Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Faktor Risiko pada Kasus Asfiksia Neonatorum di RSIA Budi Kemuliaan Jakarta Razak, Rahmatillah
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1: JUNE 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.807 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i1.1518

Abstract

Dalam sustainable development goals (SDGs) tertuang salah satu target yang ingin dicapai pada tahun 2030 di bidang kesehatan yaitu menurunkan angka kematian bayi dan anak dibawah usia 5 tahun. Salah satu yang berkontribusi terhadap angka kematian tersebut adalah asfiksia neonatorum yang merupakan kasus kegagalan bernafas bayi secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Studi ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebesar 360 responden dengan melakukan analisis secara univariat dengan tujuan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi faktor penyebab pada kasus asfiksia neonatorum di RSIA Budi Kemuliaan yang merupakan rumah sakit ibu dan anak rujukan swasta di Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medik responden. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kasus (asfiksia) sebesar 120 (33.3%) dan kontrol (tidak asfiksia) sebesar 240 (66.7%), pengambilan kasus dan kontrol menggunakan rasio 1:2. Hasil penelitian menunjukkan gambaran distribusi faktor penyebab kasus asfiksia neonatorum terdiri dari faktor bayi yang meliputi berat badan lahir rendah, jenis kelamin dan malpresentasi bayi seperti letak lintang dan sungsang. Sedangkan faktor ibu meliputi umur paritas, penyakit diabetes, pelayanan kesehatan yang didapatkan saat hamil seperti antenatal care dan antenatal corticosteroid serta  kondisi dan tindakan pada saat persalinan seperti jenis persalinan, persalinan lama, ketuban pecah dini dan pemberian induksi atau oksitosin saat persalinan.
KONDISI SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA DAN KARAKTERISTIK BALITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI KABUPATEN OGAN ILIR Lestari Permata Putri, Rizki; Razak, Rahmatillah; Sunarsih, Elvi; Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum; Budiastusti, Anggun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37473

Abstract

Angka kematian bayi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sangat tinggi akibat diare. Penelitian ini mengkaji korelasi antara karakteristik anak, kebersihan lingkungan di rumah, dan kejadian diare di Kabupaten Ogan Ilir. Data sekunder dari Kegiatan Belajar Lapangan (PBL) FKM UNSRI tahun 2023 digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan desain observasional analitik dan metodologi kuantitatif. Penelitian ini menggunakan prosedur pemilihan acak bertingkat untuk memilih 1.056 keluarga dengan anak-anak berusia 0-59 bulan. Diare mempengaruhi 19,2% balita yang disurvei. Antara usia 6-23 bulan dan rumah tangga dengan luas <9 meter persegi per orang, ada korelasi yang signifikan antara kejadian diare dan kedua variabel, dengan nilai-p masing-masing 0,014 dan 0,032. Diare 1,38 kali lebih mungkin terjadi pada balita (usia 6–23 bulan) dibandingkan pada balita (usia 24–59 bulan), dan risikonya 1,32 kali lebih besar di daerah dengan kepadatan rumah tangga <9 meter persegi per orang. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara diare dengan variabel lain seperti sumber air bersih dan minum, jamban rumah tangga, atau pemberian ASI eksklusif. Untuk menurunkan frekuensi diare di kalangan balita, sangat penting untuk mempromosikan praktik hidup bersih dan sehat, karena data menekankan bahwa usia balita dan kepadatan rumah merupakan faktor risiko utama.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI KABUPATEN OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN Azzahra, Harisa; Razak, Rahmatillah; Budiastuti, Anggun; Ramadhanti, Inas Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37571

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia pada balita, khususnya pada negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan serta perilaku merokok anggota keluarga yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel diperoleh sebanyak 1.181 melalui metode multistage random sampling. Variabel diukur menggunakan kuesioner melalui wawancara dan observasi. Analisis univariat dilakukan untuk menentukan distribusi frekuensi setiap variabel dan dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis bivariat yang dilakukan menunjukkan kebiasaan merokok anggota keluarga (p-value = 0,006) sebagai faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA (PR=1,801; 95% CI 1,179-2,749). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tinggal bersama anggota keluarga perokok akan mengalami risiko terkena ISPA 1,801 kali lebih besar di bandingkan balita yang tidak tinggal bersama anggota keluarga perokok. Variabel lain seperti kepadatan hunian, bahan atap, bahan dinding, bahan lantai, jendela, ventilasi, dan pencahayaan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Pemberian program edukasi tentang bahaya merokok kepada orang tua dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam menurunkan risiko ISPA pada balita yang di sebabkan oleh paparan asap rokok.  
RIWAYAT PENYAKIT CAMPAK DAN KONDISI SANITASI RUMAH TANGGA TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 Said Aqil, Muhammad; Razak, Rahmatillah; Yusri, Yusri; Septiawati, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38252

Abstract

Tiga dari sepuluh balita di Indonesia memiliki tinggi badan kurang dari standar usia atau stunting sebagai akibat dari kekurangan gizi, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini melihat hubungan antara riwayat campak dan kondisi sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di 13 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan studi kasus kontrol terhadap kasus stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir 2024. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2024 di 13 kecamatan lokus stunting di kabupaten Ogan Ilir. Perhitungan sampel menggunakan hipotesis uji dua beda proporsi dengan total responden sebanyak 129 dengan rasio 1:2 (43 kasus dan 86 kontrol). Penelitian ini melihat variabel di antaranya riwayat campak, kondisi jamban, sarana pembuangan sampah, dan sarana SPAL. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis uji univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan bivariat (menggunakan chi-square). Pada hasil analisis bivariat dapat disimpukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pada variabel kondisi jamban dan sarana pembuangan sampah, sedangkan ada hubungan pada variabel riwayat campak dengan nilai p-value= 0,031 dengan OR= 2,72 (95% Cl=1,16-6,36) ada hubungan yang signifikan dan kondisi sanitasi rumah tangga yaitu sarana SPAL dengan nilai p-value= 0,002 dengan OR= 0,23 (95% Cl= 0,08-0,062) memiliki hubungan dengan kejadian stunting di kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Kesimpulan dari hasil perhitungan menunjukan pada variabel riwayat campak dan sarana SPAL memiliki hubungan yang siginifikan beresiko pada kasus stunting di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024.
Hubungan Kualitas Air Bersih, Fasilitas MCK, dan Riwayat Diare Terhadap Kasus Stunting Pada Balita Di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 Putri, Tiara Dwi; Razak, Rahmatillah; Yusri, Yusri; Ramadhanti, Inas Tri; Ramadhan, Arizky
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.532

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas air bersih, fasilitas MCK, dan riwayat diare terhadap kasus stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan desain case control di 13 desa lokus stunting Kabupaten Ogan Ilir. Jumlah sampel sebanyak 129 responden menggunakan perbandingan 1:2 kasus dan kontrol. Kasus diambil dari balita yang terdiagnosis stunting berdasarkan catatan dinkes dan bidan desa, sedangkan kontrol diambil dari balita yang tidak stunting berdasarkan kriteria inklusi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner, wawancara, dan pengukuran kualitas air. Analisis data yang digunakan yaitu dengan metode analisis univariat dan bivariat (chi-square). Hasil analisis bivariat yang diperoleh bahwa kualitas fisik air bersih yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah sumber air berwarna p-value=0,005 (OR=3,24; CI=1,49-7,03), sumber air berasa p-value=0,004 (OR=3,67; CI=1,57-8,58) dan sumber air berbau p-value=0,005 (OR=3,65; CI=1,53-8,71). Serta untuk variabel kualitas fisik dan kimia air bersih dan air minum, fasilitas MCK, dan riwayat penyakit diare tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p-value0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara sumber air berwarna, berasa dan berbau dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas air bersih serta pencegahan penyakit diare sebagai bagian dari strategi penurunan kasus stunting.
Stunting Cases Based on Demographic Factors and Maternal Pregnancy Examination History in Ogan Ilir Regency in 2024 Ramadhona, Syifa Aulia; Razak, Rahmatillah; Ermi, Nurmalia; Sunarsih, Elvi; Ramadhanti, Inas Tri
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus stunting berdasarkan faktor demografis dan riwayat pemeriksaan kehamilan ibu. Jumlah sampel sebanyak 129 responden dengan perbandingan 1:2 yang terdiri dari 43 kasus dan 86 kontrol di Kabupaten Ogan Ilir. Kasus merupakan balita yang terdiagnosis stunting menurut catatan bidan desa dan Dinas Kesehatan Ogan Ilir, sedangkan kontrol diambil dari balita tidak stunting berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diambil dengan cara wawancara, pengisian kuesioner, pengambilan titik koordinat, dan observasi secara langsung. Analisis data yang digunakan, yaitu univariat dan spasial untuk melihat gambaran dan distribusi variabel, dan bivariat dengan uji chi square. Hasil bivariat menunjukkan, faktor demografis yang memiliki hubungan dengan kasus stunting adalah status pekerjaan ibu p-value 0,049 (OR 0,27; CI 0,08-0,88) dan pendapatan rumah tangga p-value 0,034 (OR 2,27; CI 1,05-4,88) serta faktor demografis yang tidak memiliki hubungan adalah tingkat pendidikan formal ibu, rata-rata pengeluaran rumah tangga, kepemilikan JKN, dan keikutsertaan program Bansos. Sedangkan faktor riwayat pemeriksaan kehamilan ibu yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting adalah kunjungan ANC p-value 0,032 (OR 0,18; CI 0,04-0,83) dan faktor riwayat pemeriksaan selama kehamilan yang tidak memiliki hubungan adalah status IMT ibu dan konsumsi TTD oleh ibu.
Edukasi Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan Di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir Razak, Rahmatillah; Septiawati , Dwi; Budiastuti, Anggun; Windusari, Yuanita; Ramadhan, Arizky
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 2 (2024): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i2.34880

Abstract

Salah satu target dalam SDG (Sustainable Development Goals) adalah tentang pemenuhan akses air bersih, hygiene dan sanitasi yang baik. Hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia, dengan adanya akses yang baik terhadap layanan tersebut maka dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini terlaksana di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemul utan yang terdiri dari beberapa tahap diantaranya penilaian tentang kondisi sanitasi dan personal hygiene keluarga, pemberian edukasi serta evaluasi, sasaran pengabdian adalah ibu rumah tangga. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 4 bulan (Agustus sampai November Tahun 2023). Hasil pengabdian memperlihatkan mayoritas responden pernah sakit dengan jenis penyakit menular dan mayoritas balita pernah sakit diare. Beberapa indikator sanitasi lingkungan yang sudah baik diantaranya adalah pengelolaan sampah, pemberantasan jentik dan PHBS, namun indikator yang masih harus ditingkatkan adalah kepemilikan jamban pribadi serta perilaku masyarakat diantaranya kebiasaan merokok dan pembuangan popok balita. Penting untuk meningkatkan upaya dalam menciptakan lingkungan yang memenuhi syarat hygiene dan sanitasi yang baik.
Faktor Kondisi Fisik Lingkungan Rumah Terhadap Kasus Tuberkulosis di Indonesia: Systematic Review Razak, Rahmatillah; Fakhriyatiningrum; Rahmadina, Frischa; Santiyah, Serly
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2632

Abstract

Setiap tahun, lebih dari 10 juta orang masih mengalami TB, dengan tren kasus yang terus meningkat sejak 2021. Menurut Laporan Global Tuberkulosis 2024 terdapat 10,8 juta jumlah total kasus dan 8,2 juta kasus baru TB global. Angka tersebut meningkat dibandingkan 10,7 juta pada 2022. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Review terhadap studi observasional dengan desain penelitian case control dan cross-sectional yang dilakukan di Indonesia diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Basis data yang digunakan yaitu Google Scholar dan ScienceDirect untuk mencari artikel yang memenuhi syarat. Penilaian kualitas publikasi menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil dari tinjauan ini adalah 5.697 artikel yang diambil dari database dan 15 artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini. Kondisi fisik rumah seperti kepadatan hunian, ventilasi yang tidak memadai, kelembaban yang tinggi, dan kurangnya pencahayaan merupakan variabel yang cukup mempengaruhi terhadap kasus Tuberkulosis di Indonesia..
Analisis faktor sosio-demografi, perilaku hygiene ibu, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum; Muharramah, Disa Hijratul; Razak, Rahmatillah; Lisa, Mona
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.873

Abstract

Background: Diarrhea is an infectious disease that can cause death in the post-neonatal period (age 29 days-11 months) and toddlers (age 12-59 months). Muara Enim Regency is one of the endemic areas for diarrhea with an incidence rate reaching 15.2% in toddlers in 2022. Purpose: To analyze socio-demographic factors, maternal hygiene behaviour, and environmental sanitation on diarrhea incidence. Method: This study used data from the results of the field work practice of the Faculty of Public Health, Sriwijaya University in 2024 in Lembak District, Muara Enim Regency. The study design was cross-sectional with a sample of 403 mothers of toddlers selected by multistage random sampling. Data analysis was carried out using the chi-square test and continued with logistic regression analysis. Results: It was found that 66 toddlers (16.4%) suffered from diarrhea, 67.5% of mothers were aged > 25 years, 51.1% of mothers had low education, 73.2% of mothers did not work, 63.8% had low family income, and 51.1% of mothers had poor hygiene behavior. However, 98.0% of respondents had access to clean water quality, and 95.3% of respondents had adequate toilet facilities. There was a significant relationship between maternal age and maternal hygiene behavior with the incidence of diarrhea. The variables of maternal education, maternal occupation, maternal income, clean water quality, and toilet and bathing facilities were not significantly related to the incidence of diarrhea. Conclusion: The maternal hygiene variable is the most dominant factor in this study after being controlled by the maternal age and family income variables.   Keywords: Diarrhea; Maternal Hygiene Behavior; Socio-Demographic Factors.   Pendahuluan: Diare merupakan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kematian pada masa post-neonatal (usia 29 hari-11 bulan) dan anak balita (usia 12-59 bulan). Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu daerah endemik diare dengan angka kejadian mencapai 15.2% terjadi pada balita di tahun 2022. Tujuan: Untuk menganalisis faktor sosio-demografi, perilaku hygiene ibu, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare. Metode: Penelitian ini menggunakan data dari hasil Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya tahun 2024 yang berada di Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Desain penelitian bersifat cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 403 ibu balita yang dipilih secara multistage random sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan analisis regresi logistik. Hasil: Terdapat 66 balita (16.4%) ditemukan menderita diare, sebesar 67.5% ibu berusia > 25 tahun, 51.1% ibu memiliki tingkat pendidikan rendah, 73.2% ibu tidak bekerja, 63.8% memiliki pendapatan keluarga rendah, dan 51.1% ibu memiliki perilaku hygiene yang kurang baik. Namun, 98.0% responden memiliki akses terhadap kualitas air bersih, dan 95.3% responden memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang memenuhi syarat. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan perilaku hygiene ibu dengan kejadian diare. Variabel pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan ibu, kualitas air bersih, dan fasilitas MCK tidak berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Simpulan: Variabel hygiene ibu merupakan faktor paling dominan dalam penelitian ini setelah dikontrol oleh variabel usia ibu dan pendapatan keluarga.   Kata Kunci: Diare; Faktor Sosiodemografi; Perilaku Hygiene Ibu.
Hubungan Personal Hygiene Ibu dengan Kasus Stunting di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023 Tarigan, Neanatasia; Razak, Rahmatillah; Budiastuti, Anggun; Septiawati, Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.232

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi  yang dialami oleh balita secara global yang digambarkan sebagai bentuk dari kegagalan  tumbuh kembang yang tidak mencapai pertumbuhan optimal akibat gizi kurang atau gizi buruk dalam waktu cukup lama. Kekurangan asupan gizi tersebut terjadi  sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir, namun stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan  personal hygiene ibu dengan kasus stunting pada balita usia 0-59 bulan di lokus stunting Kabupaten Ogan Ilir. Desain penelitian menggunakan case control dengan subjek adalah anak usia 0-59 bulan yang terdiagnosa stunting di 9 desa lokus stunting di Kabupaten Ogan Ilir dan kontrol adalah anak usia 0-59 bulan yang tidak terdiagnosa stunting. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 201 reponden dengan perbandingan 1:2 dan ibu dari anak usia 0-59 bulan sebagai responden penelitian. Hasil analisis bivariat diperoleh (p-value =0.000, OR=3,119) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene ibu dengan kejadian stunting pada balita. Balita yang diasuh oleh ibu dengan personal  hygiene yang kurang baik akan  berisiko mengalami stunting 3,119 kali lebih besar dibanding balita yang diasuh oleh ibu dengan personal hygiene yang baik.