cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 76 Documents
Doktrin Pentingkah? : Minimnya Pemahaman Jemaat Gereja-Gereja Protestan Di Sumatera Utara Tentang Doktrin-Doktrin Dasar Dalam Kekristenan Fernando Tambunan
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v2i1.53

Abstract

Christianity in North Sumatra has been running for more than 190 years, but it is suspected that the congregation's understanding of the doctrine is very low. For the congregation in general there is an opinion that doctrine is not important, especially for people today who tend to build a pragmatic culture, generally today's Christians don't really like complicated things, they want things that are simple and easy. Many Christians think that doctrinal issues are the business of the priests or those who go to theological schools. The method used in this research is to observe congregations in Protestant churches in North Sumatra to see the extent of their understanding, and is supported by theory through descriptive methods with a qualitative approach by looking at the literature. It was found that many congregations in North Sumatra have a shallow understanding of the doctrine. It is the responsibility of every believer to learn doctrine, so that he can grow and not be easily tossed about by various winds of teaching. For this reason, the congregation needs to be equipped with a good doctrinal understanding through continuous training/debriefing
Peran Kecerdasan Spiritual Terhadap Generasi yang Dipulihkan Saronisa Ginting
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i1.143

Abstract

AbstractAlong with the times and advances in science, affects various aspects of human life. On the one hand, with the advancement of human civilization, the realization of a modern human, a prosperous life, and facilities in several ways/fields. Spiritual intelligence means intelligence related to the psyche, mind, and instincts, while the restored generation is the generation that has managed to win over the negative effects of the times and become influencers. This article discusses the role of Spiritual Intelligence in the Restored Generation. Where will be discussed in several subtitles, namely 1) Spiritual Intelligence (Spiritual Quotient, the definition of spiritual intelligence, restored generation, recovered generation from temptation and challenges of depravity (Proverbs 7: 7); 4) The Role of Spirituality in the Restored Generation (Psalm 119: 9); The Restored Generation can Become a Source of Inspiration (1 Timothy 4:12), and the conclusion is that spiritual intelligence is a must-have for everyone, the virtue of spiritual intelligence is to form the correct attitude and perspective towards all aspects of life, a person who has a spiritual intelligence who well in Christ, of course, the wisdom and outlook on life will be more than anything else Keywords: intelligence, spiritual, generations, restored AbstrakSeiring perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK, mempengaruhi berbagai aspek pada kehidupan manusia. Disatu sisi dengan kemajuan peradaban manusia terwujudnya manusia yang modern kehidupan yang sejahtera serta kemudahan-kemudahan dalam beberapa hal/ bidang. Kecerdasan spiritual berarti kecerdasan yang berkaitan dengan kejiwaan, batin, dan naluri, sedangkan generasi yang dipulihkan yaitu generasi yang berhasil menang dari dampak negatif zaman dan menjadi pemberi pengaruh. Artikel ini membahas tentang peran Kecerdasan Spiritual Terhadap Generasi yang Dipulihkan dalam beberapa sub judul yaitu  Kecerdasan spiritual (spiritual quotient, defenisi kecerdasan spiritual, generasi yang dipulihkan, generasi yang dipulihkan dari godaan dan tantangan kebobrokan (Amsal 7:7); Peran spiritualitas terhadap generasi yang dipulihkan (Mazmur 119:9); generasi yang dipulihkan dapat menjadi sumber inspirasi (1 Timotius 4:12), dan kesimpulannya bahwa kecerdasan spiritual wajib dimiliki oleh setiap orang, keutamaan dalam kecerdasan spiritual adalah untuk membentuk sikap dan cara pandang yang benar terhadap segala aspek kehidupan, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik didalam Kristus, tentunya hikmat dan pandangan hidup yang dimiliki akan melebihi apapun Kata Kunci: kecerdasan, spiritual, generasi, dipulihkan
Keteladanan Kepemimpinan Paulus terhadap Kepemimpinan Guru Kristen Berdasarkan Kisah Para Rasul 20:17-38 Genti Turnip; Jamli Barus; Liantri Fena Silitonga
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.170

Abstract

This study aims to determine how much influence the understanding of Paul's exemplary leadership has on the leadership of Christian teachers at SMK Negeri 2 Medan, with the research hypothesis: "There is a positive and significant effect of understanding Paul's exemplary leadership on the leadership of Christian exemplary teachers at SMK Negeri 2 Medan using descriptive statistical technique. with a population of all Christian teachers at SMK Negeri 2 Medan with a population of 38 people using the sample because the population is below 100 people. Research data was collected using research instruments (questionnaires). Moment Correlation (ryx) with alpha formula In connection with the results of this study the researchers provided input to all teachers, especially every Christian teacher at SMK Negeri 2 Medan in order to maximize leadership such as leadership of Paul.Keywords: role model, leadership, christian teacher AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keteladanan kepemimpinan Paulus terhadap kepemimpinan guru Kristen di SMK Negri 2 Medan, dengan hipotesis penelitian: “Ada pengaruh positif dan signifikan keteladanan kepemimpinan Paulus terhadap kepemimpinan guru Kristen di SMK Negri 2 Medan Penelitian ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dengan populasi seluruh guru Kristen di SMK Negeri 2 Medan dengan jumlah populasi 38 orang. populasi dibawah 100 orang Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian (kuesioner) Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data penelitian terlebih dahulu dilakukan uji validitas dengan menggunakan rumus reliabilitas Pearson Product Moment Correlation (ryx) dengan rumus alpha Sehubungan dengan hasil penelitian ini, peneliti memberikan masukan bagi semua guru kristen khususnya setiap guru kristen r di SMK Negeri 2 Medan agar dapat memaksimalkan kepemimpinan seperti kepemimpinan Paulus.Kata Kunci: keteladanan, kepemimpinan, guru kristen
Membangun Kredibiltas Kekristenan Dalam Menghadapi Ajaran Sesat Berdasarkan 1 Yohanes 4:1-6 Fernando Tambunan; Heri Victor Ambarita
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v2i2.174

Abstract

Since the beginning of the first century until now there have been many teachings that deviate from the Bible. Unhealthy teaching can undermine the faith and trust of Christians. This can happen if God's congregation is not properly equipped and taught the truth of God's Word. This study aims at how Christians build the credibility of Christianity in the face of heresies. The method used in this research is descriptive method. In this study it was found that in 1 John 4:1-6, the apostle John provides a solution in building the credibility of believers when facing heresies. First: test the spirit; second: knowing the Spirit of God, and third: knowing the status of a child of God.
Dampak Pemahaman Siswa tentang Pendidikan Agama Kristen menurut 2 Timotius 3:14-17 Terhadap Minat Belajar Afolo Zebua; Jamli Barus; Rasmalem Raya Sembiring; Resie VM Sinaga; Genti Turnip
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v2i1.171

Abstract

Interest in learning is influenced by external factors and internal factors. Interest in learning is motivated by intelligence, learning motivation, family environment and selected friends. Students' understanding of Christian religious education according to 2 Timothy 3:14-17 includes spirituality, namely holding the truth and knowing the scriptures and with behavior in terms of guiding life and doing good. The method used is quantitative research with survey methods. The research method used is a type of quantitative research with survey methods. The research was conducted on 40 respondents. As a result, the effect of students' understanding of Christian religious education according to 2 Timothy 3:14-17 on interest in learning is significant with a correlation value of 0.627 with a good category; and the contribution is 0.393 or 39.9%, and the linear regression equation Y = 29, 18 + 0.47 X is significant. Consistently increasing the role of parents to motivate their children; increasing the teacher's role in teaching students' understanding of Christian Religious Education seriously, and being careful in choosing friends will increase interest in learning. The more students understand about Christian religious education according to 2 Timothy 3:14-17, it will have an impact on increasing student interest in learning significantly.Keywords: impact, understanding, interest of learning AbstrakMinat belajar dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Minat belajar dipengaruhi oleh kecerdasan, motivasi belajar, lingkungan keluarga dan teman. Pemahaman siswa tentang pendidikan agama Kristen menurut 2 Timotius berkaitan dengan spiritualitas, yaitu berpegang pada kebenaran dan mengetahui kitab suci dan terkait dengan perilaku yaitu membimbing hidup dan berbuat baik. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian dilakukan terhadap 40 responden. Hasil penelitian diperoleh pemahaman siswa Pendidikan Agama Kristen tentang pendidikan agama Kristen menurut 2 Timotius 3:14-17 pada minat siswa adalah signifikan dengan korelasi 0,627 dalam kategori baik, dengan kontribusi 0,393 atau 39,3% dengan persamaan regresi linier Y = 29, 18 + 0,47 X signifikan. Peningkatan peran orang tua yang secara konsisten memotivasi anaknya, peningkatan pemahaman siswa oleh guru secara serius, dan pemilihan teman yang cermat akan meningkatkan minat belajar siswa. Semakin tinggi pemahaman siswa terhadap pendidikan agama Kristen, menurut 2 Timotius 3:14-17, maka secara signifikan akan meningkatkan minat siswa terhadap Pendidikan Kristen.Kata Kunci: dampak, pemahaman, minat belajar
Signifikansi Memahami Sikap yang Benar di konteks Penderitaan Menurut 1 Petrus 4:7-11 untuk Berperilaku Saleh Rika Kartika; jamli barus; rasmalem raya sembiring; aslinawati gurusinga; dhean amos lumbantobing
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v2i2.164

Abstract

AbstractSuffering is a reality in life. No one is willing to suffer, but no one can escape from it. Suffering is a grace of God for believers. Among believers, some can understand the meaning of suffering in their life, but some do not understand it. 1 Petrus 4:7-11 describes about the true attitude in suffering contexts in order to behaving a goodliness life. The problem is how significant is  the true attitude in suffering contexts according to 1 Peter 4:7-11 in order to behaving a goodliness life? Method used in to answer the question is a quantitative research with survey method. As a result is the signification of the understanding of the true attitude in suffering contexts according to 1 Peter is very significant to influence to behave a goodliness life; the value of (r xy2) is 0.90 or 90 %; regression equation Y = 106,3 + 89x is significant. So, the more believer understand the true attitude in suffering contexts, the stronger he keep on behaving a goodliness life although he suffers..Key words: signification, true attitude, suffering, behaving a goodliness lifeAbstrakPenderitaan adalah realitas dalam hidup. Penderitaan tidak dikehendaki, namun penderitaan tak dapat dihindari. Penderitaan adalah anugerah bagi orang percaya. Di kalangan orang percaya, ada yang dapat memahami makna penderitaan, dan ada yang kurang memahaminya.  Ada orang percaya yang dapat memaknai penderitaan, namun lebih banyak yang kurang memahamnya. 1 Petrus 4:7-11 membicarakan tentang Sikap yang benar di konteks penderitaan untuk berperilaku saleh. Permasalahannya adalah bagaimanakah signifikansi memahami sikap yang benar di konteks penderitaan menurut 1 Petrus 4:7-11 untuk berperilaku saleh?  Metode yang digunakan untuk menjawab pertanyaan ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Hasilnya adalah Signifikansi Memahami Sikap yang Benar di konteks Penderitaan menurut 1 Petrus 4:7-11 sangat berpengaruh untuk berperilaku saleh; nilai derteminasinya (r xy2)sebesar 90 %; persamaan regresi  Y = 106,3 + 89x adalah signifikan. Jadi, jika orang percaya semakin memahami sikap yang benar berada di berbagai-bagai penderitaan, maka semakin gigih orang itu untuk  tetap berperilaku saleh sekalipun menderita.Kata kunci: signifikansi, sikap yang benari, Penderitaan, berperilaku saleh
Penerapan Model Pembelajaran Sentra dan Implikasinya pada Pengembangan Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini Amurisi Ndraha; Nesti Tuwenty Waruwu
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i1.144

Abstract

Education is important for an individual. Education for early childhood is determined through the application of learning models, one of which is the central learning model. This model is a model that focuses on playing centers during learning. Another term center method from BCCT (Beyond Centers and Circle Time). This model helps children develop their multiple intelligences. The research aims to find out how the application of the learning center model in Elohim Terpadu Christian Private Kindergarten is, to describe the impact of the center learning model to increasing children's multiple intelligences, to explain the strategy for implementing the learning center in order to increase children's multiple intelligences. The research uses qualitative research methods with analytical descriptive nature, which examines the participant's perspective and interactive and flexible strategies. The collected data were analyzed using interactive model technique. The strategy used so that the application of this model can improve children's multiple intelligences, namely preparing playing opportunities, playing alternatives for children every day, providing center teachers who have expertise in the center field.Keywords: learning center model, multiple intelligences, early childhoodAbstrakPendidikan merupakan hal penting bagi suatu individu. Pendidikan bagi anak usia dini ditentukan melalui penerapan model pembelajarannya, salah satunya ialah model pembelajaran sentra. Model ini adalah model yang menitikberatkan sentra bermain saat pembelajaran. Metode sentra istilah lain dari BCCT (Beyond Centers and Circle Time). Model ini, membantu anak mengembangkan kecerdasan majemuk yang ia miliki. Penelitian bertujuan Mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran sentra di TK Swasta Kristen Elohim Terpadu, menggambarkan sejauh mana dampak model pembelajaran sentra bagi peningkatan kecerdasan majemuk anak, menjelaskan strategi penerapan pembelajaran sentra agar mampu meningkatkan kecerdasan majemuk anak. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang sifat deskriptif analitis, yang mengkaji prespektif partisipan dan strategi-strategi bersifat interaktif dan fleksibel. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik interactive model. Strategi yang digunakan agar penerapan model ini dapat meningkatkan kecerdasan majemuk anak, yaitu menyiapkan kesempatan bermain, alternatif bermain pada anak setiap harinya, menyediakan guru sentra yang memiliki keahlian dalam bidang sentra.Kata Kunci: model pembelajaran sentra, kecerdasan majemuk, anak usia dini
Pemahaman Intelektual, Sosial, Spiritual, dan Psikologi Perkembangan Anak Berdasarkan Daniel 6:1-29 Terhadap Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Minggu Petrus Posma Silaban; Baskita Ginting; Theresia Hutauruk; Gerhard Eliasman Sipayung
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.172

Abstract

AbstractThe development and growth of a child has several important periods that should not be missed. Development is a process of change in individuals or organisms, both physically (physically) and psychologically (spiritual) towards a level of maturity or maturity that takes place systematically, progressively, and continuously and this happens to a person continuously throughout his life. The purpose of this study was to get an idea of which dimensions of Child Development Psychology based on Daniel 6:1-29 dominantly affect the ability of Sunday school teachers in teaching. The research method used in this research is quantitative research with survey method. This article is written in the discussion of Intellectual Understanding, Social Understanding, Spiritual Understanding, Teaching Ability of Sunday School Teachers, through the results of data calculations it is found that the dominant dimension that affects the teaching ability of teachers is the spiritual dimension, the rest such as low intellectual, low social, high spiritual. Keywords: intellectual, social, spiritual, developmental psychology, teaching ability  AbstrakPerkembangan dan pertumbuhan seorang anak mempunyai beberapa masa penting yang tidak bisa di lewatkan begitu saja. Perkembangan adalah suatu proses perubahan pada diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis progresif, dan berkesinambungan dan ini terjadi pada diri seseorang secara terus-menerus sepanjang hayatnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah , Untuk memperoleh gambaran manakah Dimensi Psikologi Perkembangan Anak berdasarkan Daniel 6:1-29 yang dominan mempengaruhi kemampuan guru sekolah minggu dalam mengajar. Metode  penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif dengan metode survey. Artikel ini ditulis dalam pemabahasan yaitu Pemahaman Intelektual, Pemahaman sosial, Pemahaman Spiritual, Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Minggu, melalui hasil penghitungan data ditemukan bahwa dimensi yang dominan mempengaruhi kemampuan mengajar guru adalah dimensi spiritual, selebihnya seperti intelektual rendah, sosial rendah, spiritual adalah tinggi. Kata Kunci: intelektual, sosial, spiritual, psikologi perkembangan, kemampuan mengajar 
Korelasi Pendidikan Agama Kristen dengan Perkembangan Karakter Siswa Thomson Siallagan; Andi Sadarita; Genti Turnip; Nova Yulita Saragih; Muryani Surbakti
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v2i2.163

Abstract

School institutions must seek various ways to rebuild noble values in students as characters that they can be proud of. One of the efforts that schools can do to develop an education that is insightful in character building is to increase the role of schools in fostering the spiritual and personality of students. One of the subjects for faith building and personality formation is the subject of Christian Religious Education which teaches about love. With this in mind, in this study a research title was built which reads the relationship between Christian religious education and the development of Shiva's character. The methodology used is; type of correlational research. The application of the correlational research design is intended to test the hypothesis of the analysis of Christian religious education with the character development of students at SMK Pencawan Medan. The purpose of this study was to find out how the relationship between Christian religious education and student character development at SMK Pencawan Medan. This type of research data is interval data. Therefore, parametric statistics will be used. Parametric statistics were used to test the interval data hypotheses. The findings obtained from the implementation of Christian religious education are positively correlated with the character development of students at the population level. This means that there is a positive relationship between the implementation of Christian religious education with the character development of SMK Cawan Medan students, only the relationship is very low.Keywords: Christian education, character, growth AbstrakLembaga sekolah harus mengupayakan berbagai cara untuk membangun kembali nilai-nilai luhur dalam diri siswa sebagai karakter yang dibanggakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk mengembangkan pendidikan yang berspektif kepada pembentukan karakter adalah dengan cara meningkatkan peran sekolah dalam pembinaan spritual dan kepribadian siswa. Salah satu mata pelajaran untuk pembinaan iman dan pembentukan kepribadian tersebut  adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen yang mengajarkan kasih. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka dalam penelitian ini dibangun judul penelitian yang berbunyi Korelasi Pendidikan Agama Kristen dengan perkembangan Karakter siwa.  Adapun Metodologi yang diapakai adalah; jenis penelitian korelasional.  Penerapan desain penelitian korelasional dimaksudkan untuk menguji hipotesis analisis pendidikan agama Kristen dengan perkembangan karakter siswa di SMK Pencawan Medan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui Bagaimana Korelasi Pendidikan Agama Kristen dengan Perkembangan kareakter Siswa di SMK Pencawan Medan. Jenis data penelitian ini adalah data  interval. Karena itu akan digunakan statistik parametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji hipotesis data interval. Adapun temuan yang didapat pelaksanaan pendidikan agama Kristen berkorelasi positif dengan perkembangan karakter siswa di tingkat populasi . Artinya ada hubungan positif antara pelaksanaan pendidikan agama Kristen dengan perkembangan karakter siswa SMK pencawan medan, hanya hubungan itu sangat rendah.Kata Kunci: pendidikan agama kristen, karakter, perkembangan
Kejujuran Berteologi Kontekstualisasi: Teologi Lokal Gereja Kristen Injili Indonesia dalam Religi Orang Rimba Heri Victor Ambarita; Fernando Tambunan
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v5i1.186

Abstract

Examine existing Contextual Theology ideas and thoughts regarding the theological honesty of the Indonesian Evangelical Christian Church in its Evangelical Mission with religion; kinship system; and the values of the nomadic life of the Orang Rimba (Suku Anak Dalam) along the interior of the Bukit Dua Belas National Park forest, Jambi province and the implementation of contextualization of Christian faith in the midst of the local Orang Rimba congregation. Methods: Qualitative research with Grounded Theory approach in compiling this article is to find the relationship between the preaching of the gospel that is preached from time to time so that it can reach the Suku Anak Dalam; how the faith and teachings of Christianity are consciously understood by them as a real manifestation of the task of the Great Commission (Matthew 28:18-20); and the implications of the contextualization of the down-to-earth Christian faith. encourage them to be more enthusiastic in producing various local biblical theologies; relevant to the culture, belief system, pattern of social life, culture and language of neglected and isolated tribes in Indonesia such as Orang Rimba (SAD). so it was found that the Anak Dalam tribe had believed through the Indonesian Evangelical Christian Church.Keywords: Honesty, Contextualization, Theology, Evangelical AbstrakMeninjau kembali gagasan dan pemikiran Teologi Kontekstual yang ada terhadap kejujuran berteologi Gereja Kristen Injili Indonesia dalam Misi Pekabaran Injil-Nya dengan religi; sistem kekerabatan; dan nilai-nilai kehidupan orang Rimba (Suku Anak Dalam) yang nomaden di sepanjang pedalaman hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas, provinsi Jambi serta implementasi kontekstualisasi iman Kristen di tengah-tengah jemaat-jemaat lokal orang Rimba. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory dalam menyusun artikel ini adalah guna menemukan relasi antara Pemberitaan Injil yang telah diberitakan dari masa ke masa hingga dapat menjangkau Suku Anak Dalam; bagaimana iman dan pengajaran kekristenan secara sadar dipahami oleh mereka sebagai wujud nyata dari tugas Amanat Agung (Matius 28:18-20); serta implikasi kontekstualisasi iman Kristen yang membumi. mendorong mereka supaya semakin bersemangat menghasilkan berbagai teologi lokal yang Alkitabiah; relevan dengan budaya, sistem kepercayaan, pola kehidupan sosial, budaya maupun bahasa dari suku-suku terabaikan dan terisolir di Indonesia seperti orang Rimba (SAD). sehingga ditemukan bahwa Suku Anak Dalam yang telah percaya melalui Gereja Kristen Injili Indonesia.Kata Kunci: kejujuran, kontekstualisasi, teologi, injil