cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM ISLAM: STUDI TERHADAP IQ, EQ, DAN SQ Mariani, Mariani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4780

Abstract

Abstract: This article reveals holistic education in Islam, namely the study of IQ (Intellegent Quotient or intellectual intelligence), EQ (Emotional Quotient or emotional intelligence), and SQ (Spiritual Quotient or spiritual intelligence) in Islam. The holistic education paradigm is a way of looking at education as a whole, not partial, limited, and rigid. This holistic education paradigm can certainly be seen as in line with the world view of Islamic education. Al-Qur'an and al-Hadith explicitly discuss aqal, qalbu, and fuad as the center of IQ, EQ, and SQ showing that Islam gives equal appreciation to the three intelligence systems. The relationship between the three can be said to need and complement each other, because Islam places equal emphasis on "hablun min Allah" and "hablun min al-nas". So, it can be believed that the balance of IQ, EQ and SQ is the substance of Islamic teachings.Keywords: emotional intelligence; holistic education; intellectual intelligence; spiritual intelligence  Abstrak: Artikel ini mengungkap pendidikan holistik dalam Islam, yaitu studi terhadap IQ (Intellegent Quotient atau kecerdasan intelektual), EQ (Emotional Quotient atau kecerdasan emosional), dan SQ (Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual) dalam Islam. Paradigma pendidikan holistik adalah cara memandang pendidikan dengan menyeluruh, bukan parsial, terbatas, dan kaku. Paradigma pendidikan holistik ini tentu dapat dipandang sejalan dengan pandangan dunia pendidikan Islam. Al-Qur’an dan al-Hadits secara tegas membahas aqal, qalbu, dan fuad sebagai pusat IQ, EQ, dan SQ menunjukkan bahwa Islam memberikan apresiasi yang sama terhadap ketiga sistem kecerdasan tersebut. Hubungan ketiganya dapat dikatakan saling membutuhkan dan melengkapi, karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ". Maka, dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam.Kata Kunci: pendidikan holistik; kecerdasan intelektual; kecerdasan emosional; kecerdasan spiritual.
KONSEP ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DALAM MENGHADAPI COBAAN: DITINJAU DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Mahmudah, Mahmudah; Zuhriah, Fatimah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4781

Abstract

ABSTRACTIslam makes the Al-Qur'an and Hadith as guidelines and instructions in living the life of every human being. Allah will always test His servants both in happiness and in difficulty. Lack of attention to psychological aspects makes many individuals wrong in taking action when faced with difficulties. Dr. Paul G. Stoltz initiated the adversity quotient, this field is a scientific tool for improving individual responses in the face of adversity. This concept is relevant and applicable today, because IQ, EQ and SQ alone are still not sufficient to achieve life success. Based on this, the purpose of this study is to determine the concept of adversity quotient in facing trials from the perspective of Al-Qur'an and Hadith. The method used is literature study. In this study, data sources were obtained from relevant literature such as books, journals, or scientific articles related to the selected topic. The results showed that the concept of adversity quotient in facing trials when viewed from the perspective of the Al-Qur'an Hadith has relevance to the elements contained in patient attitude. The conclusion of this research is that the concept of adversity quotient in the view of Islam is a person who is able to be patient and optimistic and never give up in facing every trial.KEYWORDS: Adversity Quotient; Life's Problems; Al-Qur'an; Hadith. ABSTRAKIslam menjadikan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalani kehidupan setiap manusia. Allah akan selalu menguji hamba-Nya baik dalam suka maupun duka. Kurangnya perhatian terhadap aspek psikologis membuat banyak individu salah dalam mengambil tindakan ketika menghadapi kesulitan. Dr. Paul G. Stoltz memprakarsai adversity quotient, dimana bidang ini merupakan alat ilmiah untuk meningkatkan respons individu dalam menghadapi kesulitan. Konsep ini relevan dan dapat diterapkan saat ini, karena IQ, EQ dan SQ saja masih belum cukup untuk mencapai kesuksesan hidup. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep adversity quotient dalam menghadapi cobaan dari perspektif Al-Qur'an dan Hadist. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari literatur yang relevan seperti buku, jurnal, atau artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep adversity quotient dalam menghadapi cobaan jika dilihat dari perspektif Al-Qur'an dan Hadits memiliki relevansi dengan unsur-unsur yang terkandung dalam sikap sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep adversity quotient dalam pandangan Islam adalah orang yang mampu bersabar dan optimis serta pantang menyerah dalam menghadapi setiap cobaan.KATA KUNCI: Adversity Quotient; Cobaan; Al-Qur'an; Hadist.
PELAKSANAAN MANAJEMEN MADRASAH DALAM RANGKA MENCIPTAKAN KEEFEKTIFAN DAN KEUNGGULAN PROSES PEMBELAJARAN DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA DARUN NASIHIN Sarkati, Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4851

Abstract

Abstract: To achieve the goal of superior learning, one should use the most optimal learning strategy in accordance with the conditional characteristics available for that learning. So excellence in learning is seen from the accuracy of the strategies chosen to achieve learning objectives that are adapted to existing conditions. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darun Nasihin uses learning strategies for superior learning goals by implementing various administrations of the curriculum, learning process, students, educators and education staff, facilities and infrastructure, finance, school relations with the community and administration.Keywords: learning process; madrasa administration; madrasa management Abstrak: Untuk mencapai tujuan pembelajaran unggul, hendaknya menggunakan strategi pembelajaran yang paling optimal sesuai dengan karakteristik kondisional yang tersedia untuk pembelajaran itu. Jadi keunggulan dalam suatu pembelajaran dilihat dari ketepatan strategi yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darun Nasihin menggunakan strategi pembelajaran untuk tujuan pembelajaran unggul tersebut dengan menerapkan berbagai administrasi dari kurikulum, proses pembelajaran, kesiswaan, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat dan tata usaha.Kata Kunci: administrasi madrasah; manajemen madrasah; proses pembelajaran; 
PENERAPAN MUTU TERPADU MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI Hasbullah, Hasbullah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4852

Abstract

ABSTRACTTotal Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management is an extension and development of quality assurance. In other words, TQM can be said as an effort made so as to create a quality culture that is able to encourage all staff members to satisfy customers. Ideally, in the concept of integrated quality, the customer (user) is king. This concept talks about how to deliver what users want, and when and how they want it, so that it matches user expectations. The implementation of Total Quality Management (TQM) in Higher Education states that in relation to the above, of course there are several things that need to be considered by universities in implementing TQM, such as: commitment from top management, commitment to the required resources, steering committee , planning and publication, and infrastructure.KEYWORDS: Total Quality Management; Application; College. ABSTRAKTotal Quality Management (TQM) atau Mutu Terpadu Manajemen merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu.  Dengan kata lain TQM bisa dikata sebagai usaha yang dilakukan sehingga terciptanya sebuah kultur mutu yang mampu mendorong semua anggota stafnya untuk memuaskan para pelanggan. Idealnya, dalam konsep mutu terpadu, pelanggan (pengguna) adalah raja. Konsep ini berbicara tentang bagaimana memberikan sesuatu yang diinginkan oleh pengguna, serta kapan dan bagaimana mereka menginginkannya, sehingga sesuai dengan harapan pengguna. Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa berkaitan dengan hal tersebut di atas, tentunya ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan oleh Perguruan Tinggi dalam mengimplementasikan TQM, seperti: komitmen dari manajemen puncak, komitmen atas sumber daya yang dibutuhkan, steering committee, perencanaan dan publikasi, dan infrastruktur.KATA KUNCI: Mutu Terpadu; Penerapan; Perguruan Tinggi.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI DALAM AL-QUR'AN Samsuni, Samsuni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4853

Abstract

ABSTRACTThe general goal of human resource management is to optimize the productivity of all jobs in an organization. In this case, productivity is defined as the production (output) of a company (goods and services) against the entry (human, capital, materials, energy). Human resources are an existing mandate that must be managed properly and become a responsibility in the hereafter. To get good human resource management, it must be guided by sharia by referring to the Qur'an. Because the Qur'an has given a clear picture of human resources.KEYWORDS: Al-Qur'an; Management; Human Resources. ABSTRAKTujuan umum manajemen sumber daya manusia adalah mengoptimalkan produktivitas semua pekerjaan dalam sebuah organisasi. Dalam hal ini, produktivitas diartikan sebagai hasil produksi (output) sebuah perusahaan (barang dan jasa) terhadap masuknya (manusia, modal, bahan-bahan, energi). Sumber daya manusia adalah amanah yang ada ini harus dikelola dengan benar dan menjadi tanggung jawab di akhirat kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan sumber daya manusia yang baik harus dengan tuntunan syariah dengan berpedoman kepada Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an sudah memberikan gambaran yang jelas tentang sumber daya manusia.KATA KUNCI: Al-Qur’an; Manajemen; Sumber Daya Manusia.
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT Muhrin, Muhrin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4855

Abstract

ABSTRACTIslamic teachings that are universal in nature must be applied in everyday life both in society, nation and state in totality. The application is certainly related to the implementation of one's rights and obligations to God, His apostles, fellow human beings, and the surrounding environment. Especially the application of a servant's morals to His Lord will be seen from the knowledge, behavior, and lifestyle that are filled with awareness of monotheism to Allah SWT. This can be proven by various righteous deeds, piety, and obedience to Allah SWT. Likewise, proof of love for the Prophet Muhammad such as by implementing the sunnah, mutual respect for fellow human beings, and preserving the natural environment. For this reason, in managing life, norms and values are needed to measure standards to determine whether the actions and actions chosen are good or not, right or wrong, so that what is seen is not only self-interest, but also the interests of others, common interests, the interests of the community. humanity as a whole. Thus, each individual is required to have good morals or morality.KEYWORDS: Morals; Islamic Teachings; Allah Swt. ABSTRAKAjaran Islam yang bersifat universal harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara totalitas. Penerapan tersebut tentu berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang kepada Tuhan, rasul-Nya, sesama manusia, dan lingkungan di sekitarnya. Khusus penerapan akhlak seorang hamba kepada Tuhan-Nya akan terlihat dari pengetahuan, perilaku, dan gaya hidup yang dipenuhi dengan kesadaran tauhid kepada Allah Swt. Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai perbuatan amal shaleh, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah Swt. Begitu juga bukti kecintaan kepada Rasulullah saw seperti dengan melaksanakan sunnah, saling menghormati sesama manusia, dan menjaga kelestarian lingkungan alam. Untuk itu, dalam menata kehidupan diperlukan norma dan nilai diperlukan standar  ukuran untuk menentukan apakah perbuatan dan tindakan yang dipilih itu baik atau tidak, benar atau salah, sehingga yang dilihat bukan hanya kepentingan diri sendiri, melainkan juga kepentingan orang lain, kepentingan bersama, kepentingan umat manusia secara keseluruhan. Dengan demikian setiap individu dituntut untuk memiliki moral yang baik atau akhlakul karimah.KATA KUNCI: Akhlak; Ajaran Islam; Allah Swt.
RASA PERHATIAN KEPADA SISWA YANG BERPENGARUH PENTING KEPADA PROSES BELAJAR MENGAJAR Fadila, Nurul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.4909

Abstract

ABSTRACTThis research was intended to explain the influence of civic education teacher’s affection towards student’s character and student’s learning result at SMA Negeri 10 Batang Hari. In this research, the researcher used descriptive quantitative method. The sample of this research was taken as 10% from 479 the number of students at SMA Perintis 2 Bandar Lampung 2011/2012 and the researcher got 48 students as the sample of this research. The data collecting technique in this research were questionnaires, attitude scales and test. Based on the calculation of data analysis, the result showed that there was positive influence and there was significant between civic education teacher’s affection towards student’s character, the higher of civic education teacher’s affection so the higher of student’s character, e.g. instill a sense of mutual help and respect to the students, as well as the lifestyle of a good teacher could increase the student’s c haracter in their daily lives. And also there was positive influence and there was significant between civic education teacher’s affection towards students’ learning result, the higher influence of civic education teacher’s affection, the higher of student’s learning result, e.g. the affection of the teacher could increase students’ enthusiasm in understanding the question and the task of the material with confidence and the students were active in discussion in whole of class.KEYWORDS: Affection; Student Character; Teacher.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kasih sayang guru PKn terhadap karakter siswa dan hasil belajar siswa di SMA Negeri 10 Batang Hari. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 10% dari 479 jumlah siswa di SMA Perintis 2 Bandar Lampung 2011/2012 dan peneliti mendapatkan 48 siswa sebagai sampel penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, skala sikap dan tes. Berdasarkan hasil perhitungan analisis data diperoleh hasil bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan terhadap karakter siswa, semakin tinggi kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan maka semakin tinggi karakter siswa, mis. menanamkan rasa saling membantu dan menghargai siswa, serta gaya hidup guru yang baik dapat meningkatkan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Serta ada pengaruh positif dan signifikan antara kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa, semakin tinggi pengaruh kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan, semakin tinggi hasil belajar siswa, mis. kasih sayang guru dapat meningkatkan semangat siswa dalam memahami soal dan tugas materi dengan percaya diri dan siswa aktif dalam diskusi di seluruh kelas.KATA KUNCI: Kasih Sayang; Karakter Siswa; Guru. 
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QURAN: KAJIAN TAFSIR SURAT AL-HUJURAT AYAT 9-13 Jannah, Miftahul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.4910

Abstract

ABSTRACTThis research aims to provide an understanding to the public about the importance of moral education. Moral education is the basis for all people in religious life. Morals teach to always have good character and behavior in relation to God or in social life. The method used is qualitative through data search or library research. Library research is a series of activities related to the methods of collecting library data, reading and recording and processing research materials. The primary source used is the letter Al-Hujurat verses 9-13 using the tahlili method. The results of the study show that the values of moral education contained in the letter Al-Hujurat verses 9-13 include: fairness, brotherhood, respect for others, humanism, prohibition of backbiting, and piety.KEYWORDS: Moral Education; Religious Life; Character.ABSTRAKPenulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak merupakan dasar bagi semua orang dalam berkehidupan beragama. Akhlak mengajarkan untuk selalu memiliki budi pekerti dan perilaku yang baik dengan hubungan kepada Allah atau dalam kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui penelusuran data-data atau library reseach. Library research yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Adapun sumber primer yang digunakan adalah surat Al-Hujurat ayat 9-13 dengan menggunakan metode tahlili. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 9-13 meliputi: sikap adil, persaudaraan, sikap menghargai orang lain, sikap humanis, larangan menggujing/ghibah, dan taqwa.KATA KUNCI: Pendidikan Akhlak; Kehidupan Beragama; Budi Pekerti. 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DALAM PELATIHAN UNTUK PENINGKATAN BUILDING LEARNING COMMITMENT Rosana, Ratna
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.5067

Abstract

ABSTRACTTraining is one part of non-formal education for adult education (andragogy) as well as a manifestation of the learning process in order to improve Building Learning Commitment the learning process in a training can run effectively, it requires an active spirit and attitude from the trainees in accepting and understanding learning materials, and facilitators are able to create a pleasant learning atmosphere. Given that training is an activity within the framework of the learning process, the existence of learning methods is something that plays an important role in achieving learning objectives in training so that there must be accuracy in the learning methods applied. In this case, discussion is an appropriate learning method applied in a training. Because with the discussion learning method, both the training participants and the facilitators are both active so that there is reciprocal interaction and the exchange of opinions and information.KEYWORDS: Learning Process; Building Learning Commitment; Training; Learning Methods. ABSTRAKPelatihan merupakan salah satu bagian dari pendidikan non formal bagi pendidikan orang dewasa (andragogi) serta sebagai perwujudan dari proses pembelajaran guna meningkatkan Building Learning Commitment proses pembelajaran dalam suatu pelatihan dapat berjalan secara efektif, maka diperlukan semangat dan sikap aktif dari peserta pelatihan dalam menerima dan memahami materi pembelajaran, dan fasilitator mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Mengingat pelatihan merupakan suatu kegiatan dalam rangka proses pembelajaran, maka keberadaan metode pembelajaran adalah suatu hal yang memegang peranan penting demi tercapainya tujuan pembelajaran dalam pelatihan sehingga harus ada ketepatan terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Dalam hal ini, diskusi merupakan metode pembelajran yang tepat diterapkan dalam suatu pelatihan. Karena dengan metode pembelajaran diskusi tersebut, baik peserta pelatihan maupun fasilitator sama-sama bersifat aktif sehingga terjadi interaksi timbal balik dan tukar-menukar pendapat serta informasi.KATA KUNCI: Proses Pembelajaran; Building Learning Commitment; Pelatihan; Metode Pembelajaran.
NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi pada SMP Negeri 1 Basarang di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas) Awal, Rahma Fitri
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.5080

Abstract

ABSTRACTThe values of tolerance possessed by a teacher are a significant role in shaping the attitudes and behavior of students, including the values of tolerance. Tolerance learning in Islamic Religious Education applied by educators in learning given to students who are culturally different directs or encourages students to have positive feelings, develop self-concept, develop tolerance and be willing to accept others. The importance of tolerance values for students so that they become individuals who are tolerant of all forms of difference. This is what is seen in the development of students at SMP Negeri 1 Basarang, Kapuas Regency. Students show mutual help towards others regardless of ethnicity, race and religion. Students also respect each other in terms of carrying out worship. In fact, not infrequently they have close friends from friends of different religions and beliefs. In accordance with the objectives to (1) explain the values of tolerance contained in Islamic Religious Education learning at SMP Negeri 1 Basarang, Kapuas Regency. (2) describe the form of inculcating the values of tolerance in Islamic Religious Education learning at SMP Negeri 1 Basarang, Kapuas Regency. The type of research used is a type of qualitative method, this is in accordance with data in real life as a place of study, the author conducts research directly to the location to obtain and collect data. Field research has the advantage of being closer to reality so that the results reflect the real situation. The research approach carried out in the field is to examine qualitative problems, namely research data procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. With data collection techniques by observation, interviews, and documentation. The results of this study are an explanation of the findings that researchers obtained through observation, interviews and document studies. Observations were made by direct observation of the efforts of PAI teachers in instilling tolerance values at SMP Negeri 1 Basarang. The author conducted interviews by conducting direct and in-depth questions and answers with several informants who were directly or indirectly related to this research namely; PAI teachers and students of SMP Negeri 1 Basarang. The conclusion is that the values of tolerance for PAI learning are tolerance in the school environment in everyday life and a form of inculcating tolerance values in instilling in the learning of Islamic Religious Education. Learning activities are carried out without prioritizing differences, students in the class respect each other. Appreciate and respect the celebration of religious holidays of other people.KEYWORDS: Tolerance; Learners; Learning. ABSTRAKNilai-nilai toleransi yang dimiliki oleh seorang guru merupakan  peranan yang signifikan dalam membentuk sikap dan tingkah laku peserta didik termasuk diantaranya nilai-nilai toleransi.  Pembelajaran toleransi dalam Pendidikan Agama Islam  yang diterapkan oleh pendidik dalam pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik  yang berbeda secara kultural mengarahkan atau mendorong peserta didik memiliki perasaan positif, mengembangkan konsep diri, mengembangkan toleransi dan mau menerima orang lain. Pentingnya nilai-nilai toleransi bagi peserta didik agar mereka menjadi pribadi yang toleran terhadap segala bentuk perbedaan.Hal inilah yang tampak pada perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Basarang Kabupaten Kapuas. Peserta didik menunjukkan sikap saling tolong menolong terhadap sesama tanpa memandang suku, ras dan agama. Peserta didik juga saling menghargai satu dengan yang lain dalam hal menjalankan ibadah. Bahkan tak jarang mereka memiliki sahabat karib dari teman-temannya yang berbeda agama dan keyakinan. Sesuai pada tujuan untuk (1) menjelaskan nilai-nilai toleransi yang terkandung pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Basarang Kabupaten Kapuas. (2) mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai toleransi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Basarang Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis metode kualitatif, hal tersebut sesuai data pada kehidupan nyata sebagai tempat kajiannya itu penulis melakukan penelitian langsung ke lokasi untuk mendapatkan dan mengumpulkan data. Penelitian lapangan mempunyai keuntungan karena lebih mendekati realitas sehingga hasilnya mencerminkan keadaan nyata. Pendekatan penelitian yang dilaksanakan di lapangan adalah meneliti masalah yang sifatnya kualitatif, yakni prosedur data penelitian yang menghasilkan data deskriptif  berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dengan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini pemaparan tentang temuan-temuan yang peneliti peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Observasi dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung terhadap upaya guru PAI dalam menanamkan kan nilai-nilai toleransi  di SMP Negeri 1 Basarang, Penulis melakukan wawancara dengan mengadakan tanya-jawab secara langsung dan mendalam dengan beberapa informan yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam penelitian ini, yakni; Guru PAI dan peserta didik SMP Negeri 1 Basarang. Adapun Simpulan bahwa Nilai-nilai toleransi pembelajaran PAI Toleransi di lingungan sekolah dalam kehidupan sehari-hari serta bentuk penanaman nilai-nilai toleransi dalam penanamkan pada saat pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tidak mengedapankan perbedaan, Siswa di dalam kelas saling menghargai satu sama lainnya. Menghargai dan menghormati perayaan hari besar keagamaan umat lain.KATA KUNCI: Toleransi; Peserta Didik; Pembelajaran.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue