cover
Contact Name
Ahmad Zaelani
Contact Email
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Phone
+62895613976252
Journal Mail Official
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kelurahan Pasalakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Impresi Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28281284     EISSN : 2810062X     DOI : https://doi.org/10.58344/jii.v2i12
The Jurnal Impresi Indonesia provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, Education, law, Social Health and religion that belong to the social context. Published articles are articles from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books
Articles 1,087 Documents
Optimizing the Intelligence Cycle in Migration Governance: The Transition Toward Early-Warning-Based Immigration Monitoring in Bali Province Teuku Muhammad Arief Maulana; Fuad Gani; Margaretha Hanita
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7910

Abstract

The rapid increase in international tourist arrivals in Bali has intensified the complexity of immigration governance, particularly regarding the misuse of visit visas by foreign nationals. While immigration supervision has traditionally focused on administrative enforcement, evolving patterns of visa abuse involving unauthorized employment, nominee business practices, and hidden economic activities require a more proactive intelligence-based approach. This study aims to analyze the optimization of the immigration intelligence cycle in strengthening early-warning-based monitoring of foreign nationals in Bali Province. A qualitative research design was employed through semi-structured in-depth interviews with immigration officers, analysis of immigration regulations and policy documents, and examination of relevant media reports. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, supported by source triangulation to enhance credibility. The findings reveal that current immigration supervision remains predominantly reactive, relying on public reports and post-incident investigations rather than predictive threat detection. The study identifies an "iceberg phenomenon," where detected violations represent only a small proportion of actual irregular activities. To address this limitation, the research proposes an Early Warning Immigration Intelligence Model integrating multi-source intelligence, risk analysis, intelligence sharing, and preventive immigration actions within the intelligence cycle. The study concludes that strengthening early-warning-based immigration intelligence can improve proactive surveillance, enhance interagency coordination, and contribute to national resilience by preventing immigration-related threats before they escalate into broader economic, social, and security risks.
Koordinasi Tim sebagai Mediator Hubungan Struktur Tim dan Kinerja Tim: Implementasi Pelatihan Struktur dan Koordinasi Tim pada Karyawan PT X (Perusahaan Kendaraan Listrik di Indonesia) Pradita Khairinnisa; Endang Parahyanti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7938

Abstract

Sebagai perusahaan kendaraan listrik yang sedang bertumbuh, PT X menghadapi tantangan dalam menyelaraskan struktur dan koordinasi lintas fungsi untuk mendukung kinerja tim. Penelitian ini terdiri dari dua studi yang dilakukan pada PT X. Studi 1, yaitu studi identifikasi masalah, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara struktur tim dan kinerja tim dengan koordinasi tim sebagai variabel mediasi. Partisipan dalam studi ini berjumlah 132 karyawan PT X yang bekerja di kantor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis jalur berbasis regresi. Hasil menunjukkan bahwa struktur tim memprediksi kinerja tim secara signifikan (? = 0,320; p = 0,001). Struktur tim juga memprediksi koordinasi tim secara signifikan (? = 0,761; p < 0,001), dan koordinasi tim memprediksi kinerja tim secara signifikan (? = 0,431; p < 0,001), yang menunjukkan adanya mediasi parsial. Pengaruh tidak langsung (0,328) sedikit lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (0,320). Pengaruh total sebesar 0,648 menunjukkan hubungan keseluruhan yang kuat antara struktur tim dan kinerja tim. Studi 2, yaitu studi intervensi, bertujuan untuk menguji efektivitas program intervensi berupa Pelatihan Struktur Tim dan Koordinasi Tim. Partisipan dalam studi ini berjumlah 16 karyawan PT X yang sebelumnya mengikuti Studi 1. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta cenderung puas terhadap pelatihan dengan rata-rata skor kepuasan sebesar 4. Selain itu, rata-rata skor post-test meningkat dari 56,7 menjadi 91,6 dan berbeda secara signifikan dibandingkan skor pre-test (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait struktur tim dan koordinasi tim.
Uji Validitas dan Reliabilitas Self Reporting Questionnaire 29 pada Populasi Pekerja Aditya Nugraha Artar; Ahmad Fuady; Suryo Wibowo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7952

Abstract

Gangguan kesehatan mental pada pekerja dapat memengaruhi produktivitas, keselamatan kerja, dan kualitas hidup sehingga diperlukan instrumen skrining yang valid dan reliabel. Penelitian ini bertujuan melakukan adaptasi budaya serta menguji validitas dan reliabilitas SRQ-29 pada populasi pekerja di Indonesia. Penelitian metodologis dengan desain potong lintang ini meliputi adaptasi budaya berdasarkan pedoman International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR), validitas isi melalui panel ahli multidisiplin, cognitive debriefing pada 10 pekerja, serta evaluasi psikometrik pada 176 pekerja aktif. Validitas konstruk dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan estimator Weighted Least Squares Mean and Variance Adjusted (WLSMV), sedangkan Domain Penggunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif dianalisis menggunakan Item Response Theory (IRT) model Two-Parameter Logistic (2PL). Reliabilitas internal dievaluasi menggunakan koefisien Cronbach's alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi budaya menghasilkan SRQ-36 versi Bahasa Indonesia tanpa mengubah empat domain utama instrumen. Domain Gangguan Mental Emosional (?=0,927) dan Gangguan Stres Pascatrauma (?=0,897) memiliki reliabilitas sangat baik, sedangkan Domain Gejala Psikotik memiliki reliabilitas cukup (?=0,656). Domain Penggunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif menunjukkan reliabilitas rendah (?=0,444) akibat rendahnya variasi respons sehingga memerlukan analisis IRT. Hasil CFA menunjukkan validitas konstruk yang baik pada sebagian besar domain, sedangkan analisis IRT menunjukkan bahwa item penggunaan alkohol memiliki kemampuan diskriminasi dan informasi yang lebih baik dibandingkan item penggunaan zat psikoaktif. Dengan demikian, SRQ-36 versi Bahasa Indonesia memiliki validitas konstruk dan reliabilitas yang memadai sebagai instrumen skrining kesehatan jiwa pada populasi pekerja dan berpotensi mendukung deteksi dini, surveilans kesehatan kerja, serta program promosi kesehatan mental di tempat kerja.
Knowledge Documentation Practices in AI Initiatives: A Systematic Literature Review Finannisa Zhafira; Fitria Handayani; Dana Indra Sensuse; Sofian Lusa
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7964

Abstract

Artificial intelligence (AI) has become an essential component of organizational strategy; however, the knowledge generated during AI projects, including design decisions, model behavior, development processes, and practitioner insights, is often insufficiently documented. This study aimed to examine how knowledge documentation is currently practiced in organizations implementing AI. Using a systematic literature review approach, this study analyzed twenty peer-reviewed studies published between 2020 and 2026. The articles were collected from five major academic databases, namely Scopus, ScienceDirect, ACM Digital Library, IEEE Xplore, and Emerald Insight, and were selected following the PRISMA 2020 guidelines. Based on five research questions structured using the PICOC framework, several key findings emerged. First, knowledge management in AI contexts has shifted from static repositories toward more dynamic and AI-supported systems, although this transition introduces challenges such as model drift, inconsistent documentation practices, and difficulties in capturing tacit knowledge. Second, the literature presents various knowledge documentation methods and frameworks, indicating that the field remains in development without a universally accepted standard. Third, structured documentation has been shown to positively influence organizational learning, knowledge reuse, and the overall effectiveness of AI initiatives. Fourth, despite these benefits, significant gaps remain, particularly regarding the absence of standardized AI/machine learning (ML) documentation practices and the limited integration of documentation throughout the AI lifecycle. In response to these challenges, this study proposed the Knowledge Documentation Framework for AI Initiatives (KDF-AI), consisting of twelve components organized into five phases and supported by different maturity levels. Overall, this review highlighted the increasing importance of knowledge documentation as a core capability in AI-driven organizations and provided a foundation for future research and practical implementation.
Akulturasi Budaya Karyawan Lokal dan Asing pada Perusahaan Trading Batubara Multinasional (Studi Kasus PT Light Energy Indonesia) Riana Putri; M. Ruslan Ramli
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi komunikasi antarbudaya antara karyawan lokal dan karyawan asing pada perusahaan multinasional, khususnya di PT Light Energy Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana proses akulturasi terbentuk dalam hubungan kerja serta bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal dimaknai dalam interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap karyawan lokal dan karyawan asing. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori akulturasi yang meliputi asimilasi, integrasi, separasi, dan marginalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akulturasi komunikasi antarbudaya terbentuk melalui interaksi kerja yang berlangsung secara langsung dan berkelanjutan. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa utama komunikasi, namun dalam praktiknya dikombinasikan dengan Bahasa Indonesia dan bahasa asal karyawan asing. Pada tahap awal, terdapat kendala bahasa dalam komunikasi, namun dapat diatasi melalui penggunaan komunikasi nonverbal, bantuan pihak lain, serta pembelajaran bahasa secara informal. Pemaknaan komunikasi verbal dan nonverbal menunjukkan bahwa keduanya memiliki peran penting dalam proses akulturasi. Komunikasi verbal menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, sedangkan komunikasi nonverbal berfungsi sebagai pendukung dalam memperjelas pesan dan membangun hubungan interpersonal. Selain itu, sikap saling menghargai menjadi faktor utama dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Berdasarkan teori akulturasi John W. Berry (1987), proses yang terjadi di PT Light Energy Indonesia cenderung mengarah pada pola integrasi, di mana karyawan lokal dan asing tetap mempertahankan budaya masing-masing namun mampu beradaptasi dan bekerja sama secara harmonis.
Adaptasi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Menghadapi Pasar yang Dinamis (Studi Kasus pada PT Behaestex melalui Media Sosial Instagram) Muhammad Irsyad Sabiq; Ani Yuningsih; Aning Sofyan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi komunikasi pemasaran digital PT. Behaestex melalui Instagram, adaptasi pesan dan positioning merek Atlas dan BHS, pengelolaan konten produk, budaya, religiusitas, dan gaya hidup, interaksi serta customer engagement dengan audiens, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi pasar yang dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak internal perusahaan, wawancara triangulasi dengan distributor dan informan komunikasi digital, observasi konten Instagram, dokumentasi, serta kuesioner pendukung kepada konsumen. Data dianalisis secara deskriptif dengan menafsirkan temuan berdasarkan fokus penelitian dan membandingkan data dari berbagai sumber melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Behaestex melakukan adaptasi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram dengan menyesuaikan media, pesan, konten, interaksi, dan respons terhadap dinamika pasar industri sarung. Instagram digunakan sebagai media visual dan interaktif untuk memperkenalkan produk, membangun citra merek, menyampaikan nilai budaya dan religiusitas, serta menjalin hubungan dengan audiens. Atlas dikomunikasikan sebagai merek yang lebih dinamis, dekat dengan anak muda, fungsional, dan sesuai untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan BHS dikomunikasikan sebagai merek premium, elegan, eksklusif, dan berprestise. Konten yang memuat unsur budaya, religiusitas, dan gaya hidup terbukti dapat meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap merek. Namun, PT. Behaestex masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan interaksi audiens, mengembangkan storytelling yang lebih kuat, menyesuaikan konten dengan Generasi Z, menjaga citra premium BHS, serta menghadapi sensitivitas harga dan daya beli masyarakat. Dengan demikian, adaptasi komunikasi pemasaran digital PT. Behaestex melalui Instagram sudah berjalan cukup baik, tetapi masih perlu diperkuat dari sisi kreativitas konten, interaksi, dan konsistensi identitas merek.
Perbandingan Komplikasi, Mortalitas, dan Lama Rawat Pasien Stroke yang Dilakukan Trakeostomi Dilatasional Perkutan dan Trakeostomi Surgikal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Achmad Junaidi; Irsan Saleh; Emelda Emelda
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7977

Abstract

Stroke merupakan sindroma klinis dengan angka kejadian sekitar 12 per 1.000 orang di Indonesia yang sering memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU). Trakeostomi dibagi menjadi dua jenis, yaitu Trakeostomi Dilatasional Perkutan (TDP) dan trakeostomi surgikal. Hingga kini, belum ada panduan khusus mengenai pilihan teknik trakeostomi paling tepat untuk pasien stroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan komplikasi, mortalitas, dan lama rawat pasien stroke yang menjalani TDP dan trakeostomi surgikal di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif di Ruang Perawatan Intensif, Neuro High Care Unit, dan Stroke Unit RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebanyak 30 pasien stroke berusia ?18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan, terdiri dari 18 subjek kelompok TDP dan 12 subjek kelompok trakeostomi surgikal. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam karakteristik dasar antara kedua kelompok (p>0,05). Kelompok TDP menunjukkan risiko perdarahan minor yang lebih rendah secara bermakna (p=0,015), begitu pula komplikasi infeksi stoma (p=0,015), dibandingkan kelompok trakeostomi surgikal. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan mayor (p>0,05) dan malposisi kanul trakeostomi (p=0,804) antara kedua kelompok. Pada luaran mortalitas, tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok TDP (11,1%) dan trakeostomi surgikal (41,7%) (p=0,084). Demikian pula, tidak terdapat perbedaan bermakna pada lama rawat antara kedua kelompok (p>0,05). TDP memiliki risiko perdarahan minor dan infeksi stoma yang lebih rendah dibandingkan trakeostomi surgikal pada pasien stroke, dengan mortalitas dan lama rawat yang sebanding. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan klinis dalam pemilihan teknik trakeostomi pada pasien stroke yang memerlukan manajemen jalan napas jangka panjang.
Modifikasi Desain Portable Turbo Burn Incinerator Tipe RC80: Modifikasi Teknis dan Strategi Penyesuaian Regulasi di Indonesia Yunita Fahmi; Rizkianti Marselina; Matthew Savio Kurniawan
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7979

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan kritis Pengelolaan Limbah B3 dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di wilayah terpencil (Isolated Area). Keterbatasan akses transportasi, biaya logistik tinggi, dan praktik pembuangan ilegal mendorong perlunya solusi pengolahan limbah on-site. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi modifikasi desain Portable Turbo Burn Incinerator tipe RC08 (Scholer Industries Australia) sebagai teknologi adaptif untuk memenuhi persyaratan Registrasi KLHK dan regulasi insinerator di Indonesia. Metode menggunakan pendekatan engineering design process: identifikasi kelemahan desain awal, modifikasi teknis pada empat komponen utama, dan validasi melalui registrasi KLHK dengan uji emisi laboratorium terakreditasi KAN. Incinerator ini berkapasitas 18–45 kg/jam, mengadopsi siklon 2 tahap bersuhu hingga 1100°C, dilengkapi Cerobong dan Wet Scrubber, serta tersertifikasi Environment Protection Authority Australia. Modifikasi desain mencakup: (1) Cerobong setinggi 14 meter dengan titik sampling emisi; (2) Wet Scrubber untuk pengendalian emisi partikulat dan gas asam (HCl, SO?, HF); (3) bak filter pengelolaan air limbah scrubbing dengan resirkulasi; (4) ruang bakar dua tahap bertemperatur 800°C–900°C (tahap pertama) dan ?1000°C (tahap kedua), efisiensi pembakaran ?99,99%; serta (5) penyesuaian ruang blower terhadap kelembaban tinggi kepulauan. Hak Desain Industri (nomor permohonan A00202303663) memperkuat posisi hukum teknologi dalam Registrasi KLHK. Analisis kesesuaian mengonfirmasi teknologi ini mampu mengatasi biaya transportasi tinggi, risiko tumpahan, dan akumulasi limbah B3, dengan catatan diperlukan pemodelan dispersi emisi berbasis data DEMNAS dan pola angin muson. Penelitian ini berkontribusi bagi kerangka lokalisasi teknologi lingkungan Indonesia pada tahap pra-investasi, sekaligus menjadi acuan regulator dan industri mengadopsi teknologi Pengelolaan Limbah B3 portabel yang patuh regulasi, berlindungan hukum, dan berkelanjutan.
Family Resilience in Combating Online Gambling Issues in the Digital Era Wisnu Cahyo Handono; Puspitasari Puspitasari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7985

Abstract

This study examines the strategic role of family resilience as a fundamental element of national resilience in the face of modernization. The family, as the smallest unit and foundation of national resilience, faces new threats in the digital era where homes are no longer fully safe due to device infiltration. Online gambling has emerged as the largest digital social pathology, damaging the family's economic, protective, and socialization functions. Modernization is impacting many areas from shifts in economic and social dynamics to changes in cultural beliefs, hence families are increasingly finding it difficult to maintain their integrity and roles. The research demonstrated how healthy family structures could potentially foster stability by fostering character, morality, productivity, and civic consciousness among individuals and possibly affect a nation. Via using a qualitative-descriptive method, the paper underlines how family resilience acts as a buffer against the negative consequences of modern depravity including moral degradation and identity crises. As such, building a resilient nation in the present depends on improving family resilience by means of valued education, religious and cultural reinforcement, as well as supportive government policies.
Clustering Analysis of Tourism Regions in Bali Province Using Similarity Matrix and Log-Log Regression Methods Candhrika Padma; Nila Armelia Windasari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.7990

Abstract

The tourism accommodation sector in Bali Province has grown rapidly; however, its distribution across regencies/cities remains highly uneven, motivating the need for a rigorous clustering method to map accommodation-capacity similarities among regions. This study aims to group the nine regencies/cities of Bali Province based on the similarity of ten types of accommodation and tourism-support facilities (star hotels, non-star hotels, villas, apartments, homestays, camping grounds, restaurants, bars, spas, and water tourism facilities), and to examine their relationship with Gross Regional Domestic Product (GRDP). The method combines log-log regression to test the elasticity of star hotel capacity on GRDP, squared Euclidean distance and maximum distance (dmax) to compute a similarity index between every pair of regencies/cities, and the Kruskal-Wallis test to validate differences in GRDP across zones. The regression results show that the star hotel variable has a very strong and statistically significant effect on GRDP (R² = 84.89%; p = 0.00042). The similarity matrix reveals extreme inequality: Badung Regency shows a similarity value that is essentially zero relative to every other regency/city, whereas Jembrana and Tabanan demonstrate a very high similarity value (0.9547). Based on tertile scores, the regions are classified into three zones: Zone I, representing high capacity (Badung and Denpasar); Zone II, representing medium capacity (Tabanan, Gianyar, and Buleleng); and Zone III, representing low capacity with the highest homogeneity (Jembrana, Klungkung, Bangli, and Karangasem). The Kruskal-Wallis test confirms that the GRDP differences across zones are statistically significant (H = 7.00; df = 2; p = 0.0302). These findings indicate that tourism-equalization policies in Bali should be designed differently for each zone rather than applied uniformly across all regions.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Impresi lndonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Impresi Indonesia More Issue