cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 2,961 Documents
Coenzyme Q10 and/or Vitamin E Supplementation for Polycystic Ovarian Syndrome Irianto, Christian Bobby; Prasetyadi, Erick Giovanni
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.667 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v48i11.1558

Abstract

Excessive androgens, insulin resistance, and changing estrogen levels in polycystic ovarian syndrome (PCOS) could affect the metabolic markers and lead to the increment of oxidative stress level. Coenzyme Q10 (CoQ10) is an organic molecule ubiquitously present in cell membranes and mitochondria. It is known to inhibit the peroxidation of cell membrane lipids and reduce the oxidation of circulating lipids, decreasing oxidative stress-induced cell damage. Vitamin E, an exogenous lipid-soluble molecule with antioxidant property, is a direct free radical scavenger that protects the cell membrane from lipid peroxidation and activates intracellular antioxidant enzymes. Some studies suggest that the co-supplementation of CoQ10 and vitamin E has strong synergistic outcomes in women with PCOS. The combination of those antioxidant agents is more likely to have better reproductive and metabolic outcomes. Kadar androgen berlebih, resistensi insulin, dan perubahan kadar estrogen pada sindrom ovarium polikistik (SOPK) dapat memengaruhi parameter metabolik dan meningkatkan kadar stres oksidatif. Koenzim Q10 (CoQ10) merupakan molekul organik yang banyak ditemukan di dalam membran sel dan mitokondria. Molekul tersebut diketahui dapat menghambat proses peroksidasi lipid membran sel dan mengurangi proses oksidasi lipid dalam sirkulasi, sehingga berdampak mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh reaksi stres oksidatif. Vitamin E yang merupakan molekul eksogen larut lemak berperan melindungi membran sel dari proses peroksidasi lipid dan membantu aktivasi enzim antioksidan intraseluler. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ko-suplementasi CoQ10 dan vitamin E memberikan dampak signifikan pada wanita dengan SOPK. Kombinasi dua antioksidan tersebut memberikan efek lebih baik dibandingkan pemberian terpisah.
Pengaruh Curcumin sebagai Inhibitor Jalur Janus Kinase - STAT 3 pada Artritis Reumatoid -, Febyan; Martha, Elisabeth; Furny, Erly Furhana; Hudyono, Johannes; Tandean, Marshel
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.69 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i11.891

Abstract

Artritis Reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun kronik, ditandai dengan poliartritis bersifat destruktif biasanya di sendi perifer. RA mempengaruhi sekitar 0,5% populasi orang dewasa di seluruh dunia, insidensnya 20-50 kasus per 100.000 per tahun pada tahun 2010, terutama pada wanita setelah usia 40-an. Patofisiologi RA memiliki berbagai jalur autoimun, salah satunya jalur JAK-STAT 3 sebagai faktor pencetus. Jalur ini dapat diinhibisi oleh Kunyit dengan bahan aktif curcumin sebagai inhibitor STAT 3. Curcumin dapat dikembangkan menjadi salah satu pilihan pengobatan RA.Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic autoimmune disease, characterized by destructive polyarthritis usually in peripheral joints. RA affects 0.5% of the adult population worldwide. The incidence among adult was 20–50 cases per 100 000, mainly in premenopausal woman. Rheumatoid arthritis has several types of signaling pathways, i.e the JAK-STAT3 pathway. This pathway can be inhibited by curcumin from turmeric. Curcumin could be further explored as an alternative treatment for RA.
Lynch Syndrome Wulandari, Catharina Endah
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.626 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v41i9.1105

Abstract

Colorectal cancer (CRC) is one of three most common cancer in Indonesia. More than 5% CRC cases are associated with inherited gene mutation called Lynch Syndrome. Lynch syndrome is caused by a germline mutation in a mismatch repair gene (MMR) gene (MLH1, MSH2, MSH6, and PMS2). Individual with these gene mutation have approximately 60 to 80% life-time risk for developing CRC. Lynch syndrome is also related to increased risk of other cancers such as cancers of the endometrium, ovary, stomach, small intestine, hepatobiliary tract, urinary tract, brain, and skin. Lynch syndrome is diagnosed based on family history according to criteria of National NCCN, immunohistochemistry and genetic testing. Identification of people who are predisposed to hereditary colorectal cancer is very important, to allow clinicians assess the effective prevention, early detection and intervention to decrease morbidity and mortality.Kanker kolorektal (KKR) merupakan satu dari tiga kanker terbanyak di Indonesia. Lebih dari 5% kasus KKR berkaitan dengan mutasi gen yang diturunkan yang disebut sebagai sindrom Lynch. Sindrom Lynch disebabkan oleh mutasi germline pada gen mismatch repair (MMR) yang meliputi MLH1, MSH2, MSH6, dan PMS2. Individu dengan mutasi gen tersebut memiliki 60 - 80% life-time risk untuk KKR. Sindrom Lynch juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lain seperti kanker endometrium, ovarium, gaster, usus halus, traktus hepatobilier, traktus urinarius, otal dan kulit. Sindrom Lynch didiagnosis berdasarkan data riwayat keluarga sesuai kriteria NCCN, pemeriksaan imunohistokimia dan pemeriksaan genetika. Indentifikasi individu pengidap sindrom Lynch sangat penting untuk pencegahan, skrining, dan intervensi dini, dan untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. 
Tatalaksana dan Pencegahan Meningitis Meningokokus Maulana Ibrahim, Angga; Rezka Katiandagho, Tiara
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 1 (2018): Suplemen
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.165

Abstract

Meningitis meningokokus merupakan kasus kegawatdaruratan neurologis. Diagnosis dan tatalaksana yang cepat dapat memberikan prognosis yang lebih baik. Upaya pencegahan berupa kemoprofilaksis dan vaksinasi  efektif mencegah infeksi.
Analisis Gas Darah dan Laktat Darah Tali Pusat sebagai Parameter Metabolik pada Asfiksia Perinatal Sitanggang, Fitri Parinda; Lubis, Bugis Mardina; Dimyati, Yazid; Tjipta, Guslihan Dasa; Syofiani, Beby; Sianturi, Pertin; Lubis, Syamsidah; Wahyuni, Fera
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 9 (2019): Neuropati
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.827 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i9.437

Abstract

Asfiksia masih merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatus per tahun. Skor Apgar dapat memberikan informasi vitalitas neonatus namun memiliki beberapa keterbatasan. Asfiksia perinatal dapat muncul dari berbagai risiko intrapartum dan postpartum yang mengakibatkan terhentinya pertukaran gas pada fetus. Metabolisme anaerob akan menyebabkan akumulasi laktat dan penurunan pH. Analisis asam-basa dan laktat darah tali pusat dapat memberikan penilaian objektif terhadap status metabolik neonatus.Asphyxia still remain a major causes of neonatal death per year. Apgar score provides information on neonatal vitality but has several limitations. Perinatal asphyxia can arise from a variety of intrapartum and postpartum risks which result in cessation of gas exchange. Anaerobic metabolism will cause lactate accumulation and pH decrease. Analysis of acid-base and lactate in cord blood can provide an objective assessment of the metabolic status of the neonate. 
The Role of Vitamin D in Enhancing Immunity and Its Recommendations Nagara, Adianto Jaya; Gonius, Andry
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.416 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v48i2.1304

Abstract

Vitamin D is a fat-soluble vitamin with a very important role in regulating the body's calcium balance. It also plays an important role in cell growth, even optimizing the immune system. American Academy of Dermatology recommends supplementation of oral vitamin D to meet daily vitamin D requirements.Vitamin D adalah vitamin larut dalam lemak yang penting untuk mengatur kadar kalsium tubuh, juga berperan dalam pertumbuhan sel dan sistem imun. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, American Academy of Dermatology menganjurkan suplementasi oral vitamin D. 
Potensi Carvacrol Dalam Daun Bangun-Bangun Sebagai Antimikroba dan Imunostimulator Shalihat, Hilna Khairunisa
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.357 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.571

Abstract

Daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus, L) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dikonsumsi di daerah Tanah Karo dan sekitarnya. Daun Bangun-bangun mengandung senyawa calvacrol yang dipercaya berkhasiat sebagai bahan antimikroba. Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas carvacrol terhadap hampir setiap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Selain itu, carvacrol juga dapat digunakan sebagai antifungi. Penelitian pada hewan coba menunjukkan potensi calvacrol sebagai imunostimulator.Coleus amboinicus L is a herbal used mostly in Tanah Karo. It’s ingredient is calvacrol, it is believed to have antimicrobial effect. Experiments showed broad spectrum antimicrobial activity towards Gram positive and Gram negative bacteria; also can act as antifungal. Animal studies showed its potential as immunostimalator.
Hubungan ASI Eksklusif dan Enuresis Primer pada Anak Hasibuan, Syahreza; Ramayani, Oke Rina; Lubis, Munar; Siregar, Rosmayanti; Siregar, Beatrix
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.204 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v47i8.782

Abstract

Enuresis adalah keluarnya air kemih yang tidak disadari dan berulang pada anak berusia 5 tahun atau lebih yang diharapkan sudah dapat mengendalikan proses berkemihnya. Istilah enuresis primer dipakai untuk anak yang belum pernah berhenti mengompol sejak bayi. Salah satu penyebab enuresis primer adalah keterlambatan maturasi sistem saraf pusat. ASI merupakan nutrisi yang ideal untuk bagi perkembangan sistem saraf. Pemberian ASI eksklusif menunjukkan manfaat besar dalam perkembangan visual, kognitif, dan neurologis anak sehingga berperan dalam mencegah enuresis pada anak. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang melaporkan hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan enuresis pada anak.Enuresis is repeated involuntary discharge of urine in children 5 years of age or older expected to be able to control the micturition. Primary enuresis is when children 5 years of age or older still bed-wetting. One of the causes of primary enuresis is delayed maturation of the central nervous system. Exclusive breastfeeding has beneficial effect in visual, cognitive, and neurological development in children; it may have a role in preventing enuresis. Several studies report the correlation between exclusive breastfeeding and enuresis prevention in children. 
Gambaran Histopatologi Karsinoma Hepatoseluler Alianto, Ricky
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 6 (2015): Malaria
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i6.1001

Abstract

Karsinoma hepatoseluler merupakan neoplasma ganas hepar tersering dan mematikan dengan latar belakang hepatitis kronis atau sirosis. Diagnosis lebih awal dengan pendekatan histopatologi dibutuhkan pada karsinoma hepatoseluler kecil. Beberapa lesi prekursor dapat menunjang terbentuknya lesi karsinoma hepatoseluler berukuran kecil tipe awal atau progresif. Lesi prekursor displastik nodul derajat tinggi sulit dibedakan dari karsinoma hepatoseluler tipe awal, sehingga memerlukan pemeriksaan reaksi duktular.Hepatocellular carcinoma is the most frequent and lethal primary malignancy of liver with precursor of either chronic hepatitis or cirrhosis. Early diagnosis with histopathological approach is needed to identify small hepatocellular carcinoma. Precursor lesions can predispose early type of progressive hepatocellular carcinoma. As high grade dysplastic nodule is difficult to be differentiated from the early type of hepatocellular carcinoma, examination of ductular reaction is necessary.
Metode Penentuan Usia Melalui Gigi dalam Proses Identifikasi Korban Kartika Apriyono, Dwi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.2 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.14

Abstract

Gigi dapat digunakan untuk menentukan identitas korban yang meninggal karena kecelakaan, kejahatan, ataupun karena bencana alam. Penentuan perkiraan usia gigi yang tepat menggunakan lebih dari satu metode perkiraan usia gigi dan melakukan pengukuran serta kalkulasi berulang-ulang. Metode Demirjian, Nolla, dan Gustafson adalah metode penentuan usia melalui gigi yang sering digunakan, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan. Akurasi hasil penentuan usia bergantung pada beberapa faktor yang membutuhkan beberapa penyesuaian. Penelitian lanjutan diperlukan dengan ruang lingkup sampel yang lebih besar, penggunaan teknologi yang lebih maju, dan populasi yang berbeda agar dapat meningkatkan derajat validitasnya.

Page 92 of 297 | Total Record : 2961


Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue