cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Yang Diperbaiki Dengan Unsaturated Polyester Resin (UPR) Annisa Rizki; Aldilla Arifatunurrillah; Stefanus Adi Kristiawan; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.826 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36904

Abstract

Faktor lingkungan dapat memicu korosi pada tulangan beton, sehingga menyebabkan kerusakan pada beton berupa timbulnya retak hingga berakibat lepasnya permukaan selimut beton (delaminasi).Untuk mengembalikan kekuatan yang berkurang akibat delaminasi, perlu dilakukan perbaikan pada beton tersebut dengan metode penambalan. Pada makalah ini akan dikaji tentang perilaku lentur pada balok beton bertulang yang telah diperbaiki dengan UPR-based patch repair mortar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 benda uji berbentuk balok dengan rincian 1 balok diberi perbaikan sepanjang 40 cm di bagian lentur, 1 balok diberi perbaikan di sepanjang bagian lentur dan 1 balok dengan keadaan normal. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan perilaku lentur pada balok beton bertulang yang diperbaiki menggunakan UPR-based patch repair mortar terhadap balok beton bertulang normal.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN KONSEP INTERVAL KEPERCAYAAN DI BUKIT GANOMAN KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR Nyco Maulana Wicaksono; Raden Harya Dananjaya; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.09 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36944

Abstract

Kondisi topografi Kabupaten Karanganyar yang berbukit memiliki rata-rata ketinggian 511 M Dpl, mengakibatkan wilayah ini memiliki lokasi rawan longsor cukup tinggi. Tanah longsor terjadi disebabkan adanya gaya gravitasi yang bekerja pada suatu massa (tanah dan batuan). Semakin besar kemiringan lereng, akan semakin besar kemungkinan terjadinya gerakan massa. Penelitian ini dilakukan di lereng Bukit Ganoman, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganayar. Data primer dan sekunder diperoleh dari pengujian tanah di Laboratorium dan data ASTER GDEM Kabupaten Karanganyar. data sekunder ini digunakan untuk menentukan geometri lereng. Kedua data ini digunakan untuk analisis stabilitas lereng menggunakan Software Geo Slope dengan metode Morgenstern-Price. Kemudian dilakukan analisis statistik dengan konsep interval kepercayaan untuk mendapatkan nilai Safety Factor (SF) pada setiap tingkat keyakinan atau resiko terjadinya longsor. Sehingga menghasilkan grafik hubungan antara SF dengan kemiringan lereng pada setiap tingkat keyakinan. Hasil grafik menunjukkan bahwa, semakin tinggi tingkat keyakinannya semakin rendah nilai SF. Sebaliknya, jika semakin rendah tingkat keyakinannya maka semakin tinggi nilai SF.
KAPASITAS LENTUR PLAT BETON BERTULANG BAMBU PETUNG POLOS Hana Hantara; Agus Setiya Budi; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.231 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37462

Abstract

Forest is one of the biggest timber for a country, especially Indonesia. Forest products in Indonesia taken in excess without thinking about theregeneration of new plants. To that end, in Indonesia is carried out afforestation or reforestation of denuded forest in order to get back to normal.Other construction materials as an alternative to steel such as wood and bamboo are being carried out. Along with the rapid growth of thepopulation growth rate of development in Indonesia. As a result of this increase in development, needs reinforcing steel prices rose to becomeexpensive. That is why it is necessary looking for a new alternative replacement of steel reinforcement in concrete, namely bamboo. Bamboo can berefurbished and have a high tensile strength tensile steels approached. Bamboo is used instead of concrete reinforcing steel plate include bambooPetung plain. This bamboo reinforced concrete plate observed include flexural capacity, deflection, compressive strength and location of the positionof the concrete slab collapse when loaded. The method used in this study is an experimental method to the test specimen in the form of a singlereinforced concrete slab measuring 600 mm x 400 mm x 100 mm steel and bamboo petung bertulangan plain with a load that is placed amidlandscape and evenly distributed as the weight of two points on the test object with length L/3. Concrete slab placement system used in this study isone-way with the placement of joints. Flexural capacity of concrete slab testing done at the time the specimen was 28 days. The results of theanalysis of steel reinforced concrete plate can withstand a maximum load of 6450 kg with a deflection of 5.99 mm while the test results ofreinforced concrete plate specimen petung plain bamboo can withstand a maximum load of 2200 kg or 34.11% compared with the deflection ofsteel plate reinforced by 2.47 mm. Flexural capacity of reinforced concrete slab analysis results produce steel 0.3976 ton-m value and the testresults obtained by the average value of 0.5236 ton-m while the flexural capacity of reinforced concrete slab analysis results petung plain bambooproduces 0.2853 ton-m value and the test results obtained by the average value of 0.1730 ton-m. These results indicate that the test results ofreinforced bamboo plate bending capacity 33.04% of the test results of reinforced steel plate.
PENGARUH DRAINASE VERTIKAL SATU ARAH MENGGUNAKAN KOLOM PASIR TERHADAP KECEPATAN PENURUNAN TANAH LUNAK Muhammad Rizqi Ardiansyah; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.652 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36596

Abstract

Lapisan tanah lunak sering menimbulkan berbagai permasalahan, misalnya pada proses pelaksanaan konstruksi timbunan yang berada diatas lapisan tanah lunak. Waktu penurunan yang relatife lama menjadi salah satu masalah dalam pekerjaan timbunan. Metode yang sering digunakan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai yaitu dengan penggunaan drainase vertikal dengan tujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan terbentuknya saluran drainase kearah vertikal (terjadi proses konsolidasi satu dimensi) sehingga diperoleh lintasan pengaliran di dalam tanah. Penelitian ditujukan untuk melihat perilaku penambahan kolom pasir sebagai drainase vertikal pada tanah lunak yang dilihat dari besar penurunan per hari dan penurunan secara akumulatif selama 3 minggu atau 21 hari dengan kolom tunggal, kolom kelompok, dan tanpa drainase vertikal. Pengujian diantaranya penurunan, kadar air, hambatan, dan konsolidasi. Penurunan drainase vertikal satu arah kolom kelompok memiliki besar penurunan 335,244 % lebih tinggi dari pada penurunan akumulatifnya. Kolom Tunggal memiliki besar penurunan 465,097 % lebih tinggi dari pada penurunan akumulatifnya. Uji konsolidasi dilaksanakan sebelum dan sesudah pengujian. Sebelum pengujian didapatkan hasil Cc dan Cv sebesar 0,4 dan 0,78 cm2/detik. Hasil terbesar terjadi pada drainase vertikal kolom kelompok dengan nilai Cc dan Cv sebesar 0,427 dan 0,138 cm2/detik. Penambahan drainase vertikal pada tanah lunak dapat mempercepat proses penurunan tanah lunak, dan menggunakan variasi drainase vertikal kolom kelompok meningkatkan kecepatan penurunan.
KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI TAKIKAN BENTUK "V" DENGAN JARAK ANTAR TAKIKAN 2 CM DAN 3 CM PADA BETON Budi Santoso; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.335 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37412

Abstract

Tulangan baja adalah bahan bangunan yang tidak dapat diperbaharui. Bahan dasar pembuatan baja (biji besi) juga semakin terbatas dan tidak mungkin ditingkatkan produksinya. Bambu dipilih sebagai alternatif pengganti karena merupakan hasil alam yang murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Salah satu hal yang terpenting dalam beton bertulang adalah adanya kelekatan antara tulangan yang digunakan dengan beton sehingga beton tidak mengalami selip. Tulangan bambu bertakikan dapat mengurangi pengaruh penyusutan atau pengembangan karena kandungan air dengan adanya bagian saling mengunci antara permukaan tulangan dan beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Mesin dan Struktur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini beton silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan bambu yang digunakan adalah bambu ori takikan V dengan dimensi lebar 20 mm dan tebal 5,2 mm. Sebagai pembanding tulangan baja polos dengan diameter 8 mm. Tulangan ditanam pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori bernodia jarak 3 cm adalah 0,1092 MPa dan bambu ori bernodia jarak 2 cm adalah 0,1254 MPa. Nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori tanpa nodia jarak 3 cm adalah 0,0412 MPa dan bambu ori tanpa nodia jarak 2 cm adalah 0,0571 MPa. Nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm adalah 0,2782 MPa. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan nilai kuat lekat rerata beton dengan tulangan bambu ori 3,3427 kali dari nilai kuat lekat tulangan baja polos diameter 8 mm..
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO PROYEK PADA MASA KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT 4-40 LANTAI DI JABOTABEK TERHADAP RUANG LINGKUP, JADWAL, DAN SUMBER DAYA PROYEK Luther Gustavo Liwoso; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.934 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45194

Abstract

Proyek konstruksi selalu memiliki hubungan dengan risiko atau hambatan pada masa konstruksi. Risiko-risiko tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sehingga variabel risiko sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, perencanaan manajemen risiko dibutuhkan guna mencapai sasaran proyek yang meliputi ruang lingkup, jadwal, dan sumber daya proyek. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Mengetahui variabel-variabel risiko yang berdampak negatif dan berpengaruh terhadap sasaran proyek, (2) Mengetahui hasil analisis variabel-variabel risiko yang telah diidentifikasi, serta (3) Mengetahui bagaimana penanganan yang dilakukan oleh kontraktor dalam mengatasi variabel-variabel risiko yang telah dianalisis. Strategi penelitian dilakukan dengan cara survey dimana instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara terhadap 38 orang responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis frekuensi, analisis ranking, dan analisis level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Diperoleh 50 jenis variabel risiko yang memberikan dampak negatif dimana 20 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap jadwal proyek, 14 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap sumber daya proyek, dan 16 jenis variabel risiko berpengaruh terhadap ruang lingkup proyek, (2) Diperoleh 6 risiko utama proyek, yaitu X31 Demam Penyakit Selama Pelaksanaan Proyek Menimpa Sebagian Besar Tenaga Kerja, X43 Struktur Kompleks Didisain Terpisah (Precast) namun Proses Integrasi Gagal untuk Diterapkan, X42 Robohnya Struktur di Tengah Pelaksanaan Konstruksi, X46 Dibutuhkan Pekerjaan dan Pengujian Ulang untuk Memperbaiki Hasil Pekerjaan yang Salah, X20 Buruh Melakukan Mogok Bekerja, dan X21 Proyek yang Terlambat Membuat Budget Bertambah, serta (3) Diperoleh penanganan risiko yang dapat dilakukan kontraktor terhadap variabel-variabel risiko yang telah dianalisis dimana 7 penanganan terhadap risiko ruang lingkup proyek, 4 penanganan terhadap risiko jadwal proyek, dan 4 penanganan terhadap risiko sumber daya proyek.
KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU ORI TAKIKAN TIPE U JARAK 5 CM Shendy Nurcahyo Putro; Agus Setiya Budi; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.448 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37050

Abstract

Salah satu bahan utama dari beton adalah tulangan baja. Oleh sebab itulah perlu diupayakan mencari alternatif baru pengganti tulangan baja pada beton. Adapun alternatif lain sebagai pengganti tulangan beton tersebut, diantaranya adalah bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu ori takikan tipe "u" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Lima buah menggunakan tulangan baja, 10 buah menggunakan tulangan bambu ori dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "U" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode three point loading. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu ori tipe "u" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
PENGARUH INTERSEPSI TANAMAN ARALEA TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN Ghea Bima Prasetyo; Mamok Soeprapto; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37592

Abstract

Hujan merupakan komponen penting pada proses intersepsi dan terjadinya limpasan permukaan. Besar kecilnya nilai intersepsi merupakan faktor yang mempengaruhi besarnya hujan yang menjadi limpasan permukaan. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan alat rainfall simulator dengan ketebalan hujan 150 mm, menggunakan tanaman Aralea sebagai vegetasi tutupan lahan dengan variasi kerapatan tanam 0%, 50%, dan 100%. Tanah digunakan sebagai media tanam yang ditutup menggunakan plastik mulsa hitam perak dengan kemiringan lahan 9%. Percobaan dilakukan tiga kali untuk setiap variasi kerapatan tanam, yaitu menggunakan pola agihan hujan seragam, Alternating Block Method, dan Modified Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan pola agihan hujan seragam memiliki nilai persentase intersepsi untuk kerapatan kanopi 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 5,3%, 16,2%, dan 19,09%. Pola agihan hujan Alternating Block Method memiliki nilai persentase intersepsi untuk kerapatan kanopi 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 4,86%, 12,58%, dan 17,09%. Pola agihan hujan Modified Mononobe memiliki nilai persentase intersepsi untuk kerapatan kanopi 0%, 50%, dan 100% berturut-turut adalah 4,74%, 17,07%, dan 27,97%. Nilai persentase intersepsi berbanding terbalik dengan besarnya hujan yang menjadi limpasan permukaan.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN FLY ASH DENGAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL PADA BETON MUTU TINGGI METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUTE (ACI) TERHADAP KUAT TEKAN, PERMEABILITAS, PENETRASI DAN ABRASI BETON Yanita Nurul Chotimah; Slamet Prayitno; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.175 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37291

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, fly ash dan bestmittel terhadap kuat tekan, permeabilitas, penetrasi dan abrasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder 15 cm x 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 7,5 cm x 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi, 10 cm x 5 cm untuk pengujian abrasi . Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, permeabilitas, penetrasi dan abrasi beton mutu tinggi setelah ditambah serat serat bendrat, fly ash dan bestmittel.. Nilai kuat tekan beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 72,75 MPa; 80,25 MPa; 86,06 MPa; 74,17 MPa; dan 72,05 MPa. Nilai koefisien permeabilitas beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 7,74E-10 m/detik; 3,78E-10 m/detik; 1,6E-10 m/detik; 3,24E-10 m/detik; dan 6,01E-10 m/detik. Nilai penurunan penetrasi dengan persentase penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 2,125 cm; 1,725 cm; 1,275 cm; 1,4 cm; dan 1,8 cm. Nilai abrasi pada 1000 putaran dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 0,0966%; 0,0939%; 0,0923%; 0,0929%; dan 0,0940%. Nilai abrasi pada 2000 putaran dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 0,1920%; 0,1884%; 0,1864%; 0,1874%; dan 0,1886%. Nilai abrasi pada 3000 putaran dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 0,2869%; 0,2825%; 0,2784%; 0,2800%; dan 0,2824%. Penambahan kadar serat sebesar 0,9 - 1,2% menghasilkan peningkatan kuat tekan, koefisien permeabilitas, penetrasi dan abrasi maksimal berturut-turut sebesar 18,75%; 81,95%; 41,27% ; 4,55% ; 2,97% ; 3,00 % dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
ANALISIS POTENSI DEMAND BATIK SOLO TRANS KORIDOR 2 PADA FUNGSI GUNA LAHAN PEMUKIMAN DAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Yuniar Catur Putra S; Slamet Jauhari Legowo; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.741 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36908

Abstract

Kebutuhan akan transportasi pada saat ini terus meningkat dan hal ini akan mengakibatkan kemacetan jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara yang ideal adalah dengan menyediakan angkutan umum massal seperti Batik Solo Trans. Penambahan demand merupakan faktor penting dalam pengembangan angkutan umum massal tersebut. Selain itu, dalam penentuan tarif juga harus memperhitungkan kemampuan dan kemauan dari potensi demand agar mereka tertarik dan mau beralih pada angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penambahan demand serta analisis ATP dan WTP dari potensi penambahan demand tersebut pada koridor pelayanan rute BST koridor 2 (Terminal Palur - UNS - RS.Moewardi - SMA Negeri 1 Surakarta - Stasiun Balapan - Monumen Pers - Solo Paragon Mall - Solo Grand Mall - Universitas Muhammadiyah Surakarta - Terminal Kartasura) khusus fungsi guna lahan pemukiman. Fungsi guna lahan pemukiman adalah bangunan-bangunan pemukiman dalam suatu wilayah yang digunakan sebagai tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan. Pada penelitian ini, data diperoleh dengan metode kuisioner kepada penduduk yang berada pada fungsi guna lahan pemukiman dalam koridor area pelayanan BST koridor 2. Data yang diambil dari responden meliputi pertanyaan-pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk analisis penambahan demand dan persepsi tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan untuk membayar. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi penambahan demand BST Koridor 2 pada fungsi guna lahan pemukiman sebesar 67.362 orang yang terdiri dari kategori umum dan pelajar. Jumlah ini merupakan 77,34% dari total populasi seluruh penduduk yang berada pada koridor pelayanan rute BST Koridor 2 pada fungsi guna lahan pemukiman. Hasil analisis nilai Ability To Pay (ATP) dari potensi demand untuk kategori pelajar sebesar Rp. 5.590 dan kategori umum sebesar Rp. 4.808. Nilai Willingness To Pay (WTP) pelajar sebesar Rp. 2.211 dan kategori umum sebesar Rp. 4.078. Nilai tersebut didapat untuk keadaan eksisting atau sebelum dilakukan pembenahan terhadap fasilitas-fasilitas yang diharapkan dari potensi demand. Kondisi ATP lebih tinggi dari tarif yang berlaku saat ini, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam membayar kebutuhan transportasi cukup tinggi. Tetapi nilai WTP masih di bawah tarif yang berlaku, yang menunjukkan bahwa utilitas dari Batik Solo Trans masih rendah. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan utilitas Batik Solo Trans untuk melakukan perbaikan dalam hal fasilitas dan layanan, sehingga nantinya Batik Solo Trans dapat menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan transportasi dengan orang-orang dan untuk menghindari kemacetan.