cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 76 Documents
Konsep Ibadah dalam Melayani Allah: Menentang Kuasa Dosa Berdasarkan Roma 12:1 Winda Dian Zebua
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i1.207

Abstract

AbstractThis article is a concept of true worship in serving God based on Romans 12:1-2. This concept of worship will explain how true worship is basically not just coming to worship at church. However, this speaks of the intimate relationship that occurs between individuals and believers in God. Offering the body as a manifestation that worship is basically coming to God is not just coming and worshiping. But there is a sincerity of life that really comes to God. This article will provide an understanding that it turns out that coming to worship is only what God expects, but not. Facing Allah or serving Allah is the sincerity of the heart to prioritize the only Allah. So that when it comes to God, the real worship will offer the body as a living sacrifice to God, holy and pleasing to God. Keywords: Worship, body, holy, acceptable, offering to God.  AbstrakArtikel ini adalah sebuah konsep ibadah yang sejati dalam melayani Allah berdasarkan surat Roma 12:1-2. Konsep ibadah ini akan menjelaskan bagaimana ibadah sejati pada dasarnya bukan hanya sekedar datang ke dalam ibadah di gereja. Namun ini berbicara relasi yang intim yang terjadi individu terhadap orang percaya kepada Allah. Mempersembahkan tubuh sebagai wujud bahwa ibadah pada dasarnya datang kepada Allah tidak hanya sekedar datang dan beribadah. Melainkan ada kesungguhan hidup benar-benar datang kepada Allah. Artikel ini akan memberikan pemahaman bahwa ternyata datang beribadah hanya itulah yang diharapkan oleh Allah, melainkan tidak. Menghadap Allah atau melayani Allah adalah kesungguhan hati untuk memprioritaskan Allah satu-satunya. Sehingga ketika datang kepada Allah maka ibadah yang sesungguhnya akan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup kepada Allah, kudus dan berkenan kepada Allah.   Kata Kunci: Ibadah, tubuh, kudus, berkenan, persembahan kepada Allah.
Hubungan Kepribadian Guru dengan Sikap Siswa dalam Proses Pembelajaran Thomson Siallagan; Jamli Barus
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i1.214

Abstract

AbstractEducation as "a conscious, systematic and continuous effort to transmit, generate or acquire either knowledge, attitudes, values, skills, or sensibilities, or any result of such an effort. A person's personality is the work of the Holy Spirit through the Word that we preach or proclaim; through the Gospel that we establish as the center of faith, we 'give birth' to them through the power of the Gospel and the Word by the Holy Spirit in the power of God. Then as the end goal of Christian education, they have the personality or character of Christ. The personality of a lecturer can basically be seen from his actions, speech, the way he associates, the way he dresses and the way he deals with every problem or issue he faces. Lecturers are professional educators who are tasked with developing the personality of students or now better known as student character. Adequate mastery of the personality competence of a lecturer will greatly help efforts to develop the character of his students. By presenting as a figure who can be di-gugu (trusted) and imitated. Psychologically, children tend to feel confident in what the teacher is teaching. Keywords: personality, student behaviour  AbstrakPendidikan sebagai sebuah usaha sadar, sistematis dan berkesinambungan untuk menyalurkan, menghasilkan atau memperoleh pengetahuan, sikap, nilai, keterampilan atau kepekaan, serta segala sesuatu yang dihasilkan dari usaha tersebut. Kepribadian seseorang adalah karya Roh Kudus melalui Firman yang kita beritakan atau beritakan; melalui Injil yang kita tetapkan sebagai pusat iman, kita "melahirkan" mereka dengan kuasa Injil dan Firman melalui Roh Kudus dalam kuasa Allah. Kemudian, sebagai tujuan akhir dari pendidikan Kristen, mereka memiliki kepribadian atau karakter Kristus. Kepribadian seorang dosen pada dasarnya dapat dilihat dari tindakannya, tutur katanya, cara bergaulnya, cara berpakaiannya dan cara menyikapi setiap masalah atau persoalan yang dihadapinya. Dosen adalah pendidik profesional yang dibebani tugas untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa, atau yang lebih dikenal dengan karakter mahasiswa. Penguasaan kompetensi kepribadian yang memadai dari seorang dosen akan sangat membantu upayanya dalam mengembangkan karakter mahasiswanya. Dengan menampilkan dirinya sebagai sosok yang dapat di-gugu (dipercaya) dan ditiru. Secara psikologis, anak cenderung mempercayai apa yang diajarkan oleh gurunya. Kata Kunci: kepribadian, sikap siswa
Analisis Metode Deduksi Dan Induksi Dalam Upaya Penyelesaian Konflik Dalam Jemaat Ulu Kallan Melin Monika Puspa; Ovi Florensa; Eva Borong; Reni Lukas; Lchiari Lchiari
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i1.197

Abstract

Konflik bukan lagi hal baru bagi seluruh masyarakat. Konflik sudah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Konflik bisa datang kapan saja  dan dalam bentuk apa saja sesuai dengan kondisi yang berlaku dalam lingkungan tempat masyarakat itu tinggal. Konflik bisa dikategorikan sebagai konflik besar dan konflik kecil sesuai dengan cara pandang masing-masing individu. Karena konflik hidup di tengah-tengah masyarakat maka konflik juga tidak akan meluputkan jemaat dalam suatu gereja. Dalam gereja, konflik sering kali terjadi karena berbagai alasan baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Jika terus dibiarkan dan tidak ada penanganan sama sekali maka akan membawa akibat yang sangat fatal baik itu bagi gereja itu sendiri maupun bagi pribadi jemaat. Banyak hal yang akan dirugikan jika konflik itu terus terjadi dan tidak diselesaikan. Karena itu, Logika menghadirkan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara berfikir kritis. Metode tersebut adalah metode deduksi dan induksi. Kedua metode ini dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu perselisihan yang terjadi dalam suatu lingkungan khususnya dalam jemaat Ulu Kallan dengan cara penalaran secara kritis. Jika digunakan sebagaimana mestinya maka kedua metode ini dapat membawa seseorang untuk memperoleh hasil yang baik melalui cara dia berifikir tanpa merugikan yang satu dan menguntungkan yang lain. Jadi, kedua metode logika ini mengajar individu untuk mampu melihat dan memahami situasi yang seharusnya dilakukan dan dimengerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menghubungkan teori-teori dengan peristiwa nyata dalam suatu lingkungan.
Pemahaman Mengenai Penghukuman Allah Yang Menegakkan Keadilan: Teologi Kitab Ratapan Gulo, Mainyer
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v7i1.258

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah hasil penelitian dari kitab Perjanjian Lama yaitu kitab Ratapan. Kitab Ratapan ini merupakan sebuah kitab yang sangat unik, dimana isi dari kitab ini memuat berbagai keluh kesah atas penderitaan yang sedang dialami. Dalam kitab ini menceritakan bagaimana kehancuran kota Yerusalem atas penghukuman Allah karena dosa-dosa mereka. Allah menghukum umat-Nya bukan karena Dia tidak mengasihi, tetapi Allah menginginkan umat-Nya menyadari perbuatan dosa mereka. Dalam artikel ini penghukuman Allah diartikan sebagai wujud keadilan-Nya kepada umat manusia, sehingga manusia meletakkan pengharapannya kepada Allah. Dalam Ratapan ini umat manusia masih mempunyai pengharapan ditengah penderitaan yang mempunyai keyakinan, bahwa Allah tetap setiap kepada umat-Nya, yang mendorong tindakan mereka dalam meminta belas kasihan Allah. Penulisan artikel ini, penulis menggunakan kajian literatur dalam menggali makna teologi dalam kitab Ratapan. Oleh karena itu, artikel ini memberikan pemahaman bahwa Allah memberikan penghukuman agar umat manusia menyadari dosanya dan berbalik kepada Allah sesuai dengan konteks kitab Ratapan.
Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Siswa Kristen SMP Negeri 41 Medan Zebua, Afolo; Silaban, Petrus Posma
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.222

Abstract

AbstractLearning media is one of the factors that has a significant effect on facilitating the learning process and helping students understand and absorb the subject matter more effectively. The use of multimedia in the digital era, especially in the learning process, is inseparable from the use of technology so that students can increase their interest in learning. The purpose of this study was to determine the use of media-based learning media, the level of student interest in learning, and the relationship of multimedia-based learning media to student learning requests. The method used is research with a quantitative approach, using the ex post facto model, learning media, the role of media in learning, the use of learning media, the effect of using media in learning, the benefits obtained through the presentation of learning using media, human-based media, multimedia, visual-based media, principles of visual utilization, audio-visual media, interest, learning, and factors that affect learning interest. The results found indicate that the use of multimedia-based media is low, with lower and upper bound values located in the medium-to-high category. Student Learning Interest is found to be moderate to high Lower Bound and Upper Bound are in the moderate interval class. then, there is a significant relationship between the Use of Multimedia-Based Learning Media and Student Learning Interest There is a significant relationship between the use of multimedia-based learning media and student learning interest, with a ryx value of 42.5% and a positive value. So it is concluded that the first hypothesis, which says low, is not proven, the second hypothesis, which says low, is not proven, and the third hypothesis, that there is a significant relationship between the two variables. Keywords: learning media, learning interest, Christian students  AbstrakMedia pembelajaran menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan dalam memfasilitasi proses pembelajaran, membantu siswa dalam memahami dan meresapkan materi pelajaran dengan lebih efektif. Penggunaan multimedia di era digital terutama dalam proses pembelajaran, tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi agar siswa dapat meningkatkan minat belajarnya. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengguaan media pembelajaran berbasis media, tingkat minat belajar siswa, serta  hubungan media pembelajaran berbasis multimedia terhadap minta belajar mahasiswa. Adapun metode yan digunakan adalah penelitian dengan mendekatan kuantitatif, dengan menggunakan model ex post facto, media pembelajaran, peran media dalam pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, pengaruh penggunaan media dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh melalui penyajian pembelajaran dengan menggunakan media, media berbasih manusia, multimedia, media berbasis visual, prinsip-primnsip pemanfaatan visual, media audia-visual, minat, belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar. Hasil yang ditemukan yaitu penggunaan media berbasis multimedia adalah rendah dengan nilai lower bound dan upper bound terletak pada kategori sedang menuju tinggi. Minat Belajar Siswa ditemukan adalah sedang menuju tinggi Lower Bound dan Upper Bound ada pada klas interval sedang. kemudian, terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Terhadap Minat Belajar Siswa Terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Terhadap Minat Belajar Siswa dengan nilai ryx sebesar 42,5% dan bernilai positif. Maka disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang mengatakan rendah tidak terbukti, hipotesis kedua yang mengatakan rendah tidak terbukti, dan hipotesis ketiga terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Kata Kunci: media pembelajaran, minat belajar, siswa kristen
Analisis Kritis Filsafat Pendidikan Agama Kristen Terhadap Isu Kristen Progresif Simarmata, Paden Leonard; Siallagan, Thomson
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v7i1.270

Abstract

AbstractIn the Christian context, religious education serves as a foundation for ongoing spiritual understanding and practice. However, like any other field of education, Christian RE is constantly evolving and adapting to the dynamics of changing times. In the present day, progressive issues have become a major focus of theological debate and Christian religious education. Some problem formulations that could be used as a focus for research are: How does the philosophy of Christian religious education contained in the Acts of the Apostles respond to the issue of progressive Christianity; How can the theological concepts found in the Acts of the Apostles be contextually applied in the context of progressive Christian religious education? The purpose of this study is to analyse and understand the traditional understanding of the Christian religious teachings contained in the Book of Acts, and to produce insights and recommendations that can be used by educators. Philosophy of Christian education in the light of the Acts of the Apostles, progressive Christian issues, critical analysis of progressive Christianity based on the meaning of the term 'Christian' in the Acts of the Apostles. Keywords: philosophy of education, Christianity, progressive Christianity  AbstrakDalam konteks kekristenan, pendidikan agama berfungsi sebagai fondasi untuk pemahaman dan praktik spiritual yang berkelanjutan. Namun demikian, sama halnya dengan bidang pendidikan lainnya, pendidikan agama Kristen juga terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman. Di era kontemporer, isu-isu progresif telah menjadi fokus yang signifikan dalam perdebatan teologis dan pendidikan agama Kristen. Beberapa rumusan masalah yang mungkin dapat dijadikan sebagai fokus penelitian yatiu, Bagaimana filsafat pendidikan agama Kristen yang terkandung dalam Kitab Kisah Para Rasul merespons isu kristen progresif, Bagaimana konsep-konsep teologis yang ditemukan dalam Kitab Kisah Para Rasul dapat diterapkan secara kontekstual dalam konteks pendidikan agama Kristen yang progresif? tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memahami pemahaman tradisional tentang ajaran agama Kristen yang terkandung dalam Kitab Kisah Para Rasul, menghasilkan wawasan dan rekomendasi yang dapat digunakan oleh pendidik. Filsafat Pendidikan Agama Kristen ditinjau dari Kisah Para Rasul, Isu Kristen Progresif, Analisis Kritis Terhadap Kristen Progresif Berdasarkan Makna Istilah “Kristen” dalam Kisah Para Rasul Kata Kunci: filsafat pendidikan, agama kristen, kristen progresif
Kritik Terhadap Pandangan Antroposentrisme: Membaca Mazmur 8:1-10 dengan Menggunakan Pendekatan Eco Hermeneutic Sucipto, Jimmy
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membebaskan teks dari pandangan Antroposentris absolut, yang dituangkan dalam praktik eksploitasi, atau agar teks dapat dipahami tanpa mengakibatkan praktik eksploitasi yang mengakibatkan krisis ekologi. Selain merujuk pada Kitab Kejadian 1:26-28, teks Perjanjian Lama juga menyatakan kekuasaan manusia dalam Mazmur 8:1-10. Manusia seakan diberikan kebebasan yang kemudian menganggap dirinya menguasai ciptaan lain, dan beberapa diantaranya diwujudkan dalam tindakan eksploitasi. Metode penelitian yang dipakai dalam teks terpilih adalah metode eco hermeneutic yang merupakan gagasan dari Norman Charles Habel. Metode yang ditawarkan Norman C. Habel memakai tiga pendekatan utama, yaitu menganalisis teks yang bernada Antroposentrisme, kemudian mengidentifikasi unsur ekologis dalam teks, dan yang terakhir merumuskan kedudukan peran lingkungan yang terdapat dalam teks. Pada akhir penelitan, ditemukan bahwa manusia bersama-sama dengan makhluk hidup lain termasuk bumi, adalah suatu kesatuan sebagai ciptaan Allah. Ciptaan lain bukanlah berbeda dari manusia, melainkan satu dalam ekosistem yang saling melengkapi. Kekuasaan yang dimiliki manusia terhadap makhluk lain, tidak bermakna tindakan sewenang sebagai penguasa yang lebih tinggi, namun lebih kepada kapasitas dan kemampuan dalam dirinya untuk menampakkan kasih Allah terhadap ciptaan-Nya yang lain.
Mengeksplorasi Konsep Hidup Kristen di Kalangan Anak Madya GPIL Jemaat Padang Sappa Berdasarkan Pengajaran Petrus dalam 1 Petrus 4:7-11 basan, Resti basan
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v7i1.268

Abstract

Artikel ini menguraikan pandangan dari surat 1 Petrus 4:7-11 yang mengajarkan konsep hidup Kristen yang sesuai dengan ajaran Alkitab. Pemahaman dan pengaplikasian nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari menjadi fokus, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang penuh dengan godaan dan pengaruh negatif. Implementasi konsep hidup Kristen ini memiliki implikasi yang signifikan bagi anak madya dalam gereja, khususnya di GPIL Jemaat Padang Sappa, di mana mereka didorong untuk hidup dengan konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Petrus. Oleh karena itu, artikel ini membahas secara rinci bagaimana konsep hidup Kristen ini dapat diimplementasikan dalam pembinaan anak madya dalam gereja, dengan harapan bahwa hal ini akan memperkuat iman mereka dan membangun fondasi yang kuat bagi pertumbuhan iman secara individu dan gereja di masa mendatang.
Ekklesiologi: Gereja Sebagai Tubuh Kristus Menurut Paulus dalam 1 Korintus 12:12-26 dan Tanggung Jawab Gereja Memelihara Kesatuan Dalam Interdenominasi Simarmata, Amsal
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.218

Abstract

Abstract: This research is based on the problem of the existence of boundaries in various interdenominational churches in Indonesia. That is, there are mainstream churches that alienate themselves from non-mainstream churches, and vice versa. However, the churches in Indonesia are actually the result of seeds from God's word that were planted thousands of years ago so that they produce fruit, namely the church until now. If the church is the product of God's word, then it will come to an understanding, the church exists until now inseparable from the work of the owner of the word, namely Christ as the head of the church. In fact, the churches in Indonesia do not heed and realize this. There are still many churches in Indonesia dominated by ideas that differentiate one church denomination from another. While in Paul's letter to the church in Corinth he emphasizes that the church is the body of Christ which must support one another. The purpose of this research is to study the exegesis of 1 Corinthians 12:12-26 regarding the church as the body of Christ and its application to churches in Indonesia to maintain unity in various interdenominational situations. The method used is descriptive qualitative research method, which is a type of research conducted using library materials, encyclopedias, articles, journals and other materials that are relevant to the topics and problems studied as data sources.Abstrak: Penelitian ini didasari persoalan adanya batasan-batasan di dalam berbagai interdenominasi gereja-gereja di Indonesia. Maksudnya, adanya gereja-gereja arus utama yang mengasingkan diri dari gereja non arus utama, demikian sebaliknya. Akan tetapi, gereja-gereja yang ada di Indonesia sesungguhnya hasil benih dari firman Tuhan yang sudah tertanam ribuan tahun yang lalu sehingga menghasilkan buah yaitu gereja sampai sekarang ini. Jika gereja adalah produk dari firman Tuhan, maka akan tiba kepada pemahaman, gereja ada sampai saat ini tidak terlepas dari karya pemilik firman tersebut yaitu Kristus sebagai kepala gereja. Kenyataannya gereja-gereja yang ada di Indonesia tidak mengindahkan dan menyadari hal tersebut. Masih banyak gereja-gereja yang ada di Indonesia didominasi oleh pemikiran yang membeda-bedakan denominasi gereja yang satu dengan gereja lainnya. Sementara di dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus menandaskan bahwa gereja adalah tubuh Kristus yang harus saling menopang satu dengan lainnya. Tujuan penelitian ini dilakukan studi eksegesis 1Korintus 12:12-26 mengenai gereja sebagai tubuh Kristus dan aplikasinya bagi gereja-gereja di Indonesia untuk memelihara kesatuan dalam berbagai interdenominasi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan pustaka, ensiklopedia, artikel, jurnal dan bahan-bahan lainnya yang relevan dengan topik dan permasalahan yang dikaji sebagai sumber datanya
Implementasi Prinsip-prinsip Manusia Baru Berdasarkan Efesus 4:17-32 di Kalangan Mahasiswa STT Manik, Robbye Manik; Sembiring, Rasmalem Raya; Simamora, Johnny Parthotan; Aslinawati, Aslinawati
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.225

Abstract

AbstractThe new man is a man who has been united in Christ, is in Christ, not according to his own desires, has been redeemed from sin by the blood of Christ, has new motives, new standards, and new goals; struggles against sin, regrets himself if he falls into sin; lives his life in unity with God and others, and has a close relationship with God and others; and is able to love sincerely, freely, and responsibly; lives in sanctification; and exudes the fruit of the Holy Spirit.  Ephesians 4:17-32 explains the principles of the new man that should be implemented by every believer. The research discusses human principles based on Ephesians 4:17-32 among theology students. This type of research is quantitative with survey method with explanatory-conformatory approach. The results showed that the implementation of the New Man Principle based on Ephesians 4:17-32 among theological college students is moderate; the most dominant indicator implemented is using constructive words with a contribution of 130.961; and the most dominant background category affecting the implementation of the new man principle is the length of new birth. Keywords:  Implementation, new man, life principles.  Abstrak Manusia baru adalah manusia yang telah disatukan di dalam Kristus, berada dalam Kristus, tidak menurut keinginan diri sendiri, telah ditebus dari dosa oleh darah Kristus, memiliki motif-motif baru, standar-standar baru, dan sasaran-sasaran baru; berjuang melawan dosa, menyesali diri jika jatuh dalam dosa; menghayati hidupnya dalam kesatuan dengan Tuhan dan sesamanya, dan punya relasi yang erat dengan Tuhan dan sesama; dan mampu mengasihi secara tulus, bebas, dan bertanggung jawab;  hidup dalam pengudusan; dan memancarkan buah Roh Kudus.  Efesus 4 :17-32 menjelaskan prinsip-prinsip manusia baru yang seharusnya diimplementasikan oleh setiap orang percaya. Penelitian membahas prinsip-prinsip manusia berdasarkan Efesus 4:17-32 di kalangan mahasiswa teologi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey dengan pendekatan eksplanatori-konformatori. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Implementasi Prinsip Manusia Baru berdasarkan Efesus 4:17-32 di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi adalah sedang;  indikator yang paling dominan diimplementasikan adalah menggunakan perkataan yang membangun dengan kontrisbusi sebesar 130,961 ; dan kategori latar belakang yang paling dominan  mempengaruhi implementasi prinsip manusia baru adalah lamanya lahir baru. Kata Kunci: implementasi, manusia baru, prinsip hidup.