cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2024)" : 22 Documents clear
Mapping Zakat and Sustainable Development Goals Research: A Bibliometric Analysis Batari, Hanifah; Juliana, Juliana; Monoarfa, Hilda
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v0i0.21752

Abstract

Zakat plays a crucial role in sustainable development, embodying both direct worship to Allah SWT and social responsibility towards fellow human beings. As a form of worship that emphasizes social and spiritual values, zakat, along with infaq and sadaqah, can significantly enhance community welfare when managed effectively. Recognized as a crucial instrument in Islamic finance, zakat is instrumental in poverty alleviation, directly supporting the first Sustainable Development Goal (SDG) of eradicating poverty. Despite its importance, the relationship between zakat and the SDGs remains underexplored in academic research. This study aims to bridge this gap by analyzing the trends in zakat research and its impact on sustainable development through a bibliometric analysis of 40 articles published in international journals from 2017–2022, sourced from the dimensions.ai database. Utilizing qualitative methods and the VOSviewer application for data visualization, this research provides a comprehensive overview of zakat's role in achieving the SDGs. The findings serve as a valuable resource for researchers and policymakers, highlighting the empirical evidence of zakat's potential in poverty alleviation and reinforcing its significance in sustainable development.========================================================================================================ABSTRAK – Pemetaan Riset Zakat dan Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Blibliometrik. Zakat memainkan peranan penting dalam pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs) dan memiliki dua aspek, yaitu ibadah langsung kepada Allah SWT sekaligus bagian dari tanggung jawab sosial kepada sesama manusia. Sebagai bentuk ibadah yang menekankan nilai-nilai sosial dan spiritual, zakat, bersama dengan infak dan sedekah, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan jika dikelola dengan baik. Sebagai instrumen penting dalam sistem keuangan syariah, zakat sangat berperan dalam pengentasan kemiskinan, mendukung langsung tujuan pertama dari SDGs, yaitu pengentaskan kemiskinan. Walaupun demikian, hubungan antara zakat dan SDGs masih kurang dieksplorasi dalam penelitian akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan ini dengan menganalisis tren penelitian zakat dan dampaknya terhadap SDGs melalui analisis bibliometrik terhadap 40 artikel yang diterbitkan di jurnal internasional periode 2017-2022, yang bersumber dari database “dimensions.ai”. Dengan menggunakan metode kualitatif dan aplikasi VOSviewer untuk visualisasi data, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang peran zakat dalam mencapai tujuan SDGs tersebut. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya eksplorasi lebih lanjut mengenai peran zakat dalam SDGs sebagai solusi kunci untuk pengentansan kemiskinan global. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi sumber yang berharga bagi peneliti dan pembuat kebijakan, menyoroti bukti empiris potensi zakat dalam pengentasan kemiskinan dan memperkuat signifikansinya dalam pembangunan berkelanjutan.
Bibliometric Analysis of Islamic Finance: Mapping Growth and Research Trends Kumara, Gatot Kunta; Nugraha, Nugraha
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.21905

Abstract

Islamic finance, a rapidly expanding sector, integrates financial principles with Islamic moral and ethical guidelines derived from the Quran and Hadith. This study conducts a thorough analysis of literature reviews in this field to discern its growth and collaborative dynamics. The primary objective of this research is to analyze literature reviews on Islamic finance using the Scopus database, thereby providing insights into publication trends, influential countries, and emerging research themes. An initial dataset of 231 publications was extracted from the Scopus database and refined to 139 publications for detailed bibliometric analysis using VOSviewer software. The analysis revealed that the year 2023 had the highest number of journal publications, totaling 21 articles, while the highest citation count, 221, was recorded in 2014. These publications are globally dispersed across America, Asia, Africa, Australia, and Europe. The most influential countries with substantial international collaboration include the United States, Indonesia, the United Kingdom, Saudi Arabia, and Malaysia. The study concludes that Islamic finance is a burgeoning financial market segment that promotes equitable financial and economic frameworks. The increasing demand for Sharia-compliant financial products and the advancement of Islamic financial institutions are noteworthy trends. The findings offer deeper insights into the evolution of Islamic finance research, identify centers of excellence, and delineate current research trends. This foundational framework will assist researchers, practitioners, and academics in navigating the future development of Islamic finance research, thereby fostering growth and innovation in the field.========================================================================================================ABSTRAK – Analisis Blibliometrik Keuangan Islam: Pemetaan Perkembangan dan Tren Riset. Sistem keuangan Islam, dalam praktiknya, mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Penelitian ini melakukan analisis menyeluruh terhadap tinjauan literatur di bidang ini untuk memahami perkembangan dan dinamika kolaborasinya. Tujuan utamanya adalah menganalisis tinjauan literatur terkait keuangan Islam menggunakan basis data Scopus, untuk mendapatkan gambaran tentang tren publikasi, negara-negara berpengaruh, dan tema penelitian yang muncul. Dataset awal sebanyak 231 publikasi diekstraksi dan disaring menjadi 139 publikasi untuk analisis bibliometrik menggunakan aplikasi VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa tahun 2023 memiliki jumlah publikasi tertinggi, yaitu 21 artikel, sementara jumlah sitasi tertinggi (221) tercatat pada tahun 2014. Publikasi ini tersebar di berbagai benua, dimana negara-negara yang paling berpengaruh dengan kerjasama internasional yang signifikan adalah Amerika Serikat, Indonesia, Inggris, Arab Saudi, dan Malaysia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keuangan Islam merupakan segmen pasar keuangan yang berkembang pesat yang mempromosikan kerangka keuangan dan ekonomi yang adil. Permintaan yang meningkat untuk produk-produk keuangan yang sesuai Syariah dan perkembangan lembaga keuangan Islam adalah tren yang patut menjadi perhatian. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang evolusi penelitian keuangan Islam, mengidentifikasi pusat-pusat keunggulan, dan menjelaskan tren penelitian saat ini. Kerangka dasar ini akan membantu peneliti, praktisi, dan akademisi dalam menavigasi perkembangan masa depan penelitian keuangan Islam, sehingga mendorong pertumbuhan dan inovasi di bidang ini.
The Nonlinear Impact of Inflation on Zakat Collection in Indonesia Kafabih, An'im
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24202

Abstract

Many studies show that zakat collection in Indonesia falls short of its potential. One major factor is the systemic risk faced by muzakki, the zakat payers, due to economic conditions. Given the government's monetary objectives to address systemic risk, such as the unemployment level, these policies theoretically influence zakat collection. This paper examines the impact of inflation and the real exchange rate, as monetary objectives, on zakat collection in Indonesia. Analyzing 45 monthly time series observations with the ARDL bound test, the findings reveal that inflation has a nonlinear effect, boosting zakat collection when the CPI exceeds 105.5. Further, policies increasing the real exchange rate positively affect zakat collection. Additionally, zakat collection during Ied al-Fitr is approximately 1,764% higher compared to other months. The study establishes clear links between monetary policy objectives and zakat collection efficiency, suggesting that monetary policy tools can be leveraged to optimize zakat collection in Indonesia. These findings provide valuable insights for policymakers in harmonizing monetary and zakat collection strategies.========================================================================================================ABSTRAK - Dampak Nonlinier Inflasi pada Pengumpulan Zakat di Indonesia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan zakat di Indonesia belum sebanding dengan potensinya. Salah satu faktor utamanya adalah risiko sistemik yang dihadapi oleh muzakki, akibat kondisi ekonomi. Sementara itu, pemerintah membuat sejumlah kebijakan moneter untuk menghindari terjadinya risiko tersebut, yang secara teoritis dapat mempengaruhi pengumpulan zakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan moneter, terutama dalam aspek inflasi dan nilai tukar riil, terhadap pengumpulan zakat di Indonesia. Penelitian ini menganalisis 45 observasi data time series bulanan menggunakan ARDL bound test. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki efek nonlinier, di mana peningkatan inflasi meningkatkan pengumpulan zakat ketika tingkat CPI melebihi 105,5. Selanjutnya, kebijakan moneter yang bertujuan meningkatkan nilai tukar riil berdampak positif pada pengumpulan zakat. Selain itu, pengumpulan zakat ketika hari raya Idul Fitri 1,764% lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara kebijakan moneter dengan efisiensi pengumpulan zakat, yang mengindikasikan bahwa instrumen kebijakan moneter dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia. Temuan ini memberikan masukan yang penting bagi pembuat kebijakan dalam menyelaraskan strategi moneter dengan pengumpulan zakat.
How Islamic Corporate Governance Mitigates Financing Risk in Indonesian Islamic Banking? Rosidi, Rosidi; Nugraha, Rizky Aditya; Putri, Intan Lifinda Ayuning
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.21469

Abstract

Islamic banking in Indonesia exhibits strong growth but continues to grapple with high financing risk, as evidenced by Non-Performing Financing (NPF) levels. While previous research suggests a link between Sharia Supervisory Boards (DPS), Financing to Deposit Ratios (FDR), and NPF, findings remain inconsistent. This study investigates the mediating role of Islamic Corporate Governance (ICG) in the relationship between DPS, FDR, and NPF within the context of Indonesian Islamic commercial banks. Panel data from 12 Indonesian Islamic commercial banks between 2016 and 2021 were analyzed using panel multiple regression. The Sobel test was employed to assess the mediating effect of ICG. The study reveals a positive relationship between DPS and NPF, while FDR showed no significant effect on NPF. Importantly, ICG had a negative impact on NPF and partially mediated the relationship between DPS and NPF. These findings highlight the critical importance of robust ICG practices in mitigating financing risk within Islamic banking. The study recommends further research into the influence of macroeconomic factors on NPF and exploring the effectiveness of DPS functions in enhancing ICG practices.========================================================================================================ABSTRAK – Bagaimana Tata Kelola Syariah Memitigasi Risiko Pembiayaan pada Perbankan Syariah di Indonesia? Perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat namun terus menghadapi risiko pembiayaan yang tinggi, seperti yang terlihat dari tingkat pembiayaan bermasalah (NPF). Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara tingkat NPF dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS), Rasio Pembiayaan terhadap Simpanan (FDR), dan Tata Kelola Perusahaan Syariah (ICG), namun hasilnya belum konsisten. Penelitian ini mengkaji peran mediasi ICG dalam hubungan antara DPS, FDR, dan NPF dalam konteks bank umum syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data panel dari 12 bank umum syariah di Indonesia selama periode 2016-2021. Metode analisis yang digunakan adalah regresi panel berganda dengan uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPS berpengaruh positif terhadap risiko pembiayaan syariah sedangkan FDR tidak berpengaruh terhadap risiko pembiayaan syariah. Kemudian ICG berpengaruh negatif terhadap risiko pembiayaan syariah. Selain itu, hasil uji Sobel menunjukkan bahwa ICG secara parsial memediasi pengaruh DPS dan FDR terhadap risiko pembiayaan syariah. Temuan ini menggarisbawahi pentinya praktik ICG yang baik dalam mengurangi risiko pembiayaan dalam perbankan syariah. Kajian ini merekomendasikan agar penelitian lebih lanjut fokus pada pengaruh faktor makroekonomi terhadap NPF dan menganalisis efektivitas fungsi DPS dalam meningkatkan praktik ICG.
Enhancing Employee Performance in Islamic Banking: The Moderating Role of Religiosity Yasir, Yasir; Bachmid, Sofyan; Ermawati, Ermawati; Noval, Noval; Nurwanita, Nurwanita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24078

Abstract

Organizational culture, happiness at work, and leadership have been widely studied, yet the complex interactions among these factors and the role of religiosity in employee performance remain poorly understood, especially in the context of Islamic banking. This study investigates these relationships and their impact on the employee performance of Bank Muamalat Indonesia (BMI) in the Palu Branch, with religiosity as the moderating variable. Data were collected using closed questionnaires from all employees at the branch and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that organizational culture and happiness at work significantly enhance employee performance, while leadership does not have a significant impact. Notably, religiosity strengthens the positive effect of organizational culture on employee performance, indicating that religious values can deepen employee commitment and productivity by providing greater meaning and purpose in their work. The study highlights the importance of incorporating religiosity to foster an inclusive and productive work environment in Islamic banking. Future research with a more comprehensive design and a more diverse sample is recommended to further explore these relationships.========================================================================================================ABSTRAK – Meningkatkan Kinerja Karyawan Perbankan Syariah: Peran Moderasi Religiositas. Meskipun budaya organisasi, kebahagiaan di tempat kerja, dan kepemimpinan telah banyak diteliti, kompleksitas hubungan di antara faktor-faktor tersebut dan peran religiositas terhadap kinerja karyawan masih belum terpahami dengan baik, terutama dalam konteks perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tersebut dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Palu dengan religiositas sebagai variabel moderasi. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan BMI di cabang tersebut yang kemudian dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan kebahagiaan di tempat kerja secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan, sementara kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan. Menariknya, religiositas memperkuat dampak positif budaya organisasi terhadap kinerja karyawan yang mengindikasikan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat memperdalam komitmen dan produktivitas karyawan dengan memberikan makna dan tujuan yang lebih besar dalam pekerjaan mereka. Studi ini menekankan pentingnya integrasi aspek religiositas untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif dan produktif di perbankan syariah. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih komprehensif dan sampel yang lebih beragam masih diperlukan untuk memvalidasi dan memperluas hubungan ini.
How Islamic Social Finance Boosts Psychological Well-Being? Cahyanti, Irni Sri; Ulfah, Ulfah; Suhendi, Endi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.19998

Abstract

While the economic impact of Islamic social finance (ISF) is increasingly acknowledged, its potential contribution to psychological well-being remains underexplored. This study investigates the relationship between ISF practices (Zakat, Infaq, Sadaqah, Waqf) and psychological well-being. Using a qualitative descriptive approach, the study undertakes a comprehensive review of existing literature, encompassing books and national and international journal articles. Findings demonstrate a strong correlation between ISF and various dimensions of psychological well-being, including self-acceptance, positive relationships, autonomy, environmental mastery, life goals, and self-development. This positive association is attributed to ISF's central role in achieving Falah (spiritual prosperity) within the maqashid al-sharia (objectives of Islamic law) framework, fostering social justice and shared prosperity conducive to individual well-being. The study recommends that philanthropic institutions prioritize enhancing service quality in collecting and distributing ISF funds to maximize their positive impact on psychological well-being within the community.========================================================================================================ABSTRAK – Bagaimana Keuangan Sosial Syariah Meningkatkan Kesejateraan Psikologis? Meskipun dampak ekonomi keuangan sosial syariah (KSS) semakin diakui, potensinya terhadap kesejahteraan psikologis masih belum banyak dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara praktik KSS (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf) dengan kesejahteraan psikologis. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini melakukan tinjauan literatur yang komprehensif dengan menganalisis sejumlah buku dan artikel, baik dari jurnal nasional maupun internasional. Temuan menunjukkan hubungan yang erat antara KSS dan berbagai dimensi kesejahteraan psikologis, meliputi penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan diri. Hubungan positif ini tidak terlepas dari peran sentral KSS dalam mencapai Falah (kesejahteraan spiritual) dalam kerangka maqashid al-syariah (tujuan hukum Islam), mendorong keadilan sosial, dan meningkatkan kemakmuran bersama yang kondusif bagi kesejahteraan individu. Studi ini merekomendasikan agar lembaga filantropi memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dalam pengumpulan dan pendistribusian dana KSS untuk memaksimalkan dampak positifnya terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat.
Enhancing Audit Quality through a Sharia-Based Model Saputra, Julfan; Siregar, Saparuddin; Kamilah, Kamilah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.25116

Abstract

Audit quality is crucial for ensuring accountability in the public interest, yet it remains vulnerable to fraud. Persistent concerns from regulators and investors about the audit quality in public accounting firms highlight the limitations of conventional standards, which primarily focus on technical and ethical dimensions while often failing to prevent fraud. This study aims to develop a sharia-based audit quality model and analyze its influencing factors, with religiosity serving as a moderating variable. A quantitative approach was adopted to evaluate the research variables, using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) method for data analysis. SEM-PLS was chosen for its robust measurement capabilities, its ability to explore structural variables, and its suitability for model fitting. The results reveal that the predictor variables—independence, competence, motivation, and time budget pressure—moderated by religiosity, significantly affect Sharia audit quality. This is evidenced by an R-Square value of 0.873 (87%), indicating a high structural impact. However, only independence demonstrated a significant partial effect on Sharia audit quality. While competence, religiosity, motivation, and time budget pressure influence Sharia audit quality, their structural-level impact is minimal. Additionally, religiosity moderates the relationship between independence and Sharia audit quality. The study recommends enhancing auditor religiosity, which has been shown to positively influence Sharia audit quality.========================================================================================================ABSTRAK – Peningkatan Kualitas Audit dengan Model berbasis Syariah. Kualitas audit sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dalam kepentingan publik, namun tetap rentan terhadap fraud. Kekhawatiran terhadap kualitas audit terus diungkapkan oleh regulator dan investor, terutama karena standar audit konvensional yang hanya berfokus pada aspek teknis dan etika sering kali gagal mencegah fraud. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kualitas audit berbasis syariah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan religiositas sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS), yang dipilih karena keunggulannya dalam menghasilkan pengukuran yang akurat, mengeksplorasi variabel-variabel struktural, serta kemampuannya memodelkan penelitian dengan tingkat kesesuaian yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel prediktor yaitu independensi, kompetensi, motivasi, dan time budget pressure yang dimoderasi oleh variabel religiositas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit syariah. Hal ini dibuktikan dengan nilai R Square sebesar 0,873 atau 87%, yang masuk pada efek level struktural tinggi. Secara parsial, hanya variabel independensi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit syariah. Sementara itu, variabel kompetensi, religiusitas, motivasi, dan time budget pressure memiliki pengaruh, namun berada pada level efek struktural rendah terhadap kualitas audit syariah. Pada efek moderasi, variabel religiositas terbukti memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit syariah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan religiositas auditor, yang terbukti memberikan pengaruh positif pada kualitas audit syariah.
The Role of Financial Inclusion in Islamic Bank Efficiency: Evidence from Asian OIC Countries Taufiq, Taufiq; Razali, Razali
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.22894

Abstract

The role of financial inclusion in determining the efficiency of Islamic banks remains understudied despite its significance. This study seeks to bridge this gap by introducing financial inclusion as a novel variable influencing Islamic bank performance. Analyzing panel data from Sharia banking across OIC Asian countries from Q3 2018 to Q1 2023, the research employs random effect model regression analysis (GLS) to assess the impact of financial inclusion on two efficiency measures, operational and cost efficiency. The analysis reveals that financial inclusion positively impacts cost efficiency but negatively affects operational efficiency. This indicates that financial inclusion in these banks is low due to factors such as high participation of low-income customers, interest rate restrictions, and limited product offerings by Islamic banks. In addition, cultural and economic factors also contribute to this trend. To enhance cost efficiency, it is recommended that Islamic banks improve service accessibility for customers. Furthermore, operational efficiency is positively influenced by capital adequacy, loans, profitability, and bank size, while negatively affected by banking risk. Policymakers should focus on strengthening financial infrastructure and legal systems to promote greater financial inclusion. Bank managers are advised to exercise caution in loan issuance to avoid inefficiencies, and identifying key efficiency factors is crucial for developing effective strategies for sustainability in Islamic banking.========================================================================================================ABSTRAK – Peran Inklusi Keuangan dalam Efisiensi Bank Syariah: Bukti dari Negara-negara OKI di Asia. Walaupun dianggap penting, peran inklusi keuangan syariah dalam menentukan efisiensi bank syariah masih belum banyak dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel inklusi keuangan syariah terhadap efisiensi bank syariah di negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang ada di Asia dari kuartal 3-2018 sampai kuartal 1-2023. Penelitian ini mengumpulkan data panel dari sejumlah bank syariah di negara-negara tersebut untuk kemudian dilakukan analisis regresi dengan random effect model (GLS), menggunakan dua ukuran efisiensi, yaitu efisiensi operasional dan efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan berdampak positif terhadap efisiensi biaya tetapi berdampak negatif terhadap efisiensi operasional. Hal ini berarti bahwa rendahnya inklusi keuangan pada perbankan syariah disebabkan oleh sejumlah faktor seperti tingginya jumlah nasabah berpenghasilan rendah, pembatasan suku bunga, dan kurangnya variasi produk yang ditawarkan oleh bank syariah. Selain itu, faktor budaya dan ekonomi juga berperan signifikan terhadap hasil ini. Untuk meningkatkan efisiensi biaya, disarankan agar bank syariah meningkatkan aksesibilitas layanan bagi pelanggan. Selain itu, efisiensi operasional dipengaruhi secara positif oleh kecukupan modal, pinjaman, profitabilitas, dan ukuran bank, sementara dipengaruhi secara negatif oleh risiko perbankan. Pembuat kebijakan harus fokus pada penguatan infrastruktur keuangan dan sistem hukum untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih baik. Pihak bank disarankan untuk berhati-hati dalam penerbitan pinjaman untuk menghindari inefisiensi, dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang dapat meningkatkan efisiensi sehingga dapat merumuskan strategi keberlanjutan bagi perbankan syariah. 
Maximizing Local Own-Source Revenue: Tax Strategies from an Islamic Public Finance Perspective Safarida, Nanda; Hisan, Khairatun; Lazira, Widya Asriani
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.21203

Abstract

This study investigates the contribution of hotel and restaurant taxes to the enhancement of Local Own-Source Revenue (PAD) in Langsa City, Aceh, Indonesia, while evaluating the government strategies to optimize tax contributions in alignment with Islamic public finance principles. Employing a qualitative approach, primary data were gathered through interviews with hotel and restaurant owners and government officials at BPKD Langsa, complemented by content analysis of both primary and secondary data. Findings reveal that from 2016 to 2022, the contribution of these taxes to PAD remains minimal, constituting only 3% of the total revenue. Key challenges include taxpayers reluctance to pay due to a lack of transparency in financial management. The Langsa City government addresses these issues through continuous promotion, imposing fines, and enhancing oversight. These efforts align with Islamic economic principles, as they are not burdensome to taxpayers and aim to fulfill societal needs. Additionally, the government is advancing transparency in tax collection via the QRIS payment system. The study recommends that stakeholders enhance supervision and functions to optimize the PAD of Langsa City. This research provides valuable insights into the intersection of local tax policy and Islamic economic principles, offering implications for similar contexts in other regions.========================================================================================================ABSTRAK – Maksimalisasi Pendapatan Asli Daerah: Strategi Pajak dalam Perspektif Keuangan Publik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Langsa, Aceh, Indonesia, dan upaya yang dilakukan dalam memaksimalkan pajak hotel dan restoran, serta kesesuaiannya dengan teori keuangan publik Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan berbagai sumber dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pajak hotel dan restoran terhadap PAD Kota Langsa selama tujuh tahun terakhir (2016-2022) masih sangat rendah, yaitu di bawah 3% dari total PAD. Kendala utama yang dihadapi Pemerintah Kota Langsa adalah kurangnya kesadaran wajib pajak pemilik hotel dan restoran untuk membayar pajak, yang disebabkan oleh kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Kota Langsa telah melakukan berbagai upaya, seperti promosi berkelanjutan melalui baliho, penerapan denda dan sanksi, serta memperketat fungsi pengawasan. Upaya ini sejalan dengan teori ekonomi Islam, terutama dalam konsep keuangan publik Islam, karena tidak memberatkan wajib pajak dan pajak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Selain itu, pemerintah juga berupaya mendorong transparansi dalam proses pemungutan pajak melalui aplikasi QRIS. Penelitian ini memberikan rekomendasi tentang keselarasan antara kebijakan pajak lokal dengan prinsip ekonomi Islam dan pengaplikasiannya untuk konteks serupa di wilayah lain.
Decentralized Finance and Its Maslahah: Shaping the Future of Financial Services in Indonesia Amir, Muhammad Fakhri; Kadir, Syahruddin; Sumarlin, Sumarlin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.22857

Abstract

Technological innovations are revolutionizing the financial sector through decentralized systems. The emergence of digital currencies necessitates a shift in the financial system toward services that accommodate the development of digital money in the era of Society 5.0. This study aims to explore the potential of Decentralized Finance (DeFi) and its maslahah (benefit) for future financial services in Indonesia. A qualitative approach was employed using library research by collecting primary and secondary data from journals, books, and other literature. Data were analyzed using descriptive analysis through data grouping, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that DeFi has the potential to become one of the future financial services as it aligns with technological advancements and the development dimensions of the Society 5.0 era. DeFi offers five maslahah benefits: (1) Protecting religion (hifzu al-din) by serving as an alternative investment instrument; (2) Protecting life (hifzu an-nafs) by becoming a financial market instrument; (3) Protecting progeny (hifzu al-nasl) by encouraging income growth; (4) Protecting intellect (hifzu al-‘aql) by developing human resource potential; and (5) Protecting wealth (hifzu al-maal) by accommodating sources of income and financing for the benefit of society. Therefore, DeFi holds significant potential to contribute positively to Indonesia's financial future by providing services aligned with the values of maslahah and the technological advancements of Society 5.0.========================================================================================================ABSTRAK - Desentralisasi Keuangan dan Maslahahnya: Membentuk Layanan Keuangan Masa Depan di Indonesia. Inovasi teknologi mengarah pada revolusi sektor keuangan melalui sistem terdesentralisasi. Kemunculan mata uang digital memaksa sistem keuangan untuk beralih ke layanan yang mengakomodasi perkembangan uang digital di era 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi Decentralized Finance (DeFi) berikut maslahahnya sebagai layanan keuangan masa depan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, dimana data-data dikumpulkan dari artikel jurnal, buku, dan literatur lainnya. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif melalui pengelompokan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DeFi memiliki potensi untuk menjadi salah satu layanan keuangan di masa depan karena selaras dengan kemajuan teknologi dan dimensi pengembangan untuk era 5.0. DeFi menawarkan lima manfaat maslahah: (1) Melindungi agama (hifzu al-din) dengan menjadi instrumen investasi alternatif; (2) Melindungi jiwa (hifzu an-nafs) dengan menjadi instrumen pasar keuangan; (3) Melindungi keturunan (hifzu al-nasl) dengan mendorong pertumbuhan pendapatan; (4) Melindungi akal (hifzu al-‘aql) dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia; dan (5) Melindungi harta (hifzu al-maal) dengan mengakomodasi sumber pendapatan dan pembiayaan untuk kepentingan masyarakat. DeFi memiliki potensi yang signifikan untuk berkontribusi secara positif terhadap masa depan sistem keuangan Indonesia dengan menyediakan layanan yang sejalan dengan nilai-nilai maslahah dan kemajuan teknologi era 5.0. 

Page 1 of 3 | Total Record : 22