cover
Contact Name
Bagdawansyah Alqadri
Contact Email
bagda_alqadri@unram.ac.id
Phone
+6281343826656
Journal Mail Official
juridiksiam_fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Lt. 1 Gedung E PIPS FKIP Universitas MataramJalan Majapahit No.62 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman (JURIDIKSIAM)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23554622     EISSN : 26229021     DOI : https://doi.org/10.29303/juridiksiam
Core Subject : Education, Social,
Telaah teori mutakhir dan hasil penelitian dan pengembangan tentang Kurikulum, Bahan Ajar, Metode/Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora serta hasil telaah teori mutahir dan hasil penelitian substansi ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Articles 149 Documents
TRADISI OBAT ULUAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT DESA JERANGLAH TINGGI KECAMATAN MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN lena, lenameutiahfebrian
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 2 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i2.465

Abstract

Tradisi Obat Uluan merupakan salah satu kearifan lokal yang masih bertahan di masyarakat Desa Jeranglah Tinggi, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya dan pengetahuan lokal dalam pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Obat Uluan merupakan ramuan herbal yang terbuat dari berbagai jenis tumbuhan alami yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, serta peran Tradisi Obat Uluan dalam kehidupan masyarakat setempat. Metode penelitian dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para tetua adat dan praktisi pengobatan tradisional, serta studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Obat Uluan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengobatan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Kearifan lokal ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya melestarikan pengetahuan tradisional dalam menghadapi modernisasi. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan kearifan lokal di tengah masyarakat. Kata kunci: Tradisi Obat Uluan, kearifan lokal, pengobatan tradisional, Desa Jeranglah Tinggi, Bengkulu Selatan.
Pengaruh Pembiasaan Menyanyikan Lagu Nasional Terhadap Pembentukan Jiwa Nasionalisme Peserta Didik Di SMA Negeri 14 Bandar Lampung Piaroga, Neli Diana
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 2 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiasaan menyanyikan lagu nasional terhadap pembentukan jiwa nasionalisme peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan teknik proportionate random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni menggunakan uji regresi linear sederhana. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung tahun ajaran 2025/2026. Sampel dalam penelitian berjumlah 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan menyanyikan lagu nasional di sekolah tersebut sudah berjalan secara konsisten yang dilaksanakan dua kali sehari, yaitu pada pukul 10.00 WIB dengan menyanyikan lagu Kebangsaan dan pada pukul 15.30 WIB dengan menyanyikan lagu nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentank oleh warga sekolah melalui sistem pengeras suara yang terhubung ke seluruh ruang kelas, dan diawasi oleh guru serta staf sekolah untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai jadwal. Pembiasaan menyanyikan lagu nasional memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa nasionalisme peserta didik sebesar 55,9% yang diperoleh dari indikator pengulangan, stimulus dan respon, serta penguatan. Kata Kunci: Pembiasaan; Lagu Nasional; Jiwa Nasionalisme
EFFECT OF DIGITAL COMIC LEARNING MEDIA ON THE LEARNING OUTCOMES OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP MUHAMMADIYAH 1 METRO Dwianugraha, Ahmad Nur'Afief Dwianugraha
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 2 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i2.503

Abstract

This study aims to determine the effect of QR code-based digital comic learning media on the learningoutcomes of eighth-grade students. The method used is quasi-experimental. Data collection techniqueswere carried out through pre-tests and post-tests, supported by questionnaires and observations. Dataanalysis techniques included descriptive statistical analysis, prerequisite tests, hypothesis testing, andN-Gain Score testing. The results of the study showed a significant difference between the experimentalclass that used QR code-based digital comic media and the control class that used PowerPoint slides.The N-Gain score for cognitive learning outcomes in the experimental class reached 70.17% in the highcategory, while the control class only reached 45.17% in the moderate category. Affective learningoutcomes were indicated by a coefficient of determination of 55.7%. In the psychomotor domain,observation results showed a percentage of 89.69% in the very good category for the experimentalclass, compared to 79.2% in the good category for the control class. Based on the results of this study,it can be concluded that the use of digital comic-based QR-Code learning media has a significant effecton improving students' cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes in Pancasila Educationcompared to conventional learning media. Kata Kunci: Komik Digital; QR-Code; Hasil Belajar; Media Pembelajaran; Pendidikan Pancasila.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN CROSSWORD BERBASIS QR-CODE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PESERTA DIDIK SMA AL-HUDA JATI AGUNG Afifah, Noer
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 2 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i2.507

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Media Pembelajaran Crossword Berbasis QR-Code terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Peserta Didik di SMA Al-Huda Jati Agung. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif.  Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI di SMA Al-Huda Jati Agung. Sampel dalam peneltian ini berjumlah 64 responden yang terdiri dari 32 responden kelas eksperimen dan 32 responden kelas kontrol. Teknik perhitungan data menggunakan bantuan Microsoft Excel dan SPSS 27. Pengambilan data penelitian menggunakan Teknik tes dan dokumentasi. Berdasarkan perhitungan uji independent sample t-test yang digunakan dalam penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat dampak yang signifikan dari pengunaan media pembelajaran crossword terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas XI di SMA Al-Huda Jati Agung. Yang berdasarkan uji N-Gain Score mempunyai efektivitas sebesar 74,86% yang dapat dikategorikan cukup efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran crossword memberikan hasil belajar yang positif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan media pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila. Kata Kunci: Media Pembelajaran; Crossword; Hasil Belajar
PENGUNAAN KALUNG ID CARD UNTUK MEKANISME IZIN KELUAR SEKOLAH SEBAGAI INOVASI TATA TERTIB DI SMAN 2 SIDOARJO Intan, Nur
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 2 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i2.515

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan kalung ID Card sebagai inovasi sederhana dalam sistem izin keluar-masuk siswa di SMAN 2 Sidoarjo untuk meningkatkan disiplin dan pengawasan selama pembelajaran. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan guru, siswa, serta staf administrasi, diperoleh temuan bahwa prosedur izin manual sebelumnya tidak efisien, mudah disalahgunakan, dan menyulitkan pemantauan pergerakan siswa. Implementasi kalung ID Card sebagai penanda visual izin terbukti mampu menata ulang mekanisme perizinan menjadi lebih tertib, mengurangi penyalahgunaan, serta mempermudah guru dalam mengontrol mobilitas siswa. Meskipun terdapat kendala seperti potensi kartu hilang, sebagian besar siswa menganggap sistem baru ini lebih jelas dan adil. Secara keseluruhan, inovasi ini memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat tata tertib sekolah tanpa membutuhkan teknologi yang rumit. Kata Kunci: Kalung ID Card; izin keluar siswa; inovasi tata tertib.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PPKn Di SMP NEGERI 6 MATARAM UUM ZUMIARTININGRUM; Mohammad Ismail; Rispawati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 1 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan pembelajaran penemuan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Populasi pada penelitian ini yaitu semua kelas VII di SMP Negeri 6 Mataram. Sampel penelitian yaitu kelas VII A dan VII B setelah dilakukan penyepadanan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan nonequivalen control group desigen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes bentuk pilihan ganda yang telah memenuhi persyaratan uji instrumen penelitian. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis menggunakan T-test menunjukan bahwa thitung hasil belajar siswa 6,958 < dari ttabel sebesar 51,460 pada taraf signifikan 0.05 adalah 2,003. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan pembelajaran penemuan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.  Kata kunci: Pembelajaran Penemuan; Discovery learning; Hasil Belajar
NILAI SOLIDARITAS SOSIAL DAN RELIGI DALAM TRADISI BEGAWE MUSIM KEMBALIT DI DESA SAKRA KECAMATAN SAKRA LOMBOK TIMUR Trisna Insani; Syafruddin; Suud; NI Made Novi Suryanti
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan dalam tradisi begawe musim kembalit dan mengidentifikasi serta  menganalisis nilai solidaritas sosial dan religi dalam Tradisi Begawe Musim Kembalit. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data dari Spradly dengan analisis domain, analisis taksonomi, komponensial dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 3 tahapan yang dilakukan dalam proses Tradisi Begawe Musim Kembalit yaitu: (1) Persiapan, dimana akan dilakukan musyawarah masyarakat terutama tokoh adat, pemerintah desa untuk sama-sama menyepakati hari pelaksanaan tradisi; mengumpulkan banjar; memasak bersama; membuat jajanan; menyusun isian dulang dengan yang sudah masyarakat persiapkan sebelumnya. (2) Pelaksanaan, yaitu prosesi ponggok dulang; sorong serah dulang; zikir bersama dan Pepaosan. (3) Penutup, dengan makan bersama dan pameran kesenian tradisional khas sasak berupa peresean, tarian-tarian, dan pameran artefak lainnya. Nilai solidaritas dalam tradisi begawe musim kembalit dilihat dari beberapa indikator yang ditemukan dalam prosesi yaitu (1) kesadaran kolektif yang kuat ditandai dengan masyarakat melakukan persiapan begawe hingga selesai secara  bersama-sama tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. (2) hukum represif dominan ditandai dengan masyarakat melaksanakan tradisi berdasarkan hasil musyawarah yang sudah disepakati bersama. (3) pembagian kerja rendah ditandai dengan masyarakat saling tolong menolong dan bahu membahu dalam melakukan persiapan,pelaksanaan dan penutupan tradisi.  (4) konsensus terhadap pola normatif penting ditandai dengan adanya pemberian sanksi sosial terhadap masyarakat yang berlaku onar selama tradisi berlangsung.  Kemudian nilai religi yang ditemukan  dalam Tradisi Begawe Musim Kembalit yaitu  (1) Sistem Keyakinan yang ditandai dengan adanya kepercayaan masyarakat pada saat melaksanakan tradisi akan mendapatkan kesejahteraan dari tuhan yang maha esa selama musim kembalit berlangsung  (3) Ritus dan Upacara yang ditandai dengan prosesi zikir dan pepaosan yang merupakan cara meminta keberkahan,pertolongan serta rizki yang cukup di musim kembalit  (4) Peralatan Ritus dan Upacara yang ditandai dengan adanya peralatan khusus untuk pepaosan berupa air dalam wadah penginang kuning,tembakau,kapur dan sirih, jarum, benang dan lain sebagainya. Kata Kunci: Proses Tradisi; Nilai Solidaritas; Nilai Religi
PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT YANG MENJADI LANDASAN PEMIKIRAN DAN PANDANGAN HIDUP Rifqiyah Khumaida Ardiansyah; Iqbal Achwan Syahputra
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.524

Abstract

Pancasila merupakan dasar filsafat negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi landasan berpikir, bersikap, dan bertindak dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam perkembangan zaman yang ditandai oleh globalisasi, kemajuan teknologi, serta meningkatnya kompleksitas permasalahan sosial seperti korupsi, nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan mendasar mengenai bagaimana kedudukan Pancasila sebagai sistem filsafat negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengapa pemahaman nilai-nilai Pancasila penting bagi masyarakat, khususnya generasi terdidik, dalam menghadapi perubahan zaman. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran Pancasila sebagai sistem filsafat yang membentuk karakter, identitas, dan arah kehidupan bangsa Indonesia, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi pustaka, dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah, serta didukung analisis kasus korupsi sebagai bentuk penyimpangan nilai Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa masih tingginya kasus korupsi serta lemahnya pengamalan nilai kebangsaan mencerminkan belum optimalnya implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai sistem filsafat negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi tersebut menandakan adanya kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dengan realitas praktik sosial dan penyelenggaraan negara. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai landasan moral dan filosofis bangsa Indonesia, namun implementasinya memerlukan penguatan yang berkelanjutan melalui pendidikan karakter, penegakan hukum yang berkeadilan dan konsisten, serta internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan agar mampu menjawab tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri bangsa. Kata Kunci: Pancasila; Sistem Filsafat; Pandangan Hidup; Nilai Kebangsaan; Globalisasi.
TINJAUAN ETIKA WARGA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF NILAI PANCASILA : A REVIEW OF DIGITAL CITIZENS' ETHICS FROM THE PERSPECTIVE OF PANCASILA VALUES Febriyanti Iis Setyowati; Nur Aura Amaliah; Anang Dony Irawan
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku komunikasi netizen Indonesia di media sosial dalam merespons isu kenaikan harga kebutuhan pokok dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mengkaji perilaku tersebut dalam perspektif nilai-nilai Pancasila sebagai dasar etika warga negara digital. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk implementasi etika warga digital berbasis Pancasila dalam interaksi netizen di ruang digital. Perkembangan media sosial sebagai ruang publik digital telah mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan opini terhadap berbagai kebijakan publik, namun tidak selalu diiringi dengan kesadaran etika dalam berkomunikasi. Hal ini terlihat dari masih maraknya komentar yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, serta sikap tidak menghargai pendapat orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi komparatif terhadap komentar netizen pada unggahan media sosial Instagram yang berkaitan dengan kedua isu tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan mengambil komentar yang relevan dalam kurun waktu tertentu. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan pola perilaku netizen serta mengidentifikasi sejauh mana perilaku tersebut mencerminkan nilai nilai dalam Pancasila. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan etika warga negara digital guna menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan bangsa di era digital. Kata Kunci: Etika; Pancasila; Media Sosial
A Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 10 Mataram: A. Dampak Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMAN 10 Mataram, B. Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sman 10 Mataram,C. Solusi Menghadapi Tantangan dan Hambatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Amelia; Bagdawansyah Alqadri; Nurlatifa Nurlatifa
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.534

Abstract

This research was conducted due to the curriculum change and the demands placed on schools as the implementing institutions. The study aims to describe the impact of the Merdeka Curriculum on Pancasila Education learning and student outcomes at SMA Negeri 10 Mataram. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has brought positive changes in the planning, implementation, and evaluation of learning. Planning was carried out systematically through training, mentoring, and the preparation of teaching modules that integrate Pancasila values. Implementation provided teachers with space to innovate using varied methods, while evaluation was not only oriented toward final results but also included diagnostic, formative, and summative assessments that measured students’ knowledge, attitudes, and skills. Nevertheless, the implementation faced internal challenges such as teachers’ adaptation to new methods and students’ readiness, as well as external challenges including frequently changing policies, limited facilities, and minimal access to learning resources. To overcome these obstacles, the school focused on improving teacher competence through continuous training, workshops, mentoring, and supervision, while also encouraging learning innovations such as project-based methods, interactive discussions, real-case simulations, personal approaches, and the provision of motivation and rewards. Through this combination of strategies, Pancasila Education learning is expected to become more contextual, relevant, enjoyable, and meaningful, enabling students to more easily internalize Pancasila values, although full effectiveness still requires ongoing support and consistent evaluation. Keywords: Merdeka Curriculum; Pancasila education; Learning outcomes.