cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Kebijakan Pengembangan Tanaman Obat Yul Harry Bahar
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.973 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.82

Abstract

-
Konservasi Tumbuhan Obat Kalimantan Timur dalam Perspektif Kehutanan dan Lingkungan Hidup “Penggalian, Pemanfaatan dan Pemanfaatan Berkelanjutan” Suryanto Suryanto; Ahmad Gadang Pamungkas; Teguh Muslim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.813 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.83

Abstract

Kesehatan, kapital, hak intelektual dan pemanfaatan tumbuhan obat yang bersumber dari hutan adalah hal menarik diulas dalam tulisan ini. Upaya penggalian, pemanfaatan dan pemanfaatan berkelanjutannya bagaimanapun berkaitan erat dengan isu-isu tentang kondisi ruang hutan yang menyempit, eksploitasi dan upaya konservasinya. Tulisan ini menyediakan konsep pikir terkait isu-isu tersebut dan tentang upaya mengelola potensi-potensi tumbuhan obat di Indonesia dengan arah yang lebih baik.
Review Tanaman Sembung [Blumea balsamifera (L.)] Setyo Sri Rahardjo
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.978 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.84

Abstract

Sembung [Blumea balsamifera (L.)] merupakan spesies tanaman yang masuk dalam genus Blumea, family Astereceae (Compositae). Dibeberapa daerah di Indonesia dikenal dengan berbagai nama yang berbeda, demikian pula di beberapa negara mempunyai nama yang berbeda. Tanaman berupa perdu, batang hijau tua tegak bulat, daun tunggal berbentuk lonjong, bagian pangkal dan ujung lancip, pinggrir bergerigi, pertulangan daun menyirip. Bunga majemuk, bertangkai dengan mahkota bunga berwarna putih kekuningan. buah berwana putih kecoklatan bentuk kotak silindris, biji berbentuk pipih dan berwarna putih, akar tunggang berwarna putih susu. Di Indonesia Blumea balsamifera relatif belum banyak dibudidayakan, namun budidaya tanaman sembung relatif mudah. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah daun dan batang. Hasil identifikasi kandungan fitokimia menunjukkan lebih dari 100 bahan kimia seperti minyak atsiri, flavonoid, alkohol, dihidroflavon, sterol, asam organik, monoterpen, sesquiterpen, triterpen. Bagian tanaman Blumea balsamifera yang paling sering digunakan untuk pengobatan adalah daun. Secara tradisional di Indonesia sembung digunakan untuk pengobatan rematik, nyeri haid, influenza, kembung, sakit tulang, diare, sariawan, asma, angina pectoris. Tanaman sembung juga mempunyai potensi sebagai antcancer, hepatoprotektor, antitirosin, antidiabetik, antiobesitas, antiaterogenik, penyembuhan luka, antioksidan, antiperdarahan, antiarthritis, antiinflamasi, antibakteri, antiplasmodial, dan beberapa potensi lain masih perlu banyak diteliti.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Eescherichia coli Ali istiansyah; Dewi Rahmawati; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.858 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.85

Abstract

Penelitian ini menggunakan bawang tiwai yang memiliki aktivitas empiris sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan rendemen, aktivitas ekstrak etanol dan penentuan konsentrasi efektif ekstrak bawang tiwai terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli . Metode penelitian ini meliputi ektraksi, pengujian aktivitas dengan konsentrasi 0,5%,1%,2%,4%,8%,12% menggunakan metode agar cawan. Hasil penelitian ini menghasilkan rendemen ekstrak bawang tiwai sebesar 6,72 % , aktivitas ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli pada konsentrasi 0,5%,1%,2%,4%,8%,12% dan konsentrasi efektif adalah 12% terhadap kedua bakteri uji.
Aktivitas Antioksidan Umbi Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) pada Tikus Diabetes Induksi Aloxan Monohidrat Berpotensi Mencegah Komplikasi Pada Penyakit Diabetes Melitus Febrinda Febrinda AE; Astawan M Astawan M; Wresdiyati T Wresdiyati T; Yuliana ND Yuliana ND; Ridwan E Ridwan E
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.394 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.86

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) merupakan tanaman lokal Kalimantan yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat suku Dayak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi ekstrak air dan ekstrak etanol umbi bawang dayak untuk mencegah komplikasi penyakit diabetes berdasarkan aktivitas antioksidannya pada tikus diabetes induksi aloksan. Tikus diabetes diberi perlakuan ekstrak air dan ekstrak etanol dengan dosis 100 mg/kg BB, sementara tikus non diabetes mendapatkan dosis yang lebih besar, yaitu 500 mg/kg BB. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas enzim katalase dan SOD pada serum tikus percobaan, dan terhadap kadar malonaldehid pada organ hati tikus percobaan. Pemberian ekstrak air dan ekstrak etanol melalui jalur oral selama 28 hari kepada tikus diabetes memperlihatkan aktivitas SOD dan katalase yang signifikan lebih tinggi, dan kadar malonaldehid hati yang signifikan lebih rendah dibandingkan dengan tikus diabetes yang tidak diberi perlakuan. Data-data aktivitas antioksidan ini, bersama dengan data aktivitas antihiperglikemik dan data antidislipidemia yang telah dilaporkan sebelumnya memberi petunjuk potensi ekstrak bawang dayak untuk mencegah komplikasi penyakit diabetes pada tikus percobaan.
Uji Efek Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) URB) sebagai Antihiperkolester WAYAN WAYAN; Joni Tandi; Sri Mulyani Sabang; Feiverin Tibe
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.216 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.87

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji efek ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) sebagai antihiperkolesterolemia pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kemampuan ekstrak bawang dayak dalam hiperkolesterolemia pada tikus putih, serta menentukan dosis yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Ekstrak bawang dayak diekstraksi secara meserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan 4 kali pengukuran yaitu pengukuran awal sebelum diberi pakan, pengukuran sesudah diberi pakan diet kolesterol tinggi dan pengukuran hari ke 7 dan 14 setelah diberi ekstrak bawang dayak selama 14 hari. Kelompok I sebagai kelompok kontrol negative diberi Na CMC 0,5%, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif diberi simvastatin 10 mg, kelempok III,IV dan V diberi ekstrak bawang dayak dengan masing-masing dosis 50 mg/dl BB, dosis 100 mg/dl BB dan dosis 150 mg/kg BB. Data penurunan kadar kolesterol darah total dianalisis dengan menggunakan uji statistik ANOVA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) terbukti mampu menurunkan hiperkolesterolemia pada tikus putih yaitu pada dosis 100 mg/dlBB.
Uji Efektivitas Antidiabetes Eleutherine Bulbosa (MILL.) URB. terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Obesitas Niluh Puspita Dewi; Ramla Allia; Sri Mulyani Sabang
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.345 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.88

Abstract

Ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) mengandung senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenolik yang diduga berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes dari ekstrak etanol umbi bawang dayak terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) diabetes melitus tipe 2 yang obesitas dan mengetahui dosis yang efektif sebagai antidiabetes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium yang dilakukan dengan pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan sesudah induksi streptozotocin. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok 1 sebagai kontrol normal, kelompok 2 diberikan Na-CMC sebagai kontrol negatif, kelompok 3 diberikan suspensi metformin sebagai kontrol positif, dan kelompok 4, 5, 6 menggunakan ekstrak etanol bawang dayak dengan variasi dosis 500, 750, 1000 mg/kg BB. Tikus diinduksi pakan tinggi lemak selama 4 minggu dan dilanjutkan induksi streptozotocin. Perlakuan diberikan per oral selama 14 hari. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang dayak dosis 500 mg/kg BB merupakan dosis yang paling efektif dalam penurunan kadar glukosa darah.
9-Methoxy-1,3-Dimethyl-3,4-Dihydro-1h-Benzol [G] Isochromene-5,10-Dione dari Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine americana L. Merr) Suroto Hadi Saputra
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.427 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.89

Abstract

Umbi bawang tiwai memiliki senyawa metabolik sekunder antara lain alkaloid, glikosida, fenolik dan flavonoid. Tujuan penelitian isolasi senyawa aktif antioksidan dari bawang tiwai. Metode yang digunakan adalah ekstraksi dan isolasi. Satu senyawa turunan kromen yaitu 9-methoxy-1,3-dimethyl-3,4-dihydro-1H-benzol [g] isochromene-5,10-dione telah berhasil diisolasi dari fraksi dietill eter umbi bawang tiwai (Eleutherine americana L. Merr). Struktur molekul senyawa tersebut ditetapkan berdasarkan data spektrum IR dan NMR .
Aktivitas Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) Terhadap Bakteri Salmonella thyposa Wahyu Widayat; Nisa Naspiah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.90

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit endemik yang terdapat di Kalimantan Timur, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thyposa. Suku dayak yang menghuni daerah Kutai Barat (Barong Tongkok) telah memanfaatkan bawang tiwai (Eleutherine Americana (Aubl.) Merr.) sebagai pengobatan demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan kadar hambat minimum (KHM) ekstrak bawang tiwai menggunakan metode difusi agar dan dilusi cair, serta mengidentifikasi metabolit skunder yang memberikan aktivitas terhadap bakteri Salmonella thyposa menggunakan metode KLT bioautografi. Hasil perhitungan ANAVA yang dilanjutkan uji BNT (LSD) p <0.05, ekstrak etanol larut air memiliki aktivitas terhadap bakteri Salmonella thyposa pada masing-masing konsentrasi dengan konsentasi terbaik 12 %. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 2 % (zona hambat 13,14 mm). Berdasarkan hasil uji KLT bioautografi, metabolit skunder yang menunjukan aktivitas terhadap bakteri salmonella thyposa, diduga merupakan golongan kuinon.
Tempat Tumbuh dan Kandungan Flavonoid Total Daun Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack.) Siswoyo Siswoyo; Irmanida Batubara; Devi Aristyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.873 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.91

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengetahui perbedaan kadar bahan aktif yaitu flavonoid daun tabat barito (Ficus deltoidea Jack.) pada dua tempat tumbuh yang berbeda. Daun tabat barito dikoleksi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tabat barito di TNGGP yang digunakan dalam penelitian tumbuh sebagai efifit, sedangkan di TNGHS tumbuh di atas tanah. Daun tanaman diekstraksi dengan etil asetat lalu ditentukan kadar total flavonoidnya menggunakan spektrometri. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid daun tabat barito TNGHS lebih rendah dibandingkan daun tabat barito TNGGP. Perbedaan kadar flavonoid diduga karena perbedaan kadar kimia tanah pada kedua lokasi.

Page 9 of 62 | Total Record : 612


Filter by Year

2015 2023