cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Karakteristik dan Pola Pengobatan Diuretik Pada Pasien Asites Di Rawat Inap Rumah Sakit Islam Samarinda Tahun Periode Januari-Desember 2015 Beria Kundharindi; Arsyik Ibrahim; Welinda Dyah Ayu
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.387 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.62

Abstract

Asites adalah akumulasi cairan di dalam rongga peritoneum yang merupakan salah satu komplikasi penting pada pasien sirosis hati. Penelitian ini meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, umur dan pekerjaan) serta pola pengobatan diuretik. Metode yang digunakan ialah retrospektif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 19 kasus. Hasil penelitian menunjukkan 15 kasus (79%) pasien asites berjenis kelamin laki-laki sedangkan 4 kasus (21%) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan umur diperoleh 2 kasus (10,5%) umur <40 tahun, 4 kasus (21%) umur 40-49 tahun, 11 kasus (58%) umur 50-59 tahun dan 2 kasus (10,5%) umur >60 tahun. Berdasarkan jenis pekerjaan diperoleh 9 kasus (47%) pegawai swasta, 3 kasus (16%) PNS, 3 kasus ibu rumah tangga, 2 kasus (11%) pengganguran, 1 kasus (5%) wiraswasta, 1 kasus (5%) petani. Pola pengobatan pada pasien asites berdasarkan standar European Association or the Study of the Liver diperoleh 9% kesesuaian penggunaan spironolakton dan 100% ketidaksesuaian penggunaan kombinasi spironolakton dan furosemid.
Pola Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Sesar (Sectio Caesarean) Di Rumah Sakit Islam Samarinda Elsha Wiguna Sumanti; Welinda Dyah Ayu; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.083 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.63

Abstract

Angka kejadian kelahiran dengan bedah sesar meningkat setiap tahunnya, sehingga kebanyakan pasien bedah sesar diberikan antibiotik profilaksis untuk mencegah kejadian infeksi luka operasi (ILO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di Rumah Sakit Islam Samarinda. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik pasien. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Adapun kriteria inklusi pasien yang digunakan adalah pasien yang melahirkan secara bedah sesar dan pasien yang memiliki data rekam medik yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien bedah sesar berdasarkan usia tertinggi pada usia 20-35 tahun sebanyak 78,14% (118 pasien), sebanyak 35,09% (53 pasien) berdasarkan frekuensi kehamilan tertinggi pada kehamilan kedua, serta berdasarkan indikasi medis tertinggi pada bedah sesar berulang sebanyak 33,77% (51 pasien). Gambaran penggunaan antibiotik yang digunakan tertinggi adalah sefotaksim sebanyak 73,50% (111 pasien), 15,23% (23 pasien) mendapatkan seftriakson, 0,66% (1 pasien) mendapatkan amoksisilin, 0,66% (1 pasien) mendapatkan sefoperazon dan 9,93% pasien (15 pasien) tidak mendapatkan antibiotik. Pola penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di Rumah Sakit Islam Samarinda tertinggi adalah sefotaksim (73,50%).
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda Helen Natalia Yuluci; Nur Mita; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.491 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.64

Abstract

Skizofrenia merupakan bentuk psikosis fungsional paling berat dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Di Indonesia, penyakit skizofrenia berkisar antara 0,3-1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien skizofrenia dan mengetahui pola pengobatan antipsikotik pasien skizofrenia. Metode ini dilakukan dengan pendekatan secara prospektif dengan menggunakan hasil observasi. Hasil penelitian karakteristik pasien skizofrenia menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (62,26 %), usia pada masa dewasa awal, 26-35 (41,51 %), memiliki status perkawinan belum menikah (29,25 %), mayoritas jenis skizofrenia yang diderita adalah skizofrenia tak terinci (54,72 %), tidak memiliki pekerjaan (88,68 %), dengan lama gangguan 1-5 tahun (65,09 %). Terapi pengobatan antipsikotik yang sering digunakan dalam resep tunggal adalah antipsikotik atipikal, clozapin yang merupakan golongan dibenzodiazepin (59,28 %), dan pada resep kombinasi yang paling sering digunakan adalah golongan tipikal dan golongan atipikal, kombinasi haloperidol dan clozapin (36,4 %). Pola ketepatan dosis untuk obat klorpromazin 100% sesuai, trifluoresin 100% sesuai, haloperidol 97,2% sesuai dan 2,8% tidak sesuai, Clozapin 73,91% sesuai, dan 26,09% tidak sesuai, risperidon 96,3% sesuai dan 3,7% tidak sesuai. Berdasarkan hasil yang dapat disimpulkan, pasien skizofrenia akan diberi terapi antipsikotik generasi pertama, klorpromazin, triflurezin, haloperidol. Dan antipsikotik generasi kedua, clozapin dan risperidon.
Penerapan Ionic Liquid (ILs) Sebagai Pelarut Alternatif Untuk Mengekstraksi Komponen Aktif Dari Tumbuhan Obat: Review Islamudin Ahmad; Abdul Mun’im
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.369 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.65

Abstract

Selama dekade terakhir ionic liquids (ILs) merupakan pelarut alternatif baru dengan campuran (kation dan anion) memiliki sifat fisik dan sifat larutan yang spesifik dan telah terbukti sebagai substituen menjanjikan dari pelarut organik konvensional yang mudah terbakar, mudah menguap, dan beracun dalam berbagai proses. Dalam literatur dan penelitian, senyawa ini sering disebut pelarut ramah lingkungan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir persepsi kehijauan berubah secara dramatis sebagai komunitas saintis yang mulai proaktif menilai resiko aplikasi bahan kimia berdasarkan pada seluruh siklus kehidupan. Aplikasi ILs dalam memisahkan komponen aktif dari tumbuhan obat dapat dilakukan dengan dibantu berbagai metode ekstraksi antara lain; heat refluks extraction (IL-HRE), microwave-assisted extraction (IL-MAE), ultrasound-assisted extraction (IL-UAE), IL-assisted ultrahigh pressure extraction (IL-UPE), supercritical fluid extraction (IL-SFE) dan negative-pressure cavitation-assisted extraction (IL-NPCE). Beberapa komponen aktif dari tumbuhan obat telah di ekstraksi menggunakan pelarut ionic liquid (ILs) antara lain; piperine, caffein, kuersetin, asam gallat, apigenin, stilbel, koumarin, flavanoid, ginsenosida (saponin), artemisin, dan lain-lain. Ulasan terkini memberikan gambaran komprehensif mengenai ILs sebagai pelarut alternatif dari pelarut organik konvensional untuk ekstraksi senyawa metabolit sekunder dari matriks tumbuhan obat. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi efisiensi ekstraksi, toksisitas, dan mekanisme ekstraksi menggunakan ILs dengan penekanan khusus pada potensi dampak lingkungan dan secara inheren aman bagi peneliti.
Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Analgesik NSAID Pada Pasien Pasca Operasi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Kurnia Rizki Ramadani; Dewi Rahmawati; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.261 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.66

Abstract

Analgesik NSAID merupakan obat analgesik perifer yang dapat menghambat sintesis prostaglandin melalui penghambatan enzim siklooksigenase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan mengkaji penggunaan obat analgesik NSAID sebagai obat anti nyeri pada pasien pasca operasi. Metode penelitian yang digunakan berupa metode non eksperimental secara deskriptif. Penelitian ini melibatkan 90 orang pasien yang kemudian dikarakterisasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan terakhir dan jenis operasi. Kemudian dikelompokkan penggunaan obat analgesik NSAID. Hasil yang diperoleh sebanyak 54,44% berjenis kelamin laki-laki dan 45,56% berjenis kelamin perempuan. Usia remaja sebanyak 10%, dewasa 50% dan lansia 40%. Jenis operasi major sebanyak 56,66% dan operasi minor 43,33%. Dari pola penggunaan obat yang diperoleh 38,88% digunakan turunan pirazolin, 14,44% turunan asam karboksilat pirolizin, 5,55% turunan fenamat, 4,44% turunan asam propionat, 1,11% turunan para-aminofenol, 0% turunan asam asetat dan 35,55% penggunaan obat kombinasi. Dosis yang digunakan dari setiap terapi secara keseluruhan telah sesuai. Rute pemberian tunggal oral 11,11%; tunggal parenteral 54,4%; dan kombinasi keduanya 34,44%.
Analisis Bahan Kimia Berbahaya pada Krim Pencerah Wajah yang Beredar Di Kota Samarinda Muhammad Ardan; Risna Agustina; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.852 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.67

Abstract

Pemakaian merkuri dan hidrokuinon dalam krim pemutih kulit dapat menimbulkan perubahan warna kulit yang dapat menyebabkan bintik hitam pada kulit setelah penghentian pemakaian secara permanen, bahkan pemakaian dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, kanker dan gangguan perkembangan janin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada senyawa merkuri dan hidrokuinon yang ditambahkan pada sediaan krim pencerah wajah yang beredar di Kota Samarinda. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif, uji merkuri dilakukan sengan reaksi warna dengan penambahan KI 0,5N. Hasil positif merkuri berupa larutan berwarna orange sampai merah bata. Sedangkan uji hidrokuinon secara semi kuantitatif dengan perhitungan nilai Rf pada KLT. Berdasarkan hasil uji diperoleh dari 6 sampel yang terdiri atas 4 sampel tanpa nomor registrasi dan 2 sampel dengan nomor registrasi palsu. seluruhnya positif mengandung merkuri dan dari semua sampel tersebut menunjukkan hasil negatif kandungan hidrokuinon.
Analisis Kadar Nikotin Rokok Herbal Indonesia Rahmat Nur Hidayat; Adam M. Ramadhan; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.983 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.68

Abstract

Fenomena di masyarakat saat ini adalah meyakini bahwa rokok herbal tidak memiliki kandungan nikotin. Untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai kandungan nikotin pada rokok herbal, dilakukan penelitian identifikasi senyawa metabolit sekunder dan analisis kadar nikotin pada rokok herbal dilakukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 262 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan metabolit sekunder pada 5 jenis rokok herbal yang diteliti antara lain alkaloid, fenol, dan terpenoid, sedangkan saponin hanya diperoleh pada satu jenis rokok herbal. Kandungan nikotin perbatang rokok herbal A, B, C, D, dan E adalah berturut-berturut sebesar 1,127 mg, 0,592 mg, 1,538 mg, 0,706 mg, dan 1,213 mg. Hal ini menunjukkan bahwa rokok herbal B dan D memiliki kandungan nikotin yang hampir sama dengan salah satu rokok konvensional yaitu 0,629 mg. Sementara rokok herbal A, C, dan E memiliki kandungan nikotin yang lebih besar dibandingkan dengan rokok konvensional.
Karakteristik dan Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Di RSUD A.W. Sjahranie Periode Desember 2015- Januari 2016 Rania Afifa Yasmin; Welinda Dyah Ayu; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.501 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.69

Abstract

Jumlah penderita diabetes melitus di dunia mencapai 382 juta jiwa pada tahun 2013. Posisi Indonesia berada pada peringkat ke 7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang. Keberhasilan suatu pengobatan dipengaruhi oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatannya. Pada terapi jangka panjang kepatuhan pasien umumnya rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil pemberian pesan singkat pengingat (reminder) terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus di Instalasi Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif selama periode Desember 2015- Januari 2016. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 25 pasien diabetes melitus mendapatkan intervensi pesan singkat pengingat minum obat setiap hari selama satu periode terapi. Hasil penelitian berupa karakterisktik subjek penelitian berdasarkan umur menunjukkan bahwa pasien usia 41-60 tahun sebanyak 19 pasien (76%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki yaitu sebanyak 18 pasien (72%), berdasarkan pendidikan terakhir SD yaitu 12 pasien (48%), berdasarkan pekerjaan yakni ibu rumah tangga sebanyak 18 pasien (72%), pasien dengan riwayat keluarga diabetes melitus sebanyak 14 pasien (56%). Hasil kepatuhan pasien melalui perhitungan sisa obat (pill count) sebanyak 17 pasien memiliki kepatuhan 100% terhadap terapi pengobatannya.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pada Pasien Pediatri Penderita ISPA Di Puskesmas Remaja Samarinda Redemptus Patria Adeliriansyah; Victoria Yulita Fitriani; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.947 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.70

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang mengenai struktur saluran pernafasan diatas laring yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang masyarakat dan menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan ISPA yang diberikan pada pasien pediatri. Penelitian ini bersifat prospektif yang menggunakan kuisioner yang telah divalidasi untuk mengambil data dari pasien anak yang didiagnosa ISPA. Jumlah pasien yang diteliti sebanyak 15 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien perempuan 80%, laki-laki 20%, balita 53%, anak-anak 47%, pekerjaan orang tua IRT 73%, pendidikan orang tua SMA sederajat 73%. Berdasarkan diagnosis dibagi menjadi 4 kelompok yaitu sinusitis akut (J01) 6,5%, faringitis akut (J02) 6,5%, tonsilitis akut (J03) 60%, dan ISPA tidak spesifik (J069) 27%. Pola ketepatan pengobatan pemberian antibiotik untuk kategori J01 dan J02 100 % tidak tepat, kategori J03 55,56% tepat dan 44,44% tidak tepat, kategori J069 100% tidak tepat dengan golongan antibiotik yang digunakan adalah golongan makrolida dan turunan penisilin. obat penunjang yang diberikan adalah kortikosterid, ß2-agonist, mukolitik, antihistamin, analgesik-antipiretik, ekspektoran, vitamin. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan, setiap pasien ISPA pediatrik akan diberi 2 terapi yaitu terapi antibiotik dan terapi penunjang.
Terapi Penggunaan Obat Stroke Pada Pasien Stroke Iskemik Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Renny Anggraini; Victoria Yulita Fitriani; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.494 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.71

Abstract

Stroke Iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan penggunaan obat stroke pada pasien stroke iskemik yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental dengan rancangan analisis deksriptif menggunakan data rekam medik yang dikumpulkan secara retrospektif dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 pasien. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan rancangan non probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien stroke iskemik tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (59,09%), berdasarkan usia adalah kelompok usia 41-65 tahun (70,00%), berdasarkan pendidikan terakhir adalah SMA atau sederajat (20,00%) dan berdasarkan pekerjaan adalah pegawai swasta (40,00%). Obat yang paling banyak digunakan pada terapi stroke iskemik adalah obat golongan aktivator serebral dan vasodilator perifer yaitu obat citicolin (82,73%) dengan dosis obat 500 mg dan lama pengobatan yang paling banyak terjadi pada hari ke 5 – 10 hari (56,37%).

Page 7 of 62 | Total Record : 612


Filter by Year

2015 2023