cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Hubungan Faktor Individu dan Stres Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Mobil Tangki BBM: The Correlations of Individual Factors and Work Stress with Work Fatigue on Fuel Tank Car Drivers Quamilla, Jasmina Vidi; Tri Martiana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2557

Abstract

Latar Belakang: Salah satu pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi adalah mengemudi, dikarenakan mengemudi merupakan salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi terjadinya kelelahan kerja yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kelelahan yang dialami oleh pengemudi dapat berasal dari faktor individu pengemudi maupun stres kerja yang dialami akibat tuntutan lingkungan sekitar. Pengemudi dengan karakteristik tertentu dan mengalami stres kerja dapat meningkatkan risiko kelelahan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan usia, masa kerja, lama tidur, kebiasaan merokok, dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi mobil tangki di TBBM Plumpang Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah awak mobil tangki (AMT) di TBBM Plumpang Jakarta dengan sampel berjumlah 40 orang dengan menggunakan rumus sampel slovin. Hasil: Analisis data dengan uji Rank Spearman. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (Sig= 0.041), stres kerja dengan kelelahan kerja (Sig= 0.022), tidak terdapat hubungan antara usia dengan kelelahan kerja (Sig= 0.876), lama tidur dengan kelelahan kerja (Sig=0.168) dan kebiasaan merokok dengan kelelahan kerja (Sig= 0.286). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara masa kerja dan stres kerja dengan keluhan kelelahan kerja pada pengemudi mobil tangki. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi terkait dengan manajemen kelelahan kerja pada pengemudi, mengoptimalkan istirahat pada pengemudi, dan mengelola stres kerja pada pengemudi.
Resiliensi dan Strategi Koping pada Tenaga Kesehatan Menghadapi Pandemi COVID-19 : Literature Review: Resilience and Coping Strategies in Healthcare Workers Facing the COVID-19 Pandemic : Literature Review Maharti Siwi Handayani; Achadi, Anhari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2561

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 menempatkan tenaga kesehatan dalam situasi berisiko mengalami kelelahan, stres, kecemasan, depresi dan insomnia. Risiko ini harus dapat dikenali dan diatasi oleh tenaga kesehatan sedini mungkin agar tidak mengganggu kinerjanya. Ketahanan (resiliency) mental dan strategi koping yang baik dapat membantu tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi stres akibat krisis pandemi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketahanan mental tenaga kesehatan dan strategi koping yang dibutuhkan dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review dengan metode PRISMA menggunakan pencarian mendetail dalam basis data elektronik ProQuest, PubMed, ScienceDirect, Scopus dan SpringerLink, Cochrane. Hasil: Resiliensi dan strategi koping yang baik sangat dibutuhkan tenaga kesehatan untuk menghadapi stres selama pandemi COVID-19. Resiliensi dan strategi koping tenaga kesehatan dapat ditingkatkan dengan berpikiran positif, melakukan aktivitas yang menyenangkan, beribadah, rutin berolah raga, memperbaiki kualitas tidur, makan bergizi, tetap bersosialisasi dan mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan Kesimpulan: Resiliensi dan strategi koping memiliki peran protektif dalam mengatasi masalah kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Konseling rutin, kegiatan strategi koping dan konsep manajemen stres untuk tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan bagi manajemen rumah sakit dalam rangka memberikan dukungan kepada karyawannya.
Hubungan Faktor Gaya Hidup dengan Burnout pada Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa: The Relationship Between Lifestyle with Burnout in In-patient Nurse of Mental Health Hospital Aqsa, Aisya; Paskarini, Indriati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2562

Abstract

Latar belakang: Karaktersitik pekerjaan perawat kesehatan jiwa meyebabkan lebih rentan terhadap munculnya gejala burnout. Kejadian burnout dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti kebiasaan merokok, pola makan, serta aktivitas fisik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor gaya hidup dengan burnout pada perawat di instalasi rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Menur. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian adalah perawat rawat inap intermediate di Rumah Sakit Jiwa Menur sebanyak 48 perawat. Variabel independen pada penelitian adalah faktor gaya hidup yang terdiri dari perilaku merokok, pola makan, dan aktivitas fisik. Sedangkan faktor dependen adalah burnout. Data diperoleh dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Faktor gaya hidup yang memiliki hubungan dengan burnout adalah pola makan (0,037) dan aktivitas fisik (0,003). Sedangkan status merokok tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,442), jumlah konsumsi rokok per hari juga tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,116), dan lama merokok juga tidak memiliki hubungan dengan burnout (0,541). Kesimpulan: Pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan burnout pada perawat. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan burnout pada perawat. Semakin baik aktivitas fisik dan pola makan maka semakin rendah burnout pada perawat.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Aviation Security: The Relationship of Social Support with Job Satisfaction on Aviation Security Employees Susanti, Fanisa Oktavia; Paskarini, Indriati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2563

Abstract

Latar belakang: Kepuasan kerja merupakan perasaan positif seseorang terhadap pekerjaan, yang didapatkan melalui kesesuaian antara apa yang dinginkan karyawan dengan apa yang diterima oleh perusahaan. Dukungan sosial dari atasan, rekan kerja, keluarga, dan organisasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja pada aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 251 orang. Sampel penelitian sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah dukungan sosial dan kepuasan kerja. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi spearman. Hasil: Mayoritas responden (38,9%) memiliki dukungan sosial dengan kategori tinggi. Mayoritas responden (56,9%) memiliki kepuasan kerja dengan kategori puas. Ada hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja dengan p value = 0.000 < α 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja pada karyawan aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula kepuasan kerja responden. Kata Kunci: Dukungan Sosial; Kepuasan Kerja; Aviation Security
Hubungan Karakteristik Individu dan Stres Kerja dengan Burnout pada Pekerja Aviation Security : The Relationship of Individual Characteristics and Work Stress with Burnout on Aviation Security Employees Arifah Sarrol Wari; Widajati, Noeroel
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2588

Abstract

Latar belakang: Burnout ialah kelelahan secara emosional dan sinisme yang umumnya dirasakan oleh pekerja yang bertatap langsung dengan pelanggan. Burnout dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stres kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan burnout pada aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatid dan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 251 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan rumus slovin, didapatkan sampel sebanyak 72 orang. Variabel yang diteliti adalah stres kerja dan burnout. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi spearman. Hasil: Mayoritas responden (43,1%) memiliki stres kerja dengan kategori sedang. Mayoritas responden (84,7%) memiliki burnout dengan kategori sedang. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan burnout (p value = 0,006) Kesimpulan: Terdapat hubungan searah yang cukup signifikan antara stres kerja dengan burnout pada pekerja aviation security di PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta. Semakin tinggi stres kerja maka semakin tinggi pula risiko burnout pada responden.
Faktor Risiko Keluhan Diare pada Balita di Indonesia Tahun 2016-2021 : Literature Review: Risk Factors For Infant Diarrhea in Indonesia in 2016-2021 : Literature Review Adani, Diaz Faliha; R. Azizah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2589

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas, terkhusus pada balita (bawah 5 tahun) ialah diare. Prevalensi diare disebabkan oleh faktor-faktor, antara lain kebersihan diri, air bersih, dan penggunaan jamban. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene pengasuh, ketersediaan air minum dan penggunaan jamban dengan diare yang dialami oleh anak di bawah 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis pada aplikasi JASP. Sumber data yang digunakan adalah dari Google Scholar. Metode penelitiannya adalah metode Cross Sectional. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa balita yang ibunya dinilai buruk dari segi personal hygiene yang beresiko 3.095 kali lebih besar untuk terkena diare dibandingkan balita yang ibunya memiliki personal hygiene yang baik. Selanjutnya, balita yang tidak mendapatkan cukup air bersih 1.954 kali lebih mungkin mengalami diare dibandingkan balita yang tidak mendapatkan cukup air bersih. Selain itu, balita yang tidak menggunakan jamban memiliki kemungkinan 1.840 kali lebih tinggi untuk diare dibandingkan balita yang menggunakan jamban. Kesimpulan: Faktor risiko tertinggi diare pada anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia disebabkan oleh personal hygiene pengasuh.
Pengaruh Pengetahuan dan Persepsi terhadap Minat Masyarakat Melaksanakan Vaksinasi COVID-19 di Boyolali Jawa Tengah: The Impacts of Knowledge and Perception on Community Interest For the Implementation of COVID-19 Vaccination in Boyolali Central Java Ananda, Dita; Abdul Rahman; Danang Purwanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2590

Abstract

Latar belakang: Minat masyarakat mengikuti vaksinasi COVID-19 beragam antara remaja, dewasa, dan usia lanjut. Mereka ada yang salah persepsi dan pengetahuan terbatas. Vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan di Boyolali tidak luput dari adanya pro dan kontra. Akibatnya, masih banyak warga menolak melakukan vaksinasi. Teori belajar menjelaskan bahwa menambah pengetahuan dan membangun persepsi dapat meningkatkan minat masyarakat melaksanakan vaksinasi Covid-19. Tujuan: Untuk menganalisa pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap minat masyarakat melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Boyolali Jawa Tengah. Metode: Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 252 responden dipilih secara Stratified cluster random sampling. Tekhnik pengumpulan data menggunakan angket. Variabel bebasnya adalah pengetahuan dan persepsi. Sedangkan variabel terikatnya adalah minat vaksinasi. Data dianalisis menggunakan Additive Multiple Regression Model. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan dan atau persepsi terhadap minat masyarakat berpartisipasi vaksinasi COVID-19. Ada bukti bahwa R2 = 0.475 yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan, semakin tepat persepsi, dan semakin tinggi minat melakukan vaksinasi COVID-19. Hasil Additive Multiple Regression Model menunjukkan bahwa Y=-1.396 + 0.605X1 + 0.311X2. Artinya, setiap penambahan pengetahuan sebesar 1, maka minat masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 meningkat sebanyak 0.605. Setiap penambahan persepsi sebesar 1, maka minat masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 meningkat sebesar 0.311. Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan, semakin benar persepsi, dan semakin tinggi minat masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19. Dampak pengetahuan lebih besar dari persepsi. Oleh karena itu promosi vaksinasi COVID-19 perlu dilanjutkan demi kesehatan semua warga masyarakat.
Analisis Perilaku Pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah: Analysis of COVID-19 Prevention Behavior in Kebet Village, Bebesen District, Central Aceh Regency Devi Zulfika; Farrah Fahdhienie; Nopa Arlianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2607

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Upaya untuk mencegah penularan COVID-19 dengan menerapkan perilaku mematuhi protokol 6M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menghindari aktivitas makan bersama) plus melakukan vaksin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptik analitik dengan desain cross-sectional melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-15 Februari 2022 pada 82 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan penyajian data dalam bentuk univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan responden yang memiliki perilaku kurang melakukan pencegahan 52.4%, pengetahuan kurang baik 50%, sikap negatif 53.7%, stigma negatif 52.4 %, tingkat pendidikan dasar 17,1%, dan status pekerjaan bekerja 92.7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan dengan nilai (P Value = 0.001), dan pekerjaan dengan nilai (P Value = 0.027) dengan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan perilaku 6M plus vaksin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dengan perilaku pencegahan COVID-19.
Determinan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling: Determinants of Pulmonary Tuberculosis in Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling Nasution, Nurul Hidayah; Suryati; Permayasa, Nayodi; Habibah, Nursalmah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2608

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis yang menyebar melalui udara dan tertular melalui percikan ludah ketika penderita batuk, bersin, berbicara dan meludah di sebarangan tempat. Tuberkulosis masih menjadi penyakit dengan tingkat morbiditas tinggi, disertai penularannya yang sangat mudah yaitu melalui udara. Tujuan: untuk mengetahui faktor utama penyebab kejadian TB Paru. Metode: Jenis penelitian analitik, desain studi cross sectional. Variabel independen adalah karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, sikap dan kelembapan rumah. Variabel dependen adalah kejadian TB Paru. Hasil: ada hubungan pendidikan (p=0,009), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,010) dan kelembapan rumah (p=0,022) terhadap kejadian TB Paru dan tidak ada hubungan umur (p=0,097), jenis kelamin (0,722) dan pekerjaan (0,508) terhadap kejadian TB Paru. Kesimpulan: Faktor utama penyebab kejadian TB Paru dipengaruhi oleh pengetahuan dengan OR=2,75. Responden dengan pengetahuan yang kurang mempunyai peluang 2,75 kali lebih besar mengalami kejadian TB Paru dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan baik.
Tradisi Keluarga Sebagai Faktor Penghambat ASI Eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas: Family Tradition as An Inhibitory Factor for Exclusive Breastfeeding in the Anambas Islands Dwi Yuliani; Ramadani, Mery; Dien Gusta Anggraini Nursal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2621

Abstract

Latar Belakang: Manfaat pemberian ASI ekslusif sudah dibuktikan memberi pengaruh baik terhadap tumbuh kembang anak. Akan tetapi, cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas sangat rendah (21,4%), dan cenderung menurun setiap tahunnya. Salah satu yang diidentifikasi sebagai penyebab masalah ini adalah masih adanya tradisi turun temurun yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif, antara lain tradisi memberikan madu pada bayi baru lahir, berpantang makan saat nifas, dan memberikan bayi ASI campur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tradisi keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 7-12 bulan di wilayah Puskesmas Siantan Tengah, Palmatak, Kute Siantan, dan Siantan Utara Kabupaten Kepulauan Anambas. Sampel terpilih pada penelitian ini berjumlah 110 ibu. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan hanya 32,7% ibu yang memberikan ASI eksklusif dan lebih separuh ibu (58,2%) memiliki tradisi keluarga yang menghambat pemberian ASI eksklusif. Ada hubungan antara tradisi keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang memiliki tradisi dalam keluarga berpeluang gagal memberikan ASI eksklusif 21 kali daripada ibu yang tidak memiliki tradisi keluarga setelah dikontrol paritas dan dukungan keluarga. Kesimpulan: Cakupan Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas masih rendah. Faktor tradisi keluarga yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif masih kuat dijalankan. Intervensi yang tepat dan berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi able tradisi yang tidak mendukung dalam pemberian ASI eksklusif.

Page 33 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue