cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS" : 17 Documents clear
Knowledge Management for Strengthening Human Resource-Based Mosque Economies Syahputra, Hendra; Kamal, Syafruddin; Rizqy, Irhas; Rusdi, Muhammad; Ilyas, Fithriady
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sxrd3m23

Abstract

The Covid-19 pandemic has disrupted human resource management in religious institutions, exposing gaps in knowledge and the absence of effective mosque-based economic empowerment models. This study aims to examine the influence of knowledge management (KM) on strengthening the human resource-based economy of mosques in Aceh under dynamic socio-economic conditions. A quantitative approach was applied, involving 250 mosque administrators from 23 districts and cities in Aceh, selected through proportional stratified random sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modelling (SEM) with LISREL 8.80. The findings reveal that KM exerts a positive and significant effect on human resource-based economic strengthening, with satisfaction emerging as the most influential indicator, followed by efficiency, effectiveness, and innovation. The study contributes to the literature by developing an evidence-based KM framework for religious institutions and offers practical insights for policymakers to enhance mosque governance. Recommended strategies include establishing an integrated KM system, expanding digital capabilities, and fostering inter-mosque learning networks to optimize human resource potential. Abstrak Manajemen Pengetahuan untuk Penguatan Ekonomi Masjid Berbasis Sumber Daya Manusia.  Pandemi Covid-19 telah mengganggu manajemen sumber daya manusia di lembaga keagamaan, mengungkap adanya kesenjangan pengetahuan dan ketiadaan model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen pengetahuan (KM) terhadap penguatan ekonomi berbasis sumber daya manusia di masjid-masjid Aceh dalam kondisi sosial-ekonomi yang dinamis. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 250 pengurus masjid dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan LISREL 8.80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguatan ekonomi berbasis sumber daya manusia, dengan kepuasan sebagai indikator paling berpengaruh, diikuti efisiensi, efektivitas, dan inovasi. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kerangka KM berbasis bukti untuk lembaga keagamaan dan menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dalam meningkatkan tata kelola masjid. Strategi yang direkomendasikan meliputi pembentukan sistem KM terintegrasi, penguatan kapasitas digital, dan pengembangan jaringan pembelajaran antar masjid untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia.
Does Integrated Social Spending and Zakat-Infaq-Sadaqah Improve Welfare in Indonesia? Herlin, Herlin; Beik, Irfan Syauqi; Irfany, Mohammad Iqbal
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.28250

Abstract

Human capital is widely acknowledged not only as a key driver of economic growth and poverty reduction but also as the ultimate objective of development, focused on expanding human freedoms. While government social spending is intended to achieve welfare objectives, it remains insufficient to fully finance public goods, necessitating alternative funding sources. Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS) funds represent potential complementary resources, given their shared objective of promoting social welfare. This study aims to examine the role of integrated financing—social spending and ZIS—in enhancing human development in Indonesia. Using panel data from 34 provinces over the period of 2013–2022 and applying the System Generalized Method of Moments (Sys-GMM), the analysis evaluates both the independent and interactive effects of these funding sources. The findings reveal that social spending and ZIS individually exert a positive and significant effect on human development, while their integration produces a stronger and more substantial impact. These results highlight the importance of harmonizing Islamic social finance with state expenditures to accelerate human development outcomes. The study contributes to the literature as the first to apply a Sys-GMM approach in examining the interaction between social spending and ZIS, offering novel insights into the design of sustainable and inclusive development financing in Indonesia. Abstrak Apakah Integrasi Pengeluaran Sosial dan ZIS dapat Meningkatkan Kesejahteraan di Indonesia? Sumber daya manusia diakui tidak hanya sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai tujuan akhir pembangunan yang berfokus pada perluasan kebebasan manusia. Meskipun pengeluaran sosial pemerintah ditujukan untuk mencapai tujuan kesejahteraan, alokasi tersebut belum cukup untuk sepenuhnya membiayai kebutuhan publik, sehingga diperlukan sumber pendanaan alternatif. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dipandang sebagai sumber daya pelengkap karena memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran pendanaan terintegrasi—pengeluaran sosial dan dana ZIS—dalam meningkatkan pembangunan manusia di Indonesia. Dengan menggunakan data panel dari 34 provinsi selama periode 2013–2022 serta pendekatan System Generalized Method of Moments (Sys-GMM), analisis dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh langsung maupun interaksi dari kedua sumber dana tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran sosial dan dana ZIS masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia, namun ketika digabungkan, pengaruhnya menjadi lebih kuat dan substansial. Temuan ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara keuangan sosial Islam dan belanja negara untuk mempercepat pencapaian pembangunan manusia. Penelitian ini berkontribusi sebagai studi pertama yang menerapkan Sys-GMM dalam menganalisis interaksi antara pengeluaran sosial dan ZIS, sekaligus memberikan wawasan baru mengenai perancangan pembiayaan pembangunan berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Islamic Capital Market Reactions to Political Transition: Evidence from Indonesia's 2024 Presidential Election Suhadi, Suhadi; Maharany, Indah Dewi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.28398

Abstract

This study conducts an event analysis on the impact of the official announcement of the 2024 Indonesian presidential election results by the General Elections Commission (KPU) on stock market performance. The objective is to investigate changes in abnormal returns (AR) and trading volume activity (TVA) during an 11-day event window (±5 days surrounding the announcement date) and a 60-day estimation period. The sample comprises 30 companies listed on the Jakarta Islamic Index (JII), representing nine industry sectors, selected through saturated sampling. Analytical methods include the Paired T-test and the Wilcoxon Signed Rank Test to examine statistical differences in AR and TVA before and after the event. The findings reveal no significant difference in AR for the JII overall, although the consumer non-cyclicals sector displays a noteworthy deviation. In contrast, a significant change in TVA is observed, particularly within the basic materials sector. These results underscore the importance for investors in the Islamic capital market to remain attentive to political developments that may affect asset performance. The study provides meaningful insights for investors, regulators, and academics regarding portfolio diversification and risk management in the context of political uncertainty, contributing to the broader discourse on Islamic capital markets. Abstrak Reaksi Pasar Modal Syariah terhadap Transisi Politik: Studi Kasus Pemilihan Presiden Indonesia 2024. Penelitian ini menganalisis dampak pengumuman resmi hasil Pemilu Presiden 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap kinerja pasar saham, khususnya pada indeks saham syariah. Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan return tidak normal (abnormal return/AR) dan aktivitas volume perdagangan (TVA) selama periode peristiwa selama 11 hari (5 hari sebelum dan sesudah pengumuman), serta periode estimasi selama 60 hari. Sampel penelitian terdiri dari 30 perusahaan dalam Jakarta Islamic Index (JII) dari 9 sektor industri, menggunakan metode sampling jenuh. Pengujian dilakukan dengan uji Paired T-test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam AR secara keseluruhan pada indeks JII, namun terdapat perbedaan signifikan pada sektor konsumer non-siklikal. Sementara itu, terdapat perubahan signifikan pada TVA, khususnya di sektor bahan dasar (basic materials). Temuan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan investor di pasar saham syariah terhadap dinamika politik yang dapat mempengaruhi portofolio. Penelitian ini memberikan wawasan bagi investor, regulator, dan akademisi terkait strategi diversifikasi dan manajemen risiko dalam menghadapi ketidakpastian politik, serta memperkaya kajian literatur tentang pasar modal syariah
A Model of Zakah-Waqf Integration for MSMEs Empowerment in Islamic Social Finance Alfian, Annisa Maulidia; Nurzaman, Mohamad Soleh; Alfian, Alfian
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.28451

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia face persistent challenges in accessing capital, as reported in the 2023 Micro and Small Industry (IMK) survey. As instruments of Islamic social finance, zakah and waqf offer promising alternative funding sources for MSME empowerment. Currently, zakah and waqf institutions operate productive MSME programs independently, despite their complementary characteristics. This study aims to develop an integrated model of productive zakah and cash waqf to enhance the empowerment of MSMEs, while also identifying the key issues, solutions, and strategies required for implementation. A qualitative approach was employed through in-depth expert interviews to design the model, followed by the Delphi-Analytic Network Process (ANP) method to assess stakeholder consensus on challenges, responses, and policy strategies. The findings reveal a dual-scheme model: the first scheme utilizes productive zakah and returns from cash waqf (mauquf alaih) to support newly established MSMEs, while the second scheme allocates cash waqf funds (mauquf bih) to more established MSMEs under a mudharabah contract. Delphi-ANP analysis indicates that human resource capacity is the top priority for successful integration, followed by regulatory alignment, public awareness, and technological readiness. The study concludes that harmonizing zakah and waqf management within single institutions should be prioritized before expanding to cross-institutional collaborations, offering a practical roadmap for enhancing Islamic social finance effectiveness in MSME development. Abstrak Model Integrasi Zakat-Wakaf untuk Pemberdayaan UMKM dalam Keuangan Sosial Islam. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses permodalan, sebagaimana tercermin dalam survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) tahun 2023. Zakat dan wakaf sebagai instrumen keuangan sosial Islam menawarkan alternatif pendanaan yang potensial bagi pemberdayaan UMKM. Saat ini, program zakat produktif dan wakaf tunai dijalankan secara terpisah oleh masing-masing lembaga, meskipun keduanya memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model integrasi zakat produktif dan wakaf tunai untuk pemberdayaan UMKM, serta mengidentifikasi isu utama, solusi, dan strategi implementasinya. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan para ahli untuk menyusun model, yang kemudian dilanjutkan dengan metode Delphi-Analytic Network Process (ANP) guna mengukur konsensus pemangku kepentingan terhadap permasalahan, solusi, dan strategi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi terdiri dari dua skema: skema pertama menggunakan dana zakat produktif dan hasil pembiayaan wakaf (mauquf alaih) untuk mendukung UMKM baru, sedangkan skema kedua mengalokasikan dana wakaf tunai (mauquf bih) kepada UMKM yang telah berjalan melalui kontrak mudharabah. Analisis Delphi-ANP menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama integrasi, diikuti oleh keselarasan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat, dan kesiapan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi manajemen zakat dan wakaf dalam satu lembaga perlu didahulukan sebelum melangkah ke kolaborasi antar-lembaga, sehingga dapat menjadi panduan praktis dalam meningkatkan efektivitas keuangan sosial Islam untuk pengembangan UMKM.
Efficiency and Economies of Scale in the Indonesian Halal Food MSMEs: Evidence from Pangkalpinang City Fitriyanti, Eka; Wulandari, Ayu
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.28631

Abstract

This study assesses the technical efficiency and returns to scale of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) within the halal food sector of Pangkalpinang City. Employing a Stochastic Frontier Analysis (SFA) with a Cobb-Douglas production function, the research analyzes cross-sectional data from 50 halal-certified fish processing MSMEs to determine the productivity of labor, capital, and raw materials. The findings reveal that the sector operates under decreasing returns to scale (total elasticity = 0.934), indicating systemic inefficiencies in scaling operations. Raw materials emerged as the primary positive driver of production. Conversely, capital investment was statistically insignificant, while increased labor inputs negatively impacted output, suggesting critical skills deficits and capital underutilization. The efficiency distribution confirms a significant performance gap, with the majority of firms (52%) operating at a moderate efficiency level (0.51–0.70) and only 24% achieving high efficiency (>0.75). The study concludes that there is an urgent need for targeted interventions aimed at enhancing operational efficiency—primarily through workforce upskilling and strategic capital investment—before these MSMEs can achieve sustainable growth. Abstrak Analisis Efisiensi dan Skala Ekonomi UMKM Makanan Halal di Indonesia: Studi di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini mengkaji efisiensi dan cakupan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan halal di Kota Pangkalpinang menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dan model Stochastic Frontier Analysis (SFA). Analisis ini berfokus pada efisiensi teknis dan skala ekonomi dari UMKM halal ini, dengan perhatian khusus pada penggunaan tenaga kerja, modal, dan bahan baku. Data dikumpulkan dari 50 UMKM bersertifikat halal yang terlibat dalam pengolahan ikan halal. Temuan menunjukkan bahwa 52% dari UMKM memiliki tingkat efisiensi antara 0,51 hingga 0,70, sementara 24% menunjukkan efisiensi tinggi (0,75–0,96). Sebaliknya, 2% dari UMKM menunjukkan tingkat efisiensi rendah (0,09–0,50). Nilai elastisitas dari Analisis Frontier Stokastik menunjukkan bahwa tenaga kerja dan bahan baku memiliki dampak signifikan terhadap produksi, dengan tenaga kerja memiliki nilai elastisitas negatif sebesar -6,568 dan bahan baku memiliki nilai elastisitas positif sebesar 4,891. Namun, modal menunjukkan efek minimal pada produksi dengan elastisitas negatif sebesar -1,036. Selain itu, analisis skala ekonomi mengungkapkan bahwa UMKM ini mengalami penurunan hasil skala, dengan total elastisitas sebesar 0,934 untuk tenaga kerja, modal, dan bahan baku secara gabungan. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun banyak UMKM menunjukkan efisiensi tinggi, masih ada ruang yang signifikan untuk perbaikan, terutama dalam pemanfaatan modal dan pengembangan keterampilan tenaga kerja. Studi ini menekankan perlunya intervensi yang terarah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengatasi ketidakefisienan dalam skala operasi.
Purchase Intensity of Halal Cosmetics among Muslim Consumers: A Theory of Consumption Values Approach Ru'yat, Camelia Erliana; Hayati, Amelia
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share29197

Abstract

Given the growing demand for halal cosmetics, understanding the drivers of purchasing behavior among Muslim consumers is essential. This study applies the Theory of Consumption Values (TCV) to examine the purchase intensity of halal cosmetics. The research was conducted among 194 Muslim consumers in the Jakarta Metropolitan Area, Indonesia, a significant market for halal goods. Using a quantitative methodology, survey data were analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicated that emotional value exerted the strongest influence on purchase intensity, followed in significance by functional, social, and conditional values. In contrast, epistemic value did not demonstrate a significant impact. These findings provide actionable insights for the halal cosmetics industry, highlighting the importance of developing products and marketing strategies that enhance emotional appeal, showcase functional benefits, leverage social influence, and optimize conditional triggers. Abstrak Intensitas Pembelian Kosmetik Halal di Kalangan Konsumen Muslim: Pendekatan Theory of Consumption Values. Meningkatnya permintaan kosmetik halal di kalangan konsumen Muslim membuat penting untuk memahami faktor-faktor pendorong perilaku pembelian mereka. Studi ini menerapkan Teori Consumption Values (TCV) untuk menguji intensitas pembelian kosmetik halal. Penelitian dilakukan terhadap 194 konsumen Muslim di Wilayah Metropolitan Jakarta, Indonesia, yang merupakan salah satu pasar signifikan untuk produk halal. Menggunakan metodologi kuantitatif, data survei dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai emosional memberikan pengaruh terkuat terhadap intensitas pembelian, diikuti secara signifikan oleh nilai fungsional, sosial, dan kondisional. Sebaliknya, nilai epistemik tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Temuan ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi industri kosmetik halal, menekankan pentingnya pengembangan produk dan strategi pemasaran yang meningkatkan daya tarik emosional, menonjolkan manfaat fungsional, memanfaatkan pengaruh sosial, dan mengoptimalkan pemicu kondisional.
Semiotic Analysis of Profit Sharing in Islamic Finance: A Critical Study of Roland Barthes Cahya, Bayu Tri; Azliani, Firda Nur; Mohd Ali, Nor Aishah; Saputri, Dilla Ajeng Diah; Marpaung, Muslim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/eg2nva89

Abstract

Within the context of Islamic finance, profit sharing represents more than a mere economic mechanism, yet its deeper symbolic meanings remain underexplored. This study aims to uncover the layered meanings of profit sharing through denotation, connotation, and myth using Roland Barthes's semiotic framework. Employing a qualitative approach with a postmodernist perspective, data were collected through field research involving in-depth interviews with nine informants, supplemented by secondary literature reviews. The findings reveal that profit sharing operates on three semiotic levels: denotatively as cooperation and mutual agreement; connotatively as mutual assistance, responsibility, and rejection of injustice reflecting the Prophet Muhammad SAW's example; and mythologically as connected to the traditional "paron" system and interpreted as employee financing or empowerment. These findings demonstrate that profit sharing transcends economic transactions to function as a cultural and symbolic system embodying justice, collective welfare, and moral values, often illustrated through metaphors of bees and voluntary cooperation, thereby positioning it as both a financial instrument and a vehicle for social equity within Islamic economic principles. Abstrak Analisis Semiotik Bagi Hasil dalam Keuangan Islam: Studi Kritis Roland Barthes. Dalam konteks keuangan Islam, bagi hasil tidak hanya merepresentasikan mekanisme ekonomi, namun juga makna simbolik mendalam yang belum tereksplorasi secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna-makna tersembunyi di balik konsep dan praktik bagi hasil dalam konteks keuangan Islam, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berperspektif postmodernis, data dikumpulkan melalui penelitian lapangan yang melibatkan wawancara mendalam dengan sembilan informan, dilengkapi dengan tinjauan literatur sekunder. Temuan menunjukkan bahwa bagi hasil beroperasi pada tiga tingkat semiotik: secara denotatif sebagai kerja sama dan kesepakatan bersama; secara konotatif sebagai bantuan timbal balik, tanggung jawab, dan penolakan terhadap ketidakadilan yang mencerminkan teladan Nabi Muhammad SAW; dan secara mitologis sebagai yang terhubung dengan sistem tradisional "paron" dan diinterpretasikan sebagai pembiayaan atau pemberdayaan karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa bagi hasil melampaui transaksi ekonomi untuk berfungsi sebagai sistem budaya dan simbolik yang mewujudkan keadilan, kesejahteraan kolektif, dan nilai-nilai moral, sering digambarkan melalui metafora lebah dan kerja sama sukarela, sehingga memposisikannya baik sebagai instrumen keuangan maupun wahana untuk kesetaraan sosial dalam prinsip ekonomi Islam.
When Customers Complain: The Value of Self Efficacy in Service Recovery Performance Arifin, Busthanul; Kusuma, Hadri; Kusumaputri, Erika Setyanti
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share29441

Abstract

With the growing importance of Islamic hospitality in Indonesia's tourism sector, understanding the psychological pressures faced by frontline employees becomes crucial for maintaining service quality and organizational competitiveness. This study aims to investigate the relationship between customer-related social stressors (ambiguous customer expectations, disliked customers, disproportionate customer expectations, and customer verbal aggression) and their effects on emotional exhaustion and service recovery performance, while examining the moderating role of self-efficacy among frontline employees in Islamic hotels. Using a quantitative approach, primary data were collected through questionnaires distributed to 559 frontline employees of Islamic hotels across Indonesia and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 24 software. The findings reveal that ambiguous customer expectations, disproportionate customer expectations, and customer verbal aggression significantly increase emotional exhaustion among employees, while interactions with disliked customers showed no significant effect. Emotional exhaustion was found to negatively impact service recovery performance, with higher exhaustion levels leading to diminished recovery efforts. Importantly, self-efficacy emerged as a significant moderator, mitigating the adverse effects of emotional exhaustion on service recovery performance, enabling employees with high self-efficacy to maintain optimal performance despite experiencing emotional stress. These results have important implications for Islamic hotel management, emphasizing the need to implement comprehensive programs that enhance employee self-efficacy through interpersonal skills training, stress management, and spiritual enrichment initiatives that align with Islamic values, ultimately improving employee well-being and service quality in the halal tourism industry. Abstrak Saat Pelanggan Komplain: Peran Efikasi Diri dalam Optimalisasi Kinerja Pemulihan Layanan.  Dengan meningkatnya peran perhotelan syariah dalam sektor pariwisata Indonesia, pemahaman terhadap tekanan psikologis karyawan frontline menjadi krusial karena berkaitan erat dengan kualitas layanan dan daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara stressor-stressor sosial yang berkaitan dengan pelanggan seperti ekspektasi pelanggan yang ambigu, pelanggan yang tidak disukai, ekspektasi pelanggan yang tidak proporsional, dan agresi verbal pelanggan serta pengaruhnya terhadap kelelahan emosional dan kinerja pemulihan layanan, sambil menguji peran moderasi efikasi diri di antara karyawan frontline hotel syariah. Data penelitian dikumpulkan melalui angket yang didistribusikan kepada 559 karyawan frontline hotel syariah di seluruh Indonesia yang kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi pelanggan yang ambigu, tidak proporsional, dan agresi verbal secara signifikan meningkatkan kelelahan emosional di antara para karyawan, sementara interaksi dengan pelanggan yang tidak disukai tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Kelelahan emosional terbukti berdampak negatif pada kinerja pemulihan layanan, dengan tingkat kelelahan yang lebih tinggi menyebabkan berkurangnya upaya pemulihan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri berperan sebagai moderator yang signifikan dalam meredam dampak negatif kelelahan emosional terhadap kinerja pemulihan layanan. Karyawan dengan efikasi diri tinggi memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi tantangan, sehingga dapat tetap berkinerja optimal meskipun mengalami stres emosional. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi manajemen hotel syariah yang menekankan perlunya program komprehensif dalam meningkatkan efikasi diri para karyawan, seperti pelatihan keterampilan interpersonal, manajemen stres, dan pengayaan spiritual, yang pada akhirnya meningkatkan well-being karyawan dan kualitas layanan dalam industri pariwisata halal.
Islamic Banking Efficiency and Sharia Compliance: Comparative Insights from Indonesia and Malaysia Pratama, Versiandika Yudha; Suryo, Ibnu; Rismawati, Shinta Dewi; Devy, Happy Sista; Tamamudin, Tamamudin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.29499

Abstract

The rapid expansion of Islamic banking in Southeast Asia has positioned Indonesia and Malaysia as central actors in the global Islamic finance landscape. However, despite their shared religious and economic foundations, structural differences in regulatory frameworks, financial innovation, and market development have produced varying levels of institutional performance and sharia compliance. This study aims to compare the financial and sharia performance of Islamic commercial banks in both countries by employing the Sharia Conformity and Profitability Index (SCnPI), which integrates sharia compliance indicators—Zakat Performance Ratio (ZPR), Profit Sharing Ratio (PSR), and Islamic Income Ratio (IIR)—with profitability indicators—Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Net Profit Margin (NPM). Using a quantitative comparative design, the study analyzes secondary data from 25 Islamic commercial banks (12 from Indonesia and 13 from Malaysia) for the 2022–2023 period, selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk test for normality and either the independent sample t-test or Wilcoxon signed-rank test for mean comparison. The results indicate significant differences in PSR and NPM, with Indonesia showing higher PSR values due to dominant musyarakah-based financing, and Malaysia exhibiting higher NPM, reflecting stronger cost efficiency and profit management. Other indicators show no statistical difference. These findings emphasize the influence of governance systems and managerial focus on financial outcomes and suggest that improving transparency, risk-sharing mechanisms, and operational efficiency could enhance Islamic banking resilience across the region. Abstrak Efisiensi dan Kepatuhan Syariah dalam Perbankan Syariah: Analisis Komparatif dari Indonesia dan Malaysia. Perkembangan pesat perbankan syariah di Asia Tenggara menempatkan Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara utama dalam industri keuangan Islam global. Namun, meskipun memiliki dasar ekonomi dan religius yang serupa, perbedaan dalam kerangka regulasi, inovasi keuangan, dan tingkat kematangan pasar menyebabkan variasi dalam kinerja institusional dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja keuangan dan kepatuhan syariah bank umum syariah di kedua negara dengan menggunakan Sharia Conformity and Profitability Index (SCnPI), yang mengintegrasikan indikator kepatuhan syariah—Rasio Kinerja Zakat (ZPR), Rasio Bagi Hasil (PSR), dan Rasio Pendapatan Syariah (IIR)—dengan indikator profitabilitas—Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari 25 bank umum syariah (12 dari Indonesia dan 13 dari Malaysia) periode 2022–2023 yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji komparatif t-test sampel independen atau uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada PSR dan NPM, di mana bank syariah Indonesia memiliki PSR lebih tinggi karena dominasi pembiayaan musyarakah, sedangkan Malaysia memiliki NPM lebih tinggi yang mencerminkan efisiensi biaya dan manajemen laba yang lebih baik. Indikator lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Temuan ini menegaskan pengaruh sistem tata kelola dan orientasi manajerial terhadap kinerja keuangan serta pentingnya peningkatan transparansi, mekanisme bagi hasil, dan efisiensi operasional dalam memperkuat ketahanan perbankan syariah di kawasan.
Prospects for Gampong-Based Halal Tourism Development in Aceh: An ANP Study Pasarela, Husni; Sukiman, Sukiman; Batubara, Chuzaimah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.29688

Abstract

Halal tourism is increasingly recognized as a strategic sector in the global travel industry, particularly in regions that integrate Islamic values with community-based development. In Aceh Province, where Islamic law is formally applied, the potential of gampong (village)-based halal tourism is substantial but faces persistent structural challenges. This study aims to identify key obstacles to its development and provide policy insights for sustainable growth. A mixed-methods case study was conducted through literature review and in-depth interviews with stakeholders, including the Aceh Tourism Office, DPR Aceh, MPU, academics, business actors, and local communities. The Analytic Network Process (ANP) was employed to prioritize issues using pairwise comparison questionnaires. The findings indicate three major barriers. First, from the regulatory aspect, the absence of standardized halal tourism guidelines is the most critical challenge (33.27%). Second, under destination factors, inadequate infrastructure and accessibility represent the dominant issue (33.71%). Third, on the social side, limited government support, weak promotion, and neglected historical sites remain significant obstacles (23.99%). These results highlight the urgent need for cross-sector collaboration, improved infrastructure, and inclusive promotional strategies. Strengthening local stakeholder capacity is essential to accelerate sustainable halal tourism and support the Islamic economy in rural Aceh. Abstrak Prospek Wisata Halal Berbasis Gampong Di Aceh: Suatu Kajian dengan Metode ANP. Wisata halal semakin menjadi sektor strategis dalam industri pariwisata global, terutama di wilayah yang memadukan nilai Islam dengan pembangunan berbasis masyarakat. Di Provinsi Aceh, yang secara formal menerapkan syariat Islam, potensi wisata halal berbasis gampong (desa) sangat besar, tetapi dalam dalam implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama dalam pengembangan wisata halal berbasis gampong di Aceh dan memberikan masukan kebijakan untuk pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus, melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan seperti Dinas Pariwisata Aceh, DPR Aceh, MPU, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat lokal. Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan untuk memprioritaskan masalah melalui kuesioner perbandingan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga hambatan utama. Pertama, pada aspek regulasi, ketiadaan standar baku wisata halal menjadi masalah paling krusial (33,27%). Kedua, pada aspek destinasi, infrastruktur dan aksesibilitas yang belum memadai merupakan tantangan utama (33,71%). Ketiga, pada aspek sosial, minimnya dukungan pemerintah, lemahnya promosi, serta terbengkalainya situs sejarah menjadi hambatan signifikan (23,99%). Implikasi penelitian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, peningkatan infrastruktur, dan strategi promosi inklusif. Penguatan kapasitas masyarakat lokal sangat diperlukan untuk mempercepat pengembangan wisata halal berkelanjutan dan mendukung ekonomi syariah di pedesaan Aceh

Page 1 of 2 | Total Record : 17