cover
Contact Name
Bagdawansyah Alqadri
Contact Email
bagda_alqadri@unram.ac.id
Phone
+6281343826656
Journal Mail Official
juridiksiam_fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Lt. 1 Gedung E PIPS FKIP Universitas MataramJalan Majapahit No.62 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman (JURIDIKSIAM)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23554622     EISSN : 26229021     DOI : https://doi.org/10.29303/juridiksiam
Core Subject : Education, Social,
Telaah teori mutakhir dan hasil penelitian dan pengembangan tentang Kurikulum, Bahan Ajar, Metode/Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora serta hasil telaah teori mutahir dan hasil penelitian substansi ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Articles 149 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA RODA PUTAR PANCASILA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SDN 4 TULIKUP GIANYAR Ayu Putri Gusti; Mariani Ni Nyoman; Angga Supriana I Gede
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.535

Abstract

Hasil belajar siswa kelas IV SDN 4 Tulikup Gianyar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih rendah, Kondisi tersebut disebabkan karena proses pembelajaran konvensional (teacher-centered) dan minimnya media pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media roda putar Pancasila terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN 4 Tulikup Gianyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 23 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa 20 butir soal pilihan ganda yang divalidasi melalui Model Gregory dan korelasi point biserial, reliabilitas diuji dengan Alpha Cronbach (r = 0,842). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan perbedaan nilai rata-rata dari sebelum diberikan perlakuan 55,87 dan setelah diberikan perlakuan menjadi 84,13 (selisih 28,26 poin) yang melampaui KKTP. Data berdistribusi normal (sig. > 0,05). Hasil paired sample t-test memperoleh t = −17,429 (df = 22; sig. < 0,001) sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Model PBL berbantuan media roda putar Pancasila terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa Pendidikan Pancasila kelas IV SDN 4 Tulikup Gianyar. Kata Kunci: Problem Based Learning; Roda Putar Pancasila; Hasil Belajar
PENGARUH PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 1 MATARAM Julkifli; Edy Herianto; Edy Kurniawansyah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.537

Abstract

Based on the researcher's preliminary observations conducted at SMP Negeri 1 Mataram, several issues were identified in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning process. Specifically, in classes VIII-A and VIII-D, a number of students remained inactive during lessons. This lack of engagement was evident when students failed to respond to the teacher's stimuli, such as questions, prompts to express ideas, or other instructions. Furthermore, interviews with several students revealed that their boredom and drowsiness during class were caused by the teacher's uninnovative learning models. The teacher primarily relied on writing on the board and used only a single learning model, which failed to stimulate higher-order thinking among students. In response to these issues, the researcher collaborated with the PPKn teacher for classes VIII-A and VIII-D to select and implement an appropriate learning model capable of fostering motivation, enhancing critical thinking, and improving the overall success of the PPKn learning process. This study aims to improve students' critical thinking skills through the implementation of the inquiry-based learning model assisted by snakes and ladders media. Data collection techniques included observations and tests. The results of the study demonstrate the significant impact of implementing the inquiry-based learning model assisted by snakes and ladders media among grade VIII-A students at SMPN 1 Mataram. The statistical analysis showed a significance level of (0.002) < 0.05, meaning that there is a significant difference before and after the implementation of the model. Consequently, the inquiry-based learning model assisted by snakes and ladders media can serve as an effective alternative for innovative learning to enhance both the quality of education and junior high school students' critical thinking. Keywords: Inquiry-based learning model, snakes and ladders media, Critical Thinking, PPKn.
MODEL KADERISASI ORGANISASI KEMAHASISWAAN EKSTRA KAMPUS UNTUK PENGUATAN CIVIC SKILLS GENERASI MUDA M. Azrul Marsaoly; Wahyudin Noe; Irwan Djumat; Abd. Firman Bunta
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.538

Abstract

Menurunnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus mencerminkan pergeseran orientasi generasi muda yang cenderung memprioritaskan efisiensi studi di atas keterlibatan organisasional. Kecenderungan ini mengabaikan potensi besar organisasi kemahasiswaan sebagai arena pembentukan karakter, kepemimpinan, dan internalisasi keterampilan kewargaan (civic skills). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi ekstra kampus yang secara konsisten mempertahankan fungsi kaderisasi sebagai mekanisme sistematis dalam pembinaan kompetensi kewargaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kaderisasi HMI Cabang Ternate sebagai instrumen penguatan civic skills mahasiswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi dinamika dan struktur kaderisasi secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa model kaderisasi HMI Cabang Ternate terstruktur secara berjenjang melalui dua tahapan utama, yaitu tahap pengenalan organisasi, serta tahap pembentukan dan pengembangan kader. Tahap pengenalan dijalankan melalui strategi rekrutmen langsung maupun tidak langsung guna membangun kesadaran dan ketertarikan mahasiswa terhadap nilai-nilai organisasi. Tahap pembentukan dan pengembangan mencakup internalisasi nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan yang diperkuat melalui jalur kaderisasi formal, seperti Basic Training dan Intermediate Training. Pengembangan kapasitas kader selanjutnya dilaksanakan melalui kegiatan follow up, up-grading, senior course, kajian rutin, forum diskusi, pelatihan menulis, aksi sosial, pengabdian masyarakat, serta aktivitas advokasi. Keseluruhan model kaderisasi tersebut terbukti berkontribusi signifikan terhadap penguatan civic skills mahasiswa, yang termanifestasi dalam peningkatan kapasitas berpikir kritis, kecakapan komunikasi dan kolaborasi, serta kompetensi kepemimpinan. Kata Kunci: Kaderisasi; Civic Skills; HMI; Organisasi Kemahasiswaan; Kepemimpinan Mahasiswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS X-5 SMAN 4 MATARAM Fina Maulidiya; Bagdawansyah Alqadri; Sawaludin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.539

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Peserta didik masih cenderung pasif serta kurang mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan penggunaan media yang kurang bervariasi sehingga keterlibatan peserta didik belum optimal. Model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui pembelajaran aktif dan kontekstual sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas X-5 SMAN 4 Mataram. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes uraian berbasis HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 56,7% menjadi 86,7%, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 52,78% menjadi 86,11%. Penerapan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kata Kunci: Problem Based Learning; kemampuan Berfikir Tinggi; audio visual
PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA DI MTs. NAHDLATUS SHAUFIAH WANASABA LOMBOK TIMUR TAHUN AJARAN 2025/2026 Nurul Hidayati; Rispawati Rispawati; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.540

Abstract

Penanaman karakter tanggung jawab pada siswa memiliki berbagai pernanan penting dalam membentuk keperibadian dan kemampuan siswa. Karakter tanggung jawab membentuk siswa memiliki sikap disipin, sehingga dapat mengatur waktu, menyelesaikan tugas tepat waktu dan mematuhi aturan yang berlaku, mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa karena menyadari kemampuannya untuk menanggung tugas dan akibat tindakan sendiri serta berani mengambil keputusan yang tepat. Tujuan Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui penanaman karakter tanggung jawab melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengetahui factor pendukung dan tantangan dalam penanaman karakter tanggung jawab di MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Fenomenologi dengan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi tersetruktur, obervasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan Penanaman karakter tanggung jawab melalui pembelajaran pendidikan pancasila di MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba yang dilakukan oleh guru yaitu dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter khususnya karakter tanggung jawab ke dalam materi yang sedang diajarkan. Adapun Faktor pendukung penanaman karakter tanggung jawab antara lain ialah a) guru dijadikan sebagai teladan bagi peserta didik di dalam lingkungan Madrasah, b) seluruh pegawai yang ada di Madrasah ikut berpartisipasi dengan cara menertibkan peserta didik c) adanya Tata tertib dan SOP yang harus dipatuhi, jika tidak akan diberi sanksi yaitu dengan pengurangan point pelanggaran.  Sedangkan Tantangan dalam penanaman karakter tanggung jawab yaitu, a) tidak adanya buku penghubung antara Madrasah dengan Orang tua murid yang dijadikan sebagai fasilitator dalam perkembangan anak di lingkungan Madrasah. Kata Kunci : Penanaman Karakter; Tanggung jawab; Pendidikan Pancasila
IMPLEMENTASI TRADISI SOROGAN DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA MATERI INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL BERBASIS ETNOPEDAGOGIK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SOSIAL SISWA DI SMPIT BANTEN ISLAMIC SCHOOL Ridwan Nurkarim
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tradisi sorogan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi interaksi sosial dan lembaga sosial berbasis etnopedagogik untuk menguatkan literasi sosial siswa kelas VII di SMPIT Banten Islamic School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS dan siswa kelas VII yang terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis sorogan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sorogan dapat diadaptasi sebagai praktik etnopedagogik dalam pembelajaran IPS melalui lima tahap, yaitu pengantar materi, belajar mandiri atau kelompok kecil, penyampaian pemahaman siswa kepada guru, koreksi dan penguatan langsung, serta refleksi sosial. Implementasi sorogan menghadirkan pembelajaran yang lebih dialogis, personal, korektif, dan kontekstual. Nilai etnopedagogik yang muncul meliputi adab belajar, tanggung jawab, kemandirian, keberanian berkomunikasi, kedekatan guru-siswa, serta penghargaan terhadap proses koreksi. Pembelajaran berbasis sorogan juga berkontribusi terhadap penguatan literasi sosial siswa, terutama dalam aspek pemahaman konsep sosial, sikap sosial, keterampilan komunikasi, kerja sama, dan refleksi terhadap kehidupan sosial. Dengan demikian, tradisi sorogan relevan dikembangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS berbasis budaya pesantren yang humanis, kontekstual, dan sesuai dengan karakter sekolah Islam terpadu. Kata Kunci: sorogan; etnopedagogik; pembelajaran IPS; interaksi sosial; lembaga sosial; literasi sosial.
MENUJU PEMBELAJARAN AKTIF TERINTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN SOSIOLOGI: TINJAUAN KRITIS DAN PENGEMBANGAN KERANGKA KONSEPTUAL Nursaptini Nursaptini; Taat Wulandari
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.542

Abstract

Pembelajaran aktif tengah menjadi tren yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan modern, termasuk dalan pendidikan Sosiologi di Perguruan Tinggi. Di sisi lain, perkembangan Artificial Intelligence (AI), mulai mengubah cara mahasiswa mengakses dan membangun pengetahuan. Namun, literatur mengenai pembelajaran aktif, pendidikan sosiologi, dan AI masih berkembang secara terpisah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis literatur mengenai pembelajaran aktif, pendidikan sosiologi, dan AI dalam pendidikan, serta mengembangkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan ketiga bidang tersebut. Artikel ini menggunakan pendekatan critical literature review terhadap artikel yang diperoleh dari database Scopus periode 2021–2026. Pencarian literatur dilakukan melalui tiga klaster, yaitu active learning, sociology education, dan artificial intelligence in education. Hasil pencarian menghasilkan 656 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan relevansi topik dan kontribusi konseptual. Hasil sintesis menunjukkan bahwa active learning menekankan partisipasi aktif mahasiswa melalui kolaborasi, penyelidikan, dan refleksi; pendidikan sosiologi berfokus pada pengembangan sociological imagination, social inquiry, dan critical social analysis; sedangkan AI dalam pendidikan berfokus pada personalisasi pembelajaran, umpan balik adaptif, dan eksplorasi pengetahuan. Kajian ini mengidentifikasi kesenjangan teoretis yaitu belum terintegrasinya ketiga domain tersebut dalam satu model pedagogis yang komprehensif. Sebagai respons terhadap kesenjangan tersebut, artikel ini mengusulkan AI-Integrated Active Sociology Learning Framework (AISLF) yang terdiri atas enam tahapan, yaitu Social Inquiry, AI-Assisted Exploration, Collaborative Dialogue, Critical Sociological Reflection, Knowledge Reconstruction, dan Social Action. Framework ini menawarkan pendekatan baru yang memosisikan AI sebagai mitra intelektual pembelajaran aktif dalam pendidikan Sosiologi. Kata Kunci: pembelajaran aktif; inkuiri sosial; pendidikan sosiologi; kecerdasan buatan; tinjauan kritis; kerangka konseptual.
TANTANGAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT LOKAL DI KAWASAN TIGA GILI LOMBOK UTARA yuliatin; Basariah Basariah; sawaludin sawaludin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan pemenuhan hak pendidikan bagi masyarakat lokal di kawasan Tiga Gili, Kabupaten Lombok Utara, yang berada di tengah perkembangan pesat industri pariwisata. Meskipun sektor pariwisata memberikan peluang ekonomi yang signifikan, berbagai kelompok masyarakat lokal masih menghadapi hambatan dalam memperoleh akses, partisipasi, dan keberlanjutan pendidikan yang berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat, orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pemenuhan hak pendidikan meliputi keterbatasan akses pendidikan pada jenjang Sekolah Menegah Atas dan Pendidikan Tinggi, orientasi kerja jangka pendek di sektor wisata, serta belum optimalnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pelaku industri pariwisata. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menegaskan bahwa kawasan pariwisata sering menghadapi paradoks antara pertumbuhan ekonomi dan investasi pendidikan jangka panjang. Selain itu, kesenjangan infrastruktur pendidikan dan terbatasnya program pendidikan berbasis kebutuhan lokal turut mepengaruhi tingkat partisipasi pendidikan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa pemenuhan hak pendidikan di kawasan Tiga Gili memerlukan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, dan tanggung jawab sektor pariwisata. Direkomendasikan penguatan program beasiswa, pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan lokal, serta kemitraan berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha pariwisata guna menjamin pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Pengaruh Model Guided Discovery Learning Berbantuan Poster Terhadap Partisipasi Belajar Siswa Kelas XI IPAS SMAN 10 Mataram Zulfia Salsabilla; Nursaptini Nursaptini; Deni Sutisna
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.544

Abstract

Partisipasi belajar siswa menjadi salah satu indikator penting keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model gudied discovery learning berbantuan media gambar terhadap partisipasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen bentuk kuasi eksperimen dan rancangan posttest only with nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMAN 10 Mataram dengan sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling setelah melakukan penyepadanan kelas, yaitu kelas XI IPS C sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS D sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi partisipasi belajar yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean partisipasi belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 40.545 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 37.136. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.003 < 0.05 sehingga model guided discovery learning berbantuan media gambar berpengaruh terhadap partisipasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMAN 10 Mataram. Kata Kunci: Guided Discovery Learning; Media Gambar; Partisipasi Belajar; Sosiologi
PARADIGMA BARU ASESMEN PEMBELAJARAN: INTEGRASI PENILAIAN OTENTIK DAN DEEP LEARNING DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI ABAD KE-21 deni sutisna; nursaptini Nursaptini; Hairil wadi
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.545

Abstract

21st-century education is driving a paradigm shift in learning and assessment. Traditional methods, limited to content mastery, are transforming into the development of critical thinking, collaborative, and communicative competencies, as well as problem-solving skills. In this context, the concepts of authentic assessment and Deep Learning are approaches that require attention in creating more advanced and modern educational reforms. This article aims to analyze the conceptual and empirical relationship between authentic assessment and Deep Learning to support 21st-century learning. It uses a narrative literature review approach, employing thematic analysis techniques to provide clear boundaries for the analysis process and generate a synthesis. The reviewed literature represents research results or government policies published between 2021 and 2026. For journal articles, the criteria set must be derived from nationally accredited journals with a minimum of Sinta 4 and reputable international articles. The analysis shows that authentic assessment has a catalytic function in realizing Deep Learning through authentic and realistic tasks that focus on assessment processes such as performance, attitude, and portfolio assessments. The Deep Learning approach requires an assessment system that can measure higher-order thinking processes. A literature synthesis shows that the integration of authentic assessment and immersive learning contributes to the development of 21st-century competencies and the enhancement of meaningful learning. This article offers a conceptual model of the relationship between authentic assessment and immersive learning as a foundation for learning development in the era of educational transformation. Keywords: Learning Assessment; authentic Assessment, Deep Learning, 21st Century Skills