cover
Contact Name
Hilyah Ashoumi
Contact Email
hira@unwaha.ac.id
Phone
+6285730115001
Journal Mail Official
lppm@unwaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Garuda No. 09 61451 Tambakberas Jombang Jawa Timur
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Agrosaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26556391     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
AGROSAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah untuk menyebarluaskan penelitian baik dari mahasiswa maupun dosen dalam bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menekankan kajian ilmu pertanian yang meliputi budidaya pertanian dan ilmu perlindungan tanaman, agroekologi, teknologi pengolahan hasil pertanian, sosial ekonomi pertanian dan agribisnis, serta keteknikan pertanian dan ilmu-ilmu bidang pertanian lainnya. Terbit dua kali dalam satu tahun dan terbuka bagi para kontributor dari keahlian ilmu pertanian. E-ISSN : 2655-6391
Articles 78 Documents
Tepung Maggot sebagai Pakan Alternatif untuk Pendederan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus L.) Rahma Aulia; Mohamad Soleh; Damang Suryanto
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tepung maggot (Hermetia illucens L.) sebagai sumber protein alternatif dalam pakan benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus L.) pada tahap pendederan pertama. Maggot, yang merupakan fase larva dari Black Soldier Fly (BSF), dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan potensi besar sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan, yaitu pakan berbasis tepung maggot (100%) dan pakan komersial sebagai kontrol. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (specific growth rate/SGR), sintasan (survival rate/SR), serta kualitas air, yang diukur setiap minggu selama masa pemeliharaan. Hasil menunjukkan bahwa benih yang diberi pakan komersial memiliki bobot mutlak 0,055 g dan panjang mutlak 0,66 cm, sedangkan benih yang diberi pakan tepung maggot memiliki bobot mutlak 0,050 g dan panjang mutlak 0,50 cm. Nilai SGR pada perlakuan pakan komersial tercatat lebih tinggi (8,91%/hari) dibandingkan perlakuan tepung maggot (8,53%/hari). Namun demikian, benih yang diberi pakan berbasis maggot menunjukkan tingkat sintasan yang lebih tinggi (95%) dibandingkan dengan kontrol (81%). Selain itu, parameter kualitas air tetap stabil pada perlakuan tepung maggot, menunjukkan bahwa penggunaannya tidak menimbulkan peningkatan nitrogen yang berlebihan di perairan. Secara keseluruhan, meskipun pertumbuhan lebih tinggi pada pakan komersial, tepung maggot terbukti meningkatkan kelulushidupan benih nila salin dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein alternatif yang mendukung budidaya berkelanjutan.
Perbandingan Aplikasi Jamur Trichoderma sp. dengan Trichodermin dari Jamur Trichoderma sp. dan Waktu Aplikasinya dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium (Fusarium sp.) pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Anton Muhibuddin; Salsabila Putri Mazaya; Irisa Trianti
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/tx6f1634

Abstract

Jamur Trichoderma sp. merupakan jamur yang dapat mengendalikan penyakit tanaman, salah satunya adalah layu fusarium (Fusarium sp.) pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Salah satu senyawa yang dihasilkan jamur tersebut adalah senyawa trichodermin yang termasuk senyawa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur Trichoderma sp. dan trichodermin dalam mengendalikan jamur Fusarium sp. secara in vitro dan mengkaji waktu aplikasi terbaik secara in vivo. Penelitian in vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan penelitian in vitro menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian in vitro dilakukan dengan uji daya hambat dengan peracunan media dan uji antagonis dual culture, sedangkan penelitian in vivo dilakukan dengan aplikasi biofungisida dengan daya hambat terbaik dari hasil in vitro dengan perlakuan waktu aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan Trichoderma sp. memiliki daya hambat terbaik secara in vitro dan aplikasinya setiap 7 hari sekali memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan pengendalian layu fusarium pada tanaman tomat.
Analisis Kandungan Kafein Kopi Excelsa pada Tingkat Kematangan Kopi Excelsa Wonosalam Dini Nafisa Salsabila; Mifatchul Chusnah; Dyah Ayu Sri Hartanti
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 1 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Banyak jenis tanaman kopi dibudidayakan di Indonesia, salah satunya kopi Excelsa. Tanaman kopi Excelsa memiliki nama ilmiah Coffe liberica var. Dewevrei. Tanaman kopi Excelsa termasuk kelompok Liberoid. Rasa kopi Excelsa mirip dengan aroma nangka, biasanya asam dan juga tajam jadi rasa pada kopi Excelsa ini cukup identik, yaitu asam, manis, sepat. Biji kopi Excelsa berwarna pucat keputihan dan keriput. Kematangan buah kopi dapat diketahui dari warna buah kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dan hasil organoleptik pada kopi Excelsa berdasarkan pada tingkat kematangan buah yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pendekatan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan pada kandungan kafein memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap petik merah, petik kuning, dan petik hijau pada tingkat kematangan mempengaruhi kandungan kafein yang tinggi pada kopi hijau, karena tidak adanya proses fermentasi dalam pengolahan. Faktor di dalam proses roasting juga dapat mempengaruhi kadar kafein dalam kopi, dimana biji kopi yang diroasting semakin gelap akan semakin sedikit kadar kafeinya dibandingkan dengan biji kopi yang diroasting secara terang.
Uji Kemampuan Cendawan Entomopatogen untuk Mendukung Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Khusnul Khotimah; Ambar Susanti; Siti Aminatuz Zuhria
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 1 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi formulasi cair Cendawan Entomopatogen (CEP) Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae sebagai biostimulator terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai merah besar (Capsicum annuum L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi: P0 = kontrol (tanpa CEP), P1 = B. bassiana 25 mL/L, P2 = M. anisopliae 25 mL/L, dan P3 = kombinasi B. bassiana 12,5 mL/L + M. anisopliae 12,5 mL/L. Pengamatan dilakukan tiap 7 hari hingga akhir fase vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi CEP melalui metode soil drenching berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan. Tinggi tanaman berbeda nyata pada minggu ke-2, dengan nilai tertinggi pada P1 (31,1 cm). Jumlah daun tidak berbeda nyata, meskipun nilai tertinggi bervariasi antarminggu dan kontrol tetap terendah. Panjang akar tertinggi diperoleh pada P2 (21,4 cm) dan terendah pada kontrol (11,6 cm). Bobot basah akar berbeda nyata dengan nilai tertinggi pada P2 (2,25 g) dan terendah pada P0 (1,07 g). Selain itu, aplikasi cendawan meningkatkan pH tanah dari 4,0 menjadi 5,2 serta menaikkan kelembaban dari 3 menjadi 6,5 yang menunjukkan peran mikroba cendawan dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung fisiologi tanaman cabai merah besar.
Pengaruh Pemberian Kombinasi ZPT Alami (Bawang Merah, Rebung, Air Kelapa) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Var. Gustavi F1) Iliyin Na&#039;imah; Umi Kulsum Nur Qomariah; Mazidatul Faizah
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/677ayj03

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat secara ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi ZPT alami ekstrak bawang merah, rebung, dan air kelapa terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi generatif tomat varietas Gustavi F1. Penelitian dilaksanakan pada Mei – Oktober 2025 di kebun percobaan Dusun Gumulan II, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 5 perlakuan (P0: kontrol; P1: bawang merah+rebung; P2: rebung+air kelapa; P3: bawang merah+air kelapa; P4: ketiganya; masing-masing 50 mL. Setiap perlakuan terdapat 10 ulangan, pengaplikasian perlakuan dilakukan setiap 1 minggu sekali). Hasil menunjukkan adanya pengaruh nyata pada tinggi tanaman (P4 umur 119-133 hari setelah tanam (HST), jumlah daun (P1, P2, P3 umur 21, 119, 133 hari setelah tanam (HST)), dan jumlah buah panen ke-3 (P2), namun tidak berbeda nyata pada parameter diameter batang, umur bunga, dan bobot buah. Kombinasi perlakuan P2 (rebung + air kelapa + udara, masing-masing 50 mL/L) merupakan perlakuan yang paling efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif optimal dan hasil panen yang tinggi secara keseluruhan. Kombinasi tersebut berpotensi digunakan sebagai alternatif ZPT alami dalam mendukung budidaya tomat yang lebih berkelanjutan.
Pemanfaatan Labu Kuning pada Formulasi Mi sebagai Sumber Karbohidrat: Tinjauan Fisikokimia dan Sensori Devi Septa Riani
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/n6txnb11

Abstract

Pemanfaatan labu kuning (Cucurbita moschata) dalam formulasi mi merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan lokal untuk meningkatkan nilai gizi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan labu kuning (Cucurbita moschata) sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam formulasi mi serta pengaruhnya terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori produk. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian relevan dari jurnal nasional dan internasional. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif terhadap parameter fisikokimia seperti kadar air, abu, protein, karbohidrat, tekstur, dan warna, serta parameter sensori meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat penerimaan konsumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan labu kuning dalam formulasi mi dapat meningkatkan kandungan serat pangan, mineral, dan β-karoten yang berperan sebagai antioksidan. Namun, peningkatan konsentrasi labu kuning juga memengaruhi sifat fisikokimia mi, seperti meningkatnya kadar air dan kadar abu, serta perubahan tekstur akibat berkurangnya jaringan gluten. Dari segi sensori, penambahan labu kuning memberikan warna kuning-oranye yang lebih menarik dan dapat meningkatkan daya tarik visual produk. Pada konsentrasi rendah hingga sedang (5–30%), mi yang dihasilkan umumnya masih memiliki aroma, rasa, dan tekstur yang dapat diterima konsumen. Sebaliknya, penggunaan labu kuning dalam konsentrasi tinggi cenderung menurunkan tingkat kesukaan akibat tekstur yang lebih lunak dan aroma yang terlalu dominan. Secara keseluruhan, labu kuning berpotensi sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam pembuatan mi fungsional berbasis pangan lokal, dengan catatan diperlukan optimasi formulasi untuk mencapai keseimbangan antara nilai gizi dan mutu sensori produk.
Pengaruh Kombinasi POC Urine Kelinci dan Pupuk Anorganik terhadap Kubis Bunga Putih Mohammad Yusuf Habibi; Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/k98bwp20

Abstract

Studi ini melihat penggunaan pupuk organik cair (POC) yang dipadukan dengan pupuk anorganik dalam urine kelinci berdampak pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga putih (Brassica oleracea L.) varietas Agusta F1. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dengan tiga kali ulangan untuk eksperimen di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dari Mei hingga Agustus 2025. Konsentrasi POC urine kelinci adalah faktor pertama; terdiri dari K0 (0 mL/L), K1 (30 mL/L), K2 (60 mL/L), dan K3 (90 mL/L). Faktor kedua adalah taraf pupuk anorganik, yaitu N1 (100%), N2 (75%), dan N3 (50%). Apabila hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan nyata, data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Analysis of Variance/ ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa aplikasi POC urine kelinci berpengaruh terhadap lebar daun, diameter batang, dan diameter massa bunga. Variasi taraf pupuk anorganik memengaruhi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot kering, tinggi bunga, diameter massa bunga, bobot segar, dan bobot massa bunga. Interaksi kedua faktor perlakuan memberikan respon terhadap panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, dan bobot massa bunga. Kombinasi K1N3 paling responsif pada fase vegetatif, sedangkan kombinasi K3N3 paling efektif pada fase generatif.
Pengaruh Penerapan POC Bio Urine Plus terhadap Tanaman Padi (Oryza sativa) Varietas Inpari 32 Achmad Krisdianto; Mohamad Nasirudin; Zulfikar
AGROSAINTIFIKA Vol. 9 No. 1 (2026): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/k6f6e053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pupuk organic cair (POC) Bio Urine Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Inpari 32 di Desa Turipinggir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (3 mL L⁻¹), P2 (5 mL L⁻¹), P3 (8 mL L⁻¹), P4 (10 mL L⁻¹), dan P5 (13 mL L⁻¹) POC Bio Urine Plus. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat malai, serta berat kering batang dan daun. Data dianalisis menggunakan uji One-Way Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Tukey’s Honestly Significant Difference (Tukey HSD) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC Bio Urine Plus berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 75 hari setelah tanam (HST) serta jumlah daun pada umur 15 dan 45 HST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan, berat malai, serta berat kering batang dan daun. Perlakuan P4 (10 mL L⁻¹) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 109,7 cm, sedangkan P5 (13 mL L⁻¹) menghasilkan jumlah daun terbanyak, yaitu 179,3 helai. Meskipun tidak semua parameter menunjukkan perbedaan nyata, pemberian POC Bio Urine Plus cenderung memberikan respons positif terhadap pertumbuhan tanaman, terutama pada fase vegetatif, namun belum memberikan pengaruh yang konsisten terhadap komponen hasil. Dengan demikian, POC Bio Urine Plus berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair dalam mendukung budidaya padi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.