cover
Contact Name
imam khowim
Contact Email
innovative@iaipd-nganjuk.ac.id
Phone
+6281232576146
Journal Mail Official
innovative@iaipd-nganjuk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk Jln. Wilis, Kramat, Nganjuk (0358) 324737 Kode Pos 64419
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
ISSN : 23554053     EISSN : 27743640     DOI : https://doi.org/10.53429/innovative.v8i01
Core Subject : Education,
INNOVATIVE: (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) (print ISSN: 2355-4053 , online ISSN :2774-3640) Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah yang berisikan makalah yang diambil dari kajian analisis kritis di bidang pendidikan Islam. Di dalamnya juga terdapat karya asli dari dosen, peneliti, mahasiswa, dan pihak yang terkait lainnya yang belum atau belum dipublikasikan dalam bentuk artikel tentang penelitian dan gagasan konseptual.Jurnal ini terbit dua kali dalam kompilasi: Juni dan November yang populer di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara dalam bentuk cetak dan online.
Articles 98 Documents
Mengintegrasikan Nilai-Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Modern imam khowim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan modern sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Penelitian ini menganalisis pendekatan yang digunakan dalam berbagai lembaga pendidikan Islam dan dampaknya terhadap siswa. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini meneliti integrasi nilai-nilai Islam dalam berbagai mata pelajaran dan bagaimana hal ini mempengaruhi perkembangan moral dan spiritual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam tidak hanya membantu dalam pembentukan karakter siswa tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam penerapan integrasi ini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan relevan dengan nilai-nilai Islam
Pendidikan Agama Islam sebagai Pilar Penguatan Akhlak di Era Digital suhartono
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan dan penguatan akhlak. Artikel ini membahas peran pendidikan agama Islam sebagai pilar utama dalam memperkuat akhlak generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Dengan menggunakan metode studi literatur dan analisis konten dari berbagai jurnal internasional, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan agama Islam memiliki potensi besar untuk membentengi moralitas generasi muda dari pengaruh negatif digitalisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama yang berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun karakter yang kuat dan berakhlak mulia di era digital.
PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI Afina Wastyanti
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 02 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang membuat peserta didik lebih fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi. Kurikulum merdeka mempunyai ciri khas yaitu pembelajaran yang berprojek penguatan profil pelajar pancasila yang mengasah pada soft skills pesera didik seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, berfikir kritis dan manajemen waktu.Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter untuk peserta didik. Era-globalisasi ini peserta didik tidak hanya membutuhkan pendidikan umum saja, melaikan juga harus mendapatkan pendidikan karakter. Salah satunya upaya kegiatan madrasah melalui projek penguatan profil pelajar pancasila dalam menguatkan karakter peserta didik.Projek penguatan profil pelajar pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaanbesar, yakni peserta didik dengan profil kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, projek penguatan profil pelajar pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus didalam pencapaian standar kompetensi lulsan disetiap junjang satuan pendidikan dalam hal penerapan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
INOVASI DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Rizal Rifa’i
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mengembangkan teknologi dan informasi yang begitu cepatmerambah kedalam berbagai aspek kehidupan tanpa terkecuali dalam bidang pendidikanmerupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datangdengan jalan memperkenalkan pembaharuan-pembaharuan yang membawa kecenderunganmenuju efisiensi dan efektifitas.Kata Innovation dalam Bahasa Inggris sering diterjemahkan segala hal yang baru ataupembaharuan. Untuk memahami lebih dalam lagi mengenai pengertian inovasi pendidikanperlu diketahui juga tentang pengertian discovery dan invention yang dalam bahasaIndonesia kata tersebut mengandung arti ditemukannya sesuatu hal yang baru, baiksebenarnya barangnya itu sendiri sudah ada lama kemudian baru diketahui atau memangbenar-benar baru dalam arti sebelumnya tidak ada.Tujuan utama inovasi yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan saranatermasuk struktur dan prosedur organisasi. Sedangkan, tujuan inovasi pendidikan adalahmeningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektifitas sarana serta jumlah peserta didiksebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhanpeserta didik, masyarakat dan pembangunan) dengan menggunakan sumber, tenaga, uang,alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.Lembaga pendidikan Islam adalah suatu wadah, atau tempat berlangsungnya prosespendidikan Islam, lembaga pendidikan itu mengandung konkirit berupa sarana dan prasaranadan juga pengertian yang abstrak, dengan adanya norma- norma dan peraturan-peraturantertentu, serta penanggung jawab pendidikan itu sendiri.Suatu pembaharuan berjalan seiring dengan perputaran zaman yang tidak adahentinya dan terus berputar sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Dalam hal inikebutuhan mengenai layanan individual terhadap peserta didik dan segala macam perbaikanterhadap kesempatan belajar bagi mereka telah menjadi faktor pendorong utama timbulnyasuatu pembaharuan dalam pendidikan. Lembaga pendidikan dewasa ini sangat mutlakkeberadaannya bagi kelancaran proses pendidikan, khususnya di Indonesia.Apalagi lembagapendidikan itu dikaitkan dengan konsep Islam, lembaga pendidikan Islam merupakan suatuwadah dimana pendidikan dalam ruang lingkup keislaman melaksanakan tugasnya demitercapainya cita-cita umat Islam.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN AKHLAK SISWA Muhamad Ali Anwar
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan agama Islam (PAI) sangat berperan besar dalam membentuk akhlak peserta didik sehingga mata pelajaran pendidikan agama Islam harus dipelajari di lembaga pendidikan umum dan juga sekolah-sekolah tinggi lainnya. Sehingga pendidikan agama Islam akan membentuk manusia yang berakhlakul karimah. Pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik dengan segala macam ilmu yang belum mereka ketahui, akan tetapi mendidik akhlak dan jiwa anak didik, menanamkan rasa fadilah (keutamaan) membiasakan anak didik dengan kesopanan yang tinggi. Adapun akhlak yang diharapkan yang akan dibangun kepada anak didik yaitu meliputi: Religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli terhadap lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab dan masih banyak lagi nilai-nilai moral atau akhlak yang harus dibagun kepada siswa dan juga guru.
MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINGKING SKILLS (HOTS) DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muhammad Rizal Rifa’i; Ika Setiawati
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuaan umum seseorang termasuk di dalam peningkatan penguasaan teori dan keterampilan, memutuskan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan di dalam mencapai tujuannya, baik itu persoalan dalam dunia pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari. Kalau pendidikan formal dalam suatu organisasi merupakan suatu proses pengembangan kemampuan kearah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) juga diterapkan oleh pemerintah menyusul masih rendahnya peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dibandingkan dengan negara lain, sehingga standar pendidikan baik dalam proses pembelajaran maupun penilain lebih ditingkatkan oleh pemerintah melalui kurikulum 2013.[1] Menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi proses kognitif dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi atau sering disebut dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan keterampilan berpikir tingkat rendah Lower Order Thinking Skill (LOTS). Kemampuan berpikir tingkat rendah melibatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3) sementara dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi melibatkan analisis dan sintesis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta atau kreativitas (C6).[2] Ketika anak telah memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi yang dalam proses pembelajarannya menggunakan inquiry yang memancing ataupun merangsang pemikiran peserta didik agar lebih berkembang memunculkan kemampuan analisis, evaluasi dan mencipta pada diri anak. Kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi dapat digunakan oleh guru untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis HOTS juga dapat memberikan manfaat terhadap siswa yaitu meningkatkan prestasi, meningkatkan motivasi dan meningkatkan sikap positif. Kata Kunci : Kemampuan Higher Order Thingking Skills (HOTS), Model Pembelajaran Inquiry [1] Yoki Ariyana, dkk, Buku Pegangan Pembelajaran berorientasi pada keterampilan tingkat tinggi. Jakarta:Direktorat GTK,2018, 22. [2] R Arifin Nugroho.HOTS.Jakarta:PT Gramedia Widiasarana Indonesia,2018, 16.
Pengaruh Bentuk-Bentuk Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja dan Faktor Pelindungnya" agus tohawi
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manusia disebut makhluk sosial karena di dalam suatu kehidupan selalu ada proses interaksi antar sesamanya. Setiap masing-masing individu memiliki konflik yang berbeda-beda, mulai dari konflik dalam proses interaksi, konflik kekerasan baik secara verbal maupun non verbal. Menurut Priyatna , bullying merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pelaku dengan unsur kesengajaan terhadap korban. Bullying dapat menyebabkan perkembangan remaja di bidang akademik maupun non akademik menjadi terganggu. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying terhadap remaja yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, misalnya seseorang yang lebih suka berdiam diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal luar diri seseorang, misalnya adanya pengaruh dari lingkungan sekitar. Dampak buruk yang dialami remaja dari bullying yakni dirinya selalu merasa tidak diinginkan oleh masyarakat sekitar. Bullying sudah menjadi hal yang wajar bahkan menjadi sebuah tradisi bagi remaja di Indonesia. Dapat kita sadari setiap orang pasti memiliki perasaan yang berbeda-beda. Di dalam dirinya juga terdapat rasa empati dan simpati. Namun pada kenyataannya, rasa empati dan simpati itu sudah tidak lagi diperdulikan. Biasanya korban bullying merasa dirinya aman jika berada di lingkungan sekitar rumah. Bahkan bullying juga dapat menurunkan semangat dan menghambat aktivitas korban yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada analisis data ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang sumber datanya dari jurnal yang relevan. Metode ini mengkaji dengan menguraikan sumber data yang diperoleh melalui bentuk catatan pada dokumen atau jurnal yang mengacu pada pengaruh bentuk-bentuk bullying terhadap kesehatan mental remaja dan faktor pelindungnya. Tindakan pelaku bullying akan membuat korban merasa tertekan dan membuat guncangan mental di dalam dirinya sehingga mempengaruhi kesehatan mentalnya. Bullying berdampak pada kesehatan mental korbannya sehingga menyebabkan disfungsi sosial, perasaan rendah diri, dan kecemasan. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya bullying, yaitu sosialisasi dampak bullying, komunikasi sesama keluarga, dan menciptakan budaya anti bullying.Kata kunci: Bullying, Hubungan, Kesehatan Mental, Remaja
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Siswa Dalam belajar Ilmu pengetahuan sosial Imam khowim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana siswa tidak dapat belajar secara wajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan atau hasil belajar. Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut adalah faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktok yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 2 Tuhemberu Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen pengumpulan data yaitu melalui (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang mencakup renduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis, secara spesifik disimpulkan bahwa: kesulitan belajar siswa Di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. (1) faktor internal kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor psikologi yaitu kurangnya siswa memahami materi dan kurangnya minat siswa dan pembelajaran IPS Terpadu. Faktor kesehatan mental yaitu kondisi fisik siswa yang kurang sehat. (2) faktor eksternal yaitu faktor keluarga dimana kurangnya kepedulian orang tua dengan anaknya, dan faktor ekonomi keluarga yang tergolong kurang mampu. Faktor sekolah, dimana kurangnya buku pelajaran sehingga mengakibatkan siswa kesulitan belajar. Kata kunci: Kesulitan Belajar
“Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia Dikalangan Remaja” mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Pengertian Bahasa dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian bahasa secara umum dapat didefenisikan sebagai lambang, serta pengertian bahasa menurut istilah adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang yang dihasilkan oleh alat ucap pada manusia. Bahasa juga merupakan bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang mengembangkan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang. Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa Bahasa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk. Bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-kata yang diubah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa di mengerti di antara mereka) bisa di pahami seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa. Padahal istilah-istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari. Bahasa gaul adalah bahasa yang mempunyai istilah yang unik, sedangkan definisi yang kedua di perjelas lagi bahwa yang menggunakan bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus berkembang. Adapun ciri-ciri bahasa gaul, faktor-faktor pendukung maraknya bahasa gaul di kalangan remaja, pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dan dampak dari penggunaan bahasa gaul.
Pentingnya Pendidikan Mulai Usia Dini soim
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah sebuah pelajaran yang berasal dari sesuatu yang kita cari, lihat, pelajari, dan diajarkan oleh seseorang yang dianggap seperti seorang guru. Namun pendidikan ini bisa didapatkan melalui orangtua, masyarakat, dan di sekolah. Proses pendidikan melalui tahap-tahap tertentu yaitu; pendidikan Anak Mulai Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan ini biasanya didapatkan seorang peserta didik di lingkungan sekolah saja, tetapi pendidikan tidak boleh mengandalkan di sekolah saja karena lingkungan masyarakat juga mempengaruhi baik atau tidaknya pendidikan akhlak dan sikapnya.karena itu pendidikan dalam keluargalah yang dapat membatasi pelajaran apa saja yang telah anak dapat dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Maka dari itu akhlak dan sikap baik atau buruknya seorang anak harus diperhatikan dan di didik mulai usia dini sebab jika seorang anak kecil sudah melakukan sikap yang tidak baik maka dia menganggap sebagai perilaku yang biasa saja. Artikel ini akan membahas bagaimana pentingnya pendidikan anak mulai usia dini atau kecil agar si anak tidak melakukan hal yang kurang baik dan menjadikan perilakunya itu sebagai kebiasaan.

Page 7 of 10 | Total Record : 98


Filter by Year

2020 2025