cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Pengaruh Fluktuasi Harga & Ketersediaan Bahan Baku Kedelai Terhadap Hasil Produksi Perajin Tempe di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten R.J. Bladys Sultany Xyalam; Andjar Astuti; Ratna Mega Sari
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.710

Abstract

Tempeh is a high protein food that is reasonably priced. Capital constraints are a common source of concern in the temporary housing industry, and raw material prices are rising. To avoid losses, many tempeh artisans in Kramatwatu improvise during the tempeh-making process. Production components are inextricably linked in determining a production. The goal of this study was to see how price fluctuations and raw material availability affected tempeh production in Pejaten Village, Kramatwatu District. This research method is known as quantitative research. Simple random sampling was used as the sampling technique. 35 home industries were used as samples in this study. According to the study's findings, price and availability fluctuations in raw materials have a significant impact on the variable results of tempeh production. Furthermore, the results of the concurrent test show that price fluctuations and raw material availability have a significant impact on tempeh production in the Kramatwatu District. The obtained R2 value is 0.888. It can be concluded that price fluctuations and raw material availability have an overall effect of 88.8% on tempeh production yield, with the remaining 11.2 percent influenced by variables not researched.
Motivasi Petani dalam Usahatani Kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Muhammad Amir Biky; Irene Kartika Eka Wijayanti; Yusmi Nur Wakhidati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.711

Abstract

Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga termasuk daerah sentra kentang yang dapat mendukung dan memiliki peran penting dalam meningkatkan pembangunan pertanian untuk dapat meningkatkan devisa negara. Beberapa kendala petani dalam melakukan kegiatan usahatani kentang adalah motivasi petani yang masih rendah, petani beranggapan bahwa usahatani kentang yang dilakukan selama ini memiliki prospek yang menjanjikan dengan memanfaatkan kondisi alam dan iklim yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kentang. Namun, data menunjukan setiap tahun Kecamatan Karangreja Kabupaten purbalingga mengalami penurunan luas panen dan jumlah produksi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik petani dalam usahatani kentang dan mengidentifikasi tingkat motivasi petani yaitu motivasi ekonomi dan motivasi sosiologi. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan menggunakan metode simple random sampling diperoleh 100 petani kentang mitra dan non mitra dan pembagian sampling dilakukan menggunakan metode stratified random sampling diperoleh 17 petani mitra dan 83 petani non mitra. Metode analisis data menggunakan analaisis deskriptif, metode likert’s summated ratings, dan rating scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani dipengaruhi oleh faktor internal yaitu pengalaman bertani dalam kategori sedang (57 persen), pendidikan formal dalam kategori sedang (54 persen), luas lahan dalam kategori sedang (59 persen), pendapatan petani dalam kategori tinggi (80 persen), dan faktor eksternal yaitu sarana produksi berada dalam kategori sangat tinggi (92 persen), ketersediaan modal dalam kategori tinggi (61 persen), jaminan harga pada kategori tinggi (62 persen) dan kehadiran penyuluh pada kategori sedang (54 persen). Tingkat motivasi dari segi ekonomi dalam usahatani kentang berada dalam kategori tinggi sebesar (74 persen) dan tingkat motivasi sosiologi dalam usahatani kentang berada pada kategori sedang sebesar (48 persen).
Pelatihan Budidaya Ikan Tepat Guna Bagi Anak Panti Asuhan Al Maaun PCM Wangon Banyumas M Azharul Rijal; Ikhsan Pratama; Fitri Rachmawati; Sukma Haryogi; Adhia Rafif Muafa
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.712

Abstract

Panti asuhan Al Maaun merupakan panti asuhan bagi remaja pada usia sekolah yang didirkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wangon. Panti asuhan memberikan layanan kepada masyrakat untuk meningkatkan keterampilan, rehabilitasi sosial, pelayanan sosial, perlindungan sosial dan perlindungan Pendidikan. Untuk meningkatkan ketrampilan, anak asuh panti harus diberikan keterampilan sehingga dapat bermafaat bagi mereka kelak. Teknologi budidaya yang tepat guna dapat meningkatkan keterampilan mereka kelak.Budidaya perikanan ramah lingkungan untuk produksi ikan secara efektif saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian menggunakan metode partisipasi langsung dengan melakukan pembenihan ikan lele yang di dalamnya mencakup: pemberian materi budidaya dengan ceramah dilanjutkan dengan diskusi, penerapan budidaya dengan praktek langsung di tempat mitra, pembinaan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman anak asuh panti terhadap kegiatan budidaya dan adanya tambahan ilmu tentang keterampilan mengenai budidaya tepat guna dalam hal ini adalah budidaya ikan dalam ember. Pelatihan ini memiliki kesimpulan bahwa adanya peningkatan keterampilan dari anak asuh panti dan adanya peningkatan pengetahuan untuk kegiatan budidaya ikan. Saran untuk pelatihan ini adalah perlu ada nya peningkatan pemahaman anak asuh panti akan konsep panen dan konsep pemasaran hasil perikanan budidaya dan pelatihan kewirausahaan perikanan.
Penerapan Teknologi Bioflok dalam Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Madrasah Aliyah (MA) Miftahussalam Banyumas Defi Sefianingsih; Cahyono Purbomartono; Muhammad Azharul Rijal; Juli Rochmayati; Tumisem Tumisem
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.713

Abstract

Industri perikanan di Indonesia berkembang pesat. Pakan merupakan faktor kunci pada usaha perikanan dan memiliki harga yang sangat tinggi. Penerapan teknologi budidaya sangat berkembang dan bertujuan untuk mengurangi modal pakan pada usaha perikanan budidaya. Hilirisasi penelitian merupakan penerapan hasil penelitian yang dilakukan pada lingkungan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu dan ketemrampilan masyarakat. Teknologi bioflok merupakan teknologi yang mudah diaplikasikan pada masyarakat. Tujuan hilirisasi penelitian ini adalah agar para siswa dapat melakukan budidaya ikan dengan baik, para siswa dapat menggunakan teknologi bioflok pada budidaya ikan dan siswa berlatih kewirausahaan dan kemandirian. Metode yang dilakukan untuk hilirisasi penelitian ini adalah dengan memberikan materi, pelatihan dan pendampingan kepada para siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Miftahusalam Banyumas. Hasil dari hilirisasi ini adalah para siswa dapat mengembangkan ilmu tentang teknologi budidaya yang baik dan melatih keterampilan siswa untuk membuat kolam dan teknologi budidaya, serta para siswa mampu melatih kewirausaan dan kemandirian.
Pengaruh Bobot Bibit dan Perbedaan Dosis Pupuk Nitrogen pada Umur yang Sama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yuda Rizki Maulana; Agus Mulyadi Purnawanto; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.714

Abstract

Salah satu metode untuk menekan biaya produksi bawang merah adalah dengan penggunaan bibit dan pupuk nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bobot bibit dan perbedaan dosis pupuk nitrogen pada umur yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Februari 2023 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu Rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan penggunaan bobot bibit dan faktor kedua presentase dosis pupuk nitrogen. Faktor Bobot Bibit, yaitu U1 = < 3 gram/umbi, U2 = 3-5 gram/umbi, U3 = > 5 gram/umbi. Faktor presentase dosis pupuk nitrogen, yaitu N1 = 25% 1hst : 75% 30hst, N2 = 50% 1hst : 50% 30hst, N3 = 75% 1hst : 25% 30hst. Data yang tersaji akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bobot bibit memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 20 dan 30 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering, sedangkan perlakuan presentase dosis pupuk nitrogen berpengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10, 30, 40, dan 50 hst, serta jumlah daun umur 10 hst. Interaksi pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan total panjang daun umur 10-50 hst, jumlah daun umur 10-40 hst, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.
Pengaruh Jenis Kemasan dan Kondisi Ruang Penyimpanan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Faba (Vicia faba L.) Rahotni Imanta Damanik; Endang Pudjihartati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.715

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui (1) pengaruh jenis kemasan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih kacang faba (Vicia faba L.) selama penyimpanan, (2) pengaruh kondisi ruang penyimpanan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih, (3) interaksi antara perlakuan jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis, (4) jenis kemasan dan kondisi ruang simpan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis. Benih yang digunakan yaitu benih kacang faba varietas lokal Dieng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial, rancangan split plot dengan dan 3 ulangan. Perlakuan kondisi ruang simpan yaitu ruang/kamar (25°C, RH 74.54%), dalam kulkas (10°C, RH 80.50%), dan ruang ber-AC (20-22°C, RH 81.88%); Jenis kemasan yaitu aluminium foil, plastik polyethylene), kaleng gold tin dan karung plastik (control). Penetapan kadar air menggunakan metode oven suhu 103 ± 2°C, daya hantar listrik diukur dengan EC meter, perkecambahan diuji dengan metode UKDdP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan aluminium foil, plastik polyethylene dan kaleng dapat meningkatkan viabilitas setelah disimpan 5 bulan dibandingkan bahan kemasan karung plastik. Penyimpanan benih pada suhu ruang dapat menurunkan mutu fisik dan vigor hingga akhir penyimpanan dibandingkan dalam kulkas dan ruang ber-AC. Bahan kemasan tidak memengaruhi mutu fisik dan kecepatan tumbuh selama penyimpanan, hanya memengaruhi daya berkecambah setelah disimpan 3 bulan sedangkan keserempakan tumbuh dan indeks vigor dipengaruhi setelah disimpan 5 bulan. Tidak ada interaksi antara bahan kemasan dan kondisi ruang simpan. Perlakuan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis yaitu bahan kemasan kaleng pada kondisi ruang simpan dalam kulkas.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Thitonia Diversifolia terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Priskila Nitya Paramacanti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.716

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair Thitonia diversifolia terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawi serta untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk organik cair yang digunakan dalam melakukan budidaya tanaman sawi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2022 di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor perlakuan yaitu pemberian konsentrasi POC 10; 20; 30; dan 40 ml/L. Percobaan ini terdiri dari 3 ulangan, yang terdiri dari 25 tanaman dan diambil 5 sampel. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, berat basah, berat kering dan luas indeks daun. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan uji Orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC Thitonia diversifolia dengan perlakuan 10, 20, 30, dan 40 ml/L tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi pada seluruh parameter pengamatan yaitu jumlah daun, berat basah, berat kering dan luas indeksdaun yang disebabkan karena kandungan unsur hara pada POC tergolong rendah.
Problematika dan Tantangan Pengembangan Industri Akuakultur di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dalam Mewujudkan Smart Fisheries Villages Taufik Budhi Pramono; Teuku Junaidi; Agung Cahyo Setyawan; Norman Arie Prayogo; Endang Hilmi; Hamdan Syakuri; Nur Wijayanti; Purwandaru Widyasunu; Undiono Undiono; Mas Yedi Sumaryadi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.717

Abstract

Salah satu strategi pengembangan industry akuakultur adalah dengan menerapkan program smart fisheries villages (SFV) di perdesaan. Pencapaian target dan indikator keberhasilan di lapangan tidaklah mudah, banyak problematika dan tantangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dan tantangan desa Panembangan Kecamatan Cilongok Banyumas dalam mewujudkan smart fisheries villages. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey aktif. Penggalian informasi data primer dilakukan menggunakan kuisioner, wawancara mendalam dengan pemerintah desa, dinas perikanan dan peternakan, kelompok pembudidaya, kelompok pengolah pemasar, koperasi dan bumdes serta focus group discussion (FGD) dengan multi stakeholder. Problematika dan tantangan yang dijumpai antara lain pengembangan sumberdaya manusia, kelembagaan, teknologi, bisnis, ekonomi, infrastruktur, ekonomi dan lingkungan. Permasalahan yang dijumpai merupak masalah fundamental yang harus diselesaikan. Penyelesaian masalah dan menjawab tantangan SFV tersebut perlu dilakukan dengan beberapa strategi pengembangan yang komprehensif, terarah, dan terukur.
Pengembangan Usaha dari Sumber Daya Lokal Sektor Pertanian: Kasus Pada Produk Kopi Tersertifikasi Indikasi Geografis (IG) Subkhi Abdul Aziz; Ria Jayanthi; Anggini Dinaseviani
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.718

Abstract

Pengembangan usaha kopi yang merupakan hasil sumber daya lokal daerah di sektor pertanian menjadi fokus perhatian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar wilayah produksi kopi. Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) terhadap produk kopi daerah merupakan salah satu cara meningkatkan kesejahteraan petani melalui perlindungan hak atas produksi kopi yang mereka hasilkan. Namun, hanya mengandalkan sertifikasi IG belum cukup bagi produsen kopi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan mencari solusi yang diperlukan untuk meningkatkan potensi pengembangan usaha kopi tersertifikasi IG. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan mengambil kasus pada produk-produk kopi yang tersertifikasi IG. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada perwakilan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang berasal dari produk kopi, praktisi dan pelaku usaha produk IG. Selain itu dilakukan analisis data sekunder berupa dokumen terkait dengan kebijakan pemerintah dan pasar kopi. Hasil penelitian menunjukkan tantangan yang ditemui dalam pengembangan usaha kopi tersertifikasi IG, diantaranya adalah rendahnya pemahaman oleh produsen kopi dan konsumen lokal di Indonesia terhadap produk tersertifikasi IG, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, kurangnya infrastruktur pendukung seperti jalan dan akses internet, dan minimnya modal yang dimiliki oleh produsen kopi. Adapun solusi yang diperlukan untuk pengembagan usaha kopi tersertifikasi IG adalah dukungan pemerintah melalui perbaikan kebijakan, pembangunan infrastruktur pendukung, pelatihan dan pendampingan usaha, serta penyediaan modal usaha. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya mendukung pengembangan usaha kopi tersertifikasi IG yang merupakan hasil dari sumber daya lokal daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempromosikan produk kopi berkualitas tinggi dari Indonesia.
Pengujian Kesehatan 4 Varietas Benih Sorgum (Sorghum bicolor L.) Tunjung Pamekas; Hendri Bustamam; Ferdinand Gherrisyah M; Usman Kris Joko Suharjo; Edi Susilo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.719

Abstract

Kesehatan benih sorgum sangat mendukung terciptanya tanaman sorgum yang sehat dan berproduksi tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji kesehatan 4 varietas benih sorgum dengan metode seedling symptom test. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022 di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Varietas sorgum yang dipakai adalah Super 1, Suri 3 Agritan, Suri 4 Agritan, dan Numbu yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia (BALITJAS) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Suri 4 Agritan memiliki daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar yang paling rendah, namun varietas tersebut memiliki persentase bibit terinfeksi yang paling kecil. Keempat varietas benih sorgum terserang patogen terbawa benih dari golongan cendawan, berturut turut 4, 6, 5 dan 3 species cendawan pada varietas Super 1, Suri 3 Agritan, Suri 4 Agritan, dan Numbu. Cendawan terbawa benih empat varietas sorgum adalah Aspergillus niger, Mucor sp, Pyricularia sp, Rhizopus sp, Curvularia sp, dan 4 isolat cendawan yang belum teridentifikasi.