cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Edukasi Pemanfaatan Fitur Asesmen Daring Pembelajaran Jarak Jauh pada LMS Raflen Aril Gerungan; Muhammad Husni Arifin; Kartono Kartono; Andi Suci Anita; Windra Irawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.722 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1144

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada guru – guru tentang proses pengelolaan asesmen pada pembelajaran jarak jauh dengan modus daring dengan memanfaatkan learning management system (LMS) berbasis moodle. Kegiatan ini diikuti oleh guru SMP di Kabupaten Gorontalo Utara berjumlah 75 peserta yang dilaksanakan secara daring dengan aplikasi Microsoft Teams. Metode pelaksanaan dengan ceramah, demonstrasi, dan simulasi pada LMS. Hasil kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan asesmen daring pembelajaran jarak jauh dan menambah wawasan peserta dalam memanfaatkan fitur asesmen pembelajaran jarak jauh pada LMS.
PENYUSUNAN BUKU “BERCERITA UNTUK BINA DAMAI: KUMPULAN CERITA RAKYAT DARI BERBAGAI PENJURU DUNIA” Elyzabeth Bonethe Nasution; Edwin Martua Bangun Tambunan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.477 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1145

Abstract

Storytelling is believed to be an effective instrument in passing on knowledge, values, and characters. Not only in Indonesia, but storytelling is also performed by various nations across the earth. Storytelling allows people to enjoy the entertaining process of values or characters construction. People learn without feeling lectured. Peace studies scholars have proven the contribution of story and storytelling in keeping the memory, recovering, and peacebuilding. Having that acknowledged, the Youth & Peace Project under the Department of International Relations initiated the idea of creating a book entitled “Bercerita untuk Bina Damai: Kumpulan Cerita Rakyat dari Berbagai Penjuru Dunia.” It is safe to say that this is a blessing in disguise from Covid-19 pandemic. Our students who should have had their internships on the field then enrolled in one course as alternative. The idea was then integrated to Conflict Resolution class. Students were asked to retell a story that has peace aspect. After a tight screening and reviewing process, this book is published. Its main objective is as peacebuilding reading material that can be read to anyone and anytime or to be used as ice breaking/closing activity during a workshop/community service.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PODCAST KREATIF MELALUI SENI BERKOMUNIKASI EFEKTIF DI SMA KARYA ENAM-ENAM JAKARTA Djudjur Radjagukguk; Yayu Sriwartini; Agus Salim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.252 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1147

Abstract

Podcast berkembang sangat cepat, laporan terbaru untuk kuartal-II 2019 menjelaskan layanan streaming musik spotify menyebutkan bahwa jumlah pendengar podcast tumbuh lebih dari 50 persen dari kuartal sebelumnya. Pada pelajar SMA podcast menjadi tempat untuk menyalurkan bakat terutama dalam bidang public speaking dan content creator, terlebih pada masa pandemi.. Media digital satu ini memang sedang marak digunakan berbagai kalangan dari segala usia, dengan memilih beberapa konten untuk dijadikan sebuah podcast. Bentuk podcast merupakan rekaman, tidak ada iklan, tidak ada selingan lagu yang berkepanjangan dan bisa pilih mau dengar topik apa yang sesuai, tidak perlu mengikuti jadwal seperti halnya radio. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar menghasilkan suatu karya yang sedang di gandrungi para anak muda namun dapat memberikan juga nila kreatif, salah satu caranya adalah menghasilkan karya berupa podcast yang unik dan menarik. Metode penyampaian digunakan secara during, tetapi bisa menampilkan karya yang dapat didengar. Hasil yang diperoleh siswa memahami membuat podcast dengan diberi pemahaman perbedaan podcast dan radio, keuntungan dan memberikan beberapa cara untuk membuat podcast dari mulai persiapan membuat tema hingga ke tahap pendistribusian., kegiatan dilanjutkan dengan arahan pembuatan podcast dengan menampilkan naskah podcast dan menampilkan video tutorial menggunakan aplikasi Anchor.
The Pelatihan Public Speaking Berbasis Storytelling Sebagai Bagian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Di SD BPI Bandung Yayu Sriwartini; Djudjur Luciana Radjagukguk
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.482 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1148

Abstract

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah gencar melakukan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dalam mewujudkan tujuan literasi di tingkat sekolah dasar (SD), perlu ada metode sederhana dalam mendorong siswa menceritakan kembali apa yang dialaminya. Namun tidak semua siswa SD memiliki keberanian bercerita di kelas. Perasaan malu, minder, takut dan tidak percaya diri menjadi alasannya. Kondisi itu pun terjadi pada siswa/i SD BPI Bandung. Oleh karena itu diperlukan pelatihan public speaking dasar yang sederhana, dan salah satu bentuknya adalah self-storytelling. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa-siswi kelas V SD BPI, Jl. Halimun No. 40, Lengkong Bandung, Jawa Barat. Pada saat pelatihan siswa yang hadir berjumlah 27 orang. Adapun metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, praktek dengan cara bercerita serta diskusi dan diakhiri dengan validasi. Hasil kegiatan menunjukkan meski masih terdapat kekurangan, tetapi terlihat ada perubahan pada pengelolaan komunikasi verbal dan non-verbal yang diperlihatkan para siswa yang mendapat kesempatan untuk mempraktekkan penyampaian cerita pribadinya di depan kelas. Selain itu para siswa yang menjadi pendengar pun dapat mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam kehidupan sebagai bagian dari pengetahuan baru. Kesimpulannya adalah bahwa pelatihan public speaking berbasis self-storytelling ini cukup berhasil menstimuli para siswa untuk berpikir dan berpendapat.
PELATIHAN BASIC RESERVATION UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN PRE FLIGHT SERVICE SISWA JURUSAN WISATA Sandriana Marina; Aisyah Rahmawati; Lira Agusinta; Abdul Ghafar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.112 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1150

Abstract

Kompetensi siswa kejuruan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam hal ini, SMKN 1 Tambun Selatan sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menyediakan fasilitas praktek yang dibutuhkan untuk melatih ketrampilan siswa sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Berdasarkan survei, masalah yang dihadapi khususnya pada Jurusan Jasa Wisata adalah terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam mengoperasikan sistem reservasi penumpang yang digunakan oleh perusahaan penjual perjalanan wisata (travel agent). Masalah ini disebabkan sekolah belum memiliki fasilitas laboratorium yang menyediakan software-software simulasi yang diaplikasikan di travel agent sehingga lulusannya belum sepenuhnya memiliki kompetensi yang diinginkan DUDI. Oleh karenanya, tim dosen hadir untuk memberikan solusi dengan memberikan pelatihan pengenalan system reservasi kepada para siswa kelas XII Usaha Perjalanan Wisata. Tujuannya adalah melatih siswa untuk mengenal dan terampil menggunakan sistem reservasi penumpang yang dioperasikan oleh travel agent. Metode pelatihan berupa ceramah dan tutorial, siswa mencatat, siswa diarahkan untuk mengakses sistem, mengenal terminologi dunia penerbangan, membuat rute perjalanan penumpang, dan menjawab soal-soal latihan. Media daring dengan aplikasi zoom meet dipilih untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan ini. Hasil evaluasi menunjukkan, siswa merasa materi sesuai dengan kebutuhan, jalannya pelatihan sesuai dengan harapan, siswa merasa berhasil meningkatkan pengetahuannya. Secara keseluruhan siswa sangat puas dengan kegiatan pelatihan ini.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT TERHADAP SOCIAL ENGINEERING DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Theresia Herlina Rochadiani; Handri Santoso; Dennis Anthony Plaudo; Richard Setiawan; Vincensius Gilven Fiones
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.429 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1151

Abstract

Seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia mengalami pandemi Covid-19 dari tahun 2020 sampai saat ini. Dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung semakin banyak melakukan pekerjaan, kegiatan, dan transaksi secara daring daripada luring. Hal ini memicu semakin banyaknya kejahatan siber. Kejahatan siber di Indonesia masuk sebagai peringkat ke-2 di dunia. BSSN juga menyebutkan bahwa pada tahun 2020, dalam masa pandemi ini, kejahatan siber naik 2 kali lipat dibandingkan tahun 2019. Dalam sistem jaringan komputer, manusia adalah komponen yang terlemah sehingga para penjahat siber memafaatkan hal ini dengan menggunakan social engineering, yaitu manipulasi psikologis korban, dalam melakukan kejahatan siber. Rendahnya literasi digital masyarakat akan keamanan siber membuat banyak masyarakat yang menjadi korban. Oleh karena permasalahan tersebut, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya akan social engineering, sehingga dapat menekan jumlah kejahatan siber. Edukasi kepada masyarakat mengenai social engineering ini dilakukan dengan membuat video edukasi contoh-contoh social engineering beserta mitigasinya dan kemudian didiseminasikan secara daring. Melalui survey yang dilaksanakan sebelum dan sesudah edukasi dapat dilihat adanya peningkatan literasi digital masyarakat akan social engineering, yaitu terjadi peningkatan dengan rata-rata persentase peningkatan dari 3 video edukasi sekitar 63.29%.
PENYUSUNAN MODUL PEMBIASAAN/INTEGRASI KETERAMPILAN PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK SEKOLAH ERENOS, TANGERANG SELATAN Elyzabeth Bonethe Nasution; Edwin M. B. Tambunan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.208 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1152

Abstract

As the follow up of our community service “Workshop of Peace and Conflict Resolution Skill for Sekolah Erenos” that was conducted in 2018-2019, Youth & Peace Project of Department of International Relations together with Sekolah Erenos acknowledged the necessity of integrating peace education sustainably into learning process at school. This is crucial as character building is not an instant process; it requires discipline, commitment, and a blueprint. For this, our team with Sekolah Erenos agreed to continue our community service in form of module writing. This community service aims to create an integration module that will be used in daily learning process. Inside there will be an integration of the school’s vision and mission with peace and conflict resolution skills through intra-curricular activities from various subjects, so the students will be able to have an internalization. The module writing process will entail series of Focus Group Discussion (FGD) and workshop that focus on: (1) Sekolah Erenos’ vision and mission, (2) Characters and Values, (3) Integration Strategy, (4) Module Presentation, (5) Activities and Evaluation, (6) Module Organizational, Content, and Writer. The process will gradually incorporate the results of FGDs and workshop into a module that will entirely be the school’s ownership.
PERAN KOLABORATIF PERGURUAN TINGGI, POLRI DAN PEMERINTAH DESA DALAM MEWUJUDKAN KAMPUNG SEHAT PADA MASA PANDEMIK COVID-19 ainun wulandari; Ilyas sarbini; Nasrullah Nasrullah; Ridwan Ridwan; M. Asad Imaduddin; Ahamd Syaifil Iman; M. Farhan Syauki
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.544 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1153

Abstract

Latar Belakang: Masalah narkoba, ancaman covid-19 dan sampah merupakan problem yang sama-sama penting yang harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Narkoba misalnya setiap tahunnya menelan korban tidak kurang dari 4 juta jiwa. Sedangkan korban covid 19 di Indonesia menelan jiwa 83.279, dan trendnya terus bertambah. Sementara masalaah sampah juga tidak sangat mengkhawatirkan. Dengan ragam masalah tersebut, maka semua pihak harus ambil bagian mengatasi ragam masalah tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kolaborasi berbagai pihak mengarusutamakan program kampung sehat. Tujuan, tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarakat mewujudkan kampung sehat, utamanya keasadaran atas bahaya narkoba, pencegahan penyebaran covid-19, dan kesadaran tentang lingkungan bersih. Metode, Metode Pelaksanaan dilaksanakan dengan melakkan penyuluhan, diskusi, menyeprot disivektan, dan semangat gotong royong. Hasil, hasil kegiatan: Pertama, penyuluhan narkoba-psikotropika, berupa, munculnya kesadaran masayakat desa Tonnggondoa Kabupaten Bima tentang bahaya narkoba dna psikotropika, pemerintah Desa meluncurkan program reward bagi korban narkoba yang mau melakukan rehabilitasi dengan program pemberdayaan pemberian sapi 1 ekor. Kedua, Kegiatan penyemrotan disinvektan pada fasilitass umum dan pemukiman warga, melibatkan komponen warga, mahasiswa, dan aparatur desa, hasilnya berupa lingkungan dan fasiltas umum steril dari penyebaran covid 19. Ketiga, kegiatan gotong royong menghasilkan lingkungan yang bersih, dan timbulnya kesadaran secara kontinyu kemolpok masyarakat tentang pentingnya kebersihan.
PPM Pengusaha Kecil Pembudidayaan Bibit Anggur Impor di Perum UKA Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Kota Surabaya Ari Astutik , SS., M.Pd.; Shanty A.Y.P.S Duwila, SS., M.Pd; Didik Daryanto, S.P., M.M.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.293 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1154

Abstract

Abstrak Dalam era perkembangan globalisasi banyak masyarakat yang ingin menjadi wirausaha, sehingga banyak orang yang menciptakan usaha-usaha kecil untuk bisa dikerjakan dirumah tapi tetap mendapatkan penghasilan. Pada saat musim pandemi seperti ini bekerja dari rumah atau bisa disebut dengan istilah Work from Home adalah salah satu solusi yang paling efektif. Salah satu usaha rumahan yang sekarang banyak dilirik oleh masyarakat terutama kaum laki-laki adalah budidaya bibit anggur impor. Adapun yang menjadi mitra Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini adalah seorang bapak yang bernama Nanang Adianto bekerja sebagai pegawai swasta yang bertempat tinggal di kelurahan Sememi, kecamatan Benowo, yang memiliki hobi dan komunitas peng-Anggur-an dengan spesifikasi pembudidayaan dan pembibitan benih buah anggur impor. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan tim kepada Mitra, bapak Nanang Adianto tersebut mempunyai semangat dan jiwa untuk berwirausaha. Namun, ada 3 hal masalah utama dari budidaya bibit anggur impor adalah 1) produksi dengan pembibitan yang hanya berhasil sekitar 50 %, 2) pengelolaan keuangan yang tidak rapih terutama terkait laba dan rugi karena keuangan masih tercampur dengan kebutuhan pribadi dan 3) manajemen pemasaran hanya sekitar grup anggur saja belum memaksimalkan teknologi informasi. Metode untuk mengatasi permasalahan atau solusi yang ditawarkan pada mitra ada 3 hal, yaitu 1) pelatihan dan pendampingan mengenai produksi terkait teknik dan tatacara budidaya dapat dilakukan dengan ahlinya baik secara langsung, youtube, workshop via zoom dll, 2) pengelolaan keuangan meggunakan aplikasi “BukuKas” karena lebih sederhana dan mudah digunakan sehingga perkembangan usaha dapat terpantau 3) Pemasaran menggunakan media teknologi informasi meliputi sosial media dan E-commerce. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperbaiki perekonomian masyarakat khususnya di masa pandemi serta menghasilkan bibit anggur impor yang berkualitas dan variatif dari bibit, batang, dan buahnya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.
PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN PANGAN FUNGSIONAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI FORUM KELOMPOK WANITA TANI SEKAR ARUM TANGERANG SELATAN Tagor M Siregar; Lucia Soedirga; Wenny Sinaga; Yuniwaty Halim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.929 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1155

Abstract

Forum kelompok wanita tani (KWT) Sekar Arum merupakan kelompok masyarakat di Tangerang Selatan yang melakukan budidaya tanaman pangan. Pada masa pandemi Covid-19 masyarakat diharapkan memiliki asupan makanan sehat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Pangan fungsional adalah pangan dengan kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar anggota Forum KWT Sekar Arum Tangerang Selatan masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai manfaat kesehatan bahan pangan yang telah dibudidayakan. Sebagai respon atas kondisi ini, Program Studi Teknologi Pangan UPH melaksanakan kegiatan penyuluhan pemanfaatan pangan fungsional yang bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan pangan lokal yang dibudidayakan sebagai sumber pangan fungsional. Pada tahap persiapan dilakukan proses diskusi dengan pengurus Forum KWT Sekar Arum dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan untuk memastikan kesesuaian materi dan teknis pelaksanaan penyuluhan. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan secara webinar menggunakan platform zoom meeting. Materi penyuluhan meliputi definisi, jenis komponen aktif dan manfaat fisiologis pangan fungsional. Penyuluhan diikuti oleh 87 peserta yang mewakili beberapa KWT di Tangerang Selatan. Evaluasi berdasarkan pengisian kuesioner menunjukkan 98,85% peserta menyatakan penyuluhan dapat diikuti dengan baik dan sangat bermanfaat serta menginginkan adanya penyuluhan atau pelatihan berkelanjutan dengan topik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi sumber daya yang ada.

Page 62 of 138 | Total Record : 1378