cover
Contact Name
Bagdawansyah Alqadri
Contact Email
bagda_alqadri@unram.ac.id
Phone
+6281343826656
Journal Mail Official
juridiksiam_fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Lt. 1 Gedung E PIPS FKIP Universitas MataramJalan Majapahit No.62 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman (JURIDIKSIAM)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23554622     EISSN : 26229021     DOI : https://doi.org/10.29303/juridiksiam
Core Subject : Education, Social,
Telaah teori mutakhir dan hasil penelitian dan pengembangan tentang Kurikulum, Bahan Ajar, Metode/Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora serta hasil telaah teori mutahir dan hasil penelitian substansi ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Articles 119 Documents
PENERAPAN NILAI MORAL DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH SMA 1 PRAYA Edi, Maria Grace Putri; Prapta, Usnia Bahagia; Fatahillah, Lanang; Apriani, Siska; Zariah, Ainun; Ayu, Nur Kuratun
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas penerapan nilai moral dalam pembelajaran di sekolah sebagai upayauntuk membentuk karakter siswa. Apalagi di tengah perkembangan teknologi dan budaya globalisasi,dan juga tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai moral semakin kompleks. Dan banyak siswa terpaparpada berbagai pengaruh negatif melalui media sosial dan lingkungan sekitar yang dapat mengikis nilainilai moral yang seharusnya ditanamkan dan guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat pentingdalam menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Tujuan penelitian ni untuk mengetahui bagaimanapenerapan nilai moral dalam pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan yaitu observasi danwawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bapak Fikri, cara guru di SMAN 1 PRAYAmengatasi siswa yang melanggar nilai dan moral yang peneliti temukan saat wawancara yaitu gurumelakukan pencegahan dengan memberikan peringatan kepada siswa mengenai tata tertib yang ada dandiberikan hukuman seringan-ringannya. Selain itu cara guru mengatasi siswa yang melanggar nilai danmoral yang ada di sekolah berupa sanksi sesuai dengan besarnya pelanggaran yang dilakukan olehsiswa. Guru juga memberikan poin kepada siswa yang melanggar nilai dan moral yang sudah dibuatsesuai dengan hasil kesepakatan bersama. Dengan penerapan nilai moral yang efektif, diharapkan siswadapat menjadi individu yang cerdas dan berintegritas. Melalui kolaborasi antara semua pihak,pendidikan moral dapat diintegrasikan secara menyeluruh dalam kurikulum, menciptakan generasi yanglebih bertanggung jawab. Kata Kunci: Penerapan nilai; moral; Pembelajaran kewarganegaraan
Penguatan Nilai Toleransi Siswa Melalui Pendidikan Multikultural pada Mata Pelajaran Sosiologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), dan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Lingsar Septiana, Tia; Hamidsyukrie; Suud; Masyhuri
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam bentuk-bentuk penguatan nilai toleransi siswa melalui pendidikan multikultural pada mata pelajaran sosiologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), dan Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Lingsar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menemukan beberapa bentuk penguatan toleransi melalui pendidikan multikultural pada ketiga mata pelajaran tersebut yaitu pertama, dengan memberikan kemerdekaan/kebebasan kepada siswa, baik kebebasan dalam berpendapat atau kebebasan dalam menentukan sebuah pilihan. Kedua, dengan mengajarkan siswa untuk mengakui hak setiap orang yang diinternalisasikan melalui materi pelajaran dan melalui perilaku keseharian siswa. Ketiga, dengan mengajarkan kepada siswa untuk selalu menghormati keyakinan orang lain, baik dalam pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penguatan nilai toleransi siswa melalui tiga mata pelajaran tersebut dapat memberdayakan dan meningkatkan nilai toleransi siswa, seperti terciptanya sikap keterbukaan siswa, meningkatnya rasa saling memahami dan menghargai antar siswa, sehingga terciptanya anti diskriminasi atau konflik antar siswa. Kata Kunci: Penguatan Nilai; Toleransi; Multikultural
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG ANAK REMAJA (STUDI DI DESA CAMPA, KEC. MADAPANGGA, KAB. BIMA) Wati, Mirna; syafruddin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.327

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi orang tua terhadap perilaku menyimpang anak remaja; (2) bentuk-bentuk perilaku menyimpang anak remaja dan (3) jenis-jenis perilaku menyimpang anak remaja di Desa Campa, Kec. Madapangga, Kab. Bima. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan: (1) persepsi orang tua terhadap perilaku menyimpang anak remaja, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif; (2) bentuk-bentuk perilaku menyimpang anak remaja, yaitu penyimpangan primer dan  penyimpangan  sekunder; (3) jenis-jenis perilaku menyimpang anak remaja, yaitu: (a) penyimpangan individual, seperti: memasang kenalpot recing, berpakaian seperti gaya kebarat-baratan (rambut diwarnain), merokok, berkata-kata yang kotor, berpilaku yang tidak baik terhadap sesama remaja ataupun kepada orang yang lebih tua dan berpakaian tidak semestinya dikalangan remaja; (b) penyimpangan kolektif  (kelompok), seperti: membentuk geng balap motor liar, melakukan pencurian sepeda motor, laptop, hanphone secara berkelompok, pacaran sampai larut malam, minum-minuman keras, membuat keributan, memakai narkoba, melakukan tawuran antar remaja, melakukan perjudian online (game), mengkonsumsi narkoba sejenis ganja dan shabu, membentuk geng-geng (kelompok) untuk melakukan perbuatan yang negatif, perzinahan (melakukan hubungan seksual diluar nikah), berkelahi, hamil diluar nikah, dan nongkrong sampai larut malam.   Kata Kunci: Persepsi Orang Tua; Perilaku Menyimpang; Anak Remaja
PENGARUH KEGIATAN KOKURIKULER TERHADAP CIVIC SKILL PESERTA DIDIK DI MTSN 2 PESAWARAN Mardianti, Elsa; Berchah Pitoewas; devi sutrisno putri
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.462

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan kokurikuler terhadap civic skill peserta didik di MTsN 2 Pesawaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTsN 2 Pesawaran tahun ajaran 2024/2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 responden. Pengambilan data penelitian menggunakan teknik angket, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh kegiatan kokurikuler terhadap civic skill peserta didik di MTsN 2 Pesawaran. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan muhadharah memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mengembangkan keterampilan kewarganegaraan dengan presentase sebesar 42,2% melalui kemampuan berkomunikasi, melaksanakan kewajiban, dan kemampuan memimpin kegiatan. Muhadharah ini juga berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik agar lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu menjalankan peran mereka sebagai warga negara yang baik. Kata Kunci: Peserta didik; Kegiatan Kokurikuler; Muhadharah; Civic Skill.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 LABUHAN MARINGGAI, LAMPUNG TIMUR adilia, tasya; Putri, Devi Sutrisno; Nurmalisa, Yunisca
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.463

Abstract

Abstrak: Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII SMP Negeri 2 Labuhan Maringgai. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 2 Labuhan Maringai. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden yang terdiri dari 32 responden kelas eksperimen dan 32 responden kelas kontrol. Teknik perhitungan data menggunakan bantuan microsoft excel dan SPSS versi 26. Berdasarkan perhitungan uji independen sample t test yang digunakan dalam penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat dampak yang signifikan dari penerapan media pembelajaran wordwall terhadap peningkatan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas VIII di SMP Negeri 2 Labuhan Maringgai. Yang berdasarkan uji N-Gain Score mempunyai efektivitas sebesar 68,76% yang dapat dikategorikan cukup efektif. Selanjutnya dari hasil observasi (minat belajar) terhadap peserta didik pada kelas eksperimen menghasilkan persentase sebesar 82,1% yang dapat dikategorikan sangat aktif. Hal ini dilihat dari respon peserta didik saat pembelajan menggunakan media wordwall sangat baik, Peserta didik antusias dengan pembelajaran di kelas juga berinteraksi aktif. Terdapat perbedaan antara rata-rata hasil posttest, angket dan hasil observasi antar kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berarti menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil peningkatan minat belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran wordwall dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan media pembelajaran wordwall. Kata Kunci: Media Pembelajaran; Wordwall; Minat Belajar.
PENGARUH PENDIDIKAN ANTIKORUPSI TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP INTEGRITAS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG Mardianti, Elsa
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan antikorupsi terhadap pembentukan sikap integritas pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 anggota. Pengambilan datapenelitian menggunakan teknik angket dan wawancara. Teknik penghitungan data menggunakan uji normalitas, linearitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian ditemukan bahwa perolehan nilai pengaruh pada variabel pendidikan antikorupsi pada indikator seperti pengetahuan antikorupsi, pengembangan sikap dan pengembangan karakter antikorupsi memperoleh nilai sebesar 21,14% kemudian perolehan nilai pengaruh pada variabel pembentukan sikap integritas pada indikator seperti jujur, disiplin dan tanggung jawab memperoleh nilai sebesar 20%. Penilaian-penilaian tersebut menunjukkan bahwa  pembentukan sikap integritas siswa dengan pendidikan antikorupsi memperoleh nilai rata-rata tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan antikorupsi berpengaruh terhadap pembentukan sikap integritas pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Lampung dengan perolehan persentase sebesar 27%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi dapat berpengaruh dalam pembentukan sikap integritas pada siswa kelas VIIISMP Negeri 1 Bandar Lampung, dengan adanya pendidikan antikorupsi disekolah dengan metode pembelajaran yang aktif, inovatif didukung dengan program - program sekolah dan berkolaborasi dengan pihak luar sekolah, dalam menunjang pemahaman antikorupsi maka dapat membentuk dan mampu memiliki sikap integritas pada peserta didik disekolah maupun menjadi masyarakat dikehidupan sehari-hari. Kata kunci: Pendidikan; Antikorupsi; Pembentukan Sikap; Karakter; Integritas
STRES AKADEMIK PADA SISWA SMA/SMK: ANALISIS JAM KOSONG, BIMBINGAN BELAJAR, DAN STRATEGI KOPING BERDASARKAN TEORI TRANSAKSIONAL STRES LAZARUS (STUDI PADA SISWA SMK 3 MATARAM) ani, sopi; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.485

Abstract

Abstrak: Stres akademik adalah tekanan psikologis yang dialami siswa akibat tuntutan akademik yang tinggi, persaingan, serta ekspektasi lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola stres akademik pada siswa SMA/SMK, menganalisis penilaian kognitif dan strategi koping yang digunakan, serta memetakan manifestasi stres akademik dalam kehidupan sehari-hari siswa. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi sekolah dan orang tua agar dapat membantu siswa mengelola stres secara lebih adaptif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam kepada siswa SMA/SMK di SMKN 3 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kosong sering dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas atau beristirahat, namun juga dapat menjadi sumber kecemasan akibat tugas menumpuk. Bimbingan belajar tambahan umumnya diikuti menjelang ujian, namun dapat menambah tekanan mental. Manifestasi stres akademik pada siswa SMA/SMK meliputi kelelahan, kurang semangat, dan gangguan tidur. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan lingkungan dan pengembangan strategi koping yang sehat bagi siswa. Kata Kunci: Stres akademik; Jam kosong; Bimbingan belajar
GENERASI Z DAN PANCASILA: MENGHADAPI TANTANGAN MORAL DI DUNIA MAYA Edi, Maria Grace Putri; Sawaludin; Basariah; Jumrawati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 12 No. 1 (2025): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v12i1.486

Abstract

Abstrak: Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995 dan 2010, adalah kelompok pertama yang sepenuhnya tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat terhubung, terutama melalui media sosial. Meskipun teknologi memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan mengakses informasi, generasi ini juga menghadapi berbagai tantangan moral di dunia maya, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan digital, dan polarisasi sosial. Tantangan-tantangan ini mengancam pembentukan karakter dan moralitas generasi muda, yang memerlukan pendekatan etis dan berbasis nilai untuk membimbing mereka dalam menghadapi dampak negatif teknologi. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi peran Pancasila sebagai pedoman moral dalam membimbing Generasi Z di dunia maya. Kajian pustaka dilakukan dengan menelusuri berbagai literatur, baik dari sumber lokal maupun internasional, yang relevan dengan pembahasan tentang tantangan moral generasi muda di dunia digital. Dalam analisisnya, artikel ini menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam literatur yang ada, seperti tantangan moral yang dihadapi oleh Generasi Z dan penerapan nilai-nilai Pancasila untuk mengatasi tantangan tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, mengajarkan nilai-nilai yang sangat relevan dalam menghadapi masalah yang muncul di dunia maya. Setiap sila dalam Pancasila memberikan pedoman moral yang dapat membantu Generasi Z mengatasi tantangan tersebut. Nilai toleransi yang tercantum dalam sila pertama dapat mengurangi polarisasi sosial yang sering terjadi di dunia maya. Kemanusiaan dalam sila kedua mendorong generasi muda untuk berinteraksi dengan lebih beradab dan menghindari cyberbullying. Persatuan dalam sila ketiga membantu menjaga keharmonisan sosial meskipun ada perbedaan pandangan di dunia maya. Kebijaksanaan dalam sila keempat mengajarkan bagaimana cara berinteraksi secara lebih konstruktif dan bijaksana di dunia digital. Terakhir, sila kelima yang mengedepankan keadilan sosial menjadi sangat relevan untuk memastikan bahwa dunia maya tetap adil dan inklusif, tanpa diskriminasi atau penyalahgunaan informasi. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter, generasi muda diharapkan dapat berinteraksi di dunia maya dengan lebih bijaksana, menjaga integritas moral, dan berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang lebih sehat, inklusif, dan harmonis. Kata kunci: Generasi Z; Pancasila; Dunia Maya; Moralitas Digital.
NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DAN RELIGIUS DALAM TRADISI ZIARAH MAKAM SYECH GAUS ABDURRAZAK DI LOANG BALOQ LOMBOK Tri Wahyu, Muhammad; Masyhuri; Ilyas, Muhammad
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai pendidikan sosial dalam ziarah makam muncul akibat terdapat rasa peduli dan menghargai jasa-jasa yang telah meninggal. Selain itu, nilai religius yang terkandung pada ziarah makam dapat dilihat dari cara pengunjung mendoakan makam dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an sebagai bentuk mengingatkan peziarah kepada sang pencipta.Selain itu, peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar segera permintaannya segera dikabulkan. Maka dari itu, pentingnya tradisi ziarah makam dan harus di pertahankan untuk melakukan penelitian dengan judul Nilai Pendidikan Sosial Dan Religius Dalam Tradisi Ziarah Makam Syech Gaus Abdurazzak di Loang Baloq Lombok.Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Etnografi. Penelitian ini dilakukan di Makam Syech Gaus Abdurazzak di Loang Baloq Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Sumber informasi dalam penelitian ini antara lain juru kunci makam, masyarakat umum, tokoh adat lombok, ahli sosiologi, dan ahli agama. Hasil penelitian menunjukkan persiapaan ketika di makam Syech Gaus Abdurrazak di Loang Baloq mempersiapkan bunga yang akan di taburkan di makam ,menyiapkan botol air dan teko untuk membasuh muka dan kepala setelah berziarah dan. Pada tahap pelaksanaan ini terdiri dari membersihkan badan kita sebelum masuk ke makam dalam artian berwudhu di area makam Loang Baloq, kemudian kita mengucapkan salam,mengambil air dengan botol di sumur di dekat makam yang sudah di sediakan selanjutnya duduk di samping makam dengan bersila dilanjutkan dengan berdoa dan  mengirim Al-Fatihah kepada Rasulullah, leluhur dan dilanjutkan dengan berdoa. Selain itu, nilai pendidikan sosial yang terkandung dalam ziarah makam antara lain nilai etika, moral dan agama. Adapun nilai religius yang terkandung berupa Nilai karakter yang berhubungan dengan Tuhan , nilai karakter yang berhubungan dengan sesama ,nilai karakter yang berhubungan dengan diri sendiri dan nilai karakter yang berhubungan dengan lingkungan. Kata Kunci: Nilai Religius; Nilai Pendidikan; Ziarah Kubur.

Page 12 of 12 | Total Record : 119