cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 482 Documents
Analisis Kesalahan Leksikal dalam Terjemahan Artikel Ilmiah Berbahasa Indonesia ke Bahasa Arab Thoyibah, Naim Hikmatut; Huda, Mokhammad Miftakhul; Anam, Syamsul; Habibah, Nur Faiz
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2478

Abstract

Lexical errors in translation often lead to conceptual misunderstandings and semantic distortion, especially in academic contexts where terminological precision is crucial. This study aims to analyze lexical errors in the translation of Indonesian scientific articles into Arabic, focusing on the types, causes, and implications of such errors. Employing a descriptive qualitative method, this research examines five translated academic articles through comparative textual analysis. The findings reveal that lexical misuse, omission, and mistranslation are the most frequent types of errors. These errors typically stem from inadequate lexical equivalence, lack of contextual comprehension, and overreliance on digital translation tools. The study concludes that strengthening lexical awareness and contextual understanding is essential for improving translation quality. The results are expected to contribute to translation pedagogy, enhance scientific communication, and support the development of Arabic–Indonesian academic translation standards.ABSTRAKKesalahan leksikal dalam penerjemahan sering menyebabkan kesalahpahaman konsep dan distorsi semantik, terutama dalam konteks akademik di mana ketepatan istilah sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan leksikal dalam penerjemahan artikel ilmiah berbahasa Indonesia ke bahasa Arab, dengan fokus pada jenis, penyebab, dan dampak dari kesalahan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menelaah lima artikel akademik yang telah diterjemahkan melalui analisis teks komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan kata (misuse), penghilangan (omission), dan salah terjemah (mistranslation) merupakan jenis kesalahan yang paling sering muncul. Kesalahan ini umumnya disebabkan oleh kurangnya kesetaraan leksikal, keterbatasan pemahaman konteks, dan ketergantungan berlebihan pada alat penerjemahan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran leksikal dan pemahaman kontekstual sangat penting untuk meningkatkan kualitas penerjemahan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pedagogi penerjemahan, memperkuat komunikasi ilmiah, dan mendukung pengembangan standar penerjemahan akademik Indonesia ke Arab.
Upaya Guru PAI dalam Menanamkan Perilaku Sopan Santun pada Siswa SDN 006 Desa Serosah: Studi Kasus Kualitatif Wahyuni, Fitra; Hamza, Gunardi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2624

Abstract

This research is based on the phenomenon of the emergence of less commendable attitudes among students in the school environment. This behavior cannot be separated from various factors that influence it and give rise to positive and negative implications. In this modern era, students tend to experience emotional fluctuations, difficulty in making choices, and easily show emotional reactions when facing problems. At SDN 006 Serosah Village, it was found that there were odd attitudes of students who were unfriendly, easily emotional, and seemed indifferent to the environment, so that attitudes that lacked sympathy and empathy towards the surrounding environment became a benchmark for the lack of morals of the students themselves. This research uses a qualitative approach with a case study design which was carried out at SDN 006 Serosah Village. Data collection techniques included observation and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers and students at SDN 006, Serosah Village. This study aims to examine the efforts of Islamic Religious Education (PAI) teachers in instilling polite behavior through guidance, role modeling, advice, and motivation The results of this study state that Islamic Religious Education (PAI) teachers have a strategic role in directing and fostering student behavior to instill polite attitudes.ABSTRAK                 Penelitian ini berangkat dari fenomena munculnya sikap kurang terpuji di kalangan peserta didik pada lingkungan sekolah. Perilaku tersebut tidak terlepas dari beragam faktor yang memengaruhi serta menimbulkan implikasi positif maupun negatif. Pada perkembangan zaman ini, peserta didik cenderung mengalami fluktuasi emosi, kesulitan dalam menentukan pilihan, serta mudah menunjukkan reaksi emosional ketika menghadapi permasalahan. Di SDN 006 Desa Serosah ditemukan adanya kejanggalan sikap peserta didik yang tidak ramah, mudah emosi, dan terkesan cuek terhadap lingkungan, sehingga sikap yang tidak bersimpati dan empati terhadap lingkungan sekitar menjadi tolok ukur kurangnya akhlak peserta didik itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 006 Desa Serosah. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara secara mendalam guru PAI dan siswa di SDN 006 Desa Serosah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya guru PAI dalam menanamkan perilaku sopan santun melalui pendekatan bimbingan, ketauladanan, nasehat dan motivasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mengarahkan dan membina perilaku siswa untuk menanamkan sikap sopan santun.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGURANGI PERILAKU PROGRASTINASI AKADEMIK SISWA Semail, Lilioca Yulianti; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2485

Abstract

Academic procrastination is a common problem that negatively affects students’ achievement and learning well-being. Guidance and Counseling (GC) teachers play a strategic role in helping students overcome these challenges through preventive, curative, and developmental services. This study aims to analyze the roles and intervention strategies of GC teachers in reducing students’ academic procrastination. The study employs a qualitative research method using a literature review approach that synthesizes theories, previous empirical findings, and relevant counseling intervention models. The results indicate that learning information services, individual and group counseling, and behavioral approaches such as self-management effectively reduce procrastination tendencies. Moreover, collaboration between GC teachers, subject teachers, and parents strengthens the effectiveness of interventions. This study concludes that optimizing the role of GC teachers is essential for reducing academic procrastination and improving students’ learning outcomes.ABSTRAKPenundaan akademik merupakan masalah umum yang berdampak negatif terhadap prestasi dan kesejahteraan belajar siswa. Guru Bimbingan dan Konseling (GC) memainkan peran strategis dalam membantu siswa mengatasi tantangan ini melalui layanan preventif, kuratif, dan pengembangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi intervensi guru GC dalam mengurangi penundaan akademik siswa. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur yang mensintesis teori, temuan empiris sebelumnya, dan model intervensi konseling yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa layanan informasi pembelajaran, konseling individu dan kelompok, serta pendekatan perilaku seperti manajemen diri secara efektif mengurangi kecenderungan menunda-nunda. Selain itu, kolaborasi antara guru GC, guru mata pelajaran, dan orang tua memperkuat efektivitas intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengoptimalkan peran guru GC sangat penting untuk mengurangi penundaan akademik dan meningkatkan hasil belajar siswa.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) Runisah, Dewi; Pardiman, Pardiman; Sina, Ibnu; Lailatulnajah, Lailatulnajah; Putri, Khairunnisa Anggaraeni
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2573

Abstract

The use of digital media in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning has become a necessity in the digital era to improve the quality of learning processes and outcomes. This study uses a literature review method to analyze various studies related to the use of digital media in PJOK learning. The analysis results show that digital media plays a significant role in improving students' understanding of the material, motor skills, motivation, and learning engagement. Digital media also supports the implementation of blended learning, allowing students to learn flexibly both face-to-face and online. The main obstacles in the use of digital media are varying teacher competencies and limited infrastructure, including internet access. This study concludes that the integration of digital media in PJOK learning, if planned systematically and supported by teacher competency and adequate facilities, can improve the effectiveness and quality of learning overall. These findings form the basis for the development of innovative, interactive, and student-centered PJOK learning strategies.ABSTRAKPemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) telah menjadi kebutuhan di era digital untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) untuk menganalisis berbagai penelitian terkait pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PJOK. Hasil analisis menunjukkan bahwa media digital berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, keterampilan motorik, motivasi, dan keterlibatan belajar. Media digital juga mendukung penerapan pembelajaran berbasis blended learning, memungkinkan peserta didik belajar secara fleksibel baik secara tatap muka maupun daring. Kendala utama dalam pemanfaatan media digital adalah kompetensi guru yang bervariasi dan keterbatasan sarana prasarana, termasuk akses internet. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi media digital dalam pembelajaran PJOK, jika direncanakan secara sistematis dan didukung oleh kompetensi guru serta fasilitas yang memadai, dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran PJOK yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan: Studi Kasus di SMK Puspa Bangsa Cluring Wijaksono, Agus; Slamet, Slamet
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2546

Abstract

This study aims to analyze the implementation of School-Based Management (SBM) and its contribution to improving educational quality at SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi. School-Based Management is viewed as a strategic approach that grants schools autonomy to manage educational resources independently in a participatory, transparent, and accountable manner. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving the principal, teachers, educational staff, and the school committee. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of SBM at SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi has been carried out fairly well and has made a positive contribution to improving educational quality, particularly in terms of school governance, the quality of educational services, and the relevance of learning programs to students’ needs and the world of work. The application of the principles of participation, transparency, and accountability has increased public trust in the school. However, several challenges remain, including uneven understanding of the SBM concept among school members and limited supporting resources. Therefore, strengthening human resource capacity and the leadership of the school principal is necessary to optimize the sustainable implementation of SBM.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) serta kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi. Manajemen Berbasis Sekolah dipandang sebagai pendekatan strategis yang memberikan otonomi kepada sekolah dalam mengelola sumber daya pendidikan secara mandiri, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS di SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi telah berjalan cukup baik dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam aspek tata kelola sekolah, kualitas layanan pendidikan, dan relevansi program pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik serta dunia kerja. Penerapan prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti belum meratanya pemahaman warga sekolah terhadap konsep MBS dan keterbatasan sumber daya pendukung. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kepemimpinan kepala sekolah guna mengoptimalkan implementasi MBS secara berkelanjutan.
Pelestarian Tradisi Mappasikarawa dalam Pernikahan Bugis dan Kontribusinya terhadap Pendidikan Lintas Budaya di Morowali Utara Prahastini, Sinta; Najamuddin, Najamuddin; Alwi, Alimin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2331

Abstract

This study examines the mappasikarawa tradition in Bugis marriage practices in North Morowali, with an emphasis on its cultural meanings, embedded values, and its contribution to strengthening cross-cultural education. Mappasikarawa is understood as a customary practice that symbolizes the union of individuals and families, while also embodying ethical values such as siri’ na pacce (dignity and social empathy), lempu’ (honesty), and getteng (steadfastness of principles), which serve as the foundation of Bugis social life. This research employs a qualitative approach using ethnographic methods, including in-depth interviews, participant observation, and cultural documentation. The findings indicate that the mappasikarawa tradition continues to be preserved through adaptive customary practices without diminishing its fundamental values. The main contribution of this study lies in interpreting mappasikarawa as a source of cultural pedagogy that functions as a form of informal education in transmitting values of tolerance, respect for diversity, and multicultural awareness. Thus, the mappasikarawa tradition plays a strategic role in supporting the development of cross-cultural education based on local wisdom and in strengthening local cultural identity within a pluralistic society.ABSTRAK                 Penelitian ini mengkaji tradisi mappasikarawa dalam pernikahan masyarakat bugis di Morowali Utara dengan menekankan pada pemaknaan budaya, nilai-nilai yang terkandung, serta kontribusinya terhadap penguatan Pendidikan lintas budaya. Mappasikarawa dipahami sebagai praktik adat yang mempresentasikan penyatuan individu dan keluarga, sekaligus memuat nilai etis seperti siri’na pace (martabat dan empati sosial), lempu’(kejujuran), dan getting (keteguhan prinsip) yang menjadi landasan kehidupan sosial masyarakat bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Mappasikarawa masih di lestarikan melalui praktik adat yang adaptif tanpa menghilangkan nilai-nilai dasarnya. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pemaknaan mappasikarawa sebagai sumber pedagogi budaya, yang berfungsi sebagai media Pendidikan informal dalam mentransmisikan nilai toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan kesadaran multikultural. Dengan demikian, tradisi Mappasikarawa memiliki peran strategi dalam mendukung pengembangan Pendidikan lintas budaya berbasis kearifan lokal, serta memperkuat identitas budaya lokal dalam konteks masyarakat plural.
Peran Pendidikan Dalam Menguatkan Moderasi Beragama dan Toleransi Yulianti, Sani; Rostiani, Rita; Tetep, Tetep; Jamilah, Jamilah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2721

Abstract

Indonesia is a country with a very high level of religious, ethnic, cultural, linguistic, and customary diversity, which is both a strength and a challenge in the life of the nation and state, especially when various phenomena of intolerance, hate speech, and religious-based conflicts are still encountered, indicating that the values of tolerance and respect for differences have not been fully internalized in society. Therefore, religious moderation is an important concept to be developed as an effort to maintain social harmony amidst the nation's plurality. Education is seen as a strategic instrument in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance because it not only functions as a means of transferring knowledge, but also plays a role in shaping the character, attitudes, and perspectives of students so that they have an inclusive and moderate religious understanding. This study aims to examine the role of education in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance amidst the diversity of Indonesian society using a qualitative approach through a literature study of relevant national and international academic books and scientific journal articles, especially those published in the last ten years. Data were analyzed using qualitative content analysis techniques to identify the main concepts, ideas, and findings of experts. The results of the study indicate that education has a strategic role in internalizing the value of religious moderation through the development of an inclusive curriculum, the application of dialogic and participatory learning methods, the role model of educators, and the creation of a school culture that respects diversity, where multicultural-based education has proven effective in strengthening attitudes of tolerance and awareness of peaceful coexistence, although its implementation still faces challenges in the form of narrow religious understanding, limited integration of the value of moderation in the curriculum, and the negative influence of social media, so that strengthening religious moderation through education needs to be carried out comprehensively and sustainably in order to form a tolerant, just, and civilized generation in a pluralistic Indonesian society.ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman agama, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang sangat tinggi, yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama ketika masih dijumpai berbagai fenomena intoleransi, ujaran kebencian, dan konflik berbasis agama yang menunjukkan bahwa nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi konsep penting untuk dikembangkan sebagai upaya menjaga keharmonisan sosial di tengah pluralitas bangsa. Pendidikan dipandang sebagai instrumen strategis dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter, sikap, dan cara pandang peserta didik agar memiliki pemahaman keagamaan yang inklusif dan moderat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap buku akademik dan artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang relevan, khususnya yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara kualitatif untuk mengidentifikasi konsep, gagasan, dan temuan utama para ahli. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui pengembangan kurikulum yang inklusif, penerapan metode pembelajaran yang dialogis dan partisipatif, keteladanan pendidik, serta penciptaan budaya sekolah yang menghargai keberagaman, di mana pendidikan berbasis multikultural terbukti efektif dalam memperkuat sikap toleransi dan kesadaran hidup berdampingan secara damai, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa pemahaman keagamaan yang sempit, keterbatasan integrasi nilai moderasi dalam kurikulum, serta pengaruh negatif media sosial, sehingga penguatan moderasi beragama melalui pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan guna membentuk generasi yang toleran, adil, dan berkeadaban dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pengaruh Penggunaan Petunjuk Visual Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Prasekolah Dalam Proses Belajar di Sekolah Malajah Playschool Bali Fachrudin, Miwa Amalia
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2544

Abstract

This study aims to determine the effect of using visual cues on the emotion regulation of preschool children during learning activities at Malajah Playschool Bali. The background of this research is based on the importance of visual media in helping children recognize, understand, and manage their emotions adaptively, especially in a multicultural learning environment. This research employs a quantitative approach with a correlational design and uses a census method, as the number of subjects was limited and the entire population of preschool children was used as respondents. The instrument used was the Teacher Rating Scale, validated through expert judgment. Data analysis was carried out using simple linear regression with the help of SPSS. The results showed a significant effect of visual cues on children’s emotion regulation. The F-test value was 116.314 with a significance level of 0.000 (0.05), indicating a statistically significant relationship between the variables. The coefficient of determination (R²) was 0.708, meaning that 70.8% of children's emotion regulation ability was influenced by visual cues, while the remaining 29.2% was influenced by other factors not examined in this study. In conclusion, the use of visual cues such as emotion cards, visual schedules, and behavior symbols greatly contributes to helping children regulate their emotions in learning environments. This study recommends the consistent implementation of visual strategies in early childhood education as part of strengthening mental health and social-emotional skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan petunjuk visual terhadap regulasi emosi anak usia prasekolah dalam proses belajar di Malajah Playschool Bali. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya media visual dalam membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosinya secara adaptif, khususnya dalam lingkungan pembelajaran yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode sensus, karena jumlah subjek terbatas dan seluruh populasi anak usia prasekolah dijadikan responden. Instrumen yang digunakan berupa Teacher Rating Scale yang telah divalidasi melalui expert judgment. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara petunjuk visual terhadap regulasi emosi anak. Nilai F hitung sebesar 116,314 dengan signifikansi 0,000 (0,05) menunjukkan bahwa hubungan antar variabel signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,708 menunjukkan bahwa 70,8% kemampuan regulasi emosi anak dipengaruhi oleh petunjuk visual, sedangkan sisanya 29,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulannya, penggunaan petunjuk visual seperti kartu ekspresi, jadwal bergambar, dan simbol perilaku memberikan kontribusi besar dalam membantu anak mengelola emosinya di lingkungan belajar. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi visual secara konsisten dalam pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari penguatan kesehatan mental dan keterampilan sosial-emosional anak.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Gamifikasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta: Studi Kualitatif Fenomenologis Ramadhani, Farah Putri; Putra, Lovandri Dwanda; Ningtyas, Marta Lia; Sholekhah, Tsasya Ridha; Khiyarina, Addien
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2640

Abstract

This study aims to describe the implementation of gamification-based learning in Islamic Religious Education at SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, focusing on Aqidah Akhlak and Al-Qur’an Hadith subjects. The research employed a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, using interviews with the Vice Principal for ISMUBA Curriculum, two Islamic Education teachers, and learning documentation. The findings indicate that gamification was implemented through interactive quizzes, point systems, rewards, and the use of Canva as a learning medium. This approach was found to enhance students’ activeness, learning motivation, and understanding of the subject matter. Therefore, gamification-based learning can serve as an effective alternative strategy in Islamic Religious Education to create interactive, meaningful learning experiences that align with the characteristics of vocational school students.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis gamifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, khususnya pada materi Akidah Akhlak dan Al-Qur’an Hadis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum ISMUBA, dua guru PAI, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi diterapkan melalui kuis interaktif, sistem poin, pemberian reward, dan pemanfaatan media Canva. Penerapan tersebut mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran PAI yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di sekolah kejuruan.
Penggunaan Game Based Learning untuk Efektifitas Pembelajaran di SD Muhammadiyah Pakel Maulana, Ahmad Ahsin; Muslimin, Muhammad Izzul; Kurniyawan, Muhammad Fajar; Cahya Saputra, Pandhit Eka
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2661

Abstract

Game-Based Learning (GBL) is an innovative learning approach that uses games as the primary tool in the teaching and learning process. This approach is designed to enhance students’ learning motivation, participation, and understanding through enjoyable and meaningful experiences. This article explains the concept of Game-Based Learning, its theoretical foundations, characteristics, benefits, and methods of implementation in learning, particularly within the Indonesian educational context. The article also discusses the advantages and limitations of this approach, as well as strategies for using it effectively in accordance with learning objectives.ABSTRAKGame Based Learning (GBL) adalah salah satu cara belajar yang inovatif dengan menggunakan permainan sebagai alat utama dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini dibuat agar bisa meningkatkan semangat belajar, partisipasi, dan pemahaman siswa melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Artikel ini menjelaskan konsep Game Based Learning, dasar teori, ciri-cirinya, manfaatnya, serta cara penerapannya dalam pembelajaran, terutama di lingkungan pendidikan Indonesia. Artikel ini juga membahas kelebihan dan kekurangan dari pendekatan ini, serta cara menggunakannya secara efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue