cover
Contact Name
Hilyah Ashoumi
Contact Email
hira@unwaha.ac.id
Phone
+6285730115001
Journal Mail Official
lppm@unwaha.ac.id
Editorial Address
Jl. Garuda No. 09 61451 Tambakberas Jombang Jawa Timur
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Agrosaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26556391     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
AGROSAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah untuk menyebarluaskan penelitian baik dari mahasiswa maupun dosen dalam bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menekankan kajian ilmu pertanian yang meliputi budidaya pertanian dan ilmu perlindungan tanaman, agroekologi, teknologi pengolahan hasil pertanian, sosial ekonomi pertanian dan agribisnis, serta keteknikan pertanian dan ilmu-ilmu bidang pertanian lainnya. Terbit dua kali dalam satu tahun dan terbuka bagi para kontributor dari keahlian ilmu pertanian. E-ISSN : 2655-6391
Articles 70 Documents
Dampak Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Bekas Cacing (Kascing) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brasscia juncea L.) Zuhria , Siti Aminatuz; Hartanti , Dyah Ayu Sri; Cahaya , Fitria Nur; Puspaningrum , Yessita; Maghfiroh , Canggih Naili; Nasirudin, Mohamad
AGROSAINTIFIKA Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v6i2.4599

Abstract

Penduduk di Indonesia setiap tahunnya semakin bertambah dapat berpengaruh pada kebutuhan bahan pangan dan sayur. Salah satu jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat Indonesia adalah caisim dimana dalam tanaman tersebut banyak mengandung gizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan protein, vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak berbagai dosis pupuk bekas cacing (kascing) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.). Penelitian ini dilakukan di lahan pekarangan rumah tepatnya di Desa Plosogenuk Kec. Perak Kab. Jombang, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan data kuantitatif, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dosis kascing yaitu 0 g, 50 g, 100 g, 150 g, 200 g, 250 g dan diulang sebanyak 4 kali. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) jika terdapat beda nyata dengan taraf 5%. Hasil percobaan pengaruh pupuk bekas cacing (kascing) dengan dosis 0 g, 50 g, 100 g, 150 g, 200 g, 250 g terhadap tanaman caisim memberikan hasil berbeda nyata atau berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. Hasil analisis data menunjukkan dosis terbaik pupuk kascing terhadap tanaman caisim adalah 250 g.
Biodiversitas Serangga pada Tanaman Jagung Varietas Jago 20 di Kabupaten Nganjuk Seken, Ido Adimas; Nasirudin, Mohamad; Yuliana, Anggi Indah
AGROSAINTIFIKA Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v6i2.4737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodiversitas atau keanekaragaman serangga pada tanaman jagung fase generatif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di lahan sitematis dan non sitematis. Pengambilan sampel serangga pertanaman jagung pada pagi hari (yellow trap dan blue trap), dan pada pagi, siang, dan sore (observasi). Adapun jumlah serangga yang diperoleh dihitung keanekaragaman (H’), dominasi (C), dan indeks nilai penting (INP). Pada lahan sistematis, nilai H’ serangga adalah 2,89 sedangkan untuk lahan non sitematis sebesar 2,81. Data menunjukan indeks keanekaragaman serangga dalam keadaan sedang. Indeks dominasi (C) pada lahan jagung fase generatif lahan sistematis sebesar 0,089 sedangkan pada lahan non sitematis sebesar 0,081 artinya kedua lahan tersebut menujukan indeks dominasi yang rendah. Pada lahan sistematis, famili Muscidae menunjukan INP sebesar 20,69, untuk lahan non sitematis INP tertinggi ditunjukan famili Coccinelidae dengan nilai 21,53. Lahan jagung fase generatif yang menggunakan perlakukan secara sitematis menunjukan keanekaragaman serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan lahan jagung fase generatif yang menggunakan perlakuan secara non sitematis.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Qusyairiy, Dewi Masruroh Ahmad; Nasirudin, Mohamad; Faizah, Mazidatul
AGROSAINTIFIKA Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v6i2.4930

Abstract

Tomat adalah komoditas multiguna yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena berguna sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, bahan pewarna makanan dan sebagainya. Dalam upaya peningkatan produksi tanaman tomat, petani masih menggunakan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah urine kelinci untuk pembuatan pupuk organic cair (POC). Pupuk organik dapat meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah juga dapat meningkatkan efiensi pemupukan. Dengan demikian penggunaan pupuk organik pada produksi tanaman tomat dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang dosisnya cenderung meningkat. Penggunaan kombinasi pupuk organik dan anorganik akan memberikan beberapa keuntungan salah satunya dapat mengurangi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC urine kelinci terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada vase vegetatif yang diantaranya tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Hasil pupuk organik cair yang dibuat nantinya akan diaplikasikan pada tanaman tomat menggunakan konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm. Pengamatan dilakukan selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan yaitu P0 = Air 100% tanpa POC urine (kontrol), P1 = POC urine 1000 ppm, P2 = POC urine 2000 ppm, P3 = POC urine 3000 ppm. Paramater yang diamati diantaranya tinggi tanaman, diameter batang, dan banyak jumlah daun. Data dianalisis dengan sidik ragam ANOVA taraf kepercayaan 5%. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC urine kelinci pada perlakuan P3 (3000 ppm) memberikan pengaruh signifikan pada tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman tomat pada umur 28 hari setelah tanam (HST) dan 35 HST dibandingkan perlakuan lainya.
Peningkatan Produksi Padi Gogo Dayang Rindu di Tanah Ultisol dengan Pupuk Nitrogen Bimasri, john
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 1 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi Dayang Rindu merupakan varietas padi lokal di Kabupaten Musi Rawas merupakan padi gogo yang tergolong aromatik, biasa ditanam di tanah ultisol dengan kesuburan yang rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas, pada ketinggian 45 meter di atas permukaan laut dari bulan Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 level perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan terdiri dari: 0 kg/ha atau tanpa nitrogen (N0); 100 kg urea/ha setara 0,75 gram/polybag (N1); 200 kg urea/ha setara 1,5 gram urea/polybag (N2); 300 kg urea/ha setara 2,25 gram urea/polybag (N3); 400 kg urea/ha setara 3 gram urea/polybag (N4). Media tanam berupa tanah ultisol sebanyak 15 kg/polybag. Parameter yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, berat gabah per rumpun, berat gabah 1.000 butir, kadar klorofil daun, dan aroma. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian pupuk nitrogen sebanyak 138 kg/ha setara dengan 300 kg urea/ha atau setara dengan 2,25 g urea/polybag menghasilkan jumlah anakan terbanyak (25,33 anakan/rumpun), dan berat gabah perumput tertinggi (66,86 g). Perlakuan pemupukan nitrogen berbanding lurus terhadap produksi, tetapi berbanding terbalik terhadap aroma gabah. Semakin tinggi dosis pupuk nitrogen yang diberikan, maka produksi yang dihasilkan meningkat, tetapi aroma harum pada gabah padi Dayang Rindu semakin berkurang.
Proyeksi Produktivitas Kopi Robusta dan Arabika 2024-2033 berdasarkan Status Pengusahaan Maghfiroh, Canggih Nailil
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 1 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis di Indonesia dengan peran penting dalam perekonomian nasional, khususnya untuk jenis Robusta dan Arabika. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan (forecast) luas lahan dan produktivitas kopi Robusta dan Arabika berdasarkan status pengusahaan selama periode 2024-2033. Data historis yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan dan Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) dianalisis menggunakan metode peramalan deret waktu (time series forecasting) dengan model regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan kopi di Indonesia diprediksi akan meningkat dari 1.301.604 hektar pada tahun 2024 menjadi 1.422.277 hektar pada tahun 2033, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 0,99% per tahun. Peningkatan luas lahan ini terutama didorong oleh kontribusi dari perkebunan rakyat (PR), sementara luas areal perkebunan besar negara (PBN) dan perkebunan besar swasta (PBS) diperkirakan mengalami penurunan. Produktivitas kopi juga diproyeksikan mengalami kenaikan, baik untuk jenis Robusta maupun Arabika, dengan produktivitas Robusta diprediksi meningkat dari 807,25 kg/ha pada tahun 2024 menjadi 869,33 kg/ha pada 2033, sementara Arabika dari 877,48 kg/ha pada 2024 menjadi 935,80 kg/ha pada 2033.Secara keseluruhan, proyeksi ini memberikan gambaran positif tentang perkembangan luas lahan dan produktivitas kopi di Indonesia dalam 10 tahun ke depan, namun peningkatan luas tanaman rusak menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kopi.
Uji Antagonisme Penicillium spp. UB Forest Terhadap Patogen Penyebab Penyakit Tanaman Cabai Muhibuddin, Anton; susanti, ambar
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 1 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai (Capsicum L.) merupakan komoditas tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, namun produktivitas cabai di Indonesia masih tergolong rendah karena terkendala juga oleh serangan penyakit yang mengakibatkan kehilangan hasil. Penyakit layu yang disebabkan oleh fungi patogen Fusarium sp. dan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh fungi patogen Colletotrichum sp. merupakan penyakit penting pada tanaman cabai. Tanaman yang terserang penyakit tersebut cenderung mengalami penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengendalian dan mekanisme antagonisme menggunakan Penicillium spp. terhadap fungi patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mulai bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Juni 2024. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media PDA, isolasi fungi patogen, pemurnian fungi (antagonis dan patogen), identifikasi makroskopis dan mikroskopis, uji antagonis in vitro, pengamatan makroskopis dan mikroskopis, serta perhitungan persentase daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penicillium spp. mempunyai efektivitas kurang dari 40% (minimum) dalam menekan pertumbuhan fungi patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Mekanisme penghambatan yang terjadi antara Penicillium spp. terhadap Fusarium sp. adalah kompetisi dan antibiosis, sedangkan mekanisme antara Penicillium spp. terhadap Colletotrichum sp. adalah kompetisi.
Uji Kafein dan Tanin Teh Celup Cascara Kopi Excelsa pada Lama Pengeringan Berbeda Chusnah, Miftachul; Ayu Sri hartanti, Dyah; Puspaningrum, Yessita; Karima, Ummi
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cascara atau teh kulit kopi sebenarnya sudah beredar di pasar internasional tetapi masih sangat jarang ditemukan di Indonesia karena kurangnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang keberadaan produk teh kulit buah kopi. Oleh karena itu penanganan limbah kulit kopi (cascara) sangat penting dilakukan, karena selama ini telah menimbulkan masalah karena dibiarkan membusuk, ditumpuk, dan dibakar  dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.  Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan sumber daya alam tersebut dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi olahan atau produk lainnya dengan nilai ekonomis tinggi, yaitu teh celup kulit kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap kadar kafein dan tanin dari produk teh celup kulit kopi (cascara) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental dengan pendekatan data kuantitatif.  Penelitian ini menggunakan bahan kulit kopi (cascara) Excelsa Wonosalam Jombang. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan 3 ulangan dan menggunakan oven pada suhu 50°C dengan variasi lama waktu pengeringan yang berbeda yaitu T1 3 jam, T2 4 jam, dan T3 5 jam. Setiap perlakuan memliki berat 200 gr cascara. Kadar Kafein dan tanin dianalisa dengan menggunakan Spektofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan yang berbeda dapat memberikan pengaruh tidak beda nyata (P<0,05) pada kafein dan tanin teh celup kulit kopi.
Pengaruh ZPT Rapid Root dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Jambu Dersono (Syzigium malaccense) Ryvaldi Prasdianto; Qomariah, Umi Kulsum Nur; Yuliana, Anggi Indah
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu dersono (Syzigium malaccense) merupakan tanaman buah yang banyak diminati masyarakat. Namun, dalam proses penanaman hingga buah dapat dipanen cukup lama yaitu 3-4 tahun. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diharapkan dapat mempercepat budidaya misalnya dengan Rapid Root dan air kelapa. Penelitian bertujuan untuk dapat melihat hasil dari pengaruh ZPT Rapid Root  dan air kelapa pada pertumbuhan stek batang tanaman jambu dersono (Syzigium malaccense) untuk mendapatkan bibit bakal tanam yang lebih cepat terhadap parameter awal kemunculan tunas, jumlah (tunas, daun, dan akar) dan panjang akar. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Dusun Plumpang Lor, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada bulan Juni 2024. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan rincian: Tanpa penggunaan ZPT (P Kontrol), R1 Rapid Root 30gr/100ml, R2 40gr/100ml dan R3 50gr/100ml, A air kelapa muda. Perolehan penelitian terlihat bahwa gabungan Rapid Root  dan air kelapa tidak berdampak pada kemunculan tunas, panjang akar dan jumlah akar, namun berpengaruh pada jumlah tunas perlakuan R3 Rapid Root 50gr/100ml pada pengamatan 56 HST dengan jumlah tunas terbanyak dibanding dengan perlakuan lainnyaSelain itu perlakuan R3 Rapid Root 50 g/100 mL juga berpengaruh terhadap jumlah daun yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada 56 hari setelah tanam (HST). Dapat disimpulkan penggunaan Rapid Root dosis 50gr/100ml umur 56 HST menghasilkan jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak dibanding semua perlakuan dalam penelitian ini.
Analisis Tren Produktivitas Komoditas Padi di Provinsi Aceh dan Implikasinya terhadap Ketahanan Pangan Regional Mardiantono, Mardiantono
AGROSAINTIFIKA Vol. 7 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk di Provinsi Aceh yang dikenal sebagai lumbung pangan utama di wilayah barat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produktivitas padi di Aceh selama periode 2013-2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis tren linier sederhana dan perhitungan koefisien variasi berdasarkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata produktivitas padi sawah sebesar 0,87% per tahun, namun disparitas antar kabupaten/kota masih tinggi. Kabupaten Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Tamiang mencatat produktivitas di atas rata-rata provinsi (>50 ku/ha), sedangkan wilayah seperti Aceh Singkil dan gayo Lues menunjukkan stagnasi. Faktor penyebab perbedaan meliputi akses terhadap irigasi teknis, puput bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pengaruh iklim El Niño–La Niña. Implikasi hasil ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan di Aceh memerlukan pendekatan terintegrasi, termasuk peningkatan infrastruktur pertanian dan distribusi input secara merata. Temuan utama menunjukkan bahwa indeks produktivitas meningkat dari 100,0 pada 2013 menjadi 109,9 pada 2023, mencerminkan pertumbuhan kumulatif hampir 10% dalam satu dekade.
Optimasi Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. Var. Italica) di Dataran Rendah dengan Pemangkasan Tunas Lateral dan Macam Pupuk Organik Cair indriani, mia indriani
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 1 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli adalah komoditas sayuran bernilai tinggi, produktivitas brokoli di Indonesia masih rendah, terutama di dataran rendah dengan suhu tinggi dan kelembapan yang tidak stabil, menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, termasuk perkembangan tunas lateral. Pemangkasan tunas lateral diyakini dapat meningkatkan kualitas hasil panen dan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai suplemen nutrisi dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menentukan pemangkasan tunas lateral dan penggunaan macam Pupuk Organik Cair (POC) terbaik pada hasil tanaman brokoli. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu waktu pemangkasan tunas lateral (D) dengan tingkat 28, 35, 42 Hari Setelah Tanam (HST) dan jenis pupuk organik cair (P) yaitu POC urine kelinci, POC sabut kelapa, POC air kelapa dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan meliputi jumlah daun tanaman, berat brangkasan tanaman, berat segar akar, berat segar brokoli, dan diameter brokoli. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F atau analisis varians pada tingkat 5% untuk menentukan pengaruh perlakuan. Pengujian lebih lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat 5% dan 1% untuk menentukan perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan tunas lateral pada hari ke-42 setelah penanaman dan POC sabut kelapa dengan dosis 50 mL/L memberikan efek terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli.