cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Uji Paksa Serangan Vatiga illudens (Drake, 1992) (Hemiptera: Tingidae) pada Tanaman Singkong Varigata (Manihot esculenta var. Variegata) di Screenhouse Fakultas Pertanian UNSOED Suroto, Agus; Tarjoko, Tarjoko; Oktaviani, Eka; Fauziah, Jihan Nur
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.731

Abstract

Kepik Vatiga illudens (Drake, 1992) (Hemiptera: Tingidae) merupakan hama baru yang masuk Indoensia. Masuknya V. illudens ini menimbulkan kekhawatiran tentang invasi dan potensinya sebagai hama singkong eksotik baru di Indonesia. Minimnya informasi dasar tentang V. illudens, akan mempersulit penilaian dan prediksi wabah hama di Indonesia. Kabupaten Banyumas wajib mengantisipasi serangan hama tersebut karena memiliki kawasan tanam singkong yang cukup luas pada tahun 2018 yaitu 1.711 ha dengan hasil panen yang juga termasuk banyak dibanding tanaman pangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat (intensitas) serangan hama baru tersebut pada salah satu aksesi singkong yang ada di Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Sumbang, di lingkungan screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan ulangan sebanyak 3 (tiga) kali, dengan satu set tanaman sebagai control. Pengamatan dilakukan selama 30 (tiga puluh hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan mengalami kenaikan dari hari ke-hari. Meskipun cenderung mengalami peningkatan, mulai hari ke-18, serangan menunjukkan skala yang stasioner (tetap) hingga hari ke-30.
Upaya Pengembangan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Organik di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Aman Suyadi; Hindayati Mustafidah
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.732

Abstract

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani Mlethek Srengenge Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Kelompok Tani Mlethek Srengenge mempunyai kegiatan utama budidaya pertanian, namun belum menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertanian. Kelompok Tani Mlethek Srengenge masih menggunakan pupuk kimia dalam kegiatan budidaya pertanian. Hal ini disebabkan karena terbatasnya pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Mlethek Srengenge dalam pembuatan pupuk organik berbahan baku kotoran ternak sapi.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Mlethek Srengenge dalam pembuatan pupuk organik untuk mendukung pertanian organik di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat dengan cara alih teknologi berbasis penerapan hasil penelitian kepada mitra sasaran. Sedangkan metode pendekatan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah partisipasi aktif, yaitu kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam seluruh kegiatan pengabdian masyarakat. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi program, pelatihan, praktik langsung pembuatan pupuk organik padat dan cair, dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Mlethek Srengenge Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas dalam pembuatan pupuk organik padat dan cair berbahan baku kotoran ternak sapi secara mandiri.
Pendidikan Life Skill Melalui Kewirausahaan Pupuk Organik Cair (POC) di Panti Asuhan “Al Maa’uun” PCM, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Anis Shofiyani; Hadi Pramono; Hamami Alfasani Dewanto
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.733

Abstract

Tujuan dalam program ipteks bagi masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan pupuk organik cair dari bahan baku limbah hasil pertanian dan pembukuan sederhana (accounting) usaha POC, sehingga diharapkan progam ini mampu meningkatkan kemampuan kewirausahaan mitra. Metode yang digunakan dalam program iptek bagi masyarakat ini adalah metode penyuluhan, pelatihan, dan demplot pembuatan POC dan pembukuan sederhana pengelolaan wirausaha POC dari limbah hasil pertanian. Berdasarkan hasil orientasi dan observasi awal yang dilakukan, diketahui bahwa permasalahan yang paling mendesak untuk dipecahkan pada umumnya adalah mengenai kondisi dan situasi mitra,dimana masih perlu dikembangkan. kegiatan-kegiatan yang terprogram dan terstruktur yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik bagi anak asuh. Kegiatan IbM ini dilakukan dengan cara praktek langsung bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pelatihan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha POC. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dalam upaya menanamkan kesadaran, pengertian dan ketrampilan pengembangan wirausaha POC yang dikelola panti asuhan Al Maa’uun mendapat respon yang cukup baik dari peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelatihan terhadap 22 peserta (responden) maka dapat diketahui bahwa pemahaman peserta terkait kewirausahaan pupuk organic cair adalah sebagai berikut; sekitar 91 % memahami tujuan kegiatan IbM, 85,5 % memahami teknik pembuatan pupuk organic cair, 68,18 % memahami bahan yang digunakan dalam pembuatan POC, 77,27 % memahami teknik pengemasan produk, 95,45 % memahami manfaat POC bagi tanaman, 87,3 % memahami perhitungan harga pokok pembuatan POC berbahan baku limbah pertanian, 72,72 % peserta memahami perhitungan harga jual yang menguntungkan dari POC, 68,18 % peserta memahami proses akuntansi dalam perhitungan laba rugi pembuatan POC, 68, 17 % peserta memahami teknik pemasaran produk POC dan 41,9 % peserta memahami pangsa pasar untuk produk POC. Berdasar hasil evaluasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mulai mengetahui dan memahami materi yang telah kami berikan.
Studi Bibliometrik Traditional Agri-Food yang Berkelanjutan dan Sirkular Anggini Dinaseviani; Ikhlas Pangaribowo Pambudi; Ria Jayanthi; Subkhi Abdul Aziz
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.734

Abstract

Kajian mengenai traditional agro-food telah banyak dilakukan. Untuk itu diperlukan melihat trend dari topik studi traditional agri-food dan memperdalam pemahaman terutama kaitannya dengan isu keberlanjutan dan ramah lingkungan. Tujuan dari riset ini adalah 1) untuk menganalisa literatur kepustakaan dari topik traditional agri-food berkelanjutan dan circular, 2) untuk memetakan state-of-the-art dari area topik traditional agri-food yang berkelanjutan dan circular, 3) untuk mengidentifikasi research gap dan kebaruan (novelty). Metode riset ini menggunakan metode bibliometrika untuk memperoleh ketelusuran yang baik dalam area topik riset ini. Database diperoleh dari database Scopus. Untuk melihat relevansi dari topik maka literatur ilmiah dipilih dan dianalisa dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis). Studi ini dilakukan menggunakan aplikasi VosViewer dan Biblioshinny (dari R Package). Temuan- studi ini berhasil menjaring sebanyak 379 publikasi yang berkaitan dengan topik traditional agrifood yang berkelanjutan dan circular dan selanjutnya perlu dianalisa lebih dalam. Hasil analisa bibliometric dari 379 publikasi menunjukkan bahwa keluaran publikasi untuk topik tersebut mulai marak sekitar tahun 2019 dan puncaknya di tahun 2022. Kecenderungan diskusi terkait traditional agri-food cukup bervariasi dengan tema besar berkaitan dengan sustainability dan circular economy. Adapun tematik lainnya adalah agri-food industry, life cycle assessment, agroecology, organic farming, agrifood supply chain, food quality, food safety. Hasil dari analisa bibliometric memetakan 6 topik cluster yang berkaitan dengan traditional agri-food. Adapun jurnal yang paling banyak menerbitkan artikel dengan topik traditional agrifood yang berkelanjutan dan circular adalah Sustainability (Switzerland). Tren publikasi terkini ke topik circular economy, climate change, agroecology, hingga sustainable production.
Struktur Komunitas dan Potensi Cadangan Karbon Ekosistem Mangrove di Pesisir Timur Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas Lucky Syarif
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.735

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu dari tiga ekosistem penting di pesisir yang dapat mereduksi gas CO2 di atmosfer sebagai mitigasi pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis struktur komunitas dan potensi cadangan karbon ekosistem mangrove serta menganalisis hubungan kerapatan dan diameter batang terhadap karbon bio massa. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai Maret 2020 dengan metode survey. Penentuan stasiun penelitian menggunakan purposive sampling. Pengambilan data vegetasi mangrove dilakukan menggunakan transek petakan kuadran (transect plot) ukuran 10 m x 10 m. Jumlah stasiun pengamatan ditentukan sebanyak 6 stasiun dengan tiga plot tiap transek. Potensi cadangan karbon pada ekosistem mangrove diperoleh dari perhitungan karbon biomassa atas permukaan, karbon biomassa bawah permukaan dan karbon pada sedimen. Perhitungan karbon biomassa menggunakan persamaan alometrikper jenis mangrove.Hasil penelitian terdapat 5 jenis mangrove, yaitu: Rhizophoraapiculata, R.mucronata, Bruguieragymnorrhiza, Ceriopstagal dan Xylocarpusgranatum. Rata-rata total kerapatan kelas pohon sebesar 1617 ± 392 ind/ha, kerapatan kelas anakan sebesar 1550 ± 578 ind/ha dan kerapatan kelas semai sebesar 2739 ± 1089 ind/ha. Tidak ditemukan perbedaan nilai kerapatan yang signifikan (P>0,05) antar stasiun pengamatan baik pada kelas pohon, anakan dan semai. Secara keseluruhan, komunitas mangrove di Pesisir Timur Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas didominasi oleh jenis R.apiculata yang ditunjukkan oleh nilai INP rata-rata total tertinggi, yaitu 120,80 %. Ekosistem mangrove di Pesisir Timur Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki potensi cadangan karbon yang besar yaitu sebesar 61.801,64 ton C dengan nilai rata-rata total sebesar 464,29 ± 170,84 ton/ha. Jumlah tersebut ekuivalen dengan 123.603,28 kg CO2 yang dapat diserap oleh ekosistem mangrove. Berdasarkan analisis statistik (korelasi Pearson) diperoleh bahwa kerapatan tidak memiliki hubungan terhadap nilai cadangan karbon bio massa (P>0,05), sedangkan diameter batang memiliki hubungan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap karbon bio massa dengan derajat hubungan yang kuat.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Fish X dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharate L) Aris Fajar; Oetami Dwi Hajoeningtijas; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.736

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan pupuk organik cair bio fish x terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan satu faktor, faktor tersebut ialah pemberian pupuk rekomendasi dan pupuk organik cair Bio Fish X sebanyak 8 taraf, masing-masing perlakuan terdapat 3 sampel polybag dan diulang sebanyak 4 ulangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan Duncan`s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair bio fish x berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14-49 HST, jumlah daun pada 49 HST, luas daun pada 49 HST dan diameter batang 28-49 HST. Pada beberapa waktu pengamatan menunjukkan tidak berpengaruh nyata yaitu pada variabel pengamatan jumlah daun pada 14-35 HST, luas daun pada 14-35 HST dan pada variabel pengamatan diameter batang pada 14-21 HST. Sedangkan pada variabel hasil penelitian hasil panen menunjukkan tidak berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah tongkol, diameter tongkol, dan panjang tongkol, serta pada variabel pengamatan berat tongkol berklobot per tanaman dan berat tongkol lepas klobot per tanaman menunjukkan hasil berbeda nyata pada hasil tanaman jagung manis. Dosis pupuk organik cair bio fish x yang berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharate L) adalah dosis pada perlakuan T (D) yaitu pupuk sesuai rekomendasi Urea 300kg/ha + 100 kg/ha KCl + 300 kg/ha NPK + POC 2 ml.
Implementasi Konsep Blue Economy untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Eva Anggraini
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.737

Abstract

Implementasi Konsep Blue Economy untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemberdayaan Petani Muhammadiyah untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Banyumas Sugiyatno Sugiyatno
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.738

Abstract

Pemberdayaan Petani Muhammadiyah untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Banyumas
Pola Pendapatan Petani Kelapa Sawit Swadaya Pasca Peremajaan Sistem Underplanting di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi Gina Fauzia; Ernawati Hamid; Mirawati Yanita
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.739

Abstract

Komoditas kelapa sawit merupakan komoditi yang banyak diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi, disamping merupakan wilayah pertama pengembangan budidaya kelapa sawit juga memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan petani kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani kelapa sawit swadaya pasca peremajaan sistem underplanting di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 42 petani pasca peremajaan sistem underplanting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani pasca melakukan peremajaan sistem underplanting sebesar Rp 24.813.711/tahun. Pola pendapatan petani terdiri dari pola I usahatani kelapa sawit sebesar Rp 53.273.933/petani/tahun, Pola II usahatani kelapa sawit+ ternak sapi Rp 49.612.100/tahun, Pola III usahatani kelapa sawit + buruh tani sebesar Rp 45.254.210/tahun, Pola IV usahatani kelapa sawit + pedagang sebesar Rp 44.053.140/tahun dan Pola V usahatani kelapa sawit + pegawai sebesar Rp 51.086.368/tahun. Pendapatan petani kelapa sawit swadaya pasca peremajaan dengan sistem underplanting memberikan gambaran bahwa petani kelapa sawit swadaya harus mempunyai sumber sumber pendapatan lain dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga petani dan mampu melakukan saving untuk menghadapi peremajaan berikutnya. selain itu dari pola yang terbentuk pendapatan petani dari pola I yang bersumber hanya dari usahatani kelapa sawit memiliki pendapatan terbesar, hal ini ditenggarai dengan pilihan sistem underplanting petani masih memiliki pendapatan dari tanaman tua yang belum ditumbang. hal ini masih menjadi pilihan sebagaian petani swadaya terutama yang hanya memiliki 1 hamparan lahan kelapa sawit. Meskipun sistem underplanting juga memiliki kelemahan disisi hama penyakit tanaman.
Potensi Mikroorganisme Lokal pada Reklamasi Lahan Terdegradasi Sebagai Pendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional Oetami Dwi Hajoeningtijas
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.747

Abstract

Mikroba endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya. Penelitian tentang mikroba endofit telah menunjukkan berbagai manfaatnya, termasuk sebagai agen biokontrol tanaman (Harni et al., 2006). Selain itu, mikroba endofit dan mikroba tanah lokal telah diuji potensinya dan menjadi penting bagi kehidupan tanaman. Lebih dari 85% mikroorganisme yang terdapat di tanah berperan penting dalam merangsang pertumbuhan tanaman melalui mekanisme langsung dan tidak langsung (Aly et al., 2012). Mikrobioma tanah, terutama dalam pertanian, berperan besar dalam kesuburan tanaman yang tumbuh di atasnya, dan penggunaan mikroba lokal telah membuktikan tidak menyebabkan kerusakan ekosistem lokal (Sudiana dkk., 2010). Mikroorganisme rizosfer memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi, melindungi tanaman dari patogenik, dan mendorong pertumbuhan serta meningkatkan hasil panen (Sumarsih, 2003).