cover
Contact Name
Asmawati
Contact Email
lppm@unpal.ac.id
Phone
+628127826892
Journal Mail Official
asrimulyadi@unpal.ac.id
Editorial Address
Jl.Dharmapala No.1A, Bukit Besar, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Palembang
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil established in 2011 and ISSN Print 2089 2942, ISSN Online 2686 6676. It is a peer reviewed international journal to be of interest and use to all those concerned with research in various fields of, or closely related to Civil Engineering. The scope of the journal includes all theoretical findings and new experimental in the field of Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering and Management Enginering. Jurnal Teknik Sipil published by the Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang and distributed twice a year. Jurnal Teknik Sipil is dedicated to researchers and academics who intend publishing research, scientific ideas, and other original scientific ideas. JTE is a published scientific, open access, peerreviewed, evidence-based journal by the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Palembang. Jurnal Teknik Sipil aims to provide a highly readable and valuable addition to the literature which will serve as an indispensable reference tool for years to come. The coverage of the journal includes all new theoretical and experimental findings in the fields of Engineering or any closely related fields. The journal also encourages the submission of critical review articles covering advances in recent research of such fields as well as technical notes.
Articles 124 Documents
PENGARUH PINTU KLEP DI SALURAN DAERAH PASANG SURUT TERHADAP BESARNYA PERGERAKKAN SEDIMEN Syarifudin, Achmad
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.945 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.515

Abstract

Pasang surut merupakan daerah yang dinamika muka air dipengaruhi oleh beberapa kondisi, antara lain : intensitas curah hujan, hidrotopografis lahan, potensi luapan air pasang dan surut, kondisi tata air dan operasi bangunan air. Kondisi yang sangat mempengaruhi dinamika muka airnya ialah potensi luapan pasang dan surutnya air laut, sehingga untuk menjaga kualitas dan kebutuhan air untuk tanaman terpenuhi dan tidak berlebih maka bangunan air yang cocok digunakan adalah pintu air model klep, yang mana prinsip kerja pintu klep dilakukan secara otomatis membuka dan menutupnya pintu air dengan memanfaatkan perubahan muka air baik di hulu maupun di hilir. Aliran air yang terjadi hanya satu arah yakni dari arah hulu ke hilir. Jika muka air disebaliknya di hilir lebih tinggi dari hulu maka secara otomatis pintu akan tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pintu air terhadap sedimentasi yang terjadi di daerah pasang surut. Lokasi penelitian dilakukan di daerah reklamasi pasang surut Delta Telang 1 P8-13S kabupaten Banyuasin. Untuk mengkaji dan meneliti pengaruh pintu air terhadap sedimentasi telah dilakukan survey dan analisa penampang saluran serta sampel sedimen yang terjadi pada saluran dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimentasi yang terjadi di saluran P8-13S menurut persamaan MPM (Meyer, Peter and Muller) sebesar 1.474,2 ton/tahun atau 122,85 ton/bulan atau sebesar 4,038 ton/hr.
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGISI DALAM CAMPURAN MUTU BETON K.250 Mulyadi, Asri; Yunanda, Mega; Suanto, Pengki; Yulius, Yulius
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.458 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.516

Abstract

Dalam proses penggilingan padi akan menghasilkan sekam padi yang belum termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sampai saat ini sekam padi dibuang atau dibakar, jika limbah dibuang terus menerus tanpa adanya pengolahan yang maksimal dapat menimbulkan gangguan keseimbangan, dengan demikian menyebabkan lingkungan tidak berfungsi seperti semula. Berdasarkan hal diatas, penulis mencoba melakukan penelitian pencampuaran abu sekam padi dengan semen, pasir, koral dan air dibuat dalam bentuk campuran beton. Mutu beton ditentukan oleh bahan dan campuran yang telah ditetapkan pada kelas beton 21,7 MPa (K250). Penelitian dan pengujian beton ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dan memanfaatkan limbah abu sekam padi dan agregat halus (pasir) dari sungai musi, sedangkan agregat kasar dari lahat. Pada penelitian ini beda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm dan direndam, masing-masing umur perendaman yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran beton K.250 tersebut dibuat campuran abu sekam padi yang berfariasi yaitu dengan campuran abu sekam padi 0% (beton normal), campuran abu sekam padi 2%, campuran abu sekam padi 7,5% dan campuran abu sekam padi 15%. Beton yang mencapai umur 28 hari karena pada umur ini menurut PBI 1974, kekuatan beton telah mencapai 100%. Dari evaluasi hasil uji kuat tekan yaitu pada beton normal dengan umur rendaman 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 237,01 kg/cm2, pada campuran abu sekam padi 5% dengan umur rendaman 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 225,69 kg/cm2, pada campuran abu sekam padi 7,5% dengan umur rendaman 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 212,86 kg/cm2 dan campuran abu sekam padi 15% dengan umur rendaman 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 191,72 kg/cm2. Dari hasil evaluasi kuat tekan beton yang mengandung campuran tambahan abu sekam padi sebesar 0%, 2%, 7,5% dan 15% tidak mempunyai kuat tekan yang melebihi dari beton K.250.
ANALISA KUAT TEKAN BETON Fc’25 MPa DENGAN PENAMBAHAN ABU BATU DAN SEMEN MORTAR UTAMA TYPE 400 Asrullah, Asrullah; Diawarman, Diawarman; Anggrainy, Rita; Afif, Kamal
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.096 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.517

Abstract

Secara sederhana, beton dibentuk oleh pengerasan campuran antara semen, air, agregat halus (pasir), dan agregat kasar (batu pecah atau kerikil). Kadang-kadang ditambah bahan lain untuk memperbaiki kualitas beton. Perkembangan sekarang ini, beton merupakan bahan yang paling banyak dipakai pada pembangunan dalam bidang teknik sipil, baik pada bangunan gedung, jembatan, bendung, maupun konstruksi lain. Sifat dari bahan beton, yaitu sangat kuat untuk menahan tekan, tetapi tidak kuat (lemah) untuk menahan tarik. Metode yang digunakan dala desain campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000. Penelitian ini dilakukan eksperimen di laboratorium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal, nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu batu, penambahan semen mortar utama type 400 dan kombinasi penambahan abu batu dan semen mortar utama type 400. Nilai kuat tekan beton direncanakan standar 25 MPa. Kesimpulan yang dihasilkan adalah nilai kuat tekan beton normal sebesar 25,16 MPa, kuat tekan beton terbesar dengan penambahan abu batu 6 % sebesar 26,49 MPa, kuat tekan beton terbesar dengan penambahan semen mortar utama type 400 6% sebesar 27,57 MPa dan kuat tekan beton dengan kombinasi penambahan abu batu dan semen mortar utama type 400 6% sebesar 27,97 MPa. Sedangkan model hubungan regresi linier sederhana mempunyai hubungan yang kaut antara variabel bebas (X) dengan variaber erikat (Y) dengan koefisien determinasinya (R) lebih besar dari 0,950 untuk seluruh nilai kuat tekan. In simple terms, concrete is formed by hardening a mixture of cement, water, fine aggregate (sand), and coarse aggregate (crushed stone or gravel). Sometimes other ingredients are added to improve the quality of the concrete. Current developments, concrete is the most widely used material in construction in the field of civil engineering, both in buildings, bridges, weirs, and other constructions. The nature of the concrete material, which is very strong to withstand compression, but not strong (weak) to withstand tension. The method used in the design of concrete mix using SNI 03-2834-2000. This research was conducted experimentally in the laboratory. The purpose of this study was to determine the value of the compressive strength of normal concrete, the value of the compressive strength of concrete with the addition of stone ash, the addition of the main cement mortar type 400 and the combination of adding stone ash and the main cement mortar type 400. The compressive strength value of the concrete is planned to be 25 MPa standard. The conclusion is that the compressive strength of normal concrete is 25.16 MPa, the greatest compressive strength of concrete with the addition of 6% stone ash is 26.49 MPa, the greatest compressive strength of concrete with the addition of cement mortar type 400 6% is 27.57 MPa and The compressive strength of concrete with a combination of the addition of stone ash and the main cement mortar type 400 6% is 27.97 MPa. While the simple linear regression model has a strong relationship between the independent variable (X) and the bound variable (Y) with the coefficient of determination (R2) greater than 0.950 for all compressive strength values.
EVALUASI WAKTU SIKLUS SIMPANG BERSINYAL Misdalena, Felly
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.019 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.518

Abstract

Banyaknya persimpangan serta meningkatnya volume kendaraan di kota besar seperti Kota Palembang ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri, tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan waktu siklus baru yang efektif sehingga tidak terjadi lagi waktu tundaan serta panjang kendaraan yang diakibatkan oleh meningkatnya volume yang datang pada lengan simpang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey langsung pasa persimpangan bersinyal. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru. Dari hasil analisa didapatkan panjang antrian mencapai 200m. untuk itu dilakukanlah perhitungan waktu siklus baru yaitu sebesat 180detik.
FLOOD CONTROL THROUGH STRUCTURAL AND NON-STRUCTURAL AMPLIFICATION APPROACHES Sebastian, Ligal
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.738 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.519

Abstract

Changes in land use along with the increase in population both in urban and rural areas, of course, are followed by problems and environmental damage, for example; flooding, garbage, and damage to drainage construction. Preventing flood disasters, it is necessary to develop strategies and control techniques for flood-affected areas (including watersheds) through structural and non-structural amplification strategies in their control. The method of approach is qualitative description and descriptive comparative case which aims to look at the flood problems that occurred in several locations from a technical and social point of view as well as strategies for handling them. In addition, a spatial analysis of the watershed area was carried out on field observation data on objects affected by flooding to determine the physical and social conditions related to flood control efforts. The government has taken various steps to overcome flooding, but it is recognized that it is still not optimal due to land suitability factors. Through structural and non-structural amplification approaches, watershed conditions can be evaluated and optimized over time according to conditions. Structural and non-structural amplification approaches are predicted to help the process of flood prevention and control more optimally. The concept of evaluating land suitability for residential areas and watershed areas, as well as the social conditions of local communities.
ANALISIS PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT HAMBATAN SAMPING DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA DHOHO KEDIRI Rahayu, Yoanita Eka; Cahyono, M Shofwan Donny
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.355 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.521

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memulihkan ekonomi nasional, salah satunya adalah Pembangunan Bandara Dhoho Kediri. Proyek pembangunan bandara menempati wilayah di 3 kecamatan yaitu Tarokan, Grogol dan Banyakan. Permasalahan terjadi dikarenakan fungsi guna lahan yang berada di kawasan pembangunan bandara terutama di ruas Jl. Raya Kediri-Nganjuk mempunyai aktivitas yang cukup tinggi dan berpotensi meningkat seiring dengan pembukaan bandara pada tahun 2023. Dalam studi ini digunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dengan penginderaan jarak jauh menggunakan Citra Google Earth. Ruas jalan yang ditinjau adalah Jl. Raya Kediri-Nganjuk – Simpang Banyakan sepanjang 5,79 km dan membagi menjadi 3 segmen sesuai dengan batas administratif per wilayah kecamatan. Hasil analisis persentase pertumbuhan guna lahan pada tahun 2013, 2017 dan 2022 (eksisting) menunjukkan pada Kec. Tarokan pertumbuhan rata-rata sebesar 7,529% dengan penambahan 2.173 m2, Kec. Grogol sebesar 5,002% dengan penambahan 7.302 m2, Kec. Banyakan sebesar 7,175% dengan penambahan 4.972 m2 untuk prediksi guna lahan tahun 2027. Sedangkan untuk analisis hambatan samping tergambar sesuai dengan kondisi daerah dengan tingkat hambatan samping bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi.
ANALISIS GENANGAN BANJIR DENGAN SIMULASI MODEL 2 DIMENSI DI SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG Marlina, Ayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v12i1.698

Abstract

Palembang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Selatan mempunyai luas 401,61 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang hampir setiap tahun mengalami banjir dan memiliki potensi tingkat risiko banjir yang tinggi. Palembang mempunyai empat sungai besar yaitu Sungai Musi, Sungai Keramasan, Sungai Ogan dan Sungai Komering dimana permukaan air Sungai Musi sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut yang menyebabkan aliran balik (backwater flow). Penilitian ini difokuskan pada banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Musi di Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah yang tergenang banjir di Kota Palembang. Pemodelan Hidrograf banjir menggunakan program HEC-HMS 4.0 dengan pendekatan metode HSS SCS-CN dan Snyder. Pemodelan 2 dimensi genangan banjir berupa aliran tidak tetap (Unsteady Flow) menggunakan bantuan HEC-RAS 5.0. berdasarkan data DEM, koefisien manning, penampang sungai, hidrograf banjir dan tinggi muka air maksimum yang dipengaruhi pasang surut di Sungai Musi Kota Palembang. Hasil analisis pemodelan HEC-RAS 5.0 dengan periode ulang 25 tahun pada saat kondisi sangat ekstrim yaitu saat terjadi debit banjir puncak dan pasang yang tinggi, luas area yang tergenangi mencapai 112,469 km2 atau 28% dari luas adiministrasi Kota Palembang, kecepatan maksimum di lokasi dataran banjir sebesar 0,97 m/s dan kedalaman genangan maksimum di daerah dataran mencapai 1,4 m dan > 3 m di Sungai Musi Kota Palembang.
ANALISIS KUAT TEKAN MUTU BETON K225 MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON DAN SIKA TILEFIX-200TA Mulyadi, Asri; Suanto, Pengki; Hermantoni, Hermantoni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v12i1.700

Abstract

Beton adalah campuran dari agregat halus dan agregat kasar (pasir, kerikil, batu pecah, atau jenis agregat lain) dengan semen yang dipersatukan oleh air dalam perbandingan tertentu dicampur bersama-sama sampai campuran menjadi homogen dan bersifat plastis sehingga mudah untuk dikerjakan. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti penyusun beton adalah Sika Tilefix-200TA serta menggunakan kembali limbah pecahan beton untuk penggunaan beton baru, menjadi alternatif bahan beton yang menguntungkan, karena agregat yang digunakan adalah agregat yang telah dibuang. Dengan pertimbangan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai kuat tekan mutu beton K225 menggunakan limbah pecahan beton dan Sika Tilefix-200TA. Penelitian ini bertujanUntuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton pada masing-masing variasi pengganti semen dan koral pada campuran beton yang menghasilkan kuat tekan optimum dan agregat halus (pasir) dari sungai musi, sedangkan agregat kasar dari lahat. Pada penelitian ini benda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm, masing-masing umur yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran beton K.225 tersebut dibuat campuran pengganti semen yang berfariasi yaitu dengan campuran limbah pecahan beton dan SIKA TILEFIX-200TA 0% (normal), campuran limbah pecahan beton dan SIKA TILEFIX-200TA 10%, campuran limbah pecahan beton dan SIKA TILEFIX-200TA 20% dan campuran limbah pecahan beton dan SIKA TILEFIX-200TA 30% dari berat koral dan semen. Beton yang mencapai umur 28 hari karena pada umur ini menurut PBI 1974, kekuatan beton telah mencapai 100%. Dari evaluasi hasil uji kuat tekan yaitu pada beton normal dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 223,43 kg/cm2, pada campuran pengganti semen 10% dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 200,78 kg/cm2, pada campuran pengganti 20% dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 175,12 kg/cm2 dan campuran pengganti semen 30% dengan dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 157,00 kg/cm2. Dari hasil evaluasi kuat tekan beton yang menggunakan limbah pecahan beton dan Sika Tilefix-200TA pengganti sebesar 10%, 20% dan 30% tidak mempunyai kuat tekan yang melebihi dari beton normal.
ANALISIS PENGARUH VARIASI GRADASI AGREGAT BATU KORAL TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON K250
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v12i2.819

Abstract

Beton merupakan suatu campuran antara semen, pasir, batu koral, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan pada perbandingan tertentu. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan, ekonomis (dalam pembuatannya menggunakan bahan dasar lokal yang mudah diperoleh), dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki, mampu menerima kuat tekan dengan baik, tahan aus, rapat air, awet dan mudah perawatannya, maka beton sangat populer dipakai baik untuk struktur-struktur besar maupun kecil. Penelitian dan pengujian beton ini penulis akan mencoba menganalisis pengaruh ukuran batu koral dalam menentukan kuat tekan mutu beton. Pada penelitian ini benda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm dan direndam, umur beton yaitu 28 hari di uji dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran mutu beton K250 tersebut dibuat Beton Normal (batu koral ukuran bervariasi), beton dengan menggunakan material batu koral dengan ukuran 12,5 mm, 19 mm, dan 25 mm. Beton yang mencapai umur 28 hari karena pada umur ini menurut PBI 1974, kekuatan beton telah mencapai 100%. Nilai evaluasi kuat tekan yang dicapai oleh beton ukuran bervariasi 25 mm, 19 mm, dan 12,5 mm pada umur 28 hari didapat kuat tekan 243,05 kg/cm2. Nilai evaluasi kuat tekan yang dicapai oleh beton ukuran seragam 12,5 mm kuat tekan pada umur 28 hari didapat 250,60 kg/cm2. Nilai evaluasi kuat tekan yang dicapai oleh beton ukuran seragam 19 mm kuat tekan pada umur 28 hari didapat 235,50 kg/cm2. Nilai evaluasi kuat tekan yang dicapai oleh beton ukuran seragam 25 mm kuat tekan pada umur 28 hari didapat 223,43 kg/cm2. Dari hasil pengujian yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan kuat tekan beton pada variasi yang menggunakan ukuran agregat 12,5 mm.
TINJAUAN TEKNIK SETTLING UNDER MINING POND (SUMP) DI PENAMBANGAN BATU KAPUR PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v12i2.826

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian dan tinjauan teknik pengolahan air limbah hasil dari kegiatan penambangan batu kapur di PT. Semen Baturaja yaitu teknik settling under mining pond. Settling under minning pond (SUMP) adalah suatu sistem dalam pengelolaan air limpasan yang ada dilokasi penambangan. Air limpasan pada suatu area penambangan merupakan air yang bercampur dengan berbagai macam zat dan larutan yang dapat membahayakan mahluk hidup lain apabila langsung dibuang ke sungai ataupun tempat terbuka lainnya. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penerapan teknik SUMP dalam berkontribusi pada perbaikan kondisi lingkungan sebagai dampak dari aktivitas penambangan. Metode yang dipakai dalam penulisan artikel ini adalah metode deskripsi kualitatif dan studi literature. Kesimpulan dari penulisan artikel ini diketahui bahwa Teknik SUMP di PT. Semen Baturaja merupakan teknik pengolahan air limbah secara fisika. Aspek-aspek yang berpengaruh dalam penerapan teknik SUMP antara lain Curah hujan ( curah hujan, intensitas curah hujan dan frekuensi hujan) , Tanah ( jenis dan bentuk topografi), Kepadatan ( kepadatan, jenis dan macam vegetasi), Luas daerah aliran ( luas daerah tangkapan hujan). Sistem penambangan batu kapur di PT.Semen Baturaja (persero) Tbk merupakan penambangan dengan sistem tambang terbuka, yang terbagi menjadi area blok-blok penambangan. Tahapan tahapan dalam sistem penyaliran tambang di kuari batu kapur milik PT.Semen Baturaja (Persero) Tbk. meliputi teknik pengaliran air saluran terbuka yang mengalir secara alami (mine dewatering system), kolam penampungan air (sump) , kolam pengendapan (settling pond). Air yang terdapat dalam kolam endapan dilakukan retreatment (pengolahan kembali) sehingga layak untuk dialirkan ke lingkungan (Sungai Ogan).

Page 7 of 13 | Total Record : 124