cover
Contact Name
Yafi Sabila Rosyad
Contact Email
lppm.yogyakarta@gmail.com
Phone
+6282388417765
Journal Mail Official
Lppm.stikesyo@gmail.com
Editorial Address
LPPM STIKes Yogyakarta Jl. Nitikan baru nomor 69 umbulharjo kota Yogyakarta, DIY
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU
ISSN : 20862210     EISSN : 28278216     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal kesehatan “Samodra Ilmu” merupakan salah satu jurnal ilmiah yang mempunyai tujuan menerbitkan, menyebarluaskan serta mendiskusikan berbagai tulisan ilmiah guna untuk meningkatkan derajad kesehatan dari masyarakat. Jurnal ini menerima naskah dari para peneliti dan kemudian akan dilakukan penyaringan untuk keaslian dan relevansinya.
Articles 202 Documents
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA Tina, Yuliana; Handayani, Sri; Monika, Rika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.442 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.150

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: WHO melaporkan sedikitnya 1,13 milyar jiwa di Dunia menderita hipertensi atau 1 dari 3 orang di Dunia didiagnosa dengan hipertensi. Angka diprediksi akan terus bertambah, dimana diprediksikan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 1,5 milyar penduduk dunia akan menderita hipertensi. Di Indonesia sendiri penderita hipertensi paling banyak ditemukan pada lansia. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pre ekspreimen (one group pre-test and post –test). Sampel penelitian ini sebanyak 35 lansia yang mengalami hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan analisa. Hasil: hasil penelitian kepada 35 orang wanita, berusia 60 – 70 tahun dan memiliki rantang tekanan sistolik antara 140 -180 mmHg yang diberikan senam hipertensi selama dua minggu (dua kali kegiatan setiap minggu selama 30 menit) memperlihatkan perubahan pada tekanan darah sistolik dimana terjadi penurunan sebanyak 22 mmHg dan distolik mengalami penurunan sebanyak 3,4 mmHg (p < 0.05). Kesimpulan: senam hipertensi mampu menurunkan tekanan baik sistolik dan diastolic kepada lansia. ABSTRACT Background: The World Health Organization records about 1,13 billion people in the world suffer from hypertension or one in three people in the world diagnosed with hypertension . The number of people with hypertension in the world continues to increase every year, estimated by 2025 there will be 1,5 billion people affected by hypertension. In Indonesia, the incindence is most commonly found in elderly. Objective: to determine the effect of gym hypertension on blood pressure in elderly. Methods: This type of research is pre- experimental research with one group pre-test and post-test designThe sample in this study 35 respondents using Purposive Sampling. Results: Thirty-five woman who is have hypertension (range of systolic blood preasure 140 – 180 mmHg) with age range 60 – 70 years old given an exercise for hypertension.The results showed that after being given exercise for two weeks ( twicea week every thirty minutes), it was found systolic blood pressure decreased 22 mmHg and diastolic blood pressure decreased 3,4 mmHg (p < 0.05) Conclusion: there was the effect of exercise on decreasing blood pressure in elderly people who have hypertension.
HUBUNGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Aprilia, Zuhria; Novitasari, Rista
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.832 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.151

Abstract

ABTRACK Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan suatu proses psikologis yang dihasilkan oleh stres pekerjaan yang tidak terlepaskan dan menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan pencapaian yang menurun. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja perawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode : Metode penelitian ini adalah kuantitaif menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 169 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan 67 responden. analisa data bivariat sperman rank. Hasil Penelitian : Didapatkan bahwa kelelahan kerja dalam kategori tidak lelah sebesar 58,2%, stres kerja dalam kategori stres ringan sebesar 49,3%, dan hubungan kelelahan kerja perawat dengan stres kerja perawat dengan nilai Pvalue sebesar 0,283. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan tingkat stres kerja perawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul ABSTRACT Background : Work fatigue is a psychological process that is produced by work stress that is not released and results in emotional exhaustion, personality changes, and drecreased feeling of accomplishment. Objective : To find out the relatinship between the level of work fatigue and the level of work stress of nurses at Panembahan Senopati Hospital Bantul. Method : This research method is quantitative using analytic survey with cross sectional. The population in this study were 169 respondents. The sampling technique used purposive sampling and 67 respondents obtained superman rank bivariant data analysis. Research result : It was found that work fatigue in the category of fatigue was 58,2%, work stress in a mild stress category of 49,3%, the conclusion is that there is a relationship between the work of nurses and the work stress of nurses in Panembahan Senopati Bantul Hospital with a Pvalue of 0,283%. Conclusion : There is a relationship between the level of work fatigue with the level of work stress nurses in panembahan senopati general hospital bantul.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN SIKAP VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA IBU RUMAH TANGGA Sapsuha, Kamarudin; Handayani, Sri
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.397 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.152

Abstract

Abstract : VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah jenis tes yang dilakukan untuk mengetahui status HIV pada seseorang dan dilakukan secara sukarela serta melalui proses konseling terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada ibu rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan desain literature review. Sumber data penelitian berasal dari data kepustakaan atau penelitian dengan obyek penelitian melalui informasi kepustakaan (artikel, jurnal, atau karya ilmiah). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang dapat diperoleh dari buku-buku, literatur, artikel, jurnal, atau bacaan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap Voluntary Counseling And Testing (VCT) pada ibu rumah tangga. Terdapat hubungan antara sikap dengan keinginan ibu rumah tangga untuk melakukan Voluntary Counselling and Testing (VCT). Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu rumah tangga pada HIV/AIDS maka semakin tinggi sikap ibu rumah tangga terhadap Voluntary Counseling And Testing (VCT). Abstract: VCT (Voluntary Counseling and Testing) was a type of test performed to determine a person's HIV status and was carried out voluntarily and through a counseling process first. This study aims to determine the relationship between knowledge about HIV / AIDS and the attitude of Voluntary Counseling and Testing (VCT) among housewives. This type of research was library research (library research) with a literature review design. Sources of research data come from library data or research with the object of research through library information (articles, journals, or scientific papers). The data used in this research was secondary data, which can be obtained from books, literature, articles, journals, or reading. From the results of the study it was concluded that there was a relationship between knowledge about HIV / AIDS and the attitude of Voluntary Counseling and Testing (VCT) among housewives. There was a relationship between attitudes and the desire of housewives to do Voluntary Counseling and Testing (VCT). The higher the level of knowledge of housewives on HIV / AIDS, the higher the attitude of housewives towards Voluntary Counseling and Testing (VCT).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Amalia, Ika Desi; Lubis, Dina Putri Utami; Khoeriyah, Salis Miftahul
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.419 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.153

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Stunting atau anak pendek merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Saat ini di indonesia terdapat balita yang mengalami stunting sebanyak 37,2% dan untuk daerah istimewa yogyakarta terdapat balita stunting sebanyak 21,8%. Salah satu faktor yang memepengaruhi stunting yaitu pengetahuan ibu tentang gizi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Planjan Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain survey analitik dan metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita di Desa Planjan wilayah kerja Puskesmas Saptosari kabupaten Gunung Kidul. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mengguankan uji statistik chi square. Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita yang ditunjukkan dengan hasil korelasi chi-square (χ²) sebesar 75,602 dengan sig. 0,000 < 0,05 . Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Planjan Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta ABSTRACT Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake for a long time due to feeding that is not in accordance with the body's needs. Currently in Indonesia there are 37.2% stunting toddlers and for the special region of Yogyakarta there are 21.8% stunting toddlers. One of the factors that influence stunting is mother's knowledge about nutrition. Objective: To determine the relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting in children under five in Planjan Village, Saptosari Health Center, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta. Methods: This research is a quantitative study using an analytical survey design and a cross sectional approach. The population in this study are mothers who have toddlers in Planjan Village, the working area of ​​the Saptosari Health Center, Gunung Kidul Regency. Sampling in this study using purposive sampling technique. Data analysis using chi square statistical test. Results: There is a relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting in children under five as indicated by the chi-square correlation (χ²) of 75,602 with sig. 0.000 < 0.05 . Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting in toddlers in Planjan Village, Saptosari Health Center, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta.
SEKSUALITAS IBU POSTPARTUM DENGAN RIWAYAT PERSALINAN RUPTURE PERINEUM : STUDI FENOMENOLOGI Montessori, Yolanda; Handayani, Sri; Anjarwati, Anjarwati
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.313 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.154

Abstract

Abstrak Proses persalinan dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam kehidupan seorang perempuan. Perubahan yang terjadi tidak hanya perubahan fisik tetapi juga perubahan emosional. Perubahan ini dapat berdampak pada seksualitas seorang perempuan. Rupture perineum yang terjadi saat persalinan dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dasar panggul sehingga hal ini dapat mempengaruhi fungsi seksual ibu postpartum.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran kondisi seksual ibu postpartum dengan riwayat persalinan rupture perineum. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara semi structured digunakan untuk mewawancarai 9 ibu postpartum 1-3 bulan sebagai informan utama serta 3 suami sebagai informan pendukung. Rekruitmen informan menggunakan strategi purposive sampling. Penelitian ini memunculkan 3 tema yaitu “mengalami dysfungsi seksual”, “tidak mengalami dysfungsi seksual”, dan “hambatan dalam mengakses pelayanan kebidanan”.Diharapkan bidan mampu meminimalkan kejadian rupture perineum serta mampu memberikan pendampingan secara komprehensif pada ibu postpartum dengan riwayat rupture perineum.
Gambaran Kelengkapan Pendokumentasian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) di Rumah Sakit X Kota Padang Saputra, Nopan; Malini, Hema; Susanti, Mira
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.62 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.155

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) merupakan alat komunikasi dalam asuhan terintegrasi yang dilakukan oleh professional pemberi asuhan (PPA) dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Dokumentasi tidak lengkap akan membentuk kerangka kerja yang tidak baik yang akan memperburuk kerangka kerja PPA, karena dokumentasi penting kaitannya dengan praktek professional baik tenaga dokter, perawat, apoteker dan nutrisionist untuk menghindari kejadian tak diharapkan (KTD), medication error dan intervention error. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang paling mempengaruhi PPA dalam pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) di Ruang Rawat Inap RS X Kota Padang. Metode Penelitian : Rancangan penelitian adalah non eksperimen atau survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Yang dilakukan pada bulan Mei 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah Profesional pemberi asuhan (PPA) terdiri dari dokter, perawat, apoteker dan ahli gizi. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel 57. Analisa data yang digunakan adalah Chi Square. Hasil Penelitian : gambaran hasil penelitian ini menjukkan bahwa penelitian yang dilakukan RS X didapatkan kelengkapan CPPT oleh 4 profesional pemberi asuhan (PPA) masih ditemukan pengisian CPPT yang tidak lengkap 73.7% Kesimpulan : Didapatkan kelengkapan pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) di RS X Padang tidak lengkap. ABSTRACT Background : Documentation of integrated patient progress notes (CPPT) is a communication tool in integrated care carried out by professional care providers (PPA) in providing health services to patients. Incomplete documentation will form an unfavorable framework that will worsen the PPA framework, because documentation is important in relation to the professional practice of doctors, nurses, pharmacists and nutritionists to avoid unexpected events (KTD), medication errors and intervention errors. Aims: This study aims to examine the factors that most influence PPA in the documentation of integrated patient development records (CPPT) in the Inpatient Room of RS X Padang City. Methods: The research design was a non-experimental or analytic survey with a cross sectional approach. Which was conducted in May 2018. The population in this study was Professional Care Providers (PPA) consisting of doctors, nurses, pharmacists and nutritionists. The sampling technique of this study was proportional random sampling with a sample size of 57. The data analysis used was Chi Square. Results: the description of the results of this study shows that the research conducted by RS X obtained completeness of CPPT by 4 professional care givers (PPA) still found incomplete filling of CPPT 73.7% Conclusion: It was found that the documentation of integrated patient development records (CPPT) at RS X Padang was incomplete.
Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi 0-3 tahun Di Dusun Pandes 2 Wonokromo Pleret Bantul Julisia, Gita; Wulandari, Setyo Retno
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.942 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.165

Abstract

ABSTRACT Background : : According to the World Healthy Organization (WHO), 2017, globally, around indonesia, the role od baby massage is still held by traditional develoment proces. In percantage of low birt babies in the province of DIY especially in Bantul Regency reached 4.9%. One of the gevernment’s to overcome childres’s health is a manual technique in the form of massage stimulation. Research methods : This reseaarch is a quantitativ desriptive study. The sampel population in this study were all mother who had babies 0-3 year in pandes 2 wonokromo pleret bantul hamle. The sampling techniqeu in this study is accidental sampling based on chancer or meeting with the researcher. Obtained by 33 respondents. The data was taken using a questionnaire. The analysis method usus unvariate analiysis. Results and discussion : The level of kwonledge of mothers about baby massage 0-3 years is mostly good category 15 people (45.5%), knowledge about massage is mostly eneough category 19 people (57.6%), knowledge about the benefits of baby massage is mostly eneough category 15 people(45.5%), knowledge of the procedures for infant massage in most categories is sufficient for 17 (51.5%), knowledge about the recomended age for massage in most categories is sufficient for 15 people (45.5%).
Perawat sebagai garda terdepan d Faktor Prediktor Kecemasan Perawat Dalam Penanganan Covid-19 Di Rumah Sakit A Bogor Sitorus, Seven; Djubaidah, Siti; Mujianto, Efit
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.183

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sering mengalami masalah kesehatan antara lain merasa takut dan cemas. Tujuan: Untuk memprediksi faktor yang berhubungan dengan kecemasan perawat dalam penanganan Covid-19. Metode : Penelitiam deskriptif analitik dengan rancangan Cross-sectional study ini dilakukan di Rumah Sakit A Bogor pada bulan Oktober 2021. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 40 responden, instrumen penelitian ini menggunakan dZung Self Anxiety rating Scale dengan kueisionernya di isi melalui google form. Uji analisa dilakukan dengan menggunakan rumus Uji Chi-square yang untuk menganalisis hubungan antara kecemasan dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama kerja. Hasil : Sebagian besar responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) yaitu sebesar 29 (72.5%) orang, sedangkan untuk jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 37 (72.5%) orang, bila dilihat dari segi pendidikan maka pendidik terbanyak dari responden adalah D3 yaitu berjumlah 29 (72,5%) orang, data lain seperti lama kerja dengan kisaran waktu ≤ 5 tahun sebesar 27 (67.5%) orang, dan yang terakhir data terkait dari tingkat kecemasan perawat ada sebesar 20 (50.0%) orang perawat tidak cemas dan 20 (50.0%) orang perawat mengalami kecemasan. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan untuk variable usia, tingkat pendidikan, dan lama bekerja dengan kecemasan perawat dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit A Bogor dengan masing-masing Pvalue 0.036, 0.034, dan 0.043 (P < 0.05), sedangkan untuk jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kecemasan perawat dalam penanganan Covid-19 dengan Pvalue 0.231 (P > 0.05). Kata kunci : Kecemasan, Perawat, Covid-19
Hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Desa Girisekar Wilayah Kerja Puskesmas Panggang II Kabupaten Gunungkidul Antara, Antok Nurwidi; Nugroho, Agus Nurika; Chasanah, Siti Uswatun
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.187

Abstract

Hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Desa Girisekar Wilayah Kerja Puskesmas Panggang II Kabupaten Gunungkidul Agus Nurika Nugroho1, Antok Nurwidi Antara2, Siti Uswatun Chasanah3 email : antokantara1212@gmail.com INTISARI Latar belakang: Peningkatan jumlah penduduk lansia berdampak pada pola penyakit degeneratif, penyakit metabolik dan gangguan psikososial. Salah satu faktor yang memicu timbulnya penyakit hipertensi adalah status gizi berlebih yang dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres serta minimnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Girisekar wilayah kerja Puskesmas Panggang II Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian: Penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia > 60 tahun yang aktif ke posyandu lansia. Pengambilan sampel dengan simple random sampling, jumlah sampel 191 orang. Alat pengumpulan data kuesioner dan pengukuran IMT serta kejadian hipertensi. Analisis data dengan uji Spearmen Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi kurus mengalami hipertensi tingkat 1 sebesar 23,9%, status gizi normal mengalami hipertensi tingkat 1 sebesar 36,5% dan status gizi gemuk mengalami hipertensi tingkat 1 sebesar 39,6%. Uji Spearmen Rank menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 (α = 0,01), dan hasil koefisien korelasi sebesar 0,242, yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Girisekar wilayah kerja Puskesmas Panggang II Kabupaten Gunungkidul. Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia Desa Girisekar wilayah kerja Puskesmas Panggang II Kabupaten Gunungkidul. Kata Kunci: Lansia, Status Gizi, Hipertensi. 1 Prodi Keperawatan (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta 2 Prodi Keperawatan (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta 3 Prodi Kesehatan Masyarakat (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta RELATIONSHIP OF NUTRITIONAL STATUS WITH HYPERTENSION ON ELDERLY IN GIRISEKAR VILLAGE WORKING AREA PUSKESMAS PANGGANG II, GUNUNGKIDUL DISTRICT Agus Nurika Nugroho1, Antok Nurwidi Antara2, Siti Uswatun Chasanah3 Abstract Background: The increasing number of elderly population has an impact on the pattern of degenerative diseases, metabolic diseases and psychosocial disorders. One of the factors that trigger hypertension is excess nutritional status which is influenced by unhealthy diet, smoking habits, alcohol consumption, stress and lack of physical activity. The research objective: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in the elderly in Girisekar Village, the working area of ​​Panggang II Public Health Center, Gunungkidul Regency. Research method: Analytical survey research with cross sectional study design. The population in this study were elderly> 60 years who were active in the elderly posyandu. Sampling with simple random sampling, the number of samples is 191 people. Data collection tools were questionnaires and measuring BMI and the incidence of hypertension. Data analysis using the Spearmen Rank test. Results: The results showed that the nutritional status of underweight experienced hypertension level 1 was 23.9%, normal nutritional status had hypertension level 1 by 36.5% and obesity nutritional status had hypertension level 1 by 39.6%. The Spearmen Rank test shows that the value of p = 0.001 (α = 0.01), and the result of the correlation coefficient is 0.242, which means there is a relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in the elderly in Girisekar Village, the working area of ​​Panggang II Health Center Gunungkidul Regency Conclusion: There is a relationship between nutritional status and the incidence of hypertension in the elderly in Girisekar Village, the working area of ​​Panggang II Health Center Gunungkidul Regency. Keywords: Elderly, Nutritional Status, Hypertension. 1 Study Program of Nursing (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta 2 Study Program of Nursing (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta 3 Study Program of Publich Health (S1) STIKES Wira Husada Yogyakarta
Manajemen kasus spesialis Keperawatan Jiwa pada klien dengan isolasi sosial Rahayu, Prastiwi Puji; Mustikasari, Mustikasari; Putri, Yossie Susanti Eka
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.188

Abstract

Isolasi sosial merupakan suatu pengalaman menyendiri dan kesepian dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien isolasi sosial terhadap penurunan tanda dan gejala isolasi sosial serta peningkatan kemampuan klien dalam ketrampilan sosial. Terapi spesialis keperawatan yang diberikan adalah Social Skill Training (SST), Cognitive Behavior Social Skill Training (CBSST) dan Family Psychoeducation (FPE). SST diberikan pada 21 klien, SST+CBSST diberikan pada 7 klien dan FPE diberikan pada 12 keluarga. Hasil yang ditemukan SST dan CBSST efektif dalam menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta meningkatkan kemampuan klien dalam ketrampilan sosial. FPE terbukti meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien isolasi sosial. SST, CBSST, dan FPE direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien isolasi sosial.