cover
Contact Name
Yasinta Maria Fono
Contact Email
yasintamariafono@gmail.com
Phone
+6285338387959
Journal Mail Official
jurnal.jcp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Pendidikan
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : 27751589     EISSN : 27751589     DOI : -
Jurnal Citra Pendidikan (JCP) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) didekasikan untuk karya tulis berupa kajian pustaka, hasil penelitian, dan kajian meta-analisis dalam bidang pendidikan dan ilmu pendidikan (pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, pendidikan matematika, pendidikan musik dan pendidikan IPA). JCP menggunakan Turnitin untuk mengecek plagiasi naskah artikel. JCP diterbitkan 4 kali dalam setahun yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 539 Documents
ANALISIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL NAGEKEO YANG DI INTEGRASIKAN DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Kata, Fransiska; Laksana, Dek Ngurah Laba; Ngura, Elisabeth Tantiana
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yaitu lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo Tema Alat Komunikasi untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di Tk kasih Bangsa Watugase kecamatan Boawae. Lembar kerja ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan four-D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) tahap define (pendefenisian), (2) tahap design (perancangan), (3) tahap development (pengembangan), (4) tahap disseminate (penyebaran). Hasil penelitian dan pengembangan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu tema Alat Komunikasi berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut (1) Hasil uji coba oleh ahli konten/ materi berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 93,3%, (2) Hasil uji coba ahli bahasa Indonesia berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 92,5%, (3) Hasil uji coba ahli bahasa daerah boawae berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 100%, (4) Hasil uji ahli desain pembelajaran berada pada kategori sangat layak dengan skor 85,45%, (5) Hasil uji coba ahli media berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 92,5%, (6) Hasil uji coba perorangan berada pada kategori sangat valid dengan skor 88%, (7) Hasil uji coba kelompok kecil berada pada kategori “sangat valid” dengan skor 89%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema Alat Komunikasi dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO PADA TEMA DIRIKU UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA BOAWAE Ega, Maria Fenista; Dua Dhiu, Konstantinus; Nafsia, Andi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.926

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan atau desain dan mengetahui tingkat kelayakan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Boawae. Penelitian yang dilakukan menggunakan beberapa metode diantaranya metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan validasi, dengan subjek adalah peserta didik berjumlah 10 orang anak di TK Negeri Pembina Boawae. Hasil penelitian pengembangan lembar kerja anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo berdasarkan hasil uji coba ahli dan hasil uji coba peserta didik sebagai pengguna produk yaitu sebagai berikut (1) Untuk ahli desain memperoleh prosentase 89% dengan kriteria “sangat valid”, (2) Untuk ahli media memperoleh prosentase 100% berada dalam kriteria “sangat valid”, (3) Untuk ahli materi/ konten memperoleh prosentase 95% berada dalam kriteria “sangat valid”, (5) Untuk ahli bahasa Indonesia memperoleh prosentase 89% dan berada dalam kriteria “sangat valid”, (5) Untuk ahli bahasa daerah memperoleh prosentase 95% berada dalam kriteria “sangat valid”, (6) Untuk uji perorangan diperoleh hasil 87,5% dengan kategori “sangat valid” dengan kesimpulan bahwa LKA tersebut layak untuk digunakan dalam pembelajaran, dan (7) Untuk uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 83% dengan kategori “valid” dengan kesimpulan bahwa LKA tersebut layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO PADA TEMA ALAM SEMESTA UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK OLAEWA Nembo, Letisia; Ita, Efrida; Dua Dhiu, Konstantinus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.927

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk merancang lembar kerja anak berbasis bahasa Ibu dan mengetahui tingkat kelayakan lembar kerja anak berbasis bahasa Ibu dengan pendekatan budaya lokal Nagekeo pada tema alam semesta untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKK Olaewa. Lembar Kerja Anak ini dikembangkan dengan menggunakan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yakni 1) tahap Define, 2) tahap Design, 3) tahap Development, 4) tahap Disseminate. Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap tiga karena tujuan penelitian telah tercapai pada tahap ini. Hasil penelitian dan pengembangan lembar kerja anak berbasis bahasa ibu tema alam semesta berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Kelayakan LKA berdsarkan uji coba ahli konten berada pada kategori “Sangat Layak”, (2) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa indonesia berada pada kategori “Sangat Layak”, (3) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa daerah Boawae berada pada kategori “Sangat Layak”, (4) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli desain pembelajaran berada pada kategori “Layak”, (5) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli media berada pada kategori “Sangat Layak”, (6) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba perorangan berada pada kategori “Sangat Layak”(7) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba kelompok kecil berada pada kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema alam semesta berdasrkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO TEMA TANAMAN UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKK OLAEWA KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO Soa Fono, Delfina; Laksana, Dek Ngurah Laba; Fono, Yasinta Maria
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.928

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nageko tema tanaman untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKK Olaewa dan mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Lembar Kerja Anak ini dikembangkan dengan menggunakan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yakni 1) tahap Define, 2) tahap Design, 3) tahap Development, 4) tahap Disseminate. Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap tiga karena tujuan penelitian telah tercapai pada tahap ini. 1) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli konten berada pada kategori “Sangat Layak” 2) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa indonesia berada pada kategori “Sangat Layak” 3) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli bahasa daerah Boawae berada pada kategori “Sangat Layak” 4) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli desain pembelajaran berada pada kategori “Layak” 5) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba ahli media berada pada kategori “Sangat Layak” 6) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba perorangan berada pada kategori “Sangat Layak” 7) Kelayakan LKA berdasarkan uji coba kelompok kecil berada pada kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, hasil uji coba lembar kerja anak berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal Kabupaten Nagekeo tema tanaman berdasarkan hasil uji coba ahli dan anak sebagai pengguna produk dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA ANAK (LKA) BERBASIS BAHASA IBU DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOKAL KABUPATEN NAGEKEO PADA TEMA LINGKUNGANKU UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKN PEMBINA BOAWAE Pini, Florentina; Dua Dhiu, Konstantinus; Juita, Angelina Kurnia
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo pada tema lingkunganku untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae, (2) Mengetahui kelayakan produk pengembangan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo pada tema lingkunganku untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Four D-Models) yang memiliki 4 tahapan, yaitu; (1) Define, (2) Design, (3) Develop dan (4) Disseminate. Produk pengembangan yang dihasilkan di validasi oleh ahli materi/konten, ahli bahasa Indonesia, ahli bahasa daerah, ahli media dan ahli desain. Hasil penelitian pengembangan lembar kerja anak berdasarkan uji coba para ahli dan peserta didik sebagai pengguna produk adalah sebagai berikut. (1) Kelayakan uji coba pada ahli materi/konten berada pada kategori “sangat layak”. (2) Kelayakan uji coba pada ahli bahasa Indonesia berada pada kategori “sangat layak”. (3) kelayakan uji coba pada ahli bahasa daerah berada pada kategori “sangat layak”. (4) Kelayakan uji coba pada ahli media berada pada kategori “sangat layak”. 5) Kelayakan uji coba pada ahli desain berada pada kategori “sangat layak”. (6) Kelayakan uji coba produk pada peserta didik perorangan berada pada kategori “sangat layak”. dan uji coba kelompok keci berada pada kategori “sangat layak”. Dengan demikian, pengembangan Lembar Kerja Anak (LKA) berbasis bahasa ibu dengan Pendekatan budaya lokal kabupaten Nagekeo layak untuk digunakan untuk pembelajaran anak usia 5-6 tahun di TKN Pembina Boawae.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL NAGEKEO MATERI USAHA DAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Lawi, Fransiskus Xaverius; Laksana, Dek Ngurah Laba; Aryani, Ni Wayan Prawita
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.930

Abstract

Pembelajaran saat ini menitik beratkan pada kemampuan berpikir kritis dengan menmanfaatkan sumber belajar kontekstual. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan kualitas lembar kerja siswa berbasis budaya lokal dari aspek kevalidan dan kepraktisan, serta penggunaan produk yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah menengah pertama. Lembar kerja siswa berbasis budaya lokal dikembangkan dengan model ADDIE (Analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dihasilkan lembar kerja siswa berbasis budaya lokal Nagekeo materi usaha dan pesawat sederhan untuk siswa SMP kelas VIII. Respon ahli konten terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada kategori sangat valid. Respon ahli bahasa terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada ketgori sangat valid. Presepsi ahli desain pembelajaran terhadap LKS ada pada kategori valid. Respon guru mata pelajaran dan siswa terhadap LKS berbasis budaya lokal ada pada kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKS yang dikembangkan sudah sesuai dengan karakteristik siswa/siswi SMP.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA MENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWAN UNTUK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Lado, Renata Rita Rosana; Laksana, Dek Ngurah Laba; Noge, Maria Desidaria
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar cetak multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Subjek uji coba penelitian pengembangan ini adalah guru SD, dosen dan siswa SD kelas III. Objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang bisa diintegrasikan dengan materi SD. Bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yakni analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Bahan ajar multilingual yang telah dikembangkan dalam penelitian ini diuji dan dianalisis oleh beberapa ahli. Hasil uji coba oleh ahli adalah sebagai berikut: (1) Uji coba ahli materi berada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,5. (2) Uji coba untuk ahli bahasa Indonesia pada kategori “ sangat baik” dengan nilai ratarata 4,8. (3) Uji coba oleh ahli bahasa daerah berada pada kategori “baik” dengan nilai rata-rata 3,6. (4) Uji coba ahli bahasa Inggris pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,5. (5) Uji coba oleh ahli desain berada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,2. (6) Uji kelayakan penggunaan pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,2. Berdasarkan hasil pengujian terhadap beberapa ahli tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada untuk siswa kelas III Sekolah Dasar layak dan siap untuk digunakan.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BEPI PEPI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Rewang, Maria R. Jein; Tensa, Kristina Petra; Zembang, Anastasia Z; Wae, Emiliana; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.935

Abstract

Pendidikan musik bagi siswa Sekolah Dasar sudah sejak lama di rasakan penting, karena selain bersifat edukatif juga bersifat apesiatif. Pendidikan seni music membantu perkembangan siswa di bidang seni music, mengembangkan sikap menghargai dan mencintai karya budaya bangsa, serta memberikan kesegaran dan kegembiraan kepada siswa. Selain pencapaian prestasi, juga di harapkan peran sertanya dalam mengembangkan kepekaan artistic dan aestetik siswa. Dengan demikian Pendidikan music ikut berperan dalam pengemban kepribadian subjek-didik. Alat musik tradisional Ngada merupakan alat musik yang diciptakan oleh masyrakat Ngada dari alat-alat tradisional misalnya salah satunya B’pe Pepi yang berasal dari Etnis So’a. Alat musik tradisional diciptakan dari Nenek Moyang sejak dahulu kala yang diturunkan kepada anak cucu hingga sekarang. Harapannya untuk masyarakat Ngada khususnya Etnis Soa yang memiliki alat musik tradisional misalnya B’pe Pepi agar dapat melestarikan alat musik tradional tersebut agar tidak punah dan tetap dilanjutkan sepanjang hayat. Alat musik tradisional Ngada memiliki nama dan kegunaan yang unik dimasing daerah maupun etnis. Kabupaten Ngada memiliki tiga etnis kebudayaan yaitu Etnis Bajawa, Etnis Soa dan Etnis Riung. Dari setiap Etnis memiliki alat tradisional yang berbeda namun sebagian juga memiliki alat musik tradisional yang sama.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL BOMBARDO DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Tanggu, Ariance; Ruba, Yunita Rufina; Linung, Flaviana; Kae, Ester Rosadalima; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.936

Abstract

Musik tradisional merupakan warisan budaya yang tidak ternilai harganya bagi pemilik sebuah kebudayaan sebagaimana halnya ada artefak-artefak kebudayaan lain seperti monument atau situs-situs bersejarah. Musik tradisional dan juga, alat-alatnya tidak dapat dipahami secara sempit sekedar sebagai sebuah benda yang menghasilkan bunyi, melainkan sebuah entitas budaya yang mengekspresikan nilai-nilai peradaban, keyakinan atau spiritualitas dan estetika serta sebagai media pewarisan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan para pemiliknya. Bombardom adalah salah satu alat musik tradisional di Kabupaten Ngada yang cara memainknya dengan ditiup. Alat musik Bombardom ini masih eksis hingga genarasi modern saat ini, bombardoo merupakan alat music tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada yang bahan dasarnya terbuat dari bambbo (buluh). Bombardom menghasilkan dua jenis suara yakni bariton dan sopran. Anak SD perlu mempelajari musik tradisional yaitu: 1) Mengetahui keragaman budaya Ngada. 2) Melestarikan alat musik tradisional yang ada. 3) Mengetahui kegunaannya. 4) Agar lebih mengetahui warisan kebudayaan Ngada. 5) Menjaga kelestarian budaya Ngada Mempelajari untuk menerusi kegenerasi berikutnya agar tidak punah. Selain untuk mengasah diri pada bidang seni, bermain musik nyatanya juga memiliki dampak yang positif terutama bagi siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid, dalam acara presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar yang diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, belum lama ini.Tujuan dari mengajarkan anak-anak untuk bermain musik bukan mengharuskan mereka menguasai alat musik, tapi lebih pada bagaimana melalui musik ini bisa membentuk karakter mereka.
PENERAPAN ALAT MUSIK TRADISIONAL SUNDING WUNI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Ria, Fransiskus Xaverius; Selo, Maria Kristina; Dhiu , Maria Anjelina; Naru, Deiflora Meo; Sae, Floranida Nari; Lawe, Yosefina Uge
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v2i4.937

Abstract

Alat musik Sunding Wuni merupakan alat musik musik suling ganda yang berada pada etnis Riung kabupaten Ngada sebagai alat musik yang biasa dimainkan oleh masyarakat Riung. Alat musik Sunding Wuni ini sendiri memiliki 2 makna bagi masyarakat Riung, yang mana kedua makna tersebut adalah kedukaan serta kebahagiaan. Kedukaan artinya, ketika alat musik ini dipakai saat acara kematian berarti alat musik ini sedang melangbangkan rasa duka yang mendalam. Sedangkan kebahagiaan berarti alat musik ini dimainkan pada saat upacara panen raya dan beberapa upacara lainnya yang erat kaitannya dengan kebahagiaan. Pembelajaran alat musik Sunding Wuni sangat strategis terutama bagi anak SD dalam mengenal dan memahami budaya Riung. Makna alat musik ini sendiri sangat mendalam bagi kaum muda terutama bagi para pelajar. Ditinjau dari segi konstruksi bentuk, yang mana alat musik ini bergandengan dua suling, yang mengamanatkan kehidupan yang menekankan rasa persaudaraan antara sesama manusia. Bagi siswa SD, makna dari alat musik ini adalah bagiamana siswaa mampu bekerja sama dan berkolaborasi dengan siswa lain dengan diliputi semangat persaudaraan.