cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Kewirausahaan Kepada Pengelola Koperasi Usaha Di Kota Tangerang Nila Krisnawati; Alfiandri Alfiandri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.524 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.556

Abstract

Sebagai salah satu rekomendasi dari kegiatan penelitian tentang peningkatan kinerja koperasi di Tangerang yang dilaksanakan pada tahun 2018, maka diperlukan suatu pelatihan tentang kewirausahaan kepada pengelola koperasi usaha yang berdampak pada peningkatan keterampilan manajerial para pengelola koperasi sehingga mampu mengembangkan unit usahanya secara optimal. Untuk itu pada bulan April 2019, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dasar kewirausahaan serta implementasinya pada operasional usaha kepada tigapuluh enam pengurus koperasi usaha di Kota Tangerang, yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangerang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan pengelola koperasi termasuk pelaku usaha kecil binaan koperasi di Kota Tangerang, sekaligus menawarkan solusi atas permasalahan yang dialami oleh para pengelola koperasi yaitu masih rendahnya kinerja koperasi yang salah satu nya disebabkan oleh lemahnya pemahaman dan pengetahuan tentang kewirausahaan dalam rangka mengoptimalkan penghasilan koperasi. Pelatihan dilakukan dalam bentuk ceramah serta diskusi mendalam tentang permasalahan teknis dan bagaimana solusi mengatasinya. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola koperasi usaha dapat mengembangkan unit usahanya sehingga dapat meningkatkan keuntungan serta berdampak positif terhadap peningkatan kinerja koperasi usaha kota Tangerang.
Pemberdayaan Dan Pendampingan Pengembangan Desa Wisata Sukaratu Kabupaten Serang Berbasis Public Private Partnership Budi Hasanah; Annisarizki Annisarizki; Sigit Surahman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.73 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.557

Abstract

Secara legal Desa Sukaratu telah menjadi desa wisata sejak tahun 2018 dan pada pertengahan tahun 2019, telah dibuka lagi destinasi wisata baru dengan nama “Mahkota Ratu”. Desa wisata ini berpotensi bisa terus dikembangkan sehingga dapat menjadi desa wisata yang dapat diperhitungkan baik di tingkat lokal maupun nasional. Namun dalam pengembangannya desa wisata ini butuh adanya kerjasama dengan berbagai pihak berbasis public private partnership (warga masyarakat setempat pemerintah serta pihak swasta) agar dapat mengeksplor potensi yang ada dengan baik. Tujuan pengabdian ini memberikan materi dan pendampingan bagi warga beserta pokdarwis (kelompok sadar wisata) dan aparat Desa Sukaratu. Dalam mengembangkan potensi desa wisata melalui kegiatan pemberdayaan dan pendampingan berbasis public private partnership. Metode kegiatan yang dipakai menggunakan particiaptory learning and action. Kesimpulan dari kegiatan ini terlihat warga beserta pokdarwis dan aparat Desa Sukaratu dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Indikator keberhasilan dengan tingkat keberhasilan 75% (sangat baik) meskipun masih perlu dilakukan pendampingan oleh fasilitator. Rekomendasi dalam kegiatan ini adalah perlu ditambahkan mitra baik dari pihak pemerintah atau swasta dan terjalin kerjasama yang kuat dalam mengembangan desa wisata sukaratu sehingga outcome yang diterima kembali lagi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat lokal Desa Sukaratu.
Pencegahan Kejadian Ispa Pada Anak Di Daerah Pendulangan Intan Cempaka Banjarbaru Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.49 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.562

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama dan anak-anak tergolong lebih berisiko untuk terkena ISPA. Salah satu penyebab ISPA adalah kondisi udara yang tercemar. Di wilayah Cempaka Banjarbaru terdapat pendulangan intan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara. Kegiatan IbM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya polusi udara di daerah pendulangan intan dan memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan ISPA pada anak-anak di daerah tersebut disertai pembagian masker agar dapat digunakan saat keluar rumah, sehingga dapat terhindar dari polusi udara. Sasaran pada kegitan ini adalah siswa-siswi dua sekolah dasar yang bertempat tinggal di daerah pendulangan intan Kec. Cempaka Banjarbaru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan secara langsung kepada mitra sasaran (siswa-siswa SD), pemasangan poster, dan pembagian pamflet tentang polusi udara di daerah pendulangan intan dan pencegahan ISPA. Pada akhir kegiatan dibagikan masker pada semua peserta kegiatan. Hasil kegiatan ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan peserta/ sasaran kegiatan tentang polusi udara dan pencegahan ISPA.
Penyuluhan Penggunaan Obat Yang Benar Dan Pemeriksaan Golongan Darah Di Pos Belajar Dutasia Tangerang Jessica Novia; Marcelia Sugata; Dela Rosa; Denny Juvi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.476 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.564

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia akan betapa pentingnya kesehatan semakin meningkat, sehingga memicu peningkatan Upaya Pengobatan Sendiri (UPDS) atau swamedikasi. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penggunaan obat yang tepat dan rasional sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengobatan yang mengakibatkan efek yang tidak diharapkan dari obat tidak tercapai, overdosis maupun timbulnya efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan penyuluhan yang tepat agar masalah-masalah terkait kesalahan pengobatan dapat dihindari. PkM yang dilaksanakan meliputi penyuluhan mengenai penggunaan obat yang tepat dan rasional, termasuk di dalamnya pengertian tentang klasifikasi obat, macam-macam sediaan obat dan cara penggunaannya, cara penyimpanan obat serta pembuangan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa. Pemeriksaan golongan darah juga dilakukan untuk mencegah risiko kesehatan dan dalam keadaan darurat jika diperlukan transfusi darah. Kegiatan ini berlangsung selama 1 (satu) hari diikuti oleh ibu-ibu pembina Pos Belajar Dutasia dan anak-anak. Para peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi dan respon yang positif selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan manfaat dari penyuluhan obat, peserta juga mendapatkan informasi terkait golongan darah masing-masing yang sebelumnya belum diketahui.
Penyuluhan Kesehatan Hiv/Aids Kepada Remaja Di Bina Keluarga Remaja Aster Tangerang, Banten Febbyasi Megawaty; Jessica Novia; Dela Rosa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.741 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.566

Abstract

Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan permasalahan kesehatan yang cukup kompleks dan terus meningkat di Indonesia. Jumlah infeksi HIV di Indonesia dari 2005 sampai dengan 2017 sudah mencapai 280.623. Jumlah kasus AIDS dari tahun 1987 sampai dengan 2017 mencapai 102.667. Persentase kasus AIDS tertinggi pada kelompok usia 20 – 29 tahun. Kalangan remaja berusia 15-24 tahun merupakan kelompok yang rentan terinfeksi HIV. Tujuan PkM diharapkan perguruan tinggi dapat berpartisipasi dalam pengembangan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan reproduksi dan pengenalan HIV/AIDS remaja. Peserta penyuluhan 74 orang wakil dari Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Posyandu Aster Tangerang, Banten. Metode yang dipergunakan adalah kuisioner dan penyuluhan. Sebelum penyuluhan peserta diberikan kuisioner yang berisi tentang wawasan mengenai reproduksi remaja dan HIV/AIDS diperoleh hasil 65%. Sedangkan mengukur keberhasilan penyuluhan dilakukan kuisioner kepada semua peserta dan diperoleh hasil 84%. Peningkatan secara signifikan pengetahuan kepada peserta adalah 18%. Oleh karena itu, pendekatan kepada remaja agar terhindar dari masalah-masalah yang berhubungan dengan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara memberi pengetahuan kepada orang tua.
Pendampingan Konservasi Tanah Dengan Rumput Akar Wangi Di Giriwoyo Wonogiri Supriyadi Supriyadi; Sumani Sumani; Joko Winarno; Purwanto Purwanto; Retno Rosariastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.9 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.567

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di Dukuh Ngulang, Desa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri dengan judul : Pendampingan Konservasi Tanah Dengan Rumput Akar Wangi Di Giriwoyo Wonogiri. Tujuan adalah merespon kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk menyelamatkan tebing sungai dari ancaman banjir, longsor dan erosi tebing sungai Bengawan Solo Hulu, terciptanya model konservasi tanah dan air dengan penanaman rumput gelagah dan akar wangi yang didukung oleh masyarakat setempat. Manfaat adalah memotivasi dan membuka peluang untuk menambah penghasilan warga dengan penanaman akar wangi yang bermanfaat ganda untuk konservasi dan peluang usaha, membuka jejaring antara petani dengan pengusaha kerajinan akar wangi, pelatihan ketrampilan membuat kerajinan akar wangi. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan pemnberdayaan masyrakat, Tim UNS sebagai fasilitator, sedangkan petani Dukuh Ngulang didorong untuk dapat mandiri. Selama proses kegiatan ini sebagian besar prakarsa diserahkan kepada petani yang ditunjuk sebagai koordinator lapang. Adapun pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain observasi lapang, perencanaan desain dan lokasi demplot, survai ketersediaan bibit akar wangi, diskusi terbatas dengan petani, penyiapan demplot, diskusi dan evaluasi penyiapan demplot, pembentukan kelompok pemerhati tebing sungai, monitoring hasil penyiapan demplot, kunjungan ke pengrajin akar wangi, sekolah lapang budidaya akar wangi, penanaman rumput akar wangi, monitoring hasil penanaman rumput gelagah dan akar wangi, perencanaan tindak lanjut ke depan. Hasil yang dicapai antara lain luas demplot penanganan tebing sungai 200m x 2m, sedangkan di luar demplot sepanjang 200m (kanan dan kiri sungai). Kesimpulan dari kegiatan ini antara lain Kepala Desa Gedongrejo sangat mendukung adanya kegiatan IPTEKS dari Tim UNS, warga Dukuh Ngulang tempat demplot, merespon sangat positif dengan adanya pembuatan demplot penanganan tebing sungai, secara mandiri telah terbentuk Kelompok Pemerhati Tebing Sungai “Ngudi Mulyo” Dukuh Ngulang Gedongrejo Giriwoyo Wonogiri, warga petani Dukuh Ngulang mengharapkan Tim UNS tetap sebagai fasilitator dan mendamping.
Pelatihan “Lingkungan Media Sosial Kontemporer: Tantangan Dan Peluangnya” Bagi Perempuan Wirausaha Di Wilayah Jabodetabek Ezmieralda Melissa; Muninggar Sri Saraswati; Fajrie Samahita
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.556 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.568

Abstract

One group that has the potential to boost entrepreneurship, but is often undervalued is women. Although they consist of approximately sixty per cent of all entrepreneurs in Indonesia, they often face more challenges in comparison to male entrepreneurs in conducting their business ventures. These challenges include limited access to funding, multiple roles and responsibilities in the family and society, limited knowledge of information and communication technologies, and inadequate support system. Many women turn to social media to enable them opening a business that they can manage from home. While generally social media bring positive consequences to these woman entrepreneurs, the dynamic of the social media environment means that these women have to face obstacles to keep up with the technological developments and the changes of interactions that they bring to the business conducts and sellers-consumer interactions. This community service program aimed to provide capacity building training which focuses on women who own online micro businesses. Through this community service program, we introduced participants to the potential challenges that are brought by the changes in the social media environment. At the same time, we also assisted them in planning an effective social media communication plan that can help them to overcome these challenges. This workshop also allowed participants to network with other woman entrepreneurs that can potentially increase their social capital.
Penyusunan Paket Wisata Pedesaan Untuk Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Desa Alamendah Kabupaten Bandung Endang Komesty Sinaga; Cucu Kurniati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.001 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.570

Abstract

Salah satu kawasan pariwisata andalan Provinsi Jawa Barat yang memiliki prioritas untuk dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah kawasan wisata Alamendah. Kawasan Wisata Alamendah memiliki keanekaragaman budaya serta keahlian masyarakat setempat dalam bercocok tanam berupa produk unggulan yaitu pertanian strawberry, sayuran dan perkebunan the serta terdapat industri pembuatan kopi luwak. Produk unggulan di desa ini berupa aneka makanan olahan strawberry seperti dodol, selai, permen berbahan strawberry serta kerajinan tangan lainnya. Untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata yang dapat menaikkan jumlah dan kualitas kunjungan wisatawan, maka kegiatan pengabdian masyarakat perlu dilakukan dengan judul “ Penyusunan Paket Wisata Pedesaan untuk Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Desa Alamendah Kabupaten Bandung.”. Adapun tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk memberdayakan potensi masyarakat Desa Wisata Alamendah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat. Hasil kegiatan dari program pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman masyarakat dalam membuat paket wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, terciptanya beberapa paket wisata baru yang inovatif dan kreatif serta masyarakat mampu mengemas dan menangani operasional tour secara langsung.
Pelatihan Kewirausahaan Dan Pemasaran Usaha Kecil Menengah Pada Masyarakat Nagari Sungai Cubadak Yentisna Yentisna; Yofina Mulyati, Alvin Alfian
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.441 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.571

Abstract

Menumbuhkan minat masyarakat untuk berwirausaha merupakan salah satu tantangan, bagaimana tim pengabdian akan membuka mata masyarakat supaya bisa punya usaha untuk membantu keungan keluarga di Nagari Persiapan Pemekaran Sungai Cubadak di Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Dan juga bagaiman menaikkan pendapatan dan produksi usaha kecil menengah yang ada di nagari Sungai Cubadak ini. Sebagian besar mata pencarian masyarakatnya adalah petani selain itu juga ada yang menjadi pedagang makanan dan usaha kecil lainnya. MasyarakatNagari Sungai Cubadak bukan masyarakat yang makmur secara pendapatan. Mengadakan PKM di Nagari Sungai Cubadak dikarenakan masyarakat belum mengerti tentang arti sebenarnya dari membuka usaha kecil menengah, mereka hanya menitik beratkan usaha pada laba, pengetahuan tentang modal rendah yaitu mereka menganggap uang adalah segalanya yang dapat membuat usaha kecil menengah berhasil. Sebagai dosen FEB-UNIDHA, penulis bertujuan memberikan edukasi pada masyarakat Nagari Sungai Cubadak terutama yang mempunyai usaha dan tertarik untuk membuka usaha kecil menengah untuk lebih dapat mengembangkan lagi usahanya dan memberikan pelatihan pengetahuan mengenai kewirausahaan juga pemasaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbentuk workshop mengenai kewirausahaan dan pemasaran. Sehingga masyarakat bisa meningkatkan pengetahuannya tentang penegelolaan usahanya.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Anorganik Menjadi Eco Brick (Keranggan, Setu, Tangerang) Marchelia Gupita Sari; Nurul Lestari Hasanuddin; Abdullah Hibrawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.726 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.572

Abstract

Eco-brick is an environmentally friendly brick management technique for plastic waste made from used PET plastic bottles in which various plastic bins have been filled to the brim, then compacted until it becomes hard to reach a certain amount of weight. Eco-brick can be one of the alternative affordable architectural material. The method conducted the implementation of Community Service activities is the socialization and presentation on eco-bricks assembly to the people of Kelurahan Keranggan, Setu, Tangerang, who face the issue of organic waste. Through socialization with presentations to the community, it is expected that it can increase the community participation in sustainable waste management. The results of Community Service activities are the increase in the level of community awareness in organic and organic waste management, as well as community better understanding of environmentally friendly alternative building materials from eco-brick.

Page 39 of 138 | Total Record : 1378