cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Faktor Sosial dan Budaya yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi: Literature Review: SSocio-Cultural Factors Associated with Hypertension: Literature Review Kusuma Dewi, Yeni; Hadi Pratomo; Tri Karjoso
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2483

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor utama pemicu penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan merupakan penyebab utama kematian didunia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor sosial dan budaya pada kejadian hipertensi Metode: Desain penelitian ini menggunakan literature review terhadap artikel yang membahas mengenai faktor sosial dan budaya yang mengakibatkan hipertensi. Artikel diperoleh dari Google Schoolar dengan kata kunci Hipertensi, Sosial, budaya, dan Indonesia. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia dengan rentang waktu tahun 2018 sampai tahun 2022. Hasil: Penelusuran artikel penelitian menggunakan kata kunci pada database (n=8150). Dari artikel tersebut dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, dan menghasilkan 12 artikel penelitian yang layak sesuai dengan kriteria. Kesimpulan: Faktor sosial dan budaya yang berpengaruh pada kejadian hipertensi pada literature review ini adalah umur, pendidikan, pengetahuan, gaya hidup, pola makan serta etnis dan nilai budaya.
Kecemasan Tenaga Kesehatan Saat Gelombang Kedua Pandemi COVID-19: Literature Review: Anxiety of Health Workers in the Second Wave of the Covid-19 Pandemic: Literature Review Riska Kurniawati; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2484

Abstract

Latar belakang: Kecemasan adalah kondisi emosi dengan timbulnya rasa tidak nyaman pada diri seseorang, dan merupakan pengalaman yang samar-samar disertai dengan perasaan yang tidak berdaya serta tidak menentu yang disebabkan oleh suatu hal yang belum jelas. Hasil penelitian Huang et al menunjukkan bahwa kesehatan mental dari 1.257 petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di 34 rumah sakit di Tiongkok dengan hasil gejala depresi 50 % Kecemasan 45 % Insomnia 34 % Tekanan psikologis 71,5 %. Tentuhal ini menjadi perhatian serius setiap negara seluruh dunia terkait tingkat kecemasan tenaga kesehatan pada masa pandemi yang terjadi hingga dua gelombang bahkan terdapat berbagai varian baru. Tujuan: Adapun tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk melakukan studi literatur review tentang tingkat kecemasan tenaga kesehatan dari berbagai negara pada saat pandemi COVID-19. Metode: Studi ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan narative review. Artikel didapatkan dari pencarian database seperti Google Scholar, Elsevier, Perpustakaan Nasional, Pubmed dan Biomed Central. Kriteria artikel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang sudah dibuat oleh peneliti yakni jurnal berbahasa indonesia dan inggris dari berbagai negara. Hasil: Berdasarkan kajian beberapa penelitian dalam kajian ini, analisis untuk pengukuran skala kecemasan tenaga kesehatan selama masa pandemi/outbreak pandemi gelombang kedua disetiap negara memiliki alat ukur kuesioner yang beragam. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa untuk ke 3 negara tersebut kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur tingkat kecemasan adalah SAS yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu kecemasan ringan, kecemasan sedang, dan kecemasan berat. Penekanan pada hasil penelitian bahwa yang tertinggi adalah tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai perawat (63,64%) diikuti oleh apoteker (60%). Kecemasan memiliki presentase yang tertinggi dibandingkan dengan Depresi dan Stres. Kesimpulan: Persentase kecemasan tenaga kesehatan yang di dominasi oleh tenaga perawat terutama yang berjenis kelamin perempuan sebagai garda terdepan lebih tinggi dari pada tenaga kesehatan yang tidak merawat pasien positif COVID-19. Kecemasan tenaga kesehatan berdampak pada gangguan psikologi lanjutan, peningkatan risiko penularan bahkan kematian merupakan berita yang sepanjang pandemi disiarkan pada berbagai saluran media, hasil review juga menunjukkan bahwa seperti yang diamati dalam ulasan tersebut, beban kesehatan mental untuk petugas kesehatan selama pandemi sangat tinggi baik selama dan setelah wabah.
Determinan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor: Determinants of Exclusive Breastfeeding Success in the Work Area of Puskesmas Ciangsana, Bogor District Putri, Tsalitsa; Dian Ayubi; Karjoso, Tri Krianto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2485

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) dan United Nation International Children’s Emergency Fund (UNICEF) merekomendasikan bayi baru lahir diberikan ASI secara eksklusif sampai usia 6 bulan. Akan tetapi banyak faktor yang membatasi pemberian ASI Ekslusif yaitu kebiasaan atau pun kepercayaan yang telah menjadi tata aturan kehidupan dalam suatu wilayah. Penghambat lainnya faktor sosial budaya mempunyai kecenderungan mengarahkan perilaku ibu untuk tidak mampu memberikan ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor Tahun 2022. Metode: Penelitian dengan desain potong lintang (cross-sectional) di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdapat di tiga desa yaitu Desa Nagrak, Ciangsana dan Bojongkulur. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 6-12 bulan dengan pengambilan sampel Sistem Random Sampling (SRS) sebanyak 114 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan link kuesioner dengan kabo tool box. Data dianalisis dengan regresi logistik ganda agar mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Hasil: Faktor dominan dalam keberhasilan pemberian ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana adalah dukungan dari petugas kesehatan yang berisiko 4,25 kali lebih tinggi dalam pemberian ASI Ekslusif (OR= 4,25; CI 95%: 1,63 - 11,12; P value = 0,003) setelah dikontrol oleh pengetahuan ibu, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga, dan tradisi. Selain itu, diikuti oleh sikap positif ibu (OR= 3,85; CI 95%: 1,51 - 9,85; P value = 0,005) dan tradisi yang mendukung (OR= 3,08; CI 95%: 0,63-14,99; P value = 0,164). Kesimpulan:Dukungan tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Ciangsana. Dukungan dalam pemberian informasi dari tenaga kesehatan mampu merubah perilaku dan sosial budaya yang berlaku kearah yang lebih baik sehingga diharapkan dapat memaksimal masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan keuntungan dalam pemberian ASI Ekslusif pada anaknya.
Keterkaitan Besaran Premi Terhadap Biaya Klaim Rawat Inap Penyakit Berbiaya Tinggi (Penyakit Jantung, Kanker, dan Stroke) Program Takaful Keluarga - 2018 – 2020: Association of Premium Amounts to Inpatient Claim Expenses for High Cost Diseases (Heart Disease, Cancer, and Stroke) Takaful Keluarga Program – 2018 – 2020 Yussi Damayanti; Prastuti Soewondo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2486

Abstract

Latar belakang: Belanja klaim untuk penyakit berbiaya tinggi menyerap proporsi terbesar dan cenderung meningkat. Peningkatan belanja klaim, akan meningkatkan rasio beban klaim dan menurunkan kemampuan asuransi dalam membayarkan klaim. Tujuan: Identifikasi variabel utama yang mempengaruhi biaya klaim rawat inap penyakit berbiaya tinggi. Metode: Menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional) dengan analisis regresi linier berganda. Data sekunder sebanyak 622 klaim rawat inap digunakan untuk analisa keseimbangan kecukupan pendanaan kedepan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya keterkaitan besaran premi dan metode pembayaran klaim dengan pengeluaran biaya klaim, dimana variabel besaran premi merupakan penentu besaran pengeluaran biaya klaim. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan jenis penyakit tidak terkait dengan pengeluaran biaya klaim penyakit berbiaya tinggi. Kesimpulan: Semakin tinggi besaran premi yang dibayar peserta, maka semakin besar pula manfaat kesehatan yang dimiliki, sehingga belanja klaim yang dikeluarkan pun akan lebih tinggi. Dalam menekan pengeluaran biaya penyakit berbiaya tinggi, Takaful perlu melakukan evaluasi faktor risiko terhadap peserta yang membayarkan premi lebih besar, salah satunya dengan evaluasi riwayat medis dan kondisi fisik calon peserta.
Faktor yang Mempengaruhi Praktik Personal Hygiene dalam Pencegahan Covid-19 Pada Siswa/i SMA di Kecamatan Kalidoni Palembang : Factors Influencing of Personal Hygiene Practices in Covid-19 Prevention for High School Students in Kalidoni District, Palembang Umi Qona’ah Sani; Razak, Rahmatillah; Imelda Gernauli Purba; Nurmalia Ermi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2488

Abstract

Latar belakang: Penyakit Covid-19 sudah menjadi ancaman dunia, yang secara cepat menyebar di berbagai negara termasuk Indonesia. Wilayah di Indonesia dengan angka kasus Covid-19 melebihi CFR nasional sebesar 5,1% yaitu provinsi Sumatera Selatan dan Kecamatan Kalidoni merupakan satu di antara kecamatan di Kota Palembang yang masuk kedalam wilayah persebaran Covid-19 yang terus naik dan sudah lebih dari dua ribu kasus. Salah satu yang menjadi faktor penyebab tingginya angka persebaran Covid-19 adalah rendahnya indikator personal hygiene. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi praktik personal hygiene Covid-19 pada anak remaja SMA di Kecamatan Kalidoni Palembang. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling sebanyak 114 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat untuk melihat variabel yang paling berpengaruh. Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square membuktikan bahwa terdapat hubungan antara sikap, peran orang tua, peran teman sebaya dan sarana dan prasarana dengan praktik personal hygiene Covid-19 dengan nilai p-value < 0,05. Hasil analisis multivariat membuktikan bahwa variabel sikap merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap praktik personal hygiene. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi praktik personal hygiene Covid-19. Bagi lembaga pendidikan diharapkan untuk mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah dan memberikan edukasi kepada anak remaja SMA dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19.
Hubungan Perubahan Sosial Budaya dan Perilaku Foto Selfie Makanan di Media Sosial Sebagai Faktor Risiko Penyakit Diabetes : Literature Review: The Relationship between Socio-Cultural Changes and Behavior of Food Selfie Photos on Social Media as a Risk Factor for Diabetes : Literature Review Ayumaruti, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2489

Abstract

Latar belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan kematian bagi sebagian besar populasi di dunia. Kecenderungan masyarakat Indonesia terkait pola makan masih banyak memilih jenis makanan yang tinggi lemak, belum memenuhi kebutuhan serat, jenis - jenis vitamin, serta kandungan mineral. Perkembangan teknologi, perubahan budaya, dan interaksi di sosial media turut menjadi faktor risiko obesitas. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan antara perubahan aspek sosial budaya dalam perilaku foto selfie makanan di media sosial dengan faktor risiko penyakit obesitas. Metode: Metode Literature Review digunakan sebagai desain penelitian. Penulis menggunakan Google Scholar database dengan pencarian kata kunci obesitas, media sosial, kebiasaan makan, foto, budaya, dan perilaku. Hasil: Aktivitas makan di luar dan mengabadikannya lewat media sosial menjadi ajang sosial untuk menambah eksistensi individu. Aktivitas makan di luar dan food selfie dilakukan secara rutin setiap harinya tanpa mempertimbangkan risiko bagi tubuh yang mengkonsumsi makanan dengan lemak tinggi, kandungan gula atau garam yang tinggi, serta cara pengolahan yang kurang sehat. Kesimpulan: Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dengan segala keunggulan, kemudahan, dan dampak efek sampingnya bagi generasi muda. Informasi yang positif maupun negatif telah memunculkan budaya baru di masyarakat dalam menentukan pilihan, perilaku serta kebiasaan dalam kehidupan sehari - hari. Motivasi individu untuk mengunggah konten modern dalam bentuk food selfie atau diary di media sosial yaitu membuat dan memperluas komunikasi dengan orang lain, tanpa batasan waktu dan jarak, meningkatkan kepuasan diri demi eksistensi dan citra sosial individu.
Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Sosial Budaya dan Gaya hidup Masyarakat : Literature Review: The Impact of the Covid 19 Pandemic on Socio-Cultural and Community Lifestyles : Literature Review Muhamad Ridwan; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2494

Abstract

Latar belakang: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial maupun total untuk beberapa wilayah yang terdampak paling parah. Sebagaimana halnya negara-negara lain yang sama-sama terdampak dan memberlakukan pembatasan aktivitas warganya, Pemerintah Indonesia juga melarang penyelenggaraan aktivitas massal dan kerumunan. Secara bertahap, pemerintah daerah juga melakukan penutupan akses jalan-jalan menuju dan dari luar kota, dan bahkan gang-gang tiap wilayah rukun warga, dikunci gembok dan dirantai disertai pemberitahuan status pembatasan aktivitas yang secara keseluruhan bertujuan untuk menekan penyebaran virus ini. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan sehari- hari seperti belajar, bekerja, berkomunikasi, bahkan berbelanja kini dapat dilakukan dari rumah dengan menggunakan smartphone ataupun laptop. Hal ini tentu membawa dampak signifikan terdapat kehidupan sosial-budaya dan gaya hidup masyarakat. Tujuan: Adapun tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk melakukan studi literatur review tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap sosial budaya dan gaya hidup masyarakat. Metode: Studi ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan narative review. Artikel didapatkan dari pencarian database seperti Google Scholar, Elsevier, Perpustakaan Nasional, Pubmed dan Biomed Central. Kriteria artikel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang sudah dibuat oleh peneliti yakni jurnal berbahasa indonesia dan inggris dari berbagai negara. Hasil: Berdasarkan kajian beberapa penelitian dalam kajian ini, selama masa pandemi Covid-19 telah terjadi prubahan sosial budaya dan gaya hidup yang signifikan, terutama pada penyintas Covid-19. Diana et al., yang menyebutkan bahwa terdapat diskriminasi bagi para penyintas covid-19. Diskriminasi terkait COVID dilaporkan oleh 16,58% responden yang mengikuti survey online di Kanada. Responden dengan kondisi non-kulit putih, petugas kesehatan dan peserta yang lebih muda lebih mungkin mengalami diskriminasi daripada responden kulit putih. Berkaitan dengan gaya hidup, pola diet para pemuda yang berpartisipasi pada salah satu penelitian menyebutkan bahwa pola diet telah berubah secara signifikan selama lockdown COVID-19, dengan heterogenitas yang diamati pada tingkat yang berbeda antara jenis kelamin dan lintas pendidikan. Penggunaan teknologi informasi terutama sosial media yang semakin masif serta pola kebiasan baru yang harus dapat diadopsi dengan cepat oleh seluruh lapisan masyarakat yang secara signifikan mempengaruhi pola hidup secara keseluruhan. Kesimpulan: Coronavirus telah meningkatkan ketakutan di antara orang-orang di seluruh dunia yang secara langsung mempengaruhi semua dimensi sosial budaya seperti pendidikan, ekonomi, ketimpangan dan kekerasan dalam rumah tangga, budaya, agama, persepsi risiko, dan aktivitas bunuh diri seseorang. Tidak hanya sosial-budaya tetapi juga gaya hidup yang berubah selama masa pandemi. Kebijakan PSBB telah membawa banyak dampak pada gaya hidup masyarakat terutama cara pandang terhadap kesehatan fisik dan mental selama masa pandemi.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Konsumsi Tablet Fe : Studi Cross Sectional pada Area Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja: Characteristics of Pregnant Women with Fe Tablet Consumption: Cross Sectional Study in Makale Health Center Area, Tana Toraja Regency Erni Yetti R; Zadrak Tombeg; Anto J. Hadi; Rudihadisaputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2495

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi kesehatan masyarakat yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan ibu dan anak yang berakibat pada melahirkan bayi berat badan lahir rendah dan kematian serta komplikasi kehamilan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu hamil dengan konsumsi tablet Fe pada area Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilakukan di lingkungan Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja pada bulan Maret-Mei 2022. Populasi dan sampel sebanyak 103 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel serta analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ada hubungan karakteristik ibu hamil (pengetahuan p=0,002), status pekerjaan (p=0,005), pendapatan keluarga (p=0,020) dengan konsumsi tablet F. Kesimpulan: ibu hamil yang mengonsumsi tablet Fe sangat dipengaruhi oleh faktor karakteristik yaitu pengetahuan, status pekerjaan dan pendapatan keluarga, sehingga ibu hamil diharapkan tetap memperhatikan status kesehatannya dengan cara teratur mengonsumsi tablet Fe walaupun sibuk beraktifitas.
Perilaku Makan Keluarga Terhadap Pemberian MP-ASI pada Baduta di Kelurahan Pasang Kecamatan Makale Selatan : Family Eating Behavior Against Giving MP-ASI to Baduta in Pasang Village, South Makale District Zadrak Tombeg; Erni Yetti R; Anto J. Hadi; Rudihadisaputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2496

Abstract

Pendahuluan: Anak baduta yang mengalami status gizi kurang sejak dini akan berdampak pada proses tumbuh kembang dan kesehatan anak baduta disebakan karena asupan gizi kurang dan pengaruh perilaku makan keluarga di lingkungan keluarga baduta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan keluarga terhadap pemberian MP-ASI pada Baduta. Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilaksanakan di Kelurahan Pasang Kecamatan Makale Selatan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh baduta yang ada di Kelurahan Pasang sebanyak 33 baduta dengan pengambilan sampel secara total sampling serta analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil: penelitian diperoleh bahwa ada hubungan perilaku makan keluarga dengan pemberian MP-ASI dengan nilai p=0.000 <0.05. Kesimpulan: didapatkan bahwa pemberian makanan pendamping ASI pada baduta sangat dipengaruhi oleh perilaku makan keluarga, sehingga baduta perlu mendapatkan perhatian khusus keluarga terhadap pemberian makanannya sesuai jadwal makan anak dan keluarga terutama pola pengasuhan gizinya.
Analisa Pengetahuan, Masa Kerja dan Pendidikan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan SPO Pasien Resiko Jatuh: The Analysis between Knowledge, Work Period and Education of Nurse Obedience in Implementing Standard Operating Procedures for Falling Risk Lestari, Wiji; Sianturi, Sondang Ratnauli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2504

Abstract

Latar Belakang: Jatuh merupakan kondisi serius dialami pasien yang mengakibatkan cidera hingga kematian. Tingginya angka pasien jatuh dan kurangnya kepatuhan perawat dalam penerapan SPO Risiko jatuh yang diterapkan di Rumah Sakit. Tujuan: Peneliti bertujuan menganalisis pengetahuan, masa kerja dan pendidikan perawat dengan kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif, metode cross sectional dan analisa korelasi deskriptif. Sampel penelitian 118 perawat pelaksana menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang ditemukan Univariat yaitu 73,7% responden berpengetahuan baik, 51,7% responden dengan masa kerja > 5 tahun, 57,6% responden berpendidikan DIII keperawatan, 65% responden tidak patuh. Analisa bivariat uji kendall’s tau b (α = 0,05) didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,008 (p<0,05), tidak ada hubungan masa kerja dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,083 (p>0,05) dan ada hubungan pendidikan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan, pendidikan dan tidak ada hubungan masa kerja dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh.

Page 31 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue