cover
Contact Name
Rezky Aulia Yusuf
Contact Email
rezkyauliayusuf@umi.ac.id
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
jahr.pascaumi@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Urip Sumeharjo. No. 5
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR)
ISSN : 27224929     EISSN : 27224945     DOI : https://doi.org/10.52103/jahr
Core Subject : Health,
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) P-ISSN: 2722-4929, E-ISSN: 2722-4945 is an electronic and papers, open-access, and peer-reviewed journal. JAHR is dedicated to publishing results of research and literature review from different areas of public health, which includes the study of Administration & Policy Health, Health Promotion and Behavior, Biostatistics, Public Health Epidemiology, Environmental Health, Public Health Nutrition, and Health & Safety work and others related determinants of illness. A valid and accepted scientific methodology must be applied. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) is published by the Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia. The publication is issued twice a year (June and December). JAHR encourages the submission of studies from developing countries, as research publication from developing countries is underrepresented in international journals. We welcome all of the students, experts, practitioners, and academicians who are interested in JAHR to submit their articles. The authors can submit articles by following the scheduled publication of JAHR. Articles are written in English or Bahasa Indonesia. Start from the next publication Vol.2, No. 2 (July-December 2021) JAHR only accepted manuscripts written in ENGLISH.
Articles 250 Documents
Pengaruh Edukasi Tentang Strategi Adokasi dan Kesetaraan dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Berisiko: The Effect of Education on Advocacy and Equity Strategies in HIV/AIDS Prevention on Knowledge of At-Risk Communities Zulfikar, Andi Muh; Prihatin Idris, Fairus; S., Ikhram Hardi; Yusriani, Yusriani; Asrina, Andi; Gobel, Fatmah Afrianty
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1913

Abstract

Abstrak Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquierd Immunodeficiency Syndrome (AIDS) menjadi target rancangan Global Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030, hal tersebut didasarkan karena perkembangan HIV/AIDS yang meningkat setiap tahunya. Menurut World Health Organization (WHO) Penyakit ini merenggut 40,4 juta nyawa dan pada tahun 2022 sebanyak 630.000 orang meninggal dan 1,3 juta orang tertular (HIV). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang strategi advokasi dan kesetaraan Dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Berisiko Di Kabupaten Bulukumba. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental dengan model design one group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Accidental Sampling. Sehingga jumlah sampel yang ditemukan dilapangan adalah sebanyak 69 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Analisis data menggunkan SPSS dengan melakukan uji wilcoxone. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan edukasi tentang strategi  advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS terhadap pengetahuan komunitas berisiko di Kabupaten Bulukumba dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan komunitas berisiko dapat mempertahankan pengetahuan mengenai strategi advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS dan pemerintah melakukan kolaborasi dengan komunitas berisiko untuk upaya pencegahan penularan HIV. Abstract Background: Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquierd Immunodeficiency Syndrome (AIDS) are targets for the Global Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030, this is based on the increasing development of HIV/AIDS every year. According to the World Health Organization (WHO), this disease claims 40.4 million lives and in 2022 as many as 630,000 people will die and 1.3 million people will be infected with (HIV). Objective: This study aims to analyze the influence of education about equality strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba Regency. Method: This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental approach with a one group design model. The sampling technique used was Accidental Sampling. So the number of samples found in the field was 69 people. Data was collected using a questionnaire with the Guttman scale. Data analysis used SPSS by carrying out the Wilcoxone test. Results: The research results show that there is a significant effect of education about equality strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba Regency with a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an influence of education on increasing knowledge of equality in HIV/AIDS prevention. It is hoped that at-risk communities can maintain knowledge regarding equality strategies in preventing HIV/AIDS and that the government will collaborate with at-risk communities to prevent HIV transmission.
Pengaruh Kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan Pasif Stretching Piriformis Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien dengan Piriformis Syndrome di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong: Effect of Combination of Short Wave Diathermy (SWD) and Passive Stretching Piriformis on Pain Reduction in Patients with Piriformis Syndrome at Bhayangkara Hospital Pusdik Sabhara Porong Jatmiko, Rizki Priyo; Fariz, Achmad; Halimah, Nurul; Hargiani, Fransisca Xaveria
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1916

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sindrom Piriformis adalah bagian dari nyeri punggung bawah dan linu panggul sekunder akibat terjebaknya saraf skiatik pada otot piriformis oleh tingkat skiatik yang lebih besar. Sampai saat ini angka kejadian piriformis belum diketahui secara pasti, namun prevalensi piriformis syndrome bervariasi antara rentang usia 20-60 tahun, namun penelitian terbaru menunjukkan adanya pergeseran timbulnya piriformis syndrome pada rentang usia 30-40 tahun yang ditandai dengan rasa nyeri pada pinggang, punggung bagian bawah hingga bokong dan paha yang terjadi karena pemendekan atau spasme pada M. piriformis sehingga menghasilkan penekanan pada saraf sciatic. Skiatika menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif stretching piriformis terhadap skor nyeri pada pasien Ischialgia di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain penelitian yang mengacu pada one group pretest-posttest. Peneliti memberikan pre-test nyeri kepada sampel yang akan diberi perlakuan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan berupa Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif tretching piriformis. Setelah selesai melakukan perlakuan, peneliti memberikan post-test nyeri. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Jawa Timur di Poliklinik Rehabilitasi Medik, pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2024 yang diawali dengan pengambilan sampel sampai dengan pemeriksaan variabel pasca intervensi, dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang, dan sampel sebanyak 25 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai nyeri pretest sebesar 7,08±1,412 dan post test sebesar 3,20±1,616. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan pada penderita Ischialgia. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p = 0,000<0,05. Hal ini berarti ada pengaruh kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif stretching piriformis terhadap nyeri pada penderita. ABSTRACT Background: Piriformis Syndrome is part of Low back pain and secondary Sciatica due to the trapping of the sciatic nerve in the piriformis muscle by a greater level of sciatic. Until now, the incidence of piriformis is unclear, but the prevalence of piriformis syndrome varies between the age range of 20-60 years, but recent research shows a shift in the onset of piriformis syndrome in the age range of 30-40 years which is characterized by pain in the waist, lower back to buttocks and thighs that occurs due to shortening or spasm in M. piriformis so that it produces compression of the sciatic nerve. Sciatica causes great pain. Objective: This study aims to determine the effect of a combination of Short Wave Diathermy (SWD) and passive stretching piriformis on pain scores in Ischialgia patients at Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Hospital. Method: This study is a quasi-experimental study with a research design that refers to one group pretest-posttest. Researchers gave a pain pre-test to the sample to be treated. Then the researchers conducted treatment in the form of Short Wave Diathermy (SWD) and passive piriformis tretching. After completing the treatment, the researcher gave a pain post-test. This study was conducted at Bhayangkara Pusdik Sabhara Hospital in Porong, East Java at the Medical Rehabilitation Polyclinic, from June to October 2024, starting with sampling until the examination of post-intervention variables, with a population of 30 people, and a sample of 25 people. Results: The results showed a pretest pain value of 7.08 ± 1.412 and a post test of 3.20 ± 1.616. This shows a significant decrease in pain in patients with Ischialgia. The results of the paired t-test test obtained a value of p = 0.000 <0.05. This means that there is an effect of a combination of Short Wave Diathermy (SWD) and passive stretching piriformis on pain in patients.
Analisis Determinan yang Memengaruhi Kejadian Katarak di Kota Makassar: Analysis of Determinants Affecting Cataract Incidence in Makassar City Multazam, Andi Muhammad; Batari, Andi Dinda; Mahmud, Nur Ulmy
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1920

Abstract

Abstract Background: Cataract is the leading cause of blindness worldwide, increasing with age. Cataract development is influenced by modifiable and non-modifiable risk factors. Objective: To analyze the determinants of cataract in Makassar City. Method: This study used a case-control design and was conducted at Primaya Hertasning Hospital, Kemenkes RI Eye Hospital, Hajj Hospital and Pelamonia TK II Hospital, Makassar city. The number of samples was 393 case samples and 393 control samples. Results: There was an association between risk factors such as high-risk age group (p=0.000), male gender (p=0.000), history of trauma (p=0.000), diabetes mellitus (p=0.000), hypertension (p= 0.000) and intraocular disease (p=0.000). A history of hypertension had a 32.700-fold risk of developing cataract [OR 32.700 (95% CI: 15.782 - 67.755)], followed by a history of DM [OR 24.405 (95% CI: 12.215 - 48.762)], high risk age [OR 16.373 (95% CI: 10.562-25.383)]. A history of trauma has an Exp (B) value of 51.237 which means that a history of trauma has a 51 times chance of experiencing cataracts. Conclusion: High-risk age, male gender, history of trauma, diabetes mellitus, hypertension, and intaocular disease are determinants of cataract incidence in Makassar City. History of trauma is the most influential variable. Abstrak Latar Belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, meningkat seiring bertambahnya usia. Perkembangan katarak dipengaruhi oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Tujuan: Untuk menganalisis determinan kejadian katarak di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol dan dilakukan di Rumah Sakit Primaya Hertasning, RS Mata Kemenkes RI Makassar, RSUD Haji dan RS TK II Pelamonia. Jumlah sampel adalah 393 sampel kasus dan 393 sampel kontrol. Hasil: Terdapat hubungan antara faktor risiko seperti kelompok usia berisiko tinggi (p=0,000), jenis kelamin laki-laki (p =0,000), riwayat trauma (p =0,000), diabetes melitus (p=0,000), hipertensi (p=0,001) dan penyakit intraokular (p=0,001). Riwayat hipertensi memiliki risiko 32,700 kali lipat untuk mengalami katarak [OR 32,700 (95% CI: 15,782 – 67,755)], diikuti oleh riwayat DM [OR 24,405 (95% CI: 12,215 – 48,762)], usia risiko tinggi [OR 16,373 (95% CI: 10,562-25,383)]. Riwayat trauma mempunyai nilai Exp (B) 51,237 yang berarti riwayat trauma mempunyai peluang 51 kali mengalami katarak. Kesimpulan: Usia risiko tinggi, jenis kelamin laki-laki, riwayat trauma, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit intaokular merupakan determinan kejadian katarak di Kota Makassar. Riwayat trauma merupakan variabel yang paling berpengaruh.
Pengaruh Sikap, Norma Subyektif, Persepsi Kontrol Perilaku, Minat Beli dan Kesadaran Halal Terhadap Perilaku Pembelian Produk Makanan dan Minuman Halal Pada Remaja di Kota Makassar: The Influence of Attitudes, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, Purchase Intention and Halal Awareness on Purchasing Behavior of Halal Food and Beverage Products for Teenagers in Makassar City. Yusuf, Rezky Aulia; Baharuddin, Nurul Hikmah; Syamsir, Andi Megawati; Azisah, Nur Fitrah; Luthfiani, Evy; Awalia, Nurul
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1922

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Produk halal menjadi perhatian penting di kalangan masyarakat Muslim, termasuk remaja di Kota Makassar, mengingat nilai-nilai Islam yang mendorong konsumsi makanan dan minuman yang sesuai syariat. Remaja di era modern cenderung dipengaruhi oleh gaya hidup digital yang memaparkan mereka pada berbagai informasi produk, termasuk makanan dan minuman halal dan juga non-halal. Saat ini tantangan dalam memastikan bahwa remaja benar-benar memahami pentingnya memilih produk halal, yang tidak hanya terkait dengan aspek religius tetapi juga mencakup kualitas, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan: Untuk menjawab kebutuhan akan data empiris terkait hubungan antara sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, minat beli, dan kesadaran halal dalam memengaruhi perilaku pembelian remaja di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian dengan metode cross-sectional studi. Penelitian ini akan dilakukan di SMA. 10 Makassar, pada bulan Juli-September 2024. Total sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 119 siswa/siswi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku merupakan faktor kunci dalam membentuk perilaku konsumsi halal pada remaja. Hal ini menunjukkan, sikap dan kesadaran pribadi masih belum cukup kuat untuk memengaruhi perilaku konsumsi pada kaum muda. Keterlibatan faktor eksternal, seperti ekonomi, aksesibilitas, dan norma gender, juga menjadi variabel penting yang harus diperhatikan dalam membangun ekosistem konsumsi halal yang berkelanjutan. Strategi berbasis komunitas, promosi produk yang inklusif, dan intervensi kebijakan yang mendorong aksesibilitas pada produk halal adalah kunci untuk meningkatkan perilaku konsumsi halal, khususnya di kalangan remaja. ABSTRACT Background: Halal products are an important concern among the Muslim community, including teenagers in Makassar City, given the Islamic values that encourage the consumption of Shariah-compliant food and beverages. Teenagers in the modern era tend to be influenced by digital lifestyles that expose them to various product information, including halal and non-halal food and beverages. It is now a challenge to ensure that adolescents truly understand the importance of choosing halal products, which is not only related to religious aspects but also includes quality, health, and concern for the environment. Objective: To answer the need for empirical data related to the relationship between attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, purchase intention, and halal awareness in influencing adolescent purchasing behavior in Makassar City. Method: This research is a quantitative research with a cross-sectional study method. This research will be conducted at SMA. 10 Makassar, in July-September 2024. The total sample in this study was 119 students. The data analysis used is using univariate, bivariate and multivariate analysis. Results: This study shows that subjective norms and perceived behavioral control are key factors in shaping halal consumption behavior in adolescents. This shows that personal attitudes and awareness are still not strong enough to influence consumption behavior in young people. The involvement of external factors, such as economy, accessibility, and gender norms, are also important variables that must be considered in building a sustainable halal consumption ecosystem. Community-based strategies, inclusive product promotion, and policy interventions that encourage accessibility to halal products are key to improving halal consumption behavior, especially among youth.
Pengaruh Perilaku dan Kualitas Layanan Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Jeneponto: Influence of Behavior and Service Quality on Dental and Oral Health of Pregnant Women at Jeneponto District Health Center Idham, Idham; Muchlis, Nurmiati; Yuliati, Yuliati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1925

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Peningkatan risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut dapat dialami semua individu termasuk ibu hamil. Ibu hamil berisiko terkena karies gigi dan gingivitis. Dimana sebagian besar tidak melakukan kunjungan ke dokter gigi untuk konsultasi atau perawatan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di puskesmas dengan atau tanpa dokter gigi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan cross sectinal study. Jumlah populasi 205 dan sampel 128. Penelitian menggunakan kuesioner tentang perilaku meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan serta kualitas layanan dimana kesehatan gigi dan mulut dinilai menggunakan OHI-s dan DMF-T ibu hamil. Uji statistik menggunakan uji Chi-square dan uji beda. Hasil: Hasil penelitian dengan analisis bivariate menunjukkan tidak ada pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehatan gigi dan mulut ibu hamil kecuali sikap terhadap DMF-T (p=0,020). Namun, terdapat perbedaan yang signifikan penilaian skor sikap (p=0,029) dan indeks DMF-T (p = 0,022) antara kedua puskesmas. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh perilaku dan kualitas layanan terhadap kesehetan gigi dan mulut ibu hamil (p>0,05) dan terdapat perbedaan penilaian sikap dan indeks DMF-T ibu hamil pada puskesmas dengan atau tanpa dokter gigi. Abstract Background: Pregnant women constitute a demographic group at heightened risk for oral diseases, including dental caries and gingivitis. Despite this susceptibility, the majority do not seek regular dental consultations or treatments. Objective: This study aimed to examine the impact of behavioral factors and service quality on the oral health status of pregnant women at public health centers with and without on-site dental practitioners in Jeneponto Regency. Methods: Employing a quantitative observational analytic design and a cross-sectional approach, this study recruited 128 respondents out of a total population of 205 pregnant women. Data were gathered using questionnaires focused on behavior—encompassing knowledge, attitudes, and practices—as well as on service quality. Oral health status was evaluated using the OHI-s (Oral Hygiene Index–Simplified) and the DMF-T (Decayed, Missing, and Filled Teeth) index for pregnant women. Statistical analyses included Chi-square and difference tests. Results: Bivariate analysis revealed no significant influence of either behavioral factors or service quality on the oral health of pregnant women except attitude assessment for DMF-T (p=0,020). Nonetheless, a statistically significant difference was observed between public health centers, specifically in attitude scores (p = 0.029) and DMF-T indices (p = 0.022). Conclusion: Behaviour and service quality do not significantly affect the dental and oral health of pregnant women (p>0.05), and there are disparities in attitude assessment and DMF-T index among pregnant women at public health centers with or without dental professionals.
Pengaruh Mutu Pelayanan dan Kepuasan Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Rawat Inap di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2024: The Effect of Service Quality and Satisfaction on Interest in Repeat Visits of Inpatients at Labuang Baji Hospital Makassar Year 2024 Saputri, Andriani Yuli; Amelia, Andi Rizki; Baharuddin, Alfina
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1926

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Rumah Sakit sebagai fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan Kesehatan perorangan Tingkat sekunder dan tersier secara paripurna sesuai dengan UU no.44 tahun 2009. Mutu Pelayanan yaitu suatu mutu pelayanan yang baik dalam memberikan pelayanan rawat inap di rumah sakit merupakan hal yang penting demi kelangsungan suatu rumah sakit. Minat kunjungan kembali ini muncul, karena adanya pengaruh dari kepuasan yang dirasakan pasien. Pelanggan yang puas akan dapat melakukan pemanfaatan kembali pelayanan rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui mutu pelayanan dan kepuasan terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat inap sebagai variabel moderator di RSUD Labuang Baji  Makassar. Metode: Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Dengan populasi sebanyak 3.229 dan sampel sebanyak 98. Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis multivariat menunjukkan bahwa Pengaruh beban kerja fisik terhadap patient safety melalui Organizational Citizenship Behavior (OCB) diperoleh nilai koefisien sebesar -0,111 dengan nilai p (0.025) < 0,05. yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan. dan variable OCB merupakan variabel intervening pengaruh beban kerja fisik terhadap patient safety. Kesimpulan: Pengaruh secara langsung beban kerja fisik terhadap penerapan patient safety melalui perilaku organizational citizenship behaviour diperoleh nilai p = 0,025 yang artinya perilaku OCB merupakan variabel intervening terhadap hubungan antara beban kerja fisik dengan penerapan patient safety. Abstract Background: Hospital The hospital in Law of the Republic of Indonesia Number 44 of 2009 is a health service facility that provides middle-level and tertiary individuals. Full health services are in accordance with health service institutions that provide individual health services in a complete manner that provide inpatient, outpatient, and emergency services. Objective: To To determine the effect of service quality and satisfaction on the interest of patients in the inpatient installation at Labuang Baji Hospital Makassar. Methods: The research This type of research is quantitative and observational research with a cross sectional study design. With a population of 3,299 inpatients and a sample of 98. Results: The results of the study using Path Analysis showed that there was an effect of satisfaction on the interest of the visit obtained with a statistical t-value greater than the value of 1.96 (2.398 > 1.96), with a significant level smaller than 0.05 (0.017 < 0.05). So it can be concluded that satisfaction has a positive and significant effect on the interest of the visit. Conclusion: The effect of satisfaction on the interest of the visit was obtained with a value of p = 0.05 (0.017 < 0.05). So it can be concluded that satisfaction has a positive and significant effect on the interest of the visit. So it can be concluded that there is a relationship between satisfaction and interest in repeat visits.
SWOT Analysis Strategy to Improve Topography Code Accuracy in Malignant Neoplasms Cases at Ibnu Sina Hospital Makassar Asriyanti, Asriyanti; Meilany, Lilik; Agustina, Agustina; Putri, Rosana Dwiyanti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1927

Abstract

ABSTRACT Background: Neoplasm insurance claims are one of the most pending cases in the claim submission process. Pending claims are caused by inaccurate neoplasm topography codes. This disrupts hospital operational costs, increases the workload of coders and affects the quality of disease statistical data. Objective: This study aims to improve the accuracy of topography codes in malignant neoplasm cases using SWOT analysis. Method: The type of research is descriptive, the sample size is 110 patient medical records, data collection is by means of observation and interviews. Results: The results of the study showed that the completeness of medical information was 32.6% and incomplete 67.4%, the accurate topography of neoplasms code was 21.8% and inaccurate 78.2%. The causes of inaccuracy were delays in the results of the Anatomical Pathology laboratory 53.2%, no writing of the site of neoplasms on the medical record sheet 33%, and coders did not pay attention to the morphology of neoplasms code 13.8%. The results of the SWOT analysis show strength and opportunity factors, namely the educational qualifications of coders according to their competencies, using the most updated ICD-10 book. Weakness and threat factors are incomplete medical information, no SOP for coding neoplasms and no periodic coding audits. Strategies to improve the accuracy of diagnostic codes by optimizing internal and external factors by conducting coding audits, preparing SOPs and improving clinical coding skills in coders.
Analisis Hubungan Manajemen Pengelolaan Stress Kerja dengan Kesehatan Mental pada Perawat dan Dokter di Ruang Rawat Inap Jiwa di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan: Analysis of the Relationship between Work Stress Management and Mental Health in Nurses and Doctors in the Mental Inpatient Room at Dadi Mental Hospital, South Sulawesi Province Azizah, Nur; Ikhtiar, Muhammad; Muchlis, Nurmiati
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1929

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stress kerja merupakan salah salah pemicu penurunan kesehatan mental yang akan terjadi pada tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi rawat inap jiwa baik dari perawat maupun dokter. Perawat kesehatan jiwa lebih menitik beratkan pada kesehatan mental pasien tanpa mengesampingkan keadaan jasmaniahnya. kondisi mental pasien yang labil mengharuskan perawat untuk bersikap sabar  dalam melakukan berbagai macam peranan untuk mengetahui berbagai macam kebutuhan pasien.        Tujuan: untuk mengetahui manajemen pengelolaan stress kerja dengan kesehatan mental perawat dan dokter rawat inap jiwa di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 104 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Ada hubungan antara Stress kerja nilai (p=0,055), Problem Focused Coping (p=0,032), Sedangkan Tidak ada hubungan antara Emotional Focused Coping (p=0,336) terhadap kesehatan mental. Dengan stress kerja perawat dan dokter masuk dalam kategori berat berat sehingga diharapkan RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan memperhatikan Kesehatan mental pihak pihak yang terkain seperti, petugas medis, perawat dan dokter penanggungjawab. Kesimpulan: adanya hubungan antara stress kerja dan kefokusan terhadap masalah dengan Kesehatan mental. Sedangkan tidak adanya hubungan antara kefokusan terhadap emosi dengan Kesehatan mental. ABSTRACT Background: Work stress is one of the triggers for mental health decline that will occur in health workers who work in inpatient mental health installations, both nurses and doctors. Mental health nurses focus more on the mental health of patients without ignoring their physical condition. The unstable mental condition of patients requires nurses to be patient in carrying out various roles to find out the various needs of patients. Objective: to determine the management of work stress management on the mental health of nurses and inpatient mental health doctors at Dadi Regional Hospital, South Sulawesi Province. Method: quantitative research with a cross-sectional study approach. The number of samples was 104 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: There is a relationship between Work Stress value (p = 0.055), Problem Focused Coping (p = 0.032), while there is no relationship between Emotional Focused Coping (p = 0.336) to mental health. With the work stress of nurses and doctors included in the heavy category, it is expected that RSKD Dadi, South Sulawesi Province will pay attention to the mental health of the parties involved, such as medical personnel, nurses and doctors in charge. Conclusion: there is a relationship between work stress and focus on problems with mental health. While there is no relationship between focus on emotions with mental health.
Hubungan Birokrasi dengan Pencegahan HIV AIDS pada Pasien Poli Gigi Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Bulukumba: Relationship between Bureaucracy and HIV AIDS Prevention in Dental Clinic Patients of Puskesmas and Hospitals in Bulukumba District Masjidi, Iriani; Asrina, Andi; Batara, Andi Surahman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1931

Abstract

Abstrak Latar belakang: Dalam upaya pencegahannya, birokrasi memiliki peran penting sebagai penggerak kebijakan, penyedia layanan, dan koordinator program-program lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan birokrasi dengan pencegahan HIV AIDS pada pasien poli Gigi Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Bulukumba tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study untuk menganalisis hubungan variabel berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah semua petugas kesehatan di Poli gigi Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Bulukumba sebanyak 55 orang. Teknik pengambilan sampel digunakan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil uji statistik dengan uji chi-square diperoleh berdasarkan komunikasi nilai p-value (0,003 < 0,05) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan birokrasi dengan pencegahan HIV AIDS pada Pasien Poli Gigi di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Bulukumba tahun 2024. Adapun saran agar petugas kesehatan dapat mengatasi tantangan birokrasi dengan lebih baik, meningkatkan efektivitas program pencegahan HIV/AIDS, serta memberikan layanan yang inklusif dan berkualitas tinggi. Abstract Background: In prevention efforts, bureaucracy has an important role as a policy driver, service provider, and coordinator of cross-sector programs. Objective: This study aims to determine the relationship between bureaucracy and HIV AIDS prevention in Dental Polyclinics of Health Centers and Hospitals in Bulukumba Regency in 2024. Method: This study uses a quantitative method with a cross-sectional study approach to analyze the relationship between variables based on data that has been collected through questionnaires, interviews, observations and documentation. The population of this study was all health workers in Dental Polyclinics of Health Centers and Hospitals in Bulukumba Regency totaling 55 people. The sampling technique used was purposive sampling. Results: The results of the study obtained showed that the results of the statistical test with the chi-square test were obtained based on the communication of the p-value (0.003 <0.05) then Ha was accepted and H0 was rejected. Conclusion: There is a relationship between bureaucracy and HIV AIDS prevention in Dental Polyclinics of Health Centers and Hospitals in Bulukumba Regency in 2024. The suggestions are for health workers to be able to overcome bureaucratic challenges better, increase the effectiveness of HIV/AIDS prevention programs, and provide inclusive and high-quality services.
Perbedaan Pengaruh Media Booklet dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Pencegahan Infeksi Menular dan HIV/AID Kelompok Berisiko di Kabupaten Bulukumba : Differences in the Effect of Booklet and Leaflet Media on Knowledge of Prevention of Infectious Infections and HIV/AIDs for At-Risk Groups in Bulukumba Regency Andaresta, Ayu; Asrina, Andi; Sumiaty, Sumiaty; Yusriani, Yusriani; Idris, Fairus Prihatin; Gobel, Fatmah Afrianty
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1933

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang paling signifikan, yang mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. Pentingnya promosi kesehatan melalui media leaflet maupun booklet untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan. Pendidikan kesehatan reproduksi dalam kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan infeksi menular seksual remaja. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh media buklet dan leaflet terhadap pengetahuan pencegahan infeksi menular dan HIV/AIDS kelompok berisiko. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen yang bersifat kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian Quasy Eksperiment. Desain penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah “Pretest Posttest Control Group Design”. Penelitian ini dilakukan di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan akan dilaksanakan pada bulan Agustus s/d Oktober 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua kelompok beresiko (GWL, WPS) yang berada di Kabupaten Bulukumba sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling dimana pengambilan sampel dengan mengambil semua populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil: Terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunan media leaflet dan booklet terhadap pengetahuan pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS pada kelompok berisiko. Serta terdapat perbedaan rerata tingkat pengetahuan pada kelompok berisiko sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media leaflet dan booklet. ABSTRACT Background: HIV/AIDS remains one of the most significant global health challenges, affecting millions of people around the world. The importance of health promotion through leaflet and booklet media to increase knowledge about health. Reproductive health education in this activity aims to increase adolescents' knowledge about the prevention of adolescent sexually transmitted infections. Objective: To determine the difference in the effect of booklet and leaflet media on knowledge of prevention of infectious infections and HIV/AIDS in at-risk groups. Method: This research uses an experimental approach that is quantitative in nature, namely by using Quasy Experiment research. The research design used in this study was “Pretest Posttest Control Group Design”. This research was conducted in Bira Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency, South Sulawesi Province and will be conducted from August to October 2024. The population and samples in this study were all at-risk groups (GWL, FSW) in Bulukumba Regency as many as 60 people. The sampling technique used is Total Sampling where sampling takes all the population to be sampled. Data analysis used was univariate and bivariate analysis. Results: There is a positive and significant effect of using leaflet and booklet media on knowledge of prevention of sexually transmitted infections and HIV/AIDS in at-risk groups. And there is a difference in the average level of knowledge in the at-risk group before and after the intervention using leaflet and booklet media.