cover
Contact Name
Asmawati
Contact Email
lppm@unpal.ac.id
Phone
+628127826892
Journal Mail Official
asrimulyadi@unpal.ac.id
Editorial Address
Jl.Dharmapala No.1A, Bukit Besar, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Palembang
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil established in 2011 and ISSN Print 2089 2942, ISSN Online 2686 6676. It is a peer reviewed international journal to be of interest and use to all those concerned with research in various fields of, or closely related to Civil Engineering. The scope of the journal includes all theoretical findings and new experimental in the field of Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering and Management Enginering. Jurnal Teknik Sipil published by the Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang and distributed twice a year. Jurnal Teknik Sipil is dedicated to researchers and academics who intend publishing research, scientific ideas, and other original scientific ideas. JTE is a published scientific, open access, peerreviewed, evidence-based journal by the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Palembang. Jurnal Teknik Sipil aims to provide a highly readable and valuable addition to the literature which will serve as an indispensable reference tool for years to come. The coverage of the journal includes all new theoretical and experimental findings in the fields of Engineering or any closely related fields. The journal also encourages the submission of critical review articles covering advances in recent research of such fields as well as technical notes.
Articles 124 Documents
ANALISIS KUAT TEKAN BETON K 225 MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Syarifudin, Achmad; Yunanda, Mega; Anjani, Cristina
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.512 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v10i2.464

Abstract

Beton merupakan campuran yang bahan penyusunnya terdiri bahan semen hidrolik (portland cemen), agregat halus (pasir), agregat kasar (koral), air dan bahan tambahan (jika diperlukan). Pada penelitian ini material yang digunakan adalah limbah cangkang kelapa sawit (Palm Karnel Shell) sebagai pengganti agregat kasar (koral). Limbah cangkang kelapa sawit merupakan limbah dari pabrik kelapa sawit, biasanya juga digunakan sebagai tambahan untuk bahan bakar. Penggunaan limbah cangkang kelapa sawit sebagai material beton karena struktur cangkang yang keras dan ujung dari cangkang yang berserabut sehingga dapat diharapkan sebagai pengganti agregat dan pengisi celah pada beton. Penelitian ini bertujanuntuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton pada masing-masing variasi pengganti koral pada campuran beton yang menghasilkan kuat tekan optimum dan agregat halus (pasir) dari sungai musi, sedangkan agregat kasar dari lahat. Pada penelitian ini benda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm, masing-masing umur yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran beton K 225 tersebut dibuat campuran pengganti koral yang berfariasi yaitu dengan campuran Beton Normal, Beton dengan penggantian agregat kasar 5% limbah cangkang kelapa sawit, Beton dengan penggantian agregat kasar 10% limbah cangkang kelapa sawit. dan Beton dengan penggantian agregat kasar 15% limbah cangkang kelapa sawit. Beton yang mencapai umur 28 hari karena pada umur ini menurut PBI 1974, kekuatan beton telah mencapai 100%. Dari evaluasi hasil uji kuat tekan yaitu pada campuran beton normal dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 231,73 kg/cm2, pada campuran beton dengan penggantian agregat kasar 5% limbah cangkang kelapa sawit, dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 217,39 kg/cm2, pada campuran Beton dengan penggantian agregat kasar 10% limbah cangkang kelapa sawit, dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 164,55 kg/cm2 dan campuran Beton dengan penggantian agregat kasar 15% limbah cangkang kelapa sawit, dengan dengan umur 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 153,98 kg/cm2. Dari hasil evaluasi kuat tekan beton yang menggunakan penggantian agregat kasar 5%, 10% dan 15% limbah cangkang kelapa sawit tidak mempunyai kuat tekan yang melebihi dari beton normal.
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K200 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Mulyadi, Asri; Suanto, Pengki; Meiza, Ricki
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.603 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v10i2.465

Abstract

Beton merupakan faktor utama dalam bidang konstruksi pada saat ini bahan yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan dengan cara mencampur semen, agregat halus, agregat kasar, air, dan bahan tambahan lain bila diperlukan dengan perbandingan tertentu. Untuk itu bahan konstruksi ini dianggap sangat penting untuk terus dikembangkan, salah satu inovasi adalah penggantian agregat kasar sebagai salah satu bahan penyusun beton, yakni menggunakan limbah pecahan tempurung kelapa karena secara fisologis bagian tempurung kelapa merupakan struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung kelapa tersebut. Sehingga hal ini memungkinkan penggunaan tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kuat tarik belah beton normal dengan beton memakai bahan limbah pecahan tempurung kelapa dengan variasi 5%, 10%,dan 15% sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran mutu beton rencana K200, benda uji di cetak dengan menggunakan silinder beton dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tarik belah beton yaitu pada beton normal dengan umur 14, 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton diatas kuat tarik belah beton rencana 3,76 N/mm2. Kuat tarik belah beton yang dicapai oleh beton dengan menggunakan limbah pecahan tempurung kelapa 5% dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton relatif rendah dari kuat tarik belah beton rencana 3,76 N/mm2. Begitu juga kuat tarik belah beton yang dicapai oleh beton dengan menggunakan limbah pecahan tempurung kelapa 10%,15% dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton relatif rendah.
ANALISIS KUAT TEKAN MUTU BETON K.200 MEMAKAI LIMBAH PECAHAN GENTENG BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Mulyadi, Asri; Suanto, Pengki; Ferdinan, Ferdinan
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.36 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i1.466

Abstract

Memakai material bahan limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton di Indonesia masih belum banyak dilakukan, tetapi sudah mulai digunakan antara lain untuk pengurukan, lapisan pondasi jalan dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena bahan baku agregat kasar mudah didapat. Namun cepat atau lambat material akan semakin habis sehingga menyebabkan material dari tahun ketahun akan semakin mahal. Melihat dari uraian di atas maka disini perlu untuk melakukan pemanfaatan material limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar. Pada penelitian ini benda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm, masing-masing umur perendaman yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran mutu beton K200 tersebut dibuat berfariasi yaitu dengan menggunakan material limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar 0%, 5%, 15% dan 25%. Dari hasil evaluasi uji kuat tekan yaitu pada beton tanpa menggunakan material pengganti agregat kasar atau beton normal pada umur beton 28 hari di dapat kuat tekan beton sebesar 200,03 kg/cm2, pada material limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar 5% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 190,97 kg/cm2, pada material limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar 15% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 185,68 kg/cm2 dan material limbah pecahan genteng beton sebagai pengganti agregat kasar 25% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 169,83 kg/cm2.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU BATU DAN SEMEN MORTAR UTAMA TYPE 400 TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR STANDAR FC’ 4,60 MPa Asrullah, Asrullah; Diawarman, Diawarman; Meiza, Ricky
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.831 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i1.471

Abstract

Perkembangan konstruksi sangat cepat dan sangat mendukung pembangunan, tidak hanya pada daerah perkotaan tetapi juga pada daerah-daerah yang terpencil. Adapun konstruksi bangunan gedung, jalan, jembatan, dermaga dan sebagainya tidak lepas dari mortar salah satu bahan pendukung bangunan tersebut. Penelitian mortar adalah salah satu bagian yang terlepas dari perkembangan konstruksi yang ada dan juga sangat erat hubungannya dengan pembangunan-pembangunan yang sedang berjalan seperti pembangunan jalan, jembatan, gedung, dermaga dan sebagainya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Abu Batu dan semen Mortar Utama Type 400 terhadap kuat tekan mortar. Manfaat penelitian adalah untuk memberikan inovasi pemakaian material sebagai gambaran dalam komposisi campuran mortar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu kepada SNI 03-6825-2002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kuat tekan mortar Standar (MS) sebesar 4,67 MPa memenuhi standar yang direncanakan sebesar 4,60 MPa, kuat tekan mortar tertinggi dengan penambahan Abu Batu MAB 10 % sebesar 5,85 MPa, kuat tekan mortar tertinggi dengan penambahan Semen Mortar Utama type 400 MMU 10% sebesar 6,07 MPa. Persamaan Regresi sederhana Pengaruh Penambahan Abu Batu terhadap Kuat Tekan mortar y =0,418x + 4,285, dengan R2=0,949, Sedangkan persamaan regresi sederhana pengaruh penambahan Semen Mortar Utama Type 400 terhadap Kuat Tekan mortar y =0,428x+4,59, dengan R2=0,694. Construction development is very fast and very supportive of development, not only in urban areas but also in remote areas. The construction of buildings, roads, bridges, docks and so on cannot be separated from mortar, one of the building's supporting materials. Mortar research is an integral part of the development of existing construction and is also closely related to ongoing developments such as the construction of roads, bridges, buildings, docks and so on. The purpose of this study was to determine the effect of adding Stone Ash and Type 400 Main Mortar cement to the compressive strength of the mortar. The benefit of the research is to provide innovation in the use of materials as an illustration in the composition of the mortar mixture. The method used in this research is referring to SNI 03-6825-2002. The conclusion of this study is that the standard mortar compressive strength (MS) of 4.67 MPa meets the planned standard of 4.60 MPa, the highest compressive strength of mortar with the addition of 10% MAB Stone Ash is 5.85 MPa, the highest compressive strength of mortar with the addition of Cement Mortar Utama type 400 MMU 10% of 6.07 MPa. Simple Regression Equation Effect of Addition of Stone Ash on Compressive Strength of mortar y = 0.418x + 4.285, with R2 = 0.949, while the simple regression equation of effect of addition of Cement Mortar Type 400 on Compressive Strength of mortar y = 0.428x+4.59, with R2=0.694.
ANALISIS DAYA DUKUNG AIR PADA KAWASAN PERBATASAN NEGARA DI TAU LUBIS / LABANG (LOKPRI LUBIS OGONG) KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Ernamaiyanti, Ernamaiyanti; Yunanda, Mega
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.494 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i1.472

Abstract

Berdasarkan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Daya dukung air merupakan kemampuan sumberdaya air untuk memenuhi suatu kebutuhan dengan meninjau besarnya ketersediaan air. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Perhitungan daya dukung air pada kajian in imengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan hidup No.17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Metode perhitungan daya dukung air di suatu wilayah menggunakan pendekatan ketersediaan dan kebutuhan akan sumber daya air bagi penduduk secara sehat dan layak. Analisis data spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak berbasis SIG, sedangkan untuk data nonspasial dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak yang memiliki kemampuan kalkulasi dan pembuatan grafik. Hasil analisis terhadap total kebutuhan air di PKSN Tau Lumbis sebanyak 950.400 m3/tahun, potensi ketersediaan air sebanyak 180.466.000 m3/tahun, atau masih surplus sumber daya air bagi penduduk sebesar 179.515.600 m3/tahun. Sementara itu, total kebutuhan air di PLBN Labang sebanyak 2.052.800 m3/tahun, potensi ketersediaan air sebanyak 3.644.377.750 m3/tahun, atau masih surplus sumber daya air bagi penduduk sebesar 362.324.950 m3/tahun. Perbandingan kondisi SDLL-Air antara tahun 2020 dan 2040 tidak terjadi perubahan yang signifikan baik di PKSN Tau Lumbis maupun PLBN Labang. SDLL-Air 2020 sampai SDLL-Air 2040 sebagian besar tetap tidak terjadi perubahan yang mendasar.
EVALUASI DIMENSI SALURAN DRAINASE KAWASAN PERMUKIMAN KECAMATAN JAKABARING KOTA PALEMBANG Sebastian, Ligal
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.995 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i1.473

Abstract

Kecamatan Jakabaring Kota Palembang memiliki luas sekitar 18,93 Km2 merupakan daerah tangkapan air hujan untuk penampungan alami. Seiring dengan bertambahnya penduduk dan pertumbuhan ekonomi, telah mengalami perubahan penggunaan tata guna lahan menjadi area permukiman dan pengembangan kota. Berdasakan data guna lahan pada awalnya di wilayah Jakabaring sebagian besar terdiri dari lahan rawa, dan berada dalam Kawasan daerah aliran sungai (DAS) Musi dalam Sub DAS Jakabaring yang memiliki luas 12,41 Km2. Kondisi demikian menyebabkan pada saat musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi berpotensi terjadinya genangan atau banjir, sehingga membutuhkan sistem saluran drainase yang baik. Penelitian ini dilakukan secara purposive sampling melalui pengukuran lapangan dan analisa kondisi saluran (data hidrologi dan hidrolika) pada dua lokasi permukiman di perumahan Amin Mulia dan Dekrasnada. Hasil Analisa dan evaluasi terhadap kondisi saluran dilapangan menunjukkan nilai debit rencana (Qp) = 0,076 m³/detik dan nilai debit aliran didalam saluran (Qr) = 3,387 m³/detik, dimana nilai Qp< Qr, sehingga tidak perlu dilakukan perencanaan ulang karena debit aliran didalam saluran sudah dapat ditampung oleh dimensi saluran yang ada dan relatif sudah memenuhi standar.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN BATU PECAH DAERAH LINGKUT OKUT DAN DAERAH LAHAT SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN ASPALT CONCRETE WEARING COURSE (AC WC) SEBAGAI PERKERASAN JALAN Putra M, Sephy Hendika; Kurniawan, Derri
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.982 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i1.474

Abstract

Aspal beton merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur. Campuran beton aspal tersebut terdiri atas agregat kasar, agregar halus, filler dan menggunakan aspal sebagai bahan pegikat. Filler yang biasa disebut juga bahan pengisi dapat diperoleh dari hasil pemecahan batuan secara alami maupun buatan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan material untuk pembuatan aspal beton jenis SC-WC sumber material sangat menentukan. Sumber material yang digunakan untuk kebutuhan pembuatan aspal beton jenis AC WC ada yang didatangkan dari luar daerah sumsel yaitu batu pecah dari merak dan ada juga yang bersumber dari dalam sumatera sendiri yaitu batu ex Lahat kabupaten Lahat, ex Lingut kabupaten OKUT dan ex Martapura OKUS. Dalam penelitian ini batu pecah diambil dari desa Lingut OKUT dan daerah Lahat. Dari 2 lokasi material yang digunakan, nilai dari komponen untuk AC WC terdapat perbedaan tetapi memenuhi standar yang disyaratkan diantaranya nilai kadar aspal optimum 6,00 % dan Bulk Density Standar 2,269 (gg/cc) untuk lokasi desa Lingut OKUT, sedangkan untuk lokasi Kota Lahan dan sekitarnya kadar aspal optimum 5,92 % dan bulk Density Standar 2,270 (gg/cc). Perbedaan yang terjadi dikarenakan sumber batu ada yang berasal dari bukit (di darat) dan ada yang berasal dari dalam sungai.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN MORTAR YANG MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS SUNGAI MUSI SEKAYU DAN AGREGAT HALUS SUNGAI MUSI GANDUS PALEMBANG Sebastian, Ligal; Diawarman, Diawarman; Suhendra, Sabarna
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.522 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v10i2.476

Abstract

Mortar merupakan bahan bangunan yang terbuat dari campuran air, bahan perekat (misalnya : lumpur, kapur, semen portland), dan agregat halus (misalnya : pasir alami, pecahan tembok, dan sebagainya) Konsistensi mortar ini nantinya akan berguna dalam menentukan kekuatan mortar yang menjadi spesi, plesteran dinding, batako dan sebagainya, sehingga diharapkan mortar yang menahan gaya tekan akibat beban yang bekerja padanya tidak hancur, maka pada penelitian ini dicoba membandingkan kuat tekan mortar yang menggunakan agregat halus sungai musi Sekayu dan agregat halus sungai musi gandus Palembang. Pada penelitian ini beda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 5cm x 5cm x 5cm, masing-masing umur mortar yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan mortar. Pada campuran mortar tersebut dibuat berfariasi yaitu dengan menggunakan 1 PC : 2 Pasir, 1 PC : 3 Pasir dan 1 PC : 4 Pasir. Dari hasil evaluasi uji kuat tekan yaitu pada mortar dengan campuran pasir sungai musi sekayu pada umur mortar 28 hari didapat kuat tekan mortar sebesar 50,00 kg/cm2, 56,00 kg/cm2 dan 53,33 kg/cm2 pada pada mortar dengan campuran pasir sungai musi gandus Palembang pada umur mortar 28 hari didapat kuat tekan mortar sebesar 31,80 kg/cm2, 40,20 kg/cm2 dan 38,73 kg/cm2.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU BATU TERHADAP KUAT BETON Fc’20 Mpa DENGAN MENGGUNAKAN GRADASI SPLIT BERBEDA Asrullah, Asrullah; Irwansyah, Cecep; Mupli, Mupli
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.049 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v10i2.483

Abstract

Industri beton di Indonesia sudah sangat maju dan berkembang. Maka penggunaan material konstruksi menjadi semakin meningkat. Dibutuhkan material lain sebagai pengganti agregat halus untuk pembuatan beton. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah abu batu yang berasal dari limbah industri batu belah. Metode yang digunakan dala desain campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal, beton, nilai kuat tekan beton dengan penambahan Abu Batu 1%,2% dan 3% dari berat pasir. Nilai kuat tekan beton Normal sebesar 20,4 MPa memenuhi standar perencanaan yaitu 20 MPa. Nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu batu 1% sebesar 22,4 MPa, nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu batu 2% sebesar 23,3 MPa dan nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu batu 3% sebesar 24,8 MPa. The concrete industry in Indonesia is very advanced and growing. So the use of construction materials is increasing. Other materials are needed as a substitute for fine aggregate for the manufacture of concrete. One of the materials that can be used is stone ash that comes from the waste stone industry. The method used in the design of concrete mix using SNI 03-2834-2000. The purpose of this study was to determine the compressive strength of normal concrete, concrete, the value of the compressive strength of concrete with the addition of 1%,2% and 3% of stone ash by weight of sand. Normal concrete compressive strength value of 20.4 MPa meets the planning standard of 20 MPa. The value of the compressive strength of concrete with the addition of 1% stone ash is 22.4 MPa, the value of the compressive strength of concrete with the addition of 2% stone ash is 23.3 MPa and the compressive strength value of concrete with the addition of 3% rock ash is 24.8 MPa.
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Purwanto, SS; Budhy, Darma; Setiawan, Andy
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.867 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v10i2.484

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan antara lain, mudah dikerjakan dengan cara mencampur semen, agregat halus, agregat kasar, air, dan bahan tambahan lain bila diperlukan dengan perbandingan tertentu. Untuk itu bahan konstruksi ini dianggap sangat penting untuk terus dikembangkan, salah satu inovasi adalah penggantian agregat kasar sebagai salah satu bahan penyusun beton, yakni menggunakan kembali limbah pecahan beton untuk penggunaan beton baru, menjadi alternatif bahan beton yang menguntungkan, karena agregat yang digunakan adalah agregat yang telah dibuang. Pemanfaatan kembali limbah pecahan beton akan meningkatkan umur penggunaan material dari limbah itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kuat tarik belah beton normal dengan beton memakai bahan limbah pecahan beton dengan variasi 10%, 20%,dan 30% sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran mutu beton rencana K 250, benda uji di cetak dengan menggunakan silinder beton dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tarik belah beton yaitu pada beton normal dengan umur 14, 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton diatas kuat tarik belah beton rencana 4,82 N/mm2. Kuat tarik belah beton yang dicapai oleh beton dengan menggunakan limbah pecahan beton 10% dengan umur 7, 14, 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton diatas kuat tarik belah beton rencana 4,82 N/mm2. Kuat tarik belah beton yang dicapai oleh beton dengan menggunakan limbah pecahan beton 20% dengan umur 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton diatas kuat tarik belah beton rencana 4,82 N/mm2. Kuat tarik belah beton yang dicapai oleh beton dengan menggunakan limbah pecahan beton 30% dengan umur 21, dan 28 hari didapat kuat tarik belah beton diatas kuat tarik belah beton rencana 4,82 N/mm2.

Page 6 of 13 | Total Record : 124