cover
Contact Name
Widia
Contact Email
widia.fiska09@gmail.com
Phone
+6285338122355
Journal Mail Official
lutfiaryanto@habi.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan STKIP Harapan Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendikdas: Jurnal Pendidikan Dasar
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 27748596     EISSN : 27748979     DOI : 10.36312
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar yang diterbitkan oleh STKIP Harapan Bima dengan periode terbit setiap bulan Mei dan November (dua kali setahun). Jurnal Pendidikan Dasar merupakan jurnal yang memuat didalamnya kajian konseptual dan hasil penelitian Pendidikan Dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Pengaruh Implementasi Permainan Mission Puzzle Terhadap Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa F. Fathurrahmaniah; E. Ewisahrani; Rizcky Juliawan
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 1, No 02 (2020): November 2020
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.022 KB) | DOI: 10.56842/pendikdas.v1i1.16

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental yang menggunakan pre-test dan post-test group design. Dengan tujuan mengetahui pengaruh implementasi permainan mission puzzle terhadap prestasi  dan motivasi belajar siswa kelas IV SDN  02 Sila tahun ajaran 20017/2018. Populasi pada penelitian ini sebanyak 20 siswa, Instrumen pada penelitian ini validitas, veliabilitas, tingkat kesukaran, daya Beda, dan fungsi pengecoh. Untuk mengetahui prestasi belajar dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa menggunakan rumus product moment dan motivasi belajar siswa menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan Hasil uji-t diperoleh nilai t = 4,234 dan jika dikonsultasikan pada tabel dengan nilai t pada taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 5% (db =41), didapat harga t=1,632. Jadi dapat dinyatakan bahwa t = 4,234 t = 1,632 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa permainan mission puzzle sebagai media pembelajaran berpengaruh dalam peningkatan prestasi (pengetahuan) sains (fisika) siswa kelas IV SDN 02 Sila tahun ajaran 2017/2018. Dari data angket diperoleh rata-rata 28,89% siswa berpendapat bahwa kemampuan mereka dalam mengingat dan memahami mata pelajaran IPA (butir 1 dan 2) sangat baik, 54,44% berpendapat baik, dan 15,56% berpendapat cukup, sehingga hal ini berpengaruh terhadap motivasi mereka dalam belajar IPA diperoleh 37,78% siswa berpendapat sangat baik, 35,56% baik, dan 24,44% cukup
Peranan Pembelajaran Sejarah dalam Membentuk Karakter Cinta Tanah Air Siswa Era 4.0 di SMAN 1 Palibelo Zuriatin Zuriatin; Lilis Febriana; Nurlaila Nurlaila
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : STKIP HARPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v2i2.95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peranan pembelajaran sejarah dalam membentuk karakter cinta tanah air siswa era 4.0 di SMAN 1 Palibelo. (2) Hambatan guru dalam membentuk karakter cinta tanah air pada siswa di era 4.0 di SMAN 1 Palibelodan (3) Dampak pembelajaran sejarah dalam membentuk karakter cinta tanah air siswa era 4.0 di SMAN 1 Palibelo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumen.Teknik penentuan informan dalam penelitian ini dengan cara snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Pembentukan karakter cinta tanah air pada siswa tidak dikembangkan dalam perencanaan pelaksanan pembelajaran tetapi diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Pembentukan nilai-nilai karakter cinta tanah dimungkinkan karena dalam materi pelajaran sejarah sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan.(2) Hambatan yang dihadapi oleh guru dalam membentuk karakter cinta tanah air pada siswa di era 4.0 di SMAN 1 Palibelo berupa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informatika. Siswa lebih memperhatikan Smartphone dari pada materi pembelajaran sejarah. Siswa juga dipengaruhi konten-konten negatif yang tidak bermafaat dalam Smartphone. (3)Dampak pembelajaran sejarah dalam membentuk karakter cinta tanah air siswa era 4.0 di SMAN 1 Palibelo adalah tidak secara langsung tetapi membutuhkan proses secara terus menerus dan pembiasaan
Filosofis Pemikiran Politik Nurcholish Madjid Tentang Hubungan Agama (Islam) dan Negara Rosdiana Rosdiana
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui filosofis pemikiran politik Nurcholish Madjid tentang hubungan agama (Islam) dan negara. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan buku dan jurnal sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Islam dan negara adalah suatu distorsi hubungan proporsional antara Islam dan negara. Negara merupakan aspek kehidupan duniawi yang dimensinya rasional dan kolektif. Sedangkan Islam merupakan segi lain yang dimensinya spiritual dan individual. Meskipun antara Islam dan negara tidak dapat dipisahkan, karena Islam merupakan landasan hidup dan menjadi kultur kehidupan masyarakat dalam bernegara, namun Nurcholish Madjid menolak tegas konsep negara Islam, terutama dalam konteks keindonesiaan. Oleh karena itu, negara Indonesia bukanlah negara agama dan bukanlah negara sekuler. Nurcholish Madjid menegaskan, yang penting adalah bagaimana menjadikan nilai-nilai Islam sebagai etika politik nasional sehingga meskipun tanpa menyebut simbol Islam, subtansi Islam itu sendiri sudah terserap ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perbedaan Hasil Belajar IPA Di Kelas IV SD Melalui Model Learning Cycle Sri Suryaningsih
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV melalui model Learning Cycle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuantitatif Quasi Eksperimental tipe Non-equivalent Pretest and Posttest Control-Group Design. Sampel dalam penelitian yaitu 45 siswa kelas IV SD yang terdiri dari 22 siswa di kelas eksperimen dan 23 siswa di kelas kontrol. Instrument pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar kognitif sebanyak 20 butir soal yang sudah memenuhi uji persyaratan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan uji daya beda soal. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung = 10,972 sedangkan ttabel = 2,015 pada taraf signifikansi 5%, sehingga 10,972 2,015, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa di kelas eksperimen menggunakan model Learning Cycledan di kelas kontrol dengan model konvensional. 
Proses Pembuatan Peraturan Desa di Desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu Nurlaila Nurlaila; Zuriatin Zuriatin; Mirna Mirna
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.120

Abstract

Proses penyusunan kerangka peraturan desa yang dilakukan oleh pemerintah desa dan BPD, dan kendala dalam proses pembuatan peraturan desa, dengan menggunakan metode yang bersifat Deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode survei yaitu jenis penelitian yang mengungkapkan permasalahan apa adanya sesuai dengan kenyataan dilapangan karena peneliti bermaksud memperoleh gambaran yang bersifat komprehensif yang mendalam dengan cara diskusi kemudian di akhiri dengan Tanya jawab. Dimana diketahui bahwa proses pembuatan peraturan desa belum maksimal dengan baik dan seperti acuh tak acuh dalam pembuatan peraturan desa, Badan Permusyawaratan Desa yang masih kurangnya sumber daya manusia yang ada di desa tersebut, dalam hal pendidikan bisa dikatakan tinggi namun masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan sehingga mejadi kendala dalam proses pembuatan peraturan desa, kurangnya pelatihan dari pemerintahan pusat guna untuk lebih memahami landasan undang-undang dalam pembuatan peraturan desa dan kurangnya wadah aspirasi masyarakat dalam pembuatan peraturan desa sehingga terjadi ketidak seimbangan dalam pelaksanaan dan penerapan peraturan yang telah dibuat. Pengetahuan dan keterampilan aparatur desa dalam membuat peraturan desa sangat di perlukan sehingga dalam membuat suatu peraturan senantiasa bermanfaat bagi masyarakat desa.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Perilaku Organisasi Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bima Marwan Marwan; Abdur Rahman
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.113

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) menganalisis dan mendeskriptifkan besarnya pengaruh budaya organisasi di kantor sekretariat daerah kabupaten Bima. (2) Menganalisis dan mendeskriptifkan besarnya pengaruh perilaku organisasi di daerah Kabupaten Bima, (3) Menganalisis dan mendeskriptifkan besarnya pengaruh budaya organisasi dan perilaku organisasi terhadap kinerja ASN di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bima.(4) Menganalisis dan mendeskriptifkan budaya organisasi di sekretariat daerah Kabupaten Bima, (5) Menganalisis dan mendeskriptifkan perilaku organisasi di sekretariat daerah kabupaten Bima,(6) Menganalisis dan mendeskriptifkan kinerja pegawai ASN di kantor sekretariat daerah kabupaten Bima. Sampel sebanyak 75 pegawai ditarik dengan klaster random sampling ditentukan dengan menggunakan tabel Issac dan Michael.Variabel terikat adalah kinerja guru sedangkan variabel bebas adalah Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Model analisis inferensial adalah regresi sederhana dan regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan; (1) Besar pengaruh budaya organisa    si terhadap kinerja ASN Di kantor sekretariat daerah kabupaten Bima kategori cukup tinggi. (2) Besar pengaruh perilaku organisasi terhadap kinerja ASN di kantor sekretariat daerah kabupaten Bima kategori cukup tinggi (3) Besar pengaruh budaya organisasi dan perilaku organisasi terhadap kinerja ASN dikantor sekretariat daerah kabupaten Bima sangat tinggi. (4) Budaya organisasi di sekretariat daerah kabupaten Bima, berada pada kategori cukup tinggi (5) Perilaku organisasi di sekretariat daerah kabupaten Bima, berada pada kategori cukup tinggi. (6) Kinerja pegawai ASN di sekretariat daerah kabupaten Bima, berada pada kategori cukup tinggi. 
Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945 Zuriatin Zuriatin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.114

Abstract

Sistem pendidikan yang diterapkan pada masa pendudukan Jepang difokuskan pada kebutuhan perang Jepang. Kala menguasai Indonesia, Jepang tengah menghadapi Perang Asia Timur Raya. sekolah dasar di Indonesia pada masa pendudukan Jepang menekankan pendidikan praktis, tidak seperti sistem Belanda yang hanya membina dan memelihara sisi akademis. kurikulum pada saat itu telah di Japanisasi melalui pengenalan mata pelajaran baru, seperti bahasa Jepang, pendidikan jiwa/mental, pendidikan jasmani, dan kegiatan kejuruan. kebijakan pendidikan yang ditempuh militer Jepang di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah menghapus bahasa Belanda di sekolah, melarang menggunakan dan mengajar bahasa Inggris dan Prancis, mengajarkan bahasa Jepang di sekolah dasar dan menengah, dan melakukan akreditasi bahasa Melayu/Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan di sekolah untuk kepentingan administrasi. Jepang menganti dualisme pendidikan yang sebelumnya di terapkan oleh belanda yaitu pendidikan eropa dan pendidikan bumi putera, pemerintah Jepang juga menghapus ajaran sejarah Belanda dan Eropa dan menggantinya dengan sejarah Asia, Jepang, dan Indonesia. Mereka juga menerapkan aktivitas fisik dan mengadakan latihan militer di sekolah menengah secara intensif
Penerapan Model Pembelajaran Pbl Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pembelajaran IPS Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Harapan Bima Rostati Rostati; Nita Rahmania
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.103

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode Problem Based Learning, aktivitas belajar, dan hasil belajar mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar dalam mengikuti mata kuliah pembelajaran IPS menggunakan metode Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Harapan Bima. Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan strategi dengan model siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Tahap-tahap tersebut dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya secara berulang sampai permasalahan yang dihadapi dapat teratasi/terpecahkan. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran khususnya mata kuliah Pembelajaran IPS. Data diperoleh dari (1) Hasil observasi keaktifan mahasiswa selama proses perkuliahan; (2) Hasil evaluasi pretest pada awal siklus I dan posttest di akhir siklus; (3) Dokumentasi penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis yakni analisis kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dan analisis kuantitatif ditujukan untuk mengetahui jumlah keseluruhan skor total pretest dan posttest mahasiswa. Teknik analisis data kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis berupa test untuk menentukan hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil pre-test, post-tes I dan post-test II yang dilakukan serta membandingkannya pada setiap siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dalam mata kuliah Keterampilan Menulis dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas mahasiswa pada siklus I adalah 64,2 persen dan mengalami peningkatan rata-rata pada siklus II menjadi 69,6 persen, sedangkan untuk hasil belajar mahasiswa pada siklus I memiliki rerata sebesar 78,6 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 87,9. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan untuk menerapkan model PBL sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.
Strategi Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Pendidikan Anak Putus Sekolah di Desa Pai Kecamatan Wera Irfan Irfan; M. Tahir; Nurhasanah Nurhasanah
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.115

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi pemerintah Desa dalam meningkatkan mutu pendidikan anak putus sekolah Di Desa Pai Kecamatan Wera. Penelitian ini merupakan kajian yang mendalam guna memperoleh data yang lengkap dan terperinci, untuk itu pendekatan yang digunakan yakni deskriptif kualitatif, penentuan informan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yakni anak putus sekolah pada tingkat SD, SMP dan SMA. Teknik pengupulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi lalu dianalisis dengan display data, ferifikasi data dan uji keabsahan data lalu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Desa melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui keberadaan anak-anak putus sekolah di tengah masyarakat Desa Pai. Mendata anak-anak putus sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMU yang putus sekolah supaya dapat memberikan pengarahan dan motivasi. Melakukan pendampingan terhadap orang tua anak-anak putus sekolah. Melakukan pembinaan terhadap anak-anak putus sekolah supaya termotivasi dan semangat untuk meraih cita-cita. Pemerintah Desa melakukan pendekatan  kekeluargaan lebih khususnya kepada anak itu sendiri supaya mentalnya akan tumbuh dan berkembang. Pemerintah Desa berupaya bekerjasama dengan lembaga dan instansi pemerintah yang berwenang dalam menuntaskan pendidikan wajib 9 Tahun dan anak-anak putus sekolah di tingkat SMP, SMU melalui program paket A,B,C supaya anak-anak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Era Globalisasi Serta Perkembangan Industri 4.0 Jessy Parmawati Atmaja; Ardi Rahmawan; Muhammad Salahuddin; Ikra Ikra
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 3, No 01 (2022): Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v3i01.109

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif konseptual dengan menggunakan metode Library Research atau yang biasa dikenal dengan penelitian kepustakaan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diterapkan melalui perencanaan yang baik, pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tujuan pendidikan, dan adanya evaluasi sebagai pemantauan pembelajaran, maka tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan dapat dicapai dengan baik, Selain itu, dapat membentuk peserta didik sebagai individu yang mempunyai kesadaran akan hak serta kewajibannya yang merupakan bagian dari NKRI. Sehingga, semakin tinggi tingkat kualitas penerapan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, maka semakin baik pula kesadaran siswa dalam memegang peranan sebagai penerus bangsa di era globalisasi.