cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 328 Documents
Zakat Practices among Muslim Migrant Workers in Malaysia Duasa, Jarita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.18974

Abstract

Zakat, one of the five pillars of Islam, is a religious obligation for Muslims worldwide, irrespective of their place of residence or work. This research investigates the factors influencing the likelihood of Muslim foreign workers in Malaysia to pay zakat fitr and zakat income. Data was collected via a survey conducted in the Wilayah Persekutuan area (Kuala Lumpur and Putrajaya), and analyzed using logistic regression. The study found that the propensity to pay zakat fitr is primarily influenced by the workers’ knowledge of zakat fitr and their employment sector. In contrast, the likelihood of paying zakat income is significantly determined by gender (with males being more likely), income level, knowledge of zakat income, and the motivational factors of religiosity and recognition. The study also revealed that the respondents’ willingness to pay zakat in Malaysia in the future is likely influenced by their understanding of the zakat distribution system in the country. These findings provide valuable insights for policymakers and zakat institutions in enhancing the efficiency of zakat collection and distribution. Further research is recommended to validate these findings in other contexts and among different demographic groups.============================================================================================================ABSTRAK - Praktik Zakat Pekerja Migran Muslim di Malaysia. Sebagai salah satu dari rukun Islam, zakat menjadi kewajiban bagi semua muslim dimanapun mereka tinggal dan bekerja. Penelitian ini menginvestigasi determinan yang mempengaruhi kemungkinan pekerja migran muslim di Malaysia untuk membayar zakat fitrah dan zakat penghasilan. Data penelitian dikumpulkan melalui survei terhadap sejumlah pekerja migran di Wilayah Persekutuan (Kuala Lumpur dan Putrajaya), dan dianalisis dengan regresi logistik. Kajian ini menemukan bahwa kecenderungan para pekerja migran untuk membayar zakat fitrah di Malaysia umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan tentang zakat fitrah dan jenis pekerjaan mereka. Sebaliknya, untuk zakat penghasilan, kemungkinan mereka untuk membayar zakat di Malaysia dipengaruhi secara signifikan oleh jenis kelamin (laki-laki memiliki probabilitas lebih besar), tingkat pendapatan, pengetahuan tentang zakat penghasilan, dan faktor motivasi yang berkaitan dengan religiusitas dan rekognisi. Selain itu, juga ditemukan bahwa kesediaan responden untuk membayar zakatnya di Malaysia di masa yang akan datang cenderung dipengaruhi oleh pemahaman mereka tentang sistem pendistribusian zakat di negara ini. Temuan ini berimplikasi bagi pembuat kebijakan dan lembaga amil zakat dalam meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pendistribusian zakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memvalidasi temuan ini dalam konteks lain dengan kondisi demografis dan geografis yang berbeda.
Measuring Muslim Welfare: A Falah-Based Index Harahap, Muhammad Arfan; Sukiman, Sukiman; Harahap, Isnaini
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.19191

Abstract

The concept of welfare remains a subject of ongoing debate, and the prevailing frameworks for assessing welfare need to be adapted to align with Islamic principles. This study delves into the concept of falah, a state of well-being rooted in Islamic values, to develop a 'falah welfare index' and analyze it within a Muslim community in Langkat Regency, Indonesia. Additionally, the study explores the variables that influence falah welfare. Employing a mixed-methods approach with an exploratory sequential design, this research qualitatively constructs a falah welfare index and quantitatively measures both community welfare levels and the impact of predictor variables on the criterion variable of falah welfare. A key finding of this study is the establishment of a falah welfare index comprising three categories: fakir (extreme poverty), miskin (poor), and falah (well-being). Moreover, the results reveal a positive influence of religiosity, Islamic work ethics, Islamic consumption ethics, Islamic investment patterns, and Islamic wealth management on falah welfare. The implications of this research offer a novel approach to measuring welfare within Muslim societies and solidify the concept of falah as a cornerstone of welfare evaluation from an Islamic economic perspective.==============================================================================================================ABSTRAK – Pengukuran Kesejahteraan Muslim: Analisis Indeks Berbasis Falah. Kesejahteraan masih menjadi fenomena yang terus diperdebatkan dan pengukuran kesejahteraan seorang Muslim perlu disesuaikan dengan karakteristik ke-Islaman. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep falah dalam membangun ‘Indeks Kesejahteraan Falah’ dan menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat Muslim di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis variabel yang mempengaruhi variabel kesejahteraan falah. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain exploratory sequential. Indeks kesejahteraan falah diinisiasi dengan metode kualitatif sementara metode kuantitatif digunakan untuk pengukuran terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan pengujian pengaruh dari masing-masing variabel predictor terhadap variabel criterion. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Temuan utama penelitian ini adalah terbangunnya indeks kesejahteraan falah dengan tiga kategori tingkatan yaitu fakir, miskin dan falah. Kajian ini juga menunjukkan adanya pengaruh positif variabel religiositas, etika bekerja Islami, etika konsumsi Islami, pola investasi Islami dan pengelolaan harta Islami terhadap variabel Kesejahteraan Falah. Hasil ini berimplikasi dalam memberikan alternatif baru dalam pengukuran tingkat kesejahteraan masyarakat Muslim dan membuktikan soliditas konsep falah sebagai metode pengukur kesejahteraan dalam perspektif ekonomi Islam.
Micro Waqf Bank Innovation Models in Aceh Harianto, Syawal; Ramadhan, Muhammad; Soemitra, Andri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.19718

Abstract

This study investigates the challenges and opportunities associated with utilizing cash waqf to support economic development in Aceh, Indonesia, employing the innovative Micro Waqf Bank model. Data was collected through in-depth interviews with seven Waqf management experts in Aceh, selected using purposive sampling. Leveraging the Analytical Network Process (ANP), the study identifies key problems in the development of cash waqf practices, including economic challenges such as capital sourcing, financing repayment delays, and monitoring-mentoring costs. From a social perspective, the study emphasizes the importance of synergy among institutions, public awareness, and effective socialization. Institutional issues include human resource professionalism, regulatory suitability, Micro Waqf Bank limitations, and the need for digitalization. Legal and governance aspects focus on regulations supporting capital financing for small enterprises and efficient managerial management. The study proposes an inclusive, adaptive, participatory, and integrated Micro Waqf Bank Innovation Model to optimize cash waqf utilization and support real sector economic growth. Suggestions for improvement involve technological infrastructure, human resource training, regulatory adjustments, capital management, monitoring systems, strategic partnerships, socialization, coordination, product diversification, and community participation, providing a comprehensive model for the development of Micro Waqf Banks in Aceh.==============================================================================================================ABSTRAK – Model Inovasi Bank Wakaf Mikro di Aceh. Penelitian ini mengkaji tantangan dan peluang pengembangan praktik wakaf tunai untuk mendukung pembangunan ekonomi di Aceh melalui model inovasi Bank Wakaf Mikro di Aceh. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh pakar bidang manajemen wakaf di Aceh, yang dipilih dengan metode sampling purposif. Hasil analisis aplikasi Analytical Network Process (ANP), penelitian ini mengidentifikasi sejumlah persoalan kunci dalam pengembangan wakaf tunai, seperti tantangan ekonomi terkait sumber modal, keterlambatan pembayaran pembiayaan, dan biaya pemantauan/ mentoring. Secara sosial, kajian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga, kesadaran masyarakat, dan sosialisasi. Aspek institusional melibatkan isu-isu seperti profesionalisme sumber daya manusia, regulasi yang sesuai, keterbatasan Bank Wakaf Mikro, dan digitalisasi. Aspek hukum dan tata kelola berfokus pada regulasi yang mendukung, pembiayaan modal untuk usaha mikro dan ultra-mikro, dan manajemen manajerial. Solusi telah diidentifikasi untuk setiap aspek, mencapai proposal model Inovasi Micro Waqf Bank yang inklusif, adaptif, partisipatif, dan terintegrasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan waqf tunai dan mendukung pertumbuhan ekonomi sektor riil. Saran untuk perbaikan melibatkan infrastruktur teknologi, pelatihan sumber daya manusia, penyesuaian regulasi, manajemen modal, sistem pemantauan, kemitraan strategis, sosialisasi, koordinasi, diversifikasi produk, dan partisipasi masyarakat, sehingga memberikan model komprehensif untuk pengembangan Bank Wakaf mikro di Aceh.
The Influence of Islamic Marketing, Lifestyle, and Price on Pre-Loved Clothing Purchases: Intention as a Mediator Sitepu, Novi Indriyani; Akustia, Syifa Salsabila
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20089

Abstract

This study investigates the influence of Islamic marketing strategies, lifestyle factors, and pricing on pre-loved clothing purchase decisions, mediated by purchase intention. The study employs Structural Equation Modeling (SEM) to analyze data collected through questionnaires distributed to 120 respondents in Banda Aceh City, following a sample size determined by the Hair formula. The findings reveal that purchase intention directly impacts purchasing decisions. Additionally, Islamic marketing strategies, lifestyle factors, and pricing all exert a direct influence on purchase intention. Interestingly, the study identifies that lifestyle factors do not have a significant direct effect on purchasing decisions. Furthermore, the analysis demonstrates that purchase intention partially mediates the relationship between Islamic marketing strategies, lifestyle factors, price, and pre-loved clothing purchase decisions. These results suggest that Islamic marketing strategies can be a valuable tool for businesses operating in the pre-loved clothing market.==============================================================================================================ABSTRAK – Pengaruh Pemasaran Islami, Gaya Hidup, dan Harga terhadap Pembelian Pakaian Pre-Loved: Minat sebagai Mediator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi pemasaran Islam, gaya hidup, dan harga terhadap keputusan pembelian pakaian pre-loved dengan minat beli sebagai mediator. Data dikumpulkan melalui sebaran kuesioner kepada 120 responden di Kota Banda Aceh, yang ditentukan dengan rumus Hair. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dalam software AMOS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli secara langsung memengaruhi keputusan pembelian. Strategi pemasaran Islam, gaya hidup, dan harga juga secara langsung memengaruhi minat beli. Selain itu, strategi pemasaran Islam secara langsung memengaruhi keputusan pembelian. Namun, gaya hidup tidak menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Lebih lanjut, minat beli memediasi secara parsial pengaruh strategi pemasaran Islam, gaya hidup, dan harga terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, bisnis preloved disarankan untuk terus menerapkan strategi pemasaran Islam dalam menjalankan usahanya.
Cultural Values as Anti-Fraud Strategy: Lessons from Islamic Schools Setiawan, Nanang; Cholili, Azwar
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.20120

Abstract

This study investigates the potential of cultural values as anti-fraud strategies in Islamic schools, with a specific focus on institutions in Surabaya. Utilizing a qualitative case study approach, the research gathered data through direct observation and unstructured interviews with informants. The findings underscore the importance of five core cultural values: honesty, trust, mutual cooperation, mutual respect, and mutual care. The study concludes that the implementation of these values is crucial in fostering financial reporting accountability and reducing the risk of fraud within the school environment. These insights can benefit not only educational institutions but also other organizations by providing valuable guidance for developing internal anti-fraud programs based on the internalization of cultural values. By understanding how these values contribute to a trustworthy and ethical internal environment, institutions can proactively anticipate and minimize the potential for fraudulent activity.==============================================================================================================ABSTRAK – Nilai Budaya sebagai Strategi Anti Kecurangan: Kajian dari Sekolah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pencegahan kecurangan melalui implementasi nilai-nilai budaya di Sekolah Islam di Surabaya. Penelitian ini bersifat kualitatif melalui metode studi kasus dengan data yang dikumpulkan secara observasi langsung di lokasi penelitian dan wawancara tidak terstruktur dengan sejumlah informan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang diimplementasikan di sekolah adalah: kejujuran, amanah, gotong royong, saling menghargai, dan saling peduli. Implementasi nilai-nilai budaya tersebut terbukti menjadi faktor utama dalam membentuk akuntabilitas pelaporan keuangan dan mencegah terjadinya kecurangan di lingkungan sekolah. Hasil ini dapat menjadi panduan tidak hanya bagi lembaga pendidikan tetapi juga berbagai organisasi lainnya dalam membangun program pencegahan kecurangan internal dengan internalisasi nilai-nilai budaya tersebut. Pemahaman akan pentingnya nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan dan terciptanya lingkungan internal yang beretos kerja baik sehingga dapat meminimalisir berbagai potensi kecurangan.
Nexus between Sharia Governance and Financial Performance: Evidence from Indonesian Islamic Banking Hijriah, Hanifiyah Yuliatul; Kholidah, Himmatul; Alkausar, Bani; Laila, Nisful; Al Mustofa, Muhammad Ubaidillah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20233

Abstract

ABSTRACT – This study critically evaluates the effectiveness of Islamic governance on the financial performance of Islamic banks in Indonesia. Due to the absence of regulations defining optimal Sharia Supervisory Board (SSB) structure and qualifications, the research explores the empirical relationship between SSB characteristics and financial performance. Using a quantitative approach, the study analyzes data from 14 Islamic banks over a seven-year period (2014-2020). Multiple regression analysis reveals that SSB size, educational background, and financial/accounting expertise have minimal impact on financial performance. Interestingly, cross-membership on SSBs is found to have a negative effect. These findings, coupled with the observation of SSBs often lacking banking and finance backgrounds, suggest a potential disconnect between Sharia governance and managerial activities. The study advocates for clear and comprehensive regulations to strengthen SSB composition and competence, ultimately promoting the sustainable development of Islamic banking in Indonesia.========================================================================================================ABSTRAK – Hubungan Antara Tata Kelola Syariah dan Kinerja Keuangan: Bukti dari Perbankan Syariah Indonesia. Studi ini secara kritis mengevaluasi efektivitas tata kelola Syariah terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia. Mengingat belum adanya peraturan yang mengatur struktur minimum dan kualifikasi optimal Dewan Pengawas Syariah (DPS), penelitian ini bermaksud mengkaji secara empiris empiris hubungan antara karakteristik DPS dan kinerja keuangan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis data dari 14 bank Islam selama tujuh tahun (2014-2020). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ukuran DPS, latar belakang pendidikan, dan keahlian keuangan dan akuntansi kurang memiliki dampak terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. Menariknya, cross-membership pada DPS ditemukan memiliki efek negatif. Temuan ini, ditambah dengan pengamatan terhadap DPS yang seringkali tidak memiliki latar belakang perbankan dan keuangan, menunjukkan potensi keterputusan antara tata kelola Syariah dan aktivitas manajerial. Studi ini merekomendasikan adanya peraturan yang jelas dan komprehensif untuk memperkuat komposisi dan kompetensi DPS, yang pada akhirnya mendorong pengembangan bank syariah yang berkelanjutan di Indonesia.
Optimizing Dayah Business Units in Aceh: An ANP Study Najma, Siti; Asmuni, Asmuni; Siregar, Saparuddin
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.20520

Abstract

This study investigates the key factors influencing the success of business units within Dayah (Islamic boarding schools) in Aceh Province, Indonesia. Employing the Analytical Network Process (ANP), the research gathers expert opinions and insights from academics, government officials, and practitioners. The analysis reveals that both internal and external factors significantly impact the management of Dayah business units. Internal factors identified as crucial for success include public relations resources, leadership capabilities, business management practices, natural resource availability, and adequate business capital. Externally, technological advancements, demographic shifts, political/governmental support, socio-cultural influences, and economic conditions all play a role in determining success. This research highlights the importance for stakeholders to consider these diverse factors when optimizing Dayah business unit management. It further offers practical recommendations for managing such units within the context of Aceh, Indonesia.==============================================================================================================ABSTRAK – Optimalisasi Unit Bisnis Dayah di Aceh: Studi ANP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menjadi penentu kesuksesan dalam mengelola unit bisnis Dayah atau Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Aceh, Indonesia. Penelitian ini menggunakan Analytical Network Process (ANP) untuk mengumpulkan opini dan pendapat dari akademisi, pejabat pemerintah dan praktisi. Analisis ANP menemukan bahwa kesuksesan dalam pengelolaan unit bisnis dayah di Aceh ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang teridentifikasi menjadi penentu keberhasilan adalah SDM, kepemimpinan yang kapabel, praktik manajemen bisnis, ketersediaan sumber daya alam, dan kecukupan modal usaha. Sementara dasi sisi eksternal, faktor penentu kesuksesan adalah kemajuan teknologi, perubahan demografi, dukungan politik/pemerintah, pengaruh sosial budaya, dan kondisi ekonomi. Hasil ini berimplikasi bagi para pemangku kepentingan dalam optimalisasi pengelolaan unit bisnis pada dayah-dayah di Aceh untuk memperhatikan faktor-faktor kesuksesan tersebut. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis yang bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan unit bisnis yang dikelola oleh Dayah/Pondok Pesantren di Aceh, Indonesia.
Economic Development Theory of Ibnu Khaldun: Interrelation between Justice and Umran al-Alam Mafrudlo, Ahmad Mahfudzi; Mansur, Zuhratul Aini; Mustofa, Mustofa; Janwari, Yadi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20552

Abstract

ABSTRACT – Leading Islamic thinker, Ibn Khaldun, proposed a nuanced theory of economic development that transcends mere material advancement. This theory integrates Islamic principles within a comprehensive framework. This study aims to delve deeper into Ibn Khaldun's economic development theory, focusing on its emphasis on the Islamic way of life and the concept of Umran al-Alam (prospering the earth). A descriptive analysis methodology was employed through a review of existing literature. Ibn Khaldun outlines eight key suggestions and various variables for achieving economic development. Significantly, he underscores the importance of Umran al-Alam, highlighting humanity's responsibility to cultivate the earth. From an Islamic perspective, economic development should prioritize socio-economic justice and maintain a balance between communal well-being and a healthy economy. This study contributes to a more profound understanding of Islamic economic thought and its potential connections to contemporary notions of sustainable development. Further research opportunities lie in exploring the practical applications of Ibn Khaldun's theories within Islamic economic models.==============================================================================================================ABSTRAK – Teori Pembangunan Ekonomi Perspektif Ibnu Khaldun: Interelasi Keadilan dan Umran al-Alam. Pemikir Islam terkemuka, Ibn Khaldun, menawarkan teori pembangunan ekonomi yang lebih bernuansa, tidak sekedar diukur dari sesuatu yang bersifat materi semata-mata. Teori ini mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam kerangka kerja yang komprehensif. Studi ini bertujuan untuk menggali secara dalam teori pembangunan ekonomi Ibn Khaldun, khususnya pada cara hidup Islami dan konsep "umran al-Alam" (pemakmuran bumi). Kajian ini menggunakan metodologi analisis deskriptif dengan data-data dari sejumlah literatur tersedia. Ibn Khaldun menguraikan delapan komponen inti dan sejumlah variabel untuk mencapai pembangunan ekonomi dimaksud. Ibnu Khaldun menggarisbawahi pentingnya umran al-Alam, yang menyoroti tanggung jawab manusia dalam memakmurkan bumi. Dari perspektif Islam, pembangunan ekonomi harus memprioritaskan keadilan sosial-ekonomi dan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan bersama dan sistem ekonomi yang sehat. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pemikiran ekonomi Islam dan potensi hubungannya dengan konsep pembangunan berkelanjutan kontemporer. Peluang penelitian lebih lanjut terletak pada eksplorasi aplikasi praktis teori-teori Ibn Khaldun dalam model ekonomi Islam.
Mitigation Strategy of Islamic Financing Risk: A Case of Bank Jatim Syariah Syaifuddin, Syaifuddin; Sanmas, Abu; Hedi Turmudi, Asep
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20580

Abstract

This study examines the financing risk management practices of Bank Jatim Syariah, a prominent provincial-owned Islamic bank in Indonesia with total assets of IDR400 trillion, in response to the rising trend of Non-Performing Financing (NPF) in Islamic banking over the past decade. The research focuses on Bank Jatim Syariah due to its extensive service area, large customer base, and substantial financing portfolio. Employing a qualitative methodology, data was collected through interviews with the bank's financing committee and management, coupled with an analysis of pre-pandemic financing documents. The findings reveal that Bank Jatim Syariah has successfully implemented a robust NPF mitigation mechanism, including debt restructuring, debt scheduling, and both litigious and non-litigious dispute resolution strategies. These measures have effectively reduced NPF levels below 2.35%, minimized bank losses, and ensured the bank's continued ability to serve its 40 million customers in East Java. The study highlights the importance of proactive risk management strategies in maintaining the stability and growth of Islamic banking institutions.======================================================================================================== ABSTRAK – Strategi Mitigasi Risiko Pembiayaan pada Bank Jatim Syariah. Penelitian ini mengkaji praktik manajemen risiko pembiayaan Bank Jatim Syariah, salah satu bank syariah terbesar milik pemerintah daerah di Indonesia dengan total aset Rp.400 triliun. Hal ini sebagai respons terhadap tren peningkatan Non-Performing Financing (NPF) di perbankan syariah selama satu dekade terakhir. Penelitian ini difokuskan pada Bank Jatim Syariah karena wilayah layanannya yang luas, basis nasabah yang besar, dan portofolio pembiayaan yang substansial. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan komite pembiayaan dan manajemen bank, serta analisis dokumen pembiayaan pra-pandemi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Bank Jatim Syariah telah berhasil menerapkan mekanisme mitigasi NPF yang kuat, meliputi restrukturisasi utang, penjadwalan ulang utang, serta strategi penyelesaian sengketa, baik secara litigasi maupun non-litigasi. Langkah-langkah ini secara efektif telah mengurangi tingkat NPF di bawah 2,35%, meminimalkan kerugian bank, dan memastikan kemampuan bank untuk terus melayani 40 juta nasabahnya di Jawa Timur. Studi ini menekankan pentingnya strategi manajemen risiko proaktif dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan lembaga perbankan syariah.
Determinants of Risk in Indonesian Islamic Banking: An Empirical Investigation Haryanto, Sugeng; Safriliana, Retna; Ridloah, Siti; Ariefudin, Muhammad Umar; Khotimah, Lidia Khusnul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.20758

Abstract

Islamic banking has witnessed significant growth globally, including in Indonesia, with expansions in both fund mobilization and financing activities. This study analyzes the determinants of risk in Indonesian Islamic banks from 2009 to 2022, focusing on the effects of financing-to-deposit ratio (FDR), financing growth, efficiency, company size, capital adequacy ratio (CAR), and third-party fund (DPK), on non-performing financing (NPF). Utilizing unbalanced panel data and multiple linear regression, the research finds that financing growth and efficiency have negligible effects on risk. In contrast, FDR, company size, CAR, and DPK significantly influence it. Higher FDR is linked to increased risk, while larger banks and higher CAR are associated with reduced risk. The results suggest that Islamic banks should balance financing and deposits to manage risk effectively and emphasize the importance of efficient operations and sustainable growth. This research is limited to the internal aspects of banks as determinants of FDR. Future research could examine external factors and alternative risk measures to deepen the understanding of risk in Islamic banking.==============================================================================================================ABSTRAK – Determinan Risiko Perbankan Syariah di Indonesia: Suatu Kajian Empiris. Perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang signifikan secara global, termasuk di Indonesia, terutama dalam hal mobilisasi dana dan aktivitas pembiayaan. Studi ini menganalisis faktor-faktor penentu risiko pada perbankan syariah di Indonesia periode 2009 - 2022. Secara spesifik, kajian ini menguji pengaruh FDR, pertumbuhan pembiayaan, efisiensi, ukuran perusahaan, CAR dan DPK terhadap pembiayaan bermasalah. Dengan menggunakan data panel tidak seimbang (unbalance) dan regresi linier berganda, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan pembiayaan dan efisiensi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap risiko. Sebaliknya, FDR, ukuran perusahaan, CAR, dan DPK memberikan pengaruh yang signifikan terhadapnya. FDR berkorelasi positif dengan peningkatan risiko, sementara ukuran perusahaan dan CAR berkorelasi negatif dengan pengurangan risiko. Kajian ini menyarankan agar bank-bank syariah menyeimbangkan antara pembiayaan dengan simpanan sehingga dapat mengelola risiko secara efektif dengan penekanan pada efisiensi operasional dan pertumbuhan berkelanjutan. Penelitian ini dibatasi pada aspek internal bank sebagai determinan FDR. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor eksternal dan ukuran risiko alternatif untuk memperdalam pemahaman tentang risiko dalam perbankan syariah.