik arsitektur bangunan rumah tinggal tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh nilai-nilai islam pada arsitektur rumah tinggal mereka terlihat dari: bentuk denah berupa persegi panjang, pemisahan zona publik (birun) dan zona privat (anderun) berupa hijab (dinding), adanya courtyard/ruang terbuka dan bangunannya berbentuk panggung sebagai respon terhadap lingkungan setempat yaitu lingkungan lahan basah.
TIPOLOGI HUNIAN MAHASISWA DI SEKITAR KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA Widi Dwi Satria; Maqbul Kamaruddin; Antusias Nurzukhrufa
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.3693

Abstract

Hunian sewa merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan mahasiswa selama menempuh pendidikan di suatu perguruan tinggi atau universitas, khususnya yang berasal dari luar daerah tempat Universitas nya berada. Pada beberapa kampus di indonesia biasanya menyediakan fasilitas hunian sewa untuk mengakomodasi Kebutuhan ini berupa asrama atau rumah susun. Namun, dikarenakan jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan kapasitas hunian yang disediakan kampus maka mahasiswa harus mencari alternatif hunian lain yang berada di luar lingkungan kampus. Terbatasnya hunian mahasiswa yang disediakan oleh pihak Universitas menyebabkan muncul sektor swasta yang menyediakan hunian mahasiswa dengan beragam jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi hunian mahasiswa di sekitar kampus Institut Teknologi Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan, menganalisa serta menyimpulkan data dan informasi yang diperlukan yang berkaitan dengan tipologi hunian mahasiswa di sekitar kawasan Institut Teknologi Sumatera. Setelah melakukan identifikasi dan analisis diketahui bahwa hunian mahasiswa di sekitar kampus Institut Teknologi Sumatera memiliki berbagai jenis tipologi hunian. berdasarkan bentuk bangunan dibedakan menjadi 3 yaitu, rumah bedeng, rumah sewa, dam kost. Ketinggian bangunan hunian sewa terdiri dari 1-2 lantai. Sirkulasi horizontal hunian dibedakan menjadi 2 yaitu single loaded corridor dan double loaded corridor. Sirkulasi vertikal hunian menggunakan tangga sebagai sistem transportasi. Hunian berdasarkan gender terbagi menjadi 3 tipe yakni hunian wanita, hunian pria dan hunian campuran. Dari hasil analisa rekomendasi yang dapat diusulkan adalah perlu adanya koordinasi antara pihak Universitas dengan pihak swasta agar perkembangan hunian mahasiswa dapat terkontrol serta dapat mengakomodasi segala kebutuhan mahasiswa meliputi semua kalangan.
PARADIGMA POSITIVISME DAN POSPOSITIVISME DALAM KEBAHARUAN PENELITIAN ARSITEKTUR DAN PERKOTAAN Jalaluddin Mubarok
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i1.3710

Abstract

Kajian Teori memang sangat penting dalam dunia penulisan sebuah karya tulis, salah satunya adalah artikel dan juga penelitian yang menjadi bahan pokok kebaharuan sebuah ilmu pengetahuan. Dalam tulisan ini akan dikaji lebih dalam, bagaimana proses ilmu pengetahuan, kebaharuan, metode, dan sampai pada pemilihan karakteristik sebuah cara pandang atau Paradigma penelitian. Lebih dalam lagi artikel ini membahas terkait kebermanfaatan sebuah cara pemakaian sebuah paradigma pada penelitian di bidang Arsitektur dan Perkotaan. Kesesuaian yang tepat dalam mencari sebuah hasil penelitian dengan pemilihan paradigma yang sesuai pula, sehingga harapan sebuah penelitian bisa tercapai dengan maksimal.

Page 6 of 16 | Total Record : 154