cover
Contact Name
Syamsuri
Contact Email
syamsuri@untan.ac.id
Phone
+6282232310107
Journal Mail Official
gurumembangun@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Guru Membangun
ISSN : 14102846     EISSN : 27989666     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/gm.v42i2
Core Subject : Education,
Jurnal Guru Membangun terbit pertama kali sekitar tahun 1990-an yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada perjalanannya, setelah mendapatkan issn versi cetak, jurnal ini mengalami kekosongan terbitan, sehingga ada beberapa tahun jurnal mengalami "mati suri". Di tahun 2021, Jurnal Guru Membangun kembali terbit di bulan Juli dengan lima artikel yang berasal dari beragam latar yang masih terkait dengan dunia pendidikan. Melalui terbitan di Volume 40 Nomor 1, bulan Juli tahun 2021 diharapkan Jurnal Guru Membangun dapat memperoleh issn elektronik.
Articles 84 Documents
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI UNTUK GENERASI BANGSA Izhar Salim
Guru Membangun Vol 24, No 2 (2010): GM Edisi Juli Vol.24 No.2 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.856 KB) | DOI: 10.26418/gm.v24i2.249

Abstract

Pendidikan budi pekerti diselenggarakan untuk melahirkan generasi dengan moralitas yang realistik. Untuk membuat generasi mendatang menerima nilai-nilai pembaharuan, kita harus melibatkan mereka dalam penyelesaian persoalan, dan tidak menyalahkan mereka karena tidak meneruskan jejak generasi lampau. Kita harus berkomunikasi dengan mereka, dan tidak menceramahi mereka. Berdasarkan prinsip ini, dapat dikatakan bahwa pendidikan budi pekerti untuk keperluan generasi bangsa mengharuskan guru berbagi keresahan dan harapan dengan peserta didik, di samping berbagi ketahuan dan ketidaktahuan.Kata Kunci: Pendidikan budi pekerti, regenerasi bangsa
Revitalisasi Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga di Era Globalisasi Purwanti .
Guru Membangun Vol 22, No 2 (2009): GM Edisi Juli Vol.22 No.2 Tahun 2009
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.3 KB) | DOI: 10.26418/gm.v22i2.400

Abstract

Pendidikan Islam dalam keluarga nampaknya belum sepenuhnya kondusif melakukan transformasi sosial budaya untuk mengimbangi dinamika globalisasi yang serba cepat. Padahal, pendidikan Islam dalam keluarga mestinya mampu membentengi anak didik agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berkepribadian luhur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa, serta berakhlakul karimah. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pendidikan islam dalam keluarga mesti berjalan efektif di tengah benturan budaya globalisasi. Pendidikan islam dalam keluarga mesti mampu mempertahankan identitas dan membekali kepribadian ssiwa dengan nilai-nilai keislaman yang luhur. Sebab, generasi bangsa yang memiliki identitas kebudayaan luhur dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan moral merupakan sumbangan yang positif di dalam terbentuknya masyarakat madani yang berperadaban.
OPTIMALISASI PERAN PENGAWAS SEKOLAH DAN FASILITASI OLEH LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN M. Tajudin Nur
Guru Membangun Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.589 KB) | DOI: 10.26418/gm.v25i3.201

Abstract

Peningkatan mutu menjadi salah isu sentral dalam penyelenggaraan pendidikan. Isu ini berkaitan erat dengan isu penjaminan mutu pendidikan. Hal ini dikarenakan bahwa peningkatan mutu hanya mungkin terjadi jika diiringi dengan kegiatan penjaminan mutu yang intensif. Pelaksanaan penjaminan mutu pada tataran operasional merupakan salah satu tugas uama pengawas sekolah yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pembinaan dan pengawasan. Dengan demikian, maka upaya optimalisasi peran pengawas sangat penting. Tugas pembinaan dan pengawasan oleh pengawas sekolah akan menjadi optimal jika didukung oleh pihak lain. Salah satu lembaga yang secara khusus bertugas melakukan penjaminan mutu pendidikan, terutama pada jenjang PAUD, pendidikan dasar dan menengah adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan atau LPMP, karena institusi inilah secara khusus disebutkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Kata kunci: Penjaminan mutu pendidikan, pengawas sekolah, LPMP
ANALYSING UTTERANCES ON MOVIE BY USING THE GRICEAN MAXIM Ana Fergina
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.819 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.317

Abstract

Expressing what we want to say to other speaker can be done by saying directly and indiectly. This can be successful or not. Many women, hovewer, tend to fail to use directness in certain conversation. This study was to investigate whether women flout Grice maxim in Cooperative Principle . The study analyses uttetances of speakers taken from movie. The study suggested that interlocutors follow Cooperative Principle in the conversation. However, some utterances do not show this principle due to some factors; for example chance to speak and politeness.
PENTINGNYA ADVERSITY QUOTIENT DALAM MERAIH PRESTASI BELAJAR Zainuddin .
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.28 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.308

Abstract

Setiap siswa yang belajar di sekolah dapat dipastikan ingin memiliki prestasi belajar yang tinggi. Untuk mencapai prestasi seperti ini tidaklah mudah, akan banyak kesulitan yang ditemui serta tantangan-tantangan yang dihadapi, bahkan tidak tertutup kemungkinan mengalami kegagalan. Tidak semua siswa mampu melewati kesulitan dan tantangan dalam proses belajar yang tentu saja hal ini akan mempengaruhi prestasi belajar yang dicapainya. Dari sekian banyak kemampuan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, termasuk dalam mengahaadapi kesulitan dalam berprestasi adalah kemampuan Adversity Quotiont. Adversity quotient dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup karena seseorang yang memiliki AQ yang tinggi bisa sukses meskipun banyak hambatan menghadang mereka tidak langsung menyerah dan tidak membiarkan kesulitan menghancurkan impian dan cita-citanya. Siswa yang ber-AQ tinggi akan terus meraih prestasi yang setinggi-tingginya.Kata Kunci: Adversity quotiont, prestrasi belajar
Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Ditinjau dari Aspek Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Prodi PG-PAUD FKIP Untan Pontianak Desni Yuniarni; Halida .
Guru Membangun Vol 29, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2027.581 KB) | DOI: 10.26418/gm.v29i2.7080

Abstract

Education plays an important role in human life aspect. Therefore, people are required to be more creative and independent in developing education. The teacher of early age education in one of the important components in educating the Indonesia children to become a real person. Teachers have a role in the process of early age education, particularly in guiding children toward maturity, and independence. Hence, the teacher can be said as a spearhead of education in developing the real Indonesian. The role and position of teachers are strategic in preparing the qualified human resources for globalization era. It is also in line with the policy of development that put human resources as national development priorities. The improve the quality of learning, the teachers of early age education who attends the lecture is expected to be task asigned by lecturer.Keywords: efektivity, independen, teacher, early childhood education
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN MENERAPKAN PITA GARIS BILANGAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR Sri Jazidah
Guru Membangun Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.923 KB) | DOI: 10.26418/gm.v25i3.214

Abstract

Matematika yang tercantum dalam kurikulum SD adalah matematika yang telah dipilih dan disederhanakan dan disesuaikan dengan perkembangan berpikir siswa SD. Hal utama untuk menarik minat belajar siswa terhadap matematika adalah menciptakan suasana senang dalam belajar matematika. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan materi pelajaran dalam suasana menyenangkan, yaitu permainan, karena anak-anak dalam usia ini masih senang bermain. Permasalahan yang dikaji:1. Apakah hasil belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan pita garis bilangan? 2. Apakah keaktifan siswa pengurangan bilangan bulat dapat ditingkatkan dengan menggunakan pita garis bilangan?Hasil penilaian siklus1 ada 6 siswa (33, 3%) belum tuntas 12 siswa (66,7%) tuntas dan nilai rata-rata 53, 33, terdapat kenaikan nilai rata-rata, dari 45, 00. Hasil belajar siswa pengurangan bilangan bulat dengan bantuan pita garis bilangan, 12 dari 18 siswa 66, 7% sudah tntas dan 6 orang belum tuntas atau 33, 3 % dengan nilai rata-rata 53, 33. pada siklus 2, siswa yang dinyatakan belum mencapai ketuntasan 2 orang dari 18 siswa atau 11, 1 %, siswa yang mencapai batas nilai ketuntasan 16 siswa atau 88, 9 %.Kata Kunci: Pengurangan bilangan bulat, Pita Garis Bilangan
Pendidikan di indonesia di era desentralisasi pendidikan Martono .
Guru Membangun Vol 21, No 1 (2009): GM Edisi Januari Vol. 21 No. 1 Tahun 2009
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1889.079 KB) | DOI: 10.26418/gm.v21i1.345

Abstract

Untuk Peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan pendidikan yang lebih baik, strategis desentralisasi perlu diarahkan pada pnanganan beberapa isu kebijakan yang merupakan pengakuan bahwa proses pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik kalau semuanya dikontrol dari pusat. Dengan kebijaksanaan desentralisasi memerlukan pelaksanaan yang bertanggung jawab, inovatif, kreatif, dan berjiwa mandiri. Pemegang kendali pendidikan di tingkat bawah akan memunyai peran yang lebih besar. Keadaan ini akan mendorong kreativitas dan improvisasi dalam melaksanakan pendidikan, sehingga akan terdapat usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
NILAI EKONOMI DARI PENDIDIKAN Masluyah Suib
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.344 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.313

Abstract

Pendidikan dalam pandangan tradisional tidak memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat. Konsep pendidikan sebagai sebuah investasi (education as investment) telah berkambang secara pesat. Pidato Theodore Schultz pada tahun 1960 yang berjudul Investment in human capital dihadapan The American Economic Association merupakan letak dasar teori human capital modern. Bowman, mengenalkan suatu konsep revolusi investasi manusia di dalam pemikiran ekonomis. Para peneliti lainnya seperti Becker (1993) dan yang lainnya turut melakukan pengujian terhadap teori human capital ini. Sekarang diakui bahwa pengembangan SDM suatu negara adalah unsur pokok bagi kemakmuran dan pertumbuhan dan untuk penggunaan yang efektif atas sumber daya modal fisiknya, pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif. Berbagai penelitian lainnya relatif selalu menunjukan bahwa nilai balikan modal manusia lebih besar daripada modal fisikKata Kunci: Pendidikan, investasi, pengembangan SDM
MENAKAR KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN SAINS MENGGUNAKAN LEP MODEL Tomo Djudin
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.637 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.34372

Abstract

Teachers’ understanding on the nature of science will determine types of students learning activities in the schools. In designing a science teaching-learning process meaningfully, a teacher should consider and pay attention to the learning activities. They are (1) logical plane activities; (2) evidental or experiental plane activities; (3) psychological plane activities. A science text-books centered teaching should be modified because, the students comprehension about science products (concept and principles) could not be developed meaningfully by using text-books only. This culture is also contrary to the nature of science and is not  able to build a science and technology literate people.