cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
CINTA, TAKUT, DAN HARAP KEPADA ALLAH SWT Sarkati, Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3762

Abstract

ABSTRACT: The worship will not be accepted except with three pillars. The three pillars are love, hope and fear. In carrying out worship, one must present a sense of love for Allah, hope in Him, and fear Him. These are the three pillars of worship that must be present in all worship that we do. Prayer, fasting, pilgrimage, and alms, all obedience that makes a way to get closer to Allah must have these three things. Every servant is obliged to worship Allah by loving Him.KEYWORDS: Worship; Love; Afraid; Please. ABSTRAK: Ibadah itu tidak akan diterima kecuali dengan tiga rukun (pilar). Ketiga rukun tersebut adalah cinta, harap, dan takut. Dalam melaksanakan ibadah, seseorang harus menghadirkan rasa cinta kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Inilah tiga pilar ibadah yang harus ada pada semua ibadah yang kita kerjakan. Shalat, puasa, haji, dan sedekah, semua ketaatan yang menjadikan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah harus terdapat tiga hal ini. Setiap hamba wajib beribadah kepada Allah dengan mencintai-Nya.KATA KUNCI: Ibadah; Cinta; Takut; Harap. 
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI Samsuni, Samsuni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3767

Abstract

ABSTRACT: Human Resources are the greatest power in processing all resources on earth, because basically all of God's creations that exist on this earth are deliberately created by God for the benefit of mankind. This has been clearly stated by Allah in the Qur'an surah Al-Jatsiyah verse 13. Therefore, this existing resource must be managed properly because it is a mandate that will be held accountable in the future. To get good management, knowledge is needed to support the empowerment and optimization of the benefits of existing resources. In Surah Ar-Rahman verse 33, Allah has encouraged humans to seek knowledge as widely as possible without limits in order to prove the omnipotence of Allah Swt.KEYWORDS: Management; Human Resources; Islamic. ABSTRAK: Sumber Daya Manusia merupakan kekuatan terbesar dalam pengolahan seluruh resources yang ada di muka bumi, karena pada dasarnya seluruh ciptaan Allah yang ada di muka bumi ini sengaja diciptakan oleh Allah untuk kemaslahatan umat manusia. Hal ini sangat jelas telah ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran surah Al-Jatsiyah ayat 13. Oleh karena itu sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar karena itu merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik, ilmu sangatlah diperlukan untuk menopang pemberdayaan dan optimalisasi manfaat sumber daya yang ada. Di dalam surah Ar-Rahman ayat ke 33, Allah telah menganjurkan manusia untuk menuntut ilmu seluas-luasnya tanpa batas dalam rangka membuktikan kemahakuasaan Allah Swt.KATA KUNCI: Manajemen; Sumber Daya Manusia; Islami.
AKHLAK KEPADA DIRI SENDIRI Muhrin, Muhrin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3768

Abstract

ABSTRACT: Today, the morale of this nation is getting destroyed and lost. This is evidenced by the immoral behaviors carried out by the Indonesian people, especially young people. Immoral attitudes are now increasingly rampant in people's lives and have even been considered normal and natural in people's lives. This is inseparable from the mistakes of parents in educating their children who let it go without being provided with religious knowledge which is used as a guide for living in their life in the world. One of the main keys in fixing the morals of this nation is by focusing on the family environment and the need for awareness to every family that moral education, especially moral education, is important to be taught and instilled in a child. In the process of inculcating moral values, moral values must first be instilled in ourselves, because all of these things start from ourselves. Once we are truly embedded in moral values, it can automatically spread in other aspects of life.KEYWORDS: Morals; Self; Behavior ABSTRAK: Dewasa ini, moral bangsa ini semakin hancur dan hilang. Hal ini terbukti dengan adanya perilaku-perilaku amoral yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama kaum muda. Sikap amoral yang sekarang semakin merajalela di kehidupan masyarakat dan malah sudah dianggap biasa dan wajar dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kesalahan orangtua dalam mendidik anaknya yang membiarkan begitu saja tanpa dibekali adanya pengetahuan-pengetahuan agama yang dijadikan pedoman hidup dalam mengarungi kehidupannya di dunia. Salah satu kunci utama dalam membenahi akhlak bangsa ini yaitu dengan menitikberatkan pada lingkungan keluarga dan perlu penyadaran terhadap setiap keluarga bahwasanya pendidikan akhlak terutama pendidikan akhlak penting untuk diajarkan dan ditanamkan dalam diri seorang anak. Dalam proses penanaman nilai akhlak ini haruslah pertama kali ditanamkan nilai-nilai akhlak terhadap diri sendiri, karena semua hal itu dimulai dari diri kita sendiri. Setelah diri kita benar-benar tertanam nilai akhlak maka secara otomatis dapat menjalar dalam aspek-aspek kehidupan yang lain.KATA KUNCI: Akhlak; Diri Sendiri; Perilaku.
PEMIKIRAN KRITIS JOHN DEWEY TENTANG PENDIDIKAN Hasbullah, Hasbullah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3770

Abstract

ABSTRACT: John Dewey's thoughts in the field of education have inspired many thinkers and practitioners of modern education today, apart from Dewey's controversial thoughts that invite pros and cons. In presenting his various ideas as well, Dewey always put forward very argumentative rational reasons. His international reputation lies in his contribution to the educational philosophy of "American Progressivism". Dewey was influential not only in professional philosophy, but also for the development of his fundamental ideas in economics, law, anthropology, political theory and psychology. Experience (experience) is one of the keys in the philosophy of instrumentalism. Dewey's philosophy of instrumentalism is built on the assumption that knowledge originates from experiences and moves back towards experience. Dewey's views on education grew with his work in the school laboratory for children at the University of Chicago.KEYWORDS: Modern Education; Controversial Thoughts; Philosophy of Education. ABSTRAK: Pemikiran John Dewey dalam bidang pendidikan banyak mengilhami para pemikir dan praktisi pendidikan modern dewasa ini, terlepas dari berbagai pemikiran kontroversial Dewey yang mengundang Pro dan Kontra. Dalam menampilkan berbagai gagasanya juga, Dewey senantiasa mengemukakan alasan-alasan rasional yang sangat argumentatif. Reputasi internasionalnya terletak dalam sumbangan pikirannya terhadap filsafat pendidikan "Progressivisme Amerika". Dewey tidak hanya berpengaruh dalam kalangan filsafat profesional, tetapi juga karena perkembangan idenya yang fundamental dalam bidang ekonomi, hukum, antropologi, teori politik dan psikologi. Pengalaman (experience) adalah salah satu kunci dalam filsafat instrumentalisme. Filsafat instrumentalisme Dewey dibangun berdasarkan asumsi bahwa pengetahuan berpangkal dari pengalaman-pengalaman dan bergerak kembali menuju pengalaman. Pandangan Dewey mengenai pendidikan tumbuh bersamaan dengan kerjanya di laboratorium sekolah untuk anak-anak di University of Chicago.KATA KUNCI: Pendidikan Modern; Pemikiran Kontroversial; Filsafat Pendidikan.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS IRSYADUL ISLAMIYAH ROKAN HILIR Halimah, Siti
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3841

Abstract

ABSTRACT: This study aims to determine the management of Islamic Religious Education curriculum development at MTs Irsyadul Islamiyah Rokan Hilir. This research is a qualitative research using interview, observation and documentation techniques as the data collection technique. Based on the results of the analysis carried out by the author, it can be seen that: the management of the Islamic Religious Education curriculum in the development of Islamic Religious Education learning at MTs Irsyadul Islamiyah Rokan Hilir is as follows: a) formulating the vision, mission, and learning objectives to be achieved by conducting internal meetings and preparation of annual and semester program planning; b) maximizing the needs of students, society, users of graduates and advanced studies by adjusting the curriculum and appropriate methods needed by students in accordance with the times; c) carry out a curriculum evaluation to find out whether the curriculum developed and studied is in accordance with existing needs and is appropriate; d) discussions with experts with the aim of getting input on the developed curriculum and adapting it to needs; e) harmonize with the era.KEYWORDS: Management; Curriculum Development; Curriculum Planning; Curriculum Evaluation. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di MTs Irsyadul Islamiyah Rokan Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan hasil analisis yang penulis dilakukan, dapat diketahui bahwa: manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam  di MTs Irsyadul Islamiyah Rokan Hilir adalah sebagai berikut: a) melakukan perumusan visi, misi, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan melakukan rapat internal dan penyusunan perencanaan program tahunan dan semester; b) memaksimalkan kebutuhan siswa, masyarakat, pengguna lulusan dan studi lanjutan dengan menyesuaikan kurikulum dan metode yang tepat yang dibutuhkan siswa sesuai dengan perkembangan zaman; c) melaksanakan evaluasi kurikulum untuk mengetahui apakah kurikulum yang di kembangakan dan dipelajari sesuai dengan kebutuhan yang ada dan sudah tepat; d) diskusi dengan pakar dengan tujuan medapatkan masukan terhadap kurikulum yang dikembangkan dan meyesuaikannya dengan kebutuhan; e) menyelaraskan dengan perkembangan zaman.KATA KUNCI: Manajemen; Pengembangan Kurikulum; Perencanaan Kurikulum; Evaluasi Kurikulum.
MANAJEMEN EVALUASI PROGRAM TULIS BACA AL-QUR’AN Neni, Neni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3843

Abstract

ABSTRACT: This study aims to determine student learning outcomes in learning Islamic Religious Education. A teacher must have knowledge about the evaluation of learning outcomes, including the techniques and steps for evaluating learning outcomes, so that the evaluations carried out can be measured. This research was conducted to examine what and how to evaluate the management of the Qur'an reading and writing program. This research is qualitative with observation technique. The results of the study showed that the program was running well, marked by the quality and results of reading the Qur'an by students who were correct and had understood the words and their meanings.KEYWORDS: Management; Evaluation; Write and Read. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang evaluasi hasil belajar, di antaranya adalah teknik dan langkah-langkah evaluasi hasil belajar, sehingga evaluasi yang dilakukan dapat terukur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji apa saja dan bagaimana manajemen evaluasi program tulis baca Al-Qur’an. Penelitian bersifat kualitatif dengan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa programnya berjalan dengan baik, ditandai dengan adanya kualitas dan hasil bacaan Al-Qur’an siswa sudah benar dan telah memahami kata-kata dan kandungan makna-maknanya.KATA KUNCI: Manajemen; Evaluasi; Tulis Baca. 
PENDIDIKAN KERUKUNAN SEBAGAI SARANA MEWUJUDKAN HARMONISASI KEHIDUPAN BERAGAMA: STUDI NORMATIF PRAKSIS PADA AGAMA-AGAMA DI KALIMANTAN SELATAN Fathullah, Amal
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3908

Abstract

ABSTRACT: Every religion has noble values and functions, both in the internal life of its adherents, as well as in external relations between religious followers. In internal life, religion is believed to have an educational function for its adherents. Religion provides sacred values that must be believed, provides guidance, guidelines for life, so that its adherents are properly religious and live in a harmonious and peaceful order between one another. Religion also has a saving function, that by practicing religion properly, its adherents believe they will survive in this world and the hereafter. Religion also functions in social supervision, in the sense that religion provides signs of actions that must be done and / or must be avoided, so that an orderly and safe life is created without any disturbance. Furthermore, religion also functions to foster brotherhood, both internally and between adherents of different religions. Although the religions that live in this world are different, because they have a brotherly function, the relationship between religions remains relatively harmonious from time to time. The target of fostering religious harmony is not only aimed at adults, but also aimed at school children through educational institutions. In this case outlined: Student acceptance, teaching staff, curriculum, value of the field of study, commemoration of religious holidays.KEYWORDS: Religion; Harmony Education; Religious Life.ABSTRAK: Setiap agama memiliki nilai dan fungsi luhur, baik dalam kehidupan internal pemeluknya, maupun dalam hubungan eksternal antar penganut agama. Dalam kehidupan internal, agama diyakini berfungsi edukatif bagi pemeluknya. Agama memberikan nilai-nilai sakral yang mesti diyakini, memberi bimbingan, pedoman hidup, sehingga pemeluknya beragama secara benar dan hidup dalam tata aturan yang rukun dan damai antar sesamanya. Agama juga berfungsi penyelamatan, bahwa dengan pengamalan agama secara benar, pemeluknya yakin mereka akan selamat hidupnya di dunia dan akhirat. Juga agama berfungsi dalam pengawasan sosal, dalam arti agama memberi rambu-rambu perbuatan yang harus dilakukan dan atau harus dijauhi, sehingga tercipta kehidupan yang tertib dan aman tanpa ada gangguan. Selanjutnya agama juga berfungsi memupuk persaudaraan, baik intern maupun antar pemeluk agama yang berbeda. Meskipun agama-agama yang hidup di dunia ini berbeda-beda, namun karena ada fungsi persaudaraan yang dimilikinya, maka hubungan antar agama boleh dikatakan tetap relatif harmonis dari masa ke masa. Sasaran pembinaan kerukunan hidup umat beragama tidak hanya diujukan kepada orang dewasa, tetapi juga ditujukan kepada anak-anak sekolah melalui lembaga pendidikan. Dalam hal ini digariskan: Penerimaan peserta didik, Tenaga pengajar, Kurikulum, Nilai bidang studi, Peringatan hari-hari besar agama.KATA KUNCI: Agama; Pendidikan Kerukunan; Kehidupan Beragama.
ETOS KERJA ALUMNI PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ANTASARI BANJARMASIN Muharramah, Nauriatul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4307

Abstract

ABSTRACTSociety considers that alumni of the Islamic Educational Management Program at UIN Antasari Banjarmasin are lower than alumni from other programs at the institution. The purpose of this research was to describe the work performance of the alumni and to discover factors affecting the work performance of the alumni. This research used a quantitative approach with Likert-scale questionnaires. The questionnaires contained 13 indicators of the work performance of the alumni.  The result showed that the work performance of the alumni was high because 11 from 13 indicators were in good categories. Factors affecting work performance were human, workload, and work environment.KEYWORDS: Islamic Education Management; Alumni; Work Ethic. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh anggapan masyarakat yang menilai alumni program studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin rendah dibanding alumni program studi lainnya di UIN Antasari Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan etos kerja alumni dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap etos kerja para alumni Manajemen Pendidikan Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan angket respon sebagai instrumen pengumpulan data dan penggunaan skala Likert dalam mengukur poin pernyataan pada angket respon. Angket respon yang dibuat mencakup 13 indikator etos kerja. Adapun hasil dari penelitian ini adalah etos kerja alumni program studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin dikatakan tinggi karena telah mencakup 11 dari 13 indikator etos kerja dengan keterangan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja adalah manusia, beban kerja, dan lingkungan kerja.KATA KUNCI: Manajemen Pendidikan Islam; Alumni; Etos Kerja. 
KONSEP PERSATUAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN: PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Surawardi, Surawardi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4309

Abstract

ABSTRACTUnity is very important in Islam. In the Qur’an, there are many verses indicated unity. The concept of unity becomes very important when Indonesia experiences an outbreak of the Covid-19 pandemic. This is interesting for researchers to discuss more deeply the concept of unity conveyed by the Qur’an and the concept can be applied in the current Covid-19 pandemic. This research used a library method through direct observations and a method by searching for sources in books by comparing verses related to unity in different perspectives, but the case was the same. This study explained detailly about the concept of unity in the Qur’an that could be applied to deal with the Covid-19 pandemic case in Indonesia. Although Indonesia consisted of various ethnicities and full of diversity, based on the results of this study, it was that the messages contained in the Qur’an related to unity could be applied in Indonesia to deal with the Covid-19 outbreak.KEYWORDS: Unity; Multiple Countries; Covid-19 Pandemic. ABSTRAKPersatuan merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Di dalam Alquran banyak ditemukan ayat yang mensyariatkan tentang persatuan tersebut. Konsep persatuan ini menjadi sangat penting ketika Indonesia sebagai negara majemuk mengalami wabah pandemi Covid-19. Hal ini menarik bagi peneliti untuk membahas lebih dalam mengenai konsep persatuan yang disampaikan oleh Alquran dan konsep tersebut dapat diterapkan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yang dianalisis dengan pengamatan peneliti, yakni dengan metode pencarian sumber-sumber yang ada di buku-buku dengan cara membandingkan ayat-ayat yang terkait dengan persatuan yang mana redaksinya berbeda, namun kasusnya sama ditambah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci mengenai konsep persatuan di dalam Alquran yang mana konsep persatuan tersebut dapat diterapkan dalam upaya menghadapi kasus pandemi Covid-19 di Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam ragam dan penuh dengan kemajemukan, berdasarkan hasil penelitian ini ternyata pesan-pesan yang terkandung dalam Alquran terkait persatuan dapat diterapkan di Indonesia guna menangani wabah Covid-19.KATA KUNCI: Persatuan; Negara Majemuk; Pandemi Covid-19.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DIGITAL UNTUK ANAK USIA DINI Assyauqi, Mohammad Iqbal
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4310

Abstract

ABSTRACTMoral damage to children is caused by a lack of religious education in children. Religious education can be a solution to the problem of children's moral decay. With the existence of religious education, it is hoped that children can apply good moral values, manners, norms and ethics in everyday life. As a form of responsibility for education for children from an early age, this paper will try to provide thoughts related to these issues. To overcome this problem, competency-based and production-oriented digital teaching materials were developed that were valid and suitable for use in learning activities and for student independent learning. The methodology used is development with the final product in the form of a digital textbook developed with the ADDIE model. The approach used is a competency-based and production-oriented learning approach. Based on the analysis of the data obtained from the validation questionnaire, the percentage of validation of material experts was 77.6%, media experts were 80.6%, individual trials were 80%, small group trials were 81.9%, field trials were 82, 4%. The overall results indicate that the digital-based Islamic religious education learning module has the feasibility and validity to be used in Islamic Religious Education learning activities.KEYWORDS: Learning Module; Moral; Islamic education; Digital. ABSTRAK Kerusakan moral pada anak disebabkan oleh kurangnya pendidikan agama pada anak. Pendidikan agama dapat menjadi solusi dari permasalahan kerusakan moral anak. Dengan adanya Pendidikan agama, diharapkan anak dapat menerapkan nilai-nilai moral, sopan santun, norma dan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk tanggung jawab dari pendidikan untuk anak sejak dini maka tulisan ini akan mencoba memberikan pemikiran yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dikembangkanlah bahan ajar digital berbasis kompetensi dan berorientasi produksi yang valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran maupun untuk belajar mandiri siswa. Metodelogi yang digunakan adalah  pengembangan dengan produk akhir berupa buku ajar digital yang dikembangkan dengan model ADDIE. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi dan berorientasi pada produksi. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari angket validasi, persentase validasi ahli materi sebesar 77,6%, ahli media sebesar 80,6%, uji coba perorangan sebesar 80%, uji coba kelompok kecil sebesar 81,9%, uji coba lapangan sebesar 82,4%. Hasil keseluruhan tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis digital memiliki kelayakan dan kevalidan untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.KATA KUNCI: Modul Pembelajaran; Moral; Pendidikan Agama Islam; Digital. 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue