cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2025)" : 26 Documents clear
Sharia Auditing in Zakat Institutions: Challenges and Prospects in Indonesia Megawati, Devi; Zulkifli, Zulkifli
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26059

Abstract

Ensuring Sharia compliance within religious institutions, particularly zakat institutions, is imperative to safeguarding their credibility, maintaining public trust, and mitigating significant legal and reputational risks. While prior research has extensively explored Islamic banking regulations, limited scholarly attention has been given to the governance and auditing frameworks of zakat institutions. This study explores how zakat authorities regulate and operate to enforce adherence to Islamic principles, addressing a key gap in research, which has mostly focused on Islamic banking. Using a qualitative approach, the study is based on interviews with 35 key stakeholders, including representatives from Indonesia’s Ministry of Religious Affairs (MoRA), Sharia auditors, and practitioners from both state-regulated (BAZNAS) and non-state (LAZ) zakat institutions. The findings highlight the evolving nature of Sharia auditing, which involves both internal Sharia supervisors and external auditors from the MoRA. However, challenges persist, particularly in clearly separating financial audits from Sharia audits, which affects their effectiveness. The findings indicate that Sharia auditing remains in a nascent phase, with its current implementation largely serving administrative formalities rather than fostering substantive enhancements in compliance. This study advocates for urgent scholarly and practical efforts to refine Sharia auditing frameworks, ensuring they transcend procedural checklists and actively strengthen institutional adherence to Islamic ethical and legal standards.======================================================================================================== ABSTRAK - Audit Syariah dalam Lembaga Zakat: Tantangan dan Prospek di Indonesia. Kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam institusi keagamaan, khususnya organisasi zakat, sangat penting untuk menjaga kredibilitas, kepercayaan publik, serta menghindari risiko hukum dan reputasi yang signifikan. Meskipun penelitian sebelumnya telah banyak menyoroti regulasi perbankan Islam, kajian mengenai tata kelola dan audit syariah dalam lembaga zakat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme regulasi dan operasional yang diterapkan oleh otoritas zakat dalam menegakkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, sekaligus mengisi kesenjangan dalam literatur terkait audit syariah di luar sektor perbankan. Dengan pendekatan kualitatif, data penelitian ini berasal dari wawancara dengan 35 pemangku kepentingan kunci, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama Indonesia, auditor syariah, serta praktisi dari lembaga zakat negara (BAZNAS) dan non-negara (LAZ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik audit syariah terus berkembang, dengan mekanisme pengawasan ganda yang mengombinasikan pengawasan internal oleh dewan pengawas syariah dan audit eksternal oleh Kementerian. Namun, masih terdapat ambiguitas dalam membedakan audit keuangan dan audit syariah, yang menghambat efektivitas implementasinya. Penelitian ini menemukan bahwa audit syariah masih berada dalam tahap awal, sering kali hanya menjadi formalitas administratif tanpa memberikan peningkatan yang substansial dalam kepatuhan terhadap prinsip syariah. Studi ini menekankan perlunya pengembangan kerangka audit syariah yang lebih komprehensif, baik dari perspektif akademik maupun praktis. Untuk memperkuat kepatuhan institusional terhadap standar etika dan hukum Islam, audit syariah harus berkembang dari sekadar kepatuhan berbasis daftar periksa menjadi instrumen tata kelola yang lebih substansial, guna meningkatkan integritas regulasi dalam lembaga zakat. 
The Mediating Role of Islamic Spirituality in Shaping Career Interest in Islamic Banking Mauludi AC, Ali; Fadllan, Fadllan; Haryanti, Nik
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26092

Abstract

This study examines Islamic spirituality as an intervening variable mediating the relationship between religiosity, the sharia system, professionalism, and career interest in Islamic banking among students at Islamic higher education institutions in East Java, Indonesia. Employing a quantitative approach, the research utilized purposive and random sampling techniques to survey 150 respondents, determined using the Lemeshow method. Data were analyzed through multiple regression and path analysis within an associative comparative framework. Findings reveal that religiosity and the sharia system lack direct influence on career interest but exhibit significant indirect effects when mediated by Islamic spirituality. Conversely, professionalism directly and positively impacts career interest without requiring spiritual mediation. The study highlights the critical role of Islamic spirituality in amplifying religiosity and sharia adherence to shape career aspirations, while professionalism independently drives career interest. Theoretical implications suggest that Islamic spirituality bridges ideological principles with vocational motivation, whereas practical insights emphasize integrating spiritual values into academic curricula and fostering workplace environments that reinforce sharia compliance. These outcomes underscore the need for Islamic financial institutions to cultivate spiritual motivation among employees to align operational practices with ethical foundations.========================================================================================================ABSTRAK - Peran Mediasi Spiritualitas Islam dalam Membentuk Minat Karir di Perbankan Syariah. Penelitian ini mengkaji spiritualitas Islam sebagai variabel intervening yang memediasi hubungan antara religiositas, sistem syariah, profesionalisme, dan minat berkarir di perbankan syariah pada mahasiswa di perguruan tinggi Islam di Jawa Timur, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik purposif dan random sampling untuk mensurvei 150 responden, yang ditentukan dengan metode Lemeshow. Data dianalisis melalui regresi berganda dan analisis jalur dalam kerangka penelitian lapangan komparatif asosiatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa religiositas dan sistem syariah tidak berpengaruh langsung pada minat berkarir, tetapi memiliki efek tidak signifikan ketika dimediasi oleh spiritualitas Islam. Di sisi lain, profesionalisme berdampak positif secara langsung pada minat berkarir tanpa memerlukan mediasi spiritual. Studi ini menekankan peran krusial spiritualitas Islam dalam memperkuat religiusitas dan kepatuhan syariah untuk membentuk minat karir, sementara profesionalisme secara independen mendorong minat berkarir. Implikasi teoretis menunjukkan bahwa spiritualitas Islam menjembatani prinsip ideologis dengan motivasi vokasional, sedangkan implikasi praktis menyarankan integrasi nilai spiritual dalam kurikulum akademik dan pengembangan lingkungan kerja yang memperkuat kepatuhan syariah. Hasil ini menegaskan pentingnya lembaga keuangan Islam dalam menumbuhkan motivasi spiritual karyawan guna menyelaraskan praktik operasional dengan fondasi etis. 
Jula-Jula as a Model of Shariah-Compliant Microfinance: Community Practices in Rural Indonesia Herispon, Herispon; Anuar, Saiful; Jenita, Jenita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26106

Abstract

This study explores the indigenous Rotating Savings and Credit Association (ROSCA) known as Jula-Jula, as practiced in Tarai Bangun, a rural area in Riau Province, Indonesia. While exhibiting characteristics of global ROSCA models, Jula-Jula is deeply interwoven with the local cultural, social, and religious fabric. Employing a qualitative phenomenological approach involving observations, interviews with ten members and five collectors, and documentation, this research (i) identifies and describes the distinct operational models of Jula-Jula prevalent within the community and (ii) analyzes their economic, financial, and social ramifications through the lens of Islamic finance principles. The findings reveal three primary operational models based on contribution frequency—monthly, weekly, and daily—alongside two structural variations: Jula-Jula No Fee, which emphasizes mutual support without financial charges, and Jula-Jula With Fee, characterized by modest, transparent service fees mutually agreed upon to compensate collectors for logistical efforts. This study underscores the significant role of Jula-Jula in fostering financial inclusion, providing interest-free microfinance opportunities, and enhancing community resilience. These practices are found to be consistent with core Islamic economic tenets, including the prohibition of riba (interest), the promotion of maslahah (benefit), adl (justice), and ta’awun (cooperation). Ultimately, this research contributes to the ongoing discourse on ethical and community-driven financial systems, demonstrating the potential of localized Shariah-compliant models to complement or serve as alternatives to formal financial institutions in underbanked regions.========================================================================================================ABSTRAK - Jula-Jula sebagai Model Keuangan Mikro Syariah berbasis Komunitas di Indonesia. Penelitian ini mengkaji praktik Jula-Jula, sebuah model simpan pinjam bergilir (ROSCA) yang dipratikkan di Desa Tarai Bangun, Kampar, Riau, Indonesia. Sistem keuangan informal ini dikenal secara lokal sebagai Jula-Jula, memiliki kesamaan dengan praktik ROSCA global, namun terintegrasi secara mendalam dengan nilai-nilai budaya, sosial, dan keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi dan mendeskripsikan model Jula-Jula yang dipraktikkan dalam masyarakat, dan (ii) menganalisis implikasi ekonomi, finansial, dan sosialnya dalam kerangka keuangan Islam. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sepuluh anggota dan lima pengelola Jula-Jula dan dianalisis dengan pendekatan fenomenologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga model operasional—kontribusi bulanan, mingguan, dan harian—dengan dua tipe struktur utama: Jula-Jula Tanpa Biaya yang menekankan dukungan bersama tanpa imbalan keuangan, dan Jula-Jula dengan Biaya, yang menerapkan biaya layanan secara sukarela dan transparan untuk mendukung operasional kolektor. Studi ini menyoroti peran Jula-Jula dalam memperluas inklusi keuangan, menyediakan pembiayaan mikro tanpa riba, serta memperkuat ketahanan masyarakat. Praktik ini selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba, penerapan maslahah, keadilan, dan ta’awun (kerja sama). Penelitian ini berkontribusi pada wacana keuangan etis berbasis komunitas, serta menunjukkan bahwa model keuangan lokal yang sesuai syariah dapat melengkapi atau menggantikan institusi formal di wilayah yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
Governing Rural Finance: The Mediating Role of Fraud Prevention on Moslem Community Welfare Sartiyah, Sartiyah; Yusrizal, Yusrizal; Suriani, Suriani; Usman, Musliadi bin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26203

Abstract

This study investigates the mediating role of fraud prevention in the relationship between human capital, village financial planning, and moslem community welfare. Focusing on 260 villages in South Aceh, a sample of 120 respondents from 40 randomly selected village fund recipients was surveyed, comprising village financial staff, development planning staff, and members of the Village Council (Tuha Peut). The study employs the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS) approach, with bootstrapping techniques used to assess mediation effects. The findings indicate that the quality of human resources directly influences both community welfare and fraud prevention. However, fraud prevention does not significantly mediate the relationship between human resource quality and community welfare. Conversely, it plays a significant mediating role in the relationship between village financial planning and community welfare. These results underscore the strategic importance of implementing robust fraud prevention mechanisms within financial planning processes to enhance moslem community welfare. The study recommends prioritizing fraud prevention initiatives alongside human capital development to maximize the impact of village fund programs on moslem welfare outcomes.========================================================================================================ABSTRAK - Tata Kelola Dana Desa: Peran Mediasi Pencegahan Kecurangan terhadap Kesejahteraan Masyarakat Muslim. Penelitian ini mengkaji peran mediasi pencegahan kecurangan dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia, perencanaan keuangan desa, dengan kesejahteraan masyarakat muslim. Kajian ini terfokus pada 260 desa di Aceh Selatan, dengan sampel terdiri dari 120 responden dari 40 desa penerima dana desa yang dipilih secara acak, yaitu staf keuangan desa, staf perencanaan pembangunan, dan anggota Tuha Peut (dewan penasehat desa). Penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS), dengan teknik bootstrapping untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia secara langsung berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan pencegahan kecurangan. Namun, pencegahan kecurangan tidak memediasi secara signifikan hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, pencegahan kecurangan memediasi secara signifikan hubungan antara perencanaan keuangan desa dan kesejahteraan masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan mekanisme pencegahan kecurangan yang kuat dalam proses perencanaan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam konteks masyarakat muslim. Penelitian ini merekomendasikan agar upaya pencegahan kecurangan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas dalam program dana desa guna mengoptimalkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat muslim. 
Islamic Tourism Development Strategy: Integrating Local Wisdom and Digital Innovation Marlizar, Marlizar; Lastri, Surna; Erlinda, Erlinda
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26234

Abstract

With its rich cultural heritage and strong religious identity, Aceh Province, Indonesia, has a strategic opportunity for Islamic tourism development. Combining local wisdom and digitalization can create distinctive experiences, boosting visitor numbers and improving community income and welfare. However, significant challenges persist, including limited attraction diversification, inadequate human resources, minimal digital promotion, and insufficient government support and stakeholder coordination. This study aims to formulate a strategic framework for the development of Islamic tourism destinations in Banda Aceh City by integrating local wisdom and digital technologies to enhance community income. Employing a qualitative approach, the study conducted in-depth interviews with nine key informants, including government officials, tourism practitioners, and business actors. The data were analyzed using NVivo 15 software. The results reveal that tourism in Banda Aceh suffers from a lack of innovation, low human resource competence, and the absence of regulatory instruments such as the Regional Tourism Development Master Plan (RIPPARDA) and halal certification. The proposed strategies include collaborative RIPPARDA development, targeted human resource capacity-building, digital marketing, local wisdom-based festival creation, and enhanced policy and stakeholder support. These findings underscore the need for integrated, cross-sector efforts to optimize the potential of halal tourism in supporting inclusive local economic development.========================================================================================================ABSTRAK – Strategi Pengembangan Pariwisata Syariah: Integrasi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital. Dengan kekayaan warisan budaya dan identitas keagamaannya yang kuat, Aceh memiliki peluang besar untuk pengembangan pariwisata syariah. Penggabungkan kearifan lokal dengan digitalisasi dapat menciptakan pengalaman unik wisatawan, meningkatkan jumlah pengunjung, serta memperbaiki pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam implementasinya terdapat sejumlah tantangan seperti kurangnya diversifikasi daya tarik wisata, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, minimnya promosi digital, serta kurangnya dukungan pemerintah dan sinergi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan destinasi pariwisata Islam berbasis kearifan lokal dan teknologi digital untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci yang terdiri dari praktisi, pejabat pemerintah, dan pelaku usaha pariwisata yang kemudian dianalisis dengan software NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata di Banda Aceh masih cenderung monoton, sumber daya manusia belum kompeten, serta belum adanya regulasi spesifik seperti Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) dan sertifikasi halal. Strategi yang disarankan meliputi penyusunan RIPPARDA secara kolaboratif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, promosi digital, pengembangan festival berbasis kearifan lokal, serta dukungan kebijakan dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Temuan ini menekankan pentingnya upaya lintas sektor yang terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi pariwisata halal dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif. 
The Role of Religiosity and Financial Literacy in the Adoption of Islamic Digital Services in Indonesia Muttaqien, Muhammad Khaerul; Kartika, Rini Fatma; Sopa, Sopa; Idrus, Ali
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26315

Abstract

This study investigates the key determinants of consumer preference for digital services provided by Islamic financial institutions in Indonesia. It examines the influence of relative advantage, Sharia financial literacy, Islamic religiosity, and initial trust on consumer preference. A sample of 524 respondents was analyzed using structural equation modeling (SmartPLS 4.0.9.9). The results show that relative advantage and Sharia financial literacy significantly influence initial trust, which in turn positively impacts consumer preference. Islamic religiosity was found to significantly influence Sharia financial literacy but not consumer preference directly. However, it plays a moderating role in strengthening the relationship between relative advantage and consumer preference. These findings offer both theoretical and practical implications by enhancing our understanding of digital service adoption in a religious financial context and providing strategic insights for Islamic financial institutions aiming to improve digital service engagement.======================================================================================================== ABSTRAK - Peran Religiositas dan Literasi Keuangan dalam Adopsi Layanan Digital Islam di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor utama yang memengaruhi preferensi konsumen terhadap layanan digital yang disediakan oleh lembaga keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini menelaah pengaruh keunggulan relatif, literasi keuangan syariah, religiositas Islam, dan kepercayaan awal terhadap preferensi konsumen. Sebanyak 524 responden dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural (SmartPLS 4.0.9.9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan relatif dan literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan awal, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap preferensi konsumen. Religiositas Islam terbukti berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan syariah, namun tidak secara langsung terhadap preferensi konsumen. Namun demikian, religiositas Islam berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara keunggulan relatif dan preferensi konsumen. Temuan ini memberikan implikasi teoritis dan praktis, baik dalam memahami adopsi layanan digital dalam konteks keuangan berbasis agama maupun dalam menyediakan wawasan strategis bagi lembaga keuangan syariah untuk meningkatkan keterlibatan layanan digital. 
Efficiency of Islamic and Conventional Banks in Indonesia during COVID-19: A Stochastic Frontier Analysis Dewindaru, Dini; Sari, Ermina
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26469

Abstract

The COVID-19 pandemic has disrupted global financial systems, with the banking sector facing mounting pressures on operational efficiency and financial stability. In Indonesia, this crisis presented a critical test for both Conventional Banks (CBs) and Islamic Banks (IBs), whose structural and operational models differ significantly. This study aims to evaluate and compare the efficiency levels of CBs and IBs during the COVID-19 pandemic (2020–2022) using a quantitative approach. The Stochastic Frontier Analysis (SFA) with a Cobb-Douglas production function was employed to measure cost efficiency, while an independent samples t-test was used to determine the statistical significance of efficiency differences between bank types. A purposive sample consisting of 39 CBs and 9 IBs was analyzed based on input variables (fixed assets, deposits, and personnel costs) and output (total financing). The results reveal that CBs achieved higher efficiency scores (average = 89.39) compared to IBs (average = 82.27), with the difference being statistically significant (p < 0.001). Efficiency among CBs remained relatively stable, while IBs showed more variability and consistent decline over the period. The study identifies key contributing factors to IBs' lower efficiency, including technological constraints, lack of product standardization, and regulatory complexities. These findings underscore the need for structural reforms in the Islamic banking sector, particularly in technology adoption and regulatory harmonization. The study offers valuable insights for regulators, bank managers, and policymakers in enhancing the resilience and competitiveness of Indonesia’s dual banking system during periods of financial stress.========================================================================================================ABSTRAK - Efisiensi Bank Syariah dan Bank Konvensional di Indonesia Selama Pandemi COVID-19: Analisis Frontier Stokastik. Pandemi COVID-19 telah mengguncang sistem keuangan global, termasuk sektor perbankan yang menghadapi tekanan besar terhadap efisiensi operasional dan stabilitas keuangan. Di Indonesia, krisis ini menjadi Pelajaran berharga bagi Bank Konvensional (CBs) dan Bank Syariah (IBs) yang memiliki perbedaan struktural dan operasional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan tingkat efisiensi CBs dan IBs selama pandemi COVID-19 (2020–2022) melalui pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengukur efisiensi biaya, serta uji t independen untuk mengetahui signifikansi perbedaan efisiensi antara kedua jenis bank. Sampel purposif terdiri dari 39 CBs dan 9 IBs, dianalisis berdasarkan variabel input (aset tetap, dana pihak ketiga, dan biaya SDM) serta output (total pembiayaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBs memiliki skor efisiensi lebih tinggi (rata-rata = 89,39) dibandingkan IBs (rata-rata = 82,27), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Efisiensi CBs cenderung stabil, sementara IBs menunjukkan penurunan konsisten dan variasi yang lebih besar. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya efisiensi IBs mencakup keterbatasan teknologi, kurangnya standardisasi produk, dan kompleksitas regulasi. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi struktural dalam sektor perbankan syariah, khususnya dalam adopsi teknologi dan harmonisasi regulasi. Studi ini memberikan wawasan penting bagi regulator, manajemen bank, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan daya tahan dan daya saing sistem perbankan ganda di Indonesia pada masa krisis keuangan.
Macroeconomic Determinants and Global Islamic Market Linkages of the Jakarta Islamic Index Fitriansyah, Rahmat; Nurzaman, Mohamad Soleh
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26679

Abstract

Amidst significant volatility and a sustained decline over the past decade, the Jakarta Islamic Index (JII) performance is closely linked to domestic macroeconomic conditions and global Islamic equity trends. This study employs Vector Autoregression (VAR) and Vector Error Correction Model (VECM) methodologies to analyze the short- and long-term impacts of key macroeconomic indicators—Bank Indonesia interest rate (BI Rate), Consumer Price Index (CPI), Rupiah exchange rate (ER), global oil prices (CO), and Dow Jones Islamic Market (DJIM) indices from the US, Europe, and Japan—on the JII. Short-term findings reveal negative effects from the BI Rate and DJIM Europe, and positive impacts from the CPI and DJIM Japan. In the long term, ER, CO, and DJIM Japan negatively influence the JII, while DJIM US provides positive contributions. Significant contributors to JII fluctuations include DJIM Japan, CPI, and CO, with adverse responses to BI Rate and DJIM US shocks. These findings underscore the imperative for policymakers to maintain exchange rate stability, manage monetary policy prudently, and consider energy diversification. For Sharia investors, the results advocate for strategic portfolio diversification, incorporating global Sharia-compliant equities and inflation-resistant assets to navigate the identified risks and optimize returns.========================================================================================================ABSTRAK - Indikator Makroekonomi dan Pasar Modal Syariah Global pada Jakarta Islamic Index. Di tengah volatilitas signifikan dan penurunan berkelanjutan selama dekade terakhir, kinerja Jakarta Islamic Index (JII) terkait erat dengan kondisi makroekonomi domestik dan tren pasar ekuitas syariah global. Penelitian ini menggunakan metode Vector Autoregression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM) untuk menganalisis dampak jangka pendek dan jangka panjang dari indikator makroekonomi utama, yaitu suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), Indeks Harga Konsumen (CPI), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (ER), harga minyak global (CO), dan indeks Dow Jones Islamic Market (DJIM) dari AS, Eropa, dan Jepang, terhadap JII. Hasil jangka pendek menunjukkan dampak negatif dari BI Rate dan DJIM Eropa, serta dampak positif dari CPI dan DJIM Jepang. Dalam jangka panjang, ER, CO, dan DJIM Jepang memberikan pengaruh negatif terhadap JII, sementara DJIM AS memberikan kontribusi positif. Kontributor utama terhadap fluktuasi JII adalah DJIM Jepang, CPI, dan CO, dengan respons negatif terhadap kejutan dari BI Rate dan DJIM AS. Temuan ini mendorong pembuat kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengelola kebijakan moneter secara bijaksana, dan mempertimbangkan diversifikasi energi. Bagi investor syariah, hasil studi ini mendukung diversifikasi portofolio strategis, menggabungkan ekuitas syariah global dan aset tahan inflasi untuk mengelola risiko yang teridentifikasi dan mengoptimalkan imbal hasil.
Sharia Compliance in Achieving Green Banking: The Role of Hifz Al-Din and Hifz Al-Bi’ah Syarvina, Wahyu; Batubara, Chuzaimah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.26986

Abstract

This study explores the integration of Islamic principles with environmentally sustainable practices in Islamic banking institutions, focusing specifically on two core elements of maqasid al-shariah: preserving faith (hifz al-din) and preserving the environment (hifz al-bi’ah). The central challenge addressed is the implementation of hifz al-bi’ah within Sharia-compliant financial systems. Employing a non-parametric qualitative approach through the Analytic Network Process (ANP), the study analyzes insights from nine informants representing Islamic banking practitioners, academics, and regulators. The findings reveal three key strategic pathways to strengthen Sharia Compliance in green banking: (1) enhancing human resource capacity, (2) optimizing the role of the Sharia Supervisory Board, and (3) fostering environmental awareness through certification mechanisms. The study underscores that Islamic banks implementing environmentally conscious HR practices benefit from reduced carbon footprints, improved financial performance, and higher employee retention, thereby contributing to both spiritual and ecological sustainability.========================================================================================================ABSTRAK - Kepatuhan Syariah dalam Mencapai Green Banking: Peran Hifz Al-Din Dan Hifz Al-Bi’ah. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi prinsip-prinsip Islam dengan praktik berkelanjutan pada institusi perbankan syariah, dengan fokus pada dua elemen inti maqasid al-shariah, yaitu: memelihara agama (hifz al-din) dan memelihara lingkungan (hifz al-bi’ah). Tantangan utama terletak pada implementasi hifz al-bi’ah dalam sistem keuangan yang sesuai dengan syariah. Dengan pendekatan kualitatif non-parametrik melalui Analytic Network Process (ANP), penelitian ini menganalisis perspektif dari sembilan informan yang mewakili praktisi perbankan Syariah, akademisi, dan regulator. Temuan penelitian menunjukkan ada tiga strategi utama untuk memperkuat kepatuhan syariah dalam pencapaian green banking, yaitu: (1) peningkatan kapasitas sumber daya manusia, (2) optimalisasi peran Dewan Pengawas Syariah, dan (3) peningkatan kesadaran lingkungan melalui mekanisme sertifikasi. Studi ini menegaskan bahwa bank syariah yang menerapkan praktik manajemen SDM yang ramah lingkungan memperoleh manfaat lebih besar, termasuk pengurangan jejak karbon, peningkatan kinerja keuangan, dan retensi karyawan yang lebih tinggi, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan spiritual dan ekologis. 
Islamic Pawnbroking in Scholarly Discourse: Trends, Gaps, and Future Directions Ma'ruf, Aminudin; Hasanah, Silvya Miftahul; Hakim, Lukmanul; Umam, Fachru Nurul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.27484

Abstract

The development of Islamic pawnbroking (Ar-Rahnu) as a short-term financing mechanism presents a promising solution for poverty alleviation by supporting small and medium-sized entrepreneurs. This study aims to visualize the progress and research trends in Islamic pawnbroking using bibliometric analysis. Data were collected from the Scopus database, where an initial search conducted on September 16, 2022, retrieved 168 documents, later refined to 101 articles based on inclusion criteria. The dataset was analyzed using VOSviewer to generate visualizations of keyword co-occurrence, author collaboration, citation patterns, and thematic clusters. Findings show a steady increase in scholarly output from 1913 to 2022, with significant growth post-2010. However, the field faces persistent challenges such as low public awareness, preference for conventional pawnshops, and unregulated financial practices. The study suggests strategic improvements for Islamic pawnbroking, including product diversification, targeted marketing, and public re-education to broaden its appeal beyond low-income users. The bibliometric mapping also identifies potential research directions, particularly in microenterprise financing and socio-economic empowerment through Islamic financial services.======================================================================================================== ABSTRAK - Pegadaian Syariah dalam Wacana Akademik: Tren, Kesenjangan, dan Arah Penelitian ke Depan. Perkembangan pegadaian syariah (Ar-Rahnu) sebagai mekanisme pembiayaan jangka pendek merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi kemiskinan melalui dukungan kepada pengusaha kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan kemajuan dan tren penelitian dalam bidang pegadaian syariah dengan menggunakan analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus, di mana pencarian awal pada tanggal 16 September 2022 menemukan 168 dokumen, yang kemudian disaring menjadi 101 artikel berdasarkan kriteria inklusi. Dataset dianalisis menggunakan VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi keterkaitan kata kunci, kolaborasi penulis, pola kutipan, dan klaster tematik. Temuan menunjukkan peningkatan stabil dalam publikasi ilmiah dari tahun 1913 hingga 2022, dengan lonjakan signifikan pasca-2010. Namun, bidang ini masih menghadapi tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, preferensi terhadap pegadaian konvensional, dan praktik keuangan yang tidak teregulasi. Studi ini menyarankan peningkatan strategis dalam pegadaian syariah, termasuk diversifikasi produk, pemasaran yang ditargetkan, dan edukasi publik untuk memperluas daya tariknya di luar kelompok berpenghasilan rendah. Pemetaan bibliometrik juga mengidentifikasi arah penelitian potensial, khususnya dalam pembiayaan usaha mikro dan pemberdayaan sosial ekonomi melalui layanan keuangan Islam. 

Page 2 of 3 | Total Record : 26