cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Karakteristik Penggunaan Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan Gangguan Ginjal di Instalasi Rawat Inap RSUD A.W. Sjahranie Samarinda Retri Atika; Muhammad Amir Masruhim; Victoria Yulita Fitriani
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.115 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.72

Abstract

Diabetes Mellitus dapat menyebabkan komplikasi diantaranya nefropati diabetika yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Salah satu terapi yang biasa digunakan untuk pasien Diabetes Mellitus disertai komplikasi adalah dengan penggunaan insulin. Sehingga kita perlu mengetahui jenis insulin dan penggunaan insulin yang sesuai untuk pasien Diabetes Mellitus dengan komplikasi gangguan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien DM tipe II dengan gangguan ginjal dan untuk mempelajari penggunaan insulin pada pasien DM tipe II dengan gangguan ginjal. Penelitian ini menggunakan metode cohort bersifat prospektif dengan teknik sampel (purposive sampling) yaitu pemilihan sampel dimana peneliti langsung memilih sampel yang telah ditentukan (sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi). Dimana data diperoleh dari rekam medik pasien yang sedang menjalani pengobatan di instalasi rawat inap Rumah Sakit A.W. SJAHRANIE dan dilakukan wawancara terhadap pasien. Dari hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik pasien Diabetes Mellitus di RSUD A.W. SJAHRANIE meliputi paling banyak 70% berjenis kelamin perempuan, dengan usia 50-60 tahun sebesar 45%, riwayat penyakit terdahulu adalah DM sebanyak 30%, lama pasien menderita penyakit DM 5-10 tahun sebesar 40%, jenis pekerjaan pasien yaitu ibu rumah tangga sebanyak 60%, dan jenis pendidikan terakhir pasien adalah sekolah dasar (SD) sebesar 55%. Pasien DM tipe II dengan gangguan ginjal diketahui paling banyak menggunakan insulin apidra dengan persentase 25%, untuk penggunaan insulin levemir dan novorapid masing-masing sebesar 15% dan 20% dan penggunaan insulin yang paling sedikit adalah insulin lantus dengan persentase 5%. Terdapat 50% pasien yang tidak menggunakan insulin, hal ini dikarenakan nilai GDS pasien yang masih di batas nilai normal.
Kajian Penggunaan Antibiotik Penderita Diare pada Pasien Pediatrik di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Rita Yuniati; Nur Mita; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.298 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.73

Abstract

Diare merupakan kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Diare pada bayi dan anak-anak adalah pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam. Antibiotik diindikasikan untuk diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta pola penggunaan antibiotik penderita diare pada pasien pediatrik. Metode penelitian yang digunakan bersifat non eksperimental dengan pendekatan observasional secara prospektif. Data dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian adalah penderita diare pada pasien pediatrik yang menggunakan antibiotik sebanyak 42 pasien, yang kemudian dikarakterisasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan orang tua serta penggunaan antibiotik. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu laki-laki (61,90%), perempuan (38,10%), pendidikan dan pekerjaan orang tua yaitu SLTA (47,62%) dan swasta (57,14%) serta usia 1-12 tahun (71,43%). Antibiotik yang digunakan adalah amikacin (2,13%), ampicillin (21,27%), cefotaxime (34,04%), ceftriaxone (21,27%), colistin (2,13%), cotrimoxazole (14,89%), meropenem (2,13%) dan metronidazole (2,13%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa penderita diare pada pasien pediatrik lebih banyak terjadi pada laki-laki dan antibiotik yang dominan digunakan sebagai terapi pengobatan diare adalah golongan cephalosphorin generasi ketiga yaitu cefotaxime.
Isolasi dan Karakteristik Bakteri Dalam Lamun Enhalus acroides di Perairan Pasarwajo Buton Sabaniah Indjar Gama
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.83 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.74

Abstract

Lamun Enhalus acroides merupakan sumber makanan penting bagi banyak organisme diperairan, selain itu juga lamun memberikan habitat bagi berbagai makorganisme dan mikroorganisme laut, salah satunya adalah bakteri karena lamun menyediakan tempat hidup serta nutrisi pada bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri yang berada pada lamun Enhalus acoroides, menentukan laju pertumbuhan bakteri yang bersimbion pada lamun dan menentukan jenis bakteri yang diisolasi pada lamun. Adapun tahapan-tahapan adalah isolasi, identifikasi bakteri dengan uji fisiologis (pewarnaan), uji biokimia. Berdasarkan hasil penelitian bahwasanya bakteri yang bersimbion pada lamun Enhalus acoroides tumbuh pada suhu maksimum 27oC pada pengenceran 10-2. Sedangkan penentuan karakter morfologi dan pewarnaan gram bakteri simbion, dilakukan berdasarkan Microbiology Laboratory Manual dan menunjukkan bahwa morfologi sel bakteri yang berada pada lamun yaitu basill (batang), hasil perwarnaan gram pada bakteri lamun diperoleh gram negatif, begitu juga uji biokimia dan dapat bahwa bakteri yang bersimbion pada lamun adalah Klebsiella sp.
Analisis dan Hubungan Kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Islam Samarinda Santy Dara Krisnawati; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.192 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.75

Abstract

Menyediakan Pelayanan Informasi Obat dengan kualitas yang baik agar tercapainya kepuasan pasien saat berobat adalah suatu strategi dan elemen krusial untuk kesuksesan jangka panjang suatu Rumah Sakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan informasi obat di RSI Samarinda, Mengukur kepuasan pasien ditinjau dari dimensi servqual, mengetahui hubungan antara kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan kepuasan pasien dan mengetahui pengaruh karakteristik pasien. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross secsional menggunakan kuisioner dengan sampel 100 orang secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji T-One Sample, Corelate Spearman-Rho untuk kepuasan pasien dan kualitas Pelayanan Informasi Obat, Analisis deskriftif pie chart untuk karakteristik pasien. Hasil penelitian rata-rata kualitas pelayanan informasi obat 70% pada kondisi baik dan kepuasan pasien 70% pada tingkatan memuaskan. Sampel didominasi oleh 68% wanita usia 25-34 tahun dengan tingkat pendidikan SMA. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara kualitas Pelayanan Informasi Obat dengan kepuasan pasien di rumah Sakit Islam Samarinda.
Karakteristik dan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Aji Batara Agung Dewa Sakti Sinta Octaviana; Jaka Fadraersada; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.083 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.76

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula di dalam darah. Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar, karena dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi lainnya dan menjadi penyebab kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, penggunaan obat, serta adanya potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Aji Batara Agung Dewa Sakti periode Januari-Desember tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif menggunakan data rekam medik pasien sebanyak 314. Karakteristik pasien DM terbanyak adalah pasien berjenis kelamin perempuan (64,65%) dengan usia 41-65 tahun (77,70%). Obat yang paling banyak digunakan pada terapi DM adalah metformin (34,54%). Potensi interaksi obat total antara obat antidiabetes oral dengan obat lain adalah (3,6%).
Karakteristik dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Beberapa Rumah Sakit Di Samarinda Periode 2015 Sri Andriani Allo Bulawan; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.147 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.77

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik yang termasuk dalam masalah kesehatan di negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dibeberapa Rumah Sakit di Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode analisis secara deskriptif. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan rancangan probability sampling menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien demam tifoid tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (52,22 %), berdasarkan usia adalah kelompok umur 18-40 tahun (80 %), berdasarkan pendidikan adalah SD (42,68%) dan berdasarkan pekerjaan adalah swasta (46,43%). Penggunaan antibiotik terbanyak pada sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson (52,22 %).
Identifikasi Obat Penginduksi Kerusakan Hati Pada Pasien Hepatitis di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Tiara Dewi; Muhammad Amir Masruhim; Riski Sulistiarini
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.245 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.78

Abstract

Hepatitis merupakan salah satu penyakit pada organ hati yang disebabkan oleh virus. Pada pengobatan hepatitis masih ditemukan pemberian obat-obat yang berefek hepatotoksik yang dikhawatirkan dapat memperburuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hepatitis, menemukan adanya pemberian obat-obat hepatotoksik pada pasien hepatitis dan mengetahui persentase pemberian obat-obat hepatotoksik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan purposive sampling dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 77 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik terbanyak adalah pasien berjenis kelamin laki-laki (93,50%) dengan usia 18-40 tahun (59,74%) dan dari 77 subjek penelitian diketahui 60 pasien (77,92%) mendapatkan obat-obat hepatotoksik dan persentase rata-rata obat-obat hepatotoksik yang diberikan pada 60 pasien tersebut adalah 48%. Obat hepatotoksik yang paling banyak digunakan adalah parasetamol dengan persentase sebesar 9,37%.
Analisis Penggunaan Obat Herbal Pada Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Dewi Rahmawati; Rina Fitriani
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.358 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.79

Abstract

Penggunaan obat herbal dan obat tradisional sebagai alternatif penyembuhan penyakit semakin meningkat di Indonesia karena sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa hebal tidak mempunyai efek samping. Selama kurun waktu 2000-2006 terjadi peningkatan penggunaan obat tradisional, yang dilakukan untuk pengobatan sendiri (swamedikasi). Data yang diperoleh dari 15,2% menjadi 38,30%. Diabetes mellitus (DM) atau dikenal juga dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit kronis. Pengobatan penyakit diabetes mellitus dilakukan secara terus-menerus untuk mengontrol kadar gula darahnya. Kondisi ini membuat pasien DM menjadi bosan untuk meminum obat. Pengobatan alternatif yang biasanya dilakukan oleh pasien DM adalah pemanfaatan obat herbal atau pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat herbal pada pasien diabetes mellitus. Penelitian yang dilakukan secara obeservasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 75 pasien. Dari hasil penelitian diperoleh data penggunan obat herbal atau obat tradisional pada pasien diabetes melittus sebanyak 62.32% sebagai obat komplementer. Jenis-jenis obat herbal atau obat tradisional yang digunakan adalah kulit manggis sebanyak 78,95%, daun sirsak sebanyak 42,10%, propolis sebanyak 7,89%, brotowali sebanyak 2,63%.
Strategi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman dalam Pemanfaatan Sumberdaya Alam Hayati Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.461 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.80

Abstract

Keunggulan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman yang tercantum dalam visi dan misinya adalah pemanfaatan sumberdaya alam hayati sebagai produk farmasi yang menyehatkan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Paradigma dasar perumusan visi tersebut tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi harus berperan langsung dalam perbaikan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan tugas dan fungsi Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pola pendidikan yang diterapkan antara lain melalui materi kurikulum dan fasilitas laboratorium yang sesuai dengan visi dan misi tersebut yaitu (1) materi kurikulum berorientasi menemukan bahan baku produk farmasi, membuat produk farmasi yang efektif (manjur, aman, nyaman) dari bahan-bahan baku yang ditemukan, menjamin kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan sebelum dan setelah edar, serta penggunaan produk farmasi yang efektif (manjur, aman, nyaman) dalam bentuk pelayanan kepada pasien (individu) dan masyarakat (2) laboratorium dikembangkan dalam tiga kelompok yaitu (a) laboratorium pendidikan kefarmasian sebagai tempat praktikum mahasiswa (b) laboratorium Riset dan Pengembangan Kefarmasiaan sebagai tempat riset untuk menemukan bahan baku produk farmasi (industrsi bahan baku), membuat produk farmasi (industri formulasi), menjamin mutu dan keamanan produk farmasi sebelum dan setelah edar serta (c) laboratorium praktek kerja kefarmasian yang berperan sebagai latihan kerja terkait pelayanan farmasi. Berdasarkan visi dengan paradigma dasar tersebut, maka strategi pemanfaatan sumberdaya hayati sebagai bahan farmasi potensial yaitu (a) wajib memiliki laboratorium Riset dan Pengembangan Kefarmasian yang berperan menemukan bahan baku produk farmasi dan perbanyakannya yang bersumber dari bahan alami termasuk hayati dan sintetis atau hasil modifikasi molekul alami, pembuatan produk farmasi yang efektif dari bahan baku tersebut (b) memiliki lahan kebun farmasi herbal pendidikan sebagai tempat penanaman herbal yang telah ditemukan laboratorium riset (c) memiliki industri farmasi sederhana berupa industri bahan baku bahan farmasi dan industri farmasi formulasi atau pembuatan produk (c) memiliki DIPA-PNBP anggaran penelitian rutin minimal Rp. 1 M/tahun untuk penelitian penemuan dan perbanyakan bahan baku bahan farmasi, penelitian formulasi produk farmasi yang efektif, serta penelitian penjaminan mutu dan keamanan produk farmasi. Obyek utama penelitian untuk penemuan bahan baku bahan farmasi adalah sumberdaya alam hayati karena Kalimantan Timur memiliki potensi tersebut. Dengan demikian Fakultas Farmasi UNMUL pada masa yang akan datang akan menemukan berbagai produk farmasi potensial dari bahan alami hayati yang dapat berperan sebagai sumber pendapatan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Perjalanan & Prospek Produk Herbal di Indonesia Rachmat Sarwono
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.658 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.81

Abstract

Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sekarang ini, obat tradisional atau lebih dikenal sebagai Jamu/Herbal sudah banyak berinovasi dari berbagai aspek seperti grade (Jamu, Obat Herbal Terstandard, Fitofarmaka), klaim khasiat, proses produksi, teknologi yang digunakan, hingga bentuk sediaan yang lebih praktis untuk dikonsumsi seperti kapsul, pil, kaplet, cairan obat dalam dll. Industri Jamu Borobudur telah menerapkan CPOTB/GMP dan menggunakan mesin-mesin modern buatan Jerman yang sangat mendukung dalam proses produksi sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Disamping itu penggunaan software ERP SAP, membuat semua data yang ada diperusahaan dapat terintegrasi dengan baik untuk semua departemen, sehingga memudahkan management untuk memantu semua proses produksi maupun marketing, sehingga dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Software SAP memudahkan mampu telusur produk dari awal proses (bahan baku) sampai produk jadi (finish good). Dengan slogan back to nature, peluang pemakaian herbal didunia meningkat, baik pasar domestik maupun internasional. Di pasar domestic, herbal mulai diterima di pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik & rumah sakit, sedangkan pasar internasional, penggunaan herbal semakin meningkat seperti di Amerika dan Eropa. Saat ini produk-produk borobudur telah diekspor ke beberapa negara seperti Rusia, Jepang, Amerika, Malaysia, Filipina, Saudi Arabia dll. Untuk bisa bersaing di pasar global, perusahaan harus mempunyai strategi yang tepat, antara lain : penggunaan bahan baku (local content) yang tinggi, market oriented (bukan profit oriented), iklan (media cetak, televisi, maupun online), pameran, dan menerapkan sistem 5P (product, price, place, promotion & personal). Syarat utama agar Herbal dapat bersaing dan diterima di pasar internasional, maka produk herbal harus AMAN, BERMUTU DAN BERKHASIAT.

Page 8 of 62 | Total Record : 612


Filter by Year

2015 2023