cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023): Februari" : 8 Documents clear
ANALISA PERBANDINGAN MORTAR BUSA MENGGUNAKAN FOAMING AGENT NABATI DAN FOAMING AGENT KIMIA TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS Rahmat Tisnawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6524

Abstract

AbstrakPerkembangan berbagai varian mortar yang telah dikembangkan salah satunya adalah mortar busa. Adukan mortar biasanya digunakan untuk pasang bata termasuk mortar busa dapat digunakan sebagai alternatif bahan timbunan pekerjaan konstruksi jalan karena mudah dibentuk serta beratnya yang ringan sehingga memudahkan dalam instalasinya. Pada penelitian ini menggunakan dua jenis campuran foaming agent yaitu nabati dan kimiawi. Tujuan penelitian mendapatkan perbandingan nilai flow, berat isi dan kuat tekan bebas (UCS) dari kedua jenis Foaming agent yang digunakan. Beberapa perbandingan foaming agent : air yaitu 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 dan 1:29. Berdasarkan spesifikasi SE-PUPR-46-SE-M-2015 campuran foaming agent 1:25 adalah campuran job mis design awal sebagai acuan pada pra penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tertinggi flow campuran nabati FA 1:25 FA 1:27 yaitu 18, 20 cm sedangkan nilai terendah pada campuran FA 1:23 FA 1:29 yaitu 18,10 cm sedangkan nilai flow pada campuran foaming agent kimiawi nilai tertinggi pada FA 1:27 FA 1:29 yaitu 18,20 cm, untuk nilai flow terendah pada campuran FA 1:25 yaitu 18,00 cm. Campuran foaming agent nabati 1:29 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 781,67 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:23 memiliki nilai berat isi mortar terendah yaitu sebesar 764,70 Kg/m3. Pada campuran foaming agent kimiawi pada campuran FA 1:25 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 757,06 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:21 memiliki nilai berat isi mortar terendah dari kelima campuran yaitu sebesar 755,36 Kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan bebas (UCS) material ringan mortar busa dari pengunaan foaming agent jenis nabati diperoleh campuran 1:29 memiliki nilai tertinggi sebesar 1632,85 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 505,80 kPa. Nilai kuat tekan bebas (UCS) mortar busa pengunaan foaming agent jenis kimiawi diperoleh campuran 1:21 memiliki nilai tertinggi sebesar 236,41 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 65,97 kPa. AbstractThe development of various variants of mortar that has been developed one of which is foam mortar. Mortar mortar is usually used to install bricks, including foam mortar, which can be used as an alternative material for road construction work because it is easy to form and light in weight, making it easier to install. In this study, two types of foaming agent mixtures were used, namely vegetable and chemical. The aim of this research is to get a comparison of flow values, bulk density and free compressive strength (UCS) of the two types of foaming agents used. Several ratios of foaming agent: water are 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 and 1:29. Based on the specifications of SE-PUPR-46-SE-M-2015 the foaming agent mixture 1:25 is a mixture of initial job mis design as a reference in pre-study. The results showed that the highest value of flow for vegetable mixtures FA 1:25 FA 1:27 was 18, 20 cm, while the lowest value for mixtures of FA 1:23 FA 1:29 was 18,10 cm, while the flow value for a mixture of chemical foaming agents the highest value at FA 1:27 FA 1:29 is 18.20 cm, for the lowest flow value is at FA 1:25 mixture which is 18.00 cm. The 1:29 vegetable foaming agent mixture had the highest mortar density value of 781.67 Kg/m3 and the 1:23 FA mixture had the lowest mortar density value of 764.70 Kg/m3. The chemical foaming agent mixture in FA 1:25 mixture has the highest mortar density value of 757.06 Kg/m3 and in FA 1:21 mixture has the lowest mortar density value of the five mixtures, which is 755.36 Kg/m3. The average value of free compressive strength (UCS) of lightweight foam mortar material from the use of vegetable type foaming agents obtained a mixture of 1:29 has the highest value of 1632.85 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 505.80 kPa. The value of free compressive strength (UCS) of foam mortar using a chemical type of foaming agent obtained a mixture of 1:21 has the highest value of 236.41 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 65.97 kPa
PRINSIP PENENTUAN KAPASITAS DUKUNG FONDASI DANGKAL BERDASARKAN METODE ANALITIK RASIONAL Fitriana Sarifah; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6534

Abstract

AbstrakMetode analitik rasional penentuan kapasitas dukung fondasi dangkal yaitu persamaan kapasitas dukung fondasi dangkal dari Terzaghi, Meyerhof, Hansen, dan Vesic. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip penggunaan keempat persamaan tersebut agar tidak terjadi kesalahan penggunaan dalam perancangan fondasi dangkal. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur terhadap penelitian dari Terzaghi (1943), Meyerhof (1955), Hansen (1970), dan Vesic (1975). Penelitian ini dilakukan dengan memperbandingkan keempat persamaan tersebut sekaligus hingga menghasilkan prinsip penggunaan persamaan kapasitas dukung fondasi dangkal yang sesuai, berdasarkan kondisi yang ada di lapangan. Penggunaan keempat persamaan tersebut pada penelitian ini yaitu pada kondisi fondasi plane strain (regangan pada arah z = 0), dasar fondasi kasar, dan kondisi tanah homogen. Lokasi muka air tanah mempengaruhi nilai parameter kuat geser tanah yang digunakan dengan menyesuaikan jenis tanah, jenis tes laboratorium, dan analisis stabilitas kritis. Dari penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 4 (empat) prinsip penggunaan persamaan kapasitas dukung fondasi dangkal dimana kondisi pembeda di lapangan yaitu perbandingan kedalaman fondasi terhadap lebar fondasi (maksimal 4 (empat)), kondisi pembebanan, jenis tanah, dan faktor fondasi dangkal yang diperhitungkan. Kondisi pembebanan antara lain beban vertikal, beban miring, beban eksentris (momen), dan beban horizontal. Selanjutnya, jenis tanah antara lain tanah lempung kaku dan pasir padat dengan keruntuhan geser umum dan tanah lempung konsistensi medium dan pasir kepadatan medium dengan keruntuhan geser lokal. Terakhir, faktor fondasi dangkal yang diperhitungkan antara lain faktor bentuk fondasi, kedalaman fondasi, kemiringan beban, kemiringan dar fondasi, dan kemiringan permukaan tanah.Kata Kunci: Kapasitas Dukung Fondasi Dangkal, Metode Analitik Rasional, Terzaghi, Meyerhof, Hansen, Vesic AbstractThe rational analytical method for determining the bearing capacity of shallow foundations is the shallow foundation bearing capacity equation of Terzaghi, Meyerhof, Hansen, and Vesic. This study aims to examine the principles of using the four equations so that there are no misuses in designing shallow foundations. This research was conducted by means of a literature study on research from Terzaghi (1943), Meyerhof (1955), Hansen (1970), and Vesic (1975). This research was conducted by comparing the four equations at once to produce the principle of using the appropriate shallow foundation bearing capacity equation, based on the conditions in the field. The use of these four equations in this study is on plane strain foundation conditions (strain in the z direction = 0), rough foundation base, and homogeneous soil conditions. The location of the groundwater table affects the value of the soil shear strength parameter used by adjusting the soil type, type of laboratory test, and analysis of critical stability. This study concludes that there are 4 (four) principles of using the shallow foundation bearing capacity equation where the differentiating conditions in the field are the ratio of foundation depth to foundation width (maximum 4 (four)), loading conditions, soil type, and shallow foundation factors are taken into account. Loading conditions include vertical loads, inclined loads, eccentric loads (moments), and horizontal loads. Furthermore, soil types include stiff clay and dense sand with general shear failure and medium consistency clay and medium density sand with local shear failure. Finally, the shallow foundation factors that are taken into account include the foundation shape factor, foundation depth, load slope, foundation slope, and ground surface slope.Keywords: Bearing Capacity of Shallow Foundation, Rational Analytic Method, Terzaghi, Meyerhof, Hansen, Vesic 
ANALISIS PEKERJAAN YANG MENGALAMI REWORK PADA PROYEK PERUMAHAN DI BANDUNG Hidayanto Hidayanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6516

Abstract

AbstrakKebutuhan rumah pada tahun 2013 mencapai 12 juta unit, sedangkan suplai produksi rumah hanya 250.000 - 400.000 unit/tahun dan ada sekitar 900.000 rumah tangga baru per tahun ada di Indonesia, sehingga perlu haruslah meningkatkan produktivitas pembangunan rumah untuk mengimbanginya. Ada sekitar 102 perumahan menengah dan perumahan mewah yang tersebar di Bandung raya yang sedang aktif dibangun pada tahun 2016. Namun demikian, dalam pelaksanaan pembangunannya tidak jarang atau sering terjadi rework (pekerjaan ulang), yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya, waktu dan turunnya produktivitas. Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pekerjaan dapat terjadi pada tahap appraisal, internal failure maupun ekternal failure, karena adanya pekerjaan salah yang lolos pada saat kontrol kualitas. Untuk mengetahui pekerjaan mana saja yang paling sering terjadi rework pada saat konstruksi rumah maka dilakukan observasi lapangan pada perumahan menengah dan perumahan mewah, pada saat observasi lapangan akan dicatat pekerjaan apa saja yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dilakukan rework dan yang tidak dilakukan rework kemudian menganalisis faktor penyebabnya, posisi pekerjaan pada work breakdown structure dan yang lainnya yang dirasa perlu untuk penelitian. Studi literatur digunakan untuk mendukung penelitian terhadap pekerjaan paling sering terjadi rework di lapangan. Dari data observasi lapangan tersebut kemudian dijadikan kuesioner untuk mengetahui rework pada pekerjaan, faktor penyebab rework dan cara untuk meminimalisir rework. Berdasarkan hasil kuesioner, pekerjaan yang paling besar mengalami dampak rework adalah pekerjaan arsitektur dan pekerjaan plumbing dan ME. Untuk dapat mengurangi rework, responden pada rumah menengah dan rumah mewah sepakat bahwa meningkatkan pengawasan di lapangan dan melakukan perencanaan yang matang pada fase desain adalah cara yang paling efektif, mengingat juga bahwa faktor managerial dan faktor desain merupakan faktor yang paling sering menyebabkan rework sehingga pengawasan dan perencanaan sangat penting untuk mengurangi rework.
Karakteristik Pengendara Sepeda Motor dan Penggunaan Helm di Kota Pekanbaru Provinsi Riau Resmi Arianti; Mardani Sebayang; Edi Yusuf Adiman
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6451

Abstract

Helm digunakan sebagai alat pelindung kepala standar saat berkendara yang berfungsi untuk melindungi dan mengurangi dampak cidera kepala akibat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan peluang penggunaan helm di Kota Pekanbaru. Data penggunaan helm diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dengan memberi kuesioner kepada pengendara yang melintas pada lokasi penelitian yaitu pada ruas Jalan HR.Suebrantas, Tuanku Tambusai, Riau dan Jendral Sudirman. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Dari hasil penelitian ini total pengendara sepeda motor menggunakan helm di Kota Pekanbaru pada lokasi penelitian yaitu sebanyak 185.879 kendaraan dengan persentase (91%), sedangkan pengendara yang tidak menggunakan helm saat berkendara sebanyak 18.661 kendaraan dengan persentase (9%). Pengendara sepeda motor tertinggi dalam menggunakan helm yaitu pada ruas Jalan Jendral Sudirman pada jam 07.00-09.00 WIB sebanyak 6.771 kendaraan. Berdasarkan karakteristik pengendara sepeda motor terdapat 12 variabel yang memiliki hubungan terhadap penggunaan helm yaitu: usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penggunaan helm SNI, alasan penggunaan helm, kapasitas penumpang, kepatuhan lalu lintas, tali pengikat, jarak tempuh, lama berkendara, alasan utama melanggar peraturan dan cedera kepala. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan helm yaitu penggunaan helm SNI  dengan tingkat pengaruh 37,7% dan tingkat kepatuhan pengendara kepada peraturan lalu lintas dengan tingkat pengaruh sebesar 27,7%. Peluang penggunaan helm saat berkendara sepeda motor tertinggi berdasarkan nilai odds rassio yaitu variabel usia dengan nilai 8,101 kali dibandingkan dengan variabel lainnya. 
ANALISA DAN SOLUSI KEMACETAN LALU LINTAS DI SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG BEKASI CYBER PARK) Novita Novita Handayani; Rika Sylviana; R. Hengki Rahmanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6499

Abstract

Tingginya kepadatan lalulintas yang terjadi pada simpang bersinyal Bekasi Cyber Park diakibatkan oleh tingginya volume kendaraan dari empat lengan simpang tersebut. Letaknya yang berada di pusat Kota Bekasi, menjadikan simpang tersebut padat terutama pada jam puncak yang dapat mempengaruhi kapasitas, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan simpang/Level of Service (LOS).Pembuatan software SIKAJI bertujuan untuk membantu dalam merencanakan suatu persimpangan bersinyal berdasarkan persyaratan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pembuatan program dibuat dengan bahasa pemrograman Framework Yii dengan tampilan yang ramah dan mudah dimengerti dibandingkan dengan software KAJI ver 1.10x.Perbandingan hasil perhitungan software dibandingkan perhitungan manual memiliki tingkat akurasi mencapai 99,98 %. Pada analisis kondisi operasional didapatkan hasil untuk tingkat pelayanan simpang pada level “F” (sangat buruk). Kata kunci: simpang bersinyal, Level of Service (LOS) , software KAJI, software SIKAJI, MKJI
BAGAIMANA PANDEMI COVID-19 MENGUBAH BUDAYA KERJA PROYEK KONSTRUKSI? Seng Hansen; Susy Fatena Rostiyanti; Andre Eldrian
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.5507

Abstract

Pandemi COVID-19 telah dimulai sejak akhir 2019. Berbagai upaya telah diterapkan pemerintah guna memitigasi penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia, antara lain kewajiban pemakaian masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, hingga pelacakan kontak COVID-19. Strategi mitigasi ini turut mempengaruhi keberlangsungan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan jenis perubahan budaya kerja pada proyek konstruksi. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam proses pengumpulan dan analisis data. Penelitian diawali dengan studi literatur untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan budaya kerja proyek konstruksi. Selanjutnya, observasi langsung pada dua proyek konstruksi dan sepuluh wawancara semi terstruktur dilakukan untuk menginvestigasi faktor dan jenis perubahan budaya kerja proyek konstruksi akibat pandemi COVID-19 di Indonesia. Analisis konten diterapkan untuk mengolah data wawancara, sedangkan hasil observasi digunakan untuk melengkapi hasil analisis wawancara. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi delapan faktor berpengaruh yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu faktor internal (terdiri dari enam faktor) dan faktor eksternal (terdiri dari dua faktor). Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi sebelas perubahan budaya kerja konstruksi yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu perubahan budaya organisasi, perubahan budaya komunikasi, dan perubahan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan data dan temuan empiris mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap proyek konstruksi terutama perubahan budaya kerja dari perspektif kontraktor.
ANALISA PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN CONTROLLED MODULUS COLUMNS (CMC) PADA KONSTRUKSI TIMBUNAN JALAN Zakwan Gusnadi; Iman Handiman; Fitriana Sarifah
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.5670

Abstract

Tanah lunak pada konstruksi timbunan jalan sering kali menimbulkan permasalahan pada proses konstruksi maupun saat jalan telah beroperasi. Karakteristik tanah lunak yang memiliki kekuatan yang rendah dan kompresibilitas yang tinggi menyebabkan permasalahan daya dukung dan penurunan. Daya dukung yang rendah mengakibatkan timbunan yang dapat ditahan oleh tanah dasar terbatas serta permasalahan stabilitas. Sedangkan penurunan yang besar dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Metode perbaikan tanah dengan menggunakan Controlled Modulus Columns (CMC) merupakan salah satu alternatif yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode CMC dikombinasikan dengan Load Transfer Platform (LTP) yang berfungsi untuk meratakan beban sebelum didistribusikan pada CMC dan tanah disekitarnya. Pada penelitian tanah lunak setebal 16 m diperbaiki menggunakan CMC diameter 42 cm dengan panjang 25 m yang dikombinasikan dengan LTP 1 m. Timbunan rencana diatas tanah lunak mencapai 13 m dan diperkuat dengan geotekstil woven T100 yang dipasang per 1 m pada tubuh timbunan. Analisa dilakukan dengan metode elemen hingga 2 dimensi menggunakan program Plaxis. Hasil tinjauan tanpa perkuatan menunjukan terjadi keruntuhan pada timbunan dengan ketinggian 6 m. Total penurunan yang terjadi mencapai 290 cm. Dengan menggunakan perbaikan tanah CMC faktor keamanan stabilitas dapat meningkat sebesar 1.54. Total penurunan yang terjadi dapat direduksi menjadi 110 cm atau berkurang sekitar 62%.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BAJA-BETON KOMPOSIT PADA GEDUNG RADIOLOGI DAN OK (OPERATION KAMER) DI RSUD PAMEUNGPEUK KABUPATEN GARUT Agustina Heryanti Suwandy; Herianto Herianto; Rosi Nursani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.5473

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Seiring dengan kompleksnya permasalahan kesehatan serta pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut  yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut menuntut adanya ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. RSUD Pameungpeuk mengembangkan faslitasnya dengan membangun gedung radiologi dan OK (Operation Kamer)  dengan kontruksi struktur baja Square Tube bertingkat 6 lantai dengan kapasitas tampung lebih banyak. Sebagai bahan studi perencanaan pada penelitian ini penulis merencanakan untuk mengubah perencanaan awal pada Gedung Radiologi dan OK (Operation Kamer) yang semula struktur baja Square Tube menjadi struktur baja beton komposit karena mengingat salah satu keuntungan dari penggunaan struktur komposit adalah kapasitas pemikul bebannya meningkat. Struktur komposit merupakan struktur yang memanfaatkan kelebihan dari beton dan baja yang bekerja bersama-sama satu kesatuan, dimana beton kuat terhadap tekan sedangkan baja kuat terhadap tarik. Dari hasil analisa dan perhitungan dengan menggunakan program bantu ETABS diperoleh hasil dimensi terhadap bangunan meliputi balok induk WF 500x200x10x16, profil balok anak WF 450x200x9x14, profil kolom K1 488x300x11x18, kolom K2 450x200x9x14, profil balok tangga utama 250x125x5x8, pelat lantai menggunakan dek baja gelombang dengan tebal 10 cm pada pelat atap dan 12 cm pada pelat lantai 1-6 serta sambungannnya bervariasi sesuai dengan konvigurasi rangka. Perencaan ulang ini juga menggunakan dinding geser dengan tebal 25 cm yang berfungsi menahan 75% beban lateral. Perencanaan pondasi menggunakan bored pile dengan diameter 80 cm pada kedalaman 8 m.Kata Kunci : Perencanaan, Gedung Radiologi dan OK, Komposit, Baja, Beton  

Page 1 of 1 | Total Record : 8