Articles
122 Documents
PENGALAMAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA BARATAN KECAMATAN BINAKAL KABUPATEN BONDOWOSO
Hidayati, Tutik;
Hanifah, Iis;
Widayati, Agustina
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v17i2.364
Kekurangan zat besi merupakan penyebab yang umum terjadinya anemia pada kehamilan. Rendahnya konsumsi tablet Fe berkaitan dengan kepatuhan dalam konsumsi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman kepatuhan ibu hamil dalam minum tablet Fe di trimester II di Desa Baratan Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Menggunakan tekhnik pusporsive sampling dengan informan utama yaitu ibu hamil trimester II di Desa Baratan. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi kemudian divalidasi menggunakan triangulasi data, triangulasi pengamat, triangulasi teori dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini dianalisis Berdasarkan pengelompoka data. Menguji asumsi data, alternative penjelasan data, kemudian hasil penelitian ditulis. Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe menunjukkan kepatuhan ibu hamil trimester II dalam minum tablet Fe bagaimana ibu hamil mengetahui manfaat dan dampak jika tidak minum tablet Fe. Peneliti mengetahui bagaimana salama ibu hamil minum tablet Fe dan dukungan keluarga merupakan pengeuat ibu hamil jika lupa saat minum tablet Fe. Ibu hamil yang rutin ANC juga akan mendapatkan tablet Fe dari bidan yang memeriksa sehingga kepatuhan minum Fe semakin baik saat tablet Fe juga tersedia. Dari pendapat peneliti ibu hamil primigravida trimester II menunjukkan bahwa subjek pertama, kedua, dan kegita adalah ibu hamil trimester II yang memiliki pengalaman minum tablet Fe. Mereka mengatakan keluhan yang sama yaitu mual dan muntah setelah minum tablet Fe, meskipun demikian mereka tetap patuh dan rutin minum tablet Fe setiap hari, dengan dan tanpa diingatkan oleh keluarga mereka tetap rutin minum tablet Fe. Sebagian ibu faham dampak jika tidak minum tablet Fe yaitu anemia dan pendarahan. Semua ibu saat wawancara mengatakan bahwa mereka rutin setiap bulan untuk control kehamilannya ke bidan dengan di antar suami
PERUBAHAN FISIK PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER 1 DI PONKESKEL KEDEMANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KADEMANGAN KECAMATAN BONDOWOSO
Yuliana, Wahida;
Romdhani, Retno Hastri Risqi;
Nulhakim, Bawon
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v17i2.365
Selama masa kehamilan, perubahan anatomi dan fisiologi terjadi untuk memenuhi kebutuhan metabolik yang meningkat, untuk memungkinkan pertumbuhan janin yang sesuai dan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tentang “Perubahan Fisik Ibu Hamil Primigravida Trimester I Di Puskesmas Kademangan” Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Menggunakan teknik pusrposive sampling dengan informan utama yaitu ibu hamil primigravida trimester I di Desa Puskesmas Kademangan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi kemudian divalidasi menggunakan triangulasi data, triangulasi pengamat, triangulasi teori dan triangulasi metode. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan pengelompokan data, menguji asumsi data, alternatif penjelasan data, kemudian hasil penelitian ditulis. Perubahan fisik pada ibu hamil trimester I menunjukkan terjadinya perubahan fisik antara lain perubahan pada payudara, sering buang air kecil, mual muntah dan nafsu makan menurun. Perubahan fisik pada ibu hamil trimester I pasti terjadi, sebagai respons terhadap perubahan hormon dan pertumbuhan janin. Untuk itu diperlukan edukasi pada keluarga untuk selalu memberikan dukungan pada ibu hamil dan perlu adanya pendidikan kesehatan ibu hamil tentang ketidaknyamanan pada kehamilan trimester I dan penatalaksanaannya sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan aman dan nyaman
PENGURANGAN NYERI PINGGANG IBU HAMIL TRIMESTER III dengan SMILE PRENATAL YOGA
Faraswati, Riska;
Natalia, Mega Silvia
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v17i2.366
Nyeri pinggang selama kehamilan trimester III merupakan hal yang wajar dan umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh stress, penambahan berat badan, postur dan perubahan yang terjadi pada bagian otot yaitu otot melembut dan meregang. Nyeri pinggang ini tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman, mudah lelah atau menggangu istirahat. Beberapa pendekatan diberikan guna mengurangi ataupun mengatasi nyeri pinggang tersebut; salah satunya dengan melakukan prenatal Yoga. Artikel ini akan mendeskripsikan pengalaman ibu hamil trimester III yang melakukan smile prenatal yoga terhadap manfaatnya dan efeknya terutama pada nyeri pinggang yang dirasakan di masa kehamilan trimester III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus pada 3 ibu hamil trimester III yang melakukan yoga dan menerima ANC rutin sebagai partisipan dengan setting penelitian dilakukan di Puskesmas Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang direkam lalu ditranskripsi secara verbatim dan analisis tematik. Hasil yang didapatkan antara lain manfaat smile prenatal yoga dalam mengatasi rasa nyeri yang dialami ibu hamil trimester III. Ketiga informan menyampaikan bahwa dengan melakukan smile yoga teratur maka rasa nyeri pinggang berkurang dan menghilang
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ALOE VERA TERHADAP KULIT KERING PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE)
Afriyudha, Arif Yulianto;
Aini, Luthfiah Nur;
Lactona, Iil Dwi
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v17i2.367
Penatalaksaan pasien CKD (Chronic kidney disease) yaitu pengobatan yang segera terhadap terjadinya infeksi sampai ke ginjal karena mengalami penurunan imunitas. Pasien CKD (Chronic kidney disease) hampir semua mengalami gangguan pada dermatologis, diantaranya kulit kering, bersisik dan pruritus. Salah satu intervensi keperawatan yaitu pemberian aloe vera sebagai bahan alami dalam mengatasi gangguan integritas kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tingkat kulit kering sebelum dan sesudah diberikan aloevera pada pasien CKD (Chronic kidney disease). Desain penelitian ini adalah quasy eksperimental ini menggunakan pendekatan rancangan Pre-Post Test design. Populasinya seluruh pasien CKD (Chronic kidney disease) pada sebanyak 30 orang. Variable independent pemberian aloe vera dan variable dependen gangguan kulit kering. Data diambil dengan visual score. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. Dari hasil uji mann-whitney yang dilakukan didapatkan nilai asymp sig (2-tailed) sebesar 0,022 < signifikansi α (0,05) sehingga disimpulkan bahwasanya pemberian aloevera yang dilakukan pada pasien CKD (Chronic Kidney Disease) yang mengalami gangguan integritas kulit efektif untuk membantu pasien CKD (Chronic Kidney Disease) dalam mengatasi gangguan kulit yang terjadi. Implikasi dari penelitian ini adalah pemberian aloe vera bisa dipertimbangkan menjadi bahan alternative terapi pada pasien CKD (Chronic Kidney Disease).
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET TINGGI PROTEIN DAN KECEMASAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH LUMAJANG
Aini, Nur Safitri;
Suhari, Suhari;
Ro'isah, Ro'isah
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.377
Kepatuhan diet tinggi protein dan kontrol kecemasan sangat berperan dalam penyembuhan luka DM pada pasien DM yang terdapat luka. Penderita yang mengalami diabetes melitus sangat berisiko terjadinya ulkus atau gangren serta berisiko untuk dilakukan amputasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet tinggi protein dan kecemasan dengan penyembuhan luka DM di rumah sakit umum Muhammadiyah Lumajang. Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh pasien DM yang terdapat luka sebanyak 30 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner kepatuhan diet nutrisi, kecemasan dan obserasi luka DM, untuk analisa data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan kepatuhan diet cukup patuh sebanyak 16 responden (53,3%), kecemasan diperoleh cemas sedang sebanyak 13 responden (43,3 %) dan penyembuhan luka diperoleh belum sembuh sebanyak 17 ( 56,7 %). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,002 dapat disimpulkan p < α ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet tinggi protein dengan penyembuhan luka. Ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan penyembuhan luka p = 0,006 ( p < α ).Uji analisis dengan menggunakan uji regresi kepatuhan dengan penyembuhan luka mempunyai nilai OR 26,02 artinya kepatuhan diet tinggi protein yang dilaksanakan dengan patuh mempunyai peluang 26,02 kali menghasilkan penyembuhan luka yang sembuh setelah dikontrol oleh kecemasan. Diharapkan pasien DM yang terdapat luka mematuhi diet tinggi protein, keluarga membantu dalam mendampingi dan memantau diet tinggi protein, pasien bisa mengontrol kecemasan dengan teknik relaksasi dan yakin bahwa luka yang diderita bisa sembuh.
EFEKTIFITAS SENAM DIABETES MELLITUS DAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI DESA SUMBERWRINGIN
Abidin, Akhmad Zaenal;
Widhiyanto, Alwin;
Laili, Nurul
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.378
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum dan berpotensi mengancam jiwa di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam diabetes mellitus (DM) dan terapi tertawa terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di Desa Sumberwringin. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model two group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: 15 responden kelompok terapi senam DM dan 15 responden kelompok terapi tertawa, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden di Desa Sumberwringin memiliki kadar glukosa darah kategori hiperglikemia berat, dengan 12 responden (80%) pada kelompok senam DM dan 13 responden (80%) pada kelompok terapi tertawa. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan pada kadar glukosa darah, di mana 10 responden (66,7%) pada kelompok senam DM mencapai kategori glukosa normal, sementara 8 responden (53,3%) pada kelompok terapi tertawa mencapai kategori prediabetes. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa baik senam DM maupun terapi tertawa berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai p<0,05, yaitu 0,000 untuk senam DM dan 0,001 untuk terapi tertawa. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua intervensi tersebut efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di desa Sumberwringin, dengan senam DM memberikan pengaruh yang lebih signifikan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa senam DM dan terapi tertawa dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN SPIRITUALITAS DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA PASIEN GONORE DI KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG
Wardoyo, Wardoyo;
Isnawati, Iin Aini;
Suhari, Suhari
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.379
Gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual yang penyebarannya sangat dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko. Religiusitas dan spiritualitas dipandang sebagai faktor yang dapat mempengaruhi keputusan moral individu, termasuk dalam perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan spiritualitas dengan perilaku seks bebas pada pasien gonore (GO) di Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan pengumpulan data melalui angket/kuesioner. Populasi sebanyak 35 respoden dan Sampel penelitian terdiri dari 35 responden yang dipilih dengan metode total sampling. Uji analisis dengan menggunakan uji Spearmank rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat religiusitas yang kurang baik sebanyak 20 responden (57,1%) dan tingkat spiritualitas yang kurang baik juga sebanyak 20 responden (57,1%). Selain itu, perilaku seks bebas dalam kategori negatif ditemukan pada 22 responden (62,9%). Analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dan perilaku seks bebas dengan nilai α < 0,05 (0,000). Hasil yang sama juga ditemukan pada hubungan antara spiritualitas dan perilaku seks bebas, dengan nilai α < 0,05 (0,000). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya tingkat religiusitas dan spiritualitas berkaitan dengan tingginya perilaku seks bebas negatif pada pasien gonore. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pendidikan religius dan spiritual untuk mengurangi perilaku seksual berisiko pada pasien gonore.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG IGD TRIASE KUNING UPT PUSKESMAS PENANGGAL
Ghozalba, Iqbal Maulana;
Marfuah, Marfuah;
Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.380
Sistem triase dapat memicu kecemburuan antar pasien dan keluarga pasien karena kurangnya rasa kepedulian keluarga pasien dalam prioritas penanganan triase di IGD. Sehingga keluarga pasien berasumsi penanganan di IGD lama yang menyebabkan kecemasan keluarga pasien di ruang triase meningkat. Menurut Kemenkes RI di Jawa Timur angka kejadian kecemasan tercatat sebesar 7,5%. Prevalensi kecemasan pada usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Jember diketahui sebanyak 12,5% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di triase kuning. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan pada Juli 2024 dengan jumlah populasi 50 responden dan sampel sebanyak 45 dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner HARS. Pengolahan data meliputi coding, editing, dan tabulating, kemudian dianalisis dengan software SPSS uji Spearman Rho dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28 responden memiliki komunkasi terapeutik yang baik, sedangkan terdapat 23 responden memiliki tingkat kecemasan sedang. Setelah dilakukan uji spearman rho menunjukkan p value 0,000 lebih kecil dibandingkan α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di triase kuning IGD UPT Puskesmas Penanggal. Diharapkan penelitian dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada pasien dan keluarga sehingga dapat melakukan komunikasi terapeutik dengan baik. Selain itu bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi referensi dan dapat mengembangkan penelitian dengan judul sama tetapi metode yang berbeda.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUNJUNGAN PASIEN DM TIPE 2 DI POSBINDU PTM WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABRUK KIDUL KABUPATEN LUMAJANG
Usnia, Rovi;
Yunita, Rizka;
Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.381
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Self Efficacy pada pasien diabetes melitus akan mempengaruhi pasien dalam berperilaku dan berkomitmen, sehingga dengan Self Efficacy yang kuat memiliki harapan yang besar terhadap suksesnya pencapaian tujuan, sedangkan individu dengan Self efficacy yang rendah memiliki keraguan dalam mencapai tujuannya. Efikasi diri dapat mendorong keyakinan penderita diabetes mellitus untuk berperilaku positif melakukan penyesuaian gaya hidup untuk mencapai tujuan pengobatannya salah satunya melakukan kunjungan ke Posbindu PTM untuk melakukan pemantauan kondisi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain metode Korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh Pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Labruk Kidul sebesar 395 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan tehnik stratified simple random sampling didapatkan sampel sejumlah 199 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup dan pengumpulan data secara retrospektif yaitu diambil dari data buku register Posbindu PTM mulai bulan Januari sampai Desember 2023. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mempunyai nilai Self Efficacy kurang sebanyak 82 responden (41,2%) dan sebagian besar responden tidak aktiv berkunjung ke Posbindu PTM sebanyak 133 responden (66,8%). Setelah dilakukan uji statistik Spearman rank mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,005 dan r correlation coefficient 0,720, maka artinya ada hubungan antara self efficacy dengan kunjungan pasien DM tipe 2 di Posbindu PTM Wilayah Kerja Puskesmas Labruk Kidul. Meningkatkan self efficacy sangat penting untuk penderita DM tipe 2 karena dengan self efficacy yang baik akan memiliki keyakinan maupun kesadaran diri akan sembuh dari penyakitnya sehingga aktiv berkunjung ke Posbindu PTM
HUBUNGAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN POSBINDU PTM DI DESA KEBONSARI KECAMATAN SUMBERSUKO KABUPATEN LUMAJANG
Susanti, Ari;
Laili, Nurul;
Hartono, Dodik
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v18i1.382
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, yang perkembangannya berjalan perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Penyakit tidak menular tadinya lebih banyak terjadi pada kelompok usia tua, namun sekarang penyakit ini mulai ditemui pada masyarakat yang masih usia produktif. Pos pembinaan terpadu PTM adalah upaya kesehatan masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular dengan melibatkan Masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kunjungan posbindu PTM. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua peserta posbindu sebanyak 212 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik simple random sampling sebanyak 139 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearman’s rho. Hasil penelitian ini menunjukkan peran tenaga Kesehatan yaitu baik sebanyak 101 responden (72,7%), dan kepatuhan kunjungan posbindu PTM yaitu patuh sebanyak 98 responden (70,5%). Hasil uji analisis menggunakan spearman’s rho, ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kunjungan posbindu PTM didapatkan nilai = 0,000 < α = 0,05. Peran tenaga kesehatan sangat penting bagi keaktifan kunjungan posbindu PTM, karena kegiatan posbindu sebagai upaya pencegahan dan pengendalian PTM secara komprehensif dan terintegrasi melalui upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan.