cover
Contact Name
Yusuf Budi Prasetya Santosa
Contact Email
prasetyabudi29@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.estoria@unindra.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
ISSN : 27744876     EISSN : 27744868     DOI : https://doi.org/10.30998/je.v1i1
Publishes articles in provides space for academic debate and critical thinking to explore: 1. History Education ; from all areas such as formal and informal education systems, comparative education, and policy in a range of settings. 2. History ; from all areas and periods and has played an important role in integrating work in Indonesia history with historical analysis. 3. Culture ; from all areas with ethnography approach. 4. Social Science ; from all areas such as philosophy, politics, sociology and other fields of inquiry. 5. Humanities ; from all fields such as archeology, philosophy and anthropology.
Articles 55 Documents
PENGUATAN LITERASI SEJARAH MELALUI HISTORICAL INQUIRY: BELAJAR DARI SINGAPURA Armiyati, M.Pd, Laely; Purwanta, Hieronymus
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 1 (2024): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i1.3026

Abstract

Historical literacy is currently one of the goals of history learning in the National Curriculum. This term is not widely known by history teachers in Indonesia, so there is confusion in its application. Singapore, as a country with a high level of literacy, provides directions for using historical inquiry in history learning. This research aims to identify the definition of historical literacy, strategies for strengthening historical literacy, and how to apply historical inquiry to strengthen historical literacy. This research uses a qualitative approach with library study data collection techniques, as well as data analysis using content analysis. The documents used are the Singapore secondary school syllabus issued in 2021, as well as articles containing history and literacy. The results of the first research state that historical literacy is not just reading texts, but analyzing and criticizing historical texts. Second, strategies for strengthening historical literacy can be carried out by using documents (primary and secondary sources) and then asking students to analyze them, or with the help of films combined with learning models. Third, historical inquiry is a learning model listed in the Singapore Curriculum which aims to make students truly feel like they are historical researchers. There are four phases that students need to go through in this model, namely provoking curiosity, collecting data, practicing argumentation, and reflective thinking. These four phases are a series of cycles that will train students to "reading like a historian".
PERKEMBANGAN PERS INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BANGSA Andani, Arum Asti; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 4, No 2 (2024): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v4i2.2720

Abstract

Pers merupakan komponen utama media dan jembatan informasi bagi pemerintah dan masyarakat luas. Pers juga dapat menjadi kontrol sosial masyarakat. Pers selalu didasarkan pada pers yang dipatuhinya, tetapi pers selalu dipengaruhi oleh sistem politik negara tempat pers itu berada. Keadaan politik di Indonesia juga telah mengubah media di negeri ini. Dimulai pada era Orde Baru di mana pers Indonesia menganut pers otoriter. Di bawah sistem ini, pers tidak lebih dari corong pemerintah. Runtuhnya reorganisasi membawa kabar baik bagi media Indonesia, dan banyak terjadi reformasi di sektor media. Pada era Habibi, Gusdur dan Megawati menandai awal perkembangan kebebasan pers di Indonesia. Di sisi lain, liputan ideal dicapai pada masa pemerintahan SBY, di mana pemerintah tidak mencampuri kegiatan pers. Kami harus mengikuti prinsip kebebasan, tetapi bagaimanapun itu diarahkan pada norma-norma umum. Lingkungan pers yang kritis dan konstruktif di era SBY diperkirakan akan terus berlanjut, melangkah lebih jauh ke era Jokowi yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai kepala negara, dan tentunya akan menulis sejarah baru dalam perkembangan pers di era tersebut.Kata kunci : Media Massa, Pers, Identitas, Nasional. 
Kegagalan PKI Membentuk Masyarakat Sosialis di Indonesia Pada Pemberontakan 1926 Khoirulloh, Rofiq Wahyuda; Listyawan, Irfan; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 1 (2024): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i1.3067

Abstract

Pada masa pergerakan nasional muncul banyak organisasi-organisasi pemuda yang didirikan oleh tokoh perjuangan nasional salah satunya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Pemberontakan nasional pertama tahun 1926 di inisiasi oleh PKI, lewat pemberontakan ini PKI bertujuan untuk membentuk masyarakat Indonesia yang sosialis, akan tetapi pemberontakan tersebut mengalami keakalahan total di seluruh daerah. PKI melakukan berbagai macam kesalahan yang membuat pemberontakan ini gagal total. Penelitian studi kepustakaan ini bertujuan untuk mengetahui apa kesalahan yang menyebabkan kegagalan PKI membentuk masyarakat sosialis di indonesia pada pemberontakan 1926. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa:1) PKI belum mengenal bagaimana masyarakat Indonesia sesungguhnya, 2) PKI kurang mengerti peranan kaum tani, 3) pembangunan partai yang kebanyakan diisi borjuis kecil dan tidak dibangunnya ideologi proletar. Tiga hal tersebut yang menyebabkan kegagalan PKI membentuk masyarakat sosialis di indonesia pada pemberontakan 1926.
Relevansi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas Latfia, Alda -
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 1 (2024): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i1.3030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) sejarah berdirinya Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, serta (2) mengetahui peranan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama dalam sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 5 Kota Serang, sehingga siswa dapat (3) mengetahui relevansi koleksi arkeologi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif jenis deskriptif dengan sampel dari penelitian ini adalah staf Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, guru-guru sejarah SMA Negeri 5 Kota Serang, dan siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 5 Kota Serang yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan judul dan tujuan penelitian yang ada. Hasil dari penelitian ini adalah Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, didirikan tahun 1985 di lahan 778 m2 di Jalan Mesjid Agung Banten, Provinsi Banten, adalah penjaga warisan budaya dan sejarah penting bagi Banten. Dengan koleksi artefak asli, replika, diorama, maket, dan berbagai jenis arkeologika, keramologika, numismatika, etnografika, dan seni rupa, museum ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan masa lalu di Banten. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Kota Serang, meskipun dihadapkan pada tantangan finansial serta penyesuaian untuk mengintegrasikan koleksi museum dengan materi pelajaran secara spesifik, guru-guru sejarah tetap berupaya memperkaya pembelajaran di luar kelas dengan kunjungan ke museum. Mereka menyadari pentingnya pentingnya museum sebagai alat visualisasi dan pendukung dalam pembelajaran.Kata kunci: Relevansi, Museum, dan Pembelajaran Sejarah.
DAMPAK PROPAGANDA GERAKAN MENABUNG JEPANG TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DI PULAU JAWA (1942-1945) Mardiyya, Inda Robbiyatul
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 1 (2024): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i1.3351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui historis dari dampak propaganda gerakan menabung Jepang terhadap ekonomi masyarakat di Pulau Jawa (1942-1945). Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi heuristik, kritik, interprestasi dan histiografi. Teori analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori propaganda yang dikemukakan oleh Edward L Bernays, teori ini digunakan guna menganalisis propaganda yang merupakan bentuk komunikasi massa yang sering kali digunakan oleh individu maupun kelompok sebagai media untuk menyebarkan suatu keyakinan atau doktrin. Hasil penelitian menunjukan Kegiatan menabung merupakan sesuatu yang telah berakar dan membudaya. Sementara itu, kegiatan menabung dengan mempercayakan uang kepada institusi pemerintah telah berlangsung sejak zaman Meiji tahun 1870-an. Berbeda dengan Jepang, masyarakat Indonesia mengenal lembaga keuangan berupa bank sejak tahun 1897 ketika untuk pertama kalinya pemerintah kolonial Belanda mendirikan Postpaarbank yang berkedudukan di Batavia. Walaupun bank telah ada sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, namun dugaan yang menunjukkan bahwa jumlah nasabah meningkat pesat pada masa pendudukan Jepang tidak bisa diabaikan. Tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menghemat dan menabungkan uang, pada dasarnya, ajakan secara umum untuk melakukan penghematan berkaitan dengan gaya hidup selama perang telah disosialisasikan oleh pihak Jepang. Kondisi ekonomi di Indonesia pada masa kependudukan Jepang 1942-1945 pada saat itu Jepang melakukan kebijaksanaan yang dimana seperti meningkatkan produksi padi pada tahun 1942 keadaan beras pada saat itu sangat mengkhawatirkan. Jepang merencanakan penambahan areal tanah. Cara menambah areal tanah tersebut dengan membuka tanah baru terutama bekas perkebunan tanah lainnya yang belum pernah ditanami disamping itu juga Jepang yang memperkenalkan teknik penanaman padi yang baru. Pada masa kependudukan Jepang saat itu juga pulau Jawa ditetapkan sebagai pemasok beras pulau-pulau diluar Jawa serta untuk keperluan pertempuran di medan pertempuran. Keperluan beras pada saat itu sangat dipentingkan karena semasa perang membutuhkan kebutuhan bahan makanan banyak. Kata Kunci: Propaganda Menabung, Ekonomi, Pulau Jawa (1942-1945)
KONTRIBUSI TAMAN SISWA DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PADA ERA KOLONIAL Fitrianto, Ega Millenio; Nugroho, Medy Afrista; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3090

Abstract

Pendidikan pada masa Hindia Belanda masih menggunakan sistem pendidikan kolonial yang ideal. Melalui Institut Taman Siswa sebagai wadah perjuangan pendidikan nasional yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan dan pengajarannya yang berbeda dengan model pendidikan kolonial Hindia Belanda sebagai langkah dalam tujuan Taman Siswa untuk memperjuangan pendidikan  yang lebih humanis terhadap seluruh rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang kontribusi taman siswa pada masa kolonial terkait dalam pengembangan model dan pengajarannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Siswa berkontribusi dalam pengembangan model pendidikan dan pengajarannya melalui Sistem Among dengan konsep tiga filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara lalu dengan tri pusat pendidikannya mampu menciptakan metode pengajarannya yang berpusat pada siswa. Dari hal-hal tersebut Taman Siswa telah berhasil menjadi institusi pendidikan yang berkontribusi dalam mengembangkan model pendidikan dan pengajaraanya pada masa Hindia Belanda yang kemudian filosofi pendidikannya masih ada sampai sekarang. 
Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa di SMA Negeri 7 Kabupaten Tangerang Hasan, Mohammad
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3296

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran two stay two stray (TSTS) terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Hasil analisis data penelitian posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui uji-t menunjukkan hasil Sig. (2-tailed) < 0,001 dengan taraf signifikasi Sig. (2-tailed) < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Hα diterima. Dampak dari penerapan model TSTS ini berpengaruh terhadap kemampuan kognitif siswa karena siswa terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis diskusi. Sedangkan sebelum dilakukan penelitian ini siswa masih menggunakan metode ceramah sehingga hasil belajar siswa rendah. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh model pembelajaran TSTS terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas XI.Kata kunci: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), Hasil Belajar Sejarah
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI di MAN 1 Kota Serang Komariyah, Siti
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkannya model project based learning pada mata pelajaran sejarah kelas XI di MAN 1 Kota Serang. Penelitian dilaksanakan pada 30 Juli 2024 – 21 Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MAN 1 Kota Serang dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan teknik pengambilan sampel yaitu non probalitiy sampling, masing – masing sampel berjumlah 37 siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu uraian atau esai sebanyak 8 soal. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t dengan rumus polled varian, yang diperoleh  = 6,41 >  = 1,99 dengan α = 0,05, berdasarkan uji n – gain, peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 0,40 tergolong kategori sedang dan dalam bentuk persen sebesar 40% yang tergolong kurang efektif, sehingga  diterima dan  ditolak. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan model project based learning pada mata pelajaran sejarah.
Jejak Sejarah Tradisi Intelektual Nahdlatul Ulama pada Masa Awal Pendirian (1920-an) Devitasari, Amelia Chintya; Aulivia Putri, Frisca Diana; Birsyada, Muhammad Iqbal
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3038

Abstract

This study examines the historical traces and intellectual traditions of Nahdlatul Ulama (NU) in its early days, focusing on NU's role in the struggle for Indonesian independence and the development of moderate and progressive religious and socio-political traditions. The background of this study is based on the importance of understanding how NU, as a religious organization rooted in the Ahlus Sunnah wal Jamaah tradition and Islamic boarding schools, contributed to maintaining local Islamic identity, fighting Dutch colonialism, and strengthening the unity and nationalism of Muslims in Indonesia. The method used is a literature review with content analysis techniques. It collects and examines various secondary sources in the form of scientific articles, books, and research related to NU's intellectual tradition and its socio-political role. The study results show that NU has succeeded in integrating traditional values with contextual renewal of thought, through the teaching of yellow books in Islamic boarding schools and the Jihad Resolution fatwa that motivates the struggle for independence. NU also plays an active role in building a network of ulama, strengthening traditional Islamic education, and developing a nationalist movement that rejects identity politics and prioritizes moderate and tolerant Islam. The implications of this research confirm that NU is not only a normative religious organization but also a progressive and adaptive socio-political force in facing the challenges of modernity and colonialism, and has a strategic role in shaping the character of the nation and maintaining national harmony in Indonesia.
Kontribusi Semarang-Cheribon Stoomtram (SCS) Maatschappij dalam perkembangan industri gula di Karesidenan Cirebon Fauzi, Muhammad Nur; Armiyati, Laely; Jayusman, Iyus; Sofiani, Yulia
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v5i2.3841

Abstract

In the 20th century, Cirebon Residency became a sugar-producing area for the Dutch East Indies Government. This study aims to analyze the development of the sugar industry in the Cirebon Residency in the period 1897-1930, to find out the development of railway companies in the Cirebon Residency in 1897-1930, and to understand the role of SCS in the development of the sugar industry in the Cirebon Residency in 1897-1930. This research uses historical methods that include heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The heuristic stage is carried out through the search of primary and secondary sources. The source is then verified using internal and external criticism. Verified sources are then interpreted and written in historiography. The results of this study show that the increase in the sugar industry in Cirebon Residency began after the Agrarian Law of 1870 which made it easier for private entrepreneurs to invest, including in sugar commodities. The increasing demand for sugar exports has made the Government of the Dutch East Indies strive to improve transportation facilities in Cirebon, one of which is through the construction of railway lines. This project involves several companies including Semarang-Cheribon Stoomtram (SCS). The construction of the railway began to be carried out by the SCS company in 1895. The SCS company succeeded in inaugurating the first railway line in Cirebon inaugurated in 1897, followed by the construction of a tram line in the Cirebon Residency in the period 1901-1930 connecting Prujakan-Kadhipaten. The construction of railway lines and trams by SCS had an impact on the increase in sugar factories in Cirebon Residency so that the sugar industry grew in 1897-1930. This development is shown by the increase in the number of sugar factories in Cirebon which affects the increase in sugar production and exports.