cover
Contact Name
Rezky Aulia Yusuf
Contact Email
rezkyauliayusuf@umi.ac.id
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
jahr.pascaumi@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Urip Sumeharjo. No. 5
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)
ISSN : 27224929     EISSN : 27224945     DOI : https://doi.org/10.52103/jahr
Core Subject : Health,
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) P-ISSN: 2722-4929, E-ISSN: 2722-4945 is an electronic and papers, open-access, and peer-reviewed journal. JAHR is dedicated to publishing results of research and literature review from different areas of public health, which includes the study of Administration & Policy Health, Health Promotion and Behavior, Biostatistics, Public Health Epidemiology, Environmental Health, Public Health Nutrition, and Health & Safety work and others related determinants of illness. A valid and accepted scientific methodology must be applied. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) is published by the Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia. The publication is issued twice a year (June and December). JAHR encourages the submission of studies from developing countries, as research publication from developing countries is underrepresented in international journals. We welcome all of the students, experts, practitioners, and academicians who are interested in JAHR to submit their articles. The authors can submit articles by following the scheduled publication of JAHR. Articles are written in English or Bahasa Indonesia. Start from the next publication Vol.2, No. 2 (July-December 2021) JAHR only accepted manuscripts written in ENGLISH.
Articles 250 Documents
Kepatuhan Cuci Tangan Dokter dan Perawat dengan Kejadian Infeksi Nosokomial di ICU RSUD Haji Makassar: Handwashing Compliance of Doctors and Nurses with the Incidence of Nosocomial Infections in the ICU of the Makassar Hajj Hospital Fitriatunnisa, Fitriatunnisa; Masriadi, Masriadi; Gafur, Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1936

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Penyakit infeksi nosokomial yang di peroleh dari rumah sakit berasal dari berbagai macam mikroba patogen yaitu dari sumber endogin ataupun sumber eksogin. Dampak dari infeksi nosokomial di rumah sakit yaitu penambahan waktu jumlah perawatan di rumah sakit, biaya perawatan yang semakin bertambah, dan penurunan citra rumah sakit. Upaya pencegahan infeksi nosokomial yaitu mematuhi kepatuhan teknik cuci tangan. Cuci tangan merupakan proporsi utama dalam upaya preventif karena lebih efektif dan ekonomis sehingga dapat meminimalkan dampak kejadian infeksi nosokomial sebesar 50%. Tujuan: Menganalisis kepatuhan cuci tangan pada dokter dan perawat dengan kejadian Infeksi Nosokomial pada pasien ruang ICU RSUD Haji Makassar propinsi Sulawesi Selatan. Metode: Desain yang digunakan Cross Sectional study. Populasi adalah semua dokter dan perawat di ruang ICU RSUD Haji Makassar (35 orang). Cara pengambilan dengan total sampeling. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan Chi-square. Lalu dilanjutkan dengan menggunakan uji regresi logistik berganda dengan uji regresi dengan pemodelan prediksi. Hasil: Persepsi hambatan cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,017), motivasi cuci tangan memiliki hubungan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,033), sikap mencuci tangan dengan kejadian infeksi Nosokomial (p0,046). Variabel yang memiliki hubungan kuat dengan kejadian Infeksi adalah persepsi hambatan cuci tangan. Kesimpulan: Kepatuhan cuci tangan dokter dan Perawat merupakan salah faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Nosokomial. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel serta menggunakan metode lain seperti eksperimen. ABSTRACT Background: Nosocomial infectious diseases obtained from hospitals come from various types of pathogenic microbes, namely from endogenous or exogenous sources. The impact of nosocomial infections in hospitals is the addition of the number of hospitalization times, increasing treatment costs, and a decline in the image of the hospital. Efforts to prevent nosocomial infections include adhering to hand washing techniques. Hand washing is the main proportion in preventive efforts because it is more effective and economical so that it can minimize the impact of nosocomial infection incidents by 50%. Objective: To analyze hand washing compliance in doctors and nurses with the incidence of Nosocomial Infections in patients in the ICU room of the Haji Makassar Hospital, South Sulawesi Province. Method: The design used is a Cross-Sectional study. The population is all doctors and nurses in the ICU room of the Haji Makassar Hospital (35 people). The method of collection is with total sampling. Data analysis used Chi-square. Then continued using multiple logistic regression tests with regression tests with predictive modeling. Results: Perception of handwashing barriers has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.017), handwashing motivation has a relationship with the incidence of Nosocomial infections (p0.033), handwashing attitudes with the incidence of Nosocomial infections (p0.046). The variable that has a strong relationship with the incidence of infection is the perception of handwashing barriers. Conclusion: Compliance with handwashing of doctors and nurses is one of the factors related to the incidence of Nosocomial infections. Further research is needed by increasing the number of samples and using other methods such as experiments.
Pengaruh Edukasi Tentang Strategi Dukungan Sosial dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Berisiko : The Effect of Education on Social Support Strategies in HIV/AIDS Prevention on Knowledge of At-Risk Communities Utami, Putri; Idris, Fairus Prihatin; Sumiaty, Sumiaty; Yusriani, Yusriani; Asrina, Andi; Gobel, Fatmah Afrianty
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1937

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kasus HIV-AIDS berkembang cukup cepat salah satunya Di Bulukumba. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba daerah ini berada pada peringkat ke 4 di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2022 terdapat 64 kasus dan pada tahun 2023 terdapat 57 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Edukasi Tentang Strategi Dukungan Sosial Dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Beresiko Di Kaubupaten Bulukumba. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekspemintel dengan model design one group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Accidental Sampling. Sehingga jumlah sampel yang ditemukan dilapangan adalah sebanyak 69 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Analisis data menggunakan SPSS dengan melakukan uji wilcoxone. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan Edukasi tentang strategi Dukungan Sosial dalam pencegahan HIV/AIDS terhadap pengetahuan komunitas berisiko dikabupaten bulukumba dengan nilai p-value 0,000<0,05. Kesimpulan: Kesimpulan hasil penelitian ini terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mengenai dukungan sosial dalam pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan komunitas berisiko dapat mempertahankan pengetahuan mengenai dukungan sosial dalam pencegahan HIV/AIDS.           Abstract Background: HIV-AIDS cases are growing quite rapidly, one of which is in Bulukumba. From data from the Bulukumba District Health Service, this area is ranked 4th in South Sulawesi Province, namely in 2022 there will be 64 cases and in 2023 there will be 57 cases. Objective: This study aims to analyze the influence of education regarding social support strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba Regency. Method: This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental approach with a one group design model. The sampling technique used was Accidental Sampling. So the number of samples found in the field was 69 people. Data was collected using a questionnaire with the Guttman scale. Data analysis used SPSS by carrying out the Wilcoxon test. Results: The results of this study indicate that there is a significant influence of education about social support strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba district with a p-value of 0.000<0.05. Conclusion: The conclusion of this research is that there is an influence of education on increasing knowledge regarding social support in preventing HIV/AIDS. It is hoped that at-risk communities can maintain knowledge regarding social support in preventing HIV/AIDS.
Critical Thinking Points Implementasi Fungsi Manajemen Kaitannya dengan Kategori Pencapaian Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Wajo Sulsel: Critical Thinking Points Implementation of Management Functions in Relation to the Category of Achievement of Puskesmas Accreditation in Wajo District South Sulawesi A, Aan Andrian Saputra; Muchlis, Nurmiati; Yuliati, Yuliati; AR, Armin
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1939

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas pelayanan yang terstandardisasi semakin tinggi, masyarakat cukup selektif dalam memilih pelayanan kesehatan, fenomenanya justru dengan semakin meningkatnya jumlah sarana pelayanan kesehatan secara kuantitas, ternyata belum sepenuhnya meningkat secara kualitas, meskipun Puskesmas sudah berada pada kategori paripurna, namun berdasarkan pemanfaatan pelayanan masih banyak masyarakat yang kurang minat menggunakan layanan Puskesmas. Puskesmas di Sulawesi Selatan setiap tahun mengalami peningkatan secara kuantitas, namun secara kualitas masih terjadi kesenjangan pencapaian akreditasi antar wilayah kabupaten/kota. Tujuan: Untuk mengeksplorasi critical thinking points implementasi fungsi manajemen kaitannya dengan kategori pencapaian akreditasi Puskesmas di kabupaten Wajo Sulsel. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed method desain kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif dengan wawancara mendalam focus group discussion, dan data kuantitatif dengan cross sectional study. Analisis keabsahan data melalui pendekatan triangulasi. Hasil: Dinas kesehatan melalui Puskesmas mengelolah upaya kesehatan sesuai Permenkes No. 44 Tahun 2016 dan dengan membuat surat keputusan dinas kesehatan tentang indikator dan target kinerja puskesmas. Evaluasi implementasi manajemen puskesmas melibatkan aspek strategis, operasional, dan dengan membentuk tim pembina cluster binaan. Kinerja Puskesmas melalui indikator kepuasan masyarakat memiliki pengaruh kecil terhadap capaian akreditasi puskesmas. Self assesment memiliki hubungan erat dan berbanding lurus dengan capaian akreditasi puskesmas. Pengaruh manajemen perencanaan, pengorganisasian, penggerak pelaksana, pengawasan dan pengendalian Puskesmas sangat signifikan terhadap capaian akreditasi puskesmas, dan ini didukung dinas kesehatan kabupaten dengan memberikan pelatihan manajemen kepada seluruh puskesmas, pemetaan Puskesmas berdasarkan penerapan fungsi manajemen dilakukan dengan monitoring perencanaan perbaikan strategis oleh dinas kesehatan kabupaten. ABSTRACT Background: Public awareness regarding the importance of standardized service quality has sharply increased, compelling individuals to be more selective in choosing healthcare services. Although the number of health service facilities has expanded, this quantitative growth has not been accompanied by commensurate improvements in service quality. Even Puskesmas (community health centers) with “paripurna” (comprehensive) accreditation categories still often experience suboptimal utilization rates, indicating persistent challenges in aligning service quality with community needs. Furthermore, the overall accreditation achievement among Puskesmas in South Sulawesi varies significantly across different regencies and municipalities, reflecting ongoing disparities in healthcare quality. Objective: To explore the critical thinking points in the implementation of management functions and their correlation with accreditation categories of Puskesmas in Wajo Regency, South Sulawesi. Method: This type of research is mixed method qualitative and quantitative design, qualitative data with in-depth interviews focus group discussions, and quantitative data with cross sectional studies. Data validity analysis through a triangulation approach. Result: The health office through the health center manages health efforts in accordance with Permenkes No. 44 of 2016 and by making a health office decree on health center performance indicators and targets. Evaluation of the implementation of puskesmas management involves strategic, operational aspects, and by forming a team of cluster supervisors. Puskesmas performance through community satisfaction indicators has little influence on the achievement of puskesmas accreditation. Self-assessment has a close relationship and is directly proportional to the achievement of puskesmas accreditation. The influence of management planning, organizing, driving implementers, supervising and controlling Puskesmas is very significant on the achievement of puskesmas accreditation, and this is supported by the district health office by providing management training to all puskesmas, mapping Puskesmas based on the application of management functions is carried out by monitoring strategic improvement planning by the district health office.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Kunjung Kembali Melalui Kepuasan Pasien di Puskesmas Manimpahoi dan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai: The Effect of Service Quality on Revisit Interest Through Patient Satisfaction at the Manimpahoi and Pulau Sembilan Health Centers in Sinjai Regency Alfriana, A. Titien; Ikhtiar, Muhammad; Hamzah, Wardiah
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1950

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang harus dikelola baik dengan mengimplementasikan standar pelayanan yang bermutu dan berkualitas, sehingga pasien merasa puas. Kepuasan pasien atas pelayanan juga akan mempengaruhi pola perilaku seperti minat kunjung kembali. Rendahnya tingkat kepuasan dan minat kunjung kembali menjadi tantangan bagi puskesmas untuk menjalankan fungsinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat kunjung kembali melalui kepuasan pasien di Puskesmas Manimpahoi dan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Manimpahoi dan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai pada bulan April-Mei 2024. Terdapat 290 responden sebagai sampel penelitian dengan memenuhi kriteria sampel. Sumber data berasal dari data primer yang diperoleh dari wawancara dan pengisian lembar kuesioner.  Data penelitian diuji menggunakan partial least square (PLS) analysis. Hasil: Terdapat pengaruh langsung kualitas pelayanan pada indikator penampilan fisik yang signifikan p=0.000 terhadap kepuasan pasien dengan nilai koefisien 0.340. Terdapat pengaruh langsung kualitas pelayanan pada indikator penampilan fisik yang signifikan p=0.000 terhadap minat kunjung kembali pasien dengan nilai koefisien 0.361. Terdapat pengaruh kualitas pelayanan pada indikator penampilan fisik yang signifikan p=0.000 terhadap minat kunjung kembali melalui kepuasan pasien dengan nilai koefisien 0,082. Kesimpulan: Kualitas pelayanan pada indikator penampilan fisik memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung secara signifikan terhadap minat kunjung kembali melalui kepuasan pasien pada Puskesmas Manimpahoi dan Puskesmas Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai. ABSTRACT Background: The Public Health Center is a healthcare facility that must be managed well by implementing quality service standards, so that patients satisfied. Patient satisfaction with services will also affect behavior patterns such as patient loyalty. The low level of patient satisfaction and loyalty is a challenge for health centers to carry out their functions. Objective: To determine the effect of service quality on patient loyalty through patient satisfaction at the Public Health Center of Manimpahoi and Pulau Sembilan Sinjai Regency. Method: The quantitative research with a cross sectional design was conducted at the Public Health Center of Manimpahoi and Pulau Sembilan Sinjai Regency on April-May 2024. There were 290 respondents as a research sample that complied with the sample criteria. The data source comes from primary data obtained from interviews and questionnaire.  The research data were tested using partial least square analysis. Results: There was a direct effect of service quality in tangible indicator which was significant (p=0.000) on patient satisfaction with a coefficient value of 0.340. There was a direct effect of service quality in tangible indicator which was significant (p=0.000) on patient loyalty with a coefficient value of 0.361. There was an effect of service quality in tangible indicators which was significant (p=0.000) on patient loyalty through patient satisfaction with a coefficient value of 0.082. Conclusion: The service quality in tangible indicators has a significant direct and indirect effect on patient loyalty through patient satisfaction at the Public Health Center of Manimpahoi and Pulau Sembilan Sinjai Regency.
Dinamika Ground Pool Larva Anopheles SP di Kota Makassar Tahun 2024: Ground Pool Dynamics of Anopheles SP Larvae in Makassar City in 2024 Abduh, Mutiara; A. Fachrin, Suharni; Gafur , Abdul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1954

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebaran penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai daerah, termasuk Kota Makassar. Dengan meningkatnya kasus malaria, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi populasi larva Anopheles, terutama di habitat yang berpotensi sebagai tempat perindukan, seperti ground pool. Ground pool adalah genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksploratif yang bertujuan untuk menganalisis dinamika ground pool larva Anopheles sp di Kota Makassar pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memvisualisasikan dan menganalisis distribusi larva. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan berhasil menemukan larva Anopheles di tiga kecamatan di Kota Makassar, yaitu Kecamatan Tamalate, Manggala, dan Panakukang. Ground pool yang ditemukan positif larva Anopheles umumnya berada di lokasi dengan kondisi cahaya terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, seperti pencahayaan, berperan penting dalam keberadaan larva. Spesies An. subpictus memiliki kepadatan larva tertinggi yang ditemukan di ground pool tipe tambak. Penelitian ini juga menghasilkan peta spasial yang menunjukkan distribusi larva Anopheles di berbagai lokasi ground pool di Kota Makassar, memberikan gambaran yang jelas tentang penyebaran larva di daerah tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan larva Anopheles di Kota Makassar, dengan fokus pada karakteristik lingkungan yang mempengaruhi populasi larva Larva Anopheles ditemukan di beberapa kecamatan, menandakan bahwa Kota Makassar memiliki potensi sebagai habitat bagi nyamuk vektor malaria. Kondisi lingkungan, seperti pencahayaan, berpengaruh signifikan terhadap kepadatan larva. ABSTRACT Background: The spread of malaria caused by Anopheles mosquitoes is a significant public health problem in many regions, including Makassar City. As malaria cases increase, it is important to understand the factors that influence Anopheles larval populations, especially in potential breeding habitats, such as ground pools. Ground pools are puddles of water that can serve as breeding grounds for mosquito larvae. Method: This research is an exploratory study that aims to analyze the dynamics of Anopheles sp larval ground pools in Makassar City in 2024. The method used was observational with a Geographic Information System (GIS) approach to visualize and analyze larval distribution. Results: The results showed that Anopheles larvae were successfully found in three sub-districts in Makassar City, namely Tamalate, Manggala, and Panakukang sub-districts. Ground pools found to be positive for Anopheles larvae were generally in locations with open light conditions exposed to direct sunlight. This suggests that environmental factors, such as lighting, play an important role in larval presence. The An. subpictus species had the highest larval density found in pond-type ground pools. This study also produced a spatial map showing the distribution of Anopheles larvae in different ground pool locations in Makassar City, providing a clear picture of the distribution of larvae in the area. Conclusion: This study successfully identified and analyzed the presence of Anopheles larvae in Makassar City, focusing on environmental characteristics that affect larval populations. Anopheles larvae were found in several sub-districts, indicating that Makassar City has the potential as a habitat for malaria vector mosquitoes. Environmental conditions, such as lighting, had a significant effect on larval density.
Analisis Trigger Pernikahan Dini pada Remaja di Kabupaten Majene: Trigger Analysis of Early Marriage among Teenagers in Majene Regency Jayanti, Jayanti; Asrina, Andi; Mahmud, Nur Ulmy
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1961

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: WHO (2022) melaporkan terdapat 14,2 juta anak perempuan menikah pada usia muda setiap tahun. Di Indonesia, sekitar 1,3 juta pernikahan yang dilakukan oleh pasangan dibawah usia 18 tahun. Tahun 2023 Sulawesi Barat menempati posisi ke -8 seluruh provinsi di Indonesia, dengan angka pernikahan dini sebesar 11,7% atau 145 kasus. Di Kabupaten Majene, tercatat jumlah kasus pernikahan dini terbanyak pada tahun 2020 yaitu 85 kasus. Tujuan: Untuk menganalisis karakteristik orang tua, kebiasaan/tradisi masyarakat dan pengaruh media sosial terhadap pernikahan dini di Kabupaten Majene. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif Deskriptif atau Quasi Qualitative dengan menggunakan pendekatan etnografi. Informan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang, dengan 1 informan kunci, 20 informan biasa dan 14 informan pendukung.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pernikahan dini di Kabupaten Majene, dipicu oleh karakteristik orang tua dimana tingkat pendidikan orang tua yang rendah, pekerjaan orang tua informal sehingga penghasilan tidak cukup untuk biaya pendidikan anak,  serta orang tua yang menerapkan pola asuh permisif. Pernikahan dini juga dipicu oleh adanya kebiasaan masyarakat yang turun temurun telah menikah muda serta tradisi dalam bentuk pernikahan sipalaiang dan massaka/tisaka. Faktor lain adalah adanya pengaruh sosial media, dalam penelitian ini diketahui bahwa media sosial membawa dampak yang  besar pada remaja, konten-konten negatif yang dengan mudah ditemukan dalam media sosial, mempengaruhi gaya pacaran remaja, sehingga cenderung menormalisasi pergaulan bebas di kalangannya.   ABSTRACT Background: WHO (2022) reports that 14.2 million girls are married at a young age every year. In Indonesia, about 1.3 million marriages are conducted by couples under the age of 18. In 2023 West Sulawesi ranked 8th in all provinces in Indonesia, with an early marriage rate of 11.7% or 145 cases. In Majene Regency, the highest number of early marriage cases was recorded in 2020, namely 85 cases. Objective: To analyse parental characteristics, community habits/traditions and the influence of social media on early marriage in Majene Regency. Method: This research is a Descriptive Qualitative or Quasi Qualitative research using an ethnographic approach. The informants in this study were 35 people, with 1 key informant, 20 ordinary informants and 14 supporting informants. The data collection techniques used were interviews and observations. Results: The results showed that early marriage in Majene Regency was triggered by the characteristics of parents where the parents‘ level of education was low, the parents’ work was informal so that the income was not enough for children's education costs, and parents who applied permissive parenting. Early marriage is also triggered by community customs that have been passed down from generation to generation and traditions in the form of sipalaiang and massaka/tisaka marriages. Another factor is the influence of social media, in this study it is known that social media has a big impact on adolescents, negative content that is easily found on social media, influences the dating style of adolescents, so it tends to normalise promiscuity among them.
Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Siswa Pendidikan Bintara Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2016 di SPN Polda Sulawesi Selatan Tahun 2024: Implementation of Health Examination for Non-Commissioned Officer Education Students Based on National Police Chief Regulation Number 7 of 2016 at SPN Polda South Sulawesi in 2024 Samuel, Frezzy Sanatha; Ahri, Reza Aril; Hamzah, Wardiah
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1967

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan penerimaan bagi calon anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016. Saat ini pelaksanaan pemeriksaan kesehatan siswa pendidikan Bintara di SPN Polda Sulsel masih terdapat kendala. Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Siswa Pendidikan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2016 di SPN Polda Sulawesi Selatan Tahun 2024 dari segi Input, Proses, dan Output. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini menggunakan Teknik snowballing Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara mendalam dengan alat perekam, telusur dokumen dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan bulan September-November 2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan siswa pendidikan Bintara meskipun dilaksanakan belum sepenuhnya mengacu pada Perkap Nomor 7 tahun 2016 karena ada faktor intern institusi yang menghambatnya, tetapi pemegang kebijakan tertinggi di SPN Polda Sulsel dalam hal ini Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Sulsel tetap membuat kebijakan khusus yang dapat mempengaruhi status kesehatan siswa sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga. Kesimpulan: Implementasi pemeriksaan kesehatan siswa pendidikan Bintara di SPN Polda Sulsel masih harus diperhatikan aspeknya secara keseluruhan mulai dari input, proses, dan output, sehingga pencapaian kualitas pendidikan dapat ditingkatkan, dan masalah-masalah yang dapat menurunkan status kesehatan siswa dapat diatasi secara keseluruhan. ABSTRACT Background: The implementation of health checkups for candidates applying to join the Indonesian National Police is regulated by the Chief of the Indonesian National Police Regulation Number 7 of 2016. Currently, there are still challenges in the implementation of health checks for police cadet students at the South Sulawesi Provincial Police School (SPN Polda Sulsel). Objective: To analyze the implementation of health checks for police cadet students based on Police Chief Regulation No. 7 of 2016 at SPN Polda Sulawesi Selatan in 2024, from the perspective of Input, Process, and Output. Method: This type of research is a descriptive qualitative method. The informants in this study were selected using snowball sampling technique. Data collection techniques include in-depth interviews with recording tools, document tracing, and observation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research was conducted from September to November 2024. Result: The results of this study indicate that although the health checkups for police cadet students are being conducted, they do not fully comply with Police Chief Regulation No. 7 of 2016 due to internal institutional factors that hinder the process. However, the highest policy-making authority at SPN Polda Sulsel, in this case the Head of the Police School, has still implemented special policies that can influence the students' health status, ensuring that the quality of education is maintained. Conclusion: The implementation of health checkups for police cadet students at SPN Polda Sulsel still requires attention to all aspects, including input, process, and output, so that the quality of education can be improved, and issues that may negatively affect students' health status can be fully addressed.
Hubungan Pengetahuan dengan Upaya Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting Melalui Media Sosial pada Balita di Puskesmas Banggae I Kabupaten Majene: Relationship between Knowledge and Efforts of Posyandu Cadres in Preventing Stunting through Social Media in Toddlers at Puskesmas Banggae I Majene Regency Amjad, Muh.; Yusriani, Yusriani; Mahmud, Nur Ulmy
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1968

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Menurut WHO (2021), pada tahun 2020 prevalensi balita yang mengalami stunting sekitar 149 juta orang. Prevalensi stunting di Indonesia pada pertengahan tahun 2023 sebesar 21,26%., Prevalensi stunting di Sulawesi Barat sebesar 30.3% (4.840.045) tahun 2023. Jumlah kasus stunting di Kabupaten Majene pada pertengahan tahun 2024 sebesar 5507 kasus dan di Puskesmas Banggae I sebesar 478 kasus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan upaya kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui media sosial di Puskesmas Banggae I Kabupaten Majene. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 106 responden dengan pengambilan sampel dengan tehnik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan dari tanggal 20 November sampai dengan 20 Desember 2024. Hasil: Tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terahadap upaya pencegahan (p=0.000). ABSTRACT Background: According to WHO (2021), in 2020 the prevalence of stunted toddlers is around 149 million people. The prevalence of stunting in Indonesia in mid-2023 was 21.26%. The prevalence of stunting in West Sulawesi was 30.3% (4,840,045) in 2023. The number of stunting cases in Majene Regency in mid-2024 was 5507 cases and at the Banggae I Health Center was 478 cases. Objective: To analyze the relationship between knowledge and efforts of posyandu cadres in preventing stunting through social media at Puskesmas Banggae I, Majene Regency. Method: This research is a quantitative study with a Cross Sectional Study design. The sample in this study were 106 respondents with sampling with total sampling technique. This research was conducted for 1 month from November 20 to December 20, 2024. Results: The level of knowledge has a significant effect on prevention efforts (p=0.000).
Pengaruh Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Terhadap Penyembuhan Penyakit Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR): Effect of Chinese Ketepeng Leaf Extract (Cassia Alata L.) on Healing Recurrent Aphthous Stomatitis (SAR) Disease T., Nur Najmah; Masriadi, Masriadi; Mahmud, Nur Ulmy; Ahri, Reza Aril; Patimah, Sitti; Abbas, Hasriwiani Habo
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1969

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) atau biasa dikenal dengan sariawan, merupakan penyakit mulut yang paling sering ditemukan di masyarakat. SAR merupakan salah satu penyakit mulut yang sering terjadi, ditandai oleh ulser berbentuk oval atau bulat yang nyeri pada mukosa mulut, terjadi secara rekuren, penyakit ini relatif ringan, tidak membahayakan jiwa, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya, terutama pada penderita yang terjadi berulang kali serta sebagai alarm pada tubuh menuju keganasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun ketepeng cina (Cassia Alata L.) terhadap penyembuhan penyakit stomatitis aftosa rekuren (SAR).  Metode: Penelitian eksperimen Laboratorium dan Randomized Kontrol Trial (RCT) dengan rancangan pretest-postest group desain terhadap ektrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) pada penyakit SAR wanita dewasa muda. Uji invitro, in vivo dan uji klinis dilakukan dengan uji klinis fase 1. Hasil: Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara zona daya hambat pertumbuhan jamur menggunakan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30% dan kontrol positif albothyl terhadap pertumbuhan fungi Candida Albicans (p=0,006). Serta terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara sediaan larutan topikal ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dengan dosis 1×1, 2×1, 3×1, dan kontrol terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus putih rattus norvegicus (p=0,000). Uji klinis terdapat perbedaan signifikan rata-rata antara pemberian larutan topikal ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dosis 1×1 dan kontrol pada pasien SAR (p=0,000). Kesimpulan: Terjadi peningkatan diameter zona daya hambat antifungi seiring dengan bertambahnya ekstrak larutan topikal daun ketepeng cina (Cassia alata L.) efektif terhadap penyembuhan SAR pada tikus putih Rattus Norvegicus dan pasien SAR. ABSTRACT Background: Recurrent Aphthous Stomatitis (SAR) or commonly known as canker sores, is an oral disease that is most often found in the community. SAR is one of the most common oral diseases, characterized by painful oval or round ulcers on the oral mucosa, occurring recurrently, this disease is relatively mild, not life-threatening, but can reduce the sufferer's quality of life, especially in sufferers who occur repeatedly. and as an alarm in the body towards malignancy. Objective: To determine the effect of Chinese Ketepeng leaf extract (Cassia Alata L.) on healing recurrent aphthous stomatitis (SAR). Method: This research is a laboratory experimental research and Randomized Kontrol Trial (RCT) with a pretest-posttest group design on Chinese ketepeng (Cassia alata L.) leaf extract on SAR disease in young adult women. In vitro, in vivo and clinical trials were carried out using phase 1 clinical trials. Results: There is a significant average difference between the zone of inhibition of fungal growth using Chinese ketepeng leaf extract (Cassia alata L.) concentrations of 5%, 10%, 20%, 30% and the positive kontrol albothyl on the growth of the fungus Candida Albicans (p=0.006). And there was a significant average difference between the preparation of topical solution of Chinese ketepeng leaf extract (Cassia alata L.) with doses of 1×1, 2×1, 3×1, and kontrol on healing diabetes mellitus wounds in white rats rattus norvegicus (p =0.000). In clinical trials, there was a significant difference in the average between administering a topical solution of 1×1 dose of Chinese ketepeng leaf extract (Cassia alata L.) and kontrols in SAR patients (p=0.000). Conclusion: There was an increase in the diameter of the antifungal inhibition zone along with increasing topical solution extract of Chinese ketepeng leaves (Cassia alata L.) which was effective in curing SAR in white rats Rattus Norvegicus and SAR patients.
Percepatan Penurunan Stunting Melalui Inovasi Dukcapil Menyapa: Accelerating Stunting Reduction Through Dukcapil Menyapa Innovation Haeruddin, Haeruddin; Ahri, Reza Aril; Radjulaeni, Nur Azizah A.
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1979

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sulawesi Tengah terdiri dari 12 kabupaten, salah satu kabupaten yang tertinggi angka stunting yaitu kabupaten Banggai Laut yaitu mencapai angka stunting 32,6% tahun 2022 dan turun menjadi 27,7% tahun 2023 berarti ada penurunan sebanyak 4,9% dalam jangka waktu satu tahun. Pemerintah bersama masyarakat berkomitmen melakukan kegiatan dengan wujudnyata melalui inovasi Dukcapil menyapa yang mampu menurunkan angka prevalensi stunting. Tujuan: Yang ingin dicapai yaitu untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan melalui inovasi Dukcapil menyapa yang mampu menurunkan angka prevalensi stunting dalam kurung waktu satu tahun sehingga dapat dirumuskan menjadi konsep kebijakan dalam pembangunan kesehatan. Penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali sesecara mendalam kegiatan yang dilakukan dari konsep inovasi dukcapil menyapa. Metode: Dalam pelaksanaan penelitih lebih dahulu mengidentifikasi dan kedudukan inovasi dukcapil menyapa, lalu memotret kegiatannya. Selanjutnya menetapkan subjek penelitian pada konsep inovasi adapun Informan penelitian adalah orang yang terlibat langsung dalam penelitian yaitu Kepala Badan Dukcapil dan Kepala dinas kesehatan sebagai informan kunci, petugas kesehatan, petugas Dukcapil, tokoh masyarakat dan masyarakat yang terlibat langsung dalam konsep penelitian sebagai informan biasa. Hasil: Penerapan konsep Dukcapil menyapa memberikan kemudahan bagi warga dalam kepengurusan kependudukan dan pesta rakyat atau pesta keluarga serta membuat maps bagi warga yang terdampak stunting, dan warga yang berisiko terkena stunting serta menyediakan data based sasaran stunting. Hasil penelitian ditemukan bahwa pada konsep Inovasi Dukcapil Menyapa memang sangat penting karena sasaran yang potensial maupun yang terindikasi stunting terpantau secara berkelanjutan sehingga dapat dilakukan intervensi dini untuk mencegah stunting pada anak sejak dalam kandungan dan masa awal kehidupannya. Dukcapil menyapa juga membuat maps atau peta wilayah terdampak stunting serta menyediakan data sasaran sehingga menjadi alat yang sangat efektif dalam memantau dan menangani kasus stunting secara tepat sasaran. Kesimpulan: Hasil penelitian ini secara nyata memberikan kontribusi penurunan angka prevalensi stunting sehingga dapat dijadikan konsep kebijakan pembangunan kesehatan, untuk mempercepat penurunan stunting. ABSTRACT Background: Central Sulawesi consists of 12 districts, one of the districts with the highest stunting rate is Banggai Laut district, which reached a stunting rate of 32.6% in 2022 and decreased to 27.7% in 2023, meaning a decrease of 4.9% within one year. The government and the community are committed to carrying out activities with realization through the Dukcapil greeting innovation that can reduce the stunting prevalence rate. Objective: What is to be achieved is to analyze the activities carried out through the Dukcapil menyapa innovation that can reduce the stunting prevalence rate within one year so that it can be formulated into a policy concept in health development. This research used a qualitative method with a phenomenological approach to explore in depth the activities carried out from the concept of Dukcapil Menyapa innovation. Method: In the implementation of the research, the researchers first identified and positioned the dukcapil greeting innovation, then photographed its activities. The research informants were people directly involved in the research, namely the Head of the Dukcapil Agency and the Head of the health office as key informants, health workers, Dukcapil officers, community leaders and people directly involved in the research concept as ordinary informants. Results: The application of the Dukcapil greeting concept makes it easy for residents to manage their population and family parties and create maps for residents affected by stunting, and residents at risk of stunting and provide data based on stunting targets. The results of the study found that the concept of Dukcapil Menyapa Innovation is very important because potential targets and those with indications of stunting are monitored on an ongoing basis so that early intervention can be carried out to prevent stunting in children from the womb and early life. Dukcapil also creates maps of stunting-affected areas and provides target data, making it a very effective tool in monitoring and handling stunting cases in a targeted manner. Conclusion: The results of this study significantly contribute to reducing the stunting prevalence rate so that it can be used as a health development policy concept, to accelerate the reduction of stunting.