cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MENUNJANG KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK DARI SEGI SOSIAL, EKONOMI, KESEHATAN DAN KARAKTER DI MI DARUL ILMI BANJARBARU Surawardi Surawardi; Rosa Nurafifah Surono
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9099

Abstract

AbstractThe role of parents is very beneficial for the development of children's learning, because meeting children's needs is not enough only materially, parents also play a role from a social point of view, maintaining children's health, independence and discipline. children so they can fulfill. optimize their education. The author is interested in examining how the role of parents supports the welfare of children's formal education socially, economically, health, independence, and discipline at MI Darul Ilmi. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 32 respondents consisting of parents of fifth grade students at MI Darul Ilmi Banjarbaru. Data collection is by giving questionnaires to respondents. Then draw conclusions from several question indicators and convert them using the percentage (%) of the final results of these indicators. The results of this study mention the role of parents in the social life of children by limiting children's playing time after coming home from school saying they agree by 72% so that children can find out their playing time so that they can maintain intimacy between each other, the role of parents in children's economic life is to limit spending by not adding spending money when the child asks for it back says agrees at 50% so children can learn not to be wasteful, the role of parents in the child's health life always brings food to school for their children says agrees at 63% so children don't shop carelessly, the role of parents to form a child's independence by always reminding them to go home because they play too long saying they agree by 91% meaning that there are still many children who are less independent because their parents are always reminded to recognize when it's time to play, and the role of parents in shaping children's discipline in limiting the desires they always want, such as buying toys, they agree by 94% so that children understand in limiting themselves not to live excessively.Keywords: The role of parents, children's education in terms of social, economic, health, independence, and discipline.AbstrakPeran orang tua sangat bermanfaat bagi perkembangan belajar anak, karena pemenuhan kebutuhan anak tidak cukup hanya secara materi, orang tua juga berperan dari segi sosial anak, menjaga kesehatan, kemandirian dan kedisiplinan anak. anak-anak sehingga mereka dapat memenuhi. pendidikan mereka secara optimal. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peran orang tua mendukung kesejahteraan pendidikan formal anak secara sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan di MI Darul Ilmi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 32 responden terdiri dari orang tua siswa kelas V di MI Darul Ilmi Banjarbaru. Pegumpulan data yaitu dengan memberikan kuesioner kepada responden. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dari beberapa indikator pertanyaan dan secara konversi menggunakan persentasi (%) hasil akhir indikator tersebut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan peran orang tua dalam kehidupan sosial anak dengan membatasi waktu bermain anak setelah pulang sekolah mengatakan setuju sebesar 72% agar anak dapat mengetahui waktu bermainnya agar dapat menjaga keakraban antar sesama, peran orang tua dalam kehidupan ekonomi anak yaitu membatasi belanja dengan cara tidak menambahkan uang belanja ketika anak meminta kembali mengatakan setuju sebesar 50% supaya anak bisa belajar untuk tidak boros, peran orang tua dalam kehidupan kesehatan anak selalu membawakan bekal makanan ke sekolah untuk anaknya mengatakan setuju sebesar 63% agar anak tidak belanja sembarangan, peran orang tua untuk membentuk sikap kemandirian anak dengan selalu mengingatkan untuk pulang ke rumah karena terlalu lama bermain mengatakan setuju sebesar 91% artinya terdapat masih banyak anak yang kurang mandiri karena mereka selalu diingatkan oleh orang tuanya untuk mengenali waktu bermain, dan peran orang tua dala membentuk sikap kedisiplinan anak dalam membatasi keinginan yang selalu mereka inginkan seperti membeli mainan mengatakan setuju sebesar 94% agar anak mengerti dalam membatasi dirinya untuk tidak hidup berlebihan.Kata Kunci: Peran orang tua, Pendidikan anak segi sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan.
OUTDOOR LEARNING RELIGY: DESAIN PEMBELAJARAN AL-QURAN DAN STRATEGI PENANAMAN TAUHIDULLAH PESERTA DIDIK DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN NURUL BILAD BATUARA Syam, Futri; Husna, Fathayatul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i2.9380

Abstract

Penentu maju atau mundurnya suatu peradaban bangsa adalah pendidikan, baik sistem pendidikan formal, informal maupun nonformal. Namun, Pendidikan informal masih kurang diperhatikan pengelolaannya,  Taman Pendidikan al-Quran adalah salah satu contoh lembaga pendidikan informal yang ada di masyarakat. Padahal TPQ dapat mendukung peserta didik dalam belajar membaca al-Quran dan memahami agama Islam yang dianutnya serta dengan pengelolaan TPQ yang maksimal dapat berkontribusi terhadap prestasi belajar peserta didik di sekolah formal khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pembelajaran yang digunakan dalam menanamkan tauhidullah kepada peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik di Taman Pendidikan al-Quran Nurul Bilad Batuara. Adapun desain pembelajaran yang digunakan oleh pendidik adalah Jelajah Alam Sekitar (JAS), kegiatan ini dapat menumbuhkan pemahaman tauhidullah peserta didik.
EKSISTENSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA MODERN DALAM BUKU PRIBADI DAN MARTABAT BUYA HAMKA Norhudlari, Ahmad
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9417

Abstract

Pembentuk karakter anak saat ini sangat diperlukan, di era modern sekarang seiring dengan berkembangnya teknologi karakter juga mengalami perubahan, awalnya memiliki karakter yang positif menjadi negatif. Kalau tidak teratasi dengan baik akan hancur nilai karakter positif itu. Buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka yang ditulis oleh Rusydi Hamka, mengajarkan pentingnya pendidikan karakter positif dalam berbagai zaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yakni mengumpulkan data, mereduksi, menganalisis data serta menyimpulkan hasil penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metodologi analisis isi, penulis melakukan analisis terhadap tulisan yang diulas dalam buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka (sub judul ke-3: Ibu, Obat Hati Ayah dan Anak, ke-5: Kenangan Akan Buya Hamka yang Mengharukan dan ke-6: Pribadi Buya Hamka yang Menakjubkan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji eksistensi nilai-nilai pendidikan karakter di era modern. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu data primer berupa buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka dan data sekunder sebagai sumber pendukung yang relevan sehingga dapat memperjelas data primer yang diperoleh dari Al-Quran, hadits, buku, maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan eksistensi nilai-nilai pendidikan karakter di era modern yang terkandung di dalam buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka  sub judul ke-3 adalah sabar, tanggung jawab dan memuliakan tamu, sub judul ke-5 adalah kerja keras dan tekun, cinta dalam berkarya, sub judul ke-6 adalah manajemen waktu, rajin beribadah dan pemaaf.Kata Kunci: Karakter, Pendidikan, Nilai-nilai, Modern
PERAN KIYAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM PADA SANTRI STUDI KASUS DI PONDOK MODERN IGM AL-IHSANIYAH PALEMBANG Marliansyah, Anan; Isnaini, Muhammad; Ali, Mukti
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9433

Abstract

Peran kiyai dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam pada santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kiyai dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam pada santri dan bagaimana pelaksanaan pendidikan Islam di pondok modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang. Jenis penilitian yang digunakan adalah studi kasus dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiyai memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam pada santri. Kiyai berperan membantu membentuk karakter santri yang kuat, meningkatkan kualitas pengajaran, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas fasilitas dan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler. Kemudian pelaksanaan pendidikan Islam di pondok modern IGM Al-Ihsaniyah Palembang dilaksanakan dengan metode totalitas pendidikan 24 jam, serta mengintegrasikan antara kurikulum K13 Kemenag dan kurikulum KMI pondok modern Darussalam Gontor dengan memerhatikan nilai-nilai keislamannya pada setiap program pendidikan yang dilaksanakan.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM : PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHOLDUN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Uluwiyah, Tarbyatul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i2.9616

Abstract

Regarding education, there are many thoughts from scholars regarding education for humans, both Islamic scholars and non-Islamic scholars. Thoughts of experts on education are very diverse, but there are many thoughts in common. In this paper the author will analyze one educational thought, namely the thought of an Islamic scholar whose work is very famous entitled Muqadimah, namely Ibnu Kholdun. This paper will explain the history of Islamic education according to Ibn Kholdun's thoughts, and how relevant it is to the current era in Indonesia. In this problem, the author uses a qualitative method in searching data related to the theme. The data taken is in the form of relevant journals or books. Ibn Khaldun was a thinker who was very firm in his faith and committed to religious teachings. Ibn Khaldun proportionally places authority and reason, in contrast to previous thinkers. He was reluctant to mix things up or to link things up with religious rules, which were usually coercive. Ibn Khaldun only wanted to see the world through scientific reasoning. So from that Aristotle's concept of logic regarding logic can be used as a basis, while his concept of divinity according to Ibn Khaldun's view cannot be used as a strong basis. For this reason, it is important for the author to know how Ibn Kholdun's thoughts look at the history of Islamic education and its relevance to education in Indonesia.
GERAKAN KEAGAMAAN SEBAGAI PELOPOR TERBENTUKNYA DINASTI SAFAWI DAN KEMAJUAN PENDIDIKAN ISLAM PERSIA Muhaimin, Rizal; Iskarim, Mochamad
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 14 No. 1 (2024): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v14i1.9740

Abstract

The Safavid dynasty was a dynasty that experienced rapid civilizational progress in the Islamic Middle Ages. This was based on the existence of a religious movement which was a pioneer in utilizing politics for the glory of the Syafawi Dynasty. This research aims to find out what kind of religious movements were carried out during the Safavid dynasty and how education progressed during that period. This research uses a qualitative approach with the type of library research. The data collection method used is documentation. The data is then analyzed using descriptive techniques, then interpretive steps, and then conclusions are drawn. The results of the research are that the Safavid dynasty developed through the Shiite religious movement spearheaded by Safi Ad-Din. This movement was carried out by the Sufis against the rulers of the Syafawi Dynasty, causing the religious movement to turn into a political movement. The form of education and intellectual life during the Safavid Dynasty was aimed at strengthening Shiite ideological doctrine. Shiite ideology is very strong in spreading its understandings throughout all levels of society in order to strengthen power. The Syafawi dynasty made rapid progress in the fields of politics and government, the education system and the economy. The peak of the Safavid Dynasty's scientific and educational glory was realized during the time of Shah Abbas I with the establishment of 162 mosques and 48 educational centers. Keyword: Religious Movements; Safavid Dynasty; Islamic Education.
PENILAIAN FORMATIF DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PEMEBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS IV SDN SEKUMPUL 1 MARTAPURA Ihsan, Miftahul; Maemonah, Maemonah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i2.9872

Abstract

ABSTRACT: Achieving results in teaching PAI material in this independent curriculum needs to be through tests, the provision of an independent curriculum is important to answer the constraints of society era 5.0. At the heart of an independent curriculum is freedom of thought, which offers students the opportunity to develop to form superior resources. The main principle is to conduct national assessments, competencies and characters, where the assessment highlights students' reading and mathematics skills. The implementation of the formative test in grade IV SDN Sekumpul 1 Martapura is a test carried out on the teaching and learning program process to see the successful behavior of the teaching and learning process itself, The research method carried out at SDN Sekumpul 1 is by collecting data directly in the field or place that is the object of research, the implementation of formative tests is carried out using the card match index method and focus group discusion with an assessment of knowledge, activeness and social awareness on the material causes of the migration of the prophet Muhammad SAW using 6 samples of grade IV students of SDN Sekumpul 1 MartapuraKeywords:     Assessment, Formative, Curriculum, MerdekaABSTRAK: Mencapai kebehasilan dalam pengajaran pada materi PAI di kurikulum merdeka ini perlu melalui   tes, Penyediaan kurikulum yang merdeka penting untuk menjawab kendala masyarakat era 5.0. Inti dari kurikulum merdeka adalah kebebasan berpikir, yang menawarkan kesempatan kepada siswa untuk berkembang membentuk sumber daya yang unggul. Prinsip utamanya adalah melakukan asesmen secara nasional, kompetensi dan karakter, dimana asesmen tersebut menonjolkan kemampuan membaca dan matematika siswa. pelaksanaan tes formatif di kelas IV SDN Sekumpul 1 Martapura merupakan tes yang dilakukan pada proses program belajar-mengajar untuk melihat tingkah laku keberhasilan proses belajar- mengajar itu sendiri, metode penelitian yang dilakukan di SDN  Sekumpul 1 yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung di lapangan atau tempat yang menjadi objek penelitian, pelaksanaan tes formatif dilakukan dengan menggunakan metode indeks card match dan focus group discusion dengan penilaian asepek penegtahuan, keaktifan dan sosial pada materi sebab – sebab hijrahnya nabi Muhammad SAW dengan menggunakan 6 sampel siswa kelas IV SDN Sekumpul 1 MartapuraKata Kunci : Penilaian, Formatif, Kurikulum, Merdeka
THE EFFECTIVENESS OF TIMELINE STORY POSTER FOR ISLAMIC HISTORY SUBJECT Nurahmah, Riska Hanan
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i2.10859

Abstract

Islamic History courses are often considered boring and uninteresting, which has an impact on student learning outcomes. Especially if the learning media used is considered monotonous and not creative. This research aims to test the effectiveness of the Timeline Story Poster learning media on student learning outcomes in Islamic history courses. The population is 235 students and the sample is 70 students. The results of the Mann-Whitney test using SPSS 16 show that there are differences in learning outcomes between the control class and the experimental class. In other words, the Timeline Story Poster media can be considered effective for use in Islamic history courses. Keywords: Islamic history, media, timeline story poster, learning outcomes
ANALISIS HADIS-HADIS BAHAN AJAR PAI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Malkan, Mardhiya Agustina; Jannah, Raudhatul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 2 (2023): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i2.11418

Abstract

The purpose of this study is to describe the ethical values contained in the hadiths in the teaching materials of PAI class VII in Junior High School. Where in the face of the era of disruption with the condition of massive innovation in various things into life, causing the unpreparedness of the younger generation to deal with it, especially in the context of national life with the conditions of multicultural Indonesia. Behavioral shifts also change along with technological advances. Ethics education is an important part of the concept of human life in order to create harmony. This type of research is a literature research by studying and examining library materials related to the traditions studied, namely through the steps of mentakhrij hadith and tracing the syarah as well as tracing its content from various references, and then analyzing and concluding the ethical values contained therein. The result of this research is that there are eight ethical points contained in 5 hadiths, namely: mutual respect, preventing discrimination, discipline, patience, obedience, humility, generosity and forgiveness. The results of this study can be used as material in the reconstruction of millennial youth ethics education. Keywords: Ethics Education; Millennial Youth; Era of Disruption; Hadith Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai etika yang terdapat dalam hadis-hadis pada bahan ajar mata pelajaran PAI kelas VII di Sekolah Menengah Pertama dalam menghadapi era disrupsi dengan kondisi terjadinya inovasi besar-besaran dalam berbagai hal ke dalam kehidupan, menyebabkan ketidaksiapan generasi muda untuk menghadapinya, khususnya dalam konteks kehidupan kebangsaan dengan kondisi Indonesia yang multibudaya. Pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan kemajuan teknologi. Pendidikan etika menjadi bagian penting dari konsep kehidupan manusia agar tercipta keharmonisan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan mempelajari dan menelaah bahan pustaka yang berhubungan dengan hadis-hadis yang diteliti, yaitu melalui langkah mentakhrij hadis dan menelusuri syarahnya serta menelusuri kandungannya dari berbagai referensi, dan kemudian menganalisis dan menyimpulkan nilai etika yang terdapat di dalamnya. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan delapan butir etika yang terkandung dalam 5 hadis yaitu: saling menghormati, mencegah diskriminasi, disiplin, sabar, patuh, merendah, pemurah dan pemaaf. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam rekonstruksi pendidikan etika remaja milenial. Kata Kunci: Pendidikan Etika; Remaja Milenial; Era Disrupsi; Hadis
STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI AKSI BULLYING DI MADRASAH Humaida, Dinda Amaly Ayyu; Kunaepi, Aang; Perwita, Atika Dyah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 14 No. 1 (2024): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v14i1.11707

Abstract

Aqidah Akhlak teachers are expected to be able to play a role in preventing bullying in madrasas with various efforts to create a safe and peaceful school life. This research was carried out using a qualitative approach with descriptive research using the case study method. Data collection was carried out through a process of interviews, observation and documentation. The results of this research show that: 1) The form of bullying behaviour that occurs at MA Al-Wathoniyyah is verbal and physical, 2) The role of the Aqidah Akhlak teacher in overcoming bullying is by becoming a teacher, guide, counsellor, evaluator, model/example, and as a driver of creativity, 3) Solutions provided by the school as an effort to prevent and overcome bullying by providing understanding, advice and motivation; become a role model teacher to instil morals; enforce madrasa rules and regulations; socialization; and strengthen cooperation between madrasahs and student guardians. Apart from that, some plans are still being pursued to prevent bullying through regularly scheduled mentoring with students. As well as carrying out mandatory monthly meeting agendas in the form of supervision from the madrasa head together with the class teacher and Guidance Counseling. Keywords: Bullying; Moral Creeds; Teacher's Role   Abstrak: Guru Akidah Akhlak diharapkan mampu berperan dalam pencegahan aksi bullying di madrasah dengan berbagai upaya demi terwujudnya kehidupan sekolah yang aman dan damai. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk perilaku bullying yang terjadi di MA Al-Wathoniyyah adalah secara verbal dan fisik, 2) Peran guru Akidah Akhlak dalam mengatasi aksi bullying adalah dengan menjadi seorang pengajar, pembimbing, konselor, evaluator, model/contoh, dan sebagai pendorong kreativitas, 3) Solusi yang diberikan pihak sekolah sebagai upaya mencegah dan mengatasi aksi bullying dengan pemberian pemahaman, nasihat, dan motivasi; menjadi pribadi guru tauladan dalam rangka penanaman akhlak; menegakkan tata tertib madrasah; sosialisasi; dan mempererat kerjasama pihak madrasah dengan wali siswa. Selain itu terdapat rencana yang masih diupayakan untuk mencegah aksi bullying melalui pendampingan rutin terjadwal serta melakukan agenda wajib rapat bulanan berupa supervisi dari kepala madrasah bersama wali kelas dan guru Bimbingan Konseling. Kata Kunci: Akidah Akhlak; Bullying; Peran Guru

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue