cover
Contact Name
Agus Sukirno
Contact Email
dedikasi.journal@uinbanten.ac.id
Phone
+6282175525454
Journal Mail Official
dedikasi.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/dedikasi/editorialteam
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27160319     DOI : http://dx.doi.org/10.32678/dedikasi
Dedikasi is a journal published by the LP2M of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Indonesia. This journal focuses on studies in the empowerment of Indonesian society, with special reference to culture, politics, society, economics, history, and humanities. It cordially invites contributions from scholars of related disciplines. The languages used in this journal are Indonesian and English
Articles 89 Documents
Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sebagai Solusi Pertahanan Ekonomidi Tengah Pandemi Covid-19 Azizah Azizah; Annisa Awwaliyah; Kurnia Kurnia; Sherina Kusramadhani; Ayu Safitri; Badianur Badianur; Edo Surya Bintoro; Latifah Nor Thoybah; Maharani Ad’ha; Rinto Efendi; M. Zaini Miftah
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14 No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.432 KB) | DOI: 10.32678/dedikasi.v14i2.5465

Abstract

Abstrak: Coronavirus Diseanse (Covid-19) ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern, maka sejak itu pula muncul berbagai problematika ditengah kehidupan masyarkat. Tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga permasalahan sosial dan ekonomi lainnya. Pengangguran semakin meningkat sementara tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menipis. Permasalahan ini tentu saja muncul karena adanya pengurangan tenaga kerja yang dilakuakan oleh suatu perusahan, Hal ini tanpa terkecuali juga berlaku terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk itulah pentingnya melakukan upaya pemulihan di sektor UMKM yang salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan media sosial. Adapun permaslahan yang akan dibahas yaitu tentang bagaimana pengaruh pandemic Covid-19 terhadap UMKM dan bagaimana optimalisasi pemanfaatan media informasi bagi UMKM sebagai solusi pertahanan ekonomi ditengah pandemic Covid-19. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemafaatan media sosial sebagai sarana pemasaran ataupun promosi bagi pelaku UMKM merupakan hal yang sangat efektif untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan berdasarkan survei yang dilakukan oleh beberapa kalangan menunjukkan bahwa angka pengguna media sosial pada masa pandemi Covid-19 meningkat secara signifikan berbanding dengan sebelum adanya pandemi. Optimalisasi yang dapat dilakukan bagi pelaku UMKM diantaranya yaitu dengan melakukan promosi dengan iklan yang menarik melalui berbagai platform media sosial.
MEMBACA KEMBALI PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN 1888 DALAM STRUKTURASI GIDDENS Masykur Wahid
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2010): Vol. 1 No. 2 (Januari - Juni) 2010
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.361 KB)

Abstract

Membaca kembali sejarah berarti merepresentasikan makna yang tersembunyi. Membaca kembali pemberontakan petani Banten 1888 adalah merepresntasikan identitas kaum petani Banten di tengah-tengah penindasan kaum bangsawan dan kolonialisme Belanda. Pada era kesultanan kaum petani dikategorikan sebagai kaum mardika dan abdi yang dijadikan budak dan wajib bayar upeti 10% kepada sultan. Diperparah lagi pada era kolonialisme Belanda, kaum petani selain diperbudak, bayar upeti 20% sampai 33.3% kepada kolonial dan juga dipaksa kerja rodi. Dalam artikel ini fenomena penindasan kaum petani Banten itu kembali dianalisis dengan teori strukturasi Giddens untuk memaknai pemberontakan itu sebagai praktik sosial. Dapat dijelaskan bahwa agensi atau aktor pemberontakan adalah kaum petani. Seperti dikatakan Giddens, yang kompeten bertindak sebagai agensi adalah kaum petani sendiri yang memiliki rencana, program dan mengetahui konsekuensinya. Spiritualitas nilai-nilai tradisional dalam institusi agama hanya sebagai medium untuk melakukan pemberontakan. Sedangkan, kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda yang dominatif dan institusi peradilan yang layu legalitasnya sebagai pemicu kekacauan kondisi sosial dan budaya kaum petani. Karena itu, tidak bisa tidak kaum petani wajib memberontak untuk merebut kembali hak-hak dan identitasnya yang ditindas oleh kolonialisme Belanda (dan kaum bangsawan yang kolonial). Kata kunci: Pemberontakan petani Banten, teori strukturasi Giddens, agensi, strukturasi, dualitas, identitas petani.
PARADIGMA KETERBUKAAN INFORMASI DAN OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK (Kajian tentang Peran Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) di Kabupaten Lebak) Ikhwan Hadiyyin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2008): (Januari - Desember) 2008
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.535 KB)

Abstract

Semangat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan atau pembangunan menarik untuk dicermati, dibeberapa kabupaten dan kota di Indonesia tingkat partisipasi masyarakatnya terutama dalam pembangunan dan kebijakan tingkat lokal meningkat. Dalam hal ini semangat dalam proses pembangunan Pemerintahan Daerah (Pemda) di Kabupaten Lebak tidak terlepas pula dengan kontrol masyaraktnya. Tentunya dengan kontrol masyarakat pemerintahan di daerah lebih bersih dan menuju sejahtera. Untuk lebih terkontrol masyarakat yang lebih terarah, maka dibentuklah Komisi Transparansi dan Partisipasi di Kabupaten Lebak. Dalam tulisan ini, penulis berusaha memaparakan terbentuknya KTP di Kabupaten Lebak. Kata Kunci: KTP, Pelayanan Publik
STRATEGI PENGELOLA ZAKAT DALAM MENGGULANGI KEMISKINAN Suparman Arif Usman
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.7 KB)

Abstract

Zakat dalam Islam memiliki dua makna, teologis-individual dan sosial. Makna pertama menyucikan harta dan jiwa. Penyucian harta dan jiwa bermakna teologis individual bagi seseorang yang menunaikan zakat untuk mereka yang berhak. Jika makna ini dipedomani, ibadah zakat · hanya berdampak individual, yakni hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Makna pertama lebih berdimensi individual, menyucikan harta dan jiwauntuk mendapat keberkahan.Kata Kunci: Pengeleloaan Zakat, Kemiskinan, Penyucian harta
Program KAMISEDEKAH Jurusan Ekonomi Syariah dalam Mensejahterakan Umat Mukhlisotul Jannah, Ikhwanul Hadiyyin, Syahrudin Mukhlisotul Jannah
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14 No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.926 KB) | DOI: 10.32678/dedikasi.v14i1.4971

Abstract

Tulisan ini mengarah pada pengabdian masyarakat merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang memberi kesempatan kepada Lembaga/Jurusan untuk bekerja sama dengan masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Jurusan untuk melakukan pemberdayaan sebagai sebuah proses pencarian (research) yang dilakukan bersamasama untuk mencari jalan terbaik dalam penyelesaikan persoalan yang dihadapi. Jurusan melakukan tugas pendampingan terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menghadapi problem sosial yang ada dalam kehidupannya. Selama ini, kegiatan pengabadian masyarakat diprogramkan sebagai proses pembelajaran hidup bermasyarakat (pengabdian), karena Perguruan Tinggi dipandang sebagai menara gading dan kurang menyentuh. Dalam kondisi demikian ini, orientasi program pengabdian masyarakat lebih berkisar pada: (1) pelayanan masyarakat, sehingga tidak mampu membangkitkan semangat dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan perubahan atas problem yang mereka hadapi, (2) pelayanan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan di kantor pemerintah desa, (3) konsep kegiatan yang diajukan bersifat monolitis, sepihak, dan bersifat top down, karena menggali dan menyelesaikan masalah sendiri untuk masyarakat, (4) jurusan menempatkan diri sebagai problem solver dalam menjawab berbagai problem sosial, (5) masyarakat dijadikan sebagai objek kegiatan, (6) hanya bersifat formalitas yang cenderung ke arah seremonial akademik semata, dan (7) hasil kegiatan hanya berujud laporan kegiatan, bukan laporan riset akademik. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu misi dari sebuah perguruan tinggi yang pelaksanaannya perlu didukung oleh segenap warga perguruan tinggi yang disertai dengan penalaran yang utuh tentang konsep, strategi dan program. Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu dharma atau tugas pokok tri dharma perguruan tinggi di Indonesia. Mengacu kepada tugas itu maka melalui pelaksanaan perguruan tunggi dan masyarakat secara berkesinambungan. Dengan demikian ada usaha sadar untuk mencegah terjadinya isolasi perguruan tinggi dari masyarakat sekitarnya. Usaha tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yaitu mengembangkan untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat maupun memperkaya kebudayaan nasional. Kata Kunci: Program Kamis, Sedekah, Kesejahteraan Umat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Ahmad Mahmudi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2010): Vol. 2 No. 2 (Juli - Desember) 2010
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.556 KB)

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat
SEBUAH PERENENUNGAN ATAS KONSTRUKSI-TRANSFORMATIF NILAI ISLAM Ade Fakih Kurniawan
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2008): (Januari - Desember) 2008
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1729.561 KB)

Abstract

Jumlah da’i yang muncul di televisi maupun di berbagai kesempatan sejak tahun 2000-an semakin menunjukkan angka yang menggembirakan. Peningkatan jumlah ini sungguh fantastik bak jamur di musim hujan, sampai-sampai stasiun televisi mengadakan “sayembara" pemiiihan da’i cilik maupun dewasa. Namun pengembangannya dengan hasil dari transformasi nilai Islam yang disampaikannya di masyarakat seolah hal lain yang tak pernah ter­cover. Dakwah sejatinya tak hanya dilakukan secara lisan (bil lisan) namun juga dengan aksi (bil hal). Dalam tulisan ini akan dibahas secara singkat filosofi, efektifitas dan strategy dakwah yang kemungkinannya bisa diterima di masyarakat guna membumikan nilai Islam, memberdayakan masyarakat dan mengamalkannya dalam keseharian. Kata Kunci: Strategi Dakwah, Da’wah bilHal, Pemberdayaan Masyarakat.
MAJELIS TA'LIM: PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT A Falikh al-Haq
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.928 KB)

Abstract

Pendidikan Islam seperti kegiatan pengajian majelis ta'lim dapat dijadikan sebagai wadah pembentuk jiwa dan kepribadian yang agamis sekaligus berfungsi sebagai stabilisator dalam seluruh gerak aktifitas kehidupan manusia, maka selayaknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islam mendapat perhatian dan dukungan dan masyarakat, sehingga tercipta insan-insan yang memiliki keseimbangan potensi dari segi intelektual maupun mental spiritual sekaligus memiliki lrepribadian yang Islami dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin global dan maju. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pengajaran baik pendidikan formal atau non formal yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Maje/is ta'lim merupakan pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam rangka mendukung pendidikan sepanjanghayat Kata kunci: Majelis ta'lim, pendidikan, pengabdian masyarakat
MENINGKATAN KESADARAN BELAJAR DI DESA CURUG AGUNG H.S. Suhaedi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2015): Vol No 1 (2015): (Juli-Desember) 2015
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.585 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan kerja nyata partisipatoris antara masyarakat dan dampingan mahasiswa KUKERTA untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting. Dilatarbelakangi oleh kenyataan minat belajar masyarakat tidak diperhatikan. Permasalahan pendidikan masyarakat dianalisis bersama dengan tujuan untuk memberi kesadaran mengenai pentingnya belajar bagi masyarakat di era globalisasi. Melalui metodologi PAR, proses kerja-kerja nyata partisipatif dilakukan dengan cara membagi para peserta KUKERTA ke beberapa sekolah. Materi pembelajaran, antara lain les privat bahasa Arab, bahasa Inggris, dan belajar al-Quran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran belajar masyarakat di pedesaan amat sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kata-kata: Kesadaran belajar, pendidikan, globalisasi
BUDAYA MASYARAKAT: KEYAKINAN DAN PENGGUNAAN MISTIK DALAM KEHIDUPAN Rujikartawi Erdi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2010): Vol. 2 No. 2 (Juli - Desember) 2010
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.959 KB)

Abstract

Keyakinan adalah sesuatu yang tak terbantahkan, dan hadir dalam setiap kehidupan manusia. Keyakinan bukan sekedar percaya akan sesuatu tetapi keyakinan adalah juga pelaksanaan terhadap apa yang ia yakini termasuk mistik. Mistik adalah pengalaman subjektif seseorang yang hanya bisa dibenarkan lewat keyakinan subjektif tanpa mengenal nilai-nilai rasional dan terhindar dari kebenaran-kebenaran indrawi. Penggunaan mistik dalam kehidupan masyarakat berawal dari keyakinan dan anggapan bahwa mistik mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manusia. Manusia dalam memecahkan masalah bergantung pada keyakinan serta misHk yang ia ketahui dan ia jalankan. Akhirnya karena mistik terbiasa dijalankan dan menjadi bagian dari kehidupan manusia akhirnya mistik menjadi pola-pola budaya tersendiri dalam kehidupan.