cover
Contact Name
Anggi Septia Nugroho
Contact Email
septianugroho90@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uml.prodipai@gmail.com
Editorial Address
JALAN Z.A. PAGAR ALAM NO.14, KEDATON, BANDAR LAMPUNG
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ta'lim
ISSN : 02165198     EISSN : 27759725     DOI : https://doi.org/10.36269/ta'lim.v4i1.618
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama Islam ini dimaksudkan untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian dosen, penelitian skripsi mahasiswa S1, maupun kajian ilmiah yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori, dan konsep keilmuan, serta aplikasinya terhadap pendidikan Agama Islam di Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
MENINGKATKAN PENGAMALAN IBADAH SHALAT DENGAN METODE DEMONSTRASI Khorini Khorini; Ajeng Amalia; Yurnalis Etek
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.196 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.82

Abstract

Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yang menghubungkan antara seorang hamba dengan rabbnya. Shalat merupakan kewajiban dan juga sudah menjadi kebutuhan bagi seorang muslim. Salah satu usaha untuk meningkatkan pengamalan ibadah shalat adalah dengan menerapkan metode yang praktis dan mudah dipahami yaitu dengan metode demonstrasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui metode dokumentasi, metode observasi dan metode tes. Indikator kinerja penelitian berupa tercapainya target pengamalan ibadah shalat. Perolehan nilai peserta didik pada masing-masing siklus di atas menunjukkan adanya peningkatan persentase yang signifikan di tiap-tiap siklusnya. Peserta didik yang semula pada siklus I ada 15 peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu dengan kriteria benar gerakan dan hafal bacaan berjumlah 15 orang (39,47%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang kurang sempurna melaksanakan ibadah shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang tidak sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,91%). Setelah diadakan perbaikan pada siklus II, persentase pelaksanaan ibadah shalat menjadi meningkat, peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu berjumlah 35 orang (92,10%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,90%), dan sudah tidak ada lagi peserta didik yang kurang atau bahkan tidak sempurna melakukan shalat, berarti bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan pengamalan ibadah shalat peserta didik dalam pembelajaran PAI materi pokok shalat.
MODEL EVALUASI ISIPP (IMPLEMENTASI ISI, PROSES, DAN PENILAIAN) UNTUK MADRASAH ALIYAH Mardiana Mardiana; Arizal Eka Putra; ahmad luviadi
Ta'lim Vol 3, No 2 (2021): JURNAL TA'LIM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.728 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v3i2.489

Abstract

Kurikulum sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan hasil pembelajaran yang dicapai dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan. Kurikulum dapat diartikan sebagai dokumen yang memuat seluruh bahan dan kegiatan yang harus dilalui oleh peserta didik dalam pembelajaran atau merupakan pedoman bagi pelaksanaan pembelajaran. Komponen-komponen kurikulum meliputi tujuan, isi, metode dan evaluasi. Seluruh komponen ini hendaklah sesuai dengan nilai-nilai sosial, budaya bangsa, dan kebutuhan  masyarakat, serta diimbangi dengan kemajuan teknologi.Oleh karena itu, penyempurnaan kurikulum diperlukan untuk memperbaiki pendidikan dimasa depan dengan harapan mutu pendidikan, tidak hanya kognitif tapi lebih ditekankan kepada sikap, perilaku dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik yang berguna bagi dirinya, masyarakat dan lingkungannya.Kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan, pada tahun 1947, 1952, 1962, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004,2006, dan 2013.Madrasah Aliyah sebagai subsistem pendidikan nasional yang dikelola oleh Kemenag harus mampu melaksanakan Standar Isi (SI) yang terdiri atas empat komponen, termasuk didalamnya penyusunan kurikulum yang berpedoman KTSP. Hasil prasurvei di Lampung,   sekilas tidak terjadi permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan di MA,   namun dalam praktiknya banyak dijumpai permasalahan-permasalahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model evaluasi yang dapat digunakan oleh Kemenag Provinsi untuk mengevaluasi implementasi dari 3 standar pendidikan (Standar Isi, Proses, Dan Penilaian) di Madrasah Aliyah Metode penelitian yang digunakan Perpaduan Model Evaluasi CIPP dan DEM (Provus) Pengembangan produk Evaluasi dengan Langkah Borg&Gall  Validasi (Rater)Kesimpulan dari metode Model Evaluasi ISIPP terdiri dari tiga instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi implementasi kurikulum terkait dengan tiga standar pendidikan di Madrasah Aliyah. Standar pendidikan yang akan di evaluasi dengan menggunakan model ISIPP adalah Standar Isi, Proses, dan Penilaian. Model evaluasi ini merupakan modifikasi dari dua medel evaluasi yang sudah ada yaitu model evaluasi CIPP dan model evaluasi DEM Provus.Keyword : Model Evaluasi ISIPP Untuk Madrasah Aliyah
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SURI TAULADAN DI ERA PANDEMI Awaluddin Faj
Ta'lim Vol 3, No 01 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.723 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v3i01.377

Abstract

Penerapan metode pembelajaran suri tauladan di era pandemi menjadi hal penting melihat kondisi dan situasi yang terjadi saat ini, penyebaran kasus COVID-19 menjadi virus yang mengkhawatirkan, terdapat kurang lebih 200 negara dari berbagai belahan dunia yang telah terjangkit virus ini.Walaupun demikian, situasi pendidikan seperti ini menjadi dilema tersendiri bagi pendidik dan para peserta didik. Di satu sisi  mereka dipaksa harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun di sisi lain timbul kebosanan karena berbagai kendala yang dihadapi, serta keinginan untuk berinteraksi secara langsung yang menjadi pemaksa untuk melaksanakan pembelajran tatap muka secara langsung. Apalagi pembelajaran tatap muka meskipun dengan protokol kesehatan ketat tetap meningkatkan risiko terpapar Covid-19.Maka dari itu, penulis meneliti untuk menganalisis Tentang Penerapan Metode Pembelajaran Suri Tauladan Di Era Pandemi, Metode yang gunakan untuk analisis dan kajian teori dari metode ini dengan kajian literatur dikaitkan dengan kondisi pendemi saat ini. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan penggalian informasi dari beberapa sumber dokumen seperti buku-buku, artikel, jurnal, majalah, serta dokumen lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji.
Membumikan Teks Agama; Upaya Meredam Aksi Radikalisme Menuju Masyarakat Dialogis-Transformatif muslim basyar
Ta'lim Vol 2, No 1 (2020): Ta'lim
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.699 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v2i1.226

Abstract

Tulisan ini akan menelaah ihwal praktek keberagaman yang acapkali jadi picu pelatuk konflik sosial di negeri ini. Pembakaran dan pengeboman tempat ibadah, penistaan dan politisasi agama, serta seabrek problem lainnya adalah beberapa impak paling gamblang dari jauhnya perilaku keagamaan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini adalah untuk menemukan formula baru dalam meretas beragam konflik sosial keagamaan tersebut, baik antar-umat seagama maupun antar-umat beragama. Metode yang digunakan adalah dengan telaah dokumen dan menganalisa beragam literatur akademik (studi pustaka). Dari hasil analisa didapatkan bahwa konflik sosial keagamaan terjadi akibat sentimen kolektif dan standar ganda, yang kerapkali memberikan predikat kafir kepada mereka yang berbeda. Maka, sudah saatnya agamawan merendahkan hati dengan tidak lagi membeda-bedakan (paham) agama; dan menjadi lebih membumi dengan mengedepankan nilai-nilai humanistik.
IMPLIKASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM INTENALISASI KARAKTER DI PONDOK PESANTREN khalid ramadhani; kasja eki waluyo
Ta'lim Volume 1, Nomor 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.088 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.115

Abstract

Seluruh elemen mengakui bahwa pendidikan karakter dalam era milenial serba digital ini sangat penting dan relevan untuk diaplikasikan diseluruh jenjang pendidikan untuk mengatasi dekadensi moral yang mewabah di nusantara ini. Krisis tersebut antara lain menururunnya sopan santun anak-anak dan remaja kepada orang yang lebih tua, siswa berani melawan guru di sekolah, pergaulan bebas (free sex), meningkatnya kejahatan terhadap teman sejawat, menyebarnya prilaku konsumtif narkoba dan menonton film pornografi dan sering kita jumpai masalah-masalah social yang terjadi pada anak-anak usia sekolah baik di perkotaan ataupun di pedesaan sekalipun, hal tersebut belum dapat diatasi secara menyeluruh. Oleh karena itu di sini membentuk karakter anak sangatlah penting. Terutama peran guru di sekolah/pondok pesantren untuk mencetak generasi berkarakter dalam kehidupan masyarakat. Semakin banyak generasi berkaraker niscaya kebangkitan suatu bangsa dari kemerosotan akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar peranan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di pondok pesantren Nihayatul Amal dalam upaya untuk menanamkan dan membentuk karakter-karakter sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang dilakukan oleh para santri dan santriwati dalam kegiatan sehari – hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode studi kasus. Penelitin ini dilakukan dengan subyek penelitian santri dan santriwati Pondok Pesantren Nihayatul Amal Rawa Merta Karawang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini peneliti berharap agar dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi semua pihak-pihak yang terkait, terutama pihak pondok pesantren dalam rangka menanamkan dan membentuk karakter santri sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dan khususya sesuai dengan ajaran agama Islam sehingga dapat bermanfaat juga bagi sekolah/pondok pesantren lain pada umumnya.
STRATEGI USTADZAH ASRAMA DALAM MEMBINA AKHLAK SANTRI BARU DI ASRAMA R.A KARTINI PONDOK PESANTREN DINIYYAH PUTRI LAMPUNG Ayu Setiawati; Anggi Septia Nugroho
Ta'lim Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.862 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v4i1.752

Abstract

Pembinaan akhlak pada santri baru sangat bergantung kepada ustadzah asrama. Ustadzah asrama harus menjadi contoh yang baik untuk santri baru, agar santri baru dapat meneladani ustadzah asrama. Di asrama R.A Kartini masih banyak santri yang kurang baik akhlaknya. Untuk membina akhlak santri baru diperlukan strategi yang tepat, supaya pembinaan akhlak pada santri baru berjalan dengan baik.Tujuan dari penelitian ini dalam segi teoritis adalah bahan acuan bagi peneliti sejenis pada masa yang akan datang, terutama penelitian yang berhubungan dengan strategi ustadzah asrama dalam membina akhlak santri baru  untuk mengetahui strategi ustadzah asrama dalam membina akhlak santri baru. Dan dari segi praktisnya penelitian ini bertujuan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar sarjana serta untuk memberikan informasi tentang strategi ustadzah asrama dalam membina akhlak santri baru di asrama R.A Kartini Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung.            Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian kualitatif menggunakan sumber data primer yang bersumber dari hasil wawancara dengan ustadzah asrama, kepala asrama serta santri baru dan sumber data sekunder yang berasal dari hasil dokumentasi dari beberapa sumber yang sesuai dengan penelitian.            Strategi pembinaan akhlak santri baru di asrama R.A Kartini Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung menggunakan strategi keteladan, pembiasaan, nasehat, motivasi dan mendoakan yang berhasil merubah akhlak santri baru yang kurang baik, sehingga telah membentuk akhlak santri baru menjadi lebih baik. Kata Kunci : Strategi,  Membina, Akhlak, Santri
MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA SISTEM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) DI MASA PANDEMI COVID-19 Rohani Rohani; Eka Kurnuawati; Syarifah Nurbaiti
Ta'lim Vol 3, No 2 (2021): JURNAL TA'LIM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.878 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v3i2.485

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek kehidupan salah satunya Pendidikan. Transformasi dan akselerasi Pendidikan menjadi tantangan yang juga harus dihadapi oleh pemerintah dan institusi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ragam media ajar yang dapat digunakan untuk disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar daring/online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka yang relevan dan survei terhadap peserta didik dan guru SMP di salah satu sekolah di Kota Bandar Lampung dengan menggunakan google form yang diolah dan diinterpretasikan sebagai hasil hasil. Berdasarkan penelitian, beragam media ajar digunakan seperti youtube, platform Pendidikan seperti whatsapp, google classroom, google meet, zoom cloud meeting, the teacherscorner.net dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media ajar maupun platform Pendidikan kiranya dapat menjadi alternatif solusi dalam pembelajaran, demi kelangsungan pembelajaran pada setiap satuan Pendidikan.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Jenjang Pendidikan Dasar: Kontekstualisasi Strategi Pembelajaran Semasa Pandemi Ayu Wilatikta
Ta'lim Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.217 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v2i2.206

Abstract

Sebagai penjelmaan atas fungsi konservatif, kreatif, dan kritis-evaluatif, kurikulum harus senantiasa dianalisis kontekstualisasinya terhadap realitas zaman dan tempat. Semasa pandemi virus corona, pelaksanaan belajar dan mengajar mengalami perubahan yang signifikan entah secara umum di dunia, maupun secara khusus di Indonesia. Sebagai langkah represif, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk dilaksanakan pembelajaran melalui sarana dalam jaringan (daring). Pendidikan Agama Islam di sekolah yang mengedepankan penghayatan terhadap nilai-nilai beragama, tatkala dihadapkan pada realitas media pembelajaran daring menimbulkan sekelumit pertanyaan tentang relevansi dan efektivitasnya. Pada tulisan ini, penulis berusaha untuk menyajikan hasil penelitian terhadap strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam semasa pandemi virus corona secara kualitatif dengan berfokuskan pada siswa kelas VI Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Relevansi antar komponen kurikulum dalam doktrin yang diutarakan baik oleh pakar pendidikan maupun peraturan perundang-undangan dianalisis secara komprehensif. Akhirnya, pada penelitian ini ditemukan relevansi yang kuat antara materi dalam kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dengan strategi pembelajaran yang menggunakan media daring.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Strategi Pembelajaran, Media Pembelajaran Daring
IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS, DISIPLIN DAN JUJUR PADA TINGKAT SMA MUHAMMADIYAH DI BANDAR LAMPUNG Ihsan, Alsefta; Nugroho, Anggi Septia
Ta'lim Vol 2, No 1 (2020): Ta'lim
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.876 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v2i1.223

Abstract

Masalah terkait Pendidikan karakter merupakan usaha yang dilakukan untuk mewujudkan peradaban bangsa yang berdasarkan keteladan dan pembiasaan. Kehidupan generasi muda juga terdapat banayak masalah yang berkaitan kelemhan karakter. Serperti berbgai kasus narkoba, perkelahian antar kelompok, pergaulan bebas dan masih banyak yang lainnya yang menunjukkan penyakit sosial terkait masalah mental atau karkter. Anak-anak bangsa ini kehilangan pegangan dan arah hidup, sehingga hampa secara Religius, moral dan perilaku. Penyebanya berbagai macam seperti perpisahan orang tua, intraksi sosial yang longgar atau prinsif dan kontrol sosial yang lemah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui impelemtasi pendidikan karakter di Sma Muhammadiyah 2 Labuhan Ratu Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Disebut kualitatif karena merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami. Teknik Pengumpulan Data, Metode observasi, Interview (wawancara), Dokumentasi. Metode Analisa Data, Reduksi data, Penyajian data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Implementasi Pendidikan Karakter di SMA Muhammadiyah 2 Labuhan Ratu Bandar Lampung yaitu: 1. Karakter religius terimplementasi dalam wujud pelaksanan shalat berjamaah dan mengaji setiap hari sebelum mulai pelajaran pertama, 2. karakter disiplin terimplementasi dalam wujud datang tepat waktu, 3. karakter jujur terimplemenntasi dalam wujud jujur saat datang terlambat.
AKHLAQ HUMOR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Khalid Ramdhani
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.67 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.83

Abstract

Tidak diragukan lagi bahwa humor itu ada dalam khasanah agama islam. Kisah Nabi dan para sahabatnya menunjukan bahwa humor dan anekdot itu ada, yang secara eksplisit muncul dalam konteks al-Quran dan hadits. Islam tidak pernah melarang tertawa, bahkan berusaha mengelola dan membatasi tertawa sebagai sebuah bentuk kebahagiaan saja, bukan keterlenaan terhadap kenikmatan duniawi. Sebagai hayawanu nathiq, manusia diciptakan Allah untuk hidup saling bergantung antara satu dengan lainnya (simbiosis mutualisme) mereka tidak bisa hidup sendiri ditengah kehidupan sosialnya yang beraneka negara, suku, daerah, adat istiadat, bahasa, budaya, tradisi dan agama. Terlebih lagi jika membahas kedalam jati diri manusia yang berbeda-beda watak dan karakternya, meski anak kembar identic sekalipun pasti memiliki perbedaan yang signifikan. Diantara mereka ada yang cenderung ceria, murah senyum, suka bercanda gurau dan banyak tertawa (easy going), ada pula yang lebih cenderung introvert asyik dengan dunianya sendiri, tampak serius, bahkan mudah tersinggung dan sering marah, jarang sekali terlihat bercanda dalam raut wajahnya. Banyak orang menganggap humor hanya sebatas candaan atau guyonan biasa, namun tidak sedikit juga orang-orang yang menyukainya bahkan menggunakannya dalam perbincangan atau diskusi bertema berat ataupun ringan. Karena humor secara esesnsial mampu mendatangkan sensasi menyenangkan dalam hati dengan senyum dan tawa. Nabi Muhammad Saw sang khatamun nabi pun pernah bersenda gurau dengan keluarga dan para sahabatnya. Namun ia memberikan batasan dalam setiap hal karena segala sesuatu jika berlebihan tidak baik. Rasulullah mengatakan dalam hadistnya “Janganlah kamu banyak tertawa karena itu dapat mematikan hati”. (HR Tirmidzi). Dalam hal ini, tampak Islam melarang seseorang untuk banyak tertawa, akan tetapi bukan berarti melarang seseorang untuk tertawa secara mutlak karena tertawa dalam bentuk humor candaan adaalah salah satu fitrah manusia, namun tertawa yang berlebihan apalagi mengandung celaan, hinaan atau penistaan dalam sudut apapun tidak dianjurkan dalam Islam. Artikel ini mencoba membahas tertawa, lelucon dan humor dalam sudut pandang Islam.