cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
EVALUASI DRAINASE BETON BERPORI DENGAN ISIAN PASIR DAN GUBALAN RUMPUT Supriadi, Andy; Setyawan, Ary; Budiarto, Arif
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.936 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37093

Abstract

Pembangunan sistem drainase perkotaan perlu memperhatikan fungsi drainase sebagai prasarana kota yang didasarkan pada konsep berwawasan lingkungan. Konsep ini adalah usaha konservasi sumber daya air yang pada prinsipnya mengendalikan air hujan agar lebih banyak yang diresapkan ke dalam tanah sehingga mengurangi jumlah limpasan. Pengaplikasian beton berpori diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pembangunan prasarana kota yang didasarkan pada konsep berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas beton berpori, serta nilai kecepatan resapan beton berpori untuk pengisian rongga dengan pasir dan penutupan rongga dengan gubalan rumput. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan mengurangi proporsi agregat halus pada mix design beton normal. Proporsi Agregat halus yang dipakai 30% dari proporsi agregat halus untuk beton normal. Dari hasil pengujian diperoleh hasil nilai permeabilitas rata-rata pembuatan benda uji di lapangan lebih besar dibandingkan pembuatan benda uji di lab. Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk pengujian tanpa pengisian rongga didapat oleh material batu pecah 2-3 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 6,256 (mm/det). Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk pengisian rongga dengan pasir didapat oleh material batu pecah 1-2 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 2,314 (mm/det). Nilai kecepatan resapan tertinggi untuk penutupan rongga dengan gubalan rumput didapat oleh material batu pecah 1-2 cm dengan memakai cairan aditif sebesar 3,648 (mm/det).
MANAJEMEN STRATEGI KONSULTAN PERENCANA DI BIDANG SDM DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (Studi Kasus Konsultan Kelas Menengah Di Wilayah Surakarta dan sekitarnya) Trisnandar, Ricky Miswan; Sugiyarto, Sugiyarto; Purwanto, Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.139 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41526

Abstract

Perkembangan dunia bisnis saat ini berlangsung sangat cepat dan membuat pihak- pihak yang terlibat didalamnya harus bekerja keras, terlebih sekarang Indonesia telah memasuki era baru dimana sekarang sudah menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA, tahun 2016) sehingga persaingan tak hanya di lokal tetapi sudah bersaing dengan perusahaan luar negeri yang masuk ke Indonesia. Bidang kontruksi pun tak luput dari hal tersebut sehingga harus berbenah sehingga dapat bersaing dalam hal teknologi maupun tenaga kerja. Dengan ketersediaan sumber daya manusia yang cukup banyak di Indonesia, maka aspek SDM merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam menghadapi MEA. Karena hal tersebut diperlukanlah strategi untuk menyiapkan SDM yang mampu bersaing dalam menghadapi MEA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor strategis perusahaan, pengembangan alternatif-alternatif stratrgi, dan perumusan strategi Dibidang SDM untuk menentukan pilihan-pilihan alternatif strategi secara cepat dan handal dalam analisi SWOT pada konsultan golongan menengah di wilayah Surakarta. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT dengan mengevaluasi strengths, weaknesses, threats dan opportunieses dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada konsultan kelas menengah di wilayah Surakarta untuk merumuskan strategi yang tepat dibidang SDM. Hasil dari penelitian ini didapat strategi yang paling tepat yaitu memperbaiki Alternatif strategi yang paling menarik dan tepat untuk konsultan kelas menengah adalah Horizontal Integration dengan jalan Meningkatkan komunikasi yang efektif dalam perusahaan dengan jalan meningkatkan sistem kepemimpian yang mampu untuk menciptkan lingkungan dan iklim kerja yang sehat. Serta membuat lingkungan iklim kerja yang memacu pekerja untuk lebih disiplin dalam bekerja.
EVALUASI PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA PELAYANAN PINTU KELUAR PARKIR DENGAN ATAU TANPA PERUBAHAN PINTU KELUAR PARKIR DI SOLO GRAND MALL Hendra Wahyu Kurniawan; Agus Sumarsono; Amirotul Musthofiah Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.872 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37335

Abstract

Fenomena antrian yang terjadi di fasilitas pelayanan umum, seperti antrian kendaraan di pintu keluar parkir Mal dipengaruhi oleh tingkat pelayanan yang berkaitan dengan pelayanan operator pintu keluar dan tingkat kedatangan kendaraan. Solo Grand Mal merupakan salah satu Mal yang sering dikunjungi oleh warga Solo dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui alternatif perbaikan layanan pintu keluar untuk meminimalisir antrian sebagai rekomendasi pengelolaan parkir. Analisa pada penelitian ini meliputi pengaruh antrian kendaraan dan volume kendaraan yang melintasi pelayanan pintu keluar Solo Grand Mal ditinjau dari segi tingkat kedatangan kendaraan dan tingkat pelayanan. Penyelesaian kasus ini menggunakan teori antrian dengan disiplin antrian First In First Out (FIFO). Perthitungan analisis statistik pada tingkat kedatangan berdasarkan distribusi poisson dengan uji Chi Square dan analisis statistik tingkat pelayanan berdasarkan distribusi eksponensial dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Perhitungan yang dilakukan pada penelitian mendapatkan hasil panjang antrian sejumlah 2 mobil di pintu keluar mobil dan 8 sepeda motor di pintu keluar sepeda motor. Berdasarkan ketersediaan dua loket pintu keluar parkir di masing-masing jenis kendaraan membutuhkan waktu pelayanan selama 15 detik untuk melayani mobil dan 12 detik untuk sepeda motor. Penambahan layanan pintu keluar hanya diperlukan pada sepeda motor pada jam-jam sibuk dengan membuka pintu cadangan A1 dan A4. Jumlah akses keluar yang berada di Solo Grand Mal sudah mencukupi pelayanan keluar kendaraan dari lokasi parkir offroad, sehingga tidak diperlukan perubahan dan penambahan akses keluar.
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN SERBUK KACA DAN PENAMBAHAN SERAT KAWAT GALVANIS PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi; Indika, Riyan Rahma
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.941 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36981

Abstract

Beton begitu penting dalam dunia konstruksi karena sebagai salah satu elemen pembentuk struktur, yaitu sebagai upper structure dan sub structure. Beton dengan kualitas baik akan memungkinkan sebuah pembangunan yang besar, baik berupa gedung-gedung bertingkat maupun sarana transportasi. Beton banyak digunakan karena harga yang relatif murah, kekuatannya yang tinggi, kemudahan dalam pelaksanaannya, perawatannya dan mudah dibentuk. Beton juga memiliki beberapa kekurangan, berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatan beton dengan mutu tinggi dan memiliki sifat-sifat yang lebih baik. Penelitian - penelitian telah dilakukan dan dengan beberapa inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah dengan penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan menambahkan serat kawat galvanis pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan penambahan serat kawat galvanis pada beton mutu tinggi terhadap kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca. Persentase serbuk kaca yang digunakan adalah 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan Loading Frame untuk kuat lentur. Perhitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca dan penambahan serat kawat galvanis pada beton mutu tinggi adalah dapat meningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur. Nilai kuat tekan beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah 38,8771 MPa; 43,2177 MPa; 45,2937 MPa; 42,2741 MPa; dan 41,5192 MPa. Peningkatan nilai kuat tekan beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah 11,17%; 16,50%; 8,74%; dan 6,80%. Kadar optimum penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca adalah pada kadar 3,72% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat tekan sebesar 45,35638 Mpa. Nilai kuat lentur beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 0%; 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah sebesar 6,52304 kNm; 7,02304 kNm; 7,14804 kNm; 6,89804 kNm dan 6,77304 kNm. Peningkatan nilai kuat lentur beton dengan kadar serbuk kaca sebesar 2%; 4%; 6%; dan 8% adalah sebesar 7,665%; 9,581%; 5,749%; dan 3,833%. Kadar optimum penggantian sebagian semen dengan serbuk kaca adalah pada kadar 3,528% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 7,16050 kN.m.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ALUMINIUM PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN MODULUS ELASTISITAS Mardiyanto, Dwi; Gunawan, Purnawan; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.688 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37523

Abstract

Beton ringan dengan teknologi foam diperoleh dengan menambahkan foam agent (cairan busa) kedalam campuran beton. Bahan pembentuk foam agent dapat berupa bahan alami ataupun bahan buatan dengan tujuan untuk mengurangi berat jenis beton. Pemambahan foam agent bertujuan untuk mengurangi berat jenis beton. Kuat tarik, kuat tekan, dan modulus elastisitas beton ringan lebih rendah dibanding beton normal. Kekuatan beton ringan foam ini mempunyai kekuatan tekan antara 1 MPa sampai 15 MPa. Solusi untuk meningkatkan kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisitas dan sifat getas yang dimiliki beton ringan yaitu dengan menambahkan serat aluminium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat aluminium terhadap berat jenis, kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitas beton ringan foam berserat aluminium. Nilai kuat tekan rata-rata pada beton ringan foam tanpa serat sebesar 12,63 MPa, sedangkan pada beton ringan foam berserat aluminium dengan persentase serat 0,25%; 0,5%; dan 1% secara berurutan sebesar 15,59 MPa; 19,19 MPa; dan 16,63 MPa. Prosentase perubahan nilai kuat tekan terbesar yaitu pada penambahan kadar serat 0,5% sebesar 51,90% dibanding tanpa penambahan serat aluminium. Nilai kuat tarik belah rata-rata pada beton ringan foam tanpa serat sebesar 1,94 MPa, sedangkan pada beton ringan foam berserat aluminium dengan persentase serat 0,25%; 0,5%; dan 1% secara berurutan sebesar 2,56 MPa; 3,60 MPa; dan 3,16 MPa. Prosentase perubahan nilai kuat tarik belah terbesar yaitu pada penambahan kadar serat 0,5% sebesar 85,57% dibanding tanpa penambahan serat aluminium. Nilai modulus elastisitas rata-rata beton ringan berserat aluminium dengan persentase serat 0%, 0,25%, 0,5%, dan 1% secara berturut - turut adalah 13759 MPa; 15032 MPa; 16384 MPa; dan 16384 MPa. Prosentase perubahan nilai modulus elastisitas terbesar yaitu pada penambahan kadar serat 0,5% sebesar 19,08% dibanding tanpa penambahan serat aluminium. Sedangkan hasil perhitungan beton ringan berserat dengan rumus simple mixture rule berturut-turut adalah 17417 MPa; 18963 MPa dan 17908 MPa.
STUDI KARAKTERISTIK DASPAL DIBANDINGKAN DENGAN ASPAL PENETRATIONGRADE 60 Muhammad Fachri Nasution; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.123 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37222

Abstract

Daspal adalah campuran getah damar, serbuk bata, dan minyak goreng curah kualitas rendah, memiliki daya lekat, dan bersifat viscoleastis. Daspal dibuat dengan maksud digunakan sebagai bahan pengikat campuran perkerasan jalan yang dapat diperbaharui.Penelitian ini adalah experimental murni dengan empat variasi daspal A, B, C, dan D yang divariasikan perbandingan komposisinya sehingga didapatkan daspal penetration grade 60, kemudian hasil analisis dibandingkan dengan aspal penetration grade 60.Hasil analisis uji tekan 206.70 kg/cm2, modulus elastisitas 254.22 Mpa. Komposisi daspal penetration grade 60 dengan berat getah damar, serbuk bata, dan minyak goreng curah: 300 gr, 300 gr, dan 145 gr (A1); 400 gr, 200 gr, dan 150 gr (B2); 450 gr, 150 gr, dan 170 gr (C6); 600 gr, 0 gr, dan 225 gr (D4). Nilai penetrasi berurutan: 69 dmm, 79 dmm, 62 dmm, dan 66 dmm; titik lembek: 70,33 oC, 48,67oC, 59,67oC, 83oC; daktilitas: 7,67 cm, 9,67 cm, 20,33 cm, dan 23 cm; titik nyala: 238 °C, 233 °C, dan 251 °C, dan 255 °C; berat jenis: 1.553 gr/cm3, 1.514 gr/cm3, 1.280 gr/cm3, dan 1.252 gr/cm3; daya lekat semuanya: 99%; kelarutan dalam Trichloethylene: 44,192%, 44,094%, 48,620%, 55,891%.
ANALISIS DAN IDENTIFIKASI SISA MATERIAL KONTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN JALAN SOLO-GEMOLONG-GEYER Bts, Kab.SRAGEN Sugiyarto, Sugiyarto; Hartono, Widi; Prakoso, Indra Tri
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.682 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36738

Abstract

Pembangunan di Jalan Solo-Purwodadi beberapa tahun terakhir ini berkembang begitu pesat. Pembangunan yang terlihat mencolok adalah pembangunan kontruksi Jalan Rigid Pavement yang dibangun terus menerus. Pembangunan tersebut tidak lepas dari penggunaan berbagai jenis sumber daya alam.Penelitian ini mengenai analisis dan identifikasi sisa material kontruksi pada pembangunan perkerasan jalan beton pada jalan Surakarta-Gemolong-Geyer Bts Kab.Grobogan (Kab.Sragen). Dimana langkah yang dilakukan pertama kali ialah melakukan pengamatan langsung serta wawancara terhadap kontraktor pelaksana sehingga mendapat data primer berupa apa saja sisa material yang ada di lapangan, kemudian peneliti mendapatkan data sekunder yang berupa Laporan bulanan serta gambar rencana proyek,dengan data yang telah didapat selanjutnya melakukan analisis jumlah serta biaya sisa material menggunakan perhitungan waste level, waste indeks ,dan waste cost, serta menggunakan metode fishbone diagram untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya sisa material.Dari Pengamatan ini didapatkan nilai waste yang terbesar adalah beton dengan nilai waste cost Rp 212.861.219,00 ini dikarenakan nialai waste level beton sebesar 1,4% dan harga material beton merupakan material dengan harga tertinggi. dengan fishbone diagram dapat diidentifikasi apa saja penyebab terjadinya sisa material.
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) USIA 28 HARI. Sugianto, Putut; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.928 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36539

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Penggunaan fly ash dalam jumlah besar yaitu 50% subtitusi semen dan penambahan superplastictizer mampu menghasilkan struktur beton yang daktail dan dapan mengalir sendiri atau disebut High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Pada pengaplikasiannya dapat digunakan juga untuk pembuatan balok beton bertulan. Penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% flay ash pada balok beton bertulang dan dibandingkan dengan lentur balok beton normal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dimana digunakan 3 balok beton bertulang HVFA-SCC dan 3 balok beton bertulang normal dengan dimensi panjan 2000 mm, lebar 150 mm, dan tinggi 300 mm. Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 40 MPa. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Sedangkan pada beton normal dilakukan pengujian slump. Sedangakan untuk pengujian balok menggunakan alat loading frame yang akan dibebani dengan 2 buah titik pembebanan pada 1/3 untuk mencari kuat lentur balok tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki lendutan yang lebih besar dari pada balok beton bertulang normal akan tetapi balok beton bertulang normal dapat menerima beban yang lebih besar dari pada balok beton bertulang HVFA-SCC. Pada nilaki daktilitas balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki nilai yang lebih besar dari balok beton bertulang normal yaitu 10,95 untuk balok HVFA-SCC dan 10,76 untuk balok normal.
ANALISIS TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) BUS BATIK SOLO TRANS PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS KORIDOR 1 DAN 2) Fadila Rahmawati; Budi Yulianto; Amirotul MHM
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.18 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54964

Abstract

Angkutan umum adalah alat transportasi massal yang digunakan sebagai sarana perpindahan yang dapat mengangkut banyak penumpang secara langsung ke suatu tujuan. Kota Surakarta memiliki angkutan umum salah satunya yaitu bus Batik Solo Trans (BST). Selama satu tahun lebih berada di masa pandemi COVID-19, berbagai sektor pertumbuhan ekonomi negara mengalami penurunan drastis. Perekonomian yang tidak stabil membuat biaya transportasi meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui desain tarif BST koridor 1 dan 2 berdasarkan perhitungan BOK, ATP, dan WTP. Data didapatkan dari kuisioner yang disebarkan kepada penumpang BST. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelian ini didapatkan nilai ATP pekerja lebih besar dari nilai WTP pekerja. ATP pekerja yaitu sebesar Rp6.520,96 untuk koridor 1 dan Rp7.139,11 untuk koridor 2. Sedangkan untuk nilai WTP pekerja yaitu sebesar Rp3.735,52 untuk koridor 1 dan Rp3.629,31 untuk koridor 2. Untuk nilai ATP mahasiswa pada koridor 1 sebesar Rp2.752,68 dan koridor 2 sebesar Rp2.068,24. Kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai WTP mahasiswa yang lebih besar yaitu Rp3.258,62 untuk koridor 1 dan Rp3.285,71 untuk koridor 2. Untuk tarif berdasarkan perhitungan BOK adalah Rp8.965,98 per penumpang/rit untuk koridor 1 dan Rp5.823,06 per penumpang/rit untuk koridor 2. Secara umum pada kategori mahasiswa diperlukan desain tarif BST baru yang sesuai dengan kemampuan membayar. Apabila nilai tarif yang ditentukan lebih besar dari ATP, maka jumlah selisih dapat dijadikan sebagai besaran subsidi yang harus ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan untuk kategori pekerja, nilai ATP berada di atas nilai WTP. Desain tarif yang ideal terletak di antara nilai ATP dan WTP untuk penyesuaian pelayanan tarif. 
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG BERTAKIKAN TIPE "U"JARAK TAKIKAN 5 CM Regkidiniyanto, Regkidiniyanto; Budi, Agus Setiya; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.45 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37109

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 5 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat maksimal tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 5 cm adalah 0,129 MPa. Nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat maksimal bambu wulung bertakikan type "u" jarak 5 cm dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm adalah sebesar 0,235 atau 23,5 %.