cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
jurnal.cmh@ciptamediaharmoni.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kontribusi@ciptamediaharmoni.id
Editorial Address
Jl Anggrek B15, Kediri, Jawa Timur
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Cipta Media Harmoni
ISSN : 27472027     EISSN : 27472035     DOI : -
Jurnal Kontribusi merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada bidang keilmuan yaitu Pendidikan, Sosial, Teknik, Sains dan Kesehatan. Jurnal Dedikasi dikelola oleh Penerbit Cipta Media Harmoni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 184 Documents
Pendampingan Guru IPS dalam Menguatkan Keterampilan Sosial dan Literasi Digital Peserta Didik SMP melalui Observasi Pembelajaran Liza Dwi Eftiza Khairunniza; Supriadi Torro; Sofia Sofia
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): November 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v7i1.968

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan sosial dan literasi digital peserta didik sebagai kompetensi penting abad ke-21. Namun, penguatan kedua kompetensi tersebut belum sepenuhnya dirancang secara eksplisit dalam pembelajaran sehingga guru memerlukan pendampingan melalui proses refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi guru IPS melalui observasi pembelajaran sebagai media refleksi untuk mengidentifikasi kebutuhan penguatan keterampilan sosial dan literasi digital peserta didik. Metode: Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bandung dan SMP Pasundan 6 Bandung melalui empat tahapan, yaitu koordinasi dengan sekolah, observasi pembelajaran, diskusi reflektif bersama guru, dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut pembelajaran. Hasil: Observasi pembelajaran memberikan gambaran mengenai pola interaksi peserta didik selama diskusi dan presentasi serta membantu guru mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang masih memerlukan penguatan. Proses refleksi menghasilkan rekomendasi pembelajaran yang lebih terarah untuk mengintegrasikan aktivitas kolaboratif, komunikasi, berpikir kritis, dan literasi digital dalam pembelajaran IPS. Kesimpulan: Observasi pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai sarana identifikasi kebutuhan, tetapi juga menjadi media pendampingan guru dalam mengevaluasi praktik pembelajaran dan menyusun strategi pembelajaran IPS yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Pendampingan Pengembangan Inovasi Sains Berbasis STEM-SDGs melalui Lomba Sains Tepat Guna di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan Anas Tasya Kumalasari; Annisa Shafira; Binti Dwi Suryani; Dwi Arum Lestari; Imam Ramadhan; Laily Barokah; Resti Yuliana; Retno Dwi Kartika Sari; Sukma Pertiwi Putri; Vierin Delpiaghita
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.986

Abstract

Latar Belakang: Perubahan iklim dan masalah lingkungan menuntut pendidikan sains yang menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Namun, pembelajaran sains masih berfokus pada penguasaan konsep sehingga kemampuan berpikir kritis, sosial-emosional, kreativitas, dan kepedulian lingkungan belum optimal. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial-emosional, kreativitas, dan kepedulian lingkungan melalui pendampingan Lomba Sains Tepat Guna (STG) berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Metode: Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Mentoring yang mengintegrasikan STEM, Project-Based Learning (PjBL), dan Social Emotional Learning (SEL). Tahapan meliputi sosialisasi, seleksi proposal, pendampingan, pengembangan prototipe, expo, presentasi final, dan Focus Group Discussion (FGD). Evaluasi dilakukan melalui angket dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Kegiatan melibatkan 64 tim (320 peserta didik), menghasilkan 16 tim terbaik untuk mentoring dan 15 tim mengikuti expo. Rata-rata kemampuan berpikir kritis mencapai 64,86, sedangkan keterampilan sosial-emosional meningkat dari 77,29% menjadi 94,59%. Sebanyak 76,39% peserta menyatakan puas atau sangat puas. Kesimpulan: Pendampingan Lomba STG berbasis STEM berpotensi meningkatkan kompetensi peserta didik dan mendukung pembelajaran abad ke-21 serta pencapaian SDGs.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan melalui Edukasi Daur Ulang bagi Anak TBM Kolong Bahruddiin Alfain; Mohammad Abdul Mukhit; Seruni Amatulhaq; Fathya Nurul Jannah; Nauratun Nazhifah; Natalya Limbong; Fatihatul Mufarrohah; Mesica Mesica; Muflihah Lestari; Utami Wahyuningsih; Khoerun Niam
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.987

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan sampah di Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan, masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan rendahnya kesadaran anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi ini memerlukan edukasi sejak dini melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian anak-anak terhadap pengelolaan sampah serta membentuk karakter peduli lingkungan melalui program “Jaga Bumi, Jaga Masa Depan”. Metode: Kegiatan menggunakan Participatory Learning and Action (PLA) melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil: Peserta mengikuti kegiatan secara antusias dan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah, keterampilan mengolah barang bekas menjadi tempat sampah bernilai guna, serta komitmen membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya. Luaran berupa tempat sampah organik dan anorganik dimanfaatkan di lingkungan TBM Kolong serta memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat. Kesimpulan: Pendekatan edukatif berbasis partisipasi dan pengalaman langsung efektif menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini dan mendorong kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Let's Get Smart: Model Pengabdian Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kolaborasi Peserta Didik di SMA Negeri 9 Tangerang Selatan Rido Ilham Widodo; Elfridus Mariano Kompas; Entina Nesti Kusairoh; Lusi Septiani; Muhammad Rizqi Maulana; Naufal Rafiif Nafiyanto; Ratih Windyaningsiwi; Reza Afrian Yudha; Rikardo Situmorang; Zannuba Zulfan Zardhani
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.996

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya minat belajar peserta didik menjadi permasalahan dalam pembelajaran, terutama akibat penggunaan metode konvensional yang monoton. Media pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Permainan monopoli edukatif Let's Get Smart mengintegrasikan materi pembelajaran melalui aktivitas interaktif, kolaboratif, dan kompetitif. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan monopoli edukatif Let's Get Smart untuk meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Fisika di SMA Negeri 9 Tangerang Selatan. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan Service Learning melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, sosialisasi dan simulasi, pelaksanaan serta pendampingan permainan, refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil: Rata-rata indeks lima indikator minat belajar meningkat dari 2,6–2,9 menjadi 3,2–3,3 setelah penerapan media. Uji t dua pihak menunjukkan signifikansi 0,039–0,048 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan. Peserta didik juga menunjukkan antusiasme, keterlibatan, kerja sama, dan kompetisi sehat. Kesimpulan: Let's Get Smart berbasis TGT melalui pendekatan Service Learning dapat menjadi inovasi pembelajaran Fisika yang aktif, menyenangkan, kolaboratif, dan kompetitif secara sehat.