cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN HARTONO LIFESTYLE MALL DI SOLO BARU Revy Safitri; Syafi'i Syafi'i; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37567

Abstract

Hartono Lifestyle Mall merupakan mall yang dibangun di kawasan Solo Baru dimana memiliki luas + 90.425 m2. Sesuai dengan Pedoman Teknis Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pusat Kegiatan pada Ruas Jalan Nasional di Wilayah Perkotaan (2009) bahwa pusat pertokoan dengan luas minimal 500 m2 wajib dilakukan andalalin. Hartono Lifestyle Mall memiliki luas + 90.425 m2 sehingga wajib dilakukan andalalin. Analisis dampak lalu lintas (Andalalin) adalah kajian yang menilai efek - efek yang ditimbulkan akibat pengembangan tata guna lahan terhadap sistem pergerakan lalu lintas pada suatu ruas jalan terhadap jaringan transportasi di sekitarnya. Analisis perhitungan kinerja ruas dan persimpangan didasarkan pada MKJI 1997 dan nilai VCR atau DS sebagai parameter kinerja lalu lintas. Dalam analisis perhitungan pemodelan bangkitan dan tarikan diperoleh estimasi bangkitan dan tarikan sebesar 318 smp/jam yang terdiri dari 183 kendarangan ringan/jam dan 270 sepeda motor/jam. Berdasarkan analisis perhitungan kondisi eksisting dan kondisi setelah pembangunan Hartono Lifestyle Mall maka diperlukan beberapa tindakan penanganan pada simpang bersinyal Carrefour Solo Baru dan simpang tak bersinyal Solo - Baki. Selain itu, perlu dilakukan redesign daya tampung parkir dan penataan eksternal Hartono Lifestyle Mall untuk memberikan kenyamaan bagi para pengunjung yang datang ke Hartono Lifestyle Mall.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR PLAT BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG POLOS (ALTERNATIF PENGGANTI TULANGAN BAJA PADA PLAT LANTAI) Juwanto Juwanto; Agus Setiya Budi; Kusno Adi Sambowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.492 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37453

Abstract

The increasing of population will lead to increased need for housing. Market demand for steel reinforcement as a basic material in the constructionof residential houses will go up automatically . In fact, as we know that the iron ore as the raw material of steel is limited in nature and can not beupdated . Hence, there is need for the study of materials that allow to substitute steel reinforcement , one of which is bamboo . This research examinedhow the ratio of flexural capacity of steel reinforced concrete plate and bamboo Wulung . This study uses an experimental laboratory and implementedin Materials Laboratory and Structures Laboratory , Faculty of Engineering , Sebelas Maret University. Reinforcement bamboo usedplain ( without notch ) and dimensions of 5.2 mm x 10 mm with an area equivalent diameter of 8 mm steel reinforcement to be used as a comparison. Specimens used in the form of 3 concrete plate with steel reinforcement and 3 concrete plate with bamboo reinforcement. Same specimen size ,which is 600 mm x 400 mm x 100 mm and tested with third-point loading method . Bending capacity test will be done when the specimen was28 days . From the test results obtained the mean value of flexural capacity of steel reinforced concrete plate is 0.5262 ton.m and from bambooWulung is 0.1678 ton.m.
ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI PASAR LEGI SURAKARTA Nimatomi Kurnia Putra Rigiar; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37583

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan mengetahui kemampuan dan kesediaan membayar parkir berdasarkan pendapatan konsumen. Dengan cara penyebaran kuisioner secara acak kepada pengguna parkir. Hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengguna fasilitas parkir pada hari kerja dan akhir pekan. Untuk kendaraan roda dua, ATP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.192,26 dan untuk jam selanjutnya sebesar Rp.630,96 sedangkan untuk WTP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.075,12 dan untuk tarif jam berikutnya sebesar Rp.451,60. Untuk kendaraan roda empat, ATP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.491,24 dan untuk jam berikutnya sebesar Rp.697,67 sedangkan untuk WTP tarif parkir untuk satu jam pertama didapat sebesar Rp.2.025,86 dan untuk tarif jam selanjutnya sebesar Rp.646,99. Hasil perhitungan ATP dan WTP yang diperoleh hampir sesuai dengan tarif sekarang dan dapat diberlakukan tarif progresif dengan peningkatan fasilitas parkir.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI MATARAM CITY MENGGUNAKAN STUDY PEMODELAN BASEMENT R. Lintang Gumilang B; Sunarmasto Sunarmasto; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.543 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37469

Abstract

Indonesia is a country prone to earthquakes. The high potential earthquake caused Indonesia's geographical position between the world's threetectonic plates, the Eurasian plate, Australia, and the Philippines. The high earthquake potential demand for reliable and secure building becomesa necessity. Availability of land makes more narrow tall buildings into alternative development today. There are two approaches used to account forlateral loads (earthquakes) are working on a structure, the equivalent static analysis and dynamic analysis This study aims to determine the safetyof the building after a redesign that seen in the basement of the displacement, drift and base shear. The results of this study analyzed theperformance of the structure and the serviceability limit ultimate performance limit structure. The method used is the dynamic response spectrumanalysis using ETABS program V 13.1.3. Raft Fondation can use for high rise building. Value of displacement in the X direction is 0.1046 mand the Y direction is 0.1090 m. The maximum total drift in the direction of X is 0.00202 m and the Y direction is 0.00211 m, so that thebuilding is safe for ultimate performance limit (0.02 h) and serviceability limit performance {(0.03 / R) xh}. Displacement at Mataram Citybuilding does not exceed the maximum displacement and safe against earthquake plan.
MATERIAL BATU KAPUR SEBAGAI LAPISAN SUBBASE COURSE PADA SUBGRADE TANAH LUNAK DENGAN PERKUATAN PLASTIK DAN GEOSINTETIK Estu Waskita Aji; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.838 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36888

Abstract

Kerusakan perkerasan jalan selain karena faktor cuaca dan kelebihan beban juga dapat disebabkan oleh kualitas struktur lapis pondasi atas (base course), lapis pondasi bawah (subbase course) dan tanah dasar (subgrade). Penelitian ditujukan untuk menganalisis pengaruh ketebalan lapisan subbase course pada subgrade tanah lunak terhadap nilai CBR dan kv. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan struktur lapisan perkerasan jalan di dalam laboratorium. Pengujian CBR dilakukan terhadap lapisan subgrade, sedangkan pengujian plate load test dilakukan pada lapisan subbase course dan base course. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penambahan ketebalan lapisan subbase course setiap 5 cm mampu meningkatkan kv pada kombinasi lapisan lengkap subgrade+plastik+subbase course+base course berturut-turut sebesar 65%; 12,35%; 7,67%; dan ditambah perkuatan geosintetik meningkatkan nilai kv pada base course berturut-turut sebesar 26,13%; 14,28%; 24,19%. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa dengan penambahan ketebalan lapisan subbase course setiap 5 cm mampu meningkatkan CBR pada kombinasi lapisan lengkap subgrade+plastik+subbase course+base course berturut-turut sebesar 145,16%; 33,97%; 87,01%; dan ditambah perkuatan geosintetik meningkatkan nilai kv pada base course berturut-turut sebesar 75,43%; 49,51%; 65,53%. Penambahan geosintetik geotextile woven tipe 250 sebagai perkuatan yang diletakan di antara lapisan subgrade dan subbase course dapat meningkatkan nilai modulus reaksi subgrade (kv) sebesar ± 26,35%.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT DI LABORATORIUM DENGAN HASIL LAPANGAN SERTA ANALISIS SKID RESISTANCE. Yusuf Suryoaji; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.97 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36592

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan sampel Thin Surfacing yang dibuat di laboratorium dengan sampel hasil coring dari lapangan menggunakan pengujian Marshall, Indirect Tensile Strength test, dan seberapa besar pengaruh jumlah pemadatan terhadap skid resistance. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret Surakarta dan di desa Madegondo, kecamatan Grogol, kabupaten Sukoharjo. Untuk sampel hasil coring, diambil dari jalan yang di buat buat di desa Madegondo dengan dimensi 3m x 1m dan setiap 1 meter dilakukan variasi pemadatan. Adapun variasi pemadatan yang dilakukan yaitu 10 gilasan, 15 gilasan, dan 20 gilasan. Sebelum dilakukan proses coring dilakukan pengujian skid resistance dengan alat rolling straightedge. Setelah itu dilakukan, maka dilakukan coring pada setiap variasi pemadatan guna mengambil sampel untuk pengujian Marshall dan Indirect Tensile Strength. Hasil analisis benda uji menunjukkan bahwa besar nilai stabilitas, flow dan nilai ITS sampel hasil coring jauh dari sampel yang dibuat di laboratorium meskipun telah dilakukan beberapa variasi pemadatan. Sedangkan besarnya nilai skid resistance dari beberapa variasi gilasan sebanyak 10 lintasan, 15 lintasan dan 20 lintasan berturut-turut menurun. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai koefisien PrI semakin baik tingkat kerataan aspal. Sebaliknya, semakin besar nilai koefisien PrI mengindikasikan tekstur permukaan jalan yang kasar dan meningkatkan kekesatan permukaan jalan.
Kajian Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Styrofoam Pada Beton Ringan Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Lentur Miranda, Elsa Septia; Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.084 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37046

Abstract

Beton merupakan material yang umum digunakan untuk struktur. Beton banyak digunakan karena relatif murah, kekuatannya yang tinggi, kemudahan dalam pelaksanaannya, perawatannya dan mudah dibentuk. Hal ini disebabkan karena Beton mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya. Beton juga memiliki beberapa kekurangan yaitu berat jenisnya cukup tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi lebih besar. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatkan beton ringan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menambahkan butiran styrofoam pada beton. Penelitian- penelitian yang sudah dilakukan dengan beberapa inovasi-inovasi baru, salah satunnya dengan penambahan 20% styrofoam dan serat bendrat dengan variasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% yang bertujuan meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang. Metode yang digunakan oada penelitian ini adalah metode SNI yang dilaksanakan di Laboratorium Bahan Teknik sipil Universitas Sebelas Maret. Untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur beton ,maka dibuat benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm untuk pengujian kuat tekan dan 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat bendrat. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan Loading Frame untuk kuat lentur. Hasil dari penelitian penambahan butiran styrofoam 20% dari berat volume beton dan serat bendrat dengan variasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% berturut-turut adalah 17,74MPa; 19,44MPa; 20,67MPa; 22,36MPa dan 18,21MPa. Dengan peningkatan kuat tekan berturut-turut 9,57%; 16,49%; 26,06% dan 2,66%. Kadar optimum penambahan styrofom dan serat bendrat berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan kuat tekan sebesar 22,6394 MPa. Nilai kuat lentur beton dengan variasi serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% berturut-turut adalah 4,3942kNm; 4,769 kNm; 5,0192 kNm; 5,8942 kNm; dan 4,8942kNm. Kadar optimum penambahan styrofoam dan serat bendrat adalah pada kadar 1,34% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 4,3585 kNm.
UJI KUAT LENTUR KAYU DENGAN TAMBALAN SERBUK GERGAJI, SERBUK KETAM DAN SERBUK AMPLASAN KAYU Pujianto Pujianto; Achmad Basuki; Budi Utomo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37599

Abstract

Kayu yang bermutu baik dapat mengalami penurunan kualitas, terutama dari segi kekuatan kayu. Banyak hal yang menyebabkan berkurangnya kekuatan kayu, diantaranya lubang pada kayu. Maka dari itu timbullah suatu gagasan bagaimana cara meningkatkan kembali kualitas kayu yang sudah berkurang tersebut, dalam hal ini kuat lentur kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kuat lentur kayu yang ditambal dengan campuran serbuk gergaji, serbuk ketam dan serbuk amplasan kayu dengan resin dan hardener sebagai perekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan mencampur serbuk gergaji, serbuk ketam dan serbuk amplas kayu jati dengan resin dan hardener dengan perbandingan kadar hardener 100% dari resin. Sedangkan filler 75% dari serbuk kayu. Campuran yang telah tercampur merata kemudian dimasukan ke dalam kayu yang telah dilubangi untuk pengujian kuat lentur kayu. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil tegangan lentur kayu pada serat terluar sebagai berikut: Tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu utuh adalah 52,869 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu lubang atas adalah 63,213 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu lubang bawah adalah 69,479 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu lubang tengah adalah 45,634 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu dengan tambalan atas adalah 96,001 N/mm2 dan 64,207 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu dengan tambalan bawah adalah 56,247 N/mm2 dan 83,922 N/mm2, tegangan lentur pada serat atas dan serat bawah balok kayu dengan tambalan tengah adalah 57,588 N/mm2.
PEMODELAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA RUMAH SAKIT UMUM TIPE B DI KOTA JAKARTA TIMUR Widuri, Anisa Priyandini; Handayani, Dewi; Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.476 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36933

Abstract

Perkembangan kepemilikan kendaraan bermotor semakin meningkat terutama di Ibu Kota Indonesia DKI Jakarta. Dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor masalah transportasi juga semakin meningkat. Salah satu permasalahan transportasi adalah masalah perparkiran. Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang mempunyai kebutuhan parkir yang besar, sehingga fasilitas parkir rumah sakit haruslah proposional (peraturan menteri kesehatan No.56 tahun 2014). Variabel yang digunakan dalam penelitian berupa akumulasi parkir maksimum mobil, dan akumulasi parkir maksimum sepeda motor sebagai variabel terikat (Y) yang didapatkan dari survei kendaraan dengan metode kordon survei. Sedangkan variabel bebas terdiri dari jumlah tempat tidur (X1), jumlah dokter (X2), jumlah karyawan (X3), dan luas bangunan (X4). Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan bantuan software SPSS dalam pembentukan model dan pengujian model. Dari hasil analisis didapatkan model terbaik untuk mobil Y = -95,067 + 0,632 X1 + 1,882 X2 dengan R2 = 0,997, untuk sepeda motor Y = -340,209 + 0,012 X4 + 1,497 X3 dengan R2 = 0,998. Kedua model tersebut dipilih berdasarkan uji-uji signifikan, simultan, normalitas, linieritas, multikolinieritas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model memenuhi kriteria BLUE (Best, Linier, Unbiased, Estimator).
PENGARUH ABU AMPAS TEBU PADA PERUBAHAN PERSENTASE PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG TANON Nafisah Umri Ukroi; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.952 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37486

Abstract

Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan stabilisasi tanah. Pemanfaatan abu ampas tebu diharapkan dapat mengurangi sifat kembang susut tanah, mengurangi limbah pabrik gula dan meningkatkan nilai ekonomis abu ampas tebu. Pengujian persentase pengembangan mengggunakan oedometer pada tekanan penyeimbang sebesar 1-2 kPa dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Hasil pengujian persentase pengembangan didapatkan bahwa penambahan abu ampas tebu optimum sebesar 15%. Dilihat dari grafik hubungan persentase penambahan abu ampas tebu dengan persentase pengembangan, pola grafik mendekati model Muntohar serta Nayak dan Christensen.