cover
Contact Name
Syamsuri
Contact Email
syamsuri@untan.ac.id
Phone
+6282232310107
Journal Mail Official
gurumembangun@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Guru Membangun
ISSN : 14102846     EISSN : 27989666     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/gm.v42i2
Core Subject : Education,
Jurnal Guru Membangun terbit pertama kali sekitar tahun 1990-an yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada perjalanannya, setelah mendapatkan issn versi cetak, jurnal ini mengalami kekosongan terbitan, sehingga ada beberapa tahun jurnal mengalami "mati suri". Di tahun 2021, Jurnal Guru Membangun kembali terbit di bulan Juli dengan lima artikel yang berasal dari beragam latar yang masih terkait dengan dunia pendidikan. Melalui terbitan di Volume 40 Nomor 1, bulan Juli tahun 2021 diharapkan Jurnal Guru Membangun dapat memperoleh issn elektronik.
Articles 84 Documents
Pembelajaran Sastra sebagai Media Pendidikan Multikultural Martono Martono
Guru Membangun Vol 36, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.67 KB) | DOI: 10.26418/gm.v36i2.34369

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Pendidikan multikultural merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa seluruh peserta didik tanpa memperhatikan dari kelompok mana berasal, seperti gender, etnik,  budaya, kelas sosial, agama, diharapkan dapat memeroleh pengalaman pendidikan yang sama di sekolah atau lembaga pendidikan. Melalui pendidikan berbasis multikultural, sikap dan pemikiran siswa lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Satu diantara pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menanamkan sikap tersebut adalah pembelajaran sastra. Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Diharapkan siswa mampu menikmati, menghayati, memahami,  dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Membaca karya sastra akan membantu siswa menjadi manusia berbudaya yang responsif terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa yang berbudaya demikian diharapkan menjadi manusia yang agung namun tetap sederhana, bebas tetapi mengontrol diri, kuat tetapi penuh kelembutan. Contoh kasus konpflik yang terjadi di Kalimantan Barat pada tahun 1997 semoga tidak terjadi lagi.
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MULTI ETNIK Suhardi Marli
Guru Membangun Vol 24, No 2 (2010): GM Edisi Juli Vol.24 No.2 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.778 KB) | DOI: 10.26418/gm.v24i2.250

Abstract

Seiring dengan terjadi pergeseran cara pembelajaran di sekolah dasar, hal tersebut harus diikuti pula dengan metode dan pendekatan pembelajaran yang mampu untuk menjawab perubahan tersebut. Untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi, saling mengakui dan menghargai kemajemukan yang ada di Indonesia, para siswa perlu diberi materi pembelajaran IPS dengan menggunakan pendekatan multi etnik.
Optimalisasi peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak Busri Endang
Guru Membangun Vol 22, No 2 (2009): GM Edisi Juli Vol.22 No.2 Tahun 2009
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.975 KB) | DOI: 10.26418/gm.v22i2.395

Abstract

Lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian anak, khususnya lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah pemain peran inti. Peran lingkungan dalam mewujudkan kepribadian seseorang, baik lingkungan prakelahiran maupun lingkungan pascakelahiran adalah masalah yang tidak bisa dipungkiri. Lingkungan keluarga adalah sebuag basis awal kehidupan bagi setiap manusia. Keluarga menyiapkan saran pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak sejak dini. Dengan kata lain, kepribadian anak bergantung pada pemikiran dan perlakuan kedua orang tua dan lingkungannnya.
MENYISIPKAN NILAI-NILAI DALAM PEMBELAJARAN SAINS: SUATU ALTERNATIF MEMAGARI KEIMANAN SISWA Tomo Djudin
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.197 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.316

Abstract

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan (bertafakur) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb, kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Ali Imran, 3:190-191).Kata Kunci: Nilai Agama, Pembelajaran Sains, dan Keimanan
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR SAINS PADA SISWA SMP KOTA PONTIANAK Kurnia Ningsih
Guru Membangun Vol 24, No 2 (2010): GM Edisi Juli Vol.24 No.2 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.629 KB) | DOI: 10.26418/gm.v24i2.252

Abstract

Pencapaian kompetensi dasar sains wajib dikuasai siswa. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual (contextual teaching and learning/CTL) dalam meningkatkan pencapaian kompetensi dasar Sains pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk penelitian semu (Quasy Eksperiment Design). Dengan rancangan Pretest-postest Nonequivalent Countrol Group. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian kompetensi siswa pada konsep Sistem Eksresi pada Manusia yang telah diajar dengan model pembelajaran ARIAS berbasis kontekstual dan siswa yang diajar dengan konvensianal. Secara statistik dapat dinyatakan thitung ? t tabel ( 3,12 > 1,73). Dengan model ARIAS dapat meningkatkan daya ingat siswa, dan dapat memberikan kontribusi yang berarti.Kata kunci: Model pembelajaran ARIAS, Pencapaian Kompetensi Dasar
Feminisme, Budaya, dan Agama Agus Wartiningsih
Guru Membangun Vol 30, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.99 KB) | DOI: 10.26418/gm.v30i1.6728

Abstract

Feminisme adalah sebuah gerakan yang dipelopori para tokoh perempuan dalam dunia politik yang berusaha memperjuangkan kesetaraan di segala bidang kehidupan. Dalam hal ini feminisme bukanlah sebuah model penjelasan tambahan di samping teori-teori politik lainnya. Feminisme justru melibatkan dirinya dalam konteks politik yang selalu menggugat struktur interaksi kekuasaan di antara perempuan dan laki-laki. Atau lebih lanjut dapat dikatak bahwa gerakan transformasi perempuan adalah suatu proses gerakan untuk menciptakan hubungan antara sesama manusia (laki-laki dan perempuan) agar lebih baik dan baru. Hubungan ini meliputi hubungan ekonomi, politik, kultural, ideologi lingkungan dan termasuk di dalamnya hubungan antara laki-laki dan perempuan. Masalah dalam lingkup feminisme sangat kompleks dan intens, sehingga memerlukan penyelesaian secara komprehensif dari berbagai pihak. Adanya kesadaran dari diri perempuan secara menyeluruh, pengakuan laki-laki terhadap perempuan, budaya yang tidak hanya berpihak pada laki-laki, akan turut membantu perjuangan gerakan feminisme ke arah yang lebih baik dan manusiawi, akan tetapi harus tetap sesuai dengan ukuran dan aturan agama.Kata kunci: Feminisme, Budaya, Agama
SOCIAL NATURE OF HUMAN LEARNING Urai Salam
Guru Membangun Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.502 KB) | DOI: 10.26418/gm.v25i3.213

Abstract

Para pakar pendidikan telah berabad-abad mencoba untuk mendefinisikan apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar. Dengan kata lain, mereka ingin mengetahui bagaimana sebenarnya proses belajar itu terjadi. Mereka berusaha untuk memahami apa itu berfikir, apa artinya mengetahui sesuatu, dan bagai mana pengetahuan yang ada pada diri masing-masing individu dapat direpresentasikan dan diimplementasikan. Banyak teori sudah dicetuskan untuk menerangkan hal demikian. Tulisan ini mencoba menjelaskan salah satu teory yang digali dari pakar-pakar pendidikan yang erasal dari Rusia. Teori tersebut biasa disebut dengan Activity Theori (Teori Aktivitas). Tulisan ini adalah sekelumit dari kajian pustaka yang merupakan bagian dari disertasi doktor penulis.
PELUANG MAHASISWA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MENJADI TENAGA JURNALIS Martono .
Guru Membangun Vol 23, No 1 (2010): GM Edisi Januari Vol.23 No.1 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.627 KB) | DOI: 10.26418/gm.v23i1.321

Abstract

Perkembangan persuratkabaran di Indonesia sangat pesat sejak pasca Suharto. Ini terjadi karena kebebasan dalam berekspresi sangat dijamin dalam UU Pers dan izin penerbitan surat kabar yang mudah. Kekebasan pers seperti sekarang adalah kondisi yang memungkinkan para pekerja pers memilih, menentukan dan mengerjakan tugas mereka sesuai keinginan mereka. Untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan atau reporter tidaklah semudah orang bayangkan. Banyak orang yang bisa mencari berita, bisa menulis berita dan bisa meyebarluaskan informasi melalui media massa, tetapi belum tentu orang itu dapat disebut sebagai jurnalis atau wartawan. Oleh karena itu, mahasiswa dibekali ilmu yang berkaitan dengan jurnalistik. Mahasiswa dibimbing berkaitan dengan penulisan berita, feature, editorial, opini, reporter yang tetap memperhatikan etika pers. Mereka harus dibekali dengan etika jurnalis. Kata kunci: pers, jurnalis, feature, editorial dan opini, keredaksian
PENGGUNAAN SPESIMEN HERBARIUM TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (SPERMATOPHYTA) SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN Syamwisna Syamwisna
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.865 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.312

Abstract

Spesimen herbarium tumbuhan tingkat tinggi dibuat untuk media alat bantu praktikum pada mata kuliah Morfologi Tumbuhan yang bertujuan untuk membantu kelancaran pelaksanaan praktikum. Dengan adanya spesimen, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran pada mata kuliah morfologi tumbuhan. Pembuatan spesimen herbarium ini, materinya mengacu pada silabus mata kuliah Morfologi Tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan yang akan dibuat spesimennya adalah jenis-jenis tumbuhan yang mewakili famili-famili dari subdivisi Gymnospermae dan jenis-jenis tumbuhan yang mewakili famili-famili dari subdivisi Angiospermae. Dengan adanya spesimen herbarium dapat menjadi alternatif untuk ketersediaan media praktikum setiap saat tanpa tergantung waktu. Spesimen herbarium yang dibuat terdiri atas 7 Famili tumbuhan Gymnospermae dan 33 Famili tumbuhan Angiospermae. Keberhasilan pembuatan spesimen herbarium ditentukan oleh tahap-tahap kerja yang benar, baik di lapangan maupun di laboratorium. Kata Kunci: Spesimen, herbarium, spermatophyta
MELATIH SISWA MENERAPKAN TEKNIK MEMBACA SQ3R DAN MEMBUAT CATATAN GRAPHIC POSTORGANIZERS DALAM PEMBELAJARAN SAINS Tomo Djudin
Guru Membangun Vol 36, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.736 KB) | DOI: 10.26418/gm.v36i2.34371

Abstract

Ikhtiar untuk membantu siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi dan meningkatkan hasil belajar di sekolah dapat dilakukan melalui pelatihan proses membaca, menulis, dan membuat catatan  (yang bermakna) secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. Ketiga kemampuan  ini perlu dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar.