cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PELATIHAN IDENTIFIKASI dan STRATEGI MENGAJAR SISWA LAMBAN BELAJAR KEPADA GURU GURU YAYASAN WIJAYA KUSUMA TANGERANG m kusuma wardhani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.029 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1174

Abstract

Setiap anak dilahirkan berbeda satu dengan yang lain. Beberapa diantaranya dilahirkan dengan kondisi yang menempatkannya di luar kisaran perkembangan tipikal untuk usia mereka. Kondisi tersebut apabila tidak mendapatkan intervensi yang tepat, terutama dalam hal pendidikan , maka anak-anak ini tidak dapat mencapai potensi maksimalnya. Beberapa siswa di sekolah sekolah Yayasan Wijaya Kusuma mengalami keberbedaan tersebut, yang dapat dikategorikan sebagai siswa dengan kebutuhan khusus. Salah satu kebutuhan khusus tersebut adalah siswa lamban belajar, sehingga memerlukan intervensi berupa pengembangan strategi pembelajaran dan pengajaran yang disesuaikan. Permasalahannya adalah tidak semua guru di Yayasan Wijaya Kusuma mempunyai kemampuan tersebut. Pengabdian masyarakat diberikan di Yayasan ini dalam bentuk pelatihan berupa webinar, dengan tujuan memberikan pembekalan pada para guru untuk mempelajari cara identifikasi karakteristik siswa lamban belajar serta memberikan intervensi yang tepat bagi mereka. Metode pelaksanaan program dimulai dari rapat koordinasi dengan ketua Yayasan, berlanjut ke training need assessment, pengembangan materi pelatihan, pelaksanaan webinar, diakhiri dengan evaluasi serta tindak lanjut program. Program pelatihan ini memberikan hasil yang positif yaitu diantaranya para guru dapat mempelajari cara-cara mengidentifikasi karakteristik siswa lamban belajar, memberikan motivasi dan semangat baru untuk mengajar, serta mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan strategi pengajaran untuk siswa-siswa tersebut. Kata kunci : lamban belajar, anak berkebutuhan khusus, identifikasi, intervensi
PENGEMBANGAN KONTEN PASUA TV BERBASIS SENI LOKAL Wanda Listiani; Sri Rustiyanti; Fani Dila Sari; IBG. Surya Peradantha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.698 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1175

Abstract

PASUA TV merupakan platform televisi online yang kontennya didesain untuk mewujudkan pemulihan dan resiliensi komunitas seni budaya pasca-pandemi. Konten visual dapat mengurangi tingkat depresi, kecemasan dan mendorong interaksi sosial pekerja kreatif pasca-pandemi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode produksi konten visual. Konten visual yang dikembangkan berisi kerja seni budaya dari kegiatan mitra sanggar atau komunitas seni budaya, hasil penelitian seni budaya berbasis teknologi digital dan arsip visual dari kegiatan pengabdian masyarakat serta kuliah kerja nyata daring yang bermitra dengan masyarakat seni budaya di wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode desain visual dan teknik analisis konten. Hasil penelitian ini menjelaskan bentuk desain PASUA TV berbasis web dan konten visual seni lokal yang berada di wilayah Indonesia. Kata Kunci : Konten Visual, PASUA TV, Resiliensi Komunitas Seni Budaya, Pasca-Pandemi
APLIKASI SISTEM AKUNTANSI DESA UNTUK PELAPORAN KEKAYAAN DAERAH PADA DESA MANDALAWANGI, LEBAK PROVINSI BANTEN Prapti Ningsih; Satria Yudhia Wijaya; Fitri Yetty
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.257 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1176

Abstract

Latar belakang Program Pengabdian Masyarakat ini dalam era reformasi pengelolaan keuangan daerah sudah mengalami berbagai perubahan regulasi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut merupakan rangkaian bagaimana suatu Pemerintah Daerah dapat menciptakan good governance dan clean goverment dengan melakukan tata kelola pemerintahan dengan baik. Pengelolaan keuangan daerah harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab. bertujuan untuk meningkatkan Akuntabilitas Laporan Keuangan Desa , untuk membantu pembuatan laporan kekayaan milik desa Mandalawangi. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan sekaligus memperkenalkan sistem akuntansi desa untuk pelaporan kekayaan Daerah di Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang. sistem ini tidak untuk menggantikan aplikasi milik BPKP tetapi justru akan melengkapi , dengan harapan setelah menguasai aplikasi ini maka para aparatur desa tidak hanya sebagai operator pembukuan saja tetapi diharapkan akan lebih paham dan mengerti baik alur/siklus maupun konsep dasar akuntansi desa. Luaran kegiatan ini adalah artikel ilmiah (pengelolaan) keuangan Desa serta dan Pembuatan Laporan Kekayaan Milik Desa dengan Aplikasi sistem Akuntansi. Dengan adanya sistem akuntansi desa dapat membantu penyusunan Laporan Kekayaan Milik Desa, Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa serta buku-buku pengawasannya sehingga akan memudahkan mereka dalam mengelola dan memelihara seluruh aset atau kekayaan desa yang dimiliki.
PENYULUHAN PEMBUATAN KAMABOKO DI UMKM TANGSEL BERKIBAR TANGERANG SELATAN, BANTEN wenny silvia loren sinaga; Tagor M. Siregar; Nuri Arum Anugrahati; Melanie Cornelia; Intan Cidarbulan Matita
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.398 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1177

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 telah mengakibatkan jumlah pengangguran semakin meningkat. Hal ini mendorong berbagai usaha untuk memperluas lapangan usaha. Salah satu usaha memperluas lapangan usaha adalah memperdayakan masyarakat melalui penguatan usaha kecil dan menengah. Komunitas usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berkibar merupakan salah satu UMKM di wilayah Tangerang Selatan. Namun usaha makanannya belum dikembangkan ke bidang usaha produk olahan perikanan. Berdasarkan hal tersebut, maka Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) akan melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk penyuluhan. Tujuan PkM adalah untuk memberikan informasi tentang bahan dan cara pembuatan kamaboko. Kamaboko yang berasal dari ikan tenggiri dan merupakan bahan yang sudah sering digunakan oleh mitra untuk kegiatan usaha. Metode PkM yang dilakukan adalah penyuluhan secara daring yang meliputi pemaparan materi, penayangan video, dan tanya jawab. Diharapkan dengan melakukan kegiatan tersebut, maka UMKM Berkibar Tangerang Selatan dapat memperluas bidang usahanya di bidang olahan perikanan dan memberdayakan masyarakat sekitar.
DIGITAL LITERACY: IMPROVING EDUCATORS’ COMPETENCE IN DEVELOPING DIGITAL LEARNING MATERIALS Stella Stefany; Pincanny G. Poluan; Azalia Gerungan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.73 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1179

Abstract

Teknik pembelajaran daring sudah tidak asing diterapkan di berbagai institusi pendidikan karena memiliki berbagai kelebihan yang menjadi solusi sementara untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19. Namun kompetensi tenaga pendidik dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran daring masih belum merata, khususnya pada daerah marginal dengan keterbatasan akses. Mitra kegiatan adalah sub bidang Misi GKY Puri Indah yang memiliki Bimbingan Belajar (Bimbel) yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Kegiatan ini dibutuhkan oleh mitra karena 31 guru yang ditugaskan pada Bimbel tersebut merupakan lulusan Teologi dan tidak punya pembekalan keterampilan mengajar. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi metode Gagne yang terdiri dari 9 tahapan dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil pengolahan data survey pra kegiatan menunjukkan mayoritas peserta terbiasa menggunakan teknologi dalam proses komunikasi seperti sosial media, akan tetapi hanya <10% peserta (N=31) yang memahami metode pembelajaran dengan learning management system. Hasil pengolahan data menunjukan terdapat korelasi positif yang kuat antara penerimaan teknologi (technology acceptance model) dan kesiapan peserta dalam kegiatan pembelajaran berbasis daring (online learning readiness) r(31)= .682, p < 0.000. Evaluasi kegiatan dilakukan secara komprehensif, mulai dari observasi pelaksanaan kegiatan, evaluasi pasca kegiatan melalui e-polling untuk memberikan feedback bagi penyelenggara, maupun feedback untuk peserta yang diserahkan kepada pengurus Bidang Misi GKY Puri Indah dalam bentuk laporan.
Seruling “SERULING” PROGRAM FOR EMPOWERING THE VILLAGE OF NANGGALAMEKAR VILLAGE BASED ON ENVIRONMENTAL ARTS Agus Cahyana; Nani Sriwardani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.855 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1182

Abstract

Nanggalamekar Village is located in Ciranjang District, Cianjur Regency. However, at this time there has been a change of land function, from agricultural land to sand excavation and settlements, this has an impact on the occurrence of damage to the natural environment and eliminates many livelihoods related to nature. Based on these problems, the Environmental Arts program (SERULING) was developed which is aimed at increasing public awareness about the importance of preserving the environment and empowering the potential of nature that is environmentally friendly. The method used to run this program is Participation Action Research (PAR) which makes village communities the main actors in this service activity. Meanwhile, the implementation refers to the KUPAR stages, namely to Know, to Understand, to Plan, to Action and to Reflection. With these stages, the training and mentoring carried out can be in accordance with what is needed by the community and be able to optimize the potential of existing resources in the village. The results of the training are environmental art products in the form of monumental art models for tourist attractions and ornamental products from natural materials as decorative objects or other functional objects that are able to be a solution for improving the welfare of rural communities as well as being a learning medium to increase public awareness of the environment.
Pendampingan Kaum Remaja dalam Mengembangkan Identitas Diri dan Spiritualitas Hidup Thomas Tokan Pureklolon; Christina Purwanti; Hanna Suteja
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.826 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1183

Abstract

Pendidikan bagi kaum remaja merupakan masalah yang tetap aktual dan selalu menarik untuk dibahas saat ini. Banyak peristiwa dan kasus remaja yang terjadi di tengah masyarakat mengandung tuntutan akan pendampingan secara terus-menerus untuk mengenali identitas, gaya hidup, dan pengembangan sipritualitas mereka. Pendampingan terhadap para remaja di GBI Victoria Park Tangerang ini pun terus saja dilakukan secara rutin oleh orang-orang yang berkompeten dan mempunyai kepedulian secara langsung terhadap para remaja, yang nota benenya adalah generasi penerus bangsa. Peduli terhadap para remaja berarti secara langsung peduli terhadap bangsa. Oleh karena itu, pendampingan para remaja yang dijalankan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada para remaja untuk lebih mengenal jati diri mereka, spiritualitas mereka dan memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat dan mampu berpikir secara kritis atas problem kehidupan yang dihadapi setiap hari; baik di rumah bersama anggota keluarga, maupun di sekolah dan di lingkungan bersama teman-temannya. Metode pelaksanaan pendampingan adalah dengan melakukan kegiatan pembinaan melalui webinar, yang meliputi tiga bagian utama yaitu dengan topik : ‘Remaja dan Karakternya’, ‘Spiritualitas Remaja’, ‘Belajar Bahasa Inggris Melalui Alkitab’. Dalam pelaksanaan untuk masing-masing bagiannya, selalu diawali dengan acara menjawab pertanyaan sebelum memulai pembinaan dan menjawab pertanyaan setelah pembinaan berlangsung. Hasil kegiatan pendampingan ini menunjukkan tiga hal utama yakni: Pertama, para remaja dapat memahami apa arti identitas mereka yang sedang tumbuh menjadi dewasa melalui tahap-tahap perkembangannya terutama pada masa transisi, dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan mengenali karakteristik mereka dengan segala perubahannya. Kedua, para remaja mampu menentukan spiritualitas hidup mereka sesuai tren, gaya, mode dan selera yang sedang dijalani dewasa ini. Ketiga, para remaja dapat menggunakan Alkitab yang berbahasa Inggris, bukan hanya menjadi sarana untuk mengenal Tuhan lewat firmanNya, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bahasa asing. Kata kunci: Pendampingan, remaja, identitas, spiritualitas, karakter.
E-SAFETY: KEAMANAN DI DUNIA MAYA BAGI PENDIDIK DAN ANAK DIDIK Niyu Niyu; Herman Purba
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.839 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1184

Abstract

Based on data from the Child Online Safety Index (COSI), Indonesia occupies the lowest position for online guidance and education related to online activity. This places children and adolescents in a very vulnerable position when interacting in the digital world. With the shift from the learning process to online platforms during the COVID-19 pandemic in 2020, the provision of functions and security in cyberspace (E-Safety) is an important key in maintaining children's interactions when interacting in the digital world. The implementation of E-Safety is in line with the government's program to support the National Digital Literacy Movement (GNLD) and the use of technology in particular to accelerate the transformation of education. This activity was carried out in the form of webinars and workshops for educators as part of digital literacy regarding E-Safety education related to knowledge, skills, and prevention of threats in the digital world. Emphasis on the role of educators as Learner, Advisor, Teacher, and An Identifier is a major part of protecting children and adolescents from dealing with situations and problems mediated by digital media and the internet. Socialization about E-Safety for educators is also equipped with various reference sources that can be used for making E-Safety teaching materials. The result of this activity is an understanding of the importance of E-Safety and its implementation in supporting the resilience of students when interacting in the digital world.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUNGAI LULUT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3R SEBAGAI UPAYA MITIGASI BANJIR Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti; Widya Nursantari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.696 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1185

Abstract

Kelurahan Sungai Lulut merupakan salah satu wilayah di Kota Banjarmasin yang terdampak banjir cukup parah dan dalam waktu lama. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan menggenangi hampir seluruh wilayah Kelurahan Sungai Lulut. Kondisi wilayahnya yang memiliki banyak aliran sungai dan sebagian besar penduduk bermukim di bantaran sungai. Kelurahan ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 15.925 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 5.398 jiwa/km2. Di daerah ini hanya terdapat 2 TPS yang tentu saja sangat kurang untuk menampung sampah dari hasil aktivitas penduduknya, selain itu letak TPS yang jauh dari pemukiman menyebabkan banyak warga yang membuang sampah sembarangan salah satunya ke aliran sungai sehingga mengakibatkan sumbatan aliran sungai yang sangat berkontribusi terhadap banjir di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang benar. Kegiatan ini berupa pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduse, Reuse, dan Recycle) sebagai upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi banjir.Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan sampah yang benar dan menjadi tergerak untuk melakukan daur ulang sampah sebagai salah satu cara untuk mengelola sampah dalam upaya mitigasi banjir.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERATURAN DESA TENTANG PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI DESA NDANO Syahrullah - Syahrullah; Munir Husen; Adnan Adnan; Kaharudin Kaharudin; Sultan Sangaji; Anton Anton; Inayah Wulandari; Putri Andriani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.508 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1186

Abstract

Desa Ndano, merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan kawasan pertanian tanaman pangan dan holtikultura. Permasalahan yang paling utama yang dihadapi dalam pengelolaan irigasi saat ini adalah masalah kelembagaan dan pembiayaan, antara lain: (a) Kebutuhan air untuk mengairi persawahan utamanya padi, belum optimal didukung oleh irigasi yang memadai; (b) Kepengurusan P3A belum diatur secara tegas dalam Peraturan Desa ataupun Peraturan Kepala Desa; (c) Kemauan untuk membayar iuran sangatlah rendah; (c) Ada iuga beberapa warga yang kemampuan untuk membayar rendah; dan (d) Aspek majanerial P3A masih rendah. Solusi yang hendak dikerjakan adalah (a) Memfasilitasi Menyusun Peraturan Desa yang mengatur kelembagaan P3A dan tatacara dan besarnya pungutan iuran pemakaian air; (b) Memberikan bimbingan teknis tentang tatacara penyusunan peraturan di desa. Adapun rencana kegiatan antara lain: (a) Rapat Persiapan; (b) Pengumpulan bahan; (c) Studi lapangan; (d) Penyusunan Konsep Rancangan Perdes; (e) Rapat Pembahasan Konsep Rancangan Perdes; (f) Perumusan Rancangan Perdes; (g) Rapat Konsultasi dengan Masyarakat, Camat dan Pemkab Bima; dan (h) Penyusunan naskah final Rancangan Perdes.

Page 64 of 138 | Total Record : 1378